
Setelah melewati detik-detik menegangkan dan mendebarkan itu.Bincang-bincang serius tadi diakhiri obrolan ringan Khaffa dan Ridwan sembari minum teh manis hangatnya.
Sementara Anayra dan Hani kedapur menyiapkan makanan yang dibawa Khaffa untuk dipindahkan ke piring dan diletakkan diatas nampan disamping piring berisi risoles dan puding.
"Selamat ya kak!,ibu ikut bahagia akhirnya anak gadis ibu sudah ada yang melamar!.".Hani merangkul Anayra dari samping saking terharunya bercampur bahagia.
Air mata ikut menetes disudut matanya tatkala merasakan luapan perasaan itu.Hati ibu mana yang tak bahagia dan terharu saat putri nya yang beranjak dewasa dilamar dan akan dinikahi pria tampan dan kaya setelah tahu identitas dan latar belakang Khaffa.
Tetapi bukan itu alasan Hani merelakan dan merestui hubungan mereka.Hati Hani sudah terpaut dan terpesona oleh kebaikan dan kelembutan Khaffa.Chemistry Khaffa begitu kuat sehingga Ridwan dan Hani yakin untuk memberikan ijin dan restu.
"Makasih Bu!,ini berkat ibu juga yang selalu mendo'akan kakak disepertiga malam ibu!.".Anayra berkata lirih dan mengelus-elus lengan Hani yang melingkar di perutnya.
Anayra tahu jika Hani selalu menyempatkan diri untuk menggelar sejadahnya melakukan ritual ibadah sunah diwaktu sepertiga malamnya sejak dulu.
"Ibu yakin kakak pasti bahagia?,sebab ibu bisa merasakan kalo dia pemuda yang baik dan tulus!.".Seraya menyeka air matanya dan menatap wajah anak gadisnya dari arah samping.
"Hahaha...Iya deh,Lefrand juga baik tapi sepertinya Khaffa lebih dewasa pola pikirnya!,itu menurut penilaian ibu saja!.".Ralat Hani saat Anayra meliriknya dengan ekor matanya dan langsung ditanggapi Anayra dengan mengulum senyumnya.
Anayra menautkan kedua alisnya dan menatap Hani seolah bertanya 'memangnya cuma dia saja pemuda yang baik lalu yang lain enggak?'.
Anayra sangat menghargai Lefrand meskipun pernah melakukan kesalahan dan berkhianat.Tetapi apapun itu Lefrand pernah menempati posisi istimewa dihatinya apalagi sikap Lefrand tidak pernah berubah,selalu baik dan perhatian padanya dan pada keluarganya juga.
"Sudah yuk!,sajikan kue brownies nya keburu dia pulang!.".Hani mengurai pelukannya dan menunjuk nampan.
Anayra mengerti maksudnya dan mengikuti perintah Hani membawa nampan.Beriringan berjalan menuju ruang tamu.Setibanya disana Anayra menyajikannya dimeja dan duduk bersama Hani.
"Silahkan dicicipi nak!.".Hani mempersilahkan pada Khaffa.
"Terima kasih Bu!.".Khaffa seraya mengangguk dan tersenyum tapi masih berdiam diri dan tampak malu-malu.
Ridwan yang paham akan situasi dan kondisi angkat bicara."Bu,badan ayah pegal-pegal nih,tolong pijitin ya!.Nak Khaffa ayah tinggal dulu ya!?.".Ridwan mengangguk pelan memberi kode pada Hani dan berdiri.
"Silahkan Pak,Ehhh yah!.".Ralat Khaffa kikuk belum terbiasa dengan panggilan barunya pada Ridwan.
Hani mengerti isyarat dari suaminya dan mengikuti Ridwan ke kamarnya meninggalkan Khaffa dan Anayra yang duduk saling berhadapan dengan kepala tertunduk.Duduk berdua sebab Andya lebih dulu hengkang sedari tadi kekamar Anayra untuk tidur.Andya tidur sementara disana yang biasanya tidur disofa tamu saat Alma pulang.
Anayra dan Alma tidur bersama selama ada Ridwan dan Hani berada diapartemen sebab disana hanya ada dua kamar saja sehingga mau tidak mau Andya tidur disofa tamu.
"Ayo silahkan dimakan,itu kan bukan pajangan!.".Anayra mendongak dan mempersilahkan Khaffa untuk menetralkan suasana yang canggung dan risih.
Khaffa menanggapinya dan mengangguk pelan."Makasih tapi nanti saja!.Apa kamu tau suasana taman didepan saat malam hari?.".Tanya Khaffa mengalihkan pembicaraan dan dibalas gelengan kepala oleh Anayra.
"Kurasa kamu akan terpukau melihatnya.Apa kamu penasaran ingin kesana sekarang!.".Ajak Khaffa dan menganggukkan kepalanya mengkode agar Anayra mengikuti permintaannya.
Anayra tak bisa menolak dan mengangguk setuju.Dibalas seulas senyum manis dan terbit dibibir khaffa.
Anayra dan Khaffa bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.Menaiki lift menuju taman yang ada didepan gedung apartemen.Semburat merah membias dipipi Anayra saat Khaffa menggandeng tangannya.Bahkan jantungnya berdebar kencang saking gugupnya.
Benar-benar malam yang penuh kejutan dan mendebarkan jantung Anayra.Tak menyangka sama sekali Khaffa akan berani juga melakukan itu dan secepat itu melamarnya.Seperti mimpi dan halusinasi saja.
Khaffa POV.
Kutarik nafasku dalam-dalam menghimpun keberanian ku ketika berdiri tegak didepan pintu apartemen dan kutekan belnya.
Seketika kulihat wajah ibunya menyambutku ramah ketika pintunya terbuka.Padahal ku berharap dia yang akan menyambutku seraya tersenyum manis.
Ahhh,kurasa harapan ku berlebihan!.
Kuraih dan kucium punggung tangannya kemudian kulangkahkan kakiku masuk kedalam dengan rasa percaya diri yang tinggi.Setelah menyerahkan buah tangan yang kubawa ku berjalan melewatinya sembari mengulas senyumku disaat dia berdiri dan menatapku tajam.
Entah kenapa sikapnya dingin dan acuh padaku?.Padahal niatku baik datang kesini!.
Ku hempaskan diriku disofa,kuraih tangan ayahnya dan mencium punggung tangannya.Menghela nafasku sejenak untuk menetralkan degup jantungku yang berdebar kencang saking gugupnya ketika ayahnya mulai menanyakan maksud kedatanganku.
Kukatakan dengan yakin,mantap dan serius tanpa ada rasa ragu,bimbang dan tanpa rasa terpaksa.Kujawab setiap pertanyaan yang diajukan ayahnya apa adanya.
Hatiku harap-harap cemas menanti jawabannya,jawaban atas pinanganku padanya.Ku dengarkan baik-baik setiap kata yang meluncur dibibirnya dan kuusap wajahku mengucap syukur atas kesempatan yang diberikannya karena mau menerimaku.
Ku ucapkan lirih kalimat terima kasihku seraya tersenyum dan menatap wajahnya yang cantik alami.
Ku gandeng tangannya saat ku berjalan bersamanya menuju taman yang ada didepan gedung apartemen.Kutatap wajahnya yang cantik dalam remang-remang cahaya rembulan malam ketika aku duduk disampingnya disebuah kursi panjang ditaman yang indah sembari menikmati bunga-bunga dan kelap-kelip lampu warna-warni yang menghiasi pohon Cemara.
Kutepuk pipiku untuk menyadarkanku.Mungkinkah ini mimpi?.Bukan,karena aku bisa merasakan hembusan angin malam yang meniup wajahku dan bisa mendengarkan suara helaan nafasnya.
Kucubit lenganku untuk meyakinkanku.Apakah ini halusinasi?.Bukan,karena aku bisa melihat wajahnya yang cantik dan rambutnya yang tergerai indah meliuk-liuk dihempas hembusan angin malam.
__ADS_1
Aku tersenyum senang dan bahagia oleh kehadirannya didalam hidupku.Kuhela nafas lega,dia akan menjadi istriku dan akan menjadi milikku seutuhnya.Penuh keyakinan atas pilihanku.Tidak ada kebimbangan dan keraguan lagi dalam hatiku.
Ku busungkan dadaku bangga bisa menaklukkan dan meluluhkan hatinya.Hati gadis yang berhasil meruntuhkan hatiku yang telah lama membeku laksana gunung es ini.
*End.
Author POV.
Menikmati pemandangan taman didepan gedung apartemen yang indah,Anayra duduk bersanding berdua bersama Khaffa di kursi taman.
Anayra sekilas menatap Khaffa yang tengah menatapnya syahdu.Terlihat ada cinta dan kejujuran dinetra matanya.
"Terima kasih,kamu mau menerimaku Anayra!.Aku tidak akan berjanji,tidak akan membuatmu kecewa dan sedih.Tapi aku akan berusaha membuatmu selalu tersenyum bahagia!.".Khaffa beringsrut duduk menghadap Anayra dan menggenggam tangannya.
Saling bersihadap dan bersitatap sehingga leluasa saling memandang satu sama lain.Entah kenapa,kali ini Anayra merasakan atmosfer yang berbeda tidak seperti biasanya.Hangat dan lembut sikap Khaffa.
Anayra menatap lekat Khaffa."Aamiin!.Aku pun sama,gak akan berjanji untuk menjadi istri yang shaleha,tapi aku akan berusaha menjadi istri yang baik dan berbakti pada suamiku!.".Setulus hati mengucapkan kata-kata itu.
"Anayra boleh aku tau!?,kenapa kamu menerimaku?.".Khaffa menautkan alisnya dan menatap intens Anayra.
"Bukannya kamu yang mengingatkan janjiku?,mengatakan kalau Pak Khaffa berani memintaku pada orang tuaku,maka aku harus menuruti permintaan Pak Khaffa!.Walaupun aku gak pernah menyangka,permintaan mu ini gak bisa kutebak dan sangat berat.".Anayra mencoba menerima dan memahami permintaan Khaffa,serta memenuhi janjinya meski merasa terkejut karena permintaan Khaffa diluar dugaannya.
Namun bukan itu yang jawaban yang diharapkan Khaffa."Cuma itu alasannya?,apa gak ada alasan yang lain?.Berat,maksdumu?.Apa kamu terpaksa menerimaku?.".Bertanya penuh selidik dan penasaran.
Khaffa menarik satu alisnya keatas seolah meminta penjelasan yang jujur dan meyakinkan hatinya.
Anayra menggeleng pelan."Bukan seperti itu juga.Pak,aku akan mengabdikan diriku pada suamiku kelak tanpa harus mempertanyakan isi hatiku padanya.Sebab seketika itu pula jiwa raga dan hatiku adalah miliknya seutuhnya.".Tandas Anayra meyakinkan Khaffa,matanya menelusuri wajah tampannya.
Seketika senyum menawan terukir diwajah Khaffa,dan netra matanya berbinar-binar bahagia.Anayra tak berhenti menatap Khaffa yang menenangkan dan meneduhkan tatkala melihat ekspresi wajahnya.
"Terima kasih!,aku akan melakukan yang terbaik untuk kita.Mulai detik ini,kamu jangan meragukanku lagi,tapi berhentilah memanggilku Pak!.".Pinta Khaffa lembut tanpa penekanan
Anayra tersenyum tipis karena panggilan nya pada masih sama,belum berubah."Aku harus memanggilmu apa?.Aa,Abang,Mas,Uda,Oppa?.Ayo pilih salah satu!?.".Memiringkan kepalanya kesamping.
"Ckkk,apa gak ada pilihan lainnya lagi?,itu semua kurang istimewa dan biasa kudengar!.".Khafa melipat kedua tangannya,tak mengerti jalan pikiran Anayra.
Semua panggilan yang didengarnya tak sesuai harapan Khaffa.
"Lalu?.".Anayra mengerutkan keningnya.
"Belum sah dan halal!.".Anayra menggelengkan kepala dan mencari alasan.
"Baiklah,ijinkan aku menghalalkan mu!?.Ayo kita menikah pekan ini dan mensahkan hubungan kita!?.".Katanya penuh antusias dan meyakinkan hatiku untuk menerima permintaannya.
Anayra rasanya ingin tertawa tetapi hanya menyeringai saja.Menikah bukanlah hal yang mudah tetapi bukan berarti sulit.Jika sudah yakin barulah Anayra bersedia dan menyanggupi permintaan Khaffa.
"Dihhh,dikira kawin kuda?.Bawa dulu kedua orang tuamu kerumahku baru kita menikah!.Bukankah itu lebih baik menyatukan dua keluarga kita dulu sebelum berjalan kepelaminan?.".Melipat kedua tangan dan tersenyum menang.
Anayra tak mau gegabah dan asal bertindak.Pernikahan bukanlah permainan dan bukan lelucon,maka harus dipikirkan dengan matang-matang.
Khaffa mengerti akan permintaan Anayra."Ok,kita kerumahku esok sore!.Aku akan mengenalkanmu sebagai calon istriku!,setelah itu aku kerumahmu untuk secara resmi melamarmu bersama keluargaku!.".Serius dan tegas mengatakan itu.
Khaffa tetap bersikeras dan tak menyerah.Tak sabar untuk menikahi Anayra.
Anayra percaya dan yakin akan kata-katanya,tetapi rasa ragu akan keluarganya masih membayangi hati dan pikirannya."Apa mereka mau menerimaku?.Kurasa gak seyakin dan semudah itu!.".Anayra merasa tak percaya diri jika jalan yang dilalui takkan melewati rintangan.
Anayra berpikir akan tanggapan keluarganya nanti.Tidak mungkin ragu dan semudah itu menerima hubungan mereka.
Khaffa menghela nafas berat saat Anayra menjadi pesimis."Kupikir pasti mau menerima!,sebab Mami menyukaimu sejak pertama kali bertemu kamu,tapi....".Menggantung ucapannya dan tertunduk diam.
"Tapi?.".Anayra penasaran sekali.
"Ada sesuatu yang terjadi setelah Mami tau hubungan kita sebenarnya.".Khaffa memasang raut wajah sedih.
"Benarkah?.Lalu apa sesuatu yang terjadi itu?.Katakan!?.".Anayra semakin penasaran dibuatnya dan menatap wajah Khaffa yang ditekuk kebawah.
"Mmm...".Khaffa merasa ragu untuk menjelaskannya.
Anayra kesal dan tidak sabar menunggu jawabannya."Jujurlah!,aku gak mau diawal hubungan kita diawali kebohongan dan saling menyimpan rahasia,ok!.".Alasan saja untuk menutupi rasa penasarannya yang besar.
"Mami dan Papi berniat menjodohkanku dengan gadis yang belum kukenal!.".Akhirnya Khaffa mengungkapkannya dengan lemah dan mendongak menatap sendu Anayra.
Sebenarnya Khaffa tak ingin mengatakan itu tetapi karena Anayra mendesaknya terus untuk jujur,mau tak mau Khaffa mengungkapkannya.
"Apaaa???.Benarkah itu?,apa calmiku menerimanya?.".Anayra tersentak kaget hingga tanpa sadar kata itu.
__ADS_1
Sulit dipercaya yang didengar Anayra,dan sukar bayangkan betapa sakitnya hatinya saat mendengar itu.Baru saja merengkuh rasa bahagia,namun tiba-tiba rasa itu harus menguap begitu saja tatkala mendengar Khaffa akan dijodohkan dengan gadis lain.
"Calmiku?.".Alih-alih menjawab Khaffa malah balik bertanya dan menautkan kedua alisnya.
"Calon suamiku!.".Anayra menjawabnya kesal dan dingin karena tidak mengerti istilah itu.
Aneh,pria seperti nya kuper dan kudet...Anayra memutar matanya jengah.
"Apa kamu berharap aku menerimanya?.". Khaffa membentangkan tangannya ke sandaran kursi.
"Ishhh,aku tanya malah balik bertanya!.".Protes Anayra merengut kesal dan mengibaskan rambutnya.
Khaffa menjadi gemas melihatnya."Hahaha...Gak mungkin lah honey!,kalau aku menerimanya gak mungkin aku disini sekarang dan melamarmu bukan?.".Menjelaskan dan membelai rambut Anayra yang tergerai indah.
Seketika darah Anayra terasa berdesir.Tubuhnya merinding dan menegang.Bukan hanya itu saja,jantungnya seakan berjingkrak-jingkrak kesana kemari.
"Iya,maaf aku lupa!.Kurasa pikiran ku gak fokus.".Anayra tertunduk malu dan terdiam.
"Honey,apa dibawah sana ada uang yang jatuh?.". Khaffa menggoda nya dan menunjuk kebawah kaki Anayra.
Blushhh.
Pipi Anayra bersemu merah dan menghangat saat tersadar akan kata panggilan baru Khaffa untuknya.
"Ehhh?.".Tidak mengerti dan salah fokus lagi.
"Kenapa wajahmu ditekuk begitu?,memangnya dibawah sana ada uang?.Lihat padaku saja!.Apa aku kurang menarik dimatamu sampai perhatian mu teralihkan?.".Khaffa mengangkat dagu Anayra dan menatapnya.
Speechless.Anayra bergeming dan hanya menatapnya saja."Heiii,aku tau kalau aku tampan,tapi kedipkan matamu nanti ada kumbang masuk!,hahaha...".Tanpa beban Khaffa menggodanya dan mencolek hidung Anayra yang lancip dan bangir.
Anayra melongo tak percaya melihat Khaffa malah tertawa terbahak-bahak saat dirinya kelabakan mengatur detak jantungnya yang berdebar hebat.
"Dasar narsis!.Heiii tuan CEO,apa kamu suka menebar pesona mu kesetiap wanita,hah?.".Anayra menjadi kesal,berkacak pinggang dan memelototi Khaffa.
"Heiii honey,jangan marah-marah nanti cantiknya hilang!,hahaha...".Kelakar Khaffa dan mencubit pipinya saking gemasnya.
Anayra geleng-geleng kepala.Tak habis pikir Khaffa malah mencandainya dan menggodanya.Sepertinya sangat senang sekali menjadikan Anayra bahan guyonannya."Dasar singa jantan berbulu domba!.".Anayra mencebikkan bibirnya.
Anayra menyeringai dan melipat kedua tangannya didada.Marah dan kesal bercampur senang juga.
"Mana ada singa jantan berbulu domba?.Serigala berbulu domba,honey!.".Khaffa terus membalas menggoda Anayra.
Semakin melihat Anayra kesal dan marah,Khaffa semakin gemas melihatnya.Meskipun bukan pertama kali melihat ekspresi wajah Anayra merengut seperti itu,tetapi saat ini berbeda.Khaffa merasakan sensasi yang indah dan menyenangkan.
"Sama saja!,yang jelas sama buasnya!.".Anayra beralasan tak mau kalah dan mengerucutkan bibirnya.
"Ck,ck,ck...Kamu semakin cantik,menggemaskan dan lucu honey!.Bibirmu semakin seksi seperti Pinokio!.".Khaffa mengulum senyum menahan tawanya.
Anayra mencebik."Lehhh...Apa bibirku sepanjang itu?,dikira bibirku seperti hidung Pinokio?.''.Menyikut lengan Khaffa dan menatapnya sengit.
Khaffa semakin gemas dan geli.Tingkah Anayra sangat menarik perhatiannya."Hahaha..Kenapa harus semarah itu honey?,aku cuma bercanda!.Kamu sensitif sekali...Piiis!".Mengangkat tangan kanannya membentuk huruf V mengajak Anayra berdamai dan tersenyum manis.
Anayra hanya memutar bola matanya jengah.Bukankah seharusnya membujuk,merayu dan memujinya,itu yang diharapkan Anayra.Atau melontarkan kata-kata gombalan cinta yang lucu.
"Honey,ayo kita masuk!.Udaranya semakin dingin dan larut malam.Kalau terlalu lama disini,aku takut kamu sakit.".Membuka jasnya dan menyampirkannya dipunggung Anayra.
Perlakuan sederhana tetapi mampu membuat hati Anayra meleleh dan klepek-klepek.Hatinya menjadi luluh dan melunak.
Khaffa dan Anayra berjalan memasuki apartemen sembari bergandengan tangan.Suasana baru yang di rasakan saat ini dihati keduanya.Khaffa mengantar Anayra sampai didepan pintu,tangannya terulur mengusap puncak kepala Anayra.
"Good night!.Have a nice dream,honey!.Sampai jumpa besok.".Khaffa tersenyum manis dan menatapnya penuh cinta.
Anayra membalas dengan anggukan dan tersenyum manis juga,senyuman yang takkan terlupakan oleh Khaffa.Pertemuan keduanya sampai disini saja untuk malam ini.
Anayra menatap kepergian Khaffa yang berjalan semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya.Seketika hatinya terasa kosong dan hampa saat Khaffa tak ada didekatnya.
Anayra merasa,tempat tinggalnya saat ini hanya dipisahkan oleh bongkahan beton dan lantai beralas marmer,tetapi terasa jauh dengan Khaffa.
Anayra masuk kedalam,menutup dan mengunci pintu.Menatap ruangan yang tampak sepi karena hari semakin larut dan tepat jam 11 malam saat melihat jam didinding.
Dilihatnya Andya yang sudah tidur,terbaring disofa dan memeluk guling.Anayra masuk ke kamar,membersihkan wajah,tangan dan kakinya dikamar mandi.Usai itu keluar,mematikan lampu utama dan berjalan menuju tempat tidur.
Menyalakan lampu tidur dan merebahkan tubuhnya disamping Alma yang sudah meringkuk lebih dulu.Anayra memejamkan matanya,sekilas tersenyum membayangkan seraut wajah pria terkasihnya,yang akan menjadi suaminya kelak dan imamnya saat menjalani lembaran hidup baru sebagai suami istri.Jika memang ditakdirkan bersama mengarungi bahtera rumah tangga,Anayra setulus hati akan menerima dan akan sangat bahagia tentunya.
Berdo'a dalam hatinya dan menyelimuti tubuhnya sebelum terlelap tidur.
__ADS_1