
Anayra dan Alma melangkahkan kakinya keluar dari dalam gedung Mall menuju rumah makan sederhana yang menyajikan masakan khas kota Bandung.Duduk dikursi dimeja makan yang sama.Memesan makanan saat pelayan wanita datang.Mencatat pesanan lalu pergi.
Alma menopang dagunya dimeja makan dan memperhatikan Anayra terus yang duduk dihadapannya."Aneh dan mencurigakan!?.".
Alma tiba-tiba berbicara itu yang tak dipahami Anayra."Apa?.Siapa?.".Mengernyit bingung dengan yang dimaksudkan Alma.
Ditatapnya,Alma yang menatapnya dengan mata yang menyelidik,seakan mencurigainya.
Benar,Alma memang mencurigai sikap Anayra dan Khaffa yang tak akur dan berselisih paham.Alma pikir,itu aneh dan tak wajar.
"Kau dan pria itu!.".Alma menjawabnya dengan tegas dan serius.
Namun Anayra mengeutkan kening bingung dengan sosok yang disebutkan Alma."Pria mana maksud mu?,bicaralah yang jelas!.".Tak suka Alma bertele-tele.
Pasalnya,tak ada lagi pria yang bersemayam di hati Anayra saat ini,selain Lefrand.Sang mantan kekasih yang tega mengkhianati kesetiaannya,yakni bercumbu dibelakangnya dengan gadis yang setahunya ialah mantan kekasih Lefrand.Sengaja atau tidak Lefrand melakukan itu,bagi Anayra tetaplah 'pengkhianatan'.
Sialnya,hingga saat ini Anayra tak bisa memungkiri.Jika dihatinya masih tersisa rasa cinta untuk Lefrand,dan tetap terbaut kuat pada Lefrand.Belum ada pria lain yang bisa menggeser dan menggantikan posisi Lefrand.Tak ada pria yang bisa menggetarkan hatinya,dan mendebarkan degup jantungnya hingga sekarang.
Mirisnya,kenangan manis dan indah bersama Lefrand masih melekat erat dibenaknya,dan memenuhi ruang hatinya.Bayangan wajah Lefrand masih berkeliaran dipelupuk matanya,dan menguasai pikirannya.
Entah mengapa?.Getaran-getaran cinta yang Lefrand berikan belum bisa Anayra lupakan.Hari-hari yang diukirnya bersama Lefrand dulu,tetap terpatri dengan baik di dalam ingatannya.
Namun anehnya,rasa kecewa dan sakit hatinya akan pengkhianatan Lefrand,selalu datang diwaktu yang sama.Menyibak tirai kerinduan yang menggebu-gebu pada Lefrand,dan perlahan menghempaskan rasa cinta dihatinya.Sukar dipercaya Anayra,rasa cinta,rasa rindu dan benci datang silih berganti.Sesuka hati terkadang datang dan pergi,diluar kehendaknya.
"CEO itu!.Kalian baru bertemu dan baru kenal,tapi seperti bermusuhan.Kurasa kamu menutupi sesuatu dariku.".Alma memicingkan matanya,penuh selidik.
Anayra terhenyak,dan tertegun.Berpikir untuk mencari alasan yang tepat dan masuk akal."Itu cuma perasaan mu.CEO itu marah sempat ku tolak permintaannya,dan aku kesal semaunya sendiri dia menyuruhku.Dia pikir aku OG.".Berdalih untuk mengusir rasa curiga Alma,dan memalingkan wajahnya ke samping.
Tetapi Alma masih tak puas akan jawaban Anayra."Yakin cuma itu alasannya?.".Alma menyelidik dengan menautkan kedua alisnya.
Anayra cepat-cepat menganggguk mengiyakan untuk meyakinkan Alma."Gak usah bahas dia Al'!.Jangan buat aku makin kesal dan badmood!.".Anayra beralasan mengalihkan perhatian Alma.
Alma tak menggubrisnya."Aneh!.Ku simak dari pembicaraan kalian tadi,ku pikir cuma kamu yang berani melawan dan menentangnya.Kurasa,cuma kamu juga yang gak terpesona dan bersikap kasar pada CEO itu.".
"Ya ampun Alma,diamlah!.".Anayra mendelik dan melipat tangannya didada.
Kesal dan mood nya semakin turun tatkala Alma membahas Khaffa terus.
"Baik,baik!.Aku akan diam!.Klik".Alma memberi kode seolah mengunci bibirnya sendiri.
Pembicaraan terhenti saat pelayan wanita datang membawa makanan pesanan dan menyajikannya dimeja.Pelayan pergi setelah tugasnya selesai.
Anayra dan Alma mulai menyantap dan menikmati makanan yang tampak lezat itu.Dengan lahap saking laparnya,sembari tertawa cekikikan menonton film drakor favoritnya diaplikasi ponsel Alma.
Usai menghabiskan makanannya.Anayra dan Alma pergi dari rumah makan itu menuju gedung kantor.Tak lupa kekasir untuk membayar dan makanan pesanan sang CEO.Saat tiba didepan gedung Mars Group,Alma dan Anayra melangkahkan kakinya masuk kedalam.
"Nay' aku tunggu dilobby!.".Alma menunjuk kursi di lobby dan dibalas anggukan kepala oleh Anayra.
Alma duduk dan Anayra menginjakkan kakinya dilantai gedung kantor yang mengkilap dan licin dimana sang CEO berada.Membawa dua kantong plastik berisi kotak makanan dan minuman dalam gelas plastik,Anayra menghampiri meja resepsionis.
"Selamat siang mbak,ada yang bisa saya bantu?.".Tanya pegawai wanita cantik yang lebih tua usianya dari Anayra.
"Maaf,saya mau mengantarkan pesanan makanan untuk Pak Khaffa.".Anayra mengatakan niatnya dengan sopan dan ramah.
"Ooo...Dari jasa pengantar makanan online!?.Silahkan naik kelantai atas!.Pak Khaffa ada diruangan CEO.".Pegawai wanita itu menunjuk lift disudut ruangan.
Kata-kata pegawai itu membuat Anayra terhenyak,mengiranya pengantar makanan online.Padahal dilihat dari penampilannya tak jauh berbeda dengannya.
Hadeuhhh,penampilan kece badai begini dikira pengantar makanan online.Matanya katarak kali..Rutuk Anayra dalam hati.
Tersinggung dan kesal tetapi tak marah.Anayra memaklumi sebab pegawai wanita itu tak mengenalnya.
"Baik mbak,terima kasih!.".
Bergegas Anayra melaksanakan niatnya dan menaiki lift.Sesampainya dilantai atas menghampiri ruangan CEO yang sudah Anayra tahu posisinya dan mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok,tok,tok.
"Masuk!.".Seru Khaffa didalam saat terdengar suara ketukan dipintu ruangannya.
Perlahan Anayra membuka pintu dan masuk kedalam.Berdiri didepan Khaffa yang tengah duduk disofa dan fokus menatap layar laptopnya dimeja.Khaffa refleks menoleh dan menatap Anayra.Mengangkat dagunya sekali keatas seolah berkata 'Ada apa?'.
"Maaf Pak,aku mau mengantarkan makanan pesanan Pak Khaffa tadi.".Anayra sopan dan mengulas senyum tipis.
"Simpan saja dimeja!.".Titah Khaffa datar dan dingin.
Anayra meletakkan kantong plastik itu dimeja dekat laptop Khaffa."Permisi Pak,aku pamit keluar!.".Anayra pamit dirasa urusannya selesai dan berjalan kearah pintu.
Namun saat akan membuka pintu,Khaffa menghentikan pergerakannya.''Heiii tunggu!.Kenapa makanannya sedikit sekali?,kamu gak mampu membelinya atau pelit?.".Khaffa terkejut saat melihat isi kantong plastik yang diberikan Anayra.
Berisi makanan cepat saji dan sofdrink.Sebenarnya makanan itu cukup tetapi Khaffa ingin mengerjai dan membuat Anayra kesal.
Anayra memutar bola matanya jengah,tersinggung dan merasa tak dihargai.
Pria ini benar-benar menguji kesabaranku...
Tiba-tiba hatinya memanas dan naik pitam."Tadi aku sudah bilang,jangan protes!.Kalau gak suka anda bisa membuangnya atau berikan pada orang lain.Hargailah setiap pemberian orang lain,jangan melihat isinya tapi usahanya.Sudah baik hati ku turuti kemauan anda tapi ga dihargai sedikitpun.".Anayra ketus menyindir Khaffa.
Kening Khaffa berkerut dan memicingkan matanya.Menyimak dan mencerna kata-kata Anayra,membuat Khaffa terpaku."Ck,ck,ck...".Geleng-geleng kepala tak percaya.
B**enar-benar konyol.Gue diceramahi gadis pegawai butik biasa seperti dia.Berani sekali dia menggurui gue.Kamu pikir kamu lebih pintar dariku?...
"Aku cuma bertanya kenapa harus sekesal itu?.Oke,maaf aku salah!.Kamu senang sekarang?.".Khaffa berusaha tetap tenang menyikapinya dan tersenyum miring.
Walaupun merasa tak nyaman digurui dan diceramahi Anayra.Tetapi dalam hati,Khaffa mengaku salah dan kata-kata Anayra ada benarnya.
Baiklah,kali ini aku mengalah dan kamu menang.Hari ini kamu ku maafkan...
Anayra acuh dan tak menggubrisnya.Mengatur nafas untuk meredam kekesalannya.
Cihhh,kelihatan gak tulus sekali permintaan maaf nya...Umpat Anayra dalam hati.
"Yaaa sudah,pergilah!.".Dengan nada mengusir.
Anayra terbelalak dan ternganga.Melongo tak percaya,hanya itu jawaban Khaffa setelah bicara panjang lebar.Lagipula bukan kata itu yang diharapkan didengarnya dari Khaffa.Tanpa ba-bi-bu lagi cepat-cepat membuka pintu dan menutupnya dengan keras.
Dukkk.
Sekerasnya Anayra menendang pintu dengan sepatu hak tingginya.
Tersinggung dan merasa tidak dihargai Khaffa."Dasar CEO otak kurang se ons.Bukannya bilang terima kasih malah mengusir ku keluar.".Anayra mengoceh melampiaskan kekesalannya.
Tanpa disadari seorang pria tampan melihat dan mendengar ucapan Anayra saat baru keluar dari ruangannya.
Pria itu menghampirinya."Kenapa mbak?.".Riccy penasaran dan mengamati Anayra yang terengah-engah nafasnya.
"GAK APA-APA!.".Anayra dengan kesalnya menjawab pertanyaan Riccy dan melengos pergi meninggalkan Riccy yang terbengong ditempatnya.
Riccy terheran melihat sikap Anayra seperti itu.Tetapi bisa menebak dan menyimpulkan sendiri jika Khaffa yang menjadi penyebab kemarahan Anayra.
"Apalagi yang dilakukannya sampai dia sekesal itu?."Riccy mengernyit bingung memikirkan sikap Khaffa yang aneh.
Secepatnya Riccy membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Khaffa.
Hanya Riccy yang berani masuk kedalam ruangan CEO tanpa mengetuk pintu dulu digedung kantor itu.
Riccy tersenyum smirk saat Khaffa tengah khusu menyantap makanannya yang ada dimeja dan duduk santai disofa.
Dengan wajah terheran-heran Riccy berdiri didekat sofa."Boss,kenapa tadi Anayra kelihatan kesal sekali setelah keluar dari sini?.".
Khaffa hanya menggedikkan bahunya."Duduk dan makan saja!,jangan menguras energi Lu memikirkan gadis butik itu!.".Alih-alih menjawab pertanyaan Riccy,Khaffa malah menunjuk kotak makanan yang masih utuh dimeja,tanpa menoleh pada Riccy.
__ADS_1
Ucapan Khaffa memang ada benarnya.Tetapi Riccy tak terima Khaffa bersikap semena-mena dan keras terhadap Anayra."Tapi kasihan dia.Jangan mengerjai gadis itu terus!.Apa salahnya dan apa yang Lu bilang padanya,sampai dia semarah itu?.".Rasa peduli yang tinggi pada Anayra,membuat Riccy mempertanyakan yang diucapkan Khaffa terhadap Anayra.
Menurut Riccy,Anayra gadis baik dan ramah.Aneh rasanya jika Khaffa bersikap tak wajar pada Anayra.
Tak ayal,Khaffa menjadi terusik dengan ocehan Riccy."Kenapa Lu mau tau urusan gue?.".Menatap tajam pria yang berdiri dihadapannya.".Urus diri Lu sendiri dan tugas Lu!.Jangan ikut campur dan jangan membela dia!.".Menghardik dan mengingatkan Riccy akan posisi nya di kantor.
Khaffa tak suka Riccy campur tangan masalah pribadinya.
Riccy semakin bingung dibuatnya,dan menjadi pusing sendiri memikirkannya."Sabarrr...".Menghela nafas dan mengelus dadanya menenangkan hatinya yang selalu mendapat bentakan keras dan kata-kata kasar Khaffa.
Riccy sudah tahu watak dan karakter Khaffa.Tetapi tak bisa melawan,dan hanya bisa bersabar menghadapinya.Jika Riccy ambil pusing,maka takkan pernah bisa bertahan disisi Khaffa.
Tanpa instruksi dari Khaffa lagi,Riccy duduk disofa dihadapan Khaffa dan menyantap makanannya.Mengalah dan menuruti Khaffa,daripada telinganya panas dan berdenging mendengar suara bariton Khaffa yang menyambar seperti petir.
1 jam telah berlalu waktu istirahat berakhir.
Anayra dan Alma sudah ada didalam butik,dan duduk manis dikursinya masing-masing.
Alma tak berhenti memandangi wajah Anayra yang tampak murung dan tak bersemangat,usai kepulangannya dari gedung kantor Mars Group."Kenapa mukamu masam dan ditekuk begitu?.".Penasaran dengan sikap Anayra yang tak seperti biasanya.
Biasanya Anayra cerewet saat mengerjakan tugasnya,suka menyuruh ini dan itu pada Alma.
Perlahan Anayra memutar kursinya menghadap Alma,dan dengan memasang raut wajah sedihnya menatap Alma."Aku kesal!.CEO somplak itu,akhlaknya tidak sesuai tampangnya.Menurutku dia harus dipesantrenkan.".Menjelaskan dengan malas,dan mengerucutkan bibirnya.
Sontak membuat Alma tergelak."Anayra,ayolah!,berpikirlah secara realistis!.Pria sempurna dan tanpa cacat,diatas rata-rata dan paket lengkap,kamu sebut somplak?.".Alma terheran dengan jalan pikiran Anayra,"Dia tampan dan memiliki segalanya.".Terus memuji Khaffa didepan Anayra dengan penuh semangat."Jika saja ada pria seperti dia mendekati ku,takkan pernah ku sia-siakan kesempatan itu.".Penuh harap,Alma berandai-andai.
Alma sangat berharap mendapatkan pria idaman yang kriterianya seperti Khaffa.Pasalnya,saat ini statusnya sama dengan Anayra,jomblo dan hatinya tak bertuan.
Tetapi bukan sifat dingin Khaffa yang menarik perhatiannya,melainkan fisik dan kemapanan Khaffa.Alma pikir,gadis mana yang takkan tertarik dan jatuh hati saat melihat Khaffa.Penuh karisma,menawan hati dan sukses.
Dia memang sempurna.Tapi itu semua tidak menjamin kita bahagia...Anayra bergumam sendiri dalam hatinya.
Anayra tak memungkiri,kenyataannya Khaffa memang seperti itu.Tetapi itu saja tak cukup untuk menjadi pria idamannya.Kesempurnaan fisik dan limpahan materi bukan hal utama,melainkan kejujuran,kesetiaan,kelembutan dan kehangatan.Pikir Anayra.
"Aku tau,tapi kamu salah jika hanya memandang pria dari segi fisik dan materi saja.".Anayra mengemukakan pendapatnya.".Aku tidak mungkin gagal bertunangan,dan menjomblo jika dia bisa menjaga hati dan kesetiaannya.".Mata Anayra menerawang jauh,kala teringat akan pengkhianatan mantan kekasihnya."Pria sempurna belum tentu bisa membahagiakan kita dan bisa setia.".Terdengar konyol,tetapi itu berdasarkan pengalaman yang dialaminya.
Aku tau alasanmu bicara seperti ini,karena patah hati dan galau.Belum bisa move on darinya**...Alma menerka-nerka dalam hatinya.
Alma mengerti jalan pikiran Anayra,sebab pernah menjalin cinta dengan pria yang kriterianya seperti Khaffa.Namun berakhir tragis dan kecewa saat cinta Anayra dikhianati.
"Benar!.".Alma tak memungkiri jika ucapan Anayra ada benarnya.".Tapi tidak semua sifat pria itu sama.".Meraih tangan Anayra dan menatap wajah sahabatnya.".Aku tau kenapa kamu begitu?.Kamu belum move on pasca putus dengannya,bukan?.Akui lah!,jika kamu masih mencintainya?.".
Ucapan Alma begitu mengejutkan Anayra."Iitu ti tidak benar!.".Membantah dengan tergagap karena gugup,merasa tertangkap basah oleh Alma.
Alma tak percaya begitu saja dengan pengakuan Anayra,dan bisa menduga jika Anayra berbohong."Jangan mengelak!.Aku bisa melihat itu dari sorot mata mu.Aku yakin,kamu pasti masih mencintainya.Karena itu,masih betah menjomblo sampai sekarang.".Menggoda dan meledeki dengan mencolek dagu Anayra."Kurasa kamu masih menantikan kehadirannya dan mengharapkan dia kembali.Dugaanku pasti benar,bukan?.".Menduga-duga dan menyimpulkan sendiri dibalik bantahan Anayra.
Selama ini Anayra menutup diri dan tak pernah mengeluarkan keluh kesahnya pada Alma.Maka dari itu,Alma berasumsi sendiri.
Anayra cukup terkejut,Alma bisa menebak isi hatinya.Anayra menjadi gusar karena Alma menangkap basah dirinya."Sudahlah!,jangan membahas dia terus!.Mood ku menjadi buruk,lagipula siapa yang mendekati siapa?.Kamu mengada-ada saja,aku dan CEO itu tidak sedang dekat!.".Mencari alasan dengan tegasnya untuk mengalihkan perhatian Alma dan mengalihkan pandangannya ke laptopnya.
"Kamu ini,selalu saja mencari alasan jika merasa tersudut.".Alma memutar bola matanya jengah dan menatap layar laptopnya kembali.
Menghentikan percakapan mereka yang takkan ada ujungnya.
Meskipun Alma dan Anayra bersahabat,tetapi tak semua hal yang harus diungkapkan dan diceritakan.Ada yang diceritakan dan ada yang tidak.Tetapi bukan berarti saling menyimpan rahasia.Itu hanya untuk menjaga privasi masing-masing.
Persahabatan mereka juga tidak melampaui batasannya dalam mencampuri urusan pribadinya.Mereka sebatas saling menjaga dan saling membantu satu sama lainnya.Persahabatan mereka diistilahkan seperti kepompong dan kupu-kupu.Menurut mereka.
*Mungkin benar,tapi mungkin juga salah yang dikatakan Alma.Entah aku masih mencintainya atau membencinya?.Entah aku merindukannya atau hanya menunggu kehadirannya?.Aku belum bisa move on atau hanya trauma.Aku tak tau...
Perasaanku terus berubah dan dihatiku terus menerka-nerka.Apa yang sebenarnya ku rasakan saat ini padanya?.Masih cinta,rindu atau benci dan trauma...
Aku tau Anayra.Seberapa kerasnya kamu mengelak dan menghindar.Tapi aku bisa merasakan jika kamu masih mencintainya.Meskipun kamu membencinya karena dia mengkhianati mu,tapi rasa cinta dan rindu mu masih besar untuknya...
Alma dan Anayra bergelut dengan pikirannya masing-masing.Anayra merenung ditengah kesibukannya membuat laporan keuangan.Alma ditengah kesibukannya membuat laporan harian dan mencatat stok keluar masuk barang.
__ADS_1