Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 8.Bang Toyib Balik Kandang.


__ADS_3

Anayra POV.


 


...Mengapa ku menutup mata ketika tidur?.Dan mengapa ku menutup mata ketika membayangkan segala sesuatu?...


...Itu karena sesuatu yang indah tak terlihat oleh mataku.


...Cinta mudah datang dan pergi.Datang seperti angin dan pergi menghilang seperti asap.


...Seandainya aku mempunyai jiwa yang besar dan hati yang lapang.Dengan rela aku akan memaafkan dan melupakan semua hal yang membuat hatiku terluka dan tersakiti.


Namun...


Aku hanya manusia biasa yang bisa merasakan sakit dan kecewa.Aku mungkin bisa memaafkan tapi tidak mudah untuk melupakan.


Luka yang kau goreskan dihatiku terasa perih dan sakit tak berdarah.Telah menganga dan lebar.Butuh waktu lama untuk mengobatinya.


Karena...


Air mata yang keluar masih bisa dihapus,tetapi air mata yang tersembunyi menggoreskan luka dihati yang takkan pernah hilang.


...Pernah ku bermimpi mengukir sebuah asa untuk meraih bahagia bersamamu.Namun kini asa itu telah kandas dan sirna ditebas pengkhianatan.


Dan kuharap...


Bila masih ada cinta dihari esok,datang menghampiriku.Akan kucintai dia dengan sebaik cinta yang kumiliki.Karena bermunafik dengan cinta adalah sesuatu yang keji.


 


***


1 jam lebih terlewati dan waktu istirahat pun telah berakhir.Waktu bergulir menunjukkan jam 1:30 siang.


Anayra sudah ada didalam butik dan kembali bekerja setelah menghabiskan sebagian waktu istirahatnya bersama Lefrand dan makan siang bersamanya.Anayra cukup dibuat terkejut oleh kedatangan Lefrand setelah sekian lama tidak bertemu dengannya.


Tak dipungkiri jika Lefrand sosok pria yang pernah menempati ruang dihatinya hampir setahun lamanya.Pria yang pernah sangat dicintai dan disayanginya.


Lefrand sosok pria yang lembut,hangat dan penuh perhatian.Maka dari itu Anayra begitu terpukul karena sudah tega mengkhianatinya.Dia tidak pernah menyangka jika Lefrand mampu melakukan semua itu mengingat Lefrand pria yang sempurna dimatanya.


Waktu itu Lefrand tidak sengaja melakukannya dan tidak sadar karena pengaruh minuman keras.Dia kencan bersama mantan kekasihnya didalam kamar rumah yang akan ditempati nya bersama Anayra setelah menikah kelak.Namun saat itu posisi Lefrand tidak sadarkan diri dan mantan kekasihnya lah yang agresif melakukan aksinya.


Perpisahannya dengan Anayra diluar kehendaknya dan perbuatan yang dilakukannya yang menjadi penyebab Anayra memutuskannya karena diluar kesadarannya.Maka dari itu Lefrand begitu kehilangannya dan merasa terpuruk.Kini la kembali karena rasa cinta dihatinya pada Anayra tetap sama dan bahkan makin menggebu-gebu.Rasa rindu dihatinya pun tidak terbendung lagi,oleh sebab itu la datang menemui Anayra.


Anayra kini tidak sendirian karena Alma datang dijam kerja shift siangnya,begitupun Indah,Ani dan Ines.Sedangkan Santi,Melly dan Dea pergi beristirahat.


Anayra dan Alma berbincang disela-sela kesibukannya.


"Al'...Tadi Bu Lulla kemari dan bilang kalo pekan depan akan menggelar pesta hari jadi butik.".Ucap Anayra tanpa menoleh pada Alma karena tengah fokus menatap laptopnya.


Saking senangnya,Alma refleks menoleh padanya karena acara pesta adalah hal yang paling ditunggunya,apapun itu.Mau pesta pernikahan,ulang tahun atau lainnya.


"Whattt?.Yeaaah,kita pesta kulineran lagi dong!.Uwwu,siap-siap goyang lidah nih.".Sorak Alma penuh semangat sambil mengangkat kedua tangannya keatas saking senangnya.


Itulah yang menjadi target utama Alma setiap menghadiri acara pesta.


"Ckkk,diotakmu cuma makanan yang dipikirin.Aku minta kamu jaga sikap dan jangan lebay nanti!.Dih amit-amit kamu cantik tapi norak.".Cetus Anayra sambil menggedikkan bahu kanannya.


Sebab masih teringat oleh Anayra saat mereka ada ditengah pesta hari jadi butik tahun kemarin,makanya la khawatir jika kekonyolan dan kecerobohan Alma terulang kembali.


Dan Alma hanya menepuk jidatnya karena ucapan Anayra terdengar konyol ditelinganya.


"Memang apa salahnya?.Bagiku urusan perut nomor satu dan kita kerja butuh tenaga!,kita juga kerja untuk mencari sesuap nasi dan untuk mengisi perut kan?.".Dalih Alma membela dirinya.


Memanglah masuk akal perkataan Alma,tetapi menurut Anayra bukan itu maksudnya berkata seperti itu.Anayra hanya berharap jika Alma bisa menjaga sikapnya saja.

__ADS_1


Karena merasa jengah,Anayra memutar bola matanya saja menanggapi perkataan Alma.


"Oya Nay'...Kita harus nyiapin kostum dong?.Gimana nih aku bingung,kita pake baju apa nanti?.".Ucap Alma sambil menopang dagunya dimeja dengan raut wajah bingung.


Bisa mati gaya kalo aku pakai dress itu-itu lagi...Gumam Alma dalam hatinya.


Sebab tidak mungkin jika la menggunakan gaun biasa saja atau memakai gaun yang pernah dipakainya untuk menghadiri acara pesta.


"Ingat!,kita ada dimana sekarang?.Apa kamu ga liat deretan gaun-gaun cantik yang ada disini?.Apa dimatamu gaun-gaun itu hamparan bunga-bunga hah?.".Jawab Anayra sambil menunjuki rak pajangan.


Saat tersadar refleks Alma pun tergelak sambil mengedarkan pandangannya melihat ruangan yang dipenuhi ratusan model gaun-gaun cantik.


"Hahaha...Kenapa aku bisa lupa dan mendadak pikun ya?.Tapi gaun disini harganya selangit Nay',aku ga mampu membelinya.Ga mungkin kukuras habis ATM ku kan!?,lalu aku makan apa nanti?.".Alma bersungut-sungut berubah muram saat memikirkan harga gaun-gaun yang tergantung rapi dirak pajangan.


Sepenuhnya Alma sadar tidak bisa dan tidak sanggup membeli salah satu gaun koleksi dibutik tempatnya bekerja.Terkecuali jika ada cuci gudang dan obral besar-besaran.Tetapi sebenarnya bisa saja la mendapatkannya,sebab khusus untuk pegawai ada diskon sebesar 70 persen.


Namun tetap saja bagi Anayra dan Alma masih tetap tak mampu karena gaji mereka diprioritaskan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk menabung.Kalaupun mau berbelanja,mereka pasti pilih-pilih yang lebih penting dan paling dibutuhkan.


Karena merasa geli melihat ekspresi wajah Alma yang cemberut dan bingung,Anayra cekikikan saja sudah berhasil mengerjainya.Dia belum mengatakan pada Alma yang sudah Lulla sampaikan tadi.


"Uluhhh-uluhhh,itu bibir sampe kayak bimoli!,bibir monyong lima senti.Hahaha...".Anayra menggodanya sambil mencolek bibir Alma yang meruncing dan kelihatan seksi dimatanya.


"Tenang aja Al'!,kita ada sponsor tahun ini dan Bu Lulla sponsornya!.Jadi kamu tinggal pilih aja salah satunya,tenang saja gratis kok!.".Ucap Anayra sambil membisikkan kata gratis ditelinga Alma.


Bukan kepalang kagetnya Alma mendengar hal itu.Wajahnya berubah berseri-seri dan matanya berbinar-binar.


"Serius Nay',kamu ga bo'ong kan?.".Tanya Alma menyelidik dengan wajah penasaran sambil mengguncang lengan Anayra takut dikerjainya.


Tetapi bukannya menjawab,Anayra malah sibuk menatap laptopnya sambil mengulum senyumnya.


"Isssh,dasar oneng!.Ditanya bukannya dijawab malah kacangin aku!.Jawab dong Nay'!,jangan PHP in aku!?.".Gerutu Alma sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal sebab Anayra tidak menanggapinya.


Tak kuasa menahan gelinya,Anayra tertawa cekikikan saja lalu berkata,"Aku ga bo'ong dan ga PHP in kamu Al'!.Aku ngomong apa adanya,ga kurang dan ga lebih!.Tadi Bu Lulla yang bilang itu!,puasss?.".Jelas Anayra dengan raut wajah serius dan tegas mengatakannya.


Tetapi bagi Lulla itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pundi-pundi yang dimilikinya saat ini.Sebab Lulla bisa meraih kesuksesan pun karena ada campur tangan anak buahnya.


Selang kemudian seorang pria tampan masuk kedalam butik dengan wajah berseri-seri.Lefrand memandangi Anayra dan Alma dimeja kerjanya masing-masing.


"Haiii Alma,apa kabar?.".Tanya Lefrand saat menghampiri Anayra dan Alma.


Saat mendengar seruan nya,Alma refleks menoleh merasa kenal dengan suaranya.Sembari ternganga mulutnya,la tercengang sambil memandangi Lefrand dari puncak kepala hingga kebawah kakinya.


"Bbang Toyib u-udah pulang?.Eehhh maaf!,mak-sud aku mas Lefrand!.Heee...".Ceplos Alma terbata lalu nyengir kuda.


Saking terkejutnya oleh kedatangan Lefrand yang tiba-tiba dibutik.Sebab setaunya Lefrand sedang ada diluar negeri hampir setahun belakangan ini.


Aichhh.Ini mulut kenapa asal ceplak aja sih?...Rutuk Alma dalam hatinya sambil menepuk bibirnya.


Sembari tersenyum Lefrand mengulurkan tangannya dan Alma refleks berdiri untuk menjabat tangannya.


"Apa kabar Al'?.".Ulang Lefrand sambil melepaskan jabatan tangan mereka.


"Alhamdulillah baik mas!...Anyway kapan mas balik kandang?.Ups',maaf!,maksudku pulang heee...".Ralat Alma dengan gaya ceplas-ceplosnya sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya.


Malu dan merasa konyol oleh ucapannya sendiri yang selalu asal bunyi.


Tetapi ditanggapi senyuman oleh Lefrand,sebab la sudah tahu wataknya dan paham karakternya.


"2 hari yang lalu Al'!.Kamu ga berubah ya Al'!?,selalu jujur dan apa adanya kayak sebelumnya.".Sambung Lefrand sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


"Maklum ya mas!,udah bawaan dari orok kayaknya aku begini,wkkk...".Sambil terkekeh.


"Btw,mas kok makin bening dan licin aja sih!.Mas perawatan kulit disalon mana?,kalo boleh aku tau?.".Tanya Alma sambil mengamati wajah Lefrand yang halus dan kinclong.


Almaaa,kenapa kamu tanya hal yang ga penting sih?...Protes Anayra dalam hatinya sambil mendengus kesal dan menatap Alma dengan sengit.

__ADS_1


Hadeuhhhh,urat malunya kayaknya udah geser nih!...Rutuk Anayra dalam hati sambil menepuk keningnya.


Ucapan Alma membuat Lefrand tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha...Kamu ada-ada saja Al'!,buat apa aku melakukan hal itu buang waktuku saja!.Kamu makin lucu ya Al'!?.".Ucap Lefrand sambil memegang perutnya karena merasa geli mendengar pertanyaan Alma.


Ketampanan Lefrand tercipta alami sejak lahir.Diusianya yang ke 28 tahun ini semakin memancarkan aura yang membuat kaum hawa menatapnya kagum dan takjub.


"Heee...Maaf mas!,bibirku ga bisa dikontrol dan ga bisa dikondisikan!.Bibirku suka belibet kalo ga asal bicara.".Celoteh Alma sambil bergaya pecicilan menggerakkan badannya kekanan dan kekiri dengan jari tangan saling bertaut.


"Hmhhh...Santai saja Al',ga usah canggung!.Aku suka kamu apa adanya daripada canggung dan jaim!.".Ucap Lefrand sambil melirik Anayra sekilas.


Apa maksudnya,apa dia menyindirku?...Pikir Anayra saat melihat Lefrand meliriknya dengan ekor matanya.


Anayra menduga jika Lefrand sedang menyindirnya mengingat ucapannya di awal kedatangannya tadi.Tetapi dalam hatinya mengakui jika sikapnya memang agak canggung saat itu.Itu semua ada alasannya sebab la terkejut oleh kedatangannya yang tiba-tiba.Apalagi mereka baru bertemu lagi setelah sekian lamanya tidak berjumpa.


"Oiya,kalian baru ketemu lagi kan?,tapi kenapa ga cipika-cipiki?.".Tanya Alma polos sambil menatap Anayra dan Lefrand bergantian.


Tetapi tak ayal membuat Anayra marah dan spontan menyentil keningnya sampai Alma meringis kesakitan dan mengusap-usap keningnya.


"Kamu kenapa sih Nay'?,apa yang salah sama ucapanku?.Udah ga usah jaim dan pura-pura deh!,aku tau kamu pasti senang kan bisa ketemu dia lagi?.".Ucap Alma sarkastik sambil memicingkan matanya menatap Anayra.


Anayra berhasil dibuatnya gelagapan dan salah tingkah.Dia seperti dikuliti oleh Alma.Sementara Lefrand hanya mengulum senyum dan menahan tawanya.


"Aku sejak tadi kemari Al',dan kami udah ketemu dan juga sempat makan siang bareng!.".Jawab Lefrand apa adanya.


Pengakuannya membuat Anayra seperti dihantam palu dikepalanya.


Kamu terlalu jujur mas.Aku harus siap diroasting *Alma nanti*...Pikir Anayra sambil memijat pelipisnya.


"Ekhm,cieee...Cinta lama bertemu kembali!.Sinyal cinta kayaknya mulai on nih!?.".Celoteh Alma menggoda mereka sambil mengedipkan matanya genit.


"Diamlah Al'!,kayaknya kamu minta mulutmu disumpal sama sepatuku ini ya?.".Protes Anayra karena risih sambil menunjuk sepatu yang dipakainya.


"Ana' biar saja!,kenapa kamu harus marah?.Apa salahnya dia bilang gitu?,apa kamu ga suka kita ketemu lagi?.".Protes Lefrand saat mengamati sikap dan mendengar ucapan Anayra yang tampak tidak suka dengan kedatangannya.


"Bukan gitu mas,aku cuma-...".


"Maaf!,aku harus pergi sekarang sebab masih ada urusan!.Sampai jumpa Alma!.".Lefrand dengan cepat menyela ucapannya karena marah dan kesal lalu melangkah pergi tanpa berpamitan padanya.


Dengan tatapan sedih dan perasaan menyesal,Anayra menatap punggung Lefrand hingga menghilang keluar dari butik.Kemudian la menatap Alma dengan sengit.


"Asal kamu tau ya Al'?,aku ga suka dipanasi kayak gitu!.Dan kamu udah tau salah dia apa kan?.".Dengan nada marah Anayra meluapkan perasaannya.


"Maaf Nay'!,aku cuma becanda tadi jadi ga usah baper juga kaliii!.Aku tau sebenarnya hatimu pasti jumpalitan kan?,bisa ketemu mantan pujaan hati tampan kesayangan!?.".Alma berargumentasi.


"Cihhh,sok tau!.Kamu jangan ngadi-ngadi dan berasumsi sendiri!.".Kilah Anayra.


"Kamu jangan bo'ong Nay'!.Mulutmu bisa ngeles tapi matamu ga bisa bo'ong.".


Alma menyimpulkan sendiri meskipun sikap Anayra berusaha menyembunyikan perasaannya pada Lefrand tapi Alma bisa melihat dari matanya cara Anayra menatap Lefrand.


"Iya kamu benar dan aku yang bo'ong!.Puaaas?.".Sentak Anayra sampai membuat Alma terlonjak kaget.


Anayra mengalah demi kebaikan karena Alma tidak mau mengakui kesalahannya.Meskipun la mengakui jika perasaannya saat ini merasa senang bisa bertemu dengan pria yang pernah menempati posisi istimewa dihatinya.


"Iya maaf atuh Nay'!,aku yang salah bukan kamu.Kamu kok sensi banget sih?,aku kan cuma becanda tadi!.Jangan marah ya!,pisss.".Ucap Alma memelas mengajak damai sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V karena la sadar dengan kesalahannya.


"Makanya diayak dulu kalo ngomong!.".Anayra mendelik sambil mendudukkan dirinya dikursinya kemudian kembali fokus pada pekerjaannya,begitu pula dengan Alma.


Kalimat yang tidak sengaja Alma ucapkan membuat mereka berdebat panjang.Alma tidak berniat untuk memanasi Anayra dan Lefrand tapi Anayra salah paham dengan ucapannya.


Dan Anayra belum siap menerima Lefrand kembali untuk masuk kedalam kehidupannya meskipun masih tersimpan rasa cinta dihatinya.Sebab jejak luka yang ditinggalkan oleh Lefrand dihatinya masih membekas dan la masih dalam proses masa pemulihan serta sedang menata hatinya untuk bangkit kembali setelah perpisahannya dengan Lefrand.


 

__ADS_1


__ADS_2