Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
78.Sekelumit Rasa Cinta.


__ADS_3

Khaffa memandangnya heran dan bingung karena sejak tadi Anayra mendiamkannya.Seperti ada yang mengganggu pikirannya sampai membuatnya tak nyaman dan kelihatan tak menikmati kebersamaan mereka dikursi pelaminan.


"Honey!,kenapa diam saja dari tadi!.Apa kamu marah,hemh?.".Bisik Khaffa ditelinga Anayra tapi dijawab tatapan maut oleh Anayra.


lya benar!,aku benar-benar marah sampai mau banget menjambak rambut mu...Dalam hatinya merutuk tanpa berbicara langsung.


Hatinya kesal,marah oleh tindakan dan ucapannya yang mengada-ada saja menjual nama baiknya.Bagaimana la menghadapi orang-orang kalau berita itu sudah tersebar luas.Tetapi Khaffa tak pusing dan tak hirau soal itu malah menjadi asyik saja menikmati perannya sekarang.


Gemas melihat bibir istrinya yang runcing dan matanya yang melotot sampai bulu mata lentiknya bersentuhan dengan alisnya.Khaffa mencubit hidung mancung Anayra sambil terkekeh geli tanpa perduli perasaan Anayra yang dipenuhi amarah.Sikap khaffa santai dan acuh saja karena hatinya luar biasa bahagianya.Anayra tak suka Khaffa menggodanya dan geleng-geleng kepala tak percaya,raut wajah Khaffa tak merasa bersalah dan berdosa atau menyesali.Tetapi la diam saja tanpa berkata apa-apa karena tak mau merusak momen penting ini dan karena menghormati nya juga keluarga besarnya.


"Selamat menempuh hidup baru semoga bahagia dan samawa until Jannah!.Tolong jaga dia baik-baik!,jangan sakiti lahir dan batinnya!.Kalau tak mau aku merebutnya kembali darimu!.Hahaha...".Ucap Lefrand berkelakar tiba-tiba datang menghampiri mereka dan menyalami sampai membuat Khaffa terkejut sekaligus marah oleh ucapannya.


Berkata seperti itu untuk menutupi rasa kehilangan dan sedihnya ditinggal menikah Anayra.Tetapi santai saja Anayra menanggapinya sambil tersenyum manis pada mantan terindahnya itu.


"Terima kasih mas!.Terima kasih juga untuk segala perhatian dan kebaikanmu selama ini!.".Ucap Anayra sambil berjabatan tangan dengannya.


Karena terbakar cemburu Khaffa langsung merangkul pinggang Anayra dan tidak suka Lefrand menyentuhnya terlalu lama.Sekarang Anayra adalah miliknya maka la yang berhak atasnya,menurutnya.


"Terima kasih sudah mau hadir di pernikahan kami!.Semoga kamu juga bisa bahagia dan segera menyusul kami!.".Ucap Khaffa seraya tersenyum sumringah memamerkan kebahagiaannya pada Lefrand.


Anayra berdecak sambil geleng-geleng kepala melihat sikap Khaffa tampak 'lebay' dan memanasinya.Terlihat jelas tak sukanya pada Lefrand dan menanggapnya seperti musuh.Tersentak kaget saat Khaffa mengecup pipinya sampai matanya membulat.Lama-lama jengah juga melihat kekonyolannya lalu menggedikkan bahunya sambil mendengus kesal.


Khaffa tersenyum bangga bisa melakukan hal itu didepan Lefrand dan menunjukkan jika la pemenangnya.Tetapi Lefrand berusaha tetap tenang demi Anayra walaupun hatinya terasa panas dan dongkol.Namum sebagai balasannya Lefrand menatapnya dengan tajam.Adu tatap mata pun tak terelakkan antara keduanya.Tetapi terhenti saat Alma dan Lulla datang menghampiri untuk menyalami dan mengucapkan selamat pada sepasang pengantin baru itu.Disusul keluarga besarnya dari kedua belah pihak sampai Lefrand terseret jauh dan pergi.


"Alhamdulillah Aa,cucu eyang si kasep akhirnya nikah juga!.Meuni geulis pisan nya cucu mantu eyang teh!.Ahhh,emang Aa mah pinter milih ya!?.".Ucap Oma Euis ibunda dari Rena sambil mengacungkan jempolnya.


Oma Euis memeluk erat cucu pertamanya penuh kasih sayang dan Anayra.Oma Euis pribumi asli dari Bandung.


"Makasih eyang!.Honey,ini eyangku dari Mami dan beliau tinggal dikota ini didaerah Arcamanik.".Ucap Khaffa memperkenalkan keduanya.


"Salam kenal eyang,aku Anayra!.".Ucap Anayra lalu mencium punggung tangannya.


"Sakinah mawadah warahmah ya!,awas Aa jangan digajrug teuing ya!.Pelan tapi pasti,biar lambat asal selamat!.Lurus aja jangan belok ya!.".Kelakar Oma Euis yang centil dan jenaka menggoda mereka lalu tertawa cekikikan.


Membuat Anayra gelagapan dan salah tingkah,malu sendiri mendengar celotehan Oma Euis dan langsung membayangkan adegan seperti difilm dewasa.Pipinya menjadi panas dan memerah lalu menggerakkan kepalanya untuk mengusir pikirannya yang kotor dan mesum.Meskipun terdengar lucu peribahasanya tapi mengerti ucapannya menjurus kemana sebab la sudah dewasa.Cengar-cengir saja Khaffa menanggapinya dan malah kelihatan senang hatinya disemangati dan didukung oleh Oma tercintanya itu yang masih kelihatan sehat meski usianya lebih dari 70 tahun.


Oma Euis segera kembali kekursinya bersama rombongan keluarga yang lain nya.saat antrian panjang.Dan Khaira sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Lefrand berinisiatif menghampirinya dikursi tamu sedang melamun dan duduk disampingnya sambil menyodorkan salad buah padanya sampai membuat Lefrand kaget.


"Makasih!.".Ucap Lefrand seraya tersenyum dan menatapnya penuh makna.


Dia lupa jika ada Khaira ditengah-tengah mereka dan melupakannya karena terlalu fokus pada pernikahan Anayra dan Khaffa.Sebab tadi Khaira duduk disudut depan dan Lefrand disudut paling belakang jadi tak bisa melihatnya.


"Apa kabar kak?.Maaf baru sempat menyapa!.".Ucap Khaira kikuk dan canggung.


Merasa malu saat ingat akan perilakunya yang bodoh dan konyol karena mengungkapkan perasaannya tiba-tiba saja pada Lefrand seminggu yang lalu.Khaira baru bertemu lagi dengannya saat pertama dan terakhir kali kunjungannya kekantor Lefrand.


"Baik!,ga masalah!.Kakakmu keliatan sangat bahagia ya!.Tapi aku senang melihatnya sepertinya dia sangat mencintai Anayra!.".Ucap Lefrand sambil memandangi Khaffa yang berseri-seri dan Anayra dipelaminan.


"Hemh,begitulah kurasa!.Kak,maaf ya waktu itu aku asal bicara jadi tolong lupakan soal itu dan anggap aja aku ga pernah mengatakannya dan menarik kata-kata ku kembali!.".Tutur Khaira membenarkan dan memohon melupakan atas apa yang pernah diucapkannya.


"Kenapa?,kamu menyesal sudah menyukaiku dan mencintaiku?.".


Terheran karena Khaira kelihatan menyesalinya dan sontak saja la kecewa padahal hatinya sudah senang.Mungkin sikap penolakannya terlalu berlebihan sampai membuat Khaira menyesalinya.Padahal Khaira mulai menyita perhatiannya namun saat ini pikiran Lefrand teralihkan pada Anayra saja.

__ADS_1


"Ahhh,bukan gitu!.Aku malu aja tiba-tiba nyatain perasaan ku dan ditolak sama kakak,heee...".Sanggah Khaira cepat,jujur dan polos saja mengatakannya.


Merasa malu seperti tak punya harga diri mengungkapkan perasaannya pada seorang pria lebih dulu dan naasnya ditolak.Khaira mengakui kalau la tak sebanding dengan Lefrand dan masih kekanak-kanakan sikapnya,tapi perasaannya pada Lefrand tak bisa dipungkiri lagi setelah banyak dibantu dan ditolongnya,juga peduli dan perhatian padanya.Membuat Khaira 'Baper' apalagi setelah la baru putus dari Satrya sehingga menganggap Lefrand sebagai obat penawar hatinya yang sedang galau dan patah hati.


Lefrand tersenyum mendengar kepolosan dan kejujuran Khaira.Perasaannya menjadi merasa bersalah dan menyesal padahal la tak sengaja menolak dan tak serius mengatakannya.


"Aku bukan menolakmu tapi menganggapmu seperti adik saja dan bukan berarti aku ga suka kamu!.".Kilah Lefrand mengoreksi ucapan Khaira yang gagal paham.


Sebenarnya ada alasannya dibalik sikapnya dan kata-katanya itu dan menyembunyikan kebenaran tentang perasaannya terhadap Khaira.Banyak hal yang dipikirkannya kalau la menerima Khaira dan tak mau munafik la pun suka padanya.Tetapi pasti akan kesulitan nantinya.


"Oh,gitu ya!.Jadi aku salah tafsir dan udah suudzon ya!?,hahaha...".Ucap Khaira sambil garuk-garuk kepala untuk menutupi rasa malunya karena sudah salah sangka dan salah paham.


Tetapi Khaira senang setidaknya Lefrand bukan tak menyukainya dan sudah tahu alasannya sebenarnya.Khaira pasrah dan menyerah,tak mau berharap lagi.Mulai berpikir positif mungkin belum ditakdirkan untuk bersamanya.


Tanpa terasa sambil berbincang-bincang sepiring kecil salad buah ditangan masing-masing habis tak tersisa dimakan mereka.Dikursi didekat pelaminan pengantin Rena memergoki mereka dan segera menghampiri keduanya.


"Ekhm...".


Khaira dan Lefrand menoleh dengan cepat saat terdengar suara deheman dan sontak keduanya terperanjat berdiri.


"Ma-mami kok disini bukannya menemani besan Mami?.".Ucap khaira gugup saat ibunya sudah berdiri didekatnya.


Setahunya tadi kedua orang tuanya berbincang-bincang dengan besannya.Khaira gugup sebab ketahuan ibunya mengobrol bersama seorang pria.Rena selalu mewanti-wanti kalau Khaira jangan asal bicara dengan pria yang tak dikenal.Tetapi Rena tak mengetahui kalau Khaira mengenalnya.


Namun bukan itu alasannya Rena menghampiri mereka,sebab la sangat mengenal Lefrand dan tak suka Khaira ada didekatnya.


"Kenapa?,kalian merasa keganggu oleh kedatangan Mami?.".Sangka Rena sambil melipat kedua tangannya.


"Bu-bukan gitu Mi!,Mami jangan melantur ngomongnya!?.Kami cuma ngobrol biasa kok,ga lebih!.".Sanggah Khaira cepat mengklarifikasi.


Khaira menenangkan ibunya yang seperti naik pitam melihatnya berduaan saja bersama Lefrand yang dikira tak dikenal ibunya itu.


"Heiii,anak muda!.Tolong jaga jarak dari Anayra mulai sekarang sebab dia menantuku dan istri anakku,Khaffa!.".Tegas Rena memproklamirkan status Anayra sekarang.


Khaira kelabakan oleh sikap dan ucapan ibunya yang tak ramah,dingin dan ketus.Tetapi terheran sebab ibunya mengenal Lefrand.


"Mami apaan sih,kok ketus gitu?.Ga usah diumumkan juga orang udah tau kali!.Lagian dari mana Mami kenal mas Lefrand?.".Tanya Khaira meminta penjelasan pada ibunya dengan wajah penasaran.


Lefrand diam saja tanpa berani berbicara sebab tak mau kurang ajar walaupun hatinya terluka dan telinganya terasa berdenging.Dan Khaira masih bingung oleh sikap ibunya.


"Ahhh,itu ga penting!.".Sahut Rena sambil mengibaskan tangannya.


"Dan kamu juga jangan dekati anak gadisku dan harus jauhi dia ngerti!?.".Sembari menunjuki wajah Lefrand.


Lefrand masih bergeming ditempatnya.Hatinya semakin hancur mendengar peringatan Rena disaat la tengah galau dan patah hati ditinggal menikah.Dan Khaira semakin bingung tak tahu harus berbuat apa.


"Ayo Khai' ikut Mami!.".Ajak Rena sambil menarik tangan Khaira menuju kerumunan sanak saudaranya.


Khaira menatapnya sejenak sebelum pergi dan Lefrand menghela nafasnya setelah mendapat omelan dari Rena sambil memandangi Khaira yang menjauh.Inilah yang la takutkan dan menjadi alasan penolakannya pada Khaira.Banyak dinding pemisah diantara mereka.


"Maaf Khaira!,aku ga bisa menerima mu sebab banyak dinding yang memisahkan kita!.Hubungan kita ga akan berjalan mulus!,ibumu dan kakakmu pasti akan menentang dan menghalangi jalan kita.".Gumam Lefrand dengan wajah sedih.


Dia mengakui jika Khaira mulai menarik perhatiannya walaupun belum ada cinta dihatinya sebab Anayra masih menempati posisi istimewa dihatinya.Namun sekarang benar-benar harus mundur dan menyerah sesuai janji yang pernah diucapkannya dulu.

__ADS_1


Flashback on.


Entah berapa lama Khaira ketiduran dimeja kerja Lefrand sampai belaian lembut dikepalanya tak terasa olehnya.Lefrand membelai rambutnya yang terurai dan menghalangi wajahnya sambil duduk dihadapannya.Segera menghentikan aktivitasnya saat Khaira mengerjap dan bangun.


Mata Khaira memicing menatap wajah Lefrand.


"Haiii pangeran tampan?.".Sapa Khaira dengan suara serak dan wajah berbinar.


"Haiii juga putri tidur yang cantik?.".Sahut Lefrand sambil mengulas senyum tipis.


"Apa aku masih bermimpi?,kenapa kita bisa ngobrol?.Tadi kamu cuekin aku waktu minta kamu membawaku menunggangi kuda putih milikmu?.".Ocehnya sambil menatap Lefrand tanpa berkedip.


Dalam mimpinya,Khaira melihat Lefrand yang menjadi pangeran tampannya sedang menunggangi kuda putih.Khaira mengejarnya sambil berteriak mau ikut bersamanya sebab terpesona oleh ketampanannya sampai jatuh cinta padanya.Tetapi Lefrand acuh saja dan terus memacu kudanya.


Terdengar lucu sampai membuat Lefrand tergelak."Hahaha...Kamu ngigau ya Khaira?.Heiii sadar ini aku Lefrand!.".Ucap Lefrand sambil menepuk-nepuk pipinya.


"Ga masalah siapapun kamu tapi yang jelas aku suka kamu dan perasaan ku ini nyata!.".Ucap Khaira polos dan lugu.


Meluncur saja kata itu keluar dari mulutnya.Membuat Lefrand garuk-garuk kepala karena bingung,apa benar yang dikatakannya atau masih berhalusinasi mengira la pangeran dalam mimpinya.


"Khaira kamu masih mimpi ya?.".Tanya Lefrand menyelidik.


Sembari menggedikkan bahunya,Khaira berkata."Entahlah!?.lni mimpi atau bukan tapi saat melihatmu hatiku terasa berbunga-bunga dan bahagia!.".Ucap Khaira sambil menatap Lefrand dengan sendu.


Ditengah kesadarannya Khaira berjalan menuju sofa dan duduk lalu meneguk minumannya yang masih tersisa didalam botol yang ada dimeja.Dengan wajah bingung Lefrand menyusul dan duduk disampingnya.


"Khaira,are you ok?.".Sambil memegang pundaknya.


Khawatir jikalau Khaira kerasukan atau linglung karena tiba-tiba bicara seperti itu.


"Hemhhh.".Sambil mengangguk mengiyakan.


"Kamu ingat dan sadar apa yang kamu ucapkan barusan?.".Tanya Lefrand memastikan.


"Yaaa!,aku sadar dan ingat!.Kak semisalnya aku menyukai kakak,apa kakak mau menerimaku?.Kurasa aku jatuh cinta sama kakak".Tanya Khaira dengan harap-harap cemas menunggu jawaban Lefrand.


Membuat Lefrand tersentak kaget.Tak tahu harus menjawab apa dan hanya bisa menatapnya dengan sendu.Pikirannya berputar-putar dan menerka-nerka sebab akibatnya jika menerima Khaira.


"Maaf Khaira,aku ga bisa!.".Jawab Lefrand lemah sambil tertunduk pasrah.


Jawaban yang tak diharapkan Khaira namun apalah daya jika Lefrand menolaknya.Khaira pasrah dan menerima saja walaupun hatinya terasa sakit.


"Baiklah!,aku sadar siapa aku dan aku ga sebanding dengan mu!.Aku akui bukan gadis yang layak untuk disukai dan dicintai oleh kakak!.Maafkan aku!.".Ucap Khaira lalu berdiri dan berjalan menuju pintu dan keluar dari ruangan Lefrand.


Lefrand menatapnya hingga menghilang.Hatinya menyuruh mengejarnya tapi otaknya mencegahnya dan hanya bisa membeku disofa.


Khaira pergi menjauh meninggalkan tempat itu dan menghentikan taksi yang lewat dijalan.Pergi membawa sekelumit rasa suka dan cinta yang begitu cepat masuk dan hinggap dihatinya sampai menembus jantungnya.Derai air mata pun mengalir karena ditolak cintanya oleh pria yang selalu ada untuknya saat la membutuhkan.


*Off.


Bertubi-tubi ucapan selamat dan do'a menyertai dari semuanya.Khaffa sangat senang bisa melewati itu semua dengan lancar dan tanpa hambatan walaupun harus diawali dengan drama demi menuruti egonya.Anayra melewati itu semua dan berakting mengikuti sikap Khaffa walaupun tangannya ingin sekali menjambak rambutnya dan mencakar wajahnya yang bening dan licin itu.


Waktu tak terasa bergulir dan berlalu sampai menjelang petang.Tamu yang hadir berangsur berkurang dan pulang setelah jamuan makan.Keluarga besar Khaffa pulang kekediaman Oma Euis yang menjadi base camp' tempat berkumpul untuk sekalian bersilaturahmi dengan sanak saudaranya.Lefrand dan Lulla kembali ke Jakarta karena mengejar waktu diperjalanan yang cukup panjang.Meninggalkan sebuah kado pernikahan yaitu sepasang jam tangan pria dan wanita dari merk ternama yang lumayan menguras kocek.Alma pulang kerumahnya untuk beristirahat dan keluarga Anayra sedang bersantai duduk disofa ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2