
*Rintihan hatiku.
Katanya cinta bukan hanya sekedar kata-kata.Tapi buktinya..
Sejumput perhatian ku tak mampu meluluhkan hatinya dan kata maafku tak bisa meruntuhkan dinding egonya.
Kata-kata cinta yang pernah kubisikkan pun tercecer berserakan tiada arti lagi.
Ternyata luka yang kugoreskan dihatinya begitu mendalam telah menganga dan lebar.Meinggalkan bekas yang tidak bisa tersamarkan.
Kumeratap pasrah dan lemah tiada berdaya.Galau dihatikupun tak bisa kubendung lagi.
Meskipun masih tersirat kerinduan dimatanya namun rasa benci dihatinya mengalahkan rasa itu.
Meskipun rasa rinduku menariknya begitu kuat namun luka yang masih membekas menggoyahkan hatinya.
Kini hatiku rapuh,terkapar dan menggelepar!.
Kucoba untuk bangkit dari keterpurukanku.Dan kucoba mengukir sebuah asa untuk mengisi kekosongan hariku dan hatiku yang sunyi dan sepi.
Namun...
Bisakah aku berdiri tegak dan kokoh tanpanya?...
Bisakah aku merengkuh masa depanku disisa waktuku tanpanya?...
Karena untuk melupakannya saja sungguh aku tak mampu.
Hanya waktu yang bisa menjawabnya!.
-Lefrand-
***
Baru saja Santi dan Melly menyimak interaksi Anayra dan Lefrand.Sejak tadi keduanya disibukkan melayani 'customer'.Sedangkan Dea terus bertransaksi dimeja Kassanya.Pengunjung butik cukup lumayan hari ini sampai membuat ketiga gadis itu sibuk.
Didekat pintu masuk,Santi dan Melly menatap kepergian Anayra dan Lefrand keluar dari butik.Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan hingga menarik perhatian kedua gadis itu.
"Bukannya itu mas Lefrand?.Bukankah dia ada diluar negeri?.Sejak kapan dia kembali?.".Cecar Melly bertubi-tubi dan terkejut-kejut berdiri didekat pintu masuk butik.
Melly memandangi punggung Lefrand yang melangkah menuju kearah lift.
"Sepertinya dia baru balik dari Singapur.Kalo udah lama ga mungkin juga baru kesini.Benar kan dugaan gue?.".Dalih Santi berdiri disampingnya.
"Maybe yes,maybe not!.".Melly menggedikkan bahunya.
"Kayaknya bisa jadi trending topik nih!.Gue liat dengan mata kepala gue sendiri,mereka jalan bergandengan tangan.Bukannya itu mencurigakan?.".Celoteh Santi geleng-geleng kepala tidak percaya melihat kemesraan Anayra dan Lefrand.
Setahunya Lefrand dan Anayra sudah lama putus maka layak dicurigainya.Sikap Lefrand pada Anayra mengundang perhatiannya.
"Wajar saja,benih-benih cinta mungkin masih bersemi dihatinya.Secara mereka berdua mantan pasangan kekasih.Yang lebih mencurigakan kalo Lu jalan sama mas Lefrand.Siapa elu?,saudara bukan,temannya juga bukan!.".Tandas Melly.
Santi menyikut lengan Melly dan berkata."Ckkk,pedas sekali ucapanmu.Seenggaknya gue saksi hidup kisah cinta mereka dulu.".Kilah Santi menepuk dadanya sendiri.
Merasa bangga telah menjadi saksi kemesraan kisah cinta kasih Anayra dan Lefrand saat keduanya masih bersama.
Melly tak hirau soal itu dan berdecak tak percaya."Ck,ck,ck.Rupanya pangeran dari keraton udah balik kandang.Bukankah dia jadi makin bening dan keren!.Lu sependapat kan sama gue?.".Melly menimpali dan terkagum-kagum melihat penampilan Lefrand yang semakin memukau.
Penampilan Lefrand berhasil mencuri perhatian kedua gadis itu yang memakai jas kasual berwarna hitam dipadukan t shirt polos warna putih dan celana panjang berwarna senada dengan jasnya.
"He'em,bener!.Mirip oppa-oppa gitu,jadi bikin hati gue meleleh.".Sahut Santi terbengong dan berhalusinasi.
Namun kemudian tersadar dan berkata."Tapi kayaknya jadi saingan Pak CEO deh!.Coba lu bayangin pas mereka lagi jalan bersama!.Bukannya bagai pinang dibelah dua?.".Timpal Santi sambil menerawang jauh membayangkannya.
Melly berkata sembari manggut-manggut."Mmm,sepertinya iya!.Ibarat oppa minhoo dan oppa Jong-suk,mungkin.Beda tipis lah...".Jawab Melly acuh walaupun cukup terkejut dan terpesona.
Respon Melly tidak seperti Santi yang sangat antusias melihat kedatangan Lefrand dan menilik penampilannya.
Santi mengangguk setuju."Hemmm.Benar,gue pikir juga begitu!.Oya by the way,menurut lu mbak Anayra dan mas Lefrand balikan ga?.".Tanya Santi pada Melly menerka-nerka hubungan antara Lefrand dan Anayra.
Akankah kembali bersama atau Lefrand mendekati Anayra lagi hanya sebatas bentuk perhatiannya sebagai mantan kekasihnya.Hal itu membuat Santi penasaran.
Santi dan Melly sudah tahu hubungan yang terjalin antara Lefrand dan Anayra dulu.Saat itu berita cepat beredar luas setelah Alma mengumumkan jika Anayra dan Lefrand resmi menjadi pasangan kekasih.Waktu itu masih bertugas dibutik pusat sebelum membuka cabang di Mall dan jauh hari sebelum di 'rolling' kerja dibutik cabang Mall.
Namun bukan rahasia juga saat hubungan keduanya kandas dan berakhir.Menjadi topik pembicaraan yang panas dan mengejutkan semua.
"Kalo menurut gue sih-...
"Woyyy,kalian jangan marah kalo sepatuku ini melayang dan mendarat di kepala kalian ya!?.Cepat kerja jangan ngegosip mulu!.".Belum sempat Melly menyelesaikan kalimatnya,Dea berteriak dimeja Kassanya dan memegang satu sepatu hak tingginya.
Dea sudah siap melemparkan sepatunya kearah Santi dan Melly.Seketika Santi dan Melly lari kocar-kacir saat melihat hak runcingnya siap melayang kearah mereka.Keduanya kemudian menyibukkan diri merapikan gaun-gaun yang berserakan disofa lalu memajangnya dimanekin.
"Bukannya kerja malah ngegosip!.".Oceh Dea sambil memutar matanya jengah melihat Santi dan Melly malah asyik bergosip ria didalam butik tanpa melihat situasi dan kondisi.
Maka dari itu spontan Dea menghentikan pembicaraan mereka sebelum panjang dan lebar.
Disudut lain.Lefrand masih betah menautkan tangannya memegang tangan Anayra sambil berdiri didepan pintu lift umum sedang menunggu lift turun kebawah.Namun tanpa disadari mereka,sepasang mata pria tak sengaja melihatnya.
Mau kemana gadis itu,dengan siapa dia?...Tanya Khaffa dalam hatinya.
Saat itu Khaffa berjalan menyusuri Mall didampingi Riccy.Seperti biasa memantau situasi dan kondisi Mall setiap waktu senggangnya.Tetapi langkahnya tertahan saat tak sengaja melihat Anayra berdiri didepan pintu lift.
__ADS_1
Dia bisa menebak jika itu Anayra sebab hafal dengan kemeja seragam warna putih yang dikenakannya dan rok span berwarna abu-abu tua.Bahkan rambutnya yang digelung seperti sanggul pun sangat diingatnya.
Namun setiap dua hari sekali Anayra dan Alma serta yang lainnya berganti seragam.Serupa tetapi tidak sama warnanya.
"Ri',gue ada urusan.Lu pergi saja istirahat dan makan sendiri!.".Titah Khaffa tegas.
Riccy menjawab sambil mengangguk."Ok Boss!.".Tanpa berani bertanya urusan Khaffa sebab pasti selalu sama jawaban yang didengarnya dari Khaffa,'jangan ikut campur urusan gue' atau 'Lu ga perlu tau urusan gue'.
Riccy bergegas pergi melangkahkan kakinya keluar dari gedung Mall menuju Restoran yang ada diseberang gedung Mall.
Saat itu Khaffa dan Riccy berniat pergi makan siang direstoran yang baru dibuka tak jauh dari gedung Mall setelah selesai dengan kegiatannya.Mereka ingin mencoba menu restoran tersebut.Namun Khaffa diurungkan niatnya saat melihat Anayra dan Lefrand didepan pintu lift.
Sepeninggal Riccy,Khaffa terkesiap melihat Anayra sudah tidak ada ditempatnya berdiri.Dengan langkah panjang la berjalan kearah lift dan berdiri didepannya hendak menyusul Anayra dan Lefrand.Dengan serius dan mata tak berkedip,Khaffa menatap nomor digital diatas lift untuk mencari tahu kelantai berapa Anayra menginjakkan kakinya.
Sedangkan didalam lift hanya ada sepasang sejoli.Saat ini Lefrand berdiri memangkas jarak dari Anayra.Tanpa berniat melepaskan tautan tangannya yang menggenggam tangan Anayra.
Dalam diamnya,Anayra mengatur nafasnya saat jantungnya berdebar-debar dan berlarian kesana kemari saking senang dan juga kaget oleh kedatangan Lefrand yang tiba-tiba.
Tak pernah menyangka jika Anayra akan bertemu lagi dengan Lefrand hari ini.Sosok pria yang pernah sangat dicintai dan disayanginya.Pernah menjadi belahan jiwanya dan pernah mengisi hari-harinya dengan indah.Pria yang datang dari masa lalunya.
Namun didalam hati kecil Anayra kini,masih tersisa rasa cinta dan sayang untuknya.Baginya,Lefrand adalah cinta pertamanya yang takkan terlupakan begitu saja.Dari Lefrand,Anayra mengenal rasa dicintai dan mencintai serta rasa rindu dan merindukan.
Dalam hatinya bahkan masih membekas saat pertama kali Lefrand menyatakan cintanya dan kenangan bersamanya.Tetapi yang paling takkan terlupakan olehnya saat Lefrand mengkhianati kesetiaannya.
Disamping hal itu,tetapi nama Lefrand masih tetap melekat didalam hatinya.
"Mas,mau bawa aku kemana?.Kenapa kita naik keatas?.".Anayra penasaran dan memberanikan diri untuk bertanya.
Anayra menatap lekat wajah pria yang berdiri disampingnya.Sedangkan Lefrand acuh saja menatap lurus kedepan.
"Bukannya tadi kamu mau makan?.".Jawab Lefrand santai tanpa menoleh.
"Tapi kita mau makan dimana mas?.".Tandas Anayra walaupun sudah bisa menebak akan mengajaknya kemana.
Anayra berlaga lugu dan polos saking gugup dan takut.Bertanya untuk memastikan jika dugaannya benar atau salah.
Lefrand langsung menolehkan kepalanya kearah Anayra dan berkata."Tentu saja direstoran dilantai atas.Menurutmu,aku mau bawa kamu makan dimana?diwarteg?.".Jawab Lefrand kesal seolah tidak tahu kebiasaannya.
Deggg.
Tak ayal membuat Anayra cemas,bingung dan panik.Jantungnya semakin berpacu cepat lagi sebab dugaannya benar.
Gimana nih kalo ketauan CEO otak kurang se ons itu?.Aku bisa kena masalah nanti.Aku harus mengajaknya ketempat lain...Pikir Anayra sambil menggigiti bibirnya saking groginya.
Perlahan Anayra membuka mulutnya akan mengatakan sesuatu.Namun tertahan saat pintu lift terbuka lalu beberapa orang masuk kedalam sambil membawa barang belanjaannya.
Dengan cepat Anayra mundur kebelakang untuk memberikan ruang.Disaat bersamaan Lefrand berdiri didepannya untuk menghalangi Anayra agar tidak terdorong dan terhimpit oleh orang lain.
Aku rindu punggung ini.Punggung tempat menyandarkan kepalaku dulu...Bathin Anayra.
Dulu sewaktu masih bersama,Lefrand selalu mengajaknya menaiki motornya kemanapun la akan pergi.Saat akan berkencan,saat mengantar dan menjemputnya kerja.
Saat itulah Anayra selalu bersandar dipunggungnya sambil dengan erat memeluknya dibelakang.Dengan penuh cinta dan sayang Lefrand selalu membelai tangannya yang melingkar diperutnya kala itu juga.
Tesss.
Tanpa disadari sebutir air bening menetes dipipinya saat mengingat hal itu.Anayra segera mengusapnya dengan jari tangannya lalu mengangkat tangannya kearah punggung Lefrand hendak menyentuhnya.Namun mengurungkan niatnya kemudian menurunkan tangannya kembali.
Sembari terpejam,Anayra menghela nafasnya saat mencium aroma wangi tubuh Lefrand yang seringkali terendus oleh Indra penciumannya saat masih bersamanya dulu.Aroma dan wangi yang masih sama.Seketika kakinya terasa bergetar dan lemas lalu berpegangan pada besi yang ada di lift untuk menahan beban tubuhnya agar tidak terjatuh.
Didepannya,Lefrand bergeming tanpa tahu yang terjadi dibelakangnya.Dia tetap berdiri siaga untuk melindungi Anayra sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.Acuh dan santai saja.
Tiiinggg.
Saat pintu lift terbuka,orang-orang berhamburan keluar termasuk Anayra dan Lefrand.
Keduanya menginjakkan kakinya diarea food court.Lefrand berjalan didepan Anayra lalu melangkah masuk kedalam restoran cepat saji lebih dulu.Namun dia berbalik saat tidak terdengar suara hentakan sepatu hak tinggi Anayra.
Dengan kening berkerut,Lefrand memandangi Anayra.Dia terheran melihat Anayra diam saja dan terpaku berdiri didepan pintu restoran tanpa bergerak sedikitpun.
"Ana' kemarilah!.Ayo masuk!,kita akan makan disini!.".Titahnya sambil mengkode dengan tangannya mengajak Anayra masuk kedalam Restoran.
Tetapi Anayra malah semakin gusar dan putus asa.Perasaannya semakin kacau balau mendengarnya.
"Mmas a-aaku ga bisa makan disini!.Bisa kita makan ditempat lain?.".Pintanya dengan wajah memelas supaya Lefrand mengurungkan niatnya mengajaknya makan disana.
Sembari mengerutkan keningnya Lefrand berkata."Tapi kita sudah terlanjur sampai disini.Ayo cepatlah kemari!,aku udah lapar Ana'!.Kamu juga pasti lapar kan?.".Perintah Lefrand dengan tegas membuat Anayra tidak bisa menolaknya.
Sudah menjadi kebiasaan Anayra untuk menurutinya.Sejak dulu Anayra tidak pernah membantah keinginannya dan selalu menuruti permintaannya selama itu baik.Kata-kata tegas Lefrand seakan menjadi cambuk bagi Anayra.
Dengan langkah gontai Anayra berjalan kearahnya,terpaksa menuruti permintaannya.Setibanya didalam,mereka mencari kursi yang kosong lalu menghampiri kursi itu saat menemukannya.Dengan saling berhadapan keduanya duduk.
Tak berselang lama seorang pelayan gadis muda menghampiri mereka menanyakan menu pesanan makanan yang akan mereka makan.Beberapa menit kemudian pergi setelah mencatatnya.
"Ana',kenapa kamu keliatan cemas?.Bisakah kamu santai dan tenang?.".Tanya Lefrand sambil bersandar dan menyilangkan kedua tangannya saat melihat raut wajah Anayra yang panik dan cemas.
Sedari tadi kepala Anayra celingukan mencari-cari seseorang yang ditakutinya.Raut wajahnya panik dan cemas saat mengedarkan pandangannya,memandangi wajah-wajah setiap orang yang ada didalam ruangan itu.Dia takut ada Khaffa salah satu diantara mereka.
Sesaat Anayra terkesiap tatkala mendengar ucapannya lalu menekuk wajahnya kebawah tanpa menjawab pertanyaan Lefrand.Lefrand beringsrut duduk tegak saking paniknya dan takut menyinggung perasaan Anayra.
Perlahan Lefrand menarik tangan Anayra yang bertengger diatas meja."Ana' maaf!.Aku cuma mau menikmati momen kita saat ini sebab aku sudah menunggu hampir setahun lamanya untuk bisa bertemu dan bersamamu!.Aku rindu kebersamaan kita Ana'!.Apa kamu merasakan hal yang sama denganku,Ana'?.".Ucap Lefrand lembut dan menatapnya syahdu.
__ADS_1
Netra Lefrand memandangi Anayra penuh rasa rindu yang membuncah.Selama setahun rasa itu terbendung didalam hatinya.Dan sekarang ini lah saatnya untuk meluapkan rasa itu.
Lefrand begitu merindukan saat-saat bersama Anayra dulu,jalan-jalan bersama seraya bergandengan tangan dan memboncengnya diatas motornya serta makan bersama.Selain rasa rindu,masih ada rasa cinta dihatinya untuk Anayra.Sedari dulu hingga sekarang Lefrand masih sangat mencintainya tanpa batas waktu.
Dikursinya,Anayra masih bergeming dan tidak menggubrisnya.Hanya menyimak dan mendengarkan ucapannya saja.Namun Anayra bernafas lega saat pelayan datang membawa makanan dan minuman pesanan lalu menyajikannya dimeja.
Merasa terselamatkan tidak harus bicara yang membuatnya kebingungan untuk menjawab pertanyaannya.
"Terima kasih!.".Ucap Anayra dan Lefrand bersamaan.
"Sama-sama,selamat menikmati!.".Ucap pelayan itu ramah lalu pergi setelah menyelesaikan tugasnya.
"Makanlah Ana'!.".Titah Lefrand.Dibalas anggukan kepala oleh Anayra.
Tanpa membahas soal itu lagi,Anayra dan Lefrand menyantap dan menikmati makanannya dengan khusu.
Dari arah pintu masuk,seorang pria melangkah masuk kedalam restoran dimana Anayra dan Lefrand berada.
Bibir Khaffa tersenyum miring ketika melihat sosok yang dikenalnya tengah duduk manis menyantap makanannya bersama pria tampan dihadapannya.Setelah mencari-cari keberadaannya sedari tadi,akhirnya menemukannya juga.Dia bisa menebak dimana Anayra menginjakkan kakinya sebab waktu itu bertepatan dengan jam istirahat.
Khaffa menyeringai,"Hemh,gadis itu benar-benar pemberani dan pembangkang.Dia suka cari masalah rupanya.Berani sekali dia makan disini!.Apa dia ga ingat aturan disini?.".Ucap Khaffa memicingkan matanya menatapi Anayra dan menyilangkan kedua tangannya.
Khaffa duduk cukup jauh jaraknya dari Anayra dan Lefrand tetapi masih bisa melihat pergerakan keduanya.
Pelayan datang menghampirinya lalu menanyakan menu pesanan kemudian pergi setelah mencatatnya.
Anayra dan Lefrand tidak tahu jika saat ini seseorang tengah mengawasi gerak-gerik mereka.Masih tetap sibuk dengan kegiatan makan siangnya.
Disela-sela makannya Lefrand melirik ponsel Anayra yang tergeletak dimeja.Dengan gerakan cepat la mengambilnya.
"Ponsel baru ya Ana'?.".Lefrand mengamati ponsel Anayra berwarna putih dengan merk baru yang pertama kali dilihatnya.
Sebab ponsel Anayra dulu berwarna hitam dan berbeda merk dengan sekarang.Lefrand tahu soal itu sebab yang membelikan ponselnya yang dulu kala itu ialah dirinya.
Sembari terlonjak kaget,Anayra mendongakkan kepalanya."Mas,kembalikan ponselku!.".Anayra menengadahkan tangan kanannya kearah Lefrand.
"Tunggu Ana',aku cuma mau liat ponsel baru mu!,kenapa harus sepanik itu?.".Lefrand menepis tangan Anayra sampai membuat Anayra mendengus kesal.
Anayra takut Lefrand akan membuka aplikasi ponselnya dan membuka galeri fotonya.Sebab foto-foto kenangan manis dan indahnya bersama Lefrand dulu masih tersimpan baik didalam memori ponselnya.
Hal itu bisa membuat Anayra kalang kabut jika diketahui oleh nya.Bisa-bisa Lefrand menjadi besar kepala dan ge'er nantinya,pikirnya.
Tanpa hirau dan acuh saja dengan gerakan cepat dan cekatan Lefrand mengetik sesuatu dilayar ponsel Anayra.Selang kemudian ponselnya bergetar yang tergeletak dimeja.
Drrrt,drrrt.
"Tapi bo'ong!.Hehehe...".Sambil terkekeh-kekeh menunjukkan gigi rapi dan putihnya.
"Simpan nomorku Ana'!.Kamu ganti nomor ya?.Kukira kamu blokir nomorku!.". Ucapnya saat melihat nomor kontak Anayra yang baru dan meletakkan ponselnya kembali ketempatnya.
Sebab Lefrand masih ingat dengan nomornya dulu.Selama setahun terakhir ini,beberapa la berusaha menghubunginya namun selalu gagal.
Tanpa bergeming,Anayra tercengang melihatnya karena sikap Lefrand diluar dugaannya.Sembari merengut kesal la meraih ponselnya.Matanya terbelalak saat melihat nama kontak yang diketik Lefrand.
Calon imam tersayang...Gumam Anayra dalam hatinya memandangi layar ponselnya.
Lefrand selalu saja berhasil membuat jantung Anayra berdebar-debar tak karuan seperti habis lari maraton.
"Kalo semisalnya aku ganti nomor dan blokir nomormu memang masalah buat mas?.Aku memang sengaja melakukan itu.".Ucap Anayra datar dan raut wajah dingin.
Hingga membuat Lefrand menatapnya tajam saat mencerna kata-katanya.Dia bisa menyimpulkan jika Anayra mencoba menghindarinya.Pantas saja saat berusaha menghubungi Anayra ke nomor lamanya tidak pernah tersambung.
"Jangan coba-coba kamu lakukan itu Ana'!.Kalo sampai berani kamu melakukannya dan menghindariku maka aku akan mencarimu sampai kelubang semut sekalipun.".Tegas Lefrand mengingatkan dan mengancamnya.
Ucapan Lefrand membuat jantungnya berdegup kencang.Bukan karena takut melainkan karena sikap posesif Lefrand terasa mengintimidasinya.Anayra sudah tahu wataknya,Lefrand tidak main-main dengan ucapannya itu.
Dilain sisi.
Ditempat duduknya,Khaffa menyimak setiap gerak-gerik mereka.Matanya tak berkedip mengawasi keduanya seraya menyantap makanannya.Dia memicingkan matanya saat melihat sikap Lefrand yang tidak wajar,menurutnya.
"Siapa sebenarnya pria itu?,apa dia kekasihnya?.".Khaffa penasaran dengan wajah pria yang baru dilihatnya dan tidak dikenalnya.
Lefrand sosok yang asing bagi Khaffa.Baru kali ini Khaffa melihatnya.
Setelah menghabiskan makanannya Anayra berkata."Mas,makanku udah selesai!.Ayo,kita kembali sekarang!.Aku mau Dzuhur sebelum waktu istirahat habis.".Pinta Anayra saat melihat jam ditangannya.
Sembari menganggguk mengiyakan."Ok!.Aku kekasir dulu.".Lefrand bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah Kassa.
Tak lama Anayra menyusul kemudian,namun langkahnya tertahan dan terkesiap saat melihat sosok wajah yang dikenalnya dan ditakutinya ada di arah jam 2 tengah menatapnya sengit.Dia tidak menyangka jika mereka ada didalam satu tempat yang sama.Padahal sebelumnya bisa bernafas lega sebab Khaffa tidak terlihat wujudnya.
Kapan dia datang?,perasaan tadi ga ada disini?...Pikirnya,wajah Anayra terkejut-kejut melihat Khaffa.
Sembari tersenyum miring Khaffa memasang raut wajah sarkastiknya.Sedangkan Anayra berjalan tergesa-gesa pergi keluar dari restoran tanpa menoleh lagi kearah Khaffa.Bahkan Anayra meninggalkan Lefrand dimeja Kassa.
"Siap-siap terima balasanku nanti!.Kamu sudah berani membangunkan macan tidur!.Berani berbuat maka harus berani menerima akibatnya.".Khaffa bergumam sendiri seolah bicara dengan Anayra.
Sembari tersenyum 'devil' Khaffa memandangi kepergian Anayra hingga menghilang dari pandangannya."Nyalinya besar juga gadis itu!.Tapi sayang,setelah ini dia harus menghadapi ku!.".Imbuhnya menarik satu alisnya keatas.
Setelah selesai makan,Khaffa beranjak dan berjalan menuju Kassa kemudian pergi menuju kantornya kembali melewati lift.
__ADS_1