
Karena tidak terdengar suara pintu diketuk,Khaffa dan Anayra sontak terperanjat kaget dan refleks berdiri saat melihat kedatangan wanita itu.Mereka salah tingkah seraya membenahi penampilannya yang acak-acakan.Beruntung mereka tidak melakukan apapun yang diluar batasannya.
"Mami ada disini.Kenapa mami kemari?.".Khaffa berusaha tetap tenang dan tersenyum manis untuk mengalihkan perhatian ibunya supaya tidak marah.
Khaffa tidak menyangka,ibunya datang tiba-tiba mengunjunginya sepagi ini,tanpa memberitahu dulu akan datang kesana.Rena biasanya akan mengunjungi Khaffa jika ada sesuatu yang penting yang harus disampaikannya.
Mereka memang jarang bertemu dan berinteraksi secara langsung,karena tidak tinggal bersama.Selama ini hanya berkomunikasi melalui ponsel untuk saling bertanya kabar masing-masing.
Tetapi Khaffa membiarkan ibunya bebas keluar masuk kedalam apartemennya karena sudah mengetahui nomor sandi pintu apartemennya,sehingga Rena bisa datang kapan saja sesuai keinginannya.Rena selalu datang untuk memantau situasi dan kondisi Khaffa diapartemennya.
Anayra tersentak kaget dan jantungnya seakan terlonjak keluar,melihat kedatangan seorang wanita cantik berusia paruh baya.Tetapi lebih terkejut lagi saat Khaffa memanggilnya dengan sebutan 'Mami'.Anayra bisa menduga jika wanita itu ibunya Khaffa.Seketika rasa malunya tidak bisa disembunyikan lagi sampai tertunduk,merasa ceroboh dan gegabah.
Rena tercengang ditempatnya,pagi-pagi dikejutkan dengan memergoki Khaffa dan Anayra ada didalam satu tempat yang sama.Terperangah saat melihat penampilan mereka yang acak-acakan dan baru bangun tidur.Rena mengira Khaffa dan gadis yang tidak dikenalnya,serta baru pertama kali dilihatnya itu melakukan sesuatu yang tidak pantas,padahal mereka belum terikat tali pernikahan.
"Abang,jawab pertanyaan Mami!,siapa dia?.Apa yang kalian lakukan berdua disini sepagi ini,hah?.".Rena dengan penuh amarah menghampiri keduanya dan berdiri diantara mereka.
Hari ini Rena sengaja datang pagi-pagi.lngin memastikan sesuatu yang membuatnya merasa aneh dengan sikap Khaffa.Oleh sebab itu datang ke apartemen putranya untuk menjawab rasa curiganya.Tetapi,malah dibuat terkejut saat melihat pemandangan didepannya.
"Di-dia ke-kekasih Abang Mi!.".Khaffa menjawabnya dengan gugup dan menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal.
Hanya kata itu yang terlintas dipikirannya karena bingung harus menjawab apa.Anayra sudah pasti terkejut mendengar pengakuan Khaffa,refleks menatapnya penuh arti seakan meminta penjelasan dan seolah bertanya,'Kenapa harus berbohong dan mengakui ku kekasihmu?'.
Anayra hendak bicara untuk memprotesnya,tetapi spontan Khaffa memberi isyarat dengan kedipan matanya.Namun sialnya Anayra tidak paham maksudnya.
"Bu-bukan Bu,aku bu-...Mmph.".Khaffa cepat-cepat membungkam mulut Anayra sebelum menyelesaikan kalimatnya.
"Sayang,kenapa harus malu?.Katakan saja yang sebenarnya kalau kita memang pacaran!.".Khaffa menganggukkan kepalanya pelan supaya Anayra menuruti dan mengiyakan ucapannya.
Tak ayal membuat Anayra terhenyak,matanya melotot mendengar kata panggilan Khaffa padanya.
"Diamlah!,ikuti saja kata-kataku kalau kamu mau selamat,paham!.".Bisik Khaffa ditelinga Anayra pelan.
Khaffa melepaskan tangannya setelah diangguki Anayra tanda mengerti.
Rena menjadi pusing dan bingung melihat keduanya."Kalian duduklah!.".Dengan tegasnya."Kepalaku pusing melihat kalian seperti itu.".
Keduanya duduk disofa berbeda mengikuti perintah Rena.Anggunnya Rena duduk saling berseberangan dengan Anayra,dan Khaffa duduk menyamping diantara mereka.
Rena mengerutkan keningnya saat melihat sikap Khaffa dan Anayra yang kelihatan kaku dan tegang.Tampak gelisah seperti duduk diruang ujian,dan cemas untuk menerima kelulusan."Nak,siapa namamu?.".Mulai menanyai dan menginterogasi Anayra.
"Anayra.".Anayra mendongak menatap Rena yang tadinya tertunduk malu.
"Apa benar kamu kekasihnya?.".Rena tak percaya begitu saja,dan memastikan jika mereka benar-benar dekat saat ini.
"Bbenar!.".Anayra terpaksa berbohong saat Khaffa menatapnya dengan tajam.
"Dari mana asalmu?.".Rena menyelidiki asal usul Anayra.
"Dari Bandung,tapi sudah cukup lama menetap disini.".Anayra mengungkapkan jati dirinya.
"Dimana kamu tinggal sekarang?.Bersama kerabat dekat mu?.".Rena penasaran dan ingin tahu tempat tinggal Anayra.
"Tidak!,aku tinggal dirumah kontrakan selama bekerja dibutik.".Anayra mengatakan apa adanya tanpa berniat menutupi identitasnya.
Khaffa tercengang mendengar pengakuan Anayra,selama ini baru tak pernah tahu jika Anayra perantau disini.Ternyata banyak hal yang tidak diketahuinya tentang Anayra.
Rena tersentak,ternyata Anayra berasal dari kota yang sama dengannya.Namun Rena sudah lama tinggal di Jakarta setelah menikah dengan Andika.
Rena bersikap tenang dan fokus kembali pada topik pembicaraan mereka."Ouh,kamu merantau disini rupanya.Bagaimana ceritanya kalian bisa bertemu dan saling mengenal lalu pacaran?.".Cecar Rena dengan nada menyelidik.
Mendengar pertanyaan itu,Anayra kelabakan dan bingung.Tidak tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
"Mi,biar Abang yang jelaskan!.".Khaffa spontan menjawabnya saat melihat Anayra tampak kebingungan untuk menjawab.
Rena memberi kode dengan mengangkat telapak tangan kanannya supaya Khaffa tetap diam.Khaffa pun terdiam dan tak berani bersuara lagi.
Sebelum menjawab,Anayra menarik nafasnya dulu dan menghempaskannya perlahan."Kami bertemu diMall,pemilik butik membuka cabangnya disana,dan aku ditugaskan di sana.".
Anayra tidak secara gamblang menjelaskan awal pertemuan pertama mereka,karena merasa tidak perlu untuk menceritakan itu.
Khaffa menghela nafas panjang,merasa lega sebab Anayra menjawabnya dengan lancar.Hal ini benar-benar membuat jantung Khaffa berdebar-debar kencang dan gerah,hingga meneteskan air keringatnya karena grogi dan gugup.
"Lalu sejak kapan kalian dekat?.".Dengan raut wajah penasaran.
Membuat Khaffa dan Anayra sontak tercengang dan ternganga mendengar pertanyaan Rena,keduanya refleks saling berpandangan.Anayra dan Khaffa bingung menjawabnya,jika menjawab secara bersamaan pasti jawaban mereka akan berbeda,itu akan membuat Rena semakin menaruh rasa curiga nantinya.
"Beberapa hari yang lalu Mi,tapi kami sudah saling mengenal sebelumnya.".Khaffa spontan dengan mimik muka serius dan yakin.
"Apa benar begitu?.".Rena menarik satu alisnya keatas,memastikan jika Khaffa tak berbohong.
"Benar Bu.".Anayra mengangguk mengiyakan.
"Ok!.Mami percaya kalau dia kekasihmu Abang.Mami baru kali ini melihatmu membawa masuk seorang gadis kedalam apartemenmu.Apalagi kalian tinggal bersama didalam satu atap tanpa Mami tau.".Rena melunak dan mempercayainya.
Dengan cepat Anayra mengklarifikasi dan mengoreksi ucapan Rena,sebab tidak mau Rena salah paham."Maaf!.Ibu salah paham,kami tidak tinggal bersama.Aku kemarin sore kemari sepulang bekerja atas permintaan Pak Khaffa,memasakkan makanan untuknya....".
Rena mengernyit heran mendengar Anayra memanggil Khaffa dengan sebutan 'Pak'.Khaffa menahan nafasnya saat itu juga,kesalahan sedikit saja bisa membuat ibunya curiga.
Anayra menyadari itu dan langsung meralatnya."Ehhh maksud ku,mas Khaffa.Tapi karena kelelahan,aku ketiduran disini.Tapi aku pastikan,kami tidak melakukan hal-hal yang diluar batas..Ibu harus percaya,kami tidak mungkin membohongi ibu.".Anayra dengan raut wajah serius,meyakinkan Rena.
Anayra menjelaskan kebenarannya sesuai dengan kenyataannya,tidak mau jika ibunya Khaffa berprasangka buruk padanya.
Khaffa mengulum senyumnya saat Anayra memanggilnya dengan sebutan 'mas'.Merasa aneh tetapi senang juga.
Rena memahaminya dan manggut-manggut saja."Baiklah!,jika memang benar begitu.Tapi tetap saja tidak baik tidur bersama dalam satu atap tanpa ikatan pernikahan.Meskipun terpisah tempat dan bukan dikamar,meskipun tidak sengaja melakukannya dan tidak melakukan apapun.".Memberikan pengertian pada Khaffa dan Anayra."Jangan mengulanginya,apalagi kalian sedang dekat sekarang ini!.".Dengan tegas.
"Abang mengerti Mi!.Maaf!,ini kesalahan Abang karena memaksanya kemari dan memintanya memasak untuk Abang.".Khaffa paham dan menyadari bahwa yang dilakukannya itu salah.
"Pantas saja Abang meminta Mami untuk belanja bahan makanan kemarin,jadi ini alasannya?.".Rena membeberkan itu dengan polosnya."Mami kira,Abang mempekerjakan ART,karena itu Mami datang kemari untuk memastikan.".Kecewa karena dugaannya salah,tetapi bernafas lega karena Khaffa memiliki kekasih.
Khaffa menjadi paham alasan ibunya datang ke apartemennya,tetapi risih saat Rena mengungkapkan,Khaffa memintanya belanja.Anayra diam dan sesekali melirik Khaffa,mengulum senyumnya karena sempat menduga jika Khaffa yang belanja.
"Tapi sebenarnya Mami heran dan curiga,Abang tidak mau memiliki ART.Kalaupun mau,Abang pasti meminta Mami yang mencarinya.Secara,yang bersih-bersih disini saja Bi Diah,setiap 2 hari sekali.Itupun cuma bersih-bersih dan mengantar pakaian kotor ke laundry.Tidak sampai memasak.".Tanpa beban dan canggung,Rena mengungkapkan itu.
Anayra terhenyak mendengar penuturan Rena.Menggeleng tidak percaya jika Anayra gadis pertama yang menginjakkan kakinya di apartemen Khaffa,bahkan memasak dan menginap di sana.
"Itu benar!,kuharap Mami percaya dan tidak mencurigai kami!?.".Khaffa was-was dan takut jika ibunya akan mencurigainya dan tidak mempercayainya.
"Tentu saja Mami percaya,Mami tau Abang tidak mungkin melakukan sesuatu yang tercela,meskipun Abang lama menjomblo dan sudah dewasa pula.".Rena tak sadar jika ucapannya bagaikan sindiran untuk Khaffa.
Khaffa seperti dihantam palu saat ibunya membuka kartunya didepan gadis yang diakui sebagai kekasihnya itu.Tetapi bisa bernafas lega karena ibunya mempercayainya.
Anayra menahan tawanya saat mendengar kejujuran Rena tentang status jomblo Khaffa.
"Maaf!,boleh aku membersihkan diri dikamar mandi?.".Anayra meminta ijin dengan lembut dan sopan.
"Tentu saja,silahkan!.".Rena menjawab dengan lembut juga.
Bergegas Anayra beranjak dan berjalan menuju kamar mandi didekat pantry untuk membersihkan wajahnya."Huuuhhh...Kenapa aku bodoh dan ceroboh?.Aku terjebak disini,harus mengikuti permainannya,dan membohongi ibunya.".Anayra menyesalinya.
"Bagaimana kalau ibunya tau yang sebenarnya?.Teganya dia membohongi ibunya sendiri jika aku kekasihnya.".Anayra kesal dan menatap pantulan wajahnya dicermin wastafel.
Diruang tamu Rena dan Khaffa bercakap-cakap."Abang,kamu mencintainya?.".Rena menyelidiki dan mengamati mimik muka Khaffa.
__ADS_1
"Iiiya tentu Mi!.".Khaffa mengangguk untuk meyakinkan ibunya dan tersenyum terpaksa.
"Awas!,jangan pernah mengerjai anak gadis orang!.Jika itu terjadi dan berani melakukan itu,kamu akan Mami coret dari daftar kartu keluarga Alyandra.".Khaffa terhenyak mendengar ancaman ibunya.
"Tapi Mami rasa dia gadis yang baik,lembut dan sopan selain cantik.Dihhh,Abang pintar memilihnya.Sepertinya Mami menyukainya.".Rena berbinar-binar bahagia dan tersenyum senang.
Khaffa tertawa senang bisa mengambil hati ibunya."Benarkah?.".Diangguki Rena."Makasih Mami.".Khaffa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Merasa senang tetapi bingung juga.Jika ibunya tahu Anayra bukan kekasihnya,entah bagaimana tanggapan dan reaksi Rena.
Percakapan mereka terhenti saat Anayra datang menghampiri mereka.
"Sudah selesai?.".Rena bertanya dan memperhatikan Anayra.
"Sudah.".Anayra mengangguk dan tersenyum manis.
"Lihatlah!,wajah cantiknya semakin segar dan bercahaya!.Bagaimana menurut mu Abang?.".Rena memuji Anayra dan bertanya pada Khaffa.
"Kurasa benar!.Aku sependapat dengan Mami.Cantik sekali...".Khaffa menatap Anayra tanpa berkedip."Karena itu aku terus mena-...".Menghentikan ucapannya saat Rena memandanginya."Apa yang Mami lihat?.".Mengerutkan keningnya dan menatap Rena.
Rena menertawai nya"Hahaha...Kamu seperti pria yang baru jatuh cinta saja!.".Menggoda Khaffa dan menyikut lengannya."Anayra,sepertinya putraku sangat menyukai mu dan benar-benar jatuh cinta pada mu!.Kamu beruntung!,dia pria yang tidak mudah jatuh cinta.Teruslah disisinya!.".Rena mengacungi Anayra dengan jempolnya untuk memberikan semangat."Abang,jaga dia untuk Mami!.".Memohon dan penuh harap Khaffa bisa mempertahankan Anayra.
Khaffa tersenyum kikuk dan kehabisan kata-kata.
Anayra menjadi salah tingkah,tetapi acuh.Menggeleng pelan,tak ingin terbuai ke dalam pesona Khaffa dan terhasut ucapan Rena."Mma af!,bo leh aku pamit pulang?.".Ragu meminta ijin,tetapi memberanikan diri mengatakannya.
"Secepat itu?.".Diangguki Anayra,karena ingin segera pulang."Tidak!.Aku ingin lebih dekat mengenalmu,dan ingin menguji mu juga!.Kita sarapan bersama dulu,ok!?.Mami mau mencicipi masakanmu dulu,itu pun kalau kamu tidak keberatan memasaknya!?.".Rena mencegahnya.
Ada maksud terselubung dan tersembunyi untuk menguji kemampuannya.Inilah momen yang tepat dalam menilai seorang gadis untuk menjadi calon pendamping Khaffa.
Anayra merasa tertahan,tetapi pasrah dan mengalah.Tak berani menolak permintaan Rena."Te-tentu,ti dak keberatan sama sekali.".Terbata menjawabnya dan mengulas senyum terpaksa.
Padahal Anayra ingin secepatnya pergi dari sana.Lama berdiam diri di sana membuat Anayra merinding dan gemetaran karena gugup bercampur marah juga pada Khaffa.
Ya ampun!,aku semakin sulit bernafas.Tunggu saja,akan ku balas pria itu,karenanya aku terjebak disini ...Anayra menghela nafas berat dan menatap Khaffa dengan sengitnya.
"Baiklah,kita kedapur!.".Rena beranjak dan berjalan menuju pantry diikuti Anayra dibelakangnya.
Tanpa bergerak disofa,Khaffa menatap punggung keduanya dengan tatapan mata yang sulit diartikan.Tetapi senyum dibibirnya mengembang sempurna dan melengkung keatas.Hatinya merasa senang dan damai melihat kedekatan keduanya.
Pemandangan yang indah...Benarkah yang dikatakan Mami?.Aku jatuh cinta dan menyukainya?...Khaffa meraba isi hatinya,jika saat ini sudah tumbuh rasa itu atau tidak.
Disamping itu,Khaffa merasa kagum.Selain cantik,Anayra seperti aliran magnet yang bisa menarik perhatian ibunya dengan cepat dan mudah,padahal mereka baru pertama kali bertemu.
Saat melihat jam didinding,Khaffa tersadar."Waktuku akan terbuang percuma jika terus memikirkan dia.".Beranjak dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamarnya untuk bersiap diri ke kantor.
Rena dan Anayra mulai menyibukkan dirinya dimeja pantry.Tangan Anayra bergerak cepat saat Rena mengeluarkan bahan makanan dari dalam lemari pendingin.
"Mmm..."Rena berpikir akan memasak apa."Waktunya terbatas dan sudah lewat untuk sarapan.".Melirik jam ditangannya yang sudah lebih dari jam 8 pagi."Sebaiknya membuat nasi goreng dengan baso dan sawi.Bisa membuatnya?.".Rena menguji Anayra.
''Tentu,akan kubuatkan!.".Anayra menyanggupinya,itu sangat mudah untuknya.
Dengan cekatan dan lihai,Anayra mencuci dan memotong bahan masakan kemudian mengolahnya.Mengikuti permintaan Rena memasak menu makanan yang disebutkannya.
Rena terkesan,Anayra sangat lihai dan cekatan dalam memotong dan memasak,seperti sudah terbiasa melakukan itu.
Anayra melakukannya dengan baik secara berurutan dan bertahap prosesnya dalam mengolah bahan masakannya.Senyum Rena pun merekah karena Anayra berhasil menarik perhatiannya.
Ini baru calon menantu idaman ku.Sepertinya gadis ini cocok menjadi istri Abang...Rena memandangi Anayra.
Anayra tak terusik,tetap fokus pada kegiatannya.Tanpa merasa terganggu dengan kehadiran Rena disampingnya.Tak gugup sedikit pun karena pikirannya ingin cepat selesai dan bisa pulang.
__ADS_1
Konsentrasi!.Cepat selesaikan lalu pulang!.Tahan dulu kekesalan mu pada pria itu...
Anayra terus memasak tanpa rasa ragu dan bingung.Anayra sudah terbiasa memasak,karena kerap membantu ibunya didapur,dan belajar memasak dari ibunya.Namun Anayra lebih kreatif dan suka bereksperimen sendiri dalam mengolah masakan untuk menggali kemampuannya.