
☘️Assalamu alaikum wr wb...
Semangat terus dan semoga sehat selalu semuanya...Aamiin yaaa robbaal alaamiin.
Cinta CEO untuk Gadis dari episode pertama sudah melalui tahap revisi.Jika berkenan bisa membacanya ulang dari awal lagi.
Ada penambahan dialog dan monolog,supaya lebih enak dibacanya dan menghibur.
Banyak pertimbangan dan pemikiran selama ini.Maaf jika banyak perubahan dan perbaikan dalam alur ceritanya.
Bagi pembaca setia Anayra dan Khaffa,terima kasih untuk waktu luangnya dan tanda jejak like nya.Semoga bersedia mengikuti ceritanya sampai 'Happy Ending'...
Mohon dukungannya dan terus semangati penulis yang otaknya agak geser dan kurang se ons ini yaaa...🥰
Salam cinta dan sayang dari author dan Cinta CEO untuk Gadis Butik...😘🤗
Terima kasih...Wassalamu Alaikum wr wb.
***
Setibanya di markas besar kepolisian.Andika dan Khaffa memohon dan membujuk aparat supaya Daniel dijinkan untuk menjenguk ibunya.Namun tak bisa demi menjalankan peraturan yang berlaku di sana.
Akhirnya,Andika dan Khaffa pulang dengan wajah kecewa karena nihil dan tak berhasil membawa Daniel kerumah sakit.Keduanya kembali lagi kerumah sakit setelah itu tanpa membuang waktu lagi.
Saat mendengar kabar ibunya masuk rumah sakit.Tak ayal membuat Daniel terpukul dan sangat sedih.Namun apalah daya jika tak bisa melihat kondisi sang ibu dan tak bisa ada disampingnya.
Setibanya didepan ruang perawatan Lenni.Andika dan Khaffa langsung menghampiri Al,Rena,Anayra dan Khaira saat mereka sedang duduk sambil berbincang-bincang.
"Mana Daniel?,kenapa kalian hanya berdua saja?.".Al celingukan mencari-cari Daniel.
"Maaf,kami tidak berhasil membawa Daniel kemari!.Mereka tidak mengijinkan dia keluar karena peraturan disana sangat ketat.".Sahut Andika dengan mimik muka muram.
Padahal sebelumnya sangat antusias dan optimis walaupun tak sepenuhnya yakin.Begitu juga dengan Khaffa dan Al jika permintaan mereka akan dikabulkan oleh pihak aparat.
Al diam seribu bahasa setelah mendengarnya.Apa mau dikata jika memang harus begitu kenyataannya.Disisi lain la ingin istrinya segera pulih tetapi disisi lain harus pasrah menerima dan menghormati peraturan yang berlaku di sana.Padahal Daniel satu-satunya yang bisa membuat Lenni kuat dalam melawan penyakitnya.Daniel ibarat obat penawar racun dan penyembuh bagi Lenni.
Semua terdiam dan berpikir mencari ide dikepalanya masing-masing.
"Bagaimana dengan Bunda nanti,jika bang Daniel masih gak ada disampingnya?.".Gumam Khaira.
"Benar!.Mbak Lenni pasti sedih dan mungkin akan semakin turun kondisinya,tapi kuharap tidak.".Timpal Rena.
"Kemungkinan terburuknya Lenni akan tiada.Mungkin aku harus siap dan kuat dalam menghadapinya jika sampai itu terjadi.".Lirih Al pasrah.
"Jangan pesimis begitu!.Umur tidak ada yang tau!.Soal itu rahasia yang diatas.Jangan berandai-andai dan jangan mengira-ngira yang belum tentu terjadi.Kita boleh pasrah dan berserah diri tapi jangan menyerah.Tetaplah berusaha dan berdoa.".Andika menguatkan hati Al.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?.".Rena menjadi bingung dan putus asa.
"Aku ada ide!.".Anayra tiba-tiba angkat bicara.
Kelima orang yang berdiri didekatnya langsung menoleh padanya.
"Alma sudah tau kalau Daniel di sel.Sebagai korban Daniel,tentunya Alma yang berperan besar untuk bisa membebaskannya walaupun aku yang mengirim Daniel kesana.Beberapa hari yang lalu polisi meminta penjelasan darinya soal perkara ini,dan Alma membuat surat keterangan persetujuan atas laporan pernyataan yang ku ajukan pada polisi untuk Daniel dipenjarakan.Kasusnya masih dalam proses tapi kemungkinan belum diajukan kepihak pengadilan karena menunggu Alma benar-benar pulih dan sehat!.".Ungkap Anayra menjelaskan.
"Benar!.Kurasa aku setuju dan sependapat dengan istriku!.Kita coba datangi Alma dan memohon padanya!.".Khaffa menimpali dengan antusiasnya.
"Baiklah!.Itu tidak ada salahnya untuk dicoba!.Ayo kita pergi sebelum semuanya ter-....".Andika terpotong ucapannya saat Al menyela.
"Tunggu!.Biar aku saja yang kesana!.Bagaimana pun Daniel anakku yang telah berbuat hal itu padanya.Sebagai ayahnya,aku harus ikut bertanggung jawab!.".Al dengan tegas.
"Baiklah!.Aku akan menemani!.".Andika ingin selalu ada disampingnya untuk memberikan semangat.
"Aku dan Anayra akan ikut.Setidaknya kami harus ada disana,karena kami yang melaporkan Daniel!.".Imbuh Khaffa.
"Baiklah,Mami dan Khaira tetaplah disini.Jaga mbak Lenni dan kabari kami jika terjadi sesuatu!.".Andika mengusulkan.
"Iyaaa!.".Rena dan Khaira menyetujui.
"Ayo cepat!.Jangan buang waktu lagi!.".Ajak Andika.
Dengan langkah panjang bergegas pergi meninggalkan rumah sakit menuju tempat Alma tinggal.Andika dengan Al satu mobil menggunakan mobil Andika.sedangkan Khaffa dan Anayra menggunakan mobil Khaffa.
"Honey,kamu yakin soal ini.Gak masalah kalau seandainya Daniel bebas?.".Khaffa disela mengemudinya ingin tahu isi hatinya.
__ADS_1
"Entahlah!.Tapi harusnya tanya Alma bukan aku.Dia yang jadi korban bukannya aku.".Elak Anayra.
"Benar!.Mungkin saja kamu masih benci dia!.".Khaffa menduga Anayra masih membenci Daniel.
''Bagiku yang terpenting saat ini adalah kesembuhan bunda Lenni!.Aku baik-baik saja,jangan cemaskan aku!.".Anayra memberinya senyuman manis untuk meyakinkan Khaffa.
"Terima kasih,aku sangat mencintaimu,istriku.".Khaffa menatapnya penuh cinta.
"Love you too,tuan suami!.".Anayra melayangkan ciuman diudara untuk Khaffa.
Khaffa tersenyum lebar melihatnya.Setelah menikah dengan Anayra,Khaffa merasakan kebahagiaan yang luar biasa.Anayra berusaha melakukan perannya sebagai istri yang baik.Selalu mendukung Khaffa dan mematuhinya.
Diapartemen Lefrand.Diruang tamu,Lefrand dan kedua orang tua Alma berbincang-bincang ditemani secangkir kopi dicangkir masing-masing yang disuguhkan lta dimeja.
"Mas Lefrand,kalau tidak salah dengar apartemen ini milik mas,benarkah itu?.".Ceppy yang tak lain ayah Alma ingin memastikan kabar yang didengarnya.
"Benar!.".Lefrand mengiyakan.
"Setelah kami tau,kami sempat berpikir jika mas mengijinkan Alma tinggal disini karena Anayra.Namun sekarang Anayra sudah menikah dan tinggal bersama suaminya,maka tidak ada lagi alasan untuk Alma tinggal disini lagi dan tanpa alasan yang jelas.".Ceppy berasumsi sendiri.
"Lalu bagaimana dengan nasib Alma sekarang?.Apa mas akan tinggal disini?,jika begitu,Alma akan kembali kerumah kontrakannya dulu?.Kalau boleh tau,berapa harga sewa disini?.".Ita sebagai ibu Alma sangat khawatir akan keadaan putrinya.
"Selama ini,tempat ini kosong cukup lumayan lama.Kupikir,lebih baik ditinggali Alma dan Anayra.Sementara waktu aku tinggal bersama orang tua ku.Mereka tinggal berdua dan hanya ditemani ART.Lagipula ayah dan ibu sudah tua dan aku belum berumah tangga.Maka lebih baik bersama mereka dulu sebelum menikah,sampai aku menemukan wanita yang tepat untuk dijadikan istriku.Mungkin setelah itu baru aku akan menetap disini!.Jadi bapak dan ibu tidak usah risau dan sungkan lagi.Biar Alma disini dulu sampai hari itu tiba.".Ungkap Lefrand berbesar hati.
Ita terenyuh mendengarnya."Kenapa Anayra harus melepaskan pria sebaik dirimu nak?.Apa kurangnya dirimu?.Tampan,baik dan mapan.".lta beranggapan seperti itu dan menelisik penampilannya.
Walaupun sedikitnya tahu pengkhianatan Lefrand pada Anayra,namun selama ini lta mengenal baik sosoknya.Lagipula saat itu Lefrand tak sadar dan tak melebihi batasannya.Kabar itu memang bukan rahasia lagi diantara orang-orang terdekat Anayra.
Saat masih bersama dulu,Anayra selalu bolak-balik Bandung-Jakarta ditemani Lefrand.Kedekatan Alma dengan Anayra secara otomatis membuat Lefrand dan Alma serta orang tuanya menjadi cukup dekat.Bahkan Lefrand selalu menyempatkan diri bertandang ke rumah Alma.
Tak ada yang menyangka jika Anayra dan Lefrand akan putus.Keduanya dikenal pasangan yang serasi dan 'good looking',cantik dan tampan.Selain itu juga keduanya sangat romantis dan tampak saling mencintai.
"Tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada yang tidak cacat Bu!.Baik dimata orang lain tapi belum tentu baginya.Sebaik dan sebesar apapun rasa cinta dan sayang ku padanya,tapi jika tidak berjodoh apa mau dikata.Pasrah saja menerima takdirku!.".Lefrand merendah dan berlapang dada menerima kenyataan yang ada.
Meskipun dalam hatinya pernah terbersit rasa penyesalan yang mendalam,namun hal itu bisa dilaluinya sekarang setelah kehadiran Khaira dan melabuhkan cintanya padanya.
"Itu benar!,jodoh rahasia illahi.Ikhlas dan berlapang dada solusi terbaik supaya cepat move on,hehehe...".Ceppy ingin mencairkan suasana hati Lefrand yang murung dan sedih.
"Itu aku setuju!.Ibu yakin,mas bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.".lta berpikir seperti itu.
"Oiya,terima kasih untuk perhatian dan kebaikan mu pada putriku.".lta sangat senang dan bersyukur karena Lefrand memberikan perhatian untuk Alma tanpa pandang bulu.
"Sama-sama,jangan sungkan lagi!.Alma temanku,sudah seharusnya membantu.".Lefrand mengikuti nalurinya untuk membantu Alma.
"Baiklah!.Dipikir-pikir,kita sudah cukup lama kenal,tapi baru kali ini bisa leluasa mengobrol bersama.Semakin dekat semakin tau sifatnya,semakin kenal,semakin tambah sayang.".Ita senang bisa lebih dekat dan akrab lagi dengan Lefrand.
"Maaf mas!,ibu berkata begitu karena kami tidak memiliki anak laki-laki.".Timpal Ceppy mengungkapkan perasaannya yang berharap bisa memiliki anak laki-laki juga.
"Tidak masalah Pak!.Alma juga sudah kuanggap seperti adikku sendiri!.Aku tidak punya adik dan hanya memiliki seorang kakak.".Lefrand menetralkan suasana yang mulai canggung.
"Terima kasih!.Kami memang hanya memiliki Alma,gadis yang irit bicara dan pendiam.Tapi itu kalau dirumah saja,tidak saat diluar.Dia seperti siput,diam-diam menghanyutkan.Beda dengan ibunya,jago kandang!.".Ceppy secara halus menyindir istrinya.
''Hallahhh,diledek tapi diembat juga!.Kalau sudah tau,kenapa dulu mengejar ku sampai segitunya?.Menikung pacarku dan buru-buru mengajakku nonton layar tancap,sebelum pacarku tiba dirumah.".lta mengungkapkan sedikit masa lalunya saat teringat tingkah konyol Ceppy.
"Hahaha...Waktu itu mungkin aku kena peletmu!.Tidak sadar dan kerasukan jin genit!.".Ceppy menanggapi dengan candaan.
"Terserah,jika pikir mu aku seperti itu.".lta dengan ketusnya membuang mukanya kesamping."Aku menyesal,telah menerima cinta mu.Kenapa aku tidak menikah saja dengan si Irvan?.Aku menyesal sudah menolak lamaran nya.Sepertinya aku tidak waras saat itu.".Meruncingkan bibirnya karena kesal.
Ita menahan tawanya melihat istrinya merutuk.Dalam duduknya Lefrand terkekeh-kekeh mendengar interaksi keduanya.
"Apa Alma sudah tidur?.".Lefrand menghangatkan suasana yang terasa tegang.
"Sepertinya iya!.Dia bertemu bantal seperti kerbau.Matanya seperti dilem,susah untuk dibangunkan lagi.".lta sekenanya menjawab.
Tetapi tak ditanggapi serius oleh Lefrand,malah tersenyum tipis."Kalau tidak keberatan boleh aku bertanya?.".Lefrand sangat penasaran dengan yang terjadi pada Alma.
"Silahkan!.".lta.
"Ini mungkin sifatnya pribadi,tapi aku penasaran!.Apa pria bernama Daniel yang telah melecehkan Alma?.".Lefrand menanyakan hal yang membuatnya penasaran selama ini.
Tak ada yang berani mengungkapkan tentang sosok pria yang telah menodai kesucian Alma.Baik Anayra maupun Khaira yang dikenalnya dekat dengannya.Sempat ingin menanyakan soal itu namun urung karena ragu dan takut menyinggung.Bahkan saat ada kesempatan bertanya pada Anayra malah berkelit.
"Benar!.Tapi kami baru tau jika dia anak dari Al Devandra,yang membayar biaya perawatan Alma.Namun kami tau,jika Daniel sepupu Khaffa.".Ungkap Ceppy.
__ADS_1
"Kami tidak mau tau soal latar belakangnya.Saat mendengar namanya saja sudah membuat hati kami terbakar,walaupun keluarganya tidak tau menahu soal itu dan tidak salah!.".lta menimpali.
"Aku paham.Kurasa Anayra dan Khaffa sengaja merahasiakan identitas keluarganya untuk kebaikan Alma dan kalian.".Lefrand beranggapan seperti itu.
"Yaaa,mungkin begitu!.Kami pun berpikir demikian dan tidak menyalahkan mereka.Itu dilakukan atas dasar perhatian mereka pada Alma dan kami.Walaupun pada awalnya Anayra yang menjadi sumber penyebabnya.Tapi kami anggap ini adalah takdir Alma.".Tutur Ceppy mengungkapkan kebenaran yang belum diketahui Lefrand.
Bersamaan dengan itu,Lefrand tengah menyeruput kopinya dan hampir menyemburkannya,namun langsung diteguknya cepat.
"Apa maksud bapak jika Anayra penyebabnya?.".Lefrand tercengang dan menautkan kedua alisnya.
"Awal mulanya Daniel jatuh cinta pada Anayra dan mengejarnya.Tapi setelah tau Khaffa menikahinya lebih dulu,dia marah dan melampiaskan amarahnya pada Alma.Pada akhirnya,Alma yang harus terkena imbasnya!.".Ceppy menceritakan kebenaran yang tersembunyi dibalik kisah pilu putrinya.
Benarkah itu?.Lagi-lagi Anayra yang menjadi rebutan.Selain aku dan Khaffa ternyata ada Daniel.Bagaimana bisa aku baru tau soal ini?.Payah...Pikir Lefrand merenungi hal yang tak diketahuinya sama sekali.
Lefrand memang belum tahu jika Daniel salah satu pria yang diam-diam mengidolakan Anayra dan menjadi saingannya,setahunya hanya Khaffa saja.
Lefrand yang mencerna kata-kata Ceppy masih dalam kebingungan."Maaf,aku masih tidak paham!.Tapi,setauku Alma tidak pernah menyinggung nama Daniel.Aku bahkan baru pertama kali mendengar namanya dan tidak pernah bertemu dengannya.Bukankah Riccy yang menjadi kekasih Alma?.Sejak kapan mereka dekat?,dimana dia bertemu Daniel.".Dengan penuh selidik.
"Ceritanya panjang.Begini ceritanya yang kami tau dari Alma!.".Dengan detail lta menjelaskan awal mulanya pertemuan Daniel dan Alma sampai berakhirnya Alma diranjang rumah sakit.
Serius dan seksama Lefrand mendengarkan kejadian itu dari awal sampai akhir.
Benar-benar biadab!.Dia tidak layak disebut manusia.Walaupun aku bersyukur Anayra selamat dari hal itu,tapi tetap saja Alma yang menjadi korban ke brengsekannya...Pikir Lefrand Dengan geramnya.
"Penjelasan ibu cukup ku mengerti!.Pantas saja Anayra dan Khaira menyembunyikan identitasnya dariku.Aku paham sekarang,kenapa Alma berbuat senekad itu.".Lefrand menyimpulkan sendiri sikap Anayra dan Khaira yang seakan menutupi semuanya,terutama tentang Daniel.
"Iyaaa...Itu yang ku sesali.Sebagai ayahnya,aku tidak becus mengurus dan menjaga putriku satu-satunya.".Ceppy dengan penuh rasa sesal.
"Aku yang lebih menyesal lagi.Kerap kali memaksa Alma untuk segera menikah.Bahkan aku terus jadi Mak comblangnya!.Mungkin ini hukuman untukku yang berlumur dosa.".lta sadar akan kesalahannya.
"Kita berdua yang salah.Sudahlah,jangan menyalahkan diri lagi.Kita lupakan soal itu,semua terlanjur terjadi.Yang lalu biarlah berlalu,mari kita pikirkan yang terbaik untuk anak gadis kita sekarang kedepannya.".Ceppy tak mau merenungi terus masalah itu dan berkeluh kesah,hanya akan membuat perasaan dan pikirannya kotor.
"Baiklah.".lta menjawab dengan lemahnya.
"Pria itu pantas dihukum!.Ulah bejatnya tidak bisa dimaafkan.Biarkan saja pria itu mendekam di penjara!.".Lefrand mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Setelah tahu semua,Lefrand menjadi kesal dan geram pada Daniel.
"Biarkan pihak yang berwenang mengurus itu semua.Kita tunggu saja hasil akhir-...".Kata-kata Ceppy terpotong saat terdengar bel pintu berbunyi.
"Biar ku lihat.".lta berdiri dan berjalan menuju pintu.
Perlahan Ita membukanya kemudian tercengang melihat kedatangan tiga orang dikenalnya dan satu lagi asing dimatanya.Keempatnya berdiri didepan pintu apartemen dengan wajah panik.
"Assalamu alaikum,boleh kami masuk?.".Khaffa menyapa lta dengan ramah.
"Waalaikum salam.Ttentu saja,silahkan masuklah!.".Ita mempersilahkan masuk dan tersenyum ramah walaupun cukup terkejut.
Saat keempatnya masuk kedalam,Lefrand dan Ceppy langsung berdiri mematung.
"Maaf,kedatangan kami kemari mengejutkan kalian.Perkenalkan ini kakakku Al,ayah dari Daniel.".Andika memperkenalkan Al pada orang tua Alma dan Lefrand juga.
"Saya Ceppy,ayah Alma!.".Ceppy menyambutnya dengan baik dan ramah menjabat tangannya.
"Baik,silahkan duduk dulu!.".Ceppy mempersilahkan untuk duduk tanpa ragu dan tanpa rasa benci dihatinya,pada pria yang disebut ayah Daniel.
Sebelum duduk dihadapan Lefrand,Khaffa dan Lefrand saling berpandangan sejenak.Namun Khaffa tak heran bisa bertemu Lefrand disana,karena setahunya apartemen itu milik Lefrand.Walaupun baru pertama kali diinjaknya dan baru dilihatnya.Andika dan Al duduk saling berdampingan dengan Khaffa.Anayra masuk kedalam kamar Alma.
Sebelum mengutarakan niatnya,Al dan Andika menarik nafasnya sejenak.Sedangkan Khaffa dan Lefrand tertarik untuk mendengarkan saja.
"Langsung saja ke intinya.Bisakah aku bertemu dengan putri anda,maksudku Alma?.".Tanpa ba-bi-bu lagi Al memulai pembicaraan.
"Tentu!.Bu,panggilkan Alma!.".Ceppy pada istrinya.
Ita bergerak cepat melaksanakan perintah suaminya.Saat lta pergi,Al dan Andika berbincang-bincang lagi.Dikamar,sedari tadi Anayra terus mengguncang tubuh Alma supaya bangun.
"Almaaa,bangunlah!.Ini darurat!.".Setelah ketiga kalinya Anayra berseru,akhirnya Alma bangun juga.
"Emhhh,apa yang kamu lakukan disini?.Kenapa mengganggu tidur nyenyak ku?.Bukannya kamu dirumah sakit?.".Alma beringsrut duduk dan menguap lebar.
"Maka dari itu aku datang kemari!.Ini darurat,tentang-....".
"Alma keluar lah sekarang!.Ada tamu menunggu mu.".Ita tiba-tiba datang ke kamar dan memotong perkataan Anayra.
__ADS_1
"Baiklah.".Alma mengangguk.
Ditemani Anayra,Alma melangkah keluar menuju ruang tamu.lta sudah lebih dulu kesana.Alma duduk berdampingan dengan ibunya dan Anayra disofa setibanya disana.Al menatap lekat wajah Alma,ada segelintir rasa iba dan sedih melihatnya.Alma memandanginya dengan kening berkerut,tampak asing dimatanya dan tak kenal juga.Baru kali ini berjumpa dengan Al,begitu juga sebaliknya.