
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali melihatnya.Waktu terasa berhenti berputar dan jantungku terasa berhenti berdetak kala itu karena dia begitu kuat menarikku masuk kedalam pesonanya.
Hei gadis...
Bukalah pintu hatimu dan berilah ruang untukku direlung hatimu!.
Ku mencoba mendekatinya dengan nyali yang tersisa dan dengan keberanian yang setengah terhimpun.
Bisakah aku mengetuk pintu hatinya yang tampak tertutup rapat untuk membuka sedikit celah agar aku bisa menerobos masuk kedalamnya?,untuk menempati ruang yang kosong dihatinya.
-Lefrand-
***
Pengunjung berlalu lalang mulai memadati Mall.Tempat yang satu ini memang tidak pernah sepi apalagi letaknya strategis dan ada ditengah pusat kota.
Didalam butik.
Mata Anayra terasa pedih karena terus menatap layar laptopnya.Dan otot-ototnya terasa kaku karena tidak bergerak sedari tadi dari duduknya.Dia berdiri lalu mengangkat kedua tangannya keatas untuk melakukan peregangan pada ototnya lalu sesekali la mengucek matanya dan menguap.
Efek lembur hingga malam hari kemarin disambung kerja pagi hari ini membuat energinya terasa terkuras habis.
"Waktu istirahat 1 jam lagi.". Gumamnya sambil melirik jam tangannya.
Kemudian Anayra mengedarkan pandangannya melihat Dea sedang melakukan transaksi dengan seorang pelanggan wanita diKassa.Diliriknya Melly dan Santi tengah sibuk menata gaun-gaun yang tadi dicoba pelanggan wanita itu.Sejenak menarik nafas dan menghelanya agar lebih relaks lagi.
Sesaat kemudian mengalihkan pandangannya pada selembar kertas yang berisi poin-poin peraturan Mall.Dia membaca setiap kata-katanya satu persatu.Memahami dan mengingat setiap kalimatnya.
"Gimana rasanya jadi atasan ya?.Aku mimpi aja ga berani,apalagi dialam nyata.". Ucapnya.
Dia berkata seperti itu karena menyadari jika la terlahir dari keluarga sederhana.
Tak lama kemudian terdengar suara hentakan sepatu hak tinggi seorang wanita cantik yang melenggang masuk kedalam butik.
"Haiii Nay'?.Aku datang!.".Sapanya sambil berjalan menuju sofa.
Dan Anayra refleks mendongakkan kepalanya kearah sipemilik suara yang memanggilnya.
"Ehhh,ibu Lulla.Selamat datang Bu!.".Sapa Anayra ramah pula.
Lulla tersenyum sambil duduk disofa dan dengan sigap Anayra menghampirinya kemudian berdiri dihadapannya.
"Gimana rasanya dilingkungan baru,apa ada masalah Nay'?.".Tanya Lulla menyelidik.
Sembari menggelengkan kepalanya,Anayra menjawab."Ga ada Bu!,semua baik-baik saja dan lancar.Kami sudah bisa beradaptasi disini.".
"Syukurlah,kalau kalian bisa cepat beradaptasi.Oya Nay',pekan depan kita akan menggelar acara hari jadi butik.Kamu dan yang lainnya siap-siap ya!.Untuk dressnya,kamu dan Alma pilih aja salah satu yang cocok disini.Free kok,anggap aja itu bonus akhir tahun,ok!?.".Tutur Lulla sambil menumpangkan satu kakinya.
"Baik Bu,terima kasih.".Ucap Anayra dengan wajah terlihat senang dan Lulla mengangguk menanggapinya.
Dari arah pintu,seorang pria bersama seorang gadis kecil masuk kedalam butik.Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan menghampiri Lulla dan Anayra.
"Ekhem.".
Suara seorang pria tampan mengagetkan Anayra sampai membuatnya menoleh padanya.
Mas Lefrand,dia sudah kembali**?...Bathin Anayra sambil menatapnya dengan mata terbelalak.
"Mmas Lefraaand?.Ka kamu ada disini?.".Lirihnya pelan hampir tidak terdengar saking terkejutnya sambil menunjuk wajah pria yang berdiri disampingnya.
Anayra tercengang melihat wajah yang dirindukannya,wajah pria yang pernah mengisi hatinya dan kini ada disini disampingnya.
Tak pernah disangkanya jika la akan bertemu lagi dengannya hari ini setelah sekian lama nya tidak bertemu.
"Haiii Ana',apa kabar?.Kita ketemu lagi!.".Sapanya sambil mengulum senyum lebarnya.
Tak bisa menyembunyikan rasa senang nya bisa melihat lagi wajah gadis yang dicintainya.
Sembar menatapnya dengan sendu.Lefrand mengulurkan tangannya dan disambut perlahan oleh tangan Anayra dengan jantung berdegup kencang.
Deg,deg,deg.
Seketika darahnya terasa berdesir dan menghangat saat tangannya menyentuh tangan Lefrand.Anayra bisa melihat diretina Lefrand tersirat menyimpan kerinduan padanya dan begitupun sebaliknya.Seketika ingin sekali Anayra berhambur memeluknya tetapi la berusaha tetap tenang dan mengendalikan dirinya.
"Ba baik mas!.Aaku baik.".Jawab Anayra terbata karena gugup campur terkejut sambil memandanginya.
Satu detik,dua detik,tiga detik.Keduanya saling bertatapan dan saling menelisik penampilan.Terasa mimpi bagi Anayra bisa bertemu lagi dengannya setelah hampir setahun lamanya tidak bertemu dan begitupun sebaliknya.
Kamu semakin cantik dan kelihatan lebih dewasa Ana'...Batin Lefrand.
*A*ku canggung banget sih kayak baru kenal saja...Pikir Anayra.
__ADS_1
"Haiii aunty Nay',aku datang?.".Sapa gadis kecil yang bergelayut manja dilengan Lefrand dan seketika membuyarkan interaksi mata mereka.
Ternyata Lefrand tidak datang sendirian dan Anayra baru menyadarinya.Lefrand membawa serta keponakan cantiknya.
Mata Anayra refleks mengerjap saat tersadar lalu spontan menarik tangannya dari genggaman Lefrand.
"Haaaiii Davy.Kamu disini juga rupanya.Kukira kamu ga ikut,heee...".Sahut Anayra dengan kikuknya sambil nyengir kuda pada gadis kecil berusia 11 tahun yang tak lain adalah putri Lulla.Daveena.
"Yupz aunty!,aku datang bersama my handsome uncle buat ngasih surprise sama aunty!.Benar kan uncle?.".Cetus Daveena sambil mendongakkan kepalanya keatas memandang wajah Lefrand.
Daveena putri Lulla yang kini duduk dikelas 5 sekolah dasar.Gadis cantik berambut pirang sebahu keturunan blasteran Indo-inggris.
Sembari mengangguk mengiyakan Lefrand bergumam,"Hemmmhhh...".Sambil menunduk menatap gadis yang tingginya sebatas dadanya itu.
Pipi Anayra bersemu merah dan salah tingkah tatkala mendengarnya.Disofanya,Lulla senyam-senyum sendiri mengamati interaksi keduanya tanpa berkata-kata.Dia memberikan keduanya kesempatan untuk saling berbicara.
"Ana',kamu disini sekarang?.".Tanya Lefrand menetralkan suasana yang terasa canggung.
"I-iiya mas!.".Jawabnya gugup sambil menoleh padanya.
Kemudian Anayra mengabsen penampilan Lefrand yang terlihat maskulin dan dewasa tidak seperti sebelumnya yang selalu tampil kasual dengan celana jeans dan T-shirt serta jaket denim.
"Cieee...Aunty Nay' n uncle malu-malu tapi rindu,hihihi.".Celetuk Daveena yang lugu dan polos dengan tangan masih bergelayut manja dilengan Lefrand.
Settt.
Karena merasa jengah oleh celotehan putrinya,Lulla menarik lengan Daveena dengan kuat hingga dirinya terduduk disampingnya.
"Auwww...Sakiiit!.Mommy what's wrong with you?.".Ucapnya sambil meringis dan mengusap-usap lengannya dengan wajah merengut.
"Davy',kalo orang dewasa lagi ngobrol itu jangan suka ikut campur!,kamu ngerti?.".Hardik Lulla mengingatkan.
"Isssh Mom',emang apa salahku?,kenapa aku selalu salah dimata mommy?!.".Rutuknya merengut kesal sambil menyilangkan kedua tangannya.
Daveena memang suka menggoda Lefrand dan Anayra.Tetapi kehadirannya disini bukan karena ingin menggoda mereka melainkan karena mau mencari sesuatu untuk temannya yang akan berulang tahun.
"liish,anak ini.Kamu terlalu dimanja,begini deh jadinya.Ayo ikut mommy!,bukannya besok temanmu ulang tahun?,kita cari kadonya sekarang diMall!.".Cetus Lulla sambil beranjak berdiri.
"Le',Anayra.Aku pergi dulu!.".Ucap Lulla lalu melangkahkan kakinya.
"Iya mbak.".Sahut Lefrand.
"Baik bu.".Jawab Anayra.
"YESSS MOM'!.".Seru Daveena sambil berdiri kemudian lari terbirit-birit menghampiri ibunya.
Dalam posisi nya masing-masing,Anayra dan Lefrand menatap kepergian Lulla dan Daveena hingga menghilang dari pandangannya sambil mengulum senyum karena gemas melihat tingkah laku gadis kecil itu.Selang kemudian Lefrand fokus kembali pada gadis disampingnya.
"Ekhm...Ana' sejak kapan disini?.".Tanya Lefrand berbasa-basi sambil mendudukkan dirinya disofa.
"Se-sejak kemarin mas!.Dan butik baru buka hari kemarin.".Gugup dan terbata menjawab pertanyaan pria yang kini ada dihadapannya.
"Iya aku tau,aku cuma mau dengar suara kamu.".Ucap Lefrand sambil tersenyum manis.
"Haaa?.".
Kalimat sederhana tetapi mampu membuat Anayra ternganga dan terbengong namun membuat Lefrand jengah melihatnya seperti itu.
"Ana',ayo duduklah dan jangan canggung!.Kenapa harus malu-malu begitu sih?.".Titah Lefrand sambil menepuk ruang kosong disebelahnya.
Anayra mendadak bingung menghadapi makhluk tampan satu ini.Entah la harus bersikap bagaimana karena seketika otaknya tidak bisa diajak kompromi lagi.
settt.
Dengan gerakan cepat Lefrand menarik tangannya agar duduk disebelahnya.
"Akhhh...".Sembari memekik keras Anayra terlonjak kaget sambil terduduk disofa lalu memicingkan matanya menatap Lefrand.
"Mas ka-...".Sambil menunjuk wajah Lefrand.
"Santai aja Ana'!.Ga usah canggung dan malu.Kita kayak baru kenal aja.".Ucap Lefrand menyela ucapannya.
"Kamu makin cantik Ana'!.".Sambungnya dengan cepat.
Kata pujian Lefrand langsung membuat pipi Anayra merona dan tersipu-sipu.
"Liat kamu kayak gini,aku jadi ingat waktu kita pertama kali ketemu,wkkk...".Ucap Lefrand menggodanya sambil menahan tawanya.
Anayra semakin salah tingkah lagi dibuatnya.Hening sambil tertunduk tanpa berkata-kata.
"Heiii,kenapa kamu diam aja Ana'?.".Tanya Lefrand saat melihatnya terdiam saja.
__ADS_1
Anayra tampak gagu dan bisu dimatanya.Entah apa yang dipikirkannya.Namun membuat suasana hati Anayra menjadi panas.
"Gimana aku mau ngomong kalo Mas ngomong terus!?.Aku mau ngomong tapi mas menyela!.".Jawab Anayra dengan ketusnya sambil mendelik tetapi malah membuat Lefrand tertawa.
"Hahaha....Akhirnya aku bisa dengar ocehanmu juga!.Inilah kamu Ana',ini yang aku rindukan dari kamu!.".Ucap Lefrand karena senang akhirnya Lefrand bisa mendengar suara ocehannya.
Maksudnya apa,dia cuma mancing aku biar bisa dengar ocehanku?....Pikir Anayra sambil terpaku dan otaknya melayang entah kemana.
Sementara Lefrand kini menatapnya dengan lekat sambil menopang dagunya.
"Aku rindu kamu Ana'!.Apa kamu merindukan ku?.".Lirih Lefrand dengan lembut dan pelan seperti berbisik ditelinga Anayra.
Lefrand merindukan wajah dan suara ocehan Anayra.Dalam hitungan detik Anayra tersadar.
Tenang Nay!jangan baper,dia cuma mau bikin kamu ge'er !...Pikirnya.
"Mmas Aaku masih banyak kerjaan!.Maaf!,aku tinggal ya!?.".Sambil beranjak dari duduknya.
Anayra mencari alasan untuk menutupi rasa gugupnya kemudian berjalan menuju meja kerjanya lalu duduk dikursinya.Dia mencari sesuatu dimeja dan membuka laci,entah apa yang dicarinya la pun tidak tahu dan hanya ingin terlihat sibuk dimata Lefrand karena la bisa menebak jika Lefrand pasti sedang memperhatikannya saat ini.
Tebakan Anayra tepat.Lefrand saat ini sedang memperhatikan gerak-geriknya disana.Dia bangkit dari duduknya menghampiri Anayra lalu duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya.
Sungguh sikap Lefrand berhasil membuat Anayra lagi-lagi salah tingkah.Apalagi saat ini Lefrand menatapnya sambil berpangku tangan menopang dagunya.
Mas,jangan menatapku kayak gitu!.Aku takut ga tahan untuk memelukmu...Pikir Anayra saat meliriknya sekilas.
Anayra pura-pura fokus menatap layar laptopnya lalu memeriksa dan membaca ulang laporan yang diketiknya dilayar monitor laptopnya untuk mengalihkan perhatiannya dan pikirannya dari Lefrand.
Lefrand POV.
...Aku kini bisa menatapnya,menatap wajah gadis yang selama ini kurindukan hampir setahun ini.Dia ada didepanku sekarang.Sosok yang selalu hadir dalam mimpiku dan memenuhi pikiranku.
...Dia semakin cantik dan dewasa.Kutelusuri setiap lekuk wajahnya,matanya yang indah,bibirnya yang tipis dan merah merekah.Tapi aku tidak bisa melihat rambut panjangnya yang tergerai indah karena menggelungnya.
Huuuh...
...Dia ternyata baik-baik saja dan bisa menjaga dirinya dengan baik meskipun tanpaku disisinya.Aku merasa bersyukur tapi juga merasa terabaikan dan terlupakan.Tanpa kehadiranku disisinya membuatnya jauh lebih baik.
...Tahukah kamu Ana'?.Bagaimana aku menahan sesak didadaku karena merindukanmu?.Bagaimana rasanya hidup dalam penyesalan dan dibayang-bayangi rasa bersalah.
...Aku masih mencintaimu dan tidak pernah berhenti mencintaimu.Aku telah kembali untuk merebut cintamu dan untuk mempertahankanmu yang masih menempati ruang hatiku.Aku harap kamu mau menerimaku kembali.
*End.
Saat Anayra melirik jam tangannya,seketika senyuman terukir dibibirnya.
"Mas maaf,aku harus pergi.Udah masuk jam istirahat,aku mau makan siang.Permisi!.".Tutur Anayra sambil berdiri.
Bergegas Anayra melangkahkan kakinya namun baru beberapa langkah Lefrand tiba-tiba menarik tangannya,menggengam dan menuntunnya dari arah belakang kemudian berjalan didepannya dan membimbingnya keluar dari butik.
Degup jantung Anayra semakin kencang dan cepat.Matanya tidak berhenti menatap tangannya yang digenggam Lefrand saat berjalan.Genggaman telapak tangan Lefrand terasa hangat hingga membuat hatinya berdesir.Seketika hatinya mulai goyah.
Ya Allah,mas.Kamu bisa buat aku mati berdiri kalo begini.Kendalikan dirimu Nay'!...Pikir Anayra.
Lefrand melakukan itu karena merasa diabaikan dan tidak dihiraukan oleh Anayra.Dan sampai hati Anayra meninggalkannya sendiri.Bukankah lebih baik jika la pergi bersamanya.Menurut Lefrand.
Anayra POV.
...Dia telah kembali ketanah air,kekota ini.Dia ada didepanku sekarang,bersamaku dan menggenggam tanganku.
...Hei jantung...Berhentilah berdetak keras saat melihatnya!.Diamlah saat dia menatapku dan menggenggam tanganku!.Bagaimana jika dia mendengarnya?...
Hati...Janganlah kau goyah,tetaplah pada prinsipmu!.Enyahkan rasa rindu didada ini dan buanglah rasa cinta yang masih melekat dinenakku.
Ingatlah!...Dia pernah menyakitimu,pernah mengecewakanmu dan mengkhianatimu.
Kamu...
Dulu datang seperti angin dan membisikkan kata cinta ditelingaku kemudian menabur benir cinta diantara kita lalu merajut tali asmara dan mengukir monumen sejarah cinta kita.Tapi kemudian kamu menghancurkannya seketika dan memporak-porandakan hatiku.Lalu pergi setelah melakukan itu semua.Menguap seperti embun dan menghilang seperti asap.
Tahukah kamu?...
Bagaimana aku menata hatiku kembali yang telah rapuh setelah kepergian mu?.Bagaimana rasanya aku menahan gejolak dihatiku agar bisa membenci dan melupakanmu?.
Susah payah dan sulit sekali aku melakukannya.
Tapi kini kamu datang kembali menggoyahkan hatiku.Apa maumu?.Aku harus apa dan bagaimana?...
*End.
__ADS_1
Lefrand pernah menjadi bagian dari hidup Anayra dan pernah menempati ruang dihatinya.Pria yang pernah dicintai dan istimewa dihatinya.Tapi hubungan mereka telah lama kandas karena suatu hal yang membuat Anayra menjauh dan menghindarinya.Cinta lama bertemu kembali...