
Khaffa sangat terkejut meskipun ini bukan pertama kalinya baginya mendengar akan dijodohkan.Tetapi pasalnya saat ini ada seorang gadis yang bermukim dihatinya.Biasanya la tidak akan bereaksi seperti itu dan akan menganggap angin saja ucapan Rena.Namun berbeda dengan sekarang,la menanggapinya serius dan sangat menentangnya.
"Ayolah Mi,jangan konyol!.Abang bisa cari sendiri jadi ga usah mulai jodoh-jodohin Abang lagi!.".Khaffa menolak mentah-mentah kemauan ibunya.
"Bosan tau Mami dengarnya!.Mana buktinya kalo iya bisa?,yang kemarin aja cuma akting belaka.Udah mah Mami teh pernah bikin recok waktu diRestoran dan udah cerita ke temen arisan juga kalau kamu sudah punya calon istri,tapi ternyata oh ternyata itu cuma pura-pura saja!.Muka Mami merasa kayak pantat panci gosong sekarang saking malunya Bang!.".Rena berdalih sambil berkacak pinggang.
Rena merasa kehilangan muka saat ini karena mengingat la seorang istri pemilik Mall apalagi sudah banyak yang tahu dirinya.Lagipula la sudah bercerita tentang status Khaffa terkini yang sudah mempunyai kekasih bahkan mengatakan jika Anayra calon istrinya.
"Ughhh...".
Khaffa memijat-mijat pelipisnya sambil mengaduh karena semakin merasakan pusing dikepalanya.Terasa sakit dan ingin meledak mendengar ucapan Rena yang seperti ember bocor itu.Dia pun merasa bingung dan heran,bagaimana bisa ibunya dan Khaira bisa tahu hubungan la dan Anayra yang sebenarnya.
"Maaf Mi!,abang ga maksud bohongin Mami.Itu semua ada alasannya dan bersabarlah Mi,kalo udah jodoh pasti ketemu dan bersatu!.".Ucap Khaffa berkilah mencari alasan sambil menggenggam tangan ibunya.
"Tepat tapi tetap harus dicari dan usaha.Mami dan Papi kan lagi usaha cari jodoh buatmu,kalau jodoh ya nikah kalau bukan ya ga usah.".Jelas Rena sambil menarik tangannya dari genggaman Khaffa lalu merapikan mangkuk bubur dan gelas keatas nampan.
"Tapi Abang ga mau Mi,jangan terus maksa Abang harus menuruti kemauan Papi dan Mami!."
"Ga boleh nolak titik!.Sidang ditutup tok,tok,tok!.".Ucap Rena sambil beranjak berdiri kemudian keluar sambil membawa nampan kepantry berisi mangkok dan gelas.
Rena terpaksa melakukan itu karena ini jalan satu-satunya untuk membuat Khaffa mengakhiri masa lajangnya.Dia ingin melihat Khaffa menikah karena usia Khaffa sudah mau memasuki genap 30 tahun.Tetapi rupanya Khaffa masih betah dengan statusnya ini.Dan kali ini Khaffa harus menerima perjodohan yang akan diatur olehnya dan sang suami.Khaffa tidak boleh menolaknya karena kesabaran Rena sudah diambang batasannya.
Ini bukan pertama kalinya Rena berniat menjodohkan Khaffa dengan seorang gadis.Mungkin kalau dihitung-hitung sudah lebih dari 3 kali mengenalkan Khaffa dengan beberapa putri temannya dan suaminya.Tetapi selalu ditolak oleh Khaffa dengan alasan tidak cocok,masih dibawah umur padahal gadis itu sudah berusia 21 tahun,atau genit dan centil serta berbagai macam alasan lainnya.
Bukkk.
Saking kesalnya,Khaffa memukuli tempat tidur dengan kepalan tangannya untuk melampiaskannya lalu melempar bantal-bantal tidurnya kelantai.Kesal karena ibunya setega itu disaat la merasakan sakit.
Dia merebahkan tubuhnya yang semakin lemas lalu menyilangkan kedua tangannya dibawah kepalanya sebagai penyangga.
"Dari mana Khaira bisa tau hubungan aku dan Anayra cuma pura-pura?.Ga mungkin kan kalau Anayra dan pria itu yang cerita,apalagi Riccy sebab dia ga tau apa-apa.".Ucapnya seraya menatap langit-langit kamarnya.
Aneh dan heran karena Khaira bisa mengetahui kedekatannya dengan Anayra hanya pura-pura saja.Sebenarnya la berniat ingin menjelaskan tentang hubungan cintanya dengan Anayra yang hanya sandiwara itu sebelum ibunya mengetahuinya.
Itu harus dilakukan atas permintaan Anayra.Lagipula la sudah berjanji untuk mengatakan yang sebenarnya.Walaupun keinginan Anayra bertolak belakang dengan keinginannya namun demi menjaga perasaannya terpaksa harus dilakukan.
Perasaan Khaffa yang tadinya ingin mengerjai dan menindas Anayra malah berubah haluan menjadi rasa cinta.Awal mulanya membencinya malah menjadi rasa suka.
Senjata untuk membuat Anayra kesal berbalik membidiknya namun berubah menjadi peluru cinta.Bisa dikatakan senjata makan tuan namun dalam artian lainnya.
"Apa yang dilakukan dia sekarang?.Apa dia masih istirahat dan cuti sakit dirumahnya atau sudah kerja lagi?.Gumam Khaffa bertanya-tanya sendiri sambil menerka-nerka yang dilakukan Anayra saat ini.
Pikirannya kemudian menerawang mengingat ketika la menyatakan cintanya pada Anayra lalu memejamkan matanya kala ingat ketika la mencium Anayra dan melakukan reka adegan kejadian itu didalam pikirannya sambil senyum-senyum sendiri.
Rasa rindu melanda hatinya karena belum bertemu Anayra sejak kepulangannya dari rumah sakit.
"Anayra,maaf!.Aku mengingkari janjiku untuk menceritakan pada Mami tentang hubungan kita,sebab aku mau kamu menjadi kekasihku yang sebenarnya.Tapi sekarang Mami sudah tau dan akan menjodohkanku.".Lirih Khaffa seolah berbicara dengan Anayra dengan wajah sedih,kecewa dan juga bingung.
Dalam hatinya sudah berniat menyembunyikan status mereka yang pura-pura itu karena berniat ingin mewujudkannya menjadi kenyataan.Tetapi belum terlaksana niatnya ternyata malah harus terbongkar lebih dulu dengan sendirinya.
"Aaah,gue bingung harus lakuin apa sekarang?.".Ucapnya lalu mendengus kasar dan menendangi selimutnya saking bingungnya.
Tak tahu harus berbuat apa.Jalan pikirannya terasa buntu saat ini.
"Apa ini pertanda supaya gue jauhi dia?.Apa do'aku dikabulkan?.".Sambungnya sambil membuka matanya lebar dan terperanjat duduk.
Teringat kebodohannya saat berikrar dalam doanya bahwa la akan menjauhi Anayra dan tidak akan mengganggunya asalkan Anayra bisa cepat sadar dan pulih.Khaffa saat itu meracau karena takut kondisi Anayra memburuk dan juga merasa bersalah karena dirinya Anayra terluka.
__ADS_1
Ditempat lain.Alma berjalan sambil cengengesan sembari mencangklong tas punggungnya ketika melihat seorang gadis yang dikenalnya duduk termenung dikursi kantin pegawai sambil mengaduk-aduk sedotan didalam gelas.
''Dorrr...".Todong Alma menodong pipi Anayra dengan jarinya.
"Hayooo kenapa bengong?,nanti kesambet kunti laknat lho!.".Ucap Alma sambil duduk disampingnya.
Alma tidak sengaja melihat Anayra saat melewati kantin ketika akan memasuki pintu masuk pegawai.Dan Anayra saat itu sedang istirahat untuk makan siang.Biasanya Anayra makan dirumah makan tapi kali ini la ingin makan di kantin area gedung Mall dan ingin berbaur dengan pegawai lainnya meskipun tetap saja memilih duduk sendirian karena malas bicara dengan siapapun.
Alma masuk shift siang tetapi sengaja datang lebih awal karena bosan sendirian diapartemen.Dan Anayra hari ini sudah mulai bekerja dirasa dirinya sudah sehat setelah beberapa hari meliburkan diri karena sakit akibat kecelakaan itu.
"Kamu ngagetin aja Al'!.".Sentak Anayra sambil melotot dan menoyor kepala Alma.
Sedangkan Alma hanya cengar-cengir kuda menanggapinya.
"Lamunin apa sih Nay'?,ndalem banget ngelamunnya sampe gelas kosong tinggal isi es batu diaduk-aduk terus.".Seloroh Alma sambil memandangi tangan Anayra yang mengaduk-aduk gelasnya berisi es batu dengan sedotan.
Dimeja ada gelas dan piring bekas makanan serta cemilan ringan yang belum sempat Anayra makan.
"Dihhh kepooo!.Lagi mikirin seandainya ada uang jatuh dari langit sekarung,maka aku akan berangkatkan umrah orang tua ku!.".Ucap Anayra berkelakar sambil mencolek hidung Alma.
"Mmm...".Alma mencebikkan bibirnya tak percaya begitu saja.
"Tapi aku tau pikiranmu pasti ga kan jauh-jauh dari mas Lefrand dan si CEO itu kan?.".Tebak Alma sambil tangannya mengambil kemasan plastik berisi cemilan.
Entah kenapa sampai sekarang Alma malas sekali menyebutkan nama Khaffa.Dan lidahnya pun merasa sudah terbiasa menyebutnya.
"So tau kamu!.".Elak Anayra.
"Haaa,ngeles aja!.Tau ga Nay'?.".Ucap Alma serius.
"Ga!.".Sambil menggelengkan kepalanya.
"CEO itu udah 4 hari ga masuk kerja karena sakit!.Aku tau dari Riccy dan dia lembur setiap hari selama itu juga gantiin pacar bo'ongan mu itu.".Ungkap Alma sambil menyobek kemasan plastik itu dan melahapnya isinya.
Sembari menoleh pada Alma sontak Anayra terkejut mendengarnya.Pantas saja sejak pagi tadi la tidak melihat Khaffa yang biasanya memantau situasi Mall.Meskipun tidak lama disetiap beberapa jam sekali namun Khaffa sering melakukannya.Dan la pun tidak melihat mobil Khaffa yang biasanya diparkir dibasement.Dan ketika la masih terbaring dirumah sakit pun Khaffa tidak menjenguknya.
Anayra mangut-mangut karena sudah mengetahui alasannya.Padahal la berharap Khaffa tiba-tiba datang dan berdiri dipintu ruang rawat inapnya kala itu.Dia sempat mengira jika Khaffa hanya ingin mengerjainya saja ketika mengungkapkan perasaannya,oleh sebab itu Khaffa tidak datang lagi kerumah sakit.
Anayra pikir juga mustahil Khaffa mencintainya karena selama mengenalnya sikap Khaffa selalu dingin,angkuh dan semena-mena.Tetapi la teringat oleh perkataan perawat yang mengatakan jika Khaffa yang membawanya kerumah sakit dan menungguinya juga.Dan Anayra merasa berhutang jasa padanya sekali lagi.
Dan Alma mendengar kabar itu dari Riccy jika Khaffa sakit dan tidak bekerja selama beberapa hari terakhir ini.Riccy sekarang sibuk karena harus menangani urusan pekerjaan serta harus mengambil alih tugas Khaffa meskipun ada khaira didekatnya yang cukup membantu pekerjaannya.Namun Khaira belum menguasainya.Karena itu sampai tidak ada waktu untuk bisa bersama Alma.Riccy bahkan harus beristirahat dikantor dan makan disana pula.
Alma kadang-kadang menyempatkan diri mengirimi Riccy makanan disela istirahatnya dan ketika la pulang bekerja selalu mampir ke ruangan kantor Riccy.Itu dilakukannya sebagai bentuk perhatiannya dan untuk memberikan motivasi sebagai kekasih Riccy.Sikap Alma tentu disambut senang oleh Riccy.
"Kenapa baru bilang sekarang ljah,aku kan-...?.".Protes Anayra kesal dengan nada keras sambil mencubit lengan Alma.
Tersentak saat sadar dan mencerna kata-katanya.Kesal karena Alma baru mengungkapkan dan memberi tahu soal kondisi Khaffa.Tapi kemudian menutup mulutnya dengan tangannya saat sadar dimana la berada sekarang lalu kepalanya celingukan kesekitarnya untuk melihat reaksi pegawai lain.Tapi tidak ada reaksi apapun dari mereka karena suasana kantin ramai dan berisik.
"Kamu kan ga tanya kenapa juga harus kesal?.Dan kenapa juga kamu peduli padanya?,dia kan cuma kekasih pura-puramu.".Selidik Alma menguji Anayra sambil menatapnya dengan memicingkan matanya sembari mencomot keripik singkong didalam kemasan plastik lalu memakannya.
Benar juga tapi kenapa aku merasa kehilangan dia**?...Bathin Anayra sambil tertunduk.
"Iiiya,kkenapa juga aku harus peduli padanya.Di-dia kan bukan siapa-siapa aku!.".Sanggah Anayra dengan gugup sambil melirik Alma sekilas lalu membuang mukanya kesamping.
Semoga Alma ga curiga kalo aku bo'ong**!...Gumam Anayra dalam hatinya.
Haaa,aku tau kalo kamu bohong Nay'.Kamu kan suka gugup kalo bohong...Bathin Alma.
__ADS_1
"Tapi Nay',kamu harus menjenguknya!,gimanapun dia pahlawan yang menolongmu waktu kecelakaan.Dia juga udah baik nungguin kamu dirumah sakit!.Ehhh,kayaknya dia suka tuh sama kamu Nay'!".Celetuk Alma disela-sela mengunyah makanannya.
"Aahhh ngadi-ngadi kamu!.".Ucap Anayra untuk menutupi keterkejutannya sambil menoyor pelipis Alma pelan.
"Beneran!,soalnya dia juga yang bayar semua biaya kamu waktu dirumah sakit Nay'!.".Ungkap Alma yang tak diketahui Anayra.
"Apaaa?,dia yang biayai aku?.Seingatku mas Lefrand yang bayar ke administrasi.".Pekik Anayra spontan sambil menoleh pada Alma tanpa menghiraukan situasi dan kondisi lagi.
"Mungkin sisanya aja Nay' soalnya aku sendiri yang nemani Riccy waktu membayarnya sehari sebelum kamu pulang.".Dalih Alma menjelaskan perihal tersebut.
Yaaa,mungkin benar yang dikatakan Alma...Bathin Anayra.
Ucapan Alma masuk akalnya dan bisa dibenarkan.Tak mungkin Alma membohongi dan mengarang cerita soal itu.
"Oya Al',apa ayah dan Andiya udah pergi kerumah kontrakan untuk mengepak barang-barang kita?.".Anayra mengalihkan topik pembicaraan.
Tak mau terlalu fokus pada topik pembicaraan yang membahas soal itu terus.
"Udah tadi jam 10 an,don't worry be happy baby!.".Ucap Alma sambil mencolek dagu Anayra.
Tadi pagi Anayra meminta ayah dan adiknya untuk membereskan barang-barang mereka berdua dari rumah kontrakannya dan memindahkan ke apartemen Lefrand.
"Oiya Nay' kenapa ga balikan aja sama mas Lefrand dan nikah sekalian mumpung ada orang tuamu disini hahaha...".Alma mulai asal bicara dan menggoda Anayra.
Takkk.
Ucapan Alma mendapat jitakkan dikepalanya dari Anayra.Sontak Alma meringis sambil mengusap-usap kepalanya.
"Mulutmu kayaknya minta aku sumpal sama es batu ya Al' biar beku sekalian dan ga asal ceplak lagi!.".Sengor Anayra sambil melototinya.
Jengah dan kesal karena ucapannya tanpa dipikir dulu.
"Hahaha...".Alma malah tergelak saja menanggapinya.
"Memang apa salahnya?.Bukannya misi mas Lefrand dekati kamu emang mau minta balikan!.Apalagi dia udah ngijinin kita tinggal diapartemennya secara cuma-cuma.".Ucap Alma sambil menaik turunkan alisnya menggoda Anayra.
Anayra memutar matanya jengah karena terdengar konyol dengan ide dan saran Alma.
Dia sebenarnya mihak siapa sih?,mas Lefrand apa pak Khaffa?.Wahhh,kayaknya emang udah geser nih otaknya...Pikir Anayra.
"Hatiku ga bisa dipaksa Al'!.Aku lagi PW dan anggap dia kakak sekarang ketimbang harus balikan sama dia.Aku udah berpikir keras selama dia mendekati aku lagi meskipun awalnya galau antara rindu dan kecewa tapi aku yakin untuk ga nerima dia lagi dan berusaha untuk move on.".Ucap Anayra yakin.
"Good idea!.Aku mendukungmu!.".Sambil mengacungkan jempolnya menyetujui keputusan Anayra.
"Tapi kenapa kamu mewek waktu dia nyanyi buatmu dipanggung?.".Tanya Alma menyelidik karena penasaran sambil menunjuk wajah Anayra.
"Itu karena aku terharu aja Al',dan kamu tau kan jawabanku dari laguku?!.".Jelas Anayra serius.
"Hemmm.".Jawab Alma singkat dan mangut-mangut mengerti dengan ucapan Anayra.
Dan la pun sudah mengetahui penyebab kenapa Anayra bisa kecelakaan karena Anayra sudah menceritakannya sewaktu diapartemen.Anayra mengatakan karena la,Lefrand dan Khaffa saling berdebat.
Tapi Anayra tidak mengatakan ketika Khaffa menciumnya dan mengungkapkan perasaannya.Anayra pikir jika Alma tahu pasti akan menggodanya habis-habisan.Biarlah ia menyimpan momen itu dimemorinya.
"Yuk Al' kita masuk,udah jam 12:50!.".Ajak Anayra saat melihat jam ditangannya.
"Capcusss!.".Ucap Alma sambil merangkul pundak Anayra.
__ADS_1
Anayra dan Alma beranjak dari duduknya kemudian berjalan masuk melalui pintu pegawai.Tak lupa Alma memasang ID card nya dikemeja seragamnya dan mengisi kartu jam keluar masuknya dimesin ketok waktu.Seperti biasanya melewati tangga menuju kebutik.