
Anayra POV.
Cemas dan gelisah yang kurasakan saat ini.Aku duduk merenung sendiri dan menatap hampa.Kulirik jam dindingku sudah jam 7:21 malam.Waktu terus berjalan dan berputar,tapi kenapa dia belum juga menampakkan dirinya didepanku???.
Pikiranku tak karuan dan bertanya-tanya.Harap-harap cemas menunggu kedatangannya.Menduga-duga yang terjadi dan menerka-nerka yang dilakukannya.
Aku beranjak dan berjalan mondar-mandir diruang tamu kecil ini.Hanya ini yang bisa kulakukan.Ponsel ditanganku kutatap terus-menerus tetapi tidak juga bergetar,padahal ku sangat berharap dia menghubungi ku.
Sejuta pertanyaan tertanam dibenakku.Kemana dia?,dimana dia?,apa yang dilakukannya dan bersama siapa?.
"Apa mas Lefrand masih bersamanya?.".Dugaanku mengarah kesana pada gadis itu.
Mungkin ya mungkin juga tidak.Tetapi firasat ku berkata demikian.
Seketika rasa panas menjalar dihatiku dan pikiranku mulai berkelana.Selintas sekelebat bayangan buruk menghampiri kepalaku.Kubayangkan sesuatu yang membuatku takut sebenarnya untuk membayangkannya.Sesuatu yang tidak pernah kuharapkan dan tidak kuinginkan terjadi.
Aku geleng-gelengkan kepalaku untuk mengusir semua itu.''Astagfirullah...Semoga hal yang buruk ga terjadi.Lindungilah dirinya dimanapun dia berada.Jangan uji kami diambang waktu pertunangan kami.Aamiin.".Gumamku dan mengusap wajahku.
Kuhempaskan kembali tubuhku disofa untuk menenangkan suasana hatiku,dan kubuka galeri foto diponselku.Seketika senyumku terukir sempurna saat melihat gambar-gambarku bersama pria yang kucintai dengan segenap hatiku.Pria yang berhasil menerobos masuk kedalam jiwaku dan menempati relung hatiku.
Drttt,drttt.
Ponselku tiba-tiba bergetar dan senyumku melengkung keatas.
📱...Mas Reza Calling.
Sebuah nama muncul tapi bukan darinya.Kecewa tapi setidaknya ada kabar baik darinya tentang mas Lefrand.
"Assalamu alaikum.Ada apa mas Reza?.".Tanyaku penasaran.
Anayra,cepat kerumah Lefrand sekarang juga!DARURAT...
Sungguh mengejutkan.Jantungku seakan mau terlonjak keluar dan dadaku bergemuruh hebat.
"Apa yang terjadi disana?.".Gumamku bertanya sendiri.
Tuttt.
Belum sempat aku bertanya lagi dia sudah mengakhiri panggilannya.
Tanpa ba-bi-bu lagi segera mengambil tasku dimeja saat tersadar.Kupercepat langkahku keluar dari rumah menuju pangkalan ojek.Naik dan duduk dijok belakang setelah meminta salah satu dari mereka untuk mengantarkanku pergi.
*End.
Author POV.
Sabrina memapah tubuh Lefrand saat tiba dirumah kediaman Lefrand.Rumah yang besar bergaya modern klasik,air mancur berbentuk bulat menyambut kedatangan mereka didepan teras rumahnya.Rumah yang khusus dirancang Lefrand sendiri untuk ditempati nanti saat mengarungi bahtera rumah tangganya bersama Anayra kelak.
Rumah yang digadang-gadang untuk masa mereka setelah menikah nanti.Segudang mimpi dan harapan telah direncanakan dirumah ini oleh mereka.
Taman kecil yang indah dipenuhi tanaman hias dibelakang rumah itu menambah kesejukan saat melihatnya.Tanaman itu ditanam oleh Anayra sendiri dan menatanya sedemikian rupa agar terlihat cantik.
Sabrina kewalahan karena langkah Lefrand terseok-seok disetengah kesadarannya.Setelah tiba dikamar tidur,Sabrina merebahkan tubuhnya ditempat tidur.Sabrina tergoda untuk berkeliling melihat-lihat seluruh ruangan dirumah ini.
"Wawww...Apa rumah ini yang akan ditempati mereka?.Ck,ck,ck,gue terharu.Hmh...Tapi sayang mungkin rumah ini bakal jadi milik gue dan Efan nanti.".Sabrina antusias dan percaya dirinya berkata seperti itu.
Sabrina berdecak kagum oleh interior dan furniture yang mempercantik di seluruh ruangan itu.Sungguh Lefrand sangat memperhitungkannya dengan baik dan sempurna.
Teringat pada niatnya yang sudah dipikirkannya ditengah perjalanan tadi.Sabrina beralih ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum melakukan aksinya.
Sabrina keluar dengan handuk melilit sebatas dada dan pahanya.Berjalan menuju Walk in Closhet milik Lefrand.Sabrina terkesima melihatnya isi ruangan itu.Semua tertata rapi di tempatnya,sesuai jenis pakaian dan warnanya.
Setelan jas lengkap,dasi,sepatu dan koleksi jam tangan Lefrand serta benda pribadi Lefrand yang berbentuk segitiga tak luput dari pandangannya.Tanpa rasa malu,canggung dan risih.Seakan Sabrina merasa berhak melakukan itu dan seolah sudah menjadi nyonya rumah itu.
Tangan Sabrina meraih salah satunya dan diangkatnya keatas."Ya ampun,sebesar inikah miliknya?.Kayaknya otak gue mulai mesum,hahaha....".Ucapnya tertawa renyah memandangi sehelai kain sembari membayangkan benda pusaka Lefrand.
Diambilnya satu kemeja putih Lefrand dan mengenakan.Dia tersenyum sendiri saat melihat pantulan penampilannya dicermin yang berbalut kemeja kebesaran dan panjangnya sebatas pahanya.Pantulan gunung kembarnya samar-samar terekspos dibalik kemeja itu.Meskipun tidak padat dan berisi.
Sabrina tidak lupa mengenakan pakaian dalamnya yang berbentuk segitiga berwarna merah menyala tapi tidak memakai bra-nya.Dia merasa nyaman oleh penampilannya saat ini.Setelah puas diruangan itu,Sabrina berjalan menuju kamar tidur dimana Lefrand berada dan mendekatinya.
Lefrand terbaring lemah tidak berdaya dan bergeming ditempatnya.Matanya terpejam dalam posisi telentang.
"I love you Efan.Hiduplah bersamaku!,aku bersedia untuk menggantikan posisinya dihatimu dan akan buat kamu bahagia.Aku cinta Kamu,aku mau kamu menjadi milikku seutuhnya dan selamanya!.".Lirih Sabrina merebahkan kepalanya didada bidang Lefrand.
__ADS_1
Sabrina bergerak dan duduk disampingnya,perlahan membuka kancing kemeja yang melekat ditubuh Lefrand satu-persatu.Melepaskannya dan menghempaskannya dilantai.
Senyum seringai terukir dibibirnya saat melihat tubuh atletis dan berotot Lefrand.Dipandangnya kulit mulus dan dada bidangnya.Perutnya yang bergaris-garis seperti undakan tanah,tampak menggoda dan mengundang hasrat Sabrina semakin berkobar.
Mungkin yang dilakukannya ini terkesan nakal dan mesum,bahkan seperti tidak punya harga diri.Tetapi bagi Sabrina tidak seperti itu,hal ini sudah pernah dilakukannya saat diluar negeri sana.
Cuppp.
Lembut dan mesra Sabrina mengecup dada Lefrand dan mengecup lehernya."Efan,aku baru sadar betapa tampan dan seksinya kamu.Aku janji ga akan pernah ninggalin kamu dan ga akan nyia-nyia in kamu lagi setelah ini!.".Sabrina berbisik lirih dan menatap mesra wajah Lefrand.
Lefrand tertidur pulas seperti bayi tertidur.Tidak menyadari jika sesuatu yang buruk akan menimpanya saat ini.
Sabrina kini dirasuki oleh ambisinya dan obsesinya untuk mendapatkan Lefrand kembali.Hawa nafsunya mengalahkan logikanya.Tidak peduli dan tidak memikirkan akibat buruk yang akan terjadi nanti.Saat ini hanya Lefrand yang menjadi pusat perhatiannya.
Sabrina mengecup kening,hidung dan pipi Lefrand bergantian.Sekian detik mengarahkan bibirnya ke bibir Lefrand.Sesaat kecupan lembutnya berubah menjadi ******n dahsyat.
"Mmmph...".Lefrand melenguh saat merasakan bibirnya bergerak dan terasa basah.
Nafasnya terasa sesak dan merasakan sesuatu yang berat menindih tubuhnya.Namun anehnya matanya tak jua terbuka dan belum mau sadar juga.
Sontak Sabrina menghentikannya sejenak saat Lefrand terganggu.Takut Lefrand akan terbangun dan sadar nanti.Maka aksinya akan gagal total dan hancur berantakan.
Tetapi terlambat,Lefrand mengerjapkan matanya dan perlahan membuka matanya.Namun cahaya lampu kamar menyilaukan pandangannya sehingga tidak bisa melihat jelas.Matanya menyipit saat menangkap sesosok yang tampak samar-samar dilihatnya.Belum lagi saat ini dalam keadaan tidak sadar.
Maka membuat Lefrand seakan berhalusinasi."Sayaaang ka mu kah itu?.".Lirih Lefrand parau dan terbata.
Sabrina tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam kesempitan ini."I love you.".Bisik Sabrina ditelinga Lefrand terdengar tak jelas dan menyamarkan suaranya.
"I love you mooore!.".Lirih Lefrand.
Geppp.
Lefrand menarik tangan Sabrina,memeluk tubuhnya erat dan mengangkatnya keatas tubuhnya dalam posisi tertelungkup.
Lefrand menci*m bibir Sabrina dan melum*tnya lahap tanpa sadar.Berhalusinasi seolah Sabrina adalah Anayra.Namun jika sadar tidak mungkin melakukan hal itu pada Anayra.
Anayra pun tak mungkin punya nyali sebesar itu untuk melakukan hal yang sangat dihindarinya.Bergumul diatas tempat tidur tanpa ikatan yang kuat dan sah.Anayra sangat menjaga kesucian dan kehormatannya hingga sekarang.Meskipun bercium*n bukan hal yang tabu dan aneh,tetapi tidak seagresif dan seberani Sabrina.
Sabrina terkejut oleh gerakan spontan,tetapi bersorak senang dalam hatinya.Tanpa pikir panjang lagi meresponnya dan membalasnya.
Saling ******* dan mem*gut.Tangan Lefrand berkelana membelai punggung Sabrina,beralih mengelus rambut dan menekan tengkuknya untuk memperdalam ci*mannya.
Braaakkk.
Tiba-tiba pintu dibuka dan dibanting keras oleh seorang gadis cantik.Gadis itu berdiri dipintu kamar Lefrand.
"Mmmasss!.".Serunya histeris dan terkaget-kaget memandangi dua orang berlawanan jenis itu diatas tempat tidur.
Saling berhadapan,dalam posisi tertelungkup dan terlentang.Benar-benar pemandangan yang luar biasa menyakitkan dan menyesakkan dadanya.
Lefrand dan Sabrina terperanjat.Keduanya refleks menghentikan aktivitasnya sembari menoleh dan menatap gadis itu.
"Kamuuu?.".Sabrina terkejut melihat gadis yang dikenalnya bisa ada disana.
"Sayaaang!?.".Lefrand bersamaan menyapanya dan terkejut menatap wajah kekasih tercintanya.
Kening Lefrand berkerut dan menaikan satu alisnya keatas seakan berkata 'Jika dia ada disana lalu siapa yang kupeluk dan kucium tadi?'.Sontak Lefrand melirik gadis yang ada diatasnya.
Brugh.
Cepat-cepat dan kasar dihempasnya tubuh Sabrina kesamping saat melihat wajahnya.Tak menyangka jika Sabrina yang dic*mbuinya tadi.
Sabrina sontak terkejut dan takut Lefrand akan marah oleh tindakannya.Panik Lefrand akan mengamuk dan berbuat kasar,sebab tanpa seijinnya melakukan itu.
Lefrand menunjuk wajahnya."Kkka mu,kenapa bi sa ada di sini?.".Cecar Lefrand ditengah kesadarannya bingung dan heran.
"A-aaku tttadi nganter kamu pulang Efan.Kkamu mabuk!.''.Kilah Sabrina gugup dan terbata sembari duduk disamping Lefrand.
"Aapa yang ka lian lakukan?.".Lirih Anayra mengumpulkan keberaniannya bertanya pada keduanya.Matanya terbelalak sempurna dan geleng-geleng tak percaya.
Tak menyangka jika dugaannya ternyata benar.Firasatnya yang buruk menjadi nyata.
"Elu Sa'.Apa yang lu lakuin tadi sama gue?.Lu sengaja mau jebak gue,hah?.Pergi lu sekarang dari sini!.".Bentak Lefrand murka sembari beringsrut terduduk.
__ADS_1
Alih-alih mejawab.Tubuh Sabrina malah bergetar dan merinding mendengar suara menggelegar Lefrand.Bergegas turun dari tempat tidur dan melangkah pergi tergesa-gesa tanpa berkata-kata.Sampai terjatuh-jatuh saking ketakutannya.
Lefrand bergerak turun dari tempat tidur dan meringis saat masih merasakan pusing dikepalanya.Tangannya meremas rambutnya dan menggelengkan kepalanya.
"Sa yang,ka mu ada disini?.".Lefrand berjalan limbung menghampiri Anayra.
Anayra menatap Lefrand penuh kilatan cahaya amarah.Tidak percaya pada yang dilihatnya tadi.Ternyata yang takutinya terjadi juga dan harapannya tadi tidak terkabulkan.
"Mmas apa yang kamu lakukan disini bersama dia?.Kenapa mas tega dan berkata bohong kalau ada urusan?.Apa ini urusan itu sampai kamu batal menjemputku dan lebih memilih pergi bersama dia ketimbang pergi bersama ku?.".Anayra tiba-tiba berkaca-kaca seiring melontarkan pertanyaan itu.
Kepergian Lefrand dan Sabrina saat didepan butik tadi masih terbayangkan dan terlintas dipikiran Anayra.
Masih dalam keadaan sama Lefrand menjelaskan."Sayang...A-aaku akan jelaskan ini!.Semua ga seperti yang kamu liat dan kamu pikirkan!.".Berusaha menepis kecurigaan Anayra dan menggenggam tangannya.
"Memangnya apa yang ada dipikiranku?.Apakah yang kulihat tadi itu salah,hah?.Hanya halusinasi atau ilusi saja?.".Anayra menarik tangannya tersenyum kecut saat melihat kondisi Lefrand yang bertelanjang dada,lusuh dan tercium bau alkohol meskipun tidak terlalu menyengat.
Yaa...mungkin efek minumannya dari merk ternama.Lagipula Lefrand hanya meminumnya sedikit tetapi efeknya sangat berpengaruh cepat.
"Sayang,aku ga tau dan ga ingat apapun,yang kuingat aku dikaffe lalu minum kemudian mulai ga sadar dan dia antar aku pulang kemari.Benar aku ga bohong sayang!.''.Dalih Lefrand untuk meyakinkan Anayra.
Anayra menatap sedih Lefrand dan terisak."Hikkks...Kamu jahat mas,aku menunggu mu dari tadi.Tapi kamu malah bercumbu disini bersama dia.Apa sebatas ini cintamu padaku?.".Bertanya disisa tenaganya.
"Sayang,maaf,maafkan aku!.Ini diluar kehendakku!.Kesadaranku hilang waktu melakukan itu semua.Aku kira dia itu kamu.".Jelas Lefrand seraya memegang kedua bahu Anayra.
Anayra menggelengkan kepalanya."Aku ga percaya ucapanmu mas!,aku lebih percaya apa yang kulihat sendiri oleh mata kepalaku mas.Kamu jangan cari alasan untuk membela diri!.".Tandas Anayra setelah semua yang dilihatnya,tidak mungkin percaya begitu saja.
Namun Lefrand berkelit dan menyangkalnya."Ga,ga seperti itu!.Aku jujur dan sudah jelaskan yang sebenarnya.Percayalah sayang!.".Meyakinkan Anayra.
"Hikkks.Aku benci kamu mas!.Hatiku sakit melihatmu seperti ini,hatiku hancur melihat kemesraan kalian!.Apa mas tau?,aku merasa menjadi gadis yang paling bahagia di dunia ini.Kita saling mencintai dan sebentar lagi akan tunangan,tapi kamu khianati aku dan khianati cinta kita,maaas!...Hiks.".Lirih Anayra terisak-isak dan menyeka air matanya yang mengalir deras dipipinya.
Lefrand bersimpuh memohon dan berjongkok dihadapan Anayra.Tangannya menggenggam erat tangan Anayra."Sayang,kumohon maafkan aku,aku menyesal dan aku janji hal ini ga akan pernah terulang lagi.Percayalah!.".Memelas dan menghiba supaya Anayra percaya.
Anayra menggelengkan kepalanya dan menghempaskan tangan Lefrand."Ga perlu berjanji mas,mulai detik ini juga aku akan mengakhiri hubungan kita.Aku akan pergi dari hidupmu.Mari kita putus!.Aku jalani hidupku sendiri tanpamu,dan kamu jalani hidupmu sendiri tanpa aku disisimu!.".Terpaksa dan berat hati Anayra mengucapkan kalimat itu.
Tetapi ini lebih baik.Rasa sakit dihatinya karena dikhianati mengalahkan logikanya.
Lefrand tercengang dan bangkit berdiri.Dipeluknya erat Anayra seakan tak mau melepaskannya dan takut kehilangannya."Ga sayang,kumohon jangan pergi!.Tetaplah disisiku!aku sangat mencintaimu,aku ga bisa hidup tanpamu.Pikirkan rencana yang udah kita buat dan mimpi indah kita dirumah ini setelah menikah nanti.Aku ga akan pernah melepaskanmu dan membiarkanmu pergi sayang!.".Lefrand mengelus rambut nya penuh kasih sayang.
"Beraninya kamu mengatakan itu setelah melakukan kesalahan mas!.Aku muak mendengarnya!.".Anayra menangis pilu dan memukuli punggung Lefrand.
Lefrand membelai punggung Anayra untuk menenangkannya dan mengecup puncak kepala Anayra."Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya sayang,kumohon!.Aku ga bisa hidup tanpamu,aku mencintaimu!.".Lirih Lefrand menatapnya penuh berkabut air mata.
Brughhh.
Anayra mendorong tubuh Lefrand sekuat tenaganya refleks Lefrand limbung kebelakang namun tidak terjatuh."Jangan harap aku memberimu kesempatan mas!.Persetan dengan cintamu.Raihlah mimpimu bersama dia.Hatiku sudah terlanjur sakit dan kecewa.Aku akan pergi dari kehidupanmu mulai detik ini juga dan jangan harapkan aku lagi!.".Anayra berapi-api dan memutar badannya kebelakang.
Berjalan pergi kearah pintu kamar.Lefrand tercengang dan bergerak cepat mencegahnya.Memeluk Anayra dari belakang dan berkata."Kumohon jangan pergi!,jangan tinggalkan aku sayang!.Aku rapuh tanpamu!.".
"Lepaskan aku!.Terima kasih untuk semuanya untuk cinta dan kebahagiaan yang pernah kamu berikan untukku!.Selamat tinggal!.".Anayra menghempaskan tangan Lefrand yang melingkar diperutnya dan berlari keluar tanpa menoleh kebelakang sembari berurai air mata.
Menangis pilu dan tersedu-sedu meratapi nasibnya sekarang.Hubungannya yang sudah dijalani hampir setahun harus berakhir sampai disini.
Lefrand mengejarnya namun tidak berhasil.Terhalang oleh langkahnya yang limbung dan merasakan pusing dikepalanya,belum lagi tubuhnya terasa lemas dan tak bertenaga.
"Aaaaargh....".Hanya teriakan histerisnya yang menggema diruangan tamu rumahnya.
Wajah Lefrand geram saat berjalan menyusuri lantai disetiap sudut ruangan rumahnya.Mencari-cari keberadaan Sabrina namun nihil hasilnya.
Praaakkk.
Membanting keras vas bunga yang ada dimeja dekat TV LED besarnya.
"Awas lu Sabrina,lu harus tanggung jawab untuk yang terjadi sekarang!.".Lefrand murka dan mengepalkan tangannya.
Masuk kedalam kamar mandi dan menyiram tubuhnya berbalut celana dibawah kucuran air shower.Untuk meredakan amarahnya dan mendinginkan kepalanya yang terasa panas dan berat seperti ingin meledak.
Hiiiks...
Air matanya tak bisa dibendung lagi.Mengalir keluar bercampur siraman air shower saat merasakan sesak didadanya tatkala meratapi nasibnya sendiri dan kesedihannya ditinggal kekasih tercintanya.Sungguh sulit merelakan Anayra pergi dari kehidupannya.
Tangannya mengepal mendaratkan tinju didinding kamar mandi.Seolah tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi padanya saat ini.Kenyataan yang mematahkan harapannya.Harapan untuk segera mengikat Anayra dengan tali pertunangan.
Apalagi dia sudah menentukan hari pertunangannya itu.Hari yang sudah direncanakan akan dilaksanakan selama beberapa pekan lagi.Tapi kini harapannya itu telah sirna dan pasti tidak akan pernah terlaksana setelah kejadian ini.
__ADS_1
*Flashback off.