Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
85.Tragedi di Sore hari.


__ADS_3

Daniel tak bermaksud dan tak sengaja melecehkan Alma.Dia dipengaruhi minuman keras dan dibayangi wajah Anayra.Tetapi tak juga berniat melakukan itu pada Anayra karena la ingin memilikinya dengan cara yang benar yaitu mencoba mendekati keluarganya dan orang terdekatnya dulu untuk mendapatkan hatinya.Namun karena Khaffa melangkahinya maka la jadi murka karena merasa dikalahkan.


Alma tak pernah menyangka hidupnya akan berakhir seperti ini.Dia diambang pintu keputus asaan dan memikirkan untuk terus maju atau mundur,untuk tetap hidup atau mati.


Hati Alma meratap sedih dan lara.Menangisi nasib dan garis takdirnya yang malang serta perlakuan orang-orang yang berbuat kejam.


Alma POV.


Disinilah aku berdiri sekarang.Menatap langit yang mendung seakan semendung hatiku saat ini.Menatap awan yang gelap seakan sekelam hatiku saat ini.


Aku seperti berdiri di gurun pasir yang gersang dan tandus.Seakan kehilangan arah dan tujuan.Entah kemana ku harus melangkah karena semuanya tampak sama dimataku.


Namun hatiku berkata untuk memilih jalan ini.Asa ku hilang untuk tetap bertahan hidup karena aku tak sanggup menerima takdirku ini.


Aku merasa tak pantas untuk meraih masa depanku setelah melalui ini.Merasa tak layak untuk tersenyum dan tertawa bahagia setelah kehormatan ku ternodai.Merasa tak mampu untuk melihat dunia yang kejam ini.Dan merasa tak sanggup untuk menerima takdirku yang suram ini.


Kicauan burung-burung beterbangan seakan menertawakan nasibku yang sial ini.Hembusan angin kencang seakan membekukan hatiku yang sedih ini.


Kini masa depanku hancur berkeping-keping diterjang kebejatan moral dan kekejaman seseorang yang tak ku kenal.


Kuhirup udara dingin untuk menguatkan hatiku saat akan melangkah pergi.Kupejamkan mataku untuk meyakinkan hatiku benar jika akan meninggalkan dunia ini.


Kubayangkan sejenak wajah-wajah orang terkasihku sebelum ku menutup mata untuk selamanya.


*End.


Author POV.


Jiwanya seakan mati setelah tragedi yang dialaminya ini.Pikirannya buntu karena tak kuasa menerima kejadian yang dirasakannya ini.Hatinya juga lelah dengan takdirnya ini.


Berkecamuk batinnya dan terasa buta tak bisa menentukan jalan untuk melangkah menuju masa depan.Pilihan terbaiknya saat ini yaitu mengakhiri hidupnya.


Alma berdiri diatap gedung bertingkat dengan pandangan hampa dan kosong.Tak sanggup dan tak kuat lagi hatinya untuk menyambut hari esok.Dan tak bisa menerima kenyataan yang dialaminya saat ini.


Sejenak menatap panorama dibawahnya membuat kakinya seketika bergetar.Membayangkan rasa sakit saat terjatuh kebawah sana seketika membuat tubuhnya berkeringat dan merinding.Namun hati dan pikirannya gelap dan buntu.


Diatas pembaringannya,Daniel sadar.Dia meringis dan menggelengkan kepalanya yang pusing seraya memijat pelipisnya.Tersentak saat melihat keadaannya sudah tanpa sehelai benang pun dan dilihatnya tempat tidur dalam keadaan acak-acakan.Beringsrut duduk dan tercengang saat melihat noda darah diseprai putih tempat tidurnya.


Memeras dan memutar otaknya seraya mengerutkan keningnya.Berpikir keras untuk mengingat sesuatu yang terjadi.Akhirnya Daniel ingat dengan perbuatannya tadi pada Alma.Terperanjat dan turun dari tempat tidur lalu berpakaian.Berjalan kesana-kemari kesetiap sudut ruangan mencari-cari keberadaan Alma namun nihil hasilnya.Rasa penyesalan dan rasa bersalah hinggap dihatinya saat mengingat kelakuan bejatnya tadi.Membuat gadis tak berdosa menjadi korban kebrutalan amarahnya.


Biasanya la tak hirau soal itu dan sudah terbiasa melakukannya bersama setiap gadis yang dikencaninya.Namun yang satu ini berbeda untuknya apalagi setelah tahu jika gadis yang baru disetubuhinya masih perawan.Lagipula itu dilakukannya bukan atas dasar suka sama suka.Dia banyak berubah dan sudah lama berhenti kencan 'one night stand' setelah mengenal Anayra.


Saat mendapati pintu keluar menuju balkon atap terbuka,la bergegas pergi kesana sambil berlari.Langkahnya terhenti dan tercekat nafasnya saat melihat seorang gadis tengah berdiri diatap gedung miliknya.Perlahan Daniel mendekatinya dan spontan tangannya terulur.


"Akhhh...".Teriak Alma saat sebuah tangan menarik tangannya dan meraih pinggangnya.


"Lepaskan aku!.".Pekiknya saat seseorang memeluknya dari belakang dengan eratnya.


Daniel menarik tangan Alma saat dirinya akan terjun bebas seperti seorang penerjun payung profesional dari atas helikopter.Mengurai pelukannya saat Alma meronta-ronta dan segera Alma menjauhinya lalu berbalik.


"Biarkan aku mati saja.Kenapa kamu menolongku dan menyelamatkanku?.Apa kamu belum puas melecehkan kan dan menodai ku heuhhh?.".Bentak Alma sarkasme dengan hati diliputi amarah dan menatapnya penuh kebencian saat melihat wajah pria yang sudah merenggut paksa kesuciannya.


"Gadis bodoh!,kamu pikir dengan melakukan ini masalah mu akan selesai hah?.Kamu kira enak rasanya saat mendaratkan tubuhmu dibawah sana dari ketinggian 100 meter diatas sini?.".Sentak Daniel sarkastik seraya menatap Alma dengan tajam.


Kepala Alma menggeleng tak percaya karena begitu mudahnya Daniel berkata itu setelah perlakuan kasarnya tadi dan semena-mena tanpa ampun dan rasa iba merenggut kesuciannya.Membabi buta memperkosa nya walaupun la sudah memohon dan memelas.Daniel geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Alma karena berniat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara tragis didepan matanya dan ditempatnya juga.


Bagi Daniel,bukankah itu sama saja dengan membunuh harga diri dan kehormatannya bahkan bisa menjebloskannya ke dalam sangkar yang terbuat dari besi.Belum lagi menghadapi tatapan orang-orang yang pasti menganggapnya seperti seorang penjahat.Sebab tempat itu dipasangi cctv walaupun kediaman Daniel tersembunyi diatap gedung dan tak bisa sembarang orang yang bisa memasukinya.Akses menuju kesana pun menggunakan lift khusus yang tak semua orang tahu selain asisten dan keluarga besarnya.

__ADS_1


Pandangan Alma mulai berkabut dan berkaca-kaca saat memandangi pria tampan dan tinggi berpakaian asal saja itu.


"Kamu,mudahnya mengatakan itu setelah menghancurkan hidupku dan masa depanku?.".Ucap Alma lirih sambil terisak-isak.


Dadanya turun naik terasa berat dan nafasnya terasa sesak sampai tersengal-sengal.Memukul dadanya karena hatinya sakit luar biasa dan lelehan air matanya mulai membasahi pipinya.


"Kamu pikir ini mudah untukku,hikkks?,dan kamu kira aku sanggup melakukan itu?.Enggak!,tapi terpaksa aku lakukan karena ulah bejatmu itu.Aku ga kuat untuk tetap hidup dan ga sanggup untuk memandang wajah orang-orang didekatku terutama orang tua ku,hiksss.".Ucap Alma lalu menyeka air matanya yang mengalir deras.


Sangat sedih dan menyayat hati Daniel melihat kondisi Alma.Dia hanya bisa memandang dan mendengarkan saja keluh kesahnya tanpa berani berbicara apapun.


"Apa salahku dan dosaku padamu?.Kenapa teganya merenggut kesucian ku?.Siapa kamu dan apa hakmu melakukan itu semua padaku,hah?.".Bentak Alma dengan kerasnya.


Alma menangis sesenggukan.Air matanya tak berhenti mengalir keluar dan malah semakin deras.Daniel merasa iba dan kasihan.Rasa menyesal dan bersalah menghinggapi hatinya.


"Tolong,maafkan aku!.Aku ga sadar melakukannya dan dalam keadaan mabuk!.Ayo kita bicarakan soal ini ba-...".Merajuk dan memohon sambil berjalan menghampirinya.


Daniel mencoba mengajaknya berdamai dan memintanya untuk menyelesaikan masalah mereka baik-baik.Saat Daniel mendekatinya,diambilnya pecahan kaca dipot bunga yang besar lalu diacungkan Alma kearah Daniel.


"Jangan mendekat,aku muak dan jijik melihat mu apalagi didekat mu.".Alma menyela ucapannya.


Alma menghentikan langkah Daniel yang maju kearahnya.Pikiran Daniel terasa kosong dan tak tahu harus berbuat apa.Apalagi saat melihat benda pipih dan tajam ditangan Alma membuat Daniel tercengang dan terpaku.


"Kamu lebih kejam dari seorang penjahat dan berani menodai kehormatanku.Jadi jangan pernah minta maaf dan memohon karena aku ga akan pernah memaafkanmu!.".Seru Alma menghardik dan mengancamnya.


"Baiklah aku ngerti!.Ku akui aku salah dan berdosa,tapi aku minta jangan sakiti dirimu.Itu bukan jalan yang terbaik untuk mu.Dan kalau kamu membunuhku,itu sama saja mengirim mu kepenjara.Ayo kita masuk kedalam dan duduk untuk mencari solusinya!?.".Bujuk Daniel berusaha menenangkan Alma supaya tak bertindak salah dan gegabah.


Terus memberi pengertian untuk meluluhkan hatinya.Namun Alma menganggap ucapan Daniel bualan semata dan omong kosong belaka supaya menghentikan aksinya.


Bibir Alma menyeringai dan mendengus kasar."Heuhhh,kamu pikir aku percaya padamu dan kata-kata mu setelah yang sudah kamu lakukan padaku?.Aku terlalu naif karena ga bisa membedakan mana orang baik dan mana orang jahat.".Ucap Alma sarkasme.


Tak bergerak ditempatnya sambil mengacung-acungkan benda tajam itu.Daniel berusaha tetap tenang namun waspada dan hati-hati.


"Iyaaa,itu memang mau ku tapi aku bukan seorang kriminal dan bukan orang yang sakit jiwa sampai tega melukai orang lain.Jadi,lebih baik aku saja yang mati!.".Saat Daniel semakin mendekatinya.


Krettt.


Tak disangka dan tak diduganya sama sekali.Nafas Daniel tercekat dan terasa berhenti detak jantungnya saat melihat darah menetes dipergelangan tangan Alma.Daniel tercengang dan syok melihatnya sampai kakinya terasa kaku dan tubuhnya terasa beku untuk bergerak.


Kaki Alma bergetar dan tubuhnya lemas.Pikirannya melayang dan pandangannya mulai kabur sesaat setelah tangan kanannya menyayat urat nadi pergelangan tangan kirinya sendiri.


Brukkk.


Pandangannya gelap lalu ambruk.Sigap dan cekatan Daniel berjongkok dan merobek lengan kemeja panjangnya lalu membalut luka ditangan Alma untuk menghambat darahnya supaya tak terus mengalir keluar.Dipangkunya tubuh Alma yang terbujur lemah tak berdaya dilantai dan segera digendongnya menuju lift.Dengan cepat membawanya masuk kedalam mobil dibasement pribadinya dan mendudukkannya dikursi depan.


Bergegas pergi dengan kecepatan tinggi melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Gadis bodoh dan tolol!.Jangan mati konyol seperti ini gara-gara ulahku yang brengsek ini.Kenapa kamu menghukum dirimu sendiri bukannya aku?.Bertahanlah!,kamu harus kuat dan tetap hidup untuk menghukumku!.Kamu ngerti?.".Rutuk Daniel sambil mengguncang lengan Alma.


"Heiii,bangun dan tetap sadarlah.Kamu dengar kata-kata ku tadi?.".Seraya menepuk pipi Alma supaya tetap sadar.


Panik dan cemas melihat wajah gadis cantik yang duduk disamping mulai pucat.Bernafas lega karena jarak rumah sakit hanya 10 menit dari sana.Sesampainya disana Daniel segera menggendong dan membawa masuk tubuh Alma yang terkulai lemas kedalam ruangan serba putih itu.Tim medis segera mengambil blangkar dan Daniel langsung merebahkan tubuhnya diatasnya.Mendorong blangkar ke IGD dan melakukan tindakan.


Beberapa orang memperhatikan gerak-geriknya kelihatan cemas,khawatir dan putus asa.Apalagi saat melihat penampakannya yang berantakan.


Lengan kemeja tersisa sebelah kanan dan tanpa kancing pula.Tampak menyedihkan dan sekaligus mengerikan.Sembari menenangkan diri,Daniel duduk dikursi yang ada dikoridor.Mengambil ponselnya disaku celana untuk menelpon Ranu asisten nya.


"Bawakan aku pakaian dan bawa kerumah sakit Medika,sekarang juga!.".Titahnya dan langsung menutupnya panggilannya.

__ADS_1


Tanpa mau beranjak dari duduknya.Daniel menunggui Alma yang dalam tindakan medis seraya menunggu kedatangan Ranu.


"Kenapa aku melampiaskan amarah dan rasa cemburu ku padanya?.Kenapa aku sebrengsek dan sekejam ini padanya.Perbuatanku memang bejat,ga pantas untuk dimaafkan dan ga layak dapat maaf darinya.".Gumamnya merutuki kebodohannya sendiri.


Menyesali perbuatannya yang kejam dan bejat walaupun dilakukannya tanpa sadar.Merasa benci dengan dirinya sendiri dan merasa hina oleh perbuatannya sendiri.


Disuatu tempat.


Kabut tebal mulai membaut cakrawala senja.Membaur dan menyelimuti alam saat seraut wajah menatap wajah yang lain.


Khaffa mengandeng tangan istrinya seraya memandangi wajah cantiknya.Bibirnya tak hentinya tersenyum karena bahagia.Mereka berjalan bergandengan tangan ditaman setelah menikmati kencan pertama mereka dengan menonton di bioskop ditemani softdrink dan camilan ringan.Makan es krim dan cake di kaffe kecil.Ini pertama kalinya mereka berkencan dan baru dirasakan mereka karena sebelumnya tak pernah melakukannya.


Jam 2 siang tadi Anayra mengajak Khaffa jalan-jalan keliling kota Bandung dan melewati tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang-orang.


"Kenapa menatapku kayak gitu?,ga pernah liat gadis secantik aku ya?.".Goda Anayra saat sadar jika Khaffa sedang menatapnya terus menerus.


Percaya diri tingkat dewa nya mulai on.


"Kamu narsis ya hon',tapi itu memang benar.Istriku memang gadis paling cantik sejagat raya.Aku bangga bisa memiliki mu dan bahagia bisa menjadi suami mu.Apa kamu bangga dan bahagia jadi istriku?.".Tanya Khaffa serius dan berharap kalau Anayra merasakan hal yang sama.


Tetap diposisinya masing-masing.Khaffa masih belum percaya jika sekarang mereka sudah menikah.Padahal sebelumnya mereka selalu bertengkar seperti musuh.


"Baru tau ya kalo aku paling cantik?.".Cetus Anayra sambil cekikikan.


"Emmm,aku pikir-pikir dulu nanti ya!?,bangga dan bahagia atau enggak!.".Sambung Anayra asal saja untuk mengerjainya sambil memutar bola matanya.


"Ckkk,kamu curang hon'!.Ayo cepat katakan dan jangan buat aku penasaran!?.".


"Sebenarnya aku heran kenapa mau nerima cinta mu dan bingung kenapa mau menikah denganmu.Sekarang aku nyesal jadi istrimu.Aku rasa aku udah kena pelet mu dan bukan aku yang memelet mu.".Ucap Anayra sambil mengerutkan keningnya.


Memasang raut wajah menyesal.


Deggg.


Pengakuan Anayra membuat langkah Khaffa tertahan dan jantungnya seakan mau loncat dari sarangnya.


"Apa kata-kata mu itu jujur dan serius honey?.Kamu yakin begitu?.".Tanya Khaffa harap-harap cemas.


"Iyaaa.".Jawab Anayra singkat sambil mengangguk mengiyakan.


Serius dan tegas raut wajahnya.Membuat Khaffa naik darah dan temperamennya meningkat.


"Kamu berani mempermainkan aku?,padahal aku sangat mencintaimu dan bahkan rela mati demi kamu!.Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang bukan sebelumnya?.".


"Tapi bo'ong dan aku nyesal kenapa kita ga dari dulu menikahnya,hahaha...".Ucap Anayra sambil berlari.


Tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai dan mengelabuinya.Bergegas Khaffa mengejarnya yang semakin menjauh.


"Honeeey,awas ya udah berani ngerjai aku,kamu benar-benar mau nyiksa aku kayaknya.".Ucap Khaffa geram dan kesal karena dikerjai Anayra.


Berlarian kesana kemari seakan dunia milik berdua.Tak mengindahkan tatapan mata orang-orang yang iri melihat kemesraan mereka.Tiga orang tengah duduk dikursi taman sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.


"Wihhh,serasi banget sih mereka.".Ucap gadis yang memakai kacamata,berambut pendek sebahu dan berponi.


"Aku rasa cowoknya lebih tampan dan ga beruntung nasibnya punya cewek kaya dia.".Protes gadis berparas cantik,berambut ikal dan panjang.


"Enggak,ceweknya yang lebih cantik dan dia yang sial!.".Sanggah pria berwajah manis yang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Heiii,awas ya kamu berani memuji dia didepanku!.".Ucap gadis cantik itu yang tak lain adalah kekasihnya sambil mencubit lengannya.


Anayra dan Khaffa masih asyik menikmati momen indah dan romantis mereka.Saling bersenda gurau dan tertawa bahagia.


__ADS_2