
Tettt
Saat terdengar bel berbunyi,Ita secepatnya membuka pintu.Terkejut saat melihat Al dan Lenni berdiri didepannya."Pak Al...".Melongo tak menyangka akan dikunjungi mereka.
"Assalamu alaikum,selamat pagi!?.".Al menyapa lta dan tersenyum ramah.
"Wa alaikum salam.Si-silahkan masuk!.".Dengan wajah terkejut lta mempersilahkan masuk kedalam.
Al dan Lenni mengikuti lta ke ruang tamu."Silahkan duduk!.Akan ku panggilkan suamiku!.".
Al dan Lenni duduk di sofa dan lta berlalu memanggil Ceppy."Ada tamu,temui mereka!.Aku buatkan minum dulu!.".Ita memberi isyarat supaya Ceppy merapikan rambutnya yang acak-acakan.
Ceppy yang baru keluar dari kamar mandi membenahi penampilannya,tanpa berkata-kata menuju ruang tamu menemui orang yang bertandang sepagi ini."Pak Al,sungguh diluar dugaan anda berkunjung kemari!?.".Ceppy menyalami Al dan Lenni yang duduk bersampingan.
"Apa kami mengganggu sepagi ini sudah bertamu?.".Al berbasa-basi dan menatap Ceppy yang duduk dihadapannya.
"Tentu saja tidak!.Ini suatu kehormatan bagi kami.".Ceppy menyambutnya baik.
"Ini istriku,ibunya Daniel.".Al memperkenalkan Lenni saat Ceppy memperhatikan Lenni.
"Senang bertemu anda.".Ceppy tersenyum ramah pada Lenni yang baru dijumpainya,dibalas senyuman tipis Lenni.
"Disini sepi.Kemana Alma?.".Lenni celingukan mencari-cari Alma diruangan itu.
"Pergi bekerja.Hanya ada aku dan ibunya disini.".Ceppy membeberkan kondisi disana saat ini.
Alma pergi sebelum Al dan Lenni datang,hingga tak sempat bertemu.
"Sayang sekali.Padahal aku sangat ingin bertemu dengannya!.".Lenni sedih namun tak berkecil hati.
Ita datang dari pantry membawa minum dan cemilan ringan diatas nampan."Silahkan dicoba!.".Meletakkan gelas dan piring saji dimeja.
Ita duduk disamping Ceppy."Ini ibu Alma.".Ceppy memperkenalkan lta pada Lenni.
"Sangat mirip!.Aku ibunya Daniel!.".Lenni menyalami lta dan tersenyum ramah.
Ita juga menyalami Al yang belum sempat dilakukannya karena terkejut akan kedatangan mereka."Apa kabar Pak Al?.".
Disambut Al dengan senyuman merekah."Sangat baik!.Karena itu kami datang kemari!.".Penuh semangat.
Namun membuat lta mengernyit bingung.Tak mengerti maksudnya.
"Oiya,ini sekedar buah tangan.".Lenni menyerahkan dua bingkisan berisi buah-buahan dan sekotak cake pada lta.
"Terima kasih.Harusnya tidak perlu repot-repot seperti ini.".Ita menerimanya dengan senang hati dan meletakkan itu disampingnya.
"Ekhm...".Al berdehem sebelum berbicara,untuk mengusir rasa gugupnya."Ada yang ingin kami sampaikan!.Kuharap kalian tidak terkejut mendengarnya!?.".
Lenni melanjutkan perkataan Al,dan mengungkapkan kejelasannya."Singkatnya,kedatangan kami kemari untuk membicarakan hal penting.Kami ingin meminta putri kalian,untuk putra kami.Maksudku untuk dijadikan menantu kami.".Hati-hati mengutarakan niatnya datang ke sana.
Lenni sangat antusias dan optimis saat akan datang ke sana.Berharap orang tua Alma menerima pinangannya untuk menjadikan Alma menantunya,yakni menjadi istri Daniel.
Ita dan Ceppy cukup terkejut dan saling berpandangan."Apa kami tidak salah dengar?.".Ita menatap Lenni yang duduk dihadapannya.
"Tentu tidak!.Kalian keberatan?.".Lenni memastikannya dengan wajah harap-harap cemas.
"Tentu tidak!.".Ita menggelengkan kepalanya jika tak keberatan sama sekali.
"Sesuai harapan kami.Sepertinya hati kita terkoneksi dengan baik.".Ceppy tersenyum senang dan bahagia.
Baru semalam Ceppy dan lta merencanakan untuk menikahkan Alma dengan Daniel.Dalam sekejap mata rencananya akan terkabulkan.
Lenni terharu,niatnya disambut baik oleh orang tua Alma."Syukurlah,kami sangat senang mendengarnya!.".
"Kami sangat berterima kasih untuk itu!.".Al bernafas lega dan tersenyum lebar,tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya."Sayang sekali,Alma dan Daniel tidak ada disini bersama kita.".Menghela nafas berat.
Kebahagiaan mereka tak dirasakan Daniel dan Alma,dan tak disaksikan mereka.
"Akan repot jika ada mereka.Dengan berbagai macam alasan,pasti menolaknya!.".Lenni berasumsi begitu karena sangat mengenal watak Daniel.
"Itu benar!.Aku pun berpikir seperti itu!.".Ceppy berasumsi sama karena mengenal baik karakter putrinya.
"Anak-anak memang merepotkan,keras kepala dan susah sekali diatur!.Sepertinya,kita kerja keras menyatukan mereka.".Al berpendapat demikian.
Mulai memahami Daniel dan Alma.Berpikir keras mencari cara untuk menyatukan keduanya.
"Aku takkan kehabisan ide dan akal untuk itu!.".Lenni senyum-senyum sendiri saat ide cemerlang muncul di pikirannya.
"Sepertinya calon besan kita sangat bisa diandalkan!.Aku tidak sabar menunggu saat-saat itu!.".Ita sangat antusias menantikan Daniel dan Alma hidup bersama.
Tanpa pusing memikirkan Alma dan Daniel akan menolaknya.
"Jangan senang dulu!.Usaha kita belum juga dimulai.".Ceppy membuat lta putus harapan dan merengut sedih.
"Ckkk,carilah ide bagus untuk mendukung impian calon besan kita.".Ita menuntut Ceppy untuk berpikir keras mencari ide,demi mendukung rencana mereka.
"Hahaha...Al tertawa melihatnya."Ku rasa ibu Alma sangat tidak sabar melihat putra-putri kita menikah!.Paling antusias sekali".Secara halus menggoda lta.
"Ku pikir juga begitu!.".Ceppy berpendapat sama.
"Ahhh,itu tepat sekali!.".Ita tak memungkirinya dan memberi acungan jempol."Ayah dan Pak Al sangat kompak dan solid.Jalan pikiran kalian sama.Sepertinya cocok menjadi besan.".Menurut kaca mata lta.
__ADS_1
Al sama sekali tak menyangkalnya,padahal belum terlalu mengenal Ceppy dan baru dia kali bertemu dengannya."Itu benar!.Aku setuju,hahaha.".Mengangguk mengiyakan dan tertawa-tawa.
"Aku pun beranggapan sama,hahaha".Ceppy ikut-ikutan tertawa-tawa menanggapi Al.
"Tuh kan!?.Hahaha...".Ita menertawakan kekompakan suaminya dan Al,begitu juga dengan Lenni.
Merasa sudah tersampaikan niatnya dan disambut baik orang tua Alma.Lenni ingin pulang."Kurasa cukup untuk hari ini.Aku tidak bisa lama-lama disini,tubuhku cepat lelah!.".Pamit undur diri untuk pulang.
Karena masih dalam proses pemulihan dari sakitnya,tubuhnya masih lemah dan cepat lelah.
"Baiklah,ayo kita pergi!.".Al mengajaknya.
"Maaf!.Kami tidak datang menjenguk anda!.Sepertinya kami calon besan yang buruk!.".Ita memasang raut wajah sedih.
Saat Lenni sakit,tak sedetikpun menjenguknya.Bukan tanpa sebab dan tanpa alasan.Ita bingung dan serba salah.
Lenni memahami situasi dan kondisinya,sama sekali tak mempermasalahkan soal itu."Tidak mengapa!.Aku yang harusnya minta maaf!,mengejutkan dan merepotkan kalian.".Menyangkalnya untuk menenangkan hati lta."Aku juga minta maaf atas perbuatan putraku pada putri kalian.".Sebagai ibu Daniel,Lenni merasa bersalah atas peristiwa yang dialami Alma.
"Baiklah,kita impas!.Hahaha...".Secepat kilat ekspresi wajah lta berubah menjadi senang.
Ita dan Ceppy berusaha melupakan itu,dan tak menyalahkan orang tua Daniel.
Al dan Lenni menyeruput minumannya dulu sebelum beranjak dari duduknya dan pergi."Kami pulang!.Senang sekali bertemu kalian!.".Lenni menyalami lta dan Ceppy.
Tak lupa,Al ikut menjabat tangan mereka."Aku sangat menantikan pertemuan kita selanjutnya.".
"Tentu saja!.Kami berharap sama.".Ceppy menanggapi itikad baik Al.
Ita dan Ceppy mengantar mereka keluar."Sampai jumpa!.Hati-hati!.".Ita melambaikan tangannya dan tersenyum lebar memandangi kepergian keduanya."Ayo!,siapkan diri kita untuk itu.".Masuk kedalam dengan wajah berseri-seri dan mata berbinar bahagia didampingi Ceppy.
Dikediaman keluarga Andika.
Anayra mengantar Khaffa keluar saat akan berangkat kerja."Akan pulang jam berapa?.".Sesampainya di mobil Khaffa.
Khaffa tersenyum lebar mendengar pertanyaan konyol istrinya."Ya ampun...Aku baru akan pergi,sudah tanya jam pulang.Sepertinya istri ku tidak mau jauh dari ku?.".Dengan lembut membelai rambut Anayra yang tergerai.
"Apa aku salah,tidak ingin jauh dari suami ku sendiri?.".Anayra kecewa dan merengut kesal.
Tak terima Khaffa meledeknya.Khaffa gemas melihat ekspresi wajah Anayra.
"Kemarilah!.Beri aku pelukan!,aku pasti akan merindukan mu.".Khaffa menarik pinggang Anayra dan memeluknya erat.
Penuh kasih sayang,Anayra membalas pelukannya."Aku juga!.".Perlahan mengurai pelukannya."Beri aku ciuman!".Dengan manja Anayra menunjuk bibirnya,meminta Khaffa menciumnya.
Namun keinginan Anayra tak kesampaian,Khaffa malah mengecup keningnya."Nanti ada yang iri melihat kita.".Saat menyadari Khaira datang menghampirinya.
Khaira baru keluar dari rumah.Saat berjalan menuju halaman terkejut melihat pemandangan didepannya."Haaahhh...Kalian membuatku iri saja,mataku yang suci jadi ternodai.".Memutar matanya jengah."Jadi ingin cepat menikah.".Berlalu pergi menuju mobilnya dengan hati dongkol.
Anayra dan Khaffa tertawa mendengarnya."Adikmu lucu sekali."Pergilah,dan cepat pulang!.".Anayra membuka pintu mobil dan memasukkan tas kerja Khaffa dikursi sampingnya."Masuklah!.".Menyuruh Khaffa masuk kedalam mobil dan menatapnya dengan wajah sedih dan murung.
Khaffa berat hati meninggalkan Anayra dirumah sendirian.Andika dan Rena pergi menghadiri pesta Anniversary kerabatnya,sehingga dirumah sepi.Hanya asisten rumah tangga yang menemani Anayra.
Anayra senang sekali mendengarnya."Benarkah?.Yakin?.".
Namun saat Khaffa akan berbicara,Khaira memanggilnya."Abang,cepatlah!.Kita ada rapat penting dikantor!.".Berteriak sebelum masuk kedalam mobilnya dan menyadarkan Khaffa.
"Ckkk...Kurasa waktunya tidak tepat!.".Anayra menghela nafas berat dan kecewa.
Niat Khaffa untuk tetap dirumah menemaninya terhalang rapat penting.
Khaffa sedih melihatnya,tetapi tak bisa berbuat apa-apa."Maaf!,sepertinya aku harus pergi.".Mengulurkan tangannya pada Anayra untuk diciumnya."Nikmati waktumu disini.Assalamualaikum.".
"Waalaikum salam.".Dengan penuh rasa hormat dan rasa cinta,Anayra mencium punggung tangan suaminya.
Khaffa masuk kedalam mobil dan melajukan cepat menyusul mobil Khaira.Anayra masuk kerumah usai mobil keduanya hilang dari pandangannya.
Dibutik.
Alma berjibaku dengan pekerjaannya."Santi,cepat ganti display didepan!.Sejak kapan itu disana?.".Menunjuk pakaian yang terpasang di manekin."Sebelum aku sakit,masih tetap sama modelnya."
Alma marah,model gaun yang terpasang di manekin masih itu-itu saja.Sebelum Alma sakit hingga sekarang belum diganti.
Santi tersadar saat melihatnya."Mmaaf!,aku lupa.Tanpa mbak Alma dan mbak Anayra,semua jadi kacau disini.".Beralasan demikian dan cengengesan.
"Sepertinya kalian tidak bisa hidup tanpa ku dan Anayra."Alma menghela nafas panjang melihat kelengahannya."Tapi aku tidak percaya begitu saja,ini pasti cuma alasan mu.".Geleng-geleng kepala tak percaya,mengingat tingkah lakunya saat bekerja."Pemalas dan lalai karena terlalu fokus mengobrol,dan banyak bergosip.".Berlalu pergi dari hadapan Santi menuju meja kerjanya.
Santi terdiam dan menekuk wajahnya yang merengut sedih.
"Kena kau!.Ini karena kecerobohan dan kelalaian mu.".Dea meledeki Santi dimeja Kassa nya dan cengar-cengir melihatnya dimarahi Alma.
Melly yang bergeming didekat rak pajangan gelagapan saat mendengar Alma memarahi Santi."Seharusnya aku bolos kerja hari ini.".Takut dimarahi Alma juga.
Cepat-cepat Melly menyibukkan diri.Mencari gaun-gaun untuk dipasang di manekin."Bantu aku memasangnya.Cepat!,sebelum mbak Alma marah lagi.".Menghampiri Santi dan menyerahkan dua gaun padanya.
Santi dan Melly bergerak cepat melepas gaun yang melekat di manekin,dan memasukkan gaun lainnya.
Daniel di mobil dalam perjalanan ke suatu tempat.Setibanya ditujuan langsung keluar dari mobilnya yang terparkir di basement gedung bertingkat.Naik kelantai atas menggunakan lift.
Sesampainya dilantai satu."Siapa pria itu,tampan sekali?.".Gadis pegawai digerai Mall berbisik pada rekan kerjanya saat Daniel berjalan melewatinya.
"Entahlah,baru kali ini aku melihatnya.".Jawab rekannya.
__ADS_1
Sera Novi datang menghampiri mereka."Hei,apa yang kalian lihat?.Serius sekali.".Terheran melihat ekspresi wajah keduanya yang terpukau.
"Pria itu!.Dia tampan sekali.".Rekannya menunjuk Daniel yang tampak punggungnya saja.
"Kenapa tidak memberi tahu ku,jika ada pria tampan lewat?.Sera Novi kecewa,tak bisa melihat wajah Daniel.
Tetapi jika melihatnya,Sera Novi pasti akan terkejut dibuatnya.
"Sudahlah!,sebaiknya siapkan produk baru yang akan dilaunching kan hari ini.".Memberi instruksi sebagai leader pada rekannya.
Ketiganya melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Saat Daniel melewati butik,sejenak berhenti didepan pintu butik."Syukurlah,dia baik-baik saja,usai kehujanan semalam.".Menatap wajah gadis yang dikenalnya sesaat.
Gadis yang menolak menikah dengannya.Sekilas,bayangan kejadian kemarin malam terlintas dipikirannya.Daniel menyesal,tetapi merasa kecewa juga.Namun,Daniel sangat cemas dan khawatir Alma sakit karena kehujanan.
Daniel bernafas lega dan tersenyum senang melihat Alma ada dibutik,dan masuk kerja."Sepertinya dia sibuk sekali.".Setelah puas melihat Alma,Daniel melanjutkan langkahnya.
Diarea kantor CEO.Khaffa baru keluar dari ruang rapat,usai menghadiri rapat untuk membahas tentang kenaikan harga sewa bersama staff-staff perusahaan.
Khaffa berjalan didampingi Khaira,dan Nichole dibelakangnya."Naikkan 20 persen harga sewanya!.".Memberi perintah pada Khaira.
"Apa itu tidak terlalu rendah?.".Khaira mengemukakan pendapatnya.
"Itu cukup!.Pemasukan dari Ppn dan lainnya sudah cukup banyak.Jadi,tidak etis dan tidak adil jika terlalu memeras para relasi.Pendapatan mereka akan terpangkas habis jika terlalu besar menaikkan harga sewa.".Khaffa berpikir logis dan rasional.
Selain itu,Khaffa tak sampai hati mencekik pemasukan para relasi bisnisnya.Bisa menggaji karyawannya saja dan lainnya,sudah lebih dari cukup dan membuatnya senang.Tetapi tak khawatir akan rugi atau mendapatkan penghasilan sedikit,karena masih banyak keuntungan dari pemasukkan lainnya.
Menaikkan harga sewa itu dilakukannya setiap 2 tahun sekali.Itu juga merupakan peraturan dan ketentuan yang berlaku diperusahaan,saat ayahnya masih menjabat sebagai CEO.Sebelum pensiun dan diteruskan Khaffa.
"Baiklah,aku mengerti.".Khaira tak berani protes lagi setelah mendengar alasan Khaffa yang masuk diakal."Pak Nichole,siapkan berkas-berkas pemberitahuannya.Berikan pada setiap pemilik gerai disini.".
"Akan segera kulakukan.".Nichole yang berjalan di belakang masuk kedalam ruangannya setibanya disana.
Khaira mengikuti Khaffa kedalam kantor CEO.Khaffa duduk dikursinya dan Khaira berdiri di depan mejanya.
"Abang,bisa aku bolos kerja hari ini?.".Khaira mengejutkan Khaffa.
"Kau ini.Tadi menyuruhku cepat ke kantor,sekarang meminta ijin bolos?.Lucu sekali.".Khaffa menertawakan kekonyolan Khaira.".Tadinya aku yang berniat bolos,untuk menemani istriku.".Memarahi Khaira karena kesal.
"Ya ampun,kalian seperti pengantin baru saja.Sudah basi tau?.Menggelikan sekali.".Khaira meledeki Khaffa dan tersenyum miring.
"Kamu belum merasakan yang ku rasakan.Akan berpikir sama jika ada di posisi ku dan kakak ipar mu!.".
"Hahaha...Gak mungkin!.".Khaira mengibaskan tangannya di udara,menyangkal praduga Khaffa."Aku gak akan menjadi budak cinta seperti kalian.".Dengan percaya dirinya berkata seperti itu.
"Mulutmu harimaumu!.Jangan sampai menjilat ludah sendiri.Ingat kata-kata mu itu!.".Khaffa menantangnya.
"Deal!.Aku gak takut.Ingatkan aku soal itu!.".Khaira menerima tantangannya dan tersenyum smirk.
"Baiklah.Lalu mau pergi kemana?.".Khaffa menatap penuh selidik Khaira.
Penasaran dengan yang ingin dilakukan Khaira sampai meminta ijin bolos kerja.
Khaira terkejut mendengar pertanyaan Khaffa,tak mungkin mengatakan alasannya."Aaku...Itu bukan urusan Abang!.".Mencoba menjaga privasi nya.
"Kamu bisa pergi jika mengatakannya!?.".Khaffa mempertahankan egonya dan melipat kedua tangannya didada.
Sebagai kakak,tak bisa memberikan ijin begitu saja.Khaffa khawatir,cemas dan takut Khaira kenapa-napa.Secara Khaira adiknya satu-satunya yang dimiliki dan disayanginya.
Apalagi Khaira seorang gadis muda dan belum menikah.Maka,Khaffa dan ayahnya masih memikul tanggung jawabnya untuk melindungi dan menjaganya.
"Aku sudah dewasa,bukan abg labil lagi.Sudah memiliki kartu identitas dan kartu ijin mengemudi sendiri.".Berpikir seperti itu untuk mencari alasan supaya bisa pergi."Dimata hukum negara,aku bebas melakukan apa pun,tanpa harus meminta ijin mu!.".Terus mengalihkan perhatian Khaffa.
Khaira ingin melakukan sesuatu yang penting.Tetapi tak mau diketahui Khaffa.
"Kamu adikku,jadi aku berhak tau.".Khaffa tak menyerah begitu saja.
Sikap Khaira sangat mencurigakan dan aneh.Maka dari itu,Khaffa terus mencari tahu alasannya.
"Haissshhh,Abang mengijinkan ku atau tidak?.Kenapa mempersulit ku?.".Khaira menjadi kesal,melototi Khaffa dan berkacak pinggang.
Tak bisa bersabar lagi dan keukeuh dengan pendiriannya.Tetapi,tetap akan pergi walaupun Khaffa tak memberikan ijin nantinya.Mungkin akan kena amukan Khaffa setelahnya.
"Pergilah setelah jam istirahat.".Akhirnya Khaffa mengalah dan menghela nafas panjang.
Berdebat dengan Khaira malah akan membuang waktunya percuma.Adik semata wayangnya ini sangat keras kepala dan takkan menyerah dengan keinginannya.
Khaira berubah senang."Abang memang kakakku yang terbaik.".Mengacungkan jempolnya,memberi Khaffa penghargaan sebagai kakak terbaiknya."I Love you!?.".Memberikan tanda hati dengan menautkan kedua tangannya.
Ungkapan rasa cinta dan sayangnya pada kakaknya.
Khaffa tersenyum lebar melihatnya."Konyol sekali.".Geleng-geleng kepala akan tingkah laku adiknya."Kamu keras kepala dan membuat ku pusing saja.".Mengalihkan perhatiannya pada berkas-berkas laporan dimeja kerjanya.
Khaira bergegas pergi dari ruangan CEO dengan wajah ceria dan berseri-seri menuju meja kerjanya."Tunggu aku sebentar lagi!.".Menatap seraut wajah pria yang ada diponselnya."Aku sangat merindukanmu,kak.".Memeluk ponselnya seolah memeluk pria itu.
Usai itu,Khaira mulai fokus pada pekerjaannya.Memasukkan data-data penting perusahaan ke laptopnya.
***
Salam sehat dan sejahtera selalu...🙏🏻
__ADS_1
Demi mendukung para penulis dan untuk memberikan semangat...Mari biasakan untuk memberi tanda 'Like'.
Bagi kami,itu sangat berharga sekali.Kami sudah susah payah dan berpikir keras untuk membuat cerita.Maka,berbaik hatilah para pembaca yang Budiman...Terima kasih.🥰