Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
84.Kejadian Tak Terduga.


__ADS_3

Author.


Selamat membaca kakak-kakak kesayanganku.Ahhh,kepala dan tangan Author mulai pegal nih.Tapi demi menghibur kalian tak Author hiraukan...


Sebagai motivasi untuk Author,silahkan tinggalkan jejak,komentar,poin dan koin.Tetapi Author tak memaksa kok...


NB:Tolong lebih bijak lagi dalam memilih cerita untuk dibaca.Dan mohon maaf kalo ceritanya banyak adegan dewasanya.


Terima kasih.🙏🏻🙏🏻🙏🏻


***


Sungguh membuat jantung Daniel berdegup kencang mendengar hal itu.Dalam keterkejutannya la bertanya dengan gugup.


"Si-siapa gadis yang dinikahi Khaffa kemarin?.".


Menunggu jawaban Dani sambil mengerutkan keningnya tanda sangat penasaran sekali.


"Setau saya namanya Anayra,gadis yang bekerja dibutik dan berasal dari Bandung.Putriku Sabrina bahkan mengenalnya juga.".Dani menjelaskan secara gamblang setelah la menyelidiki sosok Anayra.


Seperti ditampar keras sekali wajahnya.Tubuh Daniel merosot kebawah duduk disofa dengan pandangan hampa.Menggeleng tak percaya jika Khaffa dan Anayra sudah menikah.Padahal la sudah menyiapkan diri untuk menemui kedua orang tua Anayra namun karena terhambat oleh pekerjaan maka la menundanya.Tetapi diluar dugaan Khaffa lebih dulu menikahinya.


Dani aneh dan terheran melihat reaksinya yang seperti itu.


"Pak Daniel,apa anda baik-baik saja?.Apa anda terkejut dan tak tahu soal ini atau ada yang salah dengan ucapan saya?.".Tanya Dani seraya memegang lengannya.


"Pak Dani,bisa tolong tinggalkan aku sekarang.Kalau anda butuh bantuan katakan saja pada Ranu asistenku,nanti dia yang akan mengurusnya.".Pinta Daniel.


Merasa kehilangan separuh nafas dan tenaganya sampai tak sanggup mendengar permintaan Dani.


"Baiklah,nanti saja kita bahas lagi soal saya ini.Saya permisi dulu Pak dan kalau anda butuh sesuatu hubungi saya!.".


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Daniel mengangguk lemah.Dani langsung enyah dari hadapan Daniel.Kepala Daniel mendongak saat teringat sesuatu lalu berjalan menuju meja kerjanya.Selembar map coklat yang diletakkan Ranu dimejanya tadi atas permintaannya diambil dan dibukanya lalu dilihat isinya.


"Baru saja aku dapatkan data lengkap,foto keluarganya dan orang-orang terdekatnya tapi kau sudah melangkah duluan lebih cepat dariku,khaffa.".Sembari memandangi foto bergambar wajah keluarga Anayra.


Sebelum kepergian Daniel keluar kota.Dia menyuruh Ranu asistennya untuk mencari data lengkap dan foto keluarga Anayra serta orang terdekatnya.


"Dari dulu kau biasanya mengalah dan tak berani melawanku tapi sekarang nyalimu besar sekali menikahinya secepat ini tanpa setauku.".Ucap Daniel geram seraya meremas selembar foto ditangannya lalu membuangnya kelantai.


Saat mengambil foto yang kedua dan akan merobeknya,tangan Daniel terhenti saat melihat wajah seorang gadis yang dikenalnya.


"Gadis ini,apa benar ini teman dekatnya Anayra?.".


Terkesiap karena ternyata gambar yang tercetak difoto itu adalah gadis yang tertubruk olehnya dan dibawanya kerumahnya sekarang ini.Gadis yang tengah asyik menikmati makanannya disalah satu kamar miliknya.Rasa panas menjalar dihatinya dan matanya memerah dipenuhi amarah.


Daniel menyimpan map dimeja lalu menelpon seseorang dengan telepon dimeja kerjanya menyuruhnya untuk mencari sebuah baju ganti untuk perempuan.


Brakkk.


Menggebrak meja sekuat tenaganya untuk melampiaskan amarahnya lalu terkulai lemas dikursi.Tangannya kemudian meraih botol minuman dilaci mejanya dan dituangkan ke dalam gelas kecil.Dalam sekali tegukan la menenggak minumannya kemudian dituang dan diteguk lagi hingga berulang kali sampai tersisa separuhnya.


Disuatu tempat.


Sabrina menemui Shenna dan Zira ditempat tinggal mereka setelah mengamuk dirumahnya tadi.Shenna dan Zira ada dirumah karena hari ini mereka libur kerja dan setiap hari Minggu mereka bertiga menghabiskan waktu di 'night club' sampai lewat dini hari supaya esok harinya bisa istirahat.Shenna terkejut melihat Sabrina tiba-tiba muncul dalam keadaan putus asa.


"Sa lu kenapa?,apa yang terjadi?.".Tanya Shenna saat Sabrina langsung meringkuk disofa.


Shenna menghampiri dan duduk disampingnya.Sementara Zira keluar mencari makanan.

__ADS_1


"Gue telat shenn,Anayra dan Khaffa menikah kemarin.Sekarang kesempatan gue musnah untuk mendapatkan hatinya.".Ungkap Sabrina.


"O my God,serius lu Sa'?.Bukannya lu bilang udah ngancam dia kalo mau nikahi Anayra harus bagi sahamnya dulu fifty-fifty?.Wahhh,naas hartanya ga dapet orangnya ga kena.Ck,ck,ck.".Ucap Shenna seolah meledek dan menertawakan nasibnya.


Geleng-geleng kepala oleh ulah Sabrina yang nihil hasilnya.


"Tenang Sa,harta masih bisa dicari dan anggap aja dia bukan jodoh lu.Jadi ga usah ditangisi,lagian lu kan ngancam dia supaya bisa dapet hartanya kan?.".


Beringsrut duduk saat Shenna mengelus punggungnya.Sabrina menghela nafasnya sebelum mengutarakan niatnya yang tersembunyi dan sebenarnya.


"Gue jatuh cinta sama dia shenn,soal saham itu cuma akal-akalan gue aja supaya dia mau ngebatalin pernikahan mereka dan mau nerima gue.".Aku Sabrina sejujurnya yang baru diketahui Shenna.


Sebelumnya Sabrina mengungkapkan jika la sedang membuat penawaran dan sekaligus mengancam Khaffa.Tetapi padahal itu cuma trik saja.Mendengar pengakuan Sabrina tentu saja membuat Shenna kaget.


"Astaga,jadi apa yang lu bilang sama dia itu dusta cuma trik buat jebak dia supaya milih lu?.Ya ampun Sa,kayaknya lu ga jera dan ga kapok juga jadi pelakor lagi.Gue kan udah bilang jangan main api nanti kebakar sendiri.Soalnya gue ogah kejadian dulu terulang lagi sampe lu diancam Lefrand supaya pergi dan gue dikeluarin dari kerjaan sampe ga diterima kerja dikantoran gara-gara Lefrand.".Shenna mengingatkan kejadian kembali kejadian yang menimpa mereka karena ulah keduanya.


Shenna pernah mengingatkannya untuk hati-hati dalam melangkah dan jangan gegabah.Harus memikirkan sebab akibatnya nanti.Sabrina seperti itu karena merasa kalah saing oleh gadis biasa dan sederhana seperti Anayra.Dan la optimis jika Khaffa akan memilihnya nanti namun pada akhirnya Anayra lah pemenangnya.


"Iya gue salah dan gue udah terjerumus kedalam lubang yang sama.Harusnya gue pikir-pikir lagi tapi perasaan gue ga bisa diabaikan gitu aja kan?.Ini pertama kalinya gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama cowok.Lu tau kan dulu Lefrand yang ngejar gue lebih dulu.".Ungkap Sabrina yang baru diakuinya sekarang.


Awalnya Sabrina gamang soal perjodohan itu.Saat pertama kali bertemu dirumah kediaman Andika dengan Khaffa dan Anayra.Dia tak terlalu fokus pada perasaannya karena terkejut oleh kedatangan Anayra.Namun setelah itu la meraba hatinya sendiri saat melihat wajah Khaffa yang mempesona dan karismatik.


"Itu jelas beda ceritanya.Dan sekarang apa rencana lu ke depannya?.".Shenna menyelidik dan berharap Sabrina tak gegabah lagi.


"Gue udah bicarakan soal ini sama bokap gue dan gue harus bicarakan juga sama Tante Rena dan Om Andika nanti.Kita liat hasilnya nanti setelah itu.".Ucap Sabrina sambil beranjak berdiri dan hengkang dari tempat itu.


Sabrina mengendarai mobil nya yang terparkir didepan pagar rumah tinggal Shenna dan Zira.Dengan cepat Shenna menyusulnya.


"Sa,gue minta lu harus tenang dan jangan asal ambil sikap!.Lu harus pikirin masa depan lu dan perasaan bokap lu!.Lu dengar gue kan?.".Ucap Shenna sambil mengetuk pintu kaca mobil Sabrina saat akan melaju.


Shenna memandangi mobil Sabrina yang menjauh pergi.


Di dalam gedung bertingkat.


Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan dipintu ruangan kerja Daniel.Dia beranjak untuk membukanya.Seorang pria memberikan sebuah paper bag padanya.


"Ini pesanan anda tuan.".Ucap Ranu sang asisten.


"Pergilah!.Kemana Pak Dani sekarang?,apa dia masih disini dan mengatakan sesuatu padamu?.".Tanyanya menyelidik.


"Beliau sudah pergi sejak tadi tanpa bicara apa-apa tuan.".Ungkap Ranu menjelaskan apa adanya.


Dengan membisu Daniel pergi keluar dari ruangannya dalam keadaan marah kembali ke kediamannya tanpa menghiraukan Ranu.Dia membuka pintu kamar dimana Alma berada sekarang.


Brakkk.


Langsung saja Alma terlonjak kaget saat Daniel mendorong pintu dengan kerasnya dan menghampirinya dengan langkah mulai limbung dan terseok-seok.


"Ganti bajumu dan cepat pakailah baju ini!.".Titah Daniel tampak murka seraya melemparkan paper bag ditangannya.


Wajah Alma memucat dan ketakutan melihat ekspresi wajah Daniel yang tiba-tiba berubah tak seperti sebelumnya seraya meraih paper bag itu dilantai.Tanpa sepatah kata Daniel pergi berlalu dari hadapannya seraya menutup pintu sambil memegangi kepalanya.


Dalam kebingungannya,Alma membuka seluruh pakaiannya lalu mengambil benda yang ada didalam paper bag tadi.


Brakkk.


Langsung menutupi tubuhnya dengan sehelai baju yang belum sempat dipakainya karena terkejut saat Daniel kembali kekamarnya.Semakin ketakutan karena Daniel menghampiri dengan wajah menakutkan dan mendorong tubuhnya kedinding.


"Aaakhhh,aapa yang anda la-akukan?.".Tanya Alma gugup dan lemah suaranya karena Daniel mencengkeram wajahnya.

__ADS_1


"Apa benar kau temannya Anayra?.Kau pasti mengenalnya bukan?.Cepat katakan!?.".Marah dan murka sampai menggelegar suaranya.


"I-iiya aaku temannya.Ta-tapi dari mana anda mengenalnya?.".


Tanpa menjawabnya,Daniel malah bertanya lagi tentang sesuatu yang ingin diketahui kebenarannya.


"Apa benar dia sudah menikah dengan Khaffa kemarin?.".Tanya Daniel seraya menurunkan tangannya ke leher jenjang Alma.


"Akhhh,to-to long le pas kan aaku dulu?.".Pinta Alma karena tercekat nafasnya saat Daniel berusaha mencekiknya.


Uhukkk.


Terbatuk dan tersengal-sengal nafasnya setelah terbebas dari cengkeraman tangan kekar Daniel.Alma mengusap-usap lehernya yang terasa sakit.


"Cepat jawab pertanyaan ku barusan?.Apa benar mereka sudah menikah?.".Tanya Daniel sambil mendorong tubuh Alma hingga terjatuh kelantai tanpa merasa iba ataupun kasihan.


"Iiiya bbenar.".Ucap Alma sambil berusaha menutupi tubuhnya dengan tangannya yang hanya mengenakan pakaian dalam saja.


Daniel yang sudah dikuasai oleh minuman keras tergoda hasratnya melihat tubuh Alma yang putih,mulus dan indah.Hanya terbungkus segitiga pelindung dan bra saja untuk menutupi bagian berharganya.


"Kau tau kalo temanmu yang sok suci itu sudah berani menolakku?.Dan dia sepertinya sama murahannya denganmu.".Ucap Daniel sambil berjongkok dihadapan Alma.


Saat mencium aroma alkohol dari mulut Daniel,Alma langsung memalingkan wajahnya.


"Liihat dan ttatap mataku.Kkau tau saakit hatiku ditampik olehnya.Daaan se karang dia su dah menikah dengan adik se pupuku,Khaffa.Kkau tau dia kan?.Hahaha...".Ucap Daniel sambil menangkup pipi Alma.


Daniel mulai meracau tak jelas dan menatapnya dengan tatapan nanar.Alma beringsrut dilantai ke sudut tempat tidur lalu mengambil bed cover untuk menutupi tubuhnya.Daniel merangkak mendekatinya membuat Alma semakin ketakutan.


"Tolong jangan sakiti aku?,aku ga mengenalmu dan ga tau siapa dirimu!.Tolong lepaskan aku!.".Pinta Alma saat Daniel menghimpitnya.


"Aanayra iini aaku,kkau lupa padaku?.Aaku men cin taimu.".


Dalam pandangannya,Alma adalah Anayra sekarang ini saat reaksi dari minuman keras itu semakin kuat menguasainya.


"Kku mohon le-lepaskan aku!,aaku bukan dia.Aaku Alma.".Pinta Alma memelas dan memohon saat Daniel menarik tangannya lalu mendorong tubuhnya dengan kasar ketempat tidur berukuran king size.


Daniel seperti mengancamnya dan membuat Alma lebih ketakutan lagi sampai menghalangi tubuhnya dengan bantal-bantal.Tetapi tak digubrisnya,Daniel malah menarik dan menghempaskan benda-benda yang menghalanginya kelantai.


"Kkau sudah berani mengecewakanku maka terima akibatnya.Layani aku sebelum melayani suamimu itu,biarkan aku memuaskanmu lebih dulu sebelum dia.".Semakin mengintimidasi Alma.


Diluar kesadarannya,Daniel mendorong lalu menjelajahi tubuh Alma dengan liar dan brutalnya.Alma berusaha meronta-ronta tapi tak kuasa melawannya karena kedua tangannya dicekal oleh Daniel.Satu tangan Daniel menarik paksa benda yang menempel ditubuh Alma dan satunya lagi menekan tangan Alma ketempat tidur.


"Ttolong ja ngan sentuh dan sakiti aku!.Aaku masih suci.".Memelas dan memohon dengan berderai air mata.


Semakin lama dan semakin kuat Alma meronta-ronta malah semakin lemah dan habis tenaganya.Daniel menarik kemejanya hingga kancingnya terlepas dan berhamburan tanpa perduli jeritan tangis Alma.


Plakkk.


"Diam kkau kalo mau selamat dari sini.".Ancam Daniel setelah menghadiahi Alma sebuah tamparan saat Alma akan bangun sampai meringis kesakitan.


Membuat Alma semakin nelangsa dan menderita hatinya.Jiwa dan raganya seperti tercerai berai dan seperti kepingan pecahan kaca yang pecah.Segera Daniel melucuti pakaiannya lalu mengikat tangan Alma dengan kemejanya.Alma semakin menangis histeris saat melihat Daniel sudah tanpa busana.Daniel dengan beringasnya menggagahi Alma yang melemah dan tak berdaya tanpa sehelai benangpun menghalangi tubuh mereka.Tak melewatkan satu pun setiap lekuk tubuh Alma yang ada dibawah kungkungannya dengan bibirnya.


"Aaaakhhh...


Berteriak histeris seraya air mata membanjiri pipinya saat pria yang menindihnya menggarap lahan miliknya yang masih subur dan gembur.Daniel secara paksa dan membabi buta menerjang dinding pertahanannya.Tanpa menghiraukan suara rintihan kesakitannya,Daniel terus menerobos benteng pertahanan Alma hingga runtuh dan rubuh dan malah menganggap teriakannya itu suatu kepuasan atas tindakannya.Tangis Alma semakin menjadi-jadi setelah Daniel berhasil mencuri mahkota berharganya apalagi saat merasakan sesuatu yang menggetarkan hati dan rasa hangat menyiram rahimnya hingga terasa menembus jantungnya.Mengerang nikmat saat Daniel sudah mencapai puncak kepuasannya.


Sungguh penderitaan yang berkepanjangan dan tak berkesudahan yang dialami dan dirasakannya.Setelah kepergian Riccy secara misterius tanpa kabar berita dan tekanan dari ibunya yang terus menerus memintanya untuk segera menikah.Ditambah dengan satu ini yang membuat hatinya menangis tersedu-sedu dan meratap sedih.Terasa memporak porandakan seluruh lahir dan batinnya.


Daniel membanting tubuhnya kesamping dan memeluknya erat tapi tak lama kemudian la terkulai lemas dan tak sadarkan diri.Dalam keadaan terpuruk,Alma segera melepaskan diri dari pelukan pria yang sudah merampas masa depannya.Merasa muak dan jijik memandangi tubuh Daniel yang tergolek ditempat tidur tanpa busana.

__ADS_1


Tertatih-tatih karena nyeri juga perih dibagian intinya,dan tubuhnya terasa lemah juga sakit.Tulang belulangnya terasa hancur dan remuk.Alma berjalan menuju kamar mandi sambil memunguti pakaian yang berserakan dilantai.Segera mencuci dan menggosok seluruh tubuhnya dibawah kucuran air shower.Berulang kali la menyabuni tubuhnya dan keramas untuk menghilangkan noda bekas kebrutalan Daniel namun seakan tak hilang dan tak bersih juga.


Menangis dan menjerit diruangan yang kedap suara itu.Lelehan air mata dan siraman air shower mengalir menjadi satu seakan sederas itulah tangisan hati yang laranya.Setelah selesai segera menyeka tubuhnya dengan handuk dan memakai pakaian.Tak mau berlama-lama lagi disana karena takut Daniel terbangun.Bergegas Alma berlari pergi mencari pintu keluar.


__ADS_2