Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
117.Kebetulan yang disengaja.


__ADS_3

Dikantor Lefrand.


Lefrand dan Khaira tersenyum bahagia karena hari ini bisa meluangkan waktu bersama,meskipun hanya beberapa jam saja.Telaga rindu yang bersemayam dibenak mereka tak bisa dibendung lagi,hingga tak bisa menahan diri untuk tidak bertemu.


Khaira sampai menyempatkan diri bertandang ke kantor Lefrand,dan memilih bolos bekerja.Rasa cintanya yang besar,rasa rindunya yang kian membuncah memaksakan diri untuk menemui Lefrand.


Supaya bisa menghabiskan waktu bersama Lefrand dengan berbincang,bercanda dan tertawa,serta makan bersama.Dengan leluasa,diruangan Lefrand yang menjadi tempat favorit mereka,tanpa harus merasa takut terciduk oleh keluarganya.Pasalnya,kantor Lefrand adalah tempat paling aman dan nyaman,bagi mereka saat ini.


Khaira yang sejak tadi betah dalam dekapan hangat Lefrand,mengurai pelukannya.Ditatapnya netra mata yang meneduhkan itu dengan penuh rasa cinta,mata pria yang berhasil menjungkir balikan hatinya ini."Waktunya aku pulang,sudah malam.".Khaira menunjuk jam dinding yang ada diruangan Lefrand,dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 20:30.


Lefrand yang duduk disamping Khaira menghela nafas berat.Berat rasanya melepas Khaira pergi,dan harus berjauhan lagi dengan Khaira.Tetapi sayangnya,tak bisa mencegah Khaira pergi."Waktu berlalu begitu cepat.".Penuh rasa sayang merapikan rambut Khaira yang tampak acak-acakan dengan jemari tangannya."Rasanya hanya satu jam saja kita bertemu.".Kecewa dengan sang waktu yang cepat berlalu,rasanya baru tadi siang bersama,tetapi tak terasa kini sudah beranjak malam.


Khaira terharu akan keluhan Lefrand.Soft lens warna hazel nya tak berkedip menatap wajah Lefrand yang berjarak beberapa jengkal saja darinya.Bertabur bunga perasaannya saat mendapat perhatian sederhana Lefrand.Tetapi,itu cukup mampu mencairkan hatinya menjadi terasa meleleh,dan membuat bulu-bulu halus ditangannya berdiri.Pria satu ini memang pandai membuatnya terlena dan mabuk kepayang.


Lefrand membalas tatapan Khaira dengan tatapan yang menghanyutkan."Kapan akan meluangkan waktu lagi,untuk ku?.".Intensitas waktu untuk bertemu yang berkurang,membuat rasa rindu senantiasa melanda hatinya.


Belum lagi hubungan yang dijalankan dengan sembunyi-sembunyi dan diam-diam,membuat Lefrand tak bisa leluasa menemui Khaira,kapan saja dan dimana saja.Hubungan ini benar-benar menyiksa hati,dan menyulitkan ruang gerak mereka.


"Secepatnya.".Khaira menjawabnya dengan cepat dan lantang,karena setiap waktu merasakan hal yang sama dengan Lefrand.


Lefrand tak terhingga senangnya.Bola mata hitam nya berbinar dan wajah nya berseri-seri.Kesibukan Khaira menuntutnya harus selalu bersabar menunggu Khaira bisa meluangkan waktu senggang untuknya,yang tak sebebas dirinya.


Khaira tersadar kala teringat sesuatu."Sebelum pergi,ada yang ingin ku tanyakan?.".Ada hal yang masih mengganjal dihatinya dan sering dipikirkannya.


"Katakan!?.".Dengan senang hati Lefrand akan mendengarkan dan menjawabnya,tanpa merasa keberatan sama sekali.


"Kuharap,kakak menjawabnya dengan jujur!".Penuh ketegasan dan rona wajah yang serius,Khaira tak ingin Lefrand berbohong dan berdusta,barang sedikit pun.


Lefrand dibuat tertegun dan heran akan permintaan Khaira yang menuntutnya untuk berkata jujur.Perasaan nya mulai tak enak,dan hati nya bertanya-tanya pada hal yang ingin ditanyakan Khaira.


Khaira merenung dan menggigit bibirnya,haruskah menanyakannya atau tidak?.Ingin bertanya tetapi takut dan ragu.Namun jika tidak,pasti selalu terpikirkan dan akan dihantui rasa penasaran.


Khaira menarik nafas sejenak sebelum berbicara."Benarkah,Sabrina alasannya utama kakak dan kak Anayra berpisah?.".Akhirnya,perasaannya merasa lega usai mengatakan itu.


Khaira pikir,tak baik juga memendam sesuatu yang membuatnya kesulitan untuk bisa tidur dengan nyenyak setiap malam,dan tak bisa bekerja dengan tenang dan tak bisa fokus juga.


Dibalik keterkejutan Lefrand,seulas senyum menghiasi wajahnya."Akhirnya,kamu tau juga tentang ini.".Selain menghela nafas pasrah,tak ada yang bisa Lefrand lakukan saat ini."Tapi,tau itu dari siapa?.".Keningnya mengkerut heran,selama dekat dengan Khaira dirinya tak pernah memberitahukan Khaira tentang hal memalukan itu.


Aku yakin,ini pasti ulah Sabrina.Anayra tidak mungkin mengungkapkan itu pada Khaira...


Dalam benak Lefrand hanya satu nama yang berani mengungkapkan hal itu.


Lefrand pikir,Anayra takkan mungkin berani mengatakan hal yang berkaitan dengan yang bisa mempermalukannya,dan yang bisa menjatuhkan harga dirinya,karena sangat mengenal baik karakter Anayra.Terkecuali pada orang-orang terdekat mereka.


"Sabrina.".Khaira tak bisa menutupi sosok yang menjadi sumber informasi nya.


Lefrand tersenyum miring,sesuai dugaannya.Lefrand menghela nafas panjang,sekarang gilirannya untuk menjawab pertanyaan Khaira."Anayra memergoki kami bermesraan.Saat itu aku tidak sadar dan dalam pengaruh minuman.".Tanpa merasa terpaksa dan dengan jujur,mengakuinya.


Pikiran Lefrand mengembara saat mengingat peristiwa kelam setahun silam,bersama Sabrina.Peristiwa yang memisahkan Anayra dan dirinya.Namun kini Lefrand bernafas lega,dan bisa tersenyum senang melihat Anayra bahagia bersama Khaffa.Meskipun awalnya harus menelan pil pahit dulu dan kecewa,karena tak bisa mendapatkan cinta Anayra kembali.


Namun seiring berjalannya waktu,bisa melewati masa-masa sulitnya.Sekarang,tibalah saatnya baginya untuk memikirkan kebahagiaannya sendiri.Kini dengan kehadiran Khaira disisinya,berhasil mengisi hatinya yang sunyi dipenuhi getaran cinta,dan menghiasi hari-hari nya yang terasa hambar menjadi manis dan indah.


Khaira memejamkan mata saat Lefrand tak menyangkal nya.Tersenyum miris karena semua itu benar adanya.Tetapi Khaira senang Lefrand berkata jujur,sesuai dengan harapan nya,dan sama persis dengan yang diungkapkan Sabrina.


Namun dari situ Khaira bisa menyimpulkan sendiri."Jadi,kakak tidak sengaja melakukannya?.".Senangnya hati nya dan tersenyum girang,saat mengetahui jika Lefrand melakukan itu tanpa sadar,dan bukan atas keinginannya sendiri.


Aku yakin,kucing liar itu menjebak kak Lefrand...


Sabrina yang tampak licik dan terlihat bukan gadis baik-baik,membuat Khaira menjadi berprasangka buruk.


Lefrand dibuat takjub dan melongo tak percaya.Bukannya marah akan pengakuannya,Khaira malah tampak kegirangan.Rasa cintanya semakin bertambah besar saja pada kekasihnya ini.


Dengan yakin dan mantap Lefrand menggedikkan bahunya."Tak ada gunanya aku berbohong.".Kata-kata tegasnya mampu meyakinkan hati Khaira."Tapi,alasan itu tidak mampu mencegah Anayra untuk tidak pergi dari ku.Pertunangan kami terpaksa dibatalkan,Pernikahan pun tidak pernah terjadi.".Senyum dibibirnya berubah menjadi datar,dan netra matanya tampak menyayat hati Khaira.


Pastinya,senyum Lefrand sirna saat rasa kecewa,sakit hati dan sedih menghinggapi hatinya,dan berbaur menjadi satu didalam sana.Kala mimpi dan harapannya di masa lalu tak tercapai,dan tak bisa diwujudkannya menjadi kenyataan.


Naasnya,Khaira bisa melihat itu semua digurat wajah Lefrand yang terlihat sangat jelas sekali."Kakak pasti kecewa,sakit hati dan sedih!?.".Manik mata sendunya menatap pujaan hatinya.


Lefrand terkagum-kagum menatapi Khaira yang bisa memahami isi hatinya."Benar!,saat itu hari-hari tersulit ku.".Tanpa rasa ragu dan tak canggung,mengeluhkan kondisi nya saat itu.


Untuk memberikan ketenangan dan semangat pada Lefrand,Khaira membelai lengan Lefrand."Aku tau,pasti sangat berat rasanya,dan sulit untuk bisa menata hati kakak kembali.".Santai dan tanpa merasa terbebani,menanggapi Lefrand.


Lefrand terenyuh dan tersentuh hatinya,Khaira menyikapinya dengan bijak.Bukannya marah,iri atau cemburu saat dirinya terus membahas masa lalu nya dengan Anayra,dan yang dirasakan nya saat itu."Aku terharu,kamu sangat pengertian.".Mengulas senyum bangga dan bahagia,"Bisa memahami ku dan bisa merasakan yang ku rasakan.".Merasa salut dan bangga akan sosok gadis berparas cantik yang berhadapan dengannya ini.


Khaira hanya mengikuti hati nurani nya saja,dan memposisikan dirinya jika menjadi mereka."Bertunangan lalu menikah adalah impian terbesar semua orang.Aku bisa memahami kak Anayra,jika ada diposisinya mungkin akan melakukan hal yang sama.Dan jika aku diposisi kakak,pasti akan merasakan hal yang sama.".Kata-kata Khaira yang realistis dan logis mampu membuat Lefrand tertegun dan tak bisa berkata-kata.


Tetapi,hati kecil Lefrand berkata...Aku beruntung bisa memilikimu dan bisa menjadi kekasihmu...


Biasanya,kebanyakan wanita akan merasa trauma dan takut dikhianati oleh pria yang pernah berkhianat dan tak setia,apapun itu alasannya.Kadang-kadang juga,tak sedikit yang memandang rendah pria itu,bahkan selalu mencemoohnya.Tetapi Khaira malah bertindak sebaliknya.


Itu sangat melegakan hati Lefrand dan membuatnya tersenyum senang."Ku pastikan hal itu takkan terulang lagi,aku janji!.".Rasa cintanya yang kian meningkat pada Khaira dan takut kehilangannya,dalam keadaan sadar dan dengan pikiran jernih Lefrand berikrar untuk setia.


Khaira mengangguk mengiyakan dengan ikrar Lefrand yang terdengar tegas,serius dan tampak sangat meyakinkan."Baiklah,akan kuingat itu,dan ku pegang kata-kata mu.".Mengancam Lefrand untuk menepati janjinya,yang langsung ditanggapi Lefrand dengan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah nya,membentuk huruf V.


Tak ayal,betapa senangnya hati Khaira dan tersenyum sumringah."Tapi aku senang,sekarang kak Anayra mendapatkan kebahagiaan nya bersama kakakku.Dan kakak,harus bahagia denganku!?.".Memastikan itu dengan menunjuk dada bidang Lefrand.


Alih-alih menanggapi perkataan Khaira,Lefrand malah balik bertanya."Kamu tidak marah sama sekali dengan cerita masa lalu ku bersama Sabrina,dan Anayra?.".Aneh rasanya jika Khaira sama sekali tak marah,menurutnya.


Acuh dan santai Khaira menepis anggapan Lefrand."Untuk apa?,itu masa lalu mu.Semua orang memiliki kisah bersejarahnya masing-masing,begitu pula dengan ku.".Jawaban Khaira nyaris membuat Lefrand 'speechless' dan terpaku.


Tanpa berkedip Lefrand menelisik wajah Khaira,dengan ekspresi wajah yang datar.Sedetik kemudian,senyum merekah terukir dibibir Lefrand,memamerkan gigi rapi dan bersihnya."Terima kasih!,untuk pengertian mu.Kamu jauh lebih baik dan lebih dewasa dari perkiraan ku.".Digenggamnya erat tangan halus dan lembut milik gadis cantik penakluk hatinya.

__ADS_1


"Itulah aku!.".Khaira pamer senyum narsisnya."Ku pastikan,kakak tidak akan pernah menyesal,telah memilih ku!.".Penuh rasa bangga dan rasa percaya diri yang tinggi menepuk dadanya sendiri.


Lefrand menanggapi dengan senyuman manis dan berharap yang sama dalam hatinya...Kuharap begitu...


Khaira memutar matanya saat teringat sesuatu."Kakak,kenapa tidak pernah mengatakan jika kakak pernah dekat dengan Sabrina?.".Masih ada satu lagi yang diherankan Khaira.


Lefrand mulai jengah,tak jemunya Khaira menyebut nama Sabrina didepannya."Itu tidak penting,untuk apa dibahas?.".Mengibaskan tangannya diudara.Malas rasanya membahas tentang Sabrina yang hanya bisa memperkeruh suasana hatinya saja."Dia tidak pernah tercatat dalam daftar,dan ku anggap tidak pernah ambil bagian dari kisah sejarah ku.".Rasa bencinya yang besar pada Sabrina membuat Lefrand tak ingin mengakuinya.


"Begitukah?.".Khaira tak yakin Lefrand mengatakannya dengan jujur.


"Tidak ada alasan untuk berbohong.".Lefrand menjawabnya dengan kata-kata yang membuat Khaira percaya,dan tersenyum manis."Ayo,ku antar sampai ke luar!?.".Bersamaan dengan Khaira,Lefrand bangkit berdiri dan berpegangan tangan berjalan menuju keluar.


Lefrand mengantar Khaira hingga masuk ke dalam mobilnya.Dengan berat hati Lefrand melepas Khaira pergi,dan memandangi mobil Khaira hingga menjauh dan menghilang.


Dikediaman keluarga Andika.


Makan malam berjalan lancar dan tenang.Semua senang,karena bisa meluangkan waktu bersama,di momen yang jarang terjadi ini.Namun sayangnya,suasana menyenangkan itu tak berlaku bagi Daniel.


Daniel terpaksa melahap semua makanannya yang di ambilkan Alma.Tersiksa rasanya saat perutnya terasa membengkak,efek kekenyangan,hingga sulit bernafas dan menghirup oksigen.Ingin rasanya membalas keusilan Alma,tetapi tak bisa.


Daniel hanya bisa pasrah dan berjalan dengan langkah gontai menuju taman belakang rumah,usai makan.Lebih memilih menenangkan hatinya ditaman,ketimbang berbincang-bincang diruang tamu bersama keluarga besarnya dan yang lainnya.Belum lagi jika melihat Alma,itu akan menambah beban dihatinya.


Didekat lampu taman,Daniel berdiri dengan berkacak pinggang dan membuang nafas kasar."Huhhh...Gadis itu,benar-benar menyiksa ku.".Meluapkan kekesalannya dengan menendang kerikil-kerikil kecil yang terhampar diatas tanah.


Matanya tetap fokus menikmati pemandangan taman dimalam hari.Tersenyum saat melihat Kunang-kunang berterbangan di udara dengan bebasnya,tanpa beban dan tanpa hirau akan keberadaan Daniel disana.Sinar terang yang terpancar dari Kunang-kunang itu mengalahkan keindahan lampu taman yang menghiasi alam sekitarnya,hingga begitu menarik perhatian Daniel.


Diruang tamu.


Tiga pasangan paruh baya duduk berdampingan dengan pasangan nya masing-masing,di sofa.Ceppy dan lta duduk berdampingan disofa yang sama.Ita yang baru pertama kali nya datang kesana,sangat takjub melihat kemewahan rumah itu yang bak istana.Jika dibandingkan,jauh berbeda sekali dengan rumah yang mereka miliki,termasuk rumah orang tua Anayra.


Ita bicara dengan berbisik pada suaminya."Kapan kita akan memiliki rumah seperti ini?.".


Ceppy tersenyum kecut,merasa tersinggung dengan ucapan istrinya.Bukan tak mau,melainkan tak mampu.Apalah dayanya yang hanya seorang pegawai Toko Bahan bangunan dan kuli kayu.


"Dalam mimpi mu!.".Dengan malas menjawab pertanyaan lta."Berhenti lah!,berkhayal.Syukuri yang kita miliki!.".Menghardik pelan untuk mengingatkan istrinya.


Ceppy tak mau istrinya menjadi orang yang takabur,hingga lupa bersyukur dan tak mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Maha Pemberi rejeki.


Ucapan suaminya,menjadi cambuk bagi lta,dan tersadar.Namun lta tak serius mengatakan itu,dan hanya ingin menggoda Ceppy saja."Aku tau,tapi tidak harus sekesal itu!.".Mendelikkan matanya diiringi hati yang dongkol.


Ita kesal,tak seharusnya Ceppy menanggapinya berlebihan dan serius.Melihat bibir istrinya yang meruncing,Ceppy mengulum senyum tipis.Jika tak begitu,lta takkan bisa diam dan takkan mengunci mulutnya rapat-rapat.


Di area ruang tengah.


Alma berjalan-jalan sendirian menelusuri lantai beralaskan marmer.Tanpa disadarinya,kakinya melangkah begitu saja mengikuti kata hatinya.Hingga tak terasa,tiba-tiba sampai di taman yang luas dan indah.


Langkah Alma tertahan dan berdiri mematung dengan mata terbelalak,"lndahnya...Kupikir tidak ada taman disini.".Terasa terhipnotis dan terpukau melihat pemandangan didepannya dengan mata berbinar."Kunang-kunang yang cantik.".Rasa senang dan takjub terpancar dari manik matanya yang berbinar,tatkala melihat serangga kecil itu terbang dan bertebaran diudara,memancarkan sinar yang berkelip-kelip.


Suara Daniel mengejutkan Alma yang berdiri tak jauh ditempatnya duduk.Alma menoleh ke samping kanannya,terkejut mendapati Daniel ada ditempat yang sama dengan nya,bahkan lebih dulu ada di taman itu.


Namun bukan Daniel yang menarik perhatiannya,melainkan pertanyaan Daniel telah menyulut emosinya."Apa yang kamu lakukan disini,itu yang ku lakukan juga.Apa yang kamu lihat,itu yang ku lihat juga.".Dengan ketus dan intonasi suara yang tinggi,menjawab pertanyaan Daniel.


Daniel beranjak dari duduknya dan menghampiri Alma,geram mendengar kata-kata Alma yang menyulut emosinya."Kamu mau cari masalah dengan ku?,pelankan nada bicara mu!.".Menatap tak suka Alma,yang berani bersikap lancang pada nya."Aku lebih tua dari mu,jadi tunjukkan attitude mu!.".Semakin menggeram untuk mengintimidasi Alma.


Alma yang bersitatap dengan Daniel dalam jarak dekat,menjadi kikuk dan salah tingkah.Apalagi saat wajah Daniel berubah menjadi garang."Iiitu...".Tergagap tanpa berkutik dari tempatnya,dan bingung harus menjawab apa."Maaf!.".Menekuk wajahnya kebawah,menghindari tatapan Daniel saat berubah menjadi sangat mengerikan yang menghiasi wajah tampannya.".Aku spontan mengatakan itu,dan tidak dipikir dulu.".Alasan itu Alma harap bisa menolongnya dari kemarahan Daniel.


Memicingkan matanya,Daniel menatap gadis yang berhasil menguasai pikirannya,akhir-akhir ini."Aku tidak habis pikir,apa yang istimewa dari mu?,hingga orang tua ku selalu memuji mu?.".Menelisik Alma dengan cermat dan teliti,mencari daya tarik dan pesona yang Alma miliki.


Daniel tak habis pikir,orang tua nya begitu mengidamkan Alma untuk dijadikan menantu,bahkan selalu memuji Alma didepannya,saat orang tua nya tengah bercakap-cakap.Jika saja mereka tahu sikap Alma yang kasar dan lancang,pasti akan mengurungkan niatnya,pikir Daniel.


Alma terkejut dengan pengakuan Daniel,dan mendongak menatap Daniel."Apa?,benarkah?,kenapa?.".Mencecari pertanyaan yang enggan dijawab Daniel.


Jika Daniel berkata jujur,bahwasanya orang tua nya begitu berharap memiliki menantu seperti Alma.Pikir Daniel,Alma pasti akan besar kepala,dan bersikeras menolaknya.Jika harus berbohong dan mengarang cerita,Daniel pun tak terbiasa begitu.


Namun melihat Alma yang sangat penasaran,Daniel tak tega dan tersenyum smirk."Kenapa tidak kamu tanyakan saja pada orang tua ku?.".Alih-alih menjawab,Daniel malah balik bertanya.


"Kenapa tidak kamu jawab saja?.".Tak mau kalah dari Daniel,Alma memutar balikkan pertanyaan.


Benar-benar keras kepala gadis cantik dihadapannya ini,pikir Daniel."Jika aku yang mengatakan nya,akankah kamu percaya?.".Argumen yang tepat dan aman,untuk menjawab pertanyaan Alma.


Pasalnya,Daniel ragu-ragu untuk mengungkapkan kebenarannya,dan tak yakin Alma mau mengakui kejujurannya.Jika Alma tahu,pasti takkan menerimanya.


Dua pasang Netra mata yang saling memikat hati itu,bersitatap dengan lekatnya.Diliputi rasa penasaran di benak nya masing-masing.


Kata-kata Daniel sangat masuk di akal Alma,tetapi semakin membuatnya penasaran."Jika kamu jujur,tidak ada alasan untukku tidak mempercayai mu.".Memberikan tatapan mata yang terasa menusuk jantung Daniel.


lni ujian terberat Daniel,saat berhadapan dengan Alma.Tak bisa berpaling dari pesona Alma yang begitu kuat menariknya.Walaupun bibirnya mengatakan Alma kurang menarik dan tak mempesona,tetapi hatinya beranggapan sebaliknya.


Bahkan,kini terpikirkan olehnya untuk menarik pinggang Alma yang ramping dan merangkulnya erat.Usai itu,mengecap manisnya bibir Alma yang merekah dan lembut.Tetapi,Daniel tak berani melakukan itu.Bisa-bisa pipinya menjadi korban amarah Alma lagi.


Sekuat tenaganya Daniel menahan dirinya dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.Menarik nafas dalam-dalam,dan menghembuskan nafasnya dengan panjang untuk mengusir imajinasi liarnya.


Daniel fokus kembali kala teringat jawaban Alma yang brilian,dan berhasil membuatnya terpojok.Tetapi bukan Daniel namanya,jika sampai kehabisan ide."Tapi aku yakin,kamu akan terkejut dan meno...".Urung meneruskan kalimatnya dan memejamkan matanya.


Tak sanggup Daniel mendengar kata itu dari mulutnya sendiri,apalagi dari mulut Alma.Cukup satu kali saja Daniel mendengar penolakan Alma.Kata itu bagaikan duri baginya,bisa melukai dan menyakiti hatinya.


Di area ruang tengah.


Khaffa mengajak Anayra mencari udara segar ditaman.Khaffa pikir,ini waktu yang tepat untuk bersantai di sana.Pada malam hari,taman akan terlihat lebih indah hingga bisa merelaksasi pikiran.aman menjadi tempat favorit Khaffa dan Anayra.


Saat melihat Daniel dan Alma berinteraksi,Khaffa dan Anayra menghampiri keduanya yang tampak tengah berdebat.".Apa yang kalian lakukan disini?.".

__ADS_1


Daniel menoleh pada pria yang bak pahlawan yang telah menyelamatkan nya,menyelamatkan dirinya dari rasa penasaran Alma."Kami hanya berbincang.".Menjawab dengan dingin dan datar.


Tanpa berkata-kata,Daniel berlalu dari hadapan Alma,serta meninggalkan Khaffa dan Anayra.


Anayra yang berdiri disamping Khaffa,menepuk pundak Alma,khawatir melihat Alma terdiam."Alma,kamu baik-baik saja?.".


Alma tersadar dari lamunannya,saat memikirkan kata-kata Daniel.Namun sial,kata-katanya terputus."Aku tidak apa-apa!.".Menyakinkan Anayra dan Khaffa dengan mengulum senyumnya.


Khaffa bergidik saat merasakan semilir angin malam menerpa tubuhnya."Anginnya sangat kencang.Sebaiknya kita masuk kedalam!.".Mengajak Anayra dan Alma masuk.


Setibanya diruang tengah.Anayra duduk bersama Khaffa,disofa yang sama.Daniel bersama orang tua nya,dan berhadapan dengan Andika dan Rena.


Alma yang duduk bersama orang tua nya,berbisik-bisik pada ibunya."Ibu,sepertinya aku mencium gelagat aneh disini.".Perasaannya tak enak dan tak nyaman dengan atmosfer di ruangan itu?."Apa terjadi sesuatu?.".


Alma merasakan keanehan saat suasananya menjadi hening dan tegang seiring dengan kedatangan nya,dan Daniel.Belum lagi,kala teringat akan Rena yang mengundang makan malam dirumahnya untuk pertama kalinya.Lebih aneh lagi dan heran lagi,saat di hadiri Daniel sekeluarga.Bahkan orang tua nya ikut serta.


Ita tak bergeming dan paham maksudnya kearah mana,"Lihatlah!,Rumah ini mewah dan megah,bukan?.Dapurnya saja seluas ruang tamu kita,kamar mandinya lebih luas dari kamar kita.".Sengaja mengalihkan pembicaraan,dan memperhatikan dekorasi di ruangan itu.


Alma memutar matanya,merasa sia-sia saja bertanya itu."Aku tidak percaya,ibu pintar sekali mencari alasan untuk mengalihkan perhatian ku.".Tetapi bisa menangkap maksud ibunya.


Ita bersikap tenang,untuk menutupi perasaannya yang gundah dan gelisah."Anayra pasti bahagia tinggal disini.".Melirik sekilas wajah putrinya yang intens menatapnya.


Ita mengunci bibirnya rapat-rapat untuk tak menjelaskan yang sebenarnya,hal yang membuat Alma penasaran.


Pasti ada udang dibalik batu.Baiklah,aku akan mengikuti permainan kalian...Alma berjanji dalam hatinya dan tersenyum simpul.


Satu persatu,ditatapnya wajah-wajah para orang tua berusia hampir sebaya itu yang duduk disofa.


Daniel yang duduk bersihadap dengan Alma,bersandar disofa dengan tangan memegang ponsel.Diam-diam melirik Alma dan mencuri pandang saat Alma lengah.


"Kurasa dia sengaja memamerkan senyumnya itu,untuk memikat hati ku.".Menarik kesimpulan sendiri dan tersenyum miring."Tapi kuakui,senyum nya manis sekali,aktingnya juga sangat baik.Aku lupa berterima kasih pada nya.".Kala teringat Alma menolongnya dihadapan gadis yang pernah dikencani nya,Alma bertingkah bak calon istri nya.


Daniel tak mengalihkan pandangannya dari Alma.Sosok yang dipandangnya tak menyadarinya,dan sibuk mendengar percakapan tiga pasangan paruh baya.


"Makan malam hari ini sangat menyenangkan dengan kehadiran kalian disini?.".Lenni berbasa-basi pada lta dan Ceppy.


"Terima kasih,sudah mengundang kami kemari.".Ita tersenyum lebar dan menangkupkan kedua tangannya memberi penghormatan."Aku terharu,baru kali ini makan malam bersama dirumah yang se indah dan se cantik ini.".Pernyataan lta mengundang tawa orang-orang disekitarnya."Makanannya juga sangat enak,ala restoran mahal.".Penuh semangat dan berseri-seri.


Alma speechless mendengar kata-kata lta,dan melongo tak percaya dengan kekonyolan ibunya.


Sepertinya sifatku menurun dari ibuku...


Menjadi salah tingkah dan tersipu.Mendadak terasa gatal kulit kepalanya hingga menggaruknya.Daniel senyum-senyum tatkala melihatnya,tampak jelas rasa malu diwajah Alma.


Menggemaskan sekali.Ku pikir dia hanya bisa marah-marah saja...


Entah kenapa,itu menjadi hiburan tersendiri baginya.Tak jemu-jemu dan tak bosan,Daniel tak hentinya memandang Alma yang menarik perhatiannya.Matanya yang bulat,hidungnya yang mancung,dan bibirnya yang mungil dan tipis.Semakin lama,Alma semakin enak dipandang.


Perlahan netra matanya turun kebawah,dan teralihkan pada bibir mungil Alma yang merah alami.Daniel tersenyum bangga,karena pernah merasakan rasa manis dan kenyalnya bibir Alma.Memutar otak mengingat kejadian kala itu,dan berimajinasi liar lagi.Saat sadar,Daniel menggelengkan kepalanya.


Sial,aku tidak bisa berhenti memikirkan itu...


"ingat!,dia pernah menolak ku.".Terus menggumamkan kalimat itu,dan menanamkan itu dalam benaknya,tatkala mengingat penolakan Alma dan sikapnya yang kasar.


Gerakan Daniel refleks tertangkap mata Alma,dan terheran-heran melihatnya."Pria aneh!.Carilah tempat duduk lain,kenapa harus didepan ku?.Mengganggu pemandangan saja.".Bergumam pelan dan nyaris tak terdengar.


Entah kebetulan atau memang disengaja,lagi-lagi Daniel duduk berhadapan dengan nya.Itu membuat nya muak dan kesal,meskipun wajah tampan Daniel enak dilihat.


Daniel menyeringai lebar saat melihat Alma bergumam sendirian,dan mengira Alma mengumpatnya.


"Baiklah,kurasa cukup basa-basi nya.Ini saat yang tepat membicarakan hal yang penting.".Al mulai membuka pembicaraan,melihat dari situasi dan kondisinya yang memungkinkan,Al tak mau menyia-nyiakan kesempatan diwaktu yang tepat dan sudah direncanakan.


Anayra tak sabar mendengarkan hal penting yang ingin disampaikan itu,tampak dari wajahnya yang harap-harap cemas.Khaffa tetap dingin dan acuh,tetapi memasang telinganya baik-baik,dan siap mendengarkan.Berbeda halnya dengan Alma dan Daniel,acuh saja sikapnya dan tak tertarik untuk mendengarkan.


"Alma,Daniel...Kalian bukan anak kecil lagi.Kuharap menanggapi permintaan kami dengan bijak,dan jangan membantah.".Al mengutarakan sesuatu yang membuat Daniel dan Alma,tertegun dan mengrnyit bingung.


"To the point saja!,Papa.Apa yang ingin Papa sampaikan?.".


"Kamu dan Alma secepatnya harus menikah!.".Al dengan tegas dan serius menyampaikan niatnya hingga Daniel dan Alma menatapnya.


"Apa?.".Alma tak mungkin tidak terkejut."Menikah?.".Beradu netra dengan Daniel manik mata membulat sempurna.


"Tidak,aku tidak mau!.".Alma menolak keras keinginan Al dan geleng-geleng kepala.


Jelas-jelas Daniel pria yang sangat dibencinya selama ini,tetapi dengan orang tuanya mudahnya menyuruhnya menikah dengan Daniel.Pria yang tanpa seijinnya,berani mencuri dan membuatnya kehilangan mahkota berharganya.Alma berharap yang didengarnya itu hanya lelucon saja.


"Aku ditolak lagi.".Cukup satu kali saja Daniel ingin mendengar penolakan Alma.Tetapi sialnya,ini kali kedua harus mendengar penolakan Alma.


Daniel tersenyum miris,akan nasibnya yang kurang beruntung.Tertunduk diam,tak mampu berkata-kata dan tak sanggup menatap mata ibunya yang terasa menusuk jantungnya.


Jika menolak,takut penyakit ibunya kambuh dan berakhir dirumah sakit lagi.Daniel menjadi bingung,entah harus berbuat apa.Kini merasa terjebak didalam situasi dan kondisi yang sulit.


"Alma,jangan menolak!.".Ita membuat Alma tercengang dan tak bisa berkata-kata.


"Tta-tapi...".


"Alma,pikirkan tentang dirimu!.Sadarlah!,saat ini mungkin dirahim mu telah hadir buah hati kalian?.".


"Aaapa?,ti tidak mungkin!.Penafsiran ibu pasti salah dan berlebihan.Tidak mungkin aku bisa hamil.".Alma terkejut dan tergagap,menggelengkan kepala meyakinkan hatinya jika ucapan ibunya tidak benar.


"Tidak ada yang tidak mungkin,itu bisa terjadi jika kalian memang melakukan itu.Kalian sudah dewasa,kami tak harus menjelaskan lagi yang terjadi pada mu,Alma.".Penjelasan Al cukup mencengangkan Alma dan menyadarkan Daniel.

__ADS_1


__ADS_2