
Disaat dua sejoli sedang makan siang bersama dengan romantisnya.Dilain tempat dua sejoli lainnya tengah berdebat didalam mobil.
"Sabarlah sayang!,kenapa kamu ngebet banget mau nikah sih?.".Tanya Riccy sambil menatap Alma yang duduk disampingnya.
Riccy baru tiba dibasement sepulang dari apartemen Alma untuk menjemputnya dan sekalian makan siang bersama disana.Tapi saat diperjalanan menuju Mall,Alma membahas soal pernikahan dan berlanjut sampai sekarang.
"Bukan aku yang ngebet,tapi ibuku!.Aku udah cerita sama ibu kalo aku punya kekasih!,biar ibu ga combaling aku melulu dan dia senang tapi minta aku cepat nikah sama kamu!.".Tutur Alma menjelaskan alasan yang mendasari la mendesak Riccy untuk segera menikahinya.
Meskipun terbersit dihatinya mengharapkan Riccy segera melamarnya seperti Khaffa pada Anayra,padahal keduanya tidak menjalin hubungan.Tetapi bukan itu saja alasannya melainkan karena la mencintai Riccy dan sudah merasa cocok serta nyaman saat bersamanya.Dan lagi la sudah siap saat ini untuk berumah tangga.
Dikampungnya,gadis-gadis seusianya sudah melepas masa lajangnya dan bahkan ada yang sudah mempunyai anak.Maka dari itu membuat ibunya merasa khawatir dan cemas jika Alma akan menjadi perawan tua karena usianya sudah lebih dari 25 tahun.Terlebih lagi Alma anak satu-satunya maka dari itu menjadi sorotan mata tetangganya.Kata nyinyiran pun terlontar dari mulut mereka menggunjingkan Alma padahal parasnya terbilang cantik jadi bukanlah hal sulit untuk mendapatkan pasangan.
Awalnya lmas,ibunya Alma tidak menggubris dan menutup kedua telinganya oleh celotehan tetangganya yang asyik 'ghibah' disaat sedang berbelanja sayuran ditukang sayur yang lewat menggunakan gerobak bermotor.Tapi lama-lama jengah juga karena telinganya terasa panas jika terus menerus dikompor-kompori seperti itu.Dia pernah mengadukan soal itu pada Rudi suaminya dan tak lain adalah ayah Alma yang bekerja membuat kusen-kusen di toko bahan bangunan dan matrial,dan terkadang juga menerima pesanan jika ada waktu senggang saat sedang libur.Tetapi Rudi hanya bisa menenangkan dan menyuruh istrinya untuk bersabar saja menghadapi tekanan tetangga kanan kirinya atau menganggap angin saja ucapan mereka.
Dan hal itu tidak berlaku untuk Alma karena la tidak mau asal pilih calon suami dan tidak mau terburu-buru untuk menikah sebab la ingin menikah hanya sekali diseumur hidupnya,dan hanya mau menikah dengan pria yang dicintainya saja serta terakhir dalam hidupnya untuk selamanya.Alma seperti itu karena banyak teman dan tetangganya yang mengalami kehancuran dalam rumah tangga diusia yang masih muda.Maka dari itu la menghindari menikah muda karena tidak mau mengalami nasib yang sama seperti mereka sehingga la pun sangat hati-hati dan selektif.
"Aku ngerti!,tapi aku belum siap menjadi suami sebab tanggung jawabnya besar dan banyak!.Lagian kita belum lama dekat jadi tunggulah beberapa bulan lagi,ok!.".Pinta Riccy memberi pengertian sambil menggenggam tangannya.
Dan Riccy menolak karena la belum siap untuk menjadi seorang suami sebab masih banyak hal yang harus diurusnya.Lagipula menjadi seorang suami itu sangatlah besar dan banyak tanggung jawabnya selain materi untuk menafkahi tapi juga harus siap lahir dan batin.
"Apa karena materi?,aku janji ga akan menuntut banyak kalo itu alasannya.Dan kenapa belum siap?,bukannya selama ini tugasmu jadi asisten CEO juga besar dan banyak?,tapi bisa menanganinya semuanya dengan baik!?.".Ungkap Alma untuk menyadarkan Riccy.
Alma tidak mempermasalahkan soal itu sebab la bukan 'cewek materialistis' meskipun la suka tampil modis dan trendy.Sebab baginya kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan apapun walaupun la dari keluarga sederhana pasti sangat berharap mendapatkan pria yang tampan dan mapan.
"Itu ga sama sayang!,tolong mengerti aku!.Dan aku pasti akan melamarmu karena aku mencintaimu jadi sabarlah menunggu sampai hari itu tiba,ok!.".Pinta Riccy memelas dan penuh harap.
Riccy berharap jika Alma mau mengerti keadaannya saat ini karena la adalah tulang punggung keluarga karena ayahnya sudah lama tiada sehingga la harus mencukupi kebutuhan ibunya.Apalagi kakak laki-lakinya sudah menikah dan mempunyai dua orang anak,serta tinggal terpisah dari ibunya dan menetap dikota Subang,sementara ibunya diTangerang seorang diri tiada yang menemani.
"Baiklah!,aku ga bakal bahas soal ini lagi sampai Babang melamarku nanti!.".Ucap Alma pasrah saja karena la tidak bisa memaksakan kehendak ibunya dan kehendaknya juga.
"Makasih,sayang!.I love you!?.".Ucap Riccy sambil menatapnya dengan syahdu.
Sembari mengangguk dan tersenyum Alma menjawab."Hemhhh,love you too!.".Seraya menatap wajah kekasihnya dengan sayu.
Kepala Riccy maju kedepan dan menarik tengkuk Alma mengecup kening dan pipinya dengan lembut dan penuh cinta,namun saat turun ke bibirnya,Alma segera membungkam mulut Riccy dengan nafas tak beraturan karena jantungnya berdebar-debar.
"Heiii,jangan main nyosor aja!.Liat sikon dulu!,mau kalo nanti digerebek satpol PP!.".Canda Alma lalu mendorong tubuh Riccy.
"Mana ada satpol PP dibasement!?,ada juga Security sama Securicor Parking!.".Sanggah Riccy dengan wajah kecewa sambil membuka pintu mobil dan melangkah keluar.
Sembari cekikikan,Alma menyusulnya keluar dan melangkahkan kakinya.Padahal sebenarnya la tidak harus takut sebab kaca mobil Riccy tidak tembus pandang.Disaat Alma akan masuk menuju pintu khusus pegawai,Riccy mencekal lengannya.
"Sayang!,maaf nanti malam aku ga bisa jemput kamu pulang!.Aku mau pulang kerumah mengunjungi ibuku dulu!.".Ucap Riccy saat teringat niatnya.
__ADS_1
"I'ts ok,nanti aku pulang sendiri naik gr*b!.".Menjawab sambil mengulum senyum manisnya.
"Ok,masuklah!.".Ucap Riccy lalu melepaskan tangannya dan dibalas anggukan kepala oleh Alma.
Setelah Alma berjalan,Riccy pun melangkahkan kakinya.Dan disaat yang sama seorang gadis melihat interaksi keduanya tadi ketika la melangkah keluar dari pintu khusus pegawai dan berdiri didepan pintu pegawai untuk menyaksikan keduanya.Gadis itu tersenyum smirk sambil menatap Alma dengan sinisnya saat berjalan melewatinya.Dan Alma memandang wajahnya sekilas,cuek dan acuh sambil terus berjalan tanpa perduli padanya.
Setelah Alma menghilang dari pandangannya,gadis itu menatap Riccy saat dirinya sedang berdiri didepan pintu lift khusus.
"Ck,ck,ck!,asisten dan CEO diembat dua gadis butik sekaligus!.Wowww,gue salut sama mereka,tapi bikin gue eneg liatnya.".Ucapnya sambil geleng-geleng kepala dan menyilangkan kedua tangannya dengan raut wajah sarkastik.
Dari arah belakangnya seorang gadis berseragam setelan rok span dan blazer berwarna senada,merah maroon dan sama dengannya muncul mengagetkannya.
"Ser,kirain gue lu udah nyampe dikantin!.Kok masih ngejugrug disini?.".Tanya temannya sambil menepuk pundaknya.
"Gue nungguin lu Len!,bete kalo jalan sendirian!.".Ucapnya acuh lalu melengos pergi dengan hati dongkol disusul temannya.
Mereka berjalan menuju kantin pegawai yang menyediakan menu makanan murah meriah dan harganya terjangkau sebab kantin itu menjajakan menu makanan seperti diwarung nasi pada umumnya.Tapi ada juga seperti baso tahu,batagor,gado-gado,mie bakso dan jajanan yang lainnya.
Seranovi saat itu mau makan siang tapi la menunggu Lena kembali dari gerai kosmetik untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan.Dan mereka baru mau istirahat sebab jam istirahat mereka berbeda yaitu jam 1 siang.
Sementara ditempat lainnya...
Khaira dan Lefrand ada didalam gedung kantor Lefrand.Setelah mobil Khaira harus diderek dan dibawa ke bengkel karena banyaknya suku cadang mesin mobilnya yang harus diganti,maka la memutuskan untuk ikut Lefrand menuju kekantornya.
Saat baru menginjakkan kakinya masuk kedalam gedung.Khaira tidak berhenti menatap takjub gedung arsitek yang unik dan ruangan cozy Lefrand sampai berputar-putar dan mengelilingi setiap sudut ruangan yang ada digedung itu dengan gaya pecicilan karena baru melihatnya.
"Makasih!,biasa saja ga usah berlebihan begitu!.Itu memang bidangku dan ini semua ada ilmunya yang harus kupelajari bertahun-tahun.".Ucap Lefrand sambil beranjak dari kursi kerjanya setelah memeriksa file di laptopnya.
Berjalan kearah lemari pendingin untuk mengambil dua botol minuman segar rasa jeruk lalu menghampiri Khaira dan duduk disampingnya.
"Minumlah!,kamu pasti haus habis makan burger porsi jumbo tanpa minum tadi!.".Ucap Lefrand sambil membuka botolnya lalu disodorkan pada Khaira.
Dijalan Lefrand menawari Khaira makan siang tapi menolak dan hanya membeli burger yang dibeli disebuah stan dipinggiran jalan.Dan saking lupanya,mereka tidak membeli minuman.Tapi karena jarak menuju kantor Lefrand sudah sangat dekat maka dari itu tidak membeli minuman dijalan.
Dengan senang hati Khaira menerimanya lalu meneguknya dengan cepat.Di luar gedung,sebuah mobil datang dan menepi didekat mobil Lefrand lalu dua orang pria keluar dan berjalan masuk kedalam.
"Mas Reza,saya tunggu disini saja ya!,sambil menikmati pemandangan alam diluar!.".Ucap Beni sambil menunjuk kursi dilobby.
Beni tertarik oleh pemandangan taman yang indah dan air terjun mini buatan yang mengalir kebawah kolam ikan diluar gedung itu.Bisa terlihat dari dalam karena dindingnya dikelilingi oleh jendela raksasa berkaca tebal sehingga tembus pandang.
"Silahkan Pak Beni!,kalau begitu saya keruangan Lefrand dulu!.".Ucap Reza.
Sembari membawa gulungan kertas ditangannya,Reza menemui Lefrand diruangannya yang ada dilantai atas.Tanps mengetuk pintu la menerobos masuk kedalam.
__ADS_1
Cklek.
"Upsss,sorry Jo!,gue pura-pura ga liat!.Silahkan dilanjut!.".Ucap Reza menggoda mereka.
Reza tak sengaja melihat Lefrand sedang menyeka mulut dan leher Khaira yang basah oleh minumannya karena terlalu cepat meneguknya dan tanpa menelannya terlebih dahulu.Sontak Khaira tersedak dan menyemburkan minumannya keluar sampai membasahi pakaiannya tapi untungnya hanya sedikit.
Saat mendengar suara Reza,refleks Lefrand dan Khaira menoleh padanya.
"Gue ga ngapa-ngapain dodol!.Masuklah!.".Titah Lefrand sambil melemparkan gulungan tissue bekas pada Reza.
Sembari terkekeh geli Reza menghampirinya lalu menyalami Khaira dan duduk dihadapan Lefrand.
"Kamu kok bisa ada disini Ra?,bukannya kamu kerja?.".Tanya Reza terheran melihat Khaira ada dikantor Lefrand.
Setahu Reza,Khaira sekarang bekerja diMall dari Kania istrinya yang tak lain teman Khaira.Tapi la tidak curiga jika Lefrand dan Khaira bersama saat ini,sebab wajar saja mereka bisa bertemu karena Lefrand sering bolak-balik menuju Mall dan Khaira bekerja disana sehingga banyak peluang untuk bertemu.Mia,Kania dan Khaira mempunyai 'grup chat' jadi bisa berkomunikasi bersama.
"Aaku tta-di ikut-...".
"Nanti gue jelasin Za,ceritanya panjang!.Lu bareng Pak Beni kan?.".Segera Lefrand menyelanya karena kelihatan gugup dan bingung.
"Yoiii,dia nunggu lu dilobby sekarang!.".Ucap Reza sambil mengangguk.
"Ok,kita temui dia sekarang!.".Sahut Lefrand.
"Khaira tunggu disini,ada sesuatu yang harus kuurus dulu!.".Ucap Lefrand saat menoleh padanya.
Setelah diangguki oleh Khaira Lefrand beranjak lalu berjalan diikuti Reza menuju lobby untuk menemui orang tersebut.Dan Khaira beranjak menjelajahi ruangan kantor.Tangannya terulur melihat foto-foto Lefrand yang ada diatas lemari kabinet kayu disamping meja kerjanya.Foto Lefrand ketika bayi didalam gendongan ibunya bersama ayah dan kakaknya,dan saat masih kecil sekitar 7 tahun sedang asyik bermain membuat rumah-rumahan diatas pasir ditepi pantai,serta saat remaja menggunakan seragam putih abu-abu didalam figura persegi panjang yang bisa memajang 3 foto sekaligus.
"Kayaknya muka kerennya udah bawaan dari lahir ya!.".Ucap Khaira sambil cengar-cengir.
Dan la melihat dua Album foto berwarna putih disudutnya.Diatas salah satu sampulnya tertulis 'Kenangan Terindah' dan satunya lagi 'Mantan Pembawa Sial'.Khaira sampai mengerutkan keningnya sebab merasa aneh,dan karena penasaran lalu diambilnya dan diletakkannya diatas meja kerja Lefrand sambil duduk dikursinya.
Perlahan la membuka lembaran-lembaran album dan melihat-lihat semua foto-foto yang tertempel disana.
"Kayaknya kak Anayra cinta sejatinya kak Lefrand,pantesan waktu diteras hotel keliatan takut kehilangan kak Anayra.Tapi kenapa mereka bisa putus?,kalo dulu saling cinta?.".Khaira bergumam sendiri.
Setelah selesai,la menyimpannya kembali ditempatnya semula dan membuka Album satunya lagi.
"Ck,ck,ck,kayaknya mantannya yang satu ini bukan gadis biasa!.Tinggi,cantik dan modis kayak model ya bentukannya!.".Ucapnya sambil menatap kagum foto-fotonya.
"Tapi kenapa judul disampulnya kayak gitu ya?.".Sambil menggerakkan matanya kekanan dan kekiri dan keningnya berkerut.
Setelah puas melihat-lihat Album-Album itu.Khaira mengucek-ngucek matanya yang berbulu lentik lalu menguap dengan lebar karena mengantuk setelah menempuh perjalanan cukup panjang dan diwarnai beberapa kejadian sial yang dialaminya.Matanya semakin berat saja dan tak lama akhirnya la tertidur diatas meja sambil menyangga kepalanya dengan lipatan kedua tangannya.
__ADS_1