
_________
Menjelang sore,Khaffa pulang ke rumah.Tak sabar ingin mengatakan kabar baik pada orangtua dan kedua mertuanya tentang keberadaan Anayra.
Usai menepikan mobil,Khaffa buru-buru keluar dan bergegas menuju rumah.Baru tiba diteras Khaffa dikejutkan melihat Om dan Tante nya sudah duduk dikursi teras bersama orang tua dan mertua nya.
"Papa,Bunda.Kalian ada disini?.".
Khaffa mencium tangan Al dan Lenni beserta yang lain.Kemudian duduk bersama mereka dikursi kosong.
"Kami mampir kemari sepulang dari rumah sakit.".Lenni menjelaskan.
Dua kali dalam satu bulan,Lenni harus memeriksakan kesehatan nya pada Dokter yang menanganinya.Biasanya Lenni rutin memeriksakan diri,dalam satu bulan bisa 4 kali.Namun sekarang kesehatan nya mulai berangsur membaik.
"Medical check up.".Al memperjelas.
Al menemani Lenni ke rumah sakit sejak tadi pagi.Usai dari rumah sakit mampir ke suatu tempat yang kerap dikunjungi mereka sewaktu belum menikah dulu.Sore nya singgah ke rumah Andika untuk menyapa Hani dan Ridwan yang menetap di sana,sementara waktu.
"Abang,ada apa?.Tidak biasanya pulang ke rumah sebelum hari gelap?.".
Andika heran.Sebelum nya Khaffa tak pernah lalai meninggalkan pekerjaan dikantor,dan selalu pulang malam kecuali darurat.
Khaffa menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara.Sesuatu yang ingin disampaikan nya ini sangat penting.
"Kalian pasti akan senang mendengar kabar baik dari ku.Kemungkinan Anayra akan segera di temukan.".
Semua bisa melihat jika Khaffa serius dengan hal itu.Terlihat dari raut wajahnya yang berseri-seri,tampak sangat bahagia.
Semua pun tersenyum turut bahagia,terutama orang tua Anayra.Kabar baik ini selalu ditunggu mereka.Sudah lebih dari sepekan,akhirnya penantian mereka akan berakhir.Menantikan Anayra pulang kembali ke rumah.
Hani mengucap syukur dan mengusap wajahnya."Tolong bawa putri ku pulang,nak?!.".
Hani menangis haru,ini kabar yang sangat ingin didengar dan dinantikannya.Setiap waktu Hani sangat gelisah dilanda rasa khawatir,cemas dan takut memikirkan putrinya.
"Akhirnya,do'a kita dikabulkan.".Ridwan sangat senang.
Disetiap do'a nya,Hani dan Ridwan meminta keselamatan Anayra pada sang lllahi Rabbi dan agar cepat ditemukan.
"Yakinkah?.Abang tidak bercanda untuk menyenangkan hati kami,kan?.".Rena turut senang dan antusias.
Tak disangka,sebentar lagi akan bertemu menantu kesayangan nya yang baik dan mampu membahagiakan putranya.Anayra akan kembali berkumpul bersama di rumah nya.Suasana rumah akan menjadi hangat dan menyenangkan kembali.Tetapi Rena ragu mendengar perkataan putranya.Meski Rena tahu,Khaffa takkan mungkin berbohong.
"Apa pernah aku bercanda?.Aku bukan pria yang humoris,Mami.".
Khaffa mengakui,selama ini sikapnya memang sangat dingin,kaku,acuh dan selalu serius.Namun kehadiran Anayra dalam hidupnya,sedikit demi sedikit mengubah image nya.
"Aka,terlalu berbahaya bertindak sendiri.Ajaklah Daniel!.Dia pasti senang membantu mu.".Lenni memberi saran.
Putranya,Daniel pernah mempelajari ilmu bela diri dan keahliannya itu sudah tak perlu diragukan lagi.Daniel petarung yang unggul dan berbakat,terbukti dengan Sabuk hitam yang di miliki nya.
"Baiklah.Aku harus pergi sekarang.Lebih cepat lebih baik.".Khaffa berpamitan dan istirahat sebentar dikamarnya.
Setelah mengganti pakaian dengan jaket kulit Hitam dan celana warna senada,Khaffa bergegas menuju kediaman Al.
Dikediaman Al.
Daniel baru pulang dari Agen real estate.Tiba diruang tamu,Daniel terheran melihat asisten rumah tangga dirumahnya,tergesa-gesa menghampirinya.
"Den,non Alma tidak keluar dari kamar sejak Aden pergi tadi.".Nengsih khawatir dengan kondisi Alma.
"Papa dan Mama belum kembali dari rumah sakit?.".
Daniel heran,sejak pagi orang tua nya pergi tetapi sampai sekarang belum pulang.
"Belum.Tadi tuan besar memberi kabar.Saat ini ada di rumah tuan Andika.".
Daniel mendadak panik dan cemas,sejak pagi meninggalkan Alma di rumah sendirian.Hanya ditemani asisten rumah tangga saja.
"Apa dia sudah makan?.".Daniel khawatir,Alma tidak makan.
Sekarang Alma harus dipaksa dulu baru mau makan.Alma kadang manja juga,selalu ingin ditemani makan oleh Daniel.Jika tidak,ya tidak makan.Kian hari Alma kian menunjukkan kemanjaan nya dan ke egoisan nya.Tetapi Daniel tak keberatan dengan sikap yang ditunjukkan Alma sekarang.
"Tadi melewatkan makan siang.Jadi Bibi mengantar makanan untuk non Alma ke kamar.".
"Baiklah.Terima kasih!,Bi.Aku akan memeriksa nya.".Daniel berlari kecil pergi ke kamar.
Perlahan pintu kamar dibuka nya,ditempat tidur menemukan sang istri tengah meringkuk dibawah selimut.Daniel mendekati Alma dan duduk di tempat tidur.
"Alma,kau sakit?.".Membelai tubuh Alma yang tengah terpejam.
Dikejutkan oleh sentuhan yang lembut dan suara Daniel yang memanggilnya,Alma mengerjap dan membuka matanya cepat.Perlahan beringsrut duduk dan melototi Daniel.
"Aku sendirian dan kesepian di sini tanpa teman bicara.Apa pantas meninggalkan wanita hamil sendiri di rumah?,hemh?.".
Tanpa jeda dan tanpa mengambil nafas dulu,Alma mengomeli sang suami dan mencebik.
Alih-alih marah,Daniel malah senang dan senyum-senyum."Sepertinya kamu baik-baik saja.".
Alma mengomel,meluapkan perasaannya penuh semangat,Daniel tak khawatir lagi dengan keadaan Alma.Aneh rasanya jika Alma tak mengomel.Terkadang omelan Alma sekarang selalu dinantikan Daniel,karena sangat menghibur hatinya.
Saat pergi dari rumah,sekarang ada yang menunggu kepulangan nya dan ada yang mengomeli.Itu menyenangkan hati Daniel.Meski Alma masih terlihat ketus dan dingin,Daniel bisa menduga jika Alma mulai membuka hati untuk nya,sedikit demi sedikit.
Daniel melirik meja nakas,diatasnya ada piring berisi makanan yang masih utuh.Inisiatif sendiri Daniel mengambil piring itu dan menyendok nasi lengkap dengan sayur dan lauknya.
"Ayo ku suapi!.Jangan menyiksa diri mu dan anak kita?!.Aaa...".Daniel meminta Alma membuka mulut untuk menyuapi nya.
Alma menatap Daniel sejenak,dengan rakus melahap makanan yang disuapkan Daniel,dan terus menatapi suaminya.Alma heran,Daniel tak pernah berubah,sabar dan tahan banting meski sering diacuhkan dan diabaikannya.Selalu mengomeli dan memarahi Daniel sejak hari pertama pernikahan.
Baru beberapa suap menyuapi Alma makan,Daniel dikejutkan oleh suara ketukan di pintu.Buru-buru Daniel membuka pintu.
"Ada apa,Bi?.".Menanyai Bi Nengsih yang berdiri di depan pintu kamar nya.
"Den Khaffa ingin bertemu.".Penuh hormat Bi Nengsih memberitahu Daniel.
"Baiklah.".
Asisten rumah tangga itu pergi dan turun ke lantai bawah,kembali ke dapur.Daniel menoleh ke belakang,Alma yang sedang duduk di tempat tidur,ditatapnya lembut.
"Alma,tunggulah di sini!.Aku segera kembali.".
Alma tak menjawab,hanya mengangguk.Mengerti jika Daniel harus menemui Khaffa.
Daniel menuruni tangga dengan terburu-buru dan hati bertanya-tanya.Tak biasanya Khaffa menemuinya dirumah dan pada sore hari begini.
Khaffa duduk termenung menunggu Daniel diruang keluarga dengan menyentak kan kakinya.Tak sabar menunggu Daniel datang.
"Apa ada sesuatu yang penting sampai kau datang kemari?.".Daniel menepuk pundak Khaffa,hingga Khaffa terperanjat berdiri.
__ADS_1
Khaffa berbalik ke arah Daniel,dan menatapnya.
"Aku butuh bantuan mu.Mungkin kau harus gunakan jurus bela diri mu.".Khaffa langsung ke inti nya.
Daniel mengerti maksud Khaffa dan tersenyum lebar."Wahhh,aku mulai tidak enak hati.Apa kita akan bertarung?,siapa lawan kita?.".
Saat-saat seperti ini selalu ditunggu Daniel.Berkelahi adalah olahraga terbaik bagi Daniel,selain Gym.
"Musuh yang tidak pernah ku duga.Sang eksekutor penculik istri ku.".Khaffa menjelaskan sedikit.
Dari ucapan Khaffa,Daniel bisa menduga sesuatu."Anayra sudah ditemukan?.".
"Aku dan anak buah ku sudah melakukan penyelidikan.Kemungkinan Anayra disekap di rumah kekasih wanita yang pernah ku pecat.".
Meski penjelasan Khaffa rumit,tetapi Daniel bisa mengerti."Aku turut senang.Tapi sepertinya mereka lebih cerdik dari mu.".
Daniel meledek Khaffa,ternyata selain Khaffa ada yang lebih cerdik lagi.Selama ini orang disekitarnya selalu membandingkan mereka berdua,Khaffa memang lebih dikenal cerdas dan cerdik.Sedangkan Daniel sebaliknya,terkenal sebagai petualang cinta sejati.Namun lambat laun Daniel berubah,setelah mengenal Anayra dan Alma.
Hati Khaffa mendadak panas dan tubuhnya terasa gerah,hingga membuang nafas kasar.
"Huhhh...Yang benar saja.".
Khaffa mendengus kesal,Daniel malah menggoda dan meledek nya.Jika bukan kakak sepupu nya,ingin rasanya Khaffa meninju wajah Daniel."Kau mau ikut atau tidak?.".
Bentakan Khaffa yang cukup keras,Daniel pun takluk dan tunduk.
"Baiklah.Aku harus ganti pakaian yang sama seperti mu.Jas ku ini mahal dan dirancang khusus untuk ku,oleh desainer terkenal.".
"Kau minta ku hajar?.".Khaffa menunjukkan kepalan tangannya,siap menghajar Daniel.
"Oke,oke.Slow down bung!.Beri aku waktu 10 menit?!.".
"Aku hitung dari sekarang.Satu,dua tiga...".
Daniel tergesa-gesa pergi ke kamar.Menghindari Khaffa yang dikuasai amarah,dan sudah menghitung waktu.
Intens nya Alma mengamati Daniel yang berganti pakaian di hadapannya,tanpa malu dan canggung lagi.Namun Alma yang malu sendiri melihat Daniel melepaskan pakaiannya satu persatu.Sehingga mengalihkan pandangannya dari Daniel.
Selepas Daniel berpakaian aneh dan tak biasa.Alma mengernyit heran,namun mengerti jika Daniel akan pergi.
"Kau akan pergi lagi?.".Alma turun dari tempat tidur dan menghampiri Daniel.
Daniel menatap lekat gadis yang sangat dicintainya kini."Alma,bisakah kau jaga diri saat aku tidak ada disisi mu?.".
Alma tak menjawab,pikirannya hanya fokus pada Daniel."Kenapa,pakaian mu seperti ini?.Kau tidak akan melakukan sesuatu yang aneh,kan?.".
Pakaian serba hitam yang dikenakan Daniel,tampak seperti kostum yang dipakai aktor dalam film aksi.
"Aku harus membantu Khaffa,menyelamatkan Anayra.".Daniel terpaksa memberitahu Alma.
Sebenarnya Daniel ingin menutupi itu.Tetapi jika tidak,Alma akan curiga dan menduga yang bukan-bukan.Daniel juga tak ingin membuat Alma khawatir dan cemas.
Namun,penjelasan Daniel begitu membahagiakan hati Alma."Benarkah?.Khaffa tau dimana Anayra sekarang?.".
"Karena itu aku harus pergi.".Sendunya Daniel menatap Alma dan membelai kepala nya.
Daniel tak tega harus meninggalkan Alma sendirian lagi,tetapi Daniel tetap harus pergi.Misi nya kali ini sangat penting,bahkan kemungkinan bertaruh nyawa.
"Pergilah,dan hati-hati.".Berat rasanya Alma melepas Daniel pergi.
Daniel berbalik namun kemudian terkesiap.Saat akan melangkah pergi,dihentikan Alma yang memeluk nya dari belakang.
"Cepatlah kembali,dan pulanglah dengan selamat!.".
Serasa mimpi bagi Daniel.Alma seperti tak rela ditinggal pergi oleh nya.Namun Daniel tak bisa membiarkan Khaffa berjuang seorang diri dalam menghadapi musuh,dan tak tega Khaffa bertarung sendiri dalam bahaya.
Daniel menarik tangan Alma lalu merangkul tubuh ramping Alma ke depan,agar bisa menatap Alma.
"Alma,aku mencintai mu.".Mencium bibir Alma lembut,penuh cinta yang menggelora.
Alma melingkarkan tangannya di leher Daniel dan membalas ciuman nya.Entah kenapa,tiba-tiba perasaan Alma sangat takut kehilangan Daniel.Alma merasa seakan tak akan bertemu lagi dengannya.Namun rasa itu ditepisnya dan berpikir positif.
"Kau tidak akan mengatakan sesuatu?.".
Sekalipun,Daniel tak pernah mendengar ungkapan rasa cinta dari Alma.Kali ini,Daniel ingin mendengar kalimat manis itu dari mulut Alma.
"Apa?.".
"Alma,katakan sekali saja.Aku ingin tau perasaan mu pada ku?!.".Daniel mendesak Alma kali ini.
Sakit hati Daniel jika hanya dirinya saja yang mencintai Alma,tetapi tidak dicintai Alma.Selama ini Daniel selalu bersabar menanti Alma agar membalas perasaan nya.Mendengar kata-kata jika 'Aku mencintai mu juga'.Namun belum pernah diucapkan Alma.
"Apa kau tidak bisa merasakan nya,dari ciuman ku?.".
Alma tak menjawab dan malah memberi isyarat.Namun Daniel mengerti,meski kata-kata Alma klise.
"Lakukan lebih baik lagi dari yang tadi.".Daniel menatap Alma dengan tatapan menuntut,agar Alma mengulang adegan mesranya.
Sekuatnya Alma menarik kembali tengkuk Daniel dan lebih dalam lagi mencium bibir Daniel,hingga Daniel terbelalak.Tetapi Daniel sangat bahagia dan balik membalas ciuman Alma.
Daniel dan Alma saling menikmati momen manisnya dengan mata terpejam.Sesaat kemudian,Daniel melepaskan Alma.
"Jika begini,aku tidak ingin pergi.".
Ciuman Alma mampu merangsang hasrat nya,dan membangunkan macan jantannya yang sedang tidur.
"Maaf!.".Alma mengerti maksud Daniel,terlihat dari iris matanya,seperti menahan hasrat.
"Sampai nanti,Alma sayang!.".
Sebagai ungkapan perpisahan Daniel mengecup kening Alma,dan berlalu pergi dengan berat hati.Alma melepas kepergian Daniel dengan tetesan air mata.Perlakuan Daniel yang baik dan lembut,mampu mencairkan hatinya yang membeku.Mampu meruntuhkan dinding kebencian nya terhadap Daniel,dan mengganti nya dengan rasa cinta.
Tiba di ruang tengah,Khaffa dongkol.Daniel meminta ijin untuk bersiap selama 10 menit.Namun Daniel melebihi waktu yang disepakati,tetapi Khaffa tak bisa berbuat apa-apa.Sebab sangat membutuhkan Daniel sekarang ini.
Jam makan malam tiba.Khaffa datang ke restoran mewah memenuhi undangan Franstian sesuai janji.Namun sayang,Khaffa tidak datang untuk makan.Setelah tahu tentang Franstian,Khaffa muak dan risih jika harus berpura-pura baik dihadapan Franstian.
Di dalam restoran,Franstian sudah menunggu Khaffa sejak 30 menit yang lalu di meja yang sudah dipesan nya.Melihat Khaffa datang menghampiri,Franstian menyambut dan beranjak dari kursi.
"Sayang sekali.Aku merasa percaya diri saat sedang bersama mu.Saat ada kau,semua mata tertuju pada mu.Kau pasti sangat digilai para wanita disini.Aku mengerti,kenapa kau dijuluki 'Pangeran tak berkuda'.".
Pujian dilayangkan Franstian setiap bertatap muka dengan Khaffa.Tetapi itu semua tak membuat Khaffa senang dan bangga.Namun Khaffa tetap menghargainya.
"Terima kasih.Aku tersanjung.Tapi maaf Frans,sepertinya aku tidak bisa makan bersama mu.".Khaffa pura-pura menyesal.
"Apa ada masalah?.".
Franstian heran,Khaffa tiba-tiba membatalkan janji mereka,padahal sudah sangat antusias untuk berbincang dengan Khaffa sambil makan.
__ADS_1
"Mertua ku ada disini,dan meminta ku makan malam dirumah.".Khaffa beralasan.
Khaffa sudah menyusun rencana bagus untuk mempercepat proses pencarian Anayra,bersama anak buahnya.
"Aku paham posisi mu.Pasti sulit menolak permintaan orang tua istri mu.".
Sama sekali Franstian tak curiga dan percaya alasan Khaffa meski sedikit kecewa.
"Begitulah.".Khaffa menegaskan dan tersenyum tipis.
Franstian memaklumi Khaffa,Apa boleh buat jika Khaffa tak bisa."Baiklah.Kau berhutang padaku.Lain kali kau harus mentraktirku minum kopi!?.".
Sungguh,Khaffa tak ingin membuang waktu lama bersama Franstian.Misi mencari Anayra lebih penting dari apapun.
Khaffa mengangguk,agar Franstian tidak begitu kecewa."Ide bagus.Aku akan habiskan waktu ku bersama mu,dengan minuman yang difermentasi.".
Khaffa memberikan pilihan lain yang bisa dimengerti Franstian.
"Baiklah.Aku setuju.Hubungi aku jika waktunya tiba!.".Franstian memamerkan senyum palsu.
"Pasti.".Khaffa mengiyakan saja,biar Franstian senang.
Nantikan saja hari itu jika kau memiliki kesempatan hidup bebas...
Khaffa menatap lekat-lekat Franstian.Dirinya tak pernah menyangka jika ternyata Franstian dekat dengan Sera Novi.Hal itu diluar dugaan Khaffa.Ternyata Franstian sosok pria yang misterius,dan banyak menyimpan rahasia.
Khaffa melihat jam ditangannya.Ternyata sudah cukup lama rupanya,berbicara dengan Franstian.
"Sebaiknya aku pergi sekarang.Aku tidak mau membuat keluarga ku menunggu ku terlalu lama.".
"Silahkan!.".Franstian tidak keberatan,dan mempersilahkan Khaffa pergi.
Tak membuang waktu lagi,Khaffa cepat-cepat pergi meninggalkan Franstian seorang diri di restoran,untuk melakukan misinya bersama Daniel yang sudah menunggunya di mobil.Malam ini pengintaian dirumah Franstian akan dilakukan Khaffa di markas dengan menggunakan Drone miliknya,yang sudah dipasangi kamera.
Tugas yang diperintahkan Khaffa pada Arya untuk memasang alat pelacak dan penyadap di mobil Franstian sudah berhasil dilakukan Arya dan rekannya.Tadi siang Khaffa menemukan sesuatu yang tidak diduga dari informasi yang didapat dari Arya saat membuntuti Franstian diam-diam.
Arya merekam gerak-gerik Franstian dan Sera Novi dengan kamera ponsel nya.Saat keduanya bertemu di basement.Sera Novi yang sudah menunggu Franstian di mobil,menyuapi Franstian makanan.Semua terekam kamera ponsel Arya.Kebetulan jendela mobil Franstian yang digunakan Sera Novi dibiarkan terbuka.Sehingga Arya bisa leluasa merekam.
Mendapat rekaman video berdurasi 30 detik itu tentunya membuat dugaan Khaffa semakin kuat.Franstian pasti dalang dibalik penculikan Anayra,atas dasar permintaan Sera Novi.
Selepas Khaffa pergi,Franstian urung untuk makan sendirian.Setelah dipikir-pikir Franstian lebih memilih pulang ke rumah dan makan malam bersama Sera Novi.Franstian mengemudikan mobil tanpa curiga jika sebuah mobil Van besar membuntutinya di belakang.
Dimarkas.
Khaffa ditemani Daniel duduk menghadap layar monitor yang tersambung dengan kamera Drone.Headphone terpasang ditelinga agar tetap bisa berkomunikasi dengan anak buah nya yang dikerahkan untuk bersiaga di sekitar rumah Franstian.
"Kau yakin jika pria itu sang eksekutor penculikan istri mu?.".
Daniel tak mengenal Franstian maka ragu jika Franstian adalah sosok pelaku penculikan Anayra.
"Kita lihat saja nanti!.Aku pun penasaran.Buka saja mata mu lebar-lebar!,dan bersiaplah untuk berolahraga.".Hal itu memang sedang ditunggu-tunggu Khaffa saat ini.
Khaffa mulai mengendalikan Drone dengan Remote Control.Mata Khaffa fokus pada layar monitor,begitu pun Daniel yang duduk di sampingnya.
Drone terbang melayang melintasi jalan menuju rumah Franstian mengikuti jejak sinyal pelacak yang ada mobil Franstian.Namun tanpa itu pun Khaffa sudah tahu titik area kediaman Franstian.
"Itu sangat ku nantikan.Sudah lama tidak mengendurkan otot-otot ku.Aku tidak sabar untuk beraksi.".
Daniel sudah menyiapkan diri untuk membantai siapa pun yang terlibat dalam tragedi drama penculikan Anayra,dengan ilmu bela diri yang dimilikinya.Meski Daniel tidak menyukai kekerasan,tetapi melumpuhkan musuh tak ada salahnya.
Daniel ingin menggunakan ilmunya untuk sesuatu yang benar,dan pada saat yang tepat.Tak ingin terlibat dalam suatu masalah jika disalah gunakan.
Khaffa hanya tersenyum miring,tanpa dijelaskan Daniel,Khaffa sudah tahu hal itu.
"Bagaimana hubungan mu dengan Alma?.Apa kau banyak menemui kesulitan.Pasti sulit untuk saling beradaptasi dengan nya,kan?.".
Sejak menikah,Daniel tak pernah bercerita tentang kisah kasih nya dengan Alma.
"Awalnya aku sedikit kecewa,dan pernah menyesal menikahinya.Tapi sekarang,aku sangat bahagia.".Daniel tersenyum bahagia,hingga membuat Khaffa iri.
"Congratulation.".Khaffa turut bahagia,namun sedih karena sang istri tak ada disamping nya.
Khaffa merasa tak seberuntung Daniel,karena Alma ada disisi Daniel.Ditambah lagi Alma dan Daniel akan menjadi ibu dan ayah.Sedangkan Khaffa hanya bisa menggigit jari saja,melihat kebahagiaan mereka.Dan kini,sedang berjuang mencari istri nya.
Daniel terhenyak,merasa bersalah,karena telah memamerkan kebahagiaan nya didepan Khaffa.
"Lihat!.Apa itu layak disebut rumah?.Itu rumah abad pertengahan.Klasik tapi angker.".Daniel menunjuk rumah Franstian di monitor yang tertangkap kamera Drone.
"Penjagaan nya sangat ketat.Tidak ada celah untuk masuk.Semua tertutup rapat.".Khaffa sulit untuk memasukkan Drone nya ke dalam rumah Franstian.
"Cari disudut lain!.Pasti ada jalan masuk ke sana.".Daniel memberi petunjuk.
Khaffa mengarahkan Drone ke arah jendela kamar.Saat melihat adegan panas yang dilakukan oleh dua insan,didalam kamar dan di atas tempat tidur,Daniel dan Khaffa menahan nafas.Saling berpandangan dan menelan ludah masing-masing.
"Sesi yang tidak pernah kita harapkan.".Daniel menggerutu.
"Penempatan waktu nya tidak tepat.".Khaffa merasa bodoh,membidikkan kamera Drone ke kamar Franstian dan Sera Novi.
Drone diputar ke arah jendela ruang tamu,di dinding Daniel tak sengaja melihat bingkai foto.
"Gadis itu.Seperti nya aku pernah bertemu dengan nya.".
Khaffa terkejut dan menoleh menatap Daniel."Kau dan Sera Novi?.Apa kalian pernah berkencan?.".
"Tidak.Aku tidak mengenalnya sama sekali.Dia bukan tipe ku.".Daniel menggelengkan kepala,menampik tuduhan Khaffa.
"Keluar saja dari sana dan putar ke samping.Tadi aku melihat sebuah paviliun.".Mengarahkan Khaffa agar mengikuti instruksinya.
"Di dalam rumah nya tidak ada penjagaan,Anayra pasti disembunyikan di paviliun itu.".Khaffa menduga-duga.
Drone yang dikendalikan Khaffa dengan remote control,diarahkan ke paviliun kecil milik Franstian.Penjagaan ketat yang dilakukan dua orang pria bertubuh jangkung di depan Paviliun,tertangkap kamera Drone.
Daniel pun menjadi yakin,dugaan Khaffa benar jika Anayra disekap di paviliun.
"Di atap pasti ada cerobong asap.Cepat cari!.".
"Tidak.Drone ku sulit menjangkau celah sempit seperti itu.".Khaffa menolak memasukkan Drone ke Paviliun melalui cerobong asap.
Daniel menggaruk pelipisnya,sudah memberi Khaffa saran yang konyol."Baiklah.Bagaimana dengan jendela?.".
Tanpa pikir panjang lagi Khaffa mengalihkan Drone ke jendela.
"Itu dia.Anayra ada disana?.".Daniel melihat Anayra meringkuk di tempat tidur kecil,didalam kamar Paviliun.
"Bajingan.".
Khaffa meradang dan bergegas pergi dari markas ditemani Daniel.Demi keselamatan,Daniel meminta kunci mobil Khaffa untuk menyetir mobil sport milik Khaffa.Akan berbahaya jika Khaffa mengemudi,membawa mobilnya ke rumah Franstian.
__ADS_1