
Diruang CEO.
Khaffa menatap Anayra dengan seriusnya."Ceritakan!,apa yang terjadi disana?.".Mencari tahu tentang kejadian yang terjadi di teater.
Sebagai suami,Khaffa tak bisa diam saja saat melihat istrinya diperlakukan kasar,dan sebagai CEO perusahaan,tak mungkin membiarkan pegawai Mall yang dipimpinnya membuat onar yang memancing keributan,hingga mengundang kericuhan.
Anayra tak bisa menghindari permintaan suaminya yang penuh ketegasan."Sera Novi dan Lenna yang memulainya.Tapi kumohon!,jangan membuat mereka kesulitan!.".Anayra yang duduk dipangkuan Khaffa,saat tengah duduk dikursi kepemimpinannya,menghiba dan memohon.
Tak mau Khaffa memecat atau menyakiti siapapun,termasuk Sera Novi dan Lenna.Gadis yang telah mencibir dan menghinanya habis-habisan,bahkan bersikap kasar.Namun,sebagai sesama wanita yang berjuang keras mencari rejeki untuk bertahan hidup,Anayra takut Khaffa melakukan sesuatu yang membuat Sera Novi dan Lenna dipecat dari pekerjaannya.Karena itu hal mudah untuk Khaffa,tinggal menjentikkan jarinya dan memberikan perintah,maka semua akan terjadi sesuai keinginannya dan selesai,saat itu juga.
"Aku tidak bisa berbaik hati,pada orang yang berani bersikap kasar pada mu,dan Alma.".Khaffa menggebrak meja kerjanya,marah dan kesal oleh ulah Sera Novi yang memancing emosinya.
Pasalnya,Khaffa terlalu mencintai Anayra.Maka,enggan melihat atau mendengar Anayra disakiti dan dilukai.
Anayra bisa melihat rasa cinta yang ditunjukkan Khaffa pada nya,tetapi tak setuju jika kekerasan dibalas dengan kekerasan juga.Bukan itu yang diharapkan dan diinginkan Anayra."Sayang,itu cuma salah paham.Kurasa Sera Novi memiliki alasan untuk melakukan itu.Kupikir dia menyukai mu.".Bukannya marah,Anayra malah menggoda suaminya."Huhhh...Penggemar mu sangat banyak,dan saingan ku cantik-cantik.".Pura-pura merasa rendah diri dan kehilangan kepercayaan diri.
Khaffa sangat terkejut,dalam keadaan seperti ini,Anayra masih bisa bercanda dan membuat lelucon.Pikir Khaffa."Kamu serius?.".Menggeleng tak percaya,Anayra bisa dengan mudahnya mengatakan Sera Novi menyukai nya.".Ayolah!,jangan membuat ku marah!,honey.".Mendengus kecil,untuk meredam kekesalannya."Mendengar namanya saja aku muak,apalagi melihat wajahnya.".Bergidik ngeri saat teringat pernah terlibat dalam situasi yang tak nyaman dan tak mengenakan bersama Sera Novi.."Kamu pikir,aku suka dikagumi mereka semua?.".Mengibaskan tangannya jika benar-benar tak suka pada para gadis-gadis yang memuja dan mengaguminya.
Bahkan Khaffa merasa terganggu dan terusik ketenangannya.Sabrina dan Sera Novi hanya dua dari beberapa gadis yang terang-terangan mengejarnya.
Flashback on.
Suatu hari,saat Khaffa baru menjabat CEO.Khaffa bersama Sera Novi dalam satu lift.Namun sialnya,lift mati dan tak bergerak.Sera Novi pura-pura sesak nafas dan mau pingsan.Ini dilakukannya,demi menjebak dan menjerat Khaffa.Pria yang selalu diincarnya,membuatnya jatuh cinta pada pesonanya.Selalu membuatnya penasaran dan yakin,jika dirinya bisa menaklukkan hati Khaffa.
Tanpa menaruh curiga Khaffa menangkap tubuhnya,dan panik.Tetapi,tanpa diduga-duga,Sera Novi dengan keberanian tingkat tinggi dan dengan agresifnya,merangkul lehernya dan hendak menciumnya.
Entah apa yang merasuki pikiran dan jiwa Sera Novi saat itu,hingga mampu melakukan hal senekad itu.Pada Khaffa yang notabene merupakan CEO Mall tempatnya bekerja.Demi bisa mendekati Khaffa,melakukan hal memalukan dan menghalalkan segala cara.
Khaffa terlonjak kaget dan langsung menghempaskan tubuh Sera Novi hingga terjatuh dan terduduk dilantai.Saat lift hidup kembali,Khaffa cepat-cepat menekan tombol keluar dan berlari secepatnya,saat pintu lift terbuka.Meninggalkan Sera Novi yang terkejut-kejut dan merasakan kecewa,tak bisa menjangkau hati Khaffa.
Padahal Sera Novi merasa yakin,dengan kecantikan yang dimilikinya bisa membuat Khaffa jatuh cinta dan jatuh kedalam pelukannya.
Sejak itu,Khaffa menjadi trauma dan ketakutan.Maka dari itu,ada lift yang khusus diperuntukkan CEO dan atasan saja.Saat itu terjadi,Khaffa belum memiliki keberanian seperti saat ini,dan belum bisa mengambil tindakan yang tegas.
Khaffa yang sekarang,jangankan untuk melawan wanita,melawan penjahat pun berani.Jangankan bersikap keras,berbuat kasar pun sanggup melakukannya,jika situasi dan kondisinya menuntutnya untuk melakukan itu.Jangankan memecat pegawai,memecat atasan pun akan dilakukannya,tanpa rasa ragu dan tanpa pikir panjang.
Flashback off.
"Kabulkan permintaan ku!,jika kamu benar-benar mencintai ku?.".Anayra pikir,kata-kata ini bisa meluluhkan dan menenangkan hati Khaffa.
Sulit,sangat sulit bagi Khaffa mendengarkan permintaan istrinya."Kamu benar-benar menyulitkan ku.".Menghela nafasnya dengan panjang."Baiklah,terserah kamu saja!.".Mengalah demi rasa cinta nya pada Anayra.
Senyuman lebar mengembang sempurna dibibir Anayra,usahanya tak sia-sia juga."Kurasa sudah waktunya untuk pergi,ayo!.".Beranjak dari pangkuan Khaffa dan menarik tangan Khaffa untuk bangkit.
Dengan mesranya Khaffa menggandeng tangan istrinya erat-erat,saat meninggalkan ruangannya.
Usai bertatap muka dan berinteraksi dengan Riccy,Alma segera menemui Anayra dan Khaffa dibasement,yang telah menunggunya di dalam mobil.
Sebelum masuk,Alma mengusap wajahnya yang tampak basah."Maaf!,kalian menunggu lama?.".Mendudukan dirinya di jok belakang mobil Khaffa.
Anayra yang duduk didepan,menemani Khaffa yang menjadi sopir,menggelengkan kepala.Sedikit pun tak marah,dan bisa memahami Alma yang harus menyelesaikan masalahnya dengan Riccy.Butuh waktu banyak untuk mereka membahas masalah yang dihadapi mereka,dan menyelesaikan hubungan asmara mereka yang menggantung."Tidak masalah!,aku bisa mengerti.Tapi,sepertinya Mami sangat tidak sabar,menunggu kedatangan kita.".Menampilkan pesan singkat dari ponselnya pada Khaffa dan Alma.
Khaffa yang duduk di kursi kemudinya sudah menyalakan mesin,dan siap berangkat."Aku akan mengebut,pegangan yang kuat!.".Menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya.
Namun ucapan Khaffa hanya gertakan saja,tak serius dan hanya untuk menghibur hati Alma.Khaffa bisa merasakan yang Alma rasakan saat ini,dan bisa menebak isi hatinya.Khaffa bisa melihat itu,dari mata Alma yang sembab.
Sepertinya dia terlalu banyak menangis...Melirik Alma dikaca spion mobilnya.Pasti sulit untuk mereka mengambil keputusan,dan berat untuk saling melepaskan...
Khaffa menyimpulkan sendiri,pasti sulit dan berat rasanya mengakhiri jalinan cinta mereka yang baru saja dirangkai.Khaffa bisa menduga sendiri,hubungan Alma dan Riccy pastinya sudah berakhir.Khaffa pikir,itu memang terpaksa harus dilakukan,mengingat status Riccy bukan pria melajang lagi,sudah menikah dan memiliki istri.Alma,harus menerima kenyataan yang ada,atas tragedi yang menimpanya.
Malam ini,Anayra,Khaffa dan Alma ingin mengabulkan permintaan Rena,yang mengundang makan malam bersama dirumahnya.Namun Khaffa dan Alma tak tahu,jika itu sebenarnya permintaan Al dan Lenni.
Sebelum masuk teater tadi sore,Anayra memberitahu Alma,jika Rena memintanya datang ke rumah untuk makan malam bersama.Sama sekali Alma tak menolak,malah sangat senang,dan menerima undangan Rena.
__ADS_1
Setibanya dirumah kediaman keluarga Alyandra.Khaffa memasukkan mobilnya ke halaman,saat Pak Asep membuka pintu gerbang.Ketiganya bergegas keluar,usai membuka seat beltnya.
Diruang keluarga.
Al dan Andika,Rena dan Lenni,serta lta dan Ceppy menikmati secangkir teh hangat saat berbincang-bincang.Ita dan Ceppy datang beberapa menit yang lalu,keduanya sengaja dijemput sopir pribadi Andika dan Rena ke apartemen,atas suruhan Andika.
lta,Rena dan Lenni tersenyum sumringah saat mendengar suara deru mesin mobil."Kurasa itu mereka.".Rena beranjak dari duduknya dan tergesa-gesa keluar rumah untuk memastikan jika dugaannya benar.
"Assalamu alaikum.Kami datang.".Anayra menyapa ibu mertua nya yang berdiri di teras.
Melegakan dan menyenangkan hati Rena melihat kedatangan mereka."Akhirnya,kalian datang juga.Mami pikir kalian melupakan janji.".Mengecup pipi Anayra dan Alma,usai dua gadis cantik ini mencium punggung tangannya."Masuklah!,jam makan malam hampir usai.".Menggiring semuanya masuk ke dalam rumah.
Sesampainya diruang tamu."Ayah,ibu.Kalian disini?.".Alma terperangah melihat orang tuanya ada ditengah-tengah orang tua Khaffa dan Daniel.
Rena yang berdiri disamping Alma,secepatnya bertindak saat Alma mulai mencurigai."Ayo keruang makan!.Sepertinya,kalian sudah lapar.".Takut Alma bertanya macam-macam,maka Rena mengajak semua ke Dining room.
Al,Andika,lta dan Ceppy mengikutinya,termasuk Khaffa,Anayra dan Alma.Semua mengambil posisi masing-masing dan duduk dikursi makan yang tersedia.Duduk saling berhadapan dengan pasangannya masing-masing.Diantara mereka,terlihat kentara hanya Alma yang duduk tak berpasangan disana.
Dari arah gerbang rumah,mobil sedan berwarna silver metalik memasuki halaman.Sesosok pria tampan keluar dari mobilnya,berjalan menyusuri lantai rumah dengan gagah dan penuh karisma.
Diruang makan,Khaffa keheranan saat para orang tua terus duduk bergeming ditempatnya."Ayo kita makan!,apalagi yang kita tunggu?.".Pasalnya,Khaffa sudah sangat kelaparan dan tak suka membuang waktu untuk melakukan sesuatu,termasuk untuk makan.
Sejak menikah,porsi makan nya semakin banyak dan sering merasakan lapar.Selera makannya semakin naik,efek dari Anayra yang selalu menjadi penyemangat hidupnya.
Para orang tua saling berpandangan saat Khaffa bertanya,"Kita menunggu satu orang lagi.".Lagi-lagi Rena yang angkat bicara,saat melihat wajah orang-orang yang hampir sebaya dengan nya kebingungan untuk menjawab.
Alma dan Khaffa terheran-heran dan bertanya-tanya dalam hati masing-masing,siapa gerangan orang yang ditunggu itu.Tetapi tak menaruh rasa curiga sama sekali dan acuh tak acuh.Anayra bersikap tenang dan santai,terang saja,pasalnya Anayra ikut andil dari visi dan misi ketiga pasangan paruh baya yang duduk bersamanya.
Kurasa aku tau,siapa orang itu...Khaffa bisa menebak orang yang ditunggu kedatangannya itu dan tersenyum miring.
Yaaa,siapa lagi jika bukan sepupunya.Saat itu juga,Khaffa mulai mengendus sesuatu yang mencurigakan.Satu-persatu dipandangi orang-orang disekitarnya,terlihat sangat tenang sikapnya.Namun senyum yang tersungging di bibir mereka tak mampu mengelabuinya.
Pasti sangat menyenangkan.Aku tidak sabar,seperti apa akhirnya nanti...
Saat terdengar hentakan sepatu,semua mata tertuju pada pria berperawakan tinggi dan berkulit putih yang memasuki ruang makan.Tidak dengan Alma,tak tertarik untuk melihat sosok yang baru datang itu.
Pria yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga dan berdiri didekat pintu dengan mengulum senyumnya."Assalamu alaikum?.".
"Waalaikum salam.".Jawab semua serentak.
Terkecuali Alma,terlalu terkejut hingga lupa untuk menjawab salam.Hanya fokus pada pemilik suara bariton pria itu.
Suara itu...
Alma terhenyak saat mendengar suara khas pria yang sangat dikenalnya.Pria yang selalu bertindak konyol setiap berhadapan dengannya,dan selalu dibuat pusing dengan leluconnya.
Pelan-pelan Alma menoleh ke belakang,ingin memastikan jika pria itu benar-benar Daniel.Tepat sekali,tebakannya benar.Saat bersitatap dengan Daniel,Alma langsung memalingkan wajahnya ke depan.
Rena bergerak cepat berdiri dan menarik lengan kokoh Daniel kearah kursi makan."Kamu datang tepat waktu,kemarilah!.".Menarik kursi yang kosong didekat Andika."duduk disini!.".
Daniel pasrah saja mengikuti perintah Rena.Saat akan duduk,matanya bersitatap dengan gadis yang meluluh lantakkan hatinya.
Kesekian kalinya Alma terjerat pesona Daniel.Menekuk wajahnya untuk menghindari tatapan Daniel yang menghanyutkan hatinya.Tatapan yang selalu membuat Alma terhipnotis jika terlalu lama melihatnya.
"Kurasa sudah lengkap.Saatnya kita makan,ayo silahkan di cicipi!.".Andika memberikan instruksi pada tamunya dan tersenyum lebar.
"Jangan sungkan!,anggaplah rumah sendiri.".Rena beramah tamah supaya semuanya merasa senang dan nyaman.
Sebagai tuan rumah,Andika dan Rena harus bersikap baik dan ramah.Meskipun acara bmakan malam bersama itu bukan rencananya.Tetapi tentunya harus mendukung keinginan Al dan Lenni,yang menurutnya baik.
Saat para istri mengambilkan makanan untuk para suaminya.Alma dan Daniel menelan salivanya kasar,menjadi salah tingkah dan rikuh melihat itu.Tampak jelas,hanya mereka berdua yang belum menikah,dan tak memiliki pasangan.
Tujuh pasang mata,tersenyum-senyum saat melihat keduanya tampak kikuk.Lenni tercetus ide untuk membuat sikap keduanya mencair.Pasalnya, dirinya yang paling bersemangat dan antusias merencanakan makan malam itu.
__ADS_1
"Alma,tolong isi piring Daniel!.Dia terbiasa dilayani,dan agak manja.".Pernyataan Lenni berhasil membuat Alma dan Daniel ternganga.
Kurasa Mama sengaja melakukan itu...
Daniel tak bisa berbuat apa-apa selain diam dan bergeming dikursinya.Tak ingin menolak dan membantah keinginan ibunya.
"Baik.".Tetapi Alma manut pada titah Lenni dan tak bisa menolak.
Bisa-bisa dimarahi habis-habisan,dan mendapat caci maki dari lbu dan ayahnya,jika berani membantah ucapan orang yang lebih tua,baik orang tuanya maupun orang lain.
Kenapa harus aku?.Anggota tubuhnya masih lengkap dan utuh.Merepotkan saja...
Tak sampai hati Alma memprotes tindakan Lenni,dan hanya bisa mengeluh dalam hati.
Setengah terpaksa Alma mengambil piring Daniel dan mengisi penuh piring nya dengan makanan yang tersedia.
Ditempat duduknya,Daniel menyeringai saat Alma menyodorkan piringnya dimeja,yang berporsi besar.
Aku tidak serakus itu.Kurasa dia sengaja mengerjai ku.Heiii,kamu ingin membuatku mati kekenyangan,hahhh?....
Memicingkan matanya menatap tajam Alma.Namun yang Ditatapnya,malah tampak senang.Menampilkan senyum manis,dan menatapnya penuh makna
Tidak usah sungkan,dan tidak perlu mengucapkan terima kasih.Makanlah yang banyak!,dan himpun tenaga mu,supaya bisa melawan saat menghadapiku!...
Alma membalas tatapannya dan tersenyum smirk.Tangannya bergerak mengisi piringnya dengan makanan.
Interaksi keduanya menarik perhatian orang-orang disekitarnya,tanpa disadari Alma dan Daniel.
Firasatku mengatakan,rencana ku akan berjalan lancar...
Lenni tak menyembunyikan rasa bahagianya.Secercah harapan menghinggapi hatinya dan tersenyum lebar.Walaupun sikap Alma dan Daniel tampak tak baik,dan acuh tak acuh.Bahkan tampak saling membenci satu sama lain,terlihat dari ekspresi wajah dan tatapan matanya.Tetapi Lenni yakin,dari rasa benci bisa mengubahnya menjadi getar-getar cinta.Tak ada yang tidak mungkin,dan tak ada yang mustahil.Pikir Lenni.
Dengan khusu mereka menyantap makanan.Daniel dan Alma,terus saling mencuri pandang.Saat Daniel acuh,Alma meliriknya,dan saat Alma abai,Daniel menatapnya.
Jika cinta katakan cinta.Kalian menyedihkan,munafik dan konyol...
Khaffa geleng-geleng kepala melihat kekonyolan Alma dan Daniel yang tampak malu-malu mengakui jika ada getaran cinta antara mereka.Pikirnya,Alma dan Daniel saling mengelak dan menyangkal perasaan cinta yang telah tumbuh dihatinya masing-masing.Itu menurut sudut pandangnya.
Pasangan yang serasi.Walaupun Daniel tampak buruk sikapnya,dan pernah melukai Alma.Tapi entah kenapa?,hatiku merasa tenang.Aku yakin,Daniel cocok untuk Alma,dan bisa menjaganya dengan baik...
Menilai Daniel dari sudut pandang yang berbeda.Anayra merasa yakin,Daniel sosok pria yang pantas untuk Alma.Walaupun pernah terlibat dalam situasi yang pelik dan rumit.
Di kediaman Aulia.
Tanpa hentinya Aulia terus menatap wajah Riccy yang terpampang di bingkai foto besar,yang terpasang di dinding kamarnya.Dalam posisi berbaring di tempat tidurnya."Belum sehari aku ditinggalkan,rasa rindu sudah melanda hati ku.".Namun sayangnya,kata itu tak bisa dikatakan langsung pada sosoknya.
Aulia merasa tak sanggup berpisah lama-lama dengan Riccy.Baru sebentar saja merasa gundah gulana,apalagi jika dalam kurun waktu lama.
"Kamu pasti lapar nak?,ayo kita makan!.Jangan memikirkan Papa mu!.".Mengusap perutnya yang membuncit dan terdengar keroncongan.
Salahkah aku mengganggap nya ayah untuk anakku?...
Aulia sadar akan yang dikatakannya,dan kata itu terpikirkan begitu saja olehnya.Dengan langkah malas dan berat,Aulia menuju dapur.Mengambil makanan yang tersedia di meja makan,duduk dikursi dan makan seadanya.Untuk mengganjal perutnya yang terus merasa lapar.
Dia akan kembali atau tidak?.Kuharap dia kembali ke sisi ku.Aku tidak sanggup hidup tanpa nya...
Tertegun sejenak disela-sela makannya dengan pikiran berkelana.
Entah apa jadinya jika Riccy tak kembali lagi pulang kerumah dan tak menemuinya lagi.Bisakah melalui hari-hari nya tanpa Riccy disamping nya?,mampukah bertahan hidup tanpa didampingi Riccy?.
Saat memikirkan itu,Aulia menggelengkan kepalanya."Tidak!.Aku tidak sanggup.".Bergumam sendiri dengan wajah ketakutan,takut itu benar-benar terjadi dan menjadi kenyataan.
Aulia sangat menggantungkan hidupnya pada Riccy sekarang ini.Sejak menikah dan menjadi istri Riccy,istri yang tak pernah dianggap dan tak pernah dicintai Riccy.
__ADS_1
Jika orang lain tahu hal itu,mungkin akan mengatakan dirinya bodoh dan tolol.Tetapi Aulia bisa bernafas dengan lega,hanya segelintir orang yang tahu lika-liku kehidupan rumah tangganya bersama Riccy.Aulia yakin sepenuhnya,suatu saat nanti.Riccy bisa menerima dan mengakuinya.