Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
131.Kebahagiaan dan penderitaan datang diwaktu yang sama.


__ADS_3

_________


Di dapur rumah milik Franstian.


Sera Novi membuatkan makanan manis untuk Franstian.Setelah berjibaku membuat Cheese cake,Sera Novi memasukkan cake yang sudah matang dan sudah dipotong ke kotak makanan


Terpikirkan Sera Novi untuk memberi Franstian kejutan kecil.Selama ada didekatnya tak pernah membuatkan makanan untuk Franstian.


Setelah berjibaku membuat Cheese cake, Sera Novi memasukkan cake yang sudah dan sudah matang dan udah dipotong ke kotak makanan.Sejenak Sera Novi menghentikan aktivitas.Duduk tertegun di kursi meja makan memikirkan sesuatu.


"Aku pasti sudah gila.".Sera Novi menggeleng tak percaya.


Tega melakukan penculikan demi mewujudkan hawa nafsunya untuk balas dendam pada Khaffa,melalui Anayra.Meski pertama kali Sera Novi berbuat senekad itu.Tetapi rencana yang dijalankan berjalan lancar dengan bantuan Franstian,sang eksekutor.


"Aku tidak percaya,sudah melangkah sejauh ini.Bagaimana bisa aku menyandera wanita hamil?.".Tidak menyangka dengan Anayra yang kini tengah mengandung anak dari Khaffa.


Kabar itu didengarnya dari mulut Franstian sendiri,sesuai pernyataan dari Dokter,usai melakukan pemeriksaan terhadap Anayra.Hal itu diluar dugaan nya,


"Apa yang harus ku lakukan?.". Sera Novi bingung,harus maju atau mundur.


Rasa ingin balas dendam nya sangat besar dan menggebu-gebu pada Khaffa,dengan mengorbankan nyawa Anayra.Namun hati nurani nya tak mengijinkan untuk menyiksa wanita yang sedang hamil.


"Bagaimana jika aku hamil seperti Anayra,lalu tidak berumur panjang?.".


Sera Novi membayangkan jika posisi nya ada di Anayra,mati dalam keadaan hamil.Tak ayal Sera Novi takut dan bergidik ngeri.Tak percaya rasanya bisa


"Tidak mungkin.Itu tidak akan pernah terjadi pada ku.".Yakinnya Sera Novi akan hal itu.


Bagaimana tidak,sebab Sera Novi sudah mencegah agar dirinya tidak bisa hamil.Itu dikarenakan obat yang dikonsumsi nya secara rutin dan teratur.


Tak mau pusing soal itu,Sera Novi melanjutkan aktivitas nya didapur.Menyusun kembali di kitchen set,sisa bahan resep cheese cake yang dibuatnya dengan tangan nya sendiri.


Usai membereskan dan membersihkan semua perabotan bekas adonan.Sera Novi bergegas dengan langkah lebar ke tempat Anayra di kurung sekarang.Terbersit untuk memberikan Anayra beberapa potong cake yang tersisa di piring.


Pergi ke Paviliun yang terletak di samping rumah Franstian.Tempat alternatif terbaik daripada gudang tua tempat Anayra dikurung dan disekap sebelumnya.


Kondisi Anayra yang semakin lemah karena hamil.Terpaksa Sera Novi memindahkan Anayra ke Paviliun.Sera Novi tak tega setiap kali mendengar laporan dari anak buah Franstian jika kesehatan Anayra terus menurun.Mengalami morning sickness diawal dikehamilan.Muntah-muntah hingga jatuh pingsan.


Dikamar baru nya,Anayra terus mengelus perutnya tempat janinnya bersemayam.Kini merasa tak kesepian lagi,sejak hadirnya si jabang bayi di rahimnya.


"Sayang,jangan takut.Kamu tidak sendirian disini,ada ibu yang menemani mu.Apa kamu merindukan ayah mu?.Pasti,ibu juga sama.Tunggu sebentar lagi,ayah mu pasti sedang mencari kita.".Rona bahagia kentara sekali terlihat diwajah pucat Anayra dan bermata panda.


Setiap hari Anayra selalu gelisah hingga sulit tidur nyenyak.Memikirkan nasibnya dan calon buah hatinya dengan Khaffa.Ingin terbebas dari tempat yang sekarang dihuni nya agar bisa menghirup udara segar dan sejuk di alam semesta ini.


Sesaat kemudian sosok suami yang dirindukannya,terus membayangi pikiran nya.Sosok bayi yang dikandungnya,dibayangkan Anayra rupa nya.Akan mirip dengan nya atau seperti Khaffa?.


Anayra mengedarkan pandangannya memandangi ruangan yang bersih dan nyaman daripada sebelumnya.Namun tetap saja tidak bisa melihat matahari terbit dan terbenam,serta bulan.


Tak tahu hari terang atau gelap,dan tak bisa merasakan dinginnya air hujan.Hanya keheningan yang dirasakan nya,hanya bisa mendengar suara kicau burung dan jangkrik dikala malam,serta gemericik nya hujan yang mengguyur atap.


Krieeek.


Lekas Anayra menolehkan kepalanya ke arah pintu yang dibuka.Matanya menangkap sesosok gadis disana.Pandangannya teralihkan dan membuang muka,saat gadis yang dikenal sekaligus dibencinya sekarang,berjalan mendekatinya.


Muak dan benci Anayra melihat wajah gadis itu yang membuat nya terpisah jauh dari suami,keluarga dan orang-orang terdekatnya.Sera Novi tega menyakiti batinnya sekaligus fisiknya hanya demi rasa ingin balas dendam.


Anayra penasaran,entah apa yang merasuki jiwa Sera Novi hingga ber ambisi dan terobsesi sampai berani melakukan itu semua padanya.


Tanpa rona bersalah dan berdosa,Sera Novi berdiri disamping tempat tidur Anayra,dan meletakkan piring berisi cake dimeja kecil di dekatnya.


"Makanlah ini!.Ku dengar makan mu tidak teratur akhir-akhir ini,dan tidak berselera.Kau butuh banyak tenaga demi bayi yang dikandung mu.".


Anayra duduk bergeming ditempat tidur kecil yang hanya dilengkapi selimut tipis dan satu buah bantal.Tatapan kosong dan memeluk lututnya,seakan tengah sendirian di sana.Tak menganggap adanya Sera Novi didekatnya dan seolah tak mendengar apapun.Bahkan tak tertarik dan tak berniat menyentuh makanan yang diberikan Sera Novi untuk nya.Meskipun saat ini perutnya terasa melilit karena lapar.


Melihat Anayra diam saja,Sera Novi menegurnya."Anayra,tenang saja!.Aku tidak akan meracuni mu.Apa kau takut mati hari ini?.".Sera Novi bersilang tangan dan menyunggingkan senyum sinis pada Anayra yang tak menggubris perkataan nya.


Jika hatinya sedang tidak baik saat ini,mungkin tangannya sudah melayang dan mendarat di pipi Anayra yang mulai tampak tirus itu.


"Aku sedang bicara pada mu.Kau tidak mendengarkan ucapanku?.".Semakin dongkol dan berdecak kesal tatkala lagi-lagi Anayra tak menyahut dan tidak menjawab seruan nya.


"Baiklah.Tidak apa-apa.Aku anggap suasana hati mu sedang buruk saat ini.".Sera Novi mengalah dan berdamai dengan hatinya untuk tidak marah.


Menempatkan rasa pengertian dihatinya agar bisa memaklumi Anayra.Sera Novi paham,hormon Anayra tidak stabil efek dari kehamilan nya.


Diruangan yang penerangan nya minim dan remang-remang,Sera Novi menarik kursi yang ada disamping tempat tidur Anayra.Duduk dikursi dengan berpangku kaki dan bersidekap.


"Anayra.Maaf!.Tidak seharusnya aku melakukan ini pada mu.Aku terdesak oleh rasa sakit disini.".Sera Novi memegang dadanya sendiri jika dihatinya merasakan sakit yang luar biasa.


Mata Anayra berkaca-kaca,ingin menangis tetapi tetap menahan tangisnya.Hela nafasnya terasa berat dan sesak.


Geram dan tak rela hatinya setiap namanya disebutkan mulut kotor Sera Novi.Ingin protes dan marah,tetapi tak memiliki kekuatan.Takut Sera Novi balik menyerang dan melukai nya hingga berakibat fatal pada si jabang bayi.Keselamatan nya dan bayinya yang terpenting saat ini dari apa pun.


"Bukan niatku untuk menyakiti mu,namun hanya ingin menyiksa batin suami mu saja,Khaffa.".Tanpa rona bersalah,Sera Novi mengungkapkan motif balas dendamnya.

__ADS_1


Sakit hati menjadi pemicu Sera Novi untuk menculik dan menyekap Anayra.Selain itu,Sera Novi cemburu.Pegawai baru dan gadis sederhana seperti Anayra bisa meluluhkan hati dan dipersunting Khaffa yang merupakan CEO Mars Group.


"Dia harus merasakan rasa sakit yang sama seperti ku,melalui dirimu.Tapi sayang,aku hilang kendali.Maafkan!,jika kamu tersakiti di tempat ini.".


Sera Novi memasang raut wajah menyesalnya dan ditunjukkan pada Anayra jika dirinya tak berniat menyakiti Anayra.Tak perduli meskipun Anayra mengacuhkan dan mengabaikan nya.Bahkan tak melirik nya sekali pun.


Ditempatnya duduk,Anayra hanya mendengarkan saja dengan jantung berdebar-debar,dan bola mata bergerak kesana-kemari.


Percaya tak percaya jika Sera Novi yang menjadi biang keladi dibalik dirinya diculik.Namun fakta adanya Sera Novi didekatnya,menjadi bukti yang nyata.Kejujuran Sera Novi pun menjadi bukti yang kuat.


Lekat-lekat Sera Novi memandangi wajah Anayra dari sisi kanan yang duduk termenung di tempat tidur.


"Tapi,seharusnya kau berterima kasih pada ku.Niatku untuk menghabisi nyawa mu,ku urungkan.Aku lebih senang melihat suami dan orang tua mu menangisi ketidak adaan mu diantara mereka,dan menderita karena kehilangan mu.".


Sakit,sungguh sakit Anayra mendengar penuturan Sera Novi yang menorehkan luka tak berdarah di lubuk hati nya yang terdalam.Air bening yang menggenang dipermukaan matanya,tak disadari menetes begitu saja dan jatuh di pipinya.Tak mampu membendung nya lagi.


"Menurutku itu lebih menyenangkan,dibandingkan harus menyerang suami mu.Aku yakin,suami mu saat ini meratapi nasib mu,dan penderitaan nya.Pasti sangat menarik jika menyaksikan nya langsung.Namun sayangnya,aku tidak bisa.Ck,ck,ck.".Mengeluh karena tak bisa menyaksikan momen penderitaan Khaffa,Sera Novi berdecak kecewa.


Anayra hanya menelan ludah pahit dan semakin erat memeluk lututnya.Lidah tajam Sera Novi mampu menembus ulu hatinya yang sudah terluka begitu dalam,semakin menganga lebar.


Gadis yang sangat dikenal nya ini,selalu merundung nya dan membencinya.Ketetarikannya pada Khaffa membutakan mata hati Sera Novi,dan menyumbat otak Sera Novi menjadi tidak berpikir jernih.


"Hahhh...Aku tidak percaya.Mampu melakukan ini semua.Seharus nya aku layak mendapat gelar 'Aktris Terbaik'.Bagaimana menurut mu,Anayra?.".Sera Novi mengagumi dirinya sendiri yang memiliki bakat terpendam sebagai wanita yang berkarakter antagonis.


Belum lagi skenario drama penculikan nya yang disusun bersama Franstian sangat sangat tertata rapi,baik dan bersih.Hingga tidak terlacak dan tidak terendus Khaffa dan lainnya.Bahkan menghilangkan jejak dan bukti yang bisa menjadi sumber petunjuk untuk Khaffa dalam mencari titik keberadaan Anayra.


Dengan mulut terkunci rapat,Anayra menutup mata dan telinga nya seolah tak mendengar dan tak melihat apa pun.Membiarkan Sera Novi berbicara sendiri seperti orang tidak waras.Pikirannya saat ini hanya fokus dan tertuju saja pada nasibnya sendiri,dan buah hatinya dengan Khaffa yang baru berupa segumpal daging.


Saat mengetahui dirinya hamil yang tak sengaja didengarnya dari Franstian,kala berbincang dengan Dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap nya.Anayra tak mampu berkata-kata selain menangis haru dan tersedu.Bahagia bercampur sedih.


Tak ingin mempercayai itu,tetapi nyatanya benar.Kenyataan itu disambut senyum bahagia Anayra sekaligus sedih juga.Disaat bahagia seperti ini harus mengalami hal tidak menyenangkan.Kebahagiaan dan kesedihan datang di waktu bersamaan.


Namun positifnya,dengan kehadiran calon bayi dirahim nya,Anayra termotivasi untuk tetap bertahan hidup.Demi dirinya,janinnya,suami tercinta dan keluarga serta kerabat lainnya.


Namun,Anayra sedikit mengalami kesulitan di kehamilan pertama nya dan di trimester awal.Makan tak enak,sering mual dan pusing sampai harus muntah-muntah.Sering merasa lapar tetapi tak berselera makan.Jika makan pun akan dikeluarkan lagi dari mulutnya.Tetapi demi si jabang bayi,Anayra memaksakan diri untuk makan,walaupun sedikit.


Melihat Anayra yang diam membisu seribu bahasa,tak merespon atau menjawab.Bahkan sama sekali tak menatapnya sesaat pun,lama-lama Sera Novi menjadi geram dan terperanjat berdiri.


"Akkkhhh...".Sekuat tenaganya,Anayra berteriak kesakitan saat Sera Novi menjambak rambutnya yang lusuh dan berantakan.


Penampilan Anayra pun hanya menggunakan setelan Daster tipis yang diberikan Sera Novi sebagai baju gantinya.


Kesabaran Sera Novi sudah melewati ambang batas nya."Sudah cukup kau menguji kesabaran ku.Apa kau bisu,hahhh?.".Dengan murka Sera Novi membentak Anayra,disertai tatapan yang dikuasai nafsu amarah.


Tangannya memegangi kepalanya,dan berontak saat berusaha melepaskan rambutnya yang ada dicengkeraman tangan Sera Novi.


Ingin melawan tetapi kekuatan Sera Novi melebihi kekuatan nya.Tubuhnya yang lemah dan tak bertenaga,bukan lawan tanding yang sepadan,dengan Sera Novi yang kuat dan tangguh.


Permintaan Anayra tak digubrisnya.Sera Novi semakin menguatkan cengkeraman nya dirambut Anayra."Lakukan dengan baik dan memohonlah!.".Tajamnya Sera Novi menatap Anayra yang merintih dan meringis kesakitan."Cepat!.".Mendesak Anayra agar menuruti permintaannya.


"Kumohooon!.Tolooong,lepaskan akuuu!,hiiikkk.".Hayati nya disakiti,Anayra menghiba dan memohon diwarnai isak tangis pilu yang menyayat hati.


Bukan main senangnya hati Sera Novi melihat Anayra seperti itu.Sedetik kemudian Sera Novi melepaskan tangannya dan mengatur nafasnya yang memburu,saat mendengar suara tangis Anayra semakin keras.


"Huhhh...Kau bukan lawan yang setara dengan ku.Jadi,sebaiknya jangan pernah membuat ku marah!.Mengerti?.".Penuh tekanan dan ketegasan menggertak Anayra.


Puas melampiaskan amarahnya pada Anayra,Sera Novi cepat-cepat pergi meninggalkan Anayra sendirian.Tak perduli dengan kondisi Anayra yang syok berat dan lemah tak berdaya.


Dalam keadaan sadar tak sadar,dan antara percaya tak percaya akan kejadian yang baru dialaminya.Anayra menetralkan detak jantungnya yang berdegup kencang dengan nafas tersengal-sengal.


"Sayaaang...Kita harus bertahan.Ibu akan menjaga mu,nak.".Tangisnya yang ditahannya sejak tadi akhirnya pecah.


Tetapi kata-katanya menjadi obat mujarab untuk memotivasi diri sendiri dengan berpikir positif dan bicara yang baik-baik.Sesungguhnya Anayra tak mampu bertahan lebih lama lagi hidup jauh dari Khaffa.Namun apa daya jika tidak bisa melarikan diri dari tempat yang terasa seperti lubang neraka baginya.


Sera Novi mendatangi salah satu anak buah Franstian diteras,yang sudah bekerja sangat lama dibawah kendali Franstian.Kini pria bertubuh sedang itu ditunjuk Franstian sebagai sopir pribadi Sera Novi.


"Boy,antarkan aku ke Mars Mall!.".Sera Novi tak sabar ingin menemui Franstian.


Niat dihatinya untuk memberi kan Franstian cake,sudah membuncah.


"Maaf nona!.Bukankah nona tidak diperbolehkan masuk ke sana?.".


Boy siap mengantar Sera Novi kemanapun ingin pergi,tetapi tidak untuk ke Mall.Larangan keras dari Franstian diingatnya baik-baik.Jika tidak,dirinya lah yang akan menerima akibatnya.


"Jangan khawatir!,aku akan menjadi jaminan mu.Aku akan menunggu di mobil,dan hanya ingin memberikan cake ini saja untuk majikan mu.".Sera Novi berusaha meyakinkan Boy.


Boy merenung sejenak,ragu-ragu untuk mengantar Sera Novi ke Mall.Jika tidak diantar,Sera Novi pasti akan mengadu pada Franstian dan pasti dirinya akan mendapat makian.Jika menuruti Sera Novi pun,akan mendapat makian juga.


"Jangan terlalu banyak berpikir!.Tenang saja.Ku pastikan Franstian tidak akan mematahkan kaki mu,atau menembak kepala mu.".


Sera Novi bisa melihat ketakutan diraut wajah Boy yang tertunduk.Maka akan menjamin keselamatan nyawa Boy yang merasa terancam,jika menuruti keinginan nya.


"Baik,nona.".Tak pikir panjang lagi,Boy membuka pintu mobil untuk Sera Novi."Silahkan!.".

__ADS_1


Seperti seorang ratu dari seorang raja,Sera Novi duduk dibelakang dengan anggunnya.Dibalut gaun yang seksi,memamerkan paha mulus nya.Keangkuhan menghiasi wajahnya yang cantik,namun dingin tanpa seulas senyum pun.


Hidup bergelimang harta disisi Franstian yang kaya dan berkuasa,tentunya membuat Sera bangga.Franstian menempatkan dirinya sebagai sosok terpenting dalam kehidupan nya.Kekayaan Franstian yang didapat dari bisnis yang dirintisnya saat ini,dan dari bisnis haramnya yang tersembunyi serta dirahasiakan.Mampu memanjakan dan membahagiakan Sera Novi.Tak ayal Sera Novi tak berniat untuk berpaling ke lain hati,dan tak ingin mencari pria yang lain.


_________


Sejak peristiwa genting terjadi,Khaffa mengerahkan anak buahnya untuk berjaga dan bersiaga di sekitar Mall dan area kantor.Kediaman keluarga nya pun tak luput dari pengawasan dan penjagaan.


Arya dan Budi serta rekannya yang lain melakukan penyamaran dengan menggunakan baju biasa,layaknya seperti pengunjung Mall.Kaos oblong dan celana jeans pendek,tanpa setelan jas serba hitam.Agar penampilan tak menonjol,bisa menjadi pusat perhatian orang-orang,serta agar penyamarannya tidak terbongkar oleh Franstian dan anak buahnya,yang selalu siaga didekat Franstian.


Franstian selalu didampingi Black kemanapun langkah kaki nya pergi.Terkecuali jika Franstian sedang berinteraksi dan berbicara dengan orang lain,Black akan menjaga jarak.


Khaffa memanggil semua anak buahnya ke kantor,yang ditugaskan untuk melakukan penyelidikan di area sekitarnya.


Wajah anak buahnya yang berdiri tegak menghadapnya,satu persatu ditatapnya."Kalian harus memberikan kabar baik pada ku!.Apa informasi yang kalian dapatkan?.".


"Boss.Kami menemukan sesuatu yang menarik.Mobil berlogo kalajengking yang pernah ku lihat saat hari penculikan itu terjadi,ada dibasement gedung Mall.Namun anehnya,sedikit berbeda dan...Nomor nya tidak sama dengan yang dilihat Andya.".


Arya yang membuntuti Franstian diam-diam,melaporkan hasil penyelidikannya pada Khaffa.


"Kau yakin?.".Khaffa ingin memastikan jika yang dilihat Arya benar adanya.


"Kami menelusuri jejak mobil itu di cctv.Dan pemiliknya adalah Pak Franstian.Mobil itu digunakan nya saat datang kemari,tadi pagi.".Ruang operator yang di datangi Arya tadi,cukup memberikan petunjuk yang tak diragukan.


Arya tak mungkin salah lihat,dan yakin jika pria yang keluar dari mobil berlogo kalajengking itu adalah Franstian.Arya bisa mengenali Franstian dari foto Franstian yang dikirim Khaffa ke ponselnya.Arya pun membagikan foto Franstian pada rekannya.


"Kalian,buntuti Franstian dan mobil itu terus kemana pun pergi.Aku yakin,dia dalang dibalik penculikan istri ku.".Khaffa yakin jika Franstian terlibat.


Perkiraan nya tak mungkin salah lagi.Gelagat aneh yang ditunjukkan Franstian tadi pagi saat menemuinya di kantor.


"Haruskah kami menyelusup ke dalam kediamannya?.".Budi menyarankan dengan lagak sok pintarnya.


"Tidak!.Terlalu berbahaya jika ketahuan.Kalian cukup melaporkan dimana dia tinggal!.Kita akan bertindak jika bukti kuat sudah ditemukan.".


Khaffa ingin menyelidiki Franstian baik-baik sebelum bertindak.Tak ingin mengundang kecurigaan Franstian jika sampai pergerakan anak buahnya ketahuan.Maka dengan begitu,Franstian akan sadar jika keberadaan Anayra dirumahnya diketahui Khaffa.


"Apa kita akan melibatkan polisi,kali ini?.".


Verry ingin tahu,barangkali Khaffa kali ini berubah pikiran.Tidak akan bertindak sendiri tanpa bantuan polisi.


"Itu diperlukan jika kita sudah menangkap basah Franstian.Jika tidak,aku sendiri yang akan menggiring nya ke jeruji besi.".


Khaffa mengepalkan tangannya sendiri,dengan Aura kemarahan terpancar di mata.Jika benar-benar Franstian terbukti adalah dalangnya,maka dengan tangannya sendiri,akan menjebloskan Franstian ke penjara.


"Aku tidak sabar untuk melakukan peregangan otot ku.Sudah lama aku tidak berolahraga.Pasti sangat seru.".Verry melakukan gerakan kick boxing.


'"Bagaimana jika kita membantai habis semua orang yang menyakiti nona?.Jika perlu,gunakan cara yang setimpal atau dengan kekerasan.Usai itu,bakar bersama akarnya.".Arya berbicara dengan volume percaya diri penuh.


Berharap sarannya akan diterima baik oleh Khaffa,dan tak ingin kalah memberi Khaffa saran yang sempurna,dari Arya.


Ketua tim Blue Star ini,tak sabar untuk mempraktekkan ilmu bela dirinya yang sudah lama dipelajari.Mata menerawang jauh membayangkan sesuatu yang belum tentu terjadi seolah terjadi didepan mata,sesuai seperti ucapannya.


"Kita tidak harus membuang waktu dan tenaga.Untuk apa senjata yang terselip di pinggang mu?.Hiasan atau mainan?.Kau konyol sekali.".Arya mendecih meremehkan Ardy.


Senjata yang mereka miliki lebih bisa andalkan dan lebih cepat melumpuhkan lawan.Arya tak yakin jika hanya mengandalkan kekuatan saja.


"Lalu untuk apa ilmu bela diri yang kita miliki?.".Ardy menatap tajam Arya dengan tangan mengepal kuat disamping siap meninju Arya.


Rekan beda timnya ini selalu memprotes ucapannya.Jika Arya bukan rekan kerja yang baik dan bisa diajak kompromi,sehati dan sepemikiran dengan nya saat menghadapi suasana sedang genting.Ingin sekali membuat babak belur wajah Arya.


"Kau akan terbujur sebelum sebelum beraksi.Senjata yang mereka miliki pasti lebih canggih.".Arya memberikan jawaban untuk mematahkan semangat Ardy,dan tatapan dingin.


"Yang benar saja.Kekuatan otot lebih hebat dari apa pun.".Ardy memperlihatkan tangan nya yang berotot dan kekar,menyombongkan diri.


"Gunakan revolver baru mu baik-baik,dan jika keadaan darurat saja.Jangan sampai malah dirimu yang masuk penjara!.Dan,jangan gegabah dalam bertindak.Siasat dan trik sempurna biasanya lebih berhasil dalam melumpuhkan lawan.Jadi...Lebih baik beri alat pelacak dan penyadap di mobilnya!.".


"Kita tidak jadi melakukan pengintaian?.".Ardy dan Arya terkejut bersamaan,seketika raut wajah dua pria yang berlaku sebagai ketua tim berubah kecewa saat diangguki Khaffa.


"Ahahaaa...".Budi dan Verry menjadi penonton melihat Arya dan Ardy berdebat sengit,tertawa bersama.


Senangnya menertawakan dua pria yang ditunjuk menjadi ketua tim dari kubu berbeda,harus menelan ludah kecewa karena gagal menjalankan misi.


Padahal sudah antusias untuk melakukan pengintaian,bersama-sama.Namun Budi dan Verry menganggap kekecewaan mereka hiburan yang menarik dan lucu.


"Maaf!.".Budi dan Verry urung meluapkan kegembiraannya melihat tiga pasang mata pria gagah,bersekutu melototinya.


Wajah takut nya disembunyikan dengan menundukkan kepala dan menurunkan pandangan,serta mulut tertutup rapat.Bodohnya disaat serius dan tegang seperti ini,spontan mengubah suasana rapat di ruangan CEO,menjadi hangat dan ramai.


Khaffa dan lainnya murka oleh dua pria yang selalu bertingkah konyol dan payah ini.Menyeringai siap menerkam Budi dan Verry hidup-hidup.Mengerang seperti serigala yang siap mencabik-cabik tubuh kurus mereka,serta memotong nya menjadi beberapa bagian.


Terganggu mendengar tertawaan keduanya yang bersuara nyempreng dan tak enak didengar.


***

__ADS_1


Author sangat senang dan bahagia serta banyak berterima kasih jika berkenan untuk memberikan poin banyak dengan boom like...😘


__ADS_2