
Author:
Assalamu alaikum sahabat sejati dan setia yang selalu mendukung cerita karya tulis Author ini.Semoga sehat selalu dan banyak rejekinya...Aamiin.
Terima kasih untuk motivasinya dan mohon maaf jika terdapat kesamaan nama tokoh atau alur ceritanya dll.Tetapi bisa dijamin ini murni tanpa disengaja dan 100 persen hasil buah pikiran Author sendiri.
Simak terus ceritanya dan mohon dukungannya sampai episode terakhir...Selamat membaca dan terima kasih.🤗
***
Kabar baik diterima Anayra dan orang tua Alma.Setelah 5 hari Alma tak sadarkan diri dari tidur panjangnya,akhirnya siuman juga dan membuat suasana diwarnai tangis haru karena senang.Terutama bagi kedua orang tuanya Alma begitu bahagia hati mereka.
Setelah mendapat kabar tentang putrinya dari Anayra,orang tua Alma ditemani orang tua Anayra langsung bergerak cepat ke Jakarta.Mereka panik saat melihat keadaannya yang menyedihkan itu.Apalagi Ibu Alma begitu terpukul dan sangat menyesali perbuatannya karena selalu memperlakukannya seperti bukan anak kandungnya sendiri.Suka memaksakan kehendaknya dan menekan Alma supaya segera menikah dan suka menjodoh-jodohkannya dengan berbagai macam jenis pria.
Ibu Alma menangis tersedu disamping ranjang putrinya.Namun apalah dayanya sekarang menyesal pun percuma karena semua sudah terjadi.Tetapi sejak saat itu mulai sadar jika anak adalah segalanya melebihi apapun dan sumber kebahagiaannya.Dan mengakui jika kebahagiaan anak lebih penting dan lebih berharga dari sebongkah berlian.
Saking marahnya pada Daniel,Anayra meminta Khaffa melaporkannya ke pihak yang berwajib setelah Khaffa memberi tahukan jika Daniel adalah penyebab utama alasan Alma bisa berbuat nekad sampai terbaring dirumah sakit dan berakhir tragis seperti ini.Itu dilakukannya untuk menghargai kedua orang tua Alma,dan sebagai seorang sahabatnya tak mungkin Anayra diam saja.Orang tua Alma sependapat dan menyerahkan sepenuhnya pada Anayra dan Khaffa jalan terbaik yang harus dilakukan karena yang terpenting bagi mereka saat ini adalah kesembuhan Alma.
Masalah datang silih berganti sampai membuat Anayra bingung dan juga lelah menghadapinya.Anayra pikir Daniel,hanya sekedar tokoh figuran yang lewat begitu saja dalam hidupnya setelah menolaknya secara halus.Walaupun Daniel tak mengutarakan perasaannya secara gamblang,namun Anayra bisa menduga jika Daniel menyukainya.
Khaffa sangat mencintai Anayra sehingga apapun yang dilakukan dan diinginkannya selalu dituruti dan didukungnya selama itu baik dan benar.Bahkan saat meminta Daniel dipenjarakan tak mencegahnya walaupun mempunyai ikatan darah dengannya.Bagaimana pun perbuatan Daniel tak bisa dimaafkan begitu saja.Apalagi awalnya Anayra yang menjadi sasaran empuk Daniel sehingga membuat Khaffa semakin bersemangat lagi untuk menjebloskannya.
Saat Alma bangun dan siuman.Alma berteriak histeris dan menangis meraung-raung seperti orang kerasukan dan kelihatan ketakutan.Alma trauma dengan kejadian yang menimpanya dan saat tersadar la melihat Anayra seperti seorang musuh dan menatapnya penuh dengan kebencian.
Awalnya Alma menolak kehadiran Anayra dan tak mau bertemu dengannya lagi bahkan sengaja menghindarinya dan menyuruhnya untuk pergi.Alma berpikir karena Anayra lah la menjadi menderita dan mengalami hal buruk.Harusnya yang menjadi target utama Daniel adalah Anayra bukan dirinya.Alma adalah korban salah sasaran Daniel.
Anayra terkoyak hatinya oleh sikap Alma yang berubah 180 derajat padanya terkecuali pada orang lain.Namun Anayra tak menyerah dan terus meminta maaf padanya.Bahkan sampai bersimpuh dan memohon untuk dimaafkan.Anayra tak memungkiri jika karenanya Alma harus kehilangan mahkota berharganya dan menghancurkan masa depannya.
Karena Anayra selalu ada disisinya dan merawatnya dengan baik serta penuh kasih sayang.Akhirnya Alma luluh dan membuka hatinya kembali untuk Anayra.Didukung juga oleh orang-orang terdekatnya yang terus memberi pengertian pada Alma.
Orang-orang terdekat Alma datang secara bergiliran untuk menjenguk keadaannya setelah siuman.Termasuk Lulla dan Lefrand serta para juniornya juga Khaira ditemani kedua orang tuanya namun pada hari yang berbeda.
Daniel tak melakukan perlawanan saat petugas kepolisian menangkapnya di rumah kediaman Al Devandra yang tak lain orang tuanya.Aparat ditemani Anayra dan Khaffa kesana atas informasi yang didapat dari Ranu jika Daniel ada disana.Daniel mengakui perbuatannya dan terima saja jika harus mendekam dibalik jeruji besi walaupun tercoreng nama baiknya.
Namun ayah Daniel memohon dan bersujud pada Alma dan orang tuanya untuk membebaskan Daniel dan membatalkan kasusnya setelah istrinya pingsan karena stress dan frustasi memikirkan putra satu-satunya dipenjara ditambah sakit pula.Al Devandra meminta jalan berdamai dan menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.
Setelah Daniel diciduk polisi,beritanya menyebar luas dan menjadi trending topik pembicaraan seluruh staff dan pemilik saham yang berinvestasi di D'n'D Grand City Hotel.Sehari setelah ditangkapnya Daniel pihak pemegang saham bersepakat dan mengambil keputusan untuk melengserkan Daniel dari posisinya secara tidak hormat dan tidak langsung pula yaitu melalui pesan singkat.
Setelah duduk bersama untuk mencari solusinya,akhirnya Daniel dibebaskan dan Lenni berangsur sembuh.Setelah itu melalui suara terbanyak dan atas permintaan Lenni,Daniel harus menikahi Alma.Keputusan terakhir diambil menikahkan Alma dan Daniel sebab demi kebaikan bersama terutama untuk menyelamatkan kehormatan Alma dan nama baik Daniel juga.
Daniel yang awalnya tak menolak dengan hal tersebut daripada harus bermalam untuk waktu yang lama dihotel 'Prodeo'.Namun sadari dan berpikir logis jika itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya juga.Setelah itu pun banyak berubah karena sadar dan menyesal.Apalagi mengingat usianya yang lebih tua dari Khaffa,Daniel merasa malu karena Khaffa tampak lebih baik dan berpikir dewasa darinya.Seharusnya sebagai seorang kakak sepupu dan cucu tertua dikeluarga besarnya bisa menjadi suri teladan dan contoh yang baik untuk seluruh keluarga besarnya.
***
Sehari sebelum Alma siuman.Kejadian mengharukan berlangsung dikediaman Al Devandra.Khaffa dan Anayra siang hari tadi menuju kesana bersamaan dengan mobil patroli polisi setelah menghubungi Ranu dimana keberadaan Daniel sekarang.
Diteras rumah mewah berdiri tegak 7 orang dengan usia dengan status dan kedudukan berbeda.
__ADS_1
"Membusuklah kamu dipenjara!.Kamu sudah hancurin hidup Alma jadi sekarang terima hukumanmu!.Karena mu,Alma belum siuman sampai sekarang.".Anayra berteriak histeris memukuli dada bidang Daniel saking emosinya.
Daniel akan dibawa pihak berwajib saat dirinya ada dirumah kediaman Al Devandra,orang tua Daniel.Anayra meradang karena tak terima dengan nasib yang dialami sahabat sejatinya itu.
Daniel tertunduk pasrah saja dan membeku seakan mati rasa saat mendapatkan perlakuan kasarnya.Disamping Daniel,berdiri dua orang berseragam aparat untuk menjemputnya kekantor polisi tapi tanpa diborgol kedua tangannya sebab Daniel bersedia dibawa dan tak melawan sedikitpun.Saat melihat istrinya seperti itu,Khaffa langsung menariknya ke dalam pelukannya.
"Tenanglah sayang,tenangkan dirimu!.Biar mereka yang mengurusnya.Jangan buang tenagamu dengan percuma.".Khaffa lembut membelai punggung Anayra yang sesenggukan dengan penuh kasih sayang untuk menenangkan hatinya.
Dalam pelukan hangat Khaffa,Anayra menghujani pipinya dengan air mata.
"Permisi Pak,kami akan membawa tersangka sekarang untuk diproses lebih lanjut!.".Salah satu seorang petugas kepolisian yang
"Silahkan!.".Khaffa sama sekali tak keberatan.
"Pak Daniel,silahkan ikut kami!.".Ucap aparat polisi.
Setelah mendapat persetujuan dari Khaffa,tak menunda waktu lagi dibawanya Daniel masuk kedalam mobil dinas kepolisian.Tanpa sepatah katapun Daniel masuk kedalam mobil itu,karena sudah bersiap diri dan lagipula tak mau membuat suasana menjadi tegang.
Orang tua Daniel tampak syok melihatnya dan bingung.Tak bisa berbuat apa-apa karena semua terjadi begitu mendadak.Walaupun mereka sudah diberi tahu Khaffa sikap bejat Daniel pada Alma,namun mereka tak menduga jika Daniel akan dibui.
"Pa,bagaimana ini?,apa abang akan dipenjara selamanya?.".Lenni istrinya Al yang tak lain ibunya Daniel,mengguncang lengan Al usai kepergian Daniel dan aparat.
Lenni tak kuasa menahan kesedihannya melihat putra semata wayangnya itu akan menghabiskan waktunya didalam penjara.
"Tenang Ma!.Kita lihat saja nanti dan tunggu kabar selanjutnya dari mereka.Bagaimana pun,abang bersalah dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya.".Menenangkan istrinya dan menepuk-nepuk bahu Lenni.
Menguatkan hati istrinya walaupun hatinya sendiri dalam keputus asaan.Khaffa dan Anayra terenyuh menatap keduanya namun perbuatan Daniel tak bisa dibiarkan begitu saja sebab ada hukum yang berlaku di negara ini.Karena suaminya tak bisa berbuat apa-apa Lenni meraih tangan keponakannya yang biasa disebutnya 'Aka' (Anak ayah Andika).
Hati Khaffa tak tega melihat wanita paruh baya yang biasa dipanggilnya 'Bunda' itu.Apalagi keadaan nya sedang tak sehat karena penyakit yang sudah lama dideritanya.Namun Khaffa juga merasa serba salah,sisi lain itu keinginan Anayra,istrinya.Sisi lain,Khaffa merasa kasihan dan tak tega melihat Om nya yang semakin menua itu,dan Tante nya yang suka sakit-sakitan.
"Maaf bund',Aka tidak bisa berbuat banyak sekarang ini.".Khaffa penuh penyesalan menolak permintaan Lenni,dan tak bisa membantunya.
Mendapat jawaban yang sama dengan suaminya,membuat Lenni semakin bersedih hatinya.Harapan Lenni satu-satunya sekarang adalah Anayra yang bisa menolong nya.Lenni berharap Anayra bisa membatalkan laporannnya dan mencabut kasusnya Daniel.
"Anayra,bunda tau kamu pasti sedih melihat sahabatmu sakit dan kecewa oleh Daniel.Tapi bunda mohon!,maaf kan dia dan beri dia pelajaran saja,jangan penjarakan dia!.Daniel satu-satunya belahan jiwa kami dan harapan kami untuk tetap hidup sehat.".Lenni memohon,menggenggam tangan Anayra dan menatapnya penuh harap.
Sangat menusuk ke seluruh sendi-sendi Anayra saat melihat tatapan mata Lenni padanya.Namun saat ini,hatinya tak bisa diajak kompromi untuk masalah ini.
"Maaf Tante!,aku mengerti perasaan Tante.Tante pasti sedih saat ini,tapi aku harap Tante juga mau mengerti posisi kami.Kami akan mengambil keputusan lain setelah Alma siuman nanti.Dia yang akan memutuskannya soal putra Tante nanti.Tapi untuk sekarang,cuma ini yang bisa kulakukan demi menjaga perasaan orang tua Alma.".Anayra mencoba membuat Lenni mengerti,dengan lembut dan wajah sedih.
Walaupun terkadang sifatnya keras tapi Anayra tak tega melihat orang lain bersedih.Anayra memberi pengertian sebab kedua orang tua Alma sangat sedih dan meratapi Alma terus maka dari itu la tak mungkin berdiam diri saja.
"Baiklah,jika itu maumu!.Tolong kabari kami kalau Alma siuman nanti!.".Lenni pasrah dan mengalah.
Lenni mengalah dan menerima usulan Anayra,walaupun hatinya sakit dan kecewa mendapat penolakan,bukan dukungan dari orang-orang disekitarnya.
"Baik Tante!.".Anayra merasa lega,bisa meluluhkan hati Lenni.
__ADS_1
"Panggil bunda saja biar sama seperti suamimu!.Oiya nak,maaf kami tidak bisa hadir di acara pernikahan mu.Bunda sakit dan Papa Al nemani bunda.".Lenni dengan wajah menyesal mengalihkan pembicaraan.
Saat itu posisi mereka sedang sulit untuk menghadiri pernikahannya dan Daniel sedang tak ada ditempat.Daniel masih diluar kota dan tak bisa dihubungi juga.
"Tidak apa-apa!.Aku mengerti,jangan dipikirkan.".Anayra menepuk-nepuk punggung tangan Lenni yang tampak kurusan.
Mereka baru kali ini bertemu,namun Anayra sudah kelihatan akrab dan dekat.Anayra seperti itu karena sadar,harus cepat beradaptasi dan membuka hatinya untuk seluruh keluarga besar Khaffa yang sudah menjadi bagian dari mereka.
"Bunda,maaf!.Kami harus pulang sekarang.Papi dan Mami menunggu kedatangan kami.Kami belum mengunjungi mereka setelah menikah.".Anayra merangkul lengan suaminya yang berdiri disampingnya.
Saat itu suasana penuh kemelut.Khaffa dan Anayra belum mengunjungi Rena dan Andika yang sudah lebih dulu pulang ke Jakarta sebelum mereka.Tetapi,2 hari yang lalu mereka bertemu dirumah sakit saat Andika dan Rena menjenguk Alma.Tadi pagi,Rena menghubungi Khaffa supaya makan malam bersama dirumah untuk menyambut lembaran hidup baru dan pernikahan mereka.
Khaffa belum bekerja secara optimal karena terhalang oleh masalah Alma.Dikantor untuk sementara ditangani Khaira dan Manager Taufanji.Dan Anayra belum masuk bekerja tetapi atas ijin Lulla.Untuk sementara posisi Alma dan Anayra digantikan oleh Tita dari butik pusat tapi satu shift saja masuk 'midlle'.Lulla bisa mengerti soal itu dan merasa terpukul juga saat mendengar tentang Alma.Lagipula sekarang Anayra adalah istri seorang pengusaha.
Lenni sangat senang melihat keduanya tampak bahagia.Dia berharap Daniel juga akan mengalami hal yang sama seperti mereka.
"Baiklah!,sampai ketemu lagi!?.Maafkan bunda!,sudah membuat suasana menjadi rumit.Kuharap,kalian mau mengerti posisi bunda!?.".Lenni merajuk dan mengelus bahu keduanya tanda bukti rasa sayangnya pada mereka.
Lenni berusaha bersikap bijak dan mencoba memahami situasi dan kondisinya.Lenni pun tak bisa membenci atau menyalahkan Khaffa dan Anayra,Lenni mengerti jika mereka melakukan itu karena terdesak oleh keadaan .
"Tentu Bunda.Tidak masalah!.".Anayra tersenyum manis untuk menyiratkan jika Lenni tak perlu mencemaskan soal itu.
"Papa Al,Bunda,kami pergi.Jaga kesehatan kalian dan jangan terlalu dipikirkan soal abang Daniel,dia pasti baik-baik saja disana.Assalamu alaikum.".Khaffa meraih punggung tangan mereka begitu juga Anayra.
"Wa Alaikum salam!.".Jawab keduanya.
Keduanya melangkah menuju mobil yang terparkir dihalaman rumah.Khaffa melajukan mobilnya kearah kediaman keluarganya bersama Anayra disampingnya.Mereka bernafas lega karena semuanya berjalan lancar sesuai rencana dan tanpa hambatan.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama karena macet.Mereka tiba juga kediaman keluarganya.
"Assalamu alaikum Pi,Mi?.".Khaffa dan Anayra menyapa saat melihat wajah kedua orang tuanya berdiri diruang keluarga yang menyambut kedatangan mereka dengan wajah berseri-seri.
"Waalaikum salam.".Keduanya serentak menjawab.
"Selamat datang dirumah!.".Rena dengan wajah berseri-seri merentangkan tangannya untuk memeluk Anayra dan cipika-cipiki."Mami senang sekali melihat kalian disini.".Rena tersenyum senang dan bahagia melihat Anayra dan Khaffa mau menyempatkan diri bertandang ke rumah.
"Kalian datang tepat waktu.".Andika menepuk-nepuk punggung Khaffa yang tengah merangkulnya.
"lstirahat lah dikamar!,kalian pasti lelah.Mami beritahu jika sudah saatnya makan malam.".Rena mengelus bahu Anayra.
Rena mengerti dengan keadaan mereka yang terlihat lelah karena mengurusi masalah Alma dan Daniel.Ditambah harus bolak-balik kerumah sakit,apartemen dan kantor juga.
"Sejak tadi Mami tidak sabar menantikan kedatangan kalian,disini.Bahkan sampai tidak beranjak dari sofa.".Andika mengungkapkan suasana hati Rena yang gelisah menunggu kedatangan Anayra dan Khaffa.
"Apanya yang salah?.Tentu saja aku tidak sabar menunggu kedatangan putra ku dan menantu ku disini.Apalagi mereka baru menikah.Papi tidak akan bisa mengerti perasaan Mami.".Rena meluapkan perasaannya saat ini pada Andika.
Bukannya takut,Andika malah terkekeh geli melihat bibir istrinya yang mengerucut dan tengah melototinya."Sepertinya Papi harus menutup mulut rapat-rapat.".Menyindir istrinya yang mengomentari ucapan nya,dan harus diam jika tak ingin terkena omelan Rena.
__ADS_1
Rena memutar matanya jengah dan bersilang tangan,paham maksud perkataan suaminya."Papi membuat Mami tampak buruk didepan menantu ku.".Tersinggung hati Rena,Andika membuatnya terlihat buruk didepan Anayra,sang menantu.
Andika,Khaffa dan Anayra berusaha menahan tawanya supaya tak membuat Rena kesal dan menggerutu lagi.