Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
89.Bertemu Kembali.


__ADS_3

Hari menjelang senja saat Sabrina datang ke gedung kantor dan menanyakan Khaffa pada pegawai resepsionis.Dibalik meja resepsionis berdiri dua orang wanita berseragam sama.


Yaaa,dia lagi.Ga bosen gitu nih orang udah tiga kali bolak-balik kesini.Tapi yang dicarinya Pak CEO melulu.Belum tau kali ya kalo Pak Khaffa udah menikah?....Pikir pegawai saat melihat Sabrina datang menghampirinya.


"Selamat sore mbak,bisa saya bantu lagi?.".Tanya pegawai 1 sebab ini bukan yang pertama kalinya Sabrina menghampirinya.


"Kamu pasti sudah tau kan maksud kedatangan ku kemari!?.Ahhh,sebenarnya aku malas nanya terus sama kalian jadi lebih baik aku langsung aja ke ruangannya.".Ucap Sabrina sambil melengos pergi.


Sejak mendengar kabar Khaffa dan Anayra menikah,la berusaha terus untuk menemui Khaffa tetapi selalu nihil hasilnya.Meminta alamat apartemennya pun tak ada yang berani memberi tahunya.


"Ehhh,tunggu sebentar!.Maaf mbak,anda tidak bisa masuk karena Pak Khaffa sedang pergi.Silahkan datang lagi kemari lain waktu!.".Ucap pegawai resepsionis menjelaskan dengan sopan dan ramah sambil berdiri dihadapannya untuk menghalaunya.


Memberi pengertian karena Sabrina bersikukuh untuk dijinkan masuk kedalam ruangan CEO.Dan Sabrina teguh dengan pendiriannya sebelum terbukti kebenarannya.Dia ingin melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri.


"Kenapa setiap aku kemari selalu mengatakan dia sedang pergi?,apa mungkin kamu membohongiku dan disuruhnya bohong supaya aku ga bisa menemuinya?.".Protesnya mulai kesal dan tak percaya begitu saja ucapan pegawai itu.


Sabrina tetap tak mau menyerah dan bersikeras untuk menemui Khaffa.


"Maaf mbak!,saya bicara apa adanya.Beliau tadi pagi sampai siang ada dikantor tapi sekarang sudah pulang.Saya hanya menjalankan tugas saya saja disini.Kalau tidak ada yang mau anda tanyakan dan tidak ada keperluan lagi,silahkan anda pergi dan jangan membuat keributan disini.".Mengusir Sabrina secara halus.


Membuat dada Sabrina naik turun namun kemudian la menghela nafasnya supaya tetap bersikap tenang.


"Baiklah,tapi ingat-ingat wajahku ini baik-baik.Ayahku kerabat dekat Tante Rena dan Om Andika pemilik Mall ini.Kamu akan menyesal nanti sebab sudah berani mengusirku dan bicara seperti itu padaku.".Ucap Sabrina sambil berlalu pergi dengan perasaan dongkol.


Akhirnya la mengalah karena tak mau menjadi pusat perhatian orang-orang disana sebab itu bisa menjatuhkan 'image' nya.


Liat aja nanti kalo gue udah dapet saham disini.Lu bakal gue tendang dari sini...Gumamnya dalam hati sambil menatap tak suka gadis berparas hitam manis itu sejenak kemudian pergi.


"Tuhhh orang kok ngebet banget sih?.Mukanya aja yang enak diliat tapi omongannya ga enak didengar.".Oceh pegawai resepsionis 1 sambil memandangi punggung Sabrina.


"Hati-hati sama ucapannya itu.Kayaknya dia ga main-main lho!.Tapi dia memang cantik dan seksi kayak model sih.".Ucap pegawai 2 berdiri disampingnya.


"Ahhh,masa bodo kalo dia model atau anak konglomerat!.Gue mah cuma kerja dan jalanin tugas aja disini.".Ucapnya sambil berlalu menuju meja kerjanya dan disusul rekan kerjanya.


Sabrina kecewa dan juga kesal karena ditahan-tahan untuk menemui Khaffa.Padahal la ingin memastikannya sendiri jika benar adanya jika Khaffa tak ada diruangannya.Dengan langkah tergesa-gesa Sabrina menuju ke Mall sambil mengenakan kacamatanya untuk menghibur hatinya dengan berbelanja.Namun setibanya disana terhenti langkahnya ketika melihat wajah seseorang yang dikenalnya.


"Iitu kan Lefrand dan itu butik mbak Lulla.".Ucapnya sambil menunjuk Lefrand yang sedang berjalan keluar dari butik.


"Gue kok baru tau kalo mbak Lulla buka cabang butiknya disini?.".Gumamnya seraya melangkah maju kedepan.


"Oiya,gue kan baru sempat sekarang masuk ke Mall ini!.Biasanya cuma lewat doang.".Ocehnya sambil menepuk keningnya sendiri.


Saat melihat seorang gadis berperawakan tinggi dan langsing serta berambut panjang berwarna coklat.Langkah Lefrand tertahan sebab Sabrina menghadangnya.Saat itu Lefrand baru saja menemui Lulla didalam butik ketika kakaknya sedang memberi pengarahan pada staff baru pengganti Alma atau Anayra untuk sementara waktu.


"Maaf nona!,bisakah anda menyingkir dari hadapanku?.".Ucap Lefrand ketus dan dingin sambil mengamati wajah gadis yang terasa asing dimatanya.


Sabrina tak bisa dikenali oleh Lefrand.Sebab dulu rambutnya pendek sebahu belum lagi kacamata besar bertengger di hidungnya.Sedangkan Sabrina bergeming dan malah melipat tangannya seraya memegangi tasnya.


"Maaf,apa anda tuli dan buta?,sampai ga dengar ucapanku dan ga bisa melihatku disini?.".Tanya Lefrand karena Sabrina mengacuhkan dan tak menghiraukan ucapannya.


"Wawww aku terkejut.Efek patah hati ternyata bikin kamu jadi berubah dingin dan ketus ya Efan?.Apa karena ditinggal menikah oleh Anayra?.".Ucap Sabrina datar seraya memandangi wajah pria yang berdiri dihadapannya dibalik kacamata besarnya.


"Ka-kamu Sabrina?,kamu ada disini?.".Seru Lefrand dengan nada terkejut dan tersentak mundur saat mendengar suaranya.


Sejak kapan dia pulang ke Jakarta**?...Pikir Lefrand sambil memandangi Sabrina.


"Haiii Efan,how are you?.Lama kita ga ketemu?.Kamu banyak berubah ya sekarang!?.".Ucap Sabrina sambil melepaskan kacamatanya dan menelisik penampilan Lefrand.


Mendengar ucapan Sabrina membuat Lefrand mendengus kasar seraya menarik sudut kiri bibirnya keatas.


"Hemhhh.Kamu juga banyak berubah jadi lebih feminim sekarang dengan rambut panjangmu itu.".Ucap Lefrand tanpa berniat basa-basi sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


Alih-alih menjawab sapaannya,Lefrand malah mencibirnya.

__ADS_1


"Basa-basi mu jelek sekali!.Apa kamu masih membenciku Efan?.Bukankah kamu udah menghukumku untuk meninggalkan negara ini.Aku udah selesaikan bagianku dan menepati itu,jadi jangan menyimpan dendam terus disini!.Itu ga baik buat kesehatan mu.".Ucap Sabrina sambil menunjuk dadanya sendiri saat mengucapkan kata 'disini'.


Tersenyum kecut saja Lefrand menanggapinya.Seketika la merasa diingatkan oleh hal itu.


"Kamu tau Efan?,orang lain pasti beranggapan kalo aku pergi karena malu sampai membatalkan kontrak kerja dengan mbak Lulla.Padahal sebenarnya kamu yang mengancamku.".Ucap Sabrina mengingatkan hal itu.


"Memangnya kamu akan tetap disini kalau dulu aku ga mengancammu,hemh?.".Tanya Lefrand dengan intonasi nada tinggi.


"Tentu saja buat apa aku malu dan takut?.Tapi aku sangat berterima kasih padamu sebab berkat kamu karirku semakin cemerlang saja diluar negeri sana.".Jawab Sabrina dengan nada bangga dan penuh percaya diri.


"Besar juga ya nyali mu dan tebal muka ternyata.Rupanya seperti inilah kamu yang sebenarnya.Dan ku rasa penampilanmu saja yang berubah sekarang tapi dalamnya masih tetap sama.".Ucap Lefrand mengejeknya sambil menelisik penampilan Sabrina.


"Heiii,jangan begitu.Ingat ya!,dulu kamu yang selalu mengejar cintaku.Pernah meminta dan memohon supaya aku ga pergi keluar negeri.".Ucap Sabrina menyindirnya.


"Maaf,aku lupa soal itu dan sudah ga penting lagi buatku.Baiklah,aku ucapkan selamat datang kembali disini dan senang sekali kita bisa ketemu lagi.Silahkan lanjutkan perjalananmu disini!.".Ucap Lefrand kemudian berlalu.


"Tunggu Efan!.".Sabrina mencegahnya dengan merentangkan tangannya.


"Efan,come on!.Kita baru ketemu lagi jadi lebih baik kita berdamai sekarang.Aku tau kamu lagi galau oleh pernikahan Khaffa dan Anayra.Kita diposisi yang sama sekarang jadi lebih baik kita kerja sama,ok!?.Kamu udah kehilangan Anayra dan aku juga udah kehilangan Khaffa.".Terang Sabrina menjelaskan karena la tahu jika Lefrand sangat mencintai Anayra maka dari itu Lefrand sampai pernah mengancamnya.


Sabrina masih belum bisa menerima kenyataan jika Khaffa dan Anayra telah menikah.Sebab la kecewa karena tak bisa mendapatkan Khaffa.Mendengar hal itu membuat kening Lefrand berkerut tanda tak mengerti.


"Apa maksudmu?.".Tanya Lefrand menyelidik.


Lefrand tampak penasaran dan Sabrina tersenyum samar.


"Aku bisa jelaskan nanti tapi ga disini!.".Ucap Sabrina.


"Baiklah,ayo ikut aku!.".Ucap Lefrand mengerti dengan isyarat Sabrina sambil melengos pergi menuju eskalator dan Sabrina mengikutinya dibelakang seraya tersenyum smirk.


Dari lantai bawah hingga ke lantai atas Lefrand mengajak Sabrina melewati eskalator dan berputar-putar mengelilingi Mall.Saat tiba diarea food court baru la berhenti.Sedangkan Sabrina dibelakangnya tadi menggerutu tak jelas.


"Gila kamu Efan,kamu mau nyiksa aku ya?.Segitu bencinya sama aku sampe ga peduli kalo aku pake heels.Kakiku pegal tau,kenapa kita ga naik lift aja tadi?.".Oceh Sabrina bersungut-sungut.


Tetapi Lefrand acuh dan santai saja menanggapinya.Tak mengindahkan ocehannya malah meninggalkan Sabrina dan masuk kedalam Restoran.


Sabrina mau duduk dikursi disamping Lefrand namun la menyuruhnya pindah.


"Duduk disana jangan didekatku!.".Titah Lefrand Seraya menunjuk kursi dihadapannya saat Sabrina akan mendudukkan dirinya dikursi.


Sontak Sabrina tertahan lalu pindah duduk dikursi dihadapannya.


"Apa bedanya sih?.".Rutuknya dengan wajah merengut sambil mendudukkan panggulnya.


Saat pelayan datang mereka memesan makanan lalu pergi setelah mencatatnya.


"To the point!.Apa maksud perkataan mu tadi?,dari siapa kamu tau kalau Anayra menikah dengan Khaffa?,dan dari mana kamu mengenalnya?.".Tanya Lefrand tampak penasaran dan tak sabar.


"Santai aja Efan.Kita makan dan minum dulu sebelum memulai obrolan kita,ok!?.Kita kan baru ketemu lagi setelah emmm,setahun lamanya sesuai dengan yang kamu inginkan.".Ungkap Sabrina dengan nada menyindirnya.


"Ceritakan saja sekarang dan jangan buang waktuku lagi!.".Dengan nada menyentak seraya menyilangkan kedua tangannya.


"Kamu kok jadi pemarah dan ga sabaran gitu sih?.Galau sih galau tapi tetap relaks,ok!?.".Ucap Sabrina meledek sambil melipat tangannya dan menopang kakinya.


"Benar-benar,kamu mau membuat kesabaranku habis ya?.".Ucap Lefrand menggertaknya karena geram.


"Huhhh,baiklah!.".Seraya menghela nafasnya Sabrina mengalah dan menegakkan badannya kembali supaya bisa lebih serius saat berbicara.


"Papaku,Om Andika dan Tante Rena orang tua Khaffa sudah berteman sejak lama,tapi mereka baru ketemu lagi sekarang ini dan...".


"Singkatnya saja,jangan bertele-tele!.".Ucap Lefrand dengan cepat menyela nya.


"Ckkk,ok fine!.Aku dan Khaffa dijodohkan oleh kedua orang tua kami sebelum Khaffa menikahi Anayra.Tapi saat perjodohan baru dibahas dirumah kediaman keluarga Khaffa,dia mengajak anayra kesana dan mengatakan kalo mau menikahinya.".Ungkap Sabrina dengan serius dan tegas.

__ADS_1


"Apa?.Apa benar yang kamu katakan itu?.".Tanya Lefrand menyelidik karena merasa tak yakin dan tak percaya dengan ucapannya.


Dia takut Sabrina mengarang cerita atau mengada-ada saja.Bisa juga Sabrina membohonginya setelah apa yang terjadi padanya dulu dan yang dilakukan Sabrina setahun silam.


"Of course!,why not?.Tapi anehnya Tante Rena ga percaya malah bilang kalo mereka pacaran cuma settingan waktu itu dan menuduh Anayra membantu Khaffa untuk menggagalkan rencana perjodohan kami.Sebab katanya Anayra cuma kekasih pura-puranya saja!.".Secara gamblang Sabrina menjelaskan dengan mimik muka serius tapi santai.


shittt!.Kenapa aku ga tau soal itu?.kalo saja tau dari awal pasti aku ga akan menyerah dan melepaskan Anayra...Pikir Lefrand sambil tertegun.


Sabrina memperhatikan ekspresi wajah Lefrand yang tampak jelas jika dirinya tak tahu soal itu.


"Apa kamu belum tau soal ini?.".Tanya Sabrina.


Namun Lefrand tak menjawabnya karena terhalang oleh datangnya pelayan untuk menyajikan makanan yang dipesannya.


"Makanlah dulu!.".Titah Lefrand.


Sabrina dan Lefrand tampak santai dan acuh menyantap makanannya dengan isi pikiran masing-masing.Sedangkan disudut lainnya,Khaira didampingi dua pria berbeda usia dan jabatan.Ketiganya berdiri didalam sebuah ruangan yang kosong.


"Pak Taufanji,tolong tempat ini direnovasi dulu sebelum disewakan lagi.Langit-langitnya sudah menghitam dan berjamur.Itu AC nya dicek lagi dan perbaiki kalau rusak,dan lampu-lampunya diganti karena sudah mati.Dari tadi aku coba tekan-tekan saklarnya tapi ga nyala juga.".Tutur Khaira menjelaskan secara detail kondisi tempat itu.


"Baik Bu!.Nanti saya suruh para pekerja konstruksi yang sudah terikat kontrak kerja dengan perusahaan ini.Dan tekhnisi untuk bagian AC dan listriknya.".Sahut Manager Taufanji.


"Ok!.Saya minta wall paper itu dilepas saja dan untuk interiornya nanti cat warna putih semua supaya kelihatan terang dan bersih.Tapi untuk memudahkan penyewa berikutnya juga waktu menata outletnya ini nantinya.".Ucap Khaira sambil berjalan menyusuri lantai diruangan itu diikuti Manager Taufanji dan staff Nichole dibelakangnya.


Ruangan yang kosong karena habis masa kontraknya dan sipenyewa tak melanjutkan sewa kontraknya karena gulung tikar.Usahanya bangkrut dan kurang pemasukan sebab tunggakan pembayaran yang menggunung sehingga terhentinya pengiriman barang dari pemasok atau supplier.Gaya hidupnya yang boros menjadi penyebab utama kebangkrutannya dalam usaha yang dirintisnya.


"Maaf Bu Khaira!,sejak siang tadi anda belum makan.Hanya minum dan makan cemilan ringan saja.Jadi sebaiknya ibu makan dulu sebab ini sudah masuk jam istirahat kedua Bu!.".Ucap staff Nichole yang berdiri dibelakangnya.


Nichole ditugaskan untuk mendampingi Khaira untuk mengganti posisi Riccy sementara.


"Benar juga,aku sampai lupa waktu buat makan!.Saking sibuk dan fokusnya bekerja hahaha...".Ucap Khaira merasa diingatkan olehnya.


"Bu,bekerja itu memang penting tapi kesehatan nomor satu jadi jangan diabaikan.Utamakan kesehatan dulu baru pekerjaan.".Cetus Manager Taufanji sebagai orang yang lebih tua usianya dari mereka bertiga.


"Itu benar Pak!.Padahal saya sudah mengingatkan tapi Bu Khaira acuh saja!.".Celetuk Staff Nichole dengan memasang raut wajah kecewa.


Saat jam istirahat makan siang Nichole sudah mengingatkannya namun Khaira tak menggubrisnya dan malah memakan cemilan yang dibelinya tadi disupermarket lantai atas.


"Iya maaf!.Ok,baiklah!.Gimana kalo kita makan bersama sekarang?.Biar nafsu makanku mendadak rakus hehehe...".Ucap Khaira menanggapinya dengan santai.


"Tentu Bu,dengan senang hati.Siapa yang bisa menolak diajak makan bersama dengan seorang gadis cantik seperti ibu ini.".Manager Taufanji menerima ajakannya sambil tersenyum sumringah.


Mode mata keranjangnya mulai on.Walaupun pembawaannya tampak berwibawa dan bijaksana tetapi itu hanya topeng belaka untuk menutupi sikapnya yang genit dan suka menggoda wanita cantik.Itu memang sifatnya sudah seperti itu tetapi tak pernah melakukan hal-hal yang melampaui batas.Sekedar cuci mata saja dengan memandangi wajah-wajah cantik setiap wanita yang lewat didepannya.


Modusss.Bisa aja triknya buat cari perhatian Bu Khaira...Pikir Staff Nichole.


"Ahhh,bapak bisa saja!.Pasti lebih cantik istri bapak dari pada saya.".Khaira merendah dengan tenang dan tanpa beban menanggapinya.


"Ibu itu menurut saya,sebenarnya lebih cocok menjadi artis atau model saja daripada menjadi sekertaris.Ehhh,tapi saya senang kok ada ibu disini,saya jadi lebih semangat kerjanya dan makin betah kerja disini,heheee...".Ucap Manager Taufanji memujinya dengan nada menggoda seraya cengengesan.


Sedangkan Nichole bergeming tanpa bicara sepatah katapun.


Dasar pria mata keranjang dan jelalatan.Ga bisa liat yang bening dikit.Mepet terus padahal bininya lagi bunting dirumah...Umpat Nichole dalam hatinya sambil mendengus kesal dan meliriknya sekilas.


Whatever,terserah anda yang penting anda senang lah...Gumam Khaira dalam hatinya.


"Begitu ya,hahaha...Ayo kita pergi sekarang saja,nanti saya keburu pingsan kalau kelamaan berdiri disini.".Ucap Khaira santai.


"Baik Bu,mari silahkan duluan,ladies first!.".Ucap Manager Taufanji seraya mempersilahkan Khaira untuk berjalan lebih dulu didepannya dan Staff Nichole.


Ketiganya menaiki lift menuju area food court.Seperti seorang putri dikawal dua orang 'Bodyguard' yang gagah dan berbeda versi saat Khaira keluar dari dalam lift.Satunya keturunan Tionghoa dan satunya lagi keturunan Batak.Manager Taufanji dan staff Nichole mengikuti terus kemana Khaira melangkahkan kakinya.


Saat dipintu sebuah Restoran.Khaira mengedarkan pandangannya mencari meja yang kosong.Namun tersentak saat melihat dua wajah yang dikenalnya.

__ADS_1


Itu kan kak Lefrand dan mbak Sabrina.Mereka kok bisa saling kenal dan makan bersama juga disini?.Apa mereka punya hubungan sekarang yang aku belum tau?...Pikir Khaira dengan kening berkerut tanda heran dan bingung melihat interaksi keduanya yang tampak menyolok dan terlihat sudah akrab.


Perlahan la berjalan masuk terus kedalam lalu duduk dikursi yang tak jauh dari dua orang itu tanpa mengalihkan pandangannya sambil terus berpikir.Disusul oleh dua pria pendampingnya tadi dan duduk saling bersampingan dihadapan Khaira.


__ADS_2