Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
70.Kemesraan Dua Sejoli.


__ADS_3

Tanpa berkutik dan tak merubah posisinya Khaffa bertanya.


"Honey,apa menurutmu aku serakah karena ga mau liat kamu bersama pria lain?.Apa aku egois karena cuma mau menikahimu saja?,dan apa aku durhaka karena ga mau menuruti kemauan Papi sama Mami?.".Dengan nada lirih sambil memejamkan matanya.


Mencurahkan seluruh isi hatinya dan uneg-unegnya yang mengganjal serta membuncah saat ini,karena pikirannya terasa bercabang-cabang sampai la tidak bisa fokus saat bekerja tadi.Kedatangan Daniel berhasil menyita pikirannya karena la takut jika dirinya akan merebut Anayra.Ditambah lagi la belum mengantongi restu ibunya dan malah akan menjodohkannya dengan gadis yang tidak dikenalnya dan tidak dicintainya.


Sang Maha Kuasa seolah sedang mempermainkannya dan menguji cintanya.Tapi hatinya terasa rapuh saat ini sampai tenaganya terasa lemah dan tidak tahu harus berbuat apa.


Tanpa disadari Khaffa,pertanyaannya begitu menusuk dan menyayat hati Anayra sampai membuatnya menitikkan air mata.Tidak mau diketahui oleh Khaffa,dengan cepat mengusap pipinya yang basah.Dia merasa tidak tega melihat keadaannya sekarang ini dan entah kenapa hatinya jadi sensitif sekali.


"Ga sama sekali!,dan itu cuma perasaanmu saja,calmiku!.Itu hal wajar yang pernah dirasakan semua orang kalo sedang galau!.Tapi janganlah menyalahkan diri sendiri sebab Allah maha tau apa yang terbaik untuk kita!.Dan yakinlah!,kalo semua akan indah pada waktunya!.".Jawab Anayra untuk menguatkan hatinya.


Khaffa masih bergeming dan tertegun saat mencerna kata-katanya.Secara perlahan Khaffa melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang Anayra lalu mendongak supaya bisa melihat wajahnya.Dengan kepala tertunduk,Anayra menatap mata Khaffa yang membuat hatinya meleleh.


"Kamu benar tapi aku takut kamu akan pergi meninggalkanku kalo kamu bertemu pria yang lebih baik dariku?.Apa kamu akan tetap disisiku atau akan pindah kelain hati?.".


Sampai membuat Anayra mengerutkan keningnya karena heran dan bingung apa maksudnya bertanya seperti itu.


"Kenapa aku harus pergi?,tentu saja aku akan tetap setia disisimu!.Kecuali kalo calmiku ga cinta aku lagi maka dengan senang hati aku akan melakukan itu!.".Jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya dan mencubit hidung Khaffa yang bangir.


Karena lucu dan gemas melihat bibirnya,refleks Khaffa meraih tangan Anayra yang usil itu lalu dikecupnya.Ternyata setiap Anayra didekatnya mampu menyihirnya menjadi pria yang romantis.Padahal sebelumnya dingin dan datar waktu masih bersama Verra dulu,mungkin karena usianya dulu tidak sematang sekarang dan pola pikirnya juga lebih dewasa saat ini.


"Dengarkan aku calmiku!?,bukankah kamu udah minta aku sama ayah dan ibuku!?.Makanya tepati janjimu dan aku tepati janjiku!.Ayo kita berjuang bersama sampai kita menuju pelaminan dan bahagia!.Mari kita menua bersama sampai akhir hayat kita!.".Tutur Anayra dengan tegas sambil membelai kepalanya.


"Benarkah?,kamu yakin mau bersamaku sampai maut memisahkan kita?.".Tanya Khaffa memastikan.


Karena antara percaya dan tidak percaya Khaffa mendengar itu dari mulut Anayra.Tapi dengan mantap dan penuh keyakinan Anayra mengangguk mengiyakan.Dan hati Khaffa seketika seperti bunga yang layu disiram air,senyumnya pun mulai merekah dibibirnya.Anayra ibarat angin segar karena mampu membuat wajahnya cerah dan hatinya sejuk.


"Bukankah baru kemarin menyemangati aku?,tapi kenapa sekarang jadi rapuh begini dan berbalik aku yang menyemangatimu,hemh?.Kok,jadi lembek gini kayak tape kelamaan difermentasi!.".Tanya Anayra dengan setengah bercanda meminta penjelasan sambil meraup kedua pipinya.


Darah Khaffa seketika berdesir dan bergelenyar saat menghirup aroma coklat yang menembus indera penciumannya.Terhipnotis oleh hembusan nafas Anayra yang menyapu wajahnya karena jarak mereka sangat dekat.Ditambah saat memandang bibirnya yang menggoda dan menggiurkan.


"Honey,kamu harus tanggung jawab!.".Ucap Khaffa bukannya menjawab pertanyaan Anayra.


Tidak mengerti ucapannya,Anayra mengangkat satu alisnya keatas.Dan disaat la lengah,secara spontan Khaffa menarik tengkuknya lalu mengecup bibirnya dan tak lama berubah menjadi lum*tan.Dia menghisap bibirnya yang terasa manis dan kenyal seolah sedang mengulum permen kenyal rasa coklat.

__ADS_1


Awalnya Anayra sempat kaget tapi sesaat kemudian terbuai dan menghayatinya lalu membalasnya sambil menutup mata dan memegang pundak Khaffa.Dalam seketika hatinya terasa terbang dan melayang di udara,hatinya pun terasa dihinggapi oleh kupu-kupu yang berterbangan kesana kemari.Dan spontan Khaffa memangku tubuh Anayra lalu di dudukannya diatas pangkuannya dengan bibir masih saling memagut dan membaut tanpa suara des*h*n dan lenguh*n.


Mereka saling m*lum*t dan menyesap dengan rasa hangat menjalar ditubuh masing-masing tanpa menghiraukan situasi,tanpa takut ada gangguan dan memergoki aktivitas mereka.Ruangan kantor CEO sunyi dan sepi sebab semua pegawai sedang istirahat termasuk Riccy.Dan Khaira memutuskan untuk tidak masuk kerja sebab mobilnya harus diderek kebengkel.Lagipula percuma saja kerja juga karena hari kelewat siang,menurutnya.


Tetapi semakin erat lagi pelukan tangan kanan Khaffa dipunggungnya,sampai membuat Anayra sadar dan ingat dengan pesan calon ayah mertuanya.Seketika dijambaknya rambut Khaffa dan menarik kepalanya kebelakang untuk menghentikannya sebelum cium*nnya semakin dalam dan liar.Apalagi saat tangan kirinya usil dan jahil berkelana di paha mulusnya yang menggunakan rok span.Ditambah lagi cium*nnya pindah keleher jenjangnya yang terekspos karena rambutnya digelung.


Tapi yang paling mengejutkannya waktu merasakan ada yang mengganjal diarea privatnya yang didudukinya,dan sontak la enyah dari pangkuannya sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena habis olahraga jantung.Belum lagi waktu la menahan nafasnya saat bercium*n tadi sehingga kurang pasokan udara.


Dan Khaffa menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghempasnya kasar untuk meredakan hasratnya.Dasinya dilonggarkan dan kancing atas kemeja warna biru langitnya dilepasnya karena suhu tubuhnya terasa panas dan keringatan.


"Ishhh...".Desis Anayra sambil melototinya karena kaget dan kesal oleh tingkah jahilnya


"Kenapa hon'?.".Tanya Khaffa pura-pura tapi la mengerti kenapa Anayra sampai terlonjak dan terperanjat berdiri.


"Jangan nakal dan jangan mesum sayang!,cukup sampai disini!,kalo kamu ga mau aku adukan sama Papi!.Lagian kita belum sah,jadi halalin aku dulu kalo mau lebih dari ini,ok!.".Bisik Anayra ditelinganya menggodanya sambil membungkuk sampai bulu kuduk Khaffa berdiri.


"I love you,honey!.Silahkan adukan aku ga takut sama Papi yang aku takutin kecoa sama cicak nemplok dibajuku!.".Bisik Khaffa balas menggodanya.


Bibir Anayra maju kedepan sambil melotot karena kesal saat berdiri tegak.Disentilnya kening Khaffa sampai meringis kesakitan untuk melampiaskan kekesalannya.


Kepala Anayra geleng-geleng."Ga boleh!,nanti diabetes!.Kalo di coba lagi nanti abis manisnya dan jadi pahit rasanya kayak pare dan kayak obat anti modus!.".Kelakar Anayra santai menanggapinya sambil melipat tangannya.


Dia tidak marah karena bagaimanapun usianya sudah dewasa dan bukan ABG lagi.Dia sadari dan tidak dipungkiri jika tergugah hasratnya karena la wanita normal.Apalagi saat didekat pria seperti Khaffa yang super duper keren.Dan Khaffa karena terlalu lama menjomblo dan merindukan belaian kasih sayang seorang wanita dan juga sudah lama tidak menyentuh wanita,sontak la terbakar hasratnya apalagi didekat gadis yang dicintainya.Dan lagipula karena usianya juga sudah cukup matang jadi wajar saja melakukan itu,menurutnya.


"Hahaha...".Serentak tertawa bersama merasa geli oleh kekonyolan dan lelucon mereka.


"Oiya honey,apa kamu udah tau jawaban dari pe'er mu?.".Tanya Khaffa mengingatkan Anayra pada teka-tekinya.


"Ga tau pak guru!.Otakku lagi lemot dan loading!.".Jawab Anayra sambil menggedikkan bahunya.


"Kalo coklat melelehnya dimulutku dan kalo kamu melelehnya dihatiku!.".Ucap Khaffa sambil menunjuk dadanya sendiri sambil terkekeh geli oleh guyonannya sendiri.


"Ishhh,gombal!.Maaf ga ada receh!,adanya ribuan dan ratusan!.".Seloroh Anayra sambil mencebikkan bibirnya dan dibalas gelak tawa oleh Khaffa.


Ternyata tak mempan membuat Anayra klepek-klepek sebab la tidak suka gombalan receh seperti itu dan lebih suka waktu masih bersama Lefrand dulu,bernyanyi sambil memetik gitar.Seketika la mematung dan teringat padanya sebab beberapa hari ini belum bertemu dengannya.

__ADS_1


Kemana dia,kok ga muncul?.Terakhir kali ketemu diapartemen waktu aku pulang dari rumah sakit...Anayra bertanya dalam hatinya.


Masih teringat jelas percakapan mereka sewaktu diapartemen Lefrand.Saling bersenda gurau bersama keluarganya,sahabat,rekan kerja serta majikannya dan putri majikannya.Perhatian Lefrand masih terasa membekas dihatinya dan meskipun dirinya bagian dari masa lalunya tapi darinya lah la bisa mengenal arti cinta dan kasih sayang yang tulus.Apalagi hubungan mereka yang terjalin bukan sebulan atau dua bulan tapi hampir setahun lamanya dan malah hampir tunangan.


Untuk melupakannya semua kebaikan dan perhatiannya ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangannya.Apalagi Lefrand sudah berhasil mencuri ciuman pertamanya dan dari dialah la mulai belajar mengenal itu.


Khaffa memegang tangan Anayra saat melihat dirinya tengah merenung dan seketika lamunan Anayra buyar.


"Kenapa diam?,apa yang kamu pikirkan?.Apa kamu sakit,honey?.".Tanya Khaffa sambil berdiri dan memegang pundaknya seraya menatapnya dengan lekat.


Dan bukannya menjawab,Anayra malah melengos pergi dan duduk disofa.Karena khawatir dan penasaran,Khaffa menyusulnya dan duduk disampingnya.


"Jujur honey!,cepat katakan kenapa?.".Tanya Khaffa menyelidik dengan raut wajah penasaran.


"Aku rasa aku yang serakah dan egois sebab belum sepenuhnya bisa lupain dia!,disaat aku sudah mencintaimu!.Maafkan aku!.".Jawab Anayra dengan wajah memelas dan menatapnya dengan sayu karena takut Khaffa marah.


Gigi Khaffa bergemeletuk dibalik bibirnya yang terkunci rapat dan tangan kanannya mengepal yang ada diatas pahanya karena hatinya terasa panas.Tidak mungkin la tidak marah dan pasti akan terbakar api cemburu karena baru saja mereka bermesraan tapi tiba-tiba dikejutkan oleh pengakuan Anayra yang konyol dan tak masuk akal menurutnya.


"Seiring berjalannya waktu kamu pasti bisa lupain dia!,sebab dia pernah jadi bagian dari hidupmu!.Tapi kumohon cobalah untuk segera ngusir dia dari hati dan pikiranmu,sebab aku ga mau diduakan dan jadi pelarianmu saja!.Ingatlah!,aku akan langsung menikahimu dengan restu atau tanpa restu dari Mami!,tanpa mengulur dan menunda waktu lagi!.Kapanpun,dimanapun dan dalam kondisi apapun!.Kamu ngerti honey?.".Tutur Khaffa sambil berusaha menahan hawa amarahnya.


Meskipun hatinya terasa panas tapi berusaha tetap tenang karena la tidak mau bersikap kasar pada belahan jiwanya saat ini.Jika la menyakitinya maka separuh nafasnya akan hilang.


"Makasih mau mengerti aku!.Akan kucoba!,tapi kuminta jangan benci dia dan jangan marah padanya karena aku yang salah disini!.".Pinta Anayra sambil menggenggam tangan Khaffa.


Anayra tersenyum bangga karena terharu dan tersentuh oleh sikap bijaksananya.


"Ok!,tapi dengan syarat,jaga jarak darinya dan jangan pernah berani duduk berdua bersamanya!,kalo kamu ga mau liat aku murka dan kasar padanya!.Aku ga akan pernah menyakitimu tapi dia yang akan kusakiti!,paham!?.".Ucap Khaffa dengan urat leher yang menegang dan tatapan matanya yang tajam.


Seketika tubuh Anayra bergidik ngeri mendengar syaratnya yang seperti ancaman itu.Tapi la bisa memahami dan memakluminya karena jika diposisinya pasti akan melakukan hal yang sama.Dan alasan Khaffa seperti itu karena rasa cinta dihatinya begitu besar dan dalam padanya sehingga menggelapkan hati dan pikirannya.


"Baiklah,aku paham!.".Jawab Anayra pasrah tapi Khaffa tersenyum menang dan bangga dengan persetujuan Anayra.


Sikap Khaffa mulai posesif padanya tapi anehnya Anayra merasa tenang saja dan tidak merasa terancam malah la merasa dilindungi olehnya.Anayra bernafas lega setidaknya Khaffa benar-benar mencintainya dan tidak mau kehilangannya.Dan karena posisi Anayra sangat penting dihati Khaffa.Oleh sebab itu la mengajukan syarat yang tidak merugikannya tapi merugikan orang lain yang tak lain adalah Lefrand,rival sejatinya.


"Honey,ayo kita makan siang!,waktu istirahat 30 menit lagi!.Kamu pasti lapar kan!?.".Ajaknya saat melihat jam didinding ruangannya sambil mengelus pipi Anayra dengan punggung tangannya.Dan Anayra mengangguk setuju.

__ADS_1


Khaffa membuka kotak makanan dan minuman yang sudah tersedia dimeja.Makanan yang sengaja dipesannya ke fast food yang menyediakan pelayanan delivery order yang ada diarea food court Mall sebelum waktu istirahat tiba.Makanan dari hok*-hok* Bent* menjadi menu makan siangnya hari ini bersama Anayra.Tanpa ragu lagi mereka makan dan saling menyuapi sambil bersenda gurau bersama.


__ADS_2