Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
135.Medical Cek-up.


__ADS_3

lngin tau keadaan Anayra dan calon buah hati nya,Khaffa membawa nya ke rumah sakit menggunakan mobil ambulan dikawal ketat oleh dua orang pria berseragam coklat berpangkat Briptu di mobil patroli,Khaffa mengikuti dengan mobilnya.Daniel dan tim polisi khusus masih memburu Franstian dan Sera Novi yang entah dimana sekarang,Khaffa tidak tau.Khaffa masih menunggu kabar dari Daniel.


Lewat dini hari,Khaffa dan Anayra tiba di rumah sakit.Sesampainya di pintu masuk,pertolongan pertama dilakukan oleh tim medis.Anayra dibawa ke IGD menggunakan blangkar untuk melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pendataan identitas diri Anayra.


Tak berapa lama Anayra dipindahkan menggunakan blangkar ke ruang rawat inap oleh dua petugas medis.Alat penunjang medis sudah dipasang di punggung tangan Anayra.Cairan infus mengalir ke dalam tubuh Anayra melalui pembuluh darah.


Tak ingin membiarkan Anayra sendiri dengan orang asing,Khaffa ikut masuk ke ruangan VIP room itu yang dijaga ketat dua pria berseragam dinas kepolisian,didepan pintu masuk.


Tugas sudah dijalankan,saat nya tim medis untuk pergi."Tuan,Dokter sedang menuju kemari.Tolong tidak meninggalkan pasien sendiri,sampai Dokter tiba.".Salah satu tim medis pamit,mewakili rekannya.


"Baik.Terima kasih.Aku akan menemani istri ku disini.".Khaffa puas dengan kinerja tim medis yang memperlakukan Anayra lembut,saat memindahkannya ke ranjang.


Tim medis keluar, meninggalkan Khaffa dan Anayra.Istri sudah ada di depan mata,baik-baik saja dan sekarang dalam perawatan.Hati Khaffa merasa tenang."Honey,kau butuh sesuatu?.".Wanita yang dicintai untuk selamanya dan seumur hidup,pipi tirusnya diusap lembut.


Tangan dingin Khaffa diraih Anayra dan dikecupnya,dibalut rasa cinta.Pandangannya fokus pada satu titik,manik mata hitam suami tercinta."Tidak.Kau disini dan disisi ku,aku bahagia.Itu lebih dari cukup.".


Tak ada yang lebih penting lagi selain Khaffa dan keluarga,bagi Anayra.Bisa kembali bersama Khaffa,adalah kebahagiaan terbesar Anayra.Selama disekap oleh Franstian dan Sera Novi,antara hidup dan mati menghantui pikiran Anayra.Nyawa nya dipertaruhkan dan seperti diambang maut.Takut tak bisa bernafas lagi,dan tak dapat melihat wajah-wajah yang dicintai dan disayangi.Terutama janin dikandungannya sekarang,sangat ingin dilihat nya saat dilahirkan kelak.


Seorang pria berjubah putih dengan Stetoskop menggantung di leher berjalan di lorong rumah sakit didampingi wanita berseragam perawat dan Polisi berpangkat Komisaris jenderal ber bintang tiga,yang bertanggung jawab atas kasus penculikan Anayra.


"Dokter,tolong tangani pasien sebaik mungkin.Pasien adalah korban penculikan,dan istri dari CEO Mars Group.".Komisaris jenderal menjelaskan perihal Anayra dan Khaffa.Satu jam lalu Perwira tinggi itu bertolak dari Markas Besar Kepolisian ke rumah sakit.Turun langsung menjenguk Anayra,sekaligus menemui Khaffa.


Kepopuleran Khaffa sebagai pengusaha muda yang sukses dan tampan memang bukan rahasia lagi.Bahkan kenal baik dengan beberapa pejabat pemerintahan dan Perwira tinggi Polisi.


"Sumpah ku sebagai Dokter tidak mungkin ku ingkari,Pak.Tenang saja!.Serahkan masalah pasien padaku.".Dokter ahli kandungan menjawab dengan yakin.


Sebelum resmi praktek sebagai Dokter,telah di sumpah untuk membaktikan hidupnya guna perikemanusiaan.Menjalankan tugasnya secara terhormat dan berasusila,sesuai martabat pekerjaan nya sebagai Dokter.Memelihara sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur profesi kedokteran.


"Baiklah,ku percaya kan pada mu.". Dedikasi nya sebagai seorang Dokter,tak diragukan Komisaris jenderal.Keduanya sering terlibat di berbagai kasus berbeda.


Menindaklanjuti pemeriksaan,Perawat wanita dan Dokter pria itu masuk kemudian ke ruangan VIP room,usai memperlihatkan ID card pada petugas yang berjaga didepan pintu,tempat Anayra dirawat.


Netra Dokter itu terarah pada sosok wanita cantik berwajah pucat diatas pembaringan,dan menjadi pasien nya sekarang.Sungguh menyedihkan.Bagaimana bisa pasiennya ini menjadi korban penculikan?.Apa mungkin wanita ini korban dari balas dendam?.Ataukah diculik dan disandera atas dasar pemerasan terhadap suaminya yang berprofesi sebagai CEO kaya raya?.


Segelintir kabar itu baru didengarnya dari mulut Komisaris jenderal yang berinteraksi dengan nya dilorong tadi dan disisi nya sekarang.Namun Perwira tinggi itu tidak menceritakan kronologis kejadian yang menyebabkan Anayra diculik dan alasannya diculik.


Pihak polisi sangat menjaga privasi Khaffa dan Anayra,atas permintaan Khaffa sendiri.Khaffa belum siap mempublikasikan kasus penculikan Anayra ke publik.Cukup hanya dirinya dan polisi serta orang terdekatnya saja yang tau akan hal itu.Namun hukum tetap ditegakkan dan akan memproses hukuman yang setimpal untuk sang eksekutor jika sudah tertangkap,dan orang-orang yang terlibat didalamnya.


"Pak Khaffa.Senang bisa bertemu anda,dan istri anda.".Perwira tinggi menyalami Khaffa.


"Terima kasih atas kunjungan anda,Pak.Suatu kehormatan untuk ku dan istri ku.Anda meluangkan waktu untuk datang kemari.".Lama tak berjumpa dengan Perwira tinggi itu,Khaffa sangat senang.Terakhir kali bertemu ketika menjemput Daniel ditahan,atas kasus pemerkosaan terhadap Alma.


"Nona,apa yang dirasakan sekarang?.Beralih menyapa Anayra sebagai korban penculikan,pria paruh baya itu.


"Bahagia,Pak.Aku bisa disini berkat tim polisi.Dan pahlawanku.".Ekor mata Anayra melirik Khaffa,pahlawan hati nya yang takkan tergantikan oleh siapa pun.


Sungguh kebahagiaan yang luar biasa,Khaffa dianggap pahlawan oleh sang istri.Tak bisa disandingkan dengan Super Hero di film-film."Istri ku,tidak baik memuji ku didepan raja pahlawan.".Merendahkan diri demi menjaga perasaan Perwira tinggi.


Tau yang dimaksud Khaffa adalah dirinya,Perwira tinggi itu terbahak."Ha,ha,ha...Benar sekali.Aku akan turun pamor nanti.Jabatan tinggi ku tidak ada artinya lagi,jika gelar pahlawan disandang Pak Khaffa.".Kelakar Perwira tinggi,lainnya menanggapi dengan senyuman."Baiklah.Waktu ku disini sudah cukup.Pak Khaffa,siapkan diri mu dan kau nona.Untuk dimintai keterangan,jika sudah pulih nanti.".Investigasi akan dilakukan tim polisi menyangkut kasus ini,dimulai meminta penjelasan dari Anayra sebagai korban sekaligus saksi.


"Tentu,Pak.".Khaffa mewakili menjadi juru bicara Anayra,sebagai wali dari pasien.


"Baiklah.Get well soon,nona Anayra.Sampai jumpa lagi Pak Khaffa.Aku pamit,selamat malam.".Perwira tinggi berpamitan sambil menjabat tangan Khaffa dan Anayra,tak lupa pula dengan Dokter jaga nya."Pastikan rekam medis pasien akurat dan tepat.".Ucapnya pada Dokter.


Hasil visum Anayra sangat penting.Akan diikutsertakan dalam bukti penyelidikan,dan akan ditunjukkan pada saat sidang digelar dipengadilan.

__ADS_1


"Tentu,Pak.".Dokter profesional seperti nya,tentu hal itu dipahaminya.


Semua mata tertuju menatap kepergian Perwira tinggi.Tatapan Dokter teralihkan pada Khaffa.Melihat Khaffa masih ada diruang rawat pasien,Dokter memberi isyarat pada Perawat.


"Tuan,silahkan tunggu diluar!.Selesai Dokter medical check up pada pasien,aku akan memanggil anda.".Perawat meminta Khaffa keluar dari ruangan Anayra.Kehadiran Khaffa di sana akan mengganggu konsentrasi Dokter saat bekerja.


Tak bergeming,Khaffa mengabaikan ucapan perawat.Ada sesuatu yang mengganjal hati nya"Apa disini tidak ada Dokter lain?.Tidak mungkin hanya dia saja kan?.".Jarinya menunjuk wajah Dokter.Tak suka Dokter yang menangani Anayra berjenis kelamin laki-laki.Dengan begitu,pastinya Dokter itu leluasa akan menyentuh bagian tubuh Anayra.


Tidak,Khaffa takkan membiarkan itu terjadi.Selain dirinya,tak boleh ada pria lain yang bisa melihat dan menyentuh kulit tubuh Anayra barang sedikitpun.


Aneh dan janggal kata-kata Khaffa,Perawat dan Dokter berpandangan.Tidak pernah terjadi sebelumnya kerabat dari pasien berani berbicara seperti itu.Khaffa pemecah rekor sepanjang Perawat dan Dokter itu resmi bekerja di rumah sakit Medika Kencana.


Terjaga sejak datang ke rumah sakit,Anayra mengerutkan kening,mencerna ucapan Khaffa.Mengerti akan maksud suaminya itu,mata Anayra membulat.Oh tidak.Khaffa mulai menunjukkan sikap protektif dan posesif nya.Ini tidak bisa dibiarkan.Khaffa akan berulah dan menjadi-jadi jika dibiarkan begitu saja.


"Sayang,biarkan Dokter melakukan tugasnya.Pikirkan keselamatan ku dan bayi kita.Kumohon?!.".Anayra memelas,Khaffa tertegun di dekatnya.Tampak sedang berpikir.Jangan sampai Khaffa mempermalukan diri sendiri dan dirinya.Ini bukan saat yang tepat untuk Khaffa bersikap konyol seperti ini.


Ya benar,Khaffa akui ucapan Anayra benar.Hanya saja tak ada yang mustahil untuk dilakukan nya.Kekuasaan dan nama besarnya selalu mempengaruhi orang-orang."Suster,aku minta Dokter yang memeriksa istriku diganti!.".Pinta Khaffa,masih dengan pendiriannya.Tidak mungkin dirumah sakit sebesar ini tak ada Dokter berjenis kelamin perempuan.


"Maaf!,tuan.Dokter Fachri yang bertugas hari ini dan khusus di area VIP ini.Dokter lain sibuk di Base nya masing-masing.".Perawat menjelaskan posisi Dokter ber name tag DR Fachri N F itu.


Sial.Permintaannya tidak digubris.Kekuasaannya tak mempengaruhi Dokter dan Perawat ini.Khaffa mendengus kasar.


"Anda meragukan kemampuan ku tuan?.".Lisensi nya sebagai Dokter Obgyn atau spesialis kandungan merasa diremehkan Khaffa,Dokter Fachri angkat bicara.


Yang benar saja.Jam terbangnya sudah cukup lumayan lama di rumah sakit besar dan terkemuka di Jakarta meskipun usia nya tergolong masih muda.Apalagi lulusan terbaik di salah satu fakultas kedokteran di ibukota.Namun lucunya,baru kali ini diragukan dan diremehkan seseorang.


Sejenak Khaffa dan Dokter itu saling menatap dalam diam.Menyiratkan sesuatu yang berbeda di Netra nya.Seakan saling mengalirkan arus listrik berfrekuensi tinggi.


"Tolong percepat pemeriksaan nya!.".Urung memberontak lagi,Khaffa mengalah demi kebaikan Anayra."Honey,aku segera kembali.".Lembut kening Anayra dikecupnya penuh cinta.Memperlihatkan kemesraan didepan Dokter dan Perawat yang masih menjomblo.Membuat iri keduanya.


Perhatian Khaffa dan kecupan mesra nya selalu dirindukan,sesaat Anayra terpejam,menghayati.Merasakan kehangatan bibir Khaffa yang sudah cukup lama tidak dirasakannya."Pergilah minum kopi!.Tenangkan dirimu!.".


Hingga hilang dari pandangan,Anayra tak henti menatap Khaffa.Beribu maaf tertanam di benak nya.Bukan maksud hati mengusir Khaffa pergi.Jika tidak,Dokter akan canggung dan risih saat memeriksa nya,dengan kehadiran Khaffa di sana.


Seakan menang dalam pertarungan,Dokter Fachri menyunggingkan senyum.Karakter Khaffa ternyata sangat berbeda dengan wajah rupawannya.Karakter Anayra yang lembut,seakan tak sesuai untuk sosok Khaffa yang jelas bersikap dingin dan angkuh.


"Nyonya,ijinkan aku untuk memulai pemeriksaan.".Dokter Fachri memecah keheningan.


Lamunan Anayra buyar.Perhatiannya teralihkan pada Dokter. Fachri."Silahkan!,Dokter.".


Di luar ruangan.Harap-harap cemas,Khaffa menanti Dokter memeriksa keadaan Anayra di luar ruangan VIP,di rumah sakit Medika Kencana.Khawatir akan kondisi istri tercinta,Khaffa terus mondar-mandir di depan pintu.Mengabaikan saran Anayra untuk minum kopi.Sesekali Khaffa mengintip Tim medis yang sedang bekerja di dalam ruangan dominan putih itu melalui kaca pintu.


Dokter dibantu perawat melakukan pemeriksaan medis terhadap Anayra.Tekanan darah Anayra diperiksa menggunakan Sphygmomanometer, denyut jantungnya menggunakan stetoskop,dan mendeteksi detak jantung jabang bayi diperutnya menggunakan Fetal Doppler.Perawat mendokumentasikan kondisi Anayra di catatan Evaluasi keperawatan.Hasilnya begitu membuat Khaffa penasaran.


Selesai memeriksa Anayra,Dokter membantu Anayra membetulkan bantal nya,agar posisi tidur Anayra lebih nyaman lagi.Mendapat perlakuan manis dari Dokter muda dan tampan,Anayra begitu tersentuh.


"Terima kasih Dokter...Fachri.".Anayra mengulas senyum pada pria berjubah putih itu yang dilihat bernama Fachri di name tag nya.


Dibalas senyum sejuta pesona oleh sang Dokter yang berdiri di sisi kanan Anayra.Tak sadar di balik pintu berkaca bagian atasnya,Khaffa intens mengawasi.


"Sama-sama.Tekanan darah anda kurang dan dehidrasi,Nyonya.Tapi anda dan janin nya baik-baik saja.Asupan makanan bernutrisi tinggi dan buah-buahan sangat membantu pemulihan anda,Nyonya.".Dokter memberikan saran dan tatapannya tak lepas pada wanita yang terbaring di ranjang.


Kekurangan gizi dialami Anayra.Hidup menjadi sandera berhasil menyurutkan bobot tubuh nya,menguras emosi dan pikiran.Saat itu adalah titik terendah perjalanan hidup Anayra.Namun Anayra bertahan hidup,hingga detik terakhir Khaffa dan Daniel datang menyelamatkan bak pahlawan.


Sejak tadi Perawat yang berdiri di samping kiri Anayra.Terlepas dari tugasnya mendampingi sang Dokter,mata nya tak henti memperhatikan Dokter yang bertugas di ruangan VIP room itu.

__ADS_1


Sang Dokter seperti menyimpan sesuatu dihatinya terhadap wanita yang menjadi pasien nya ini.Lama dan dalam tatapan Dokter Fachri terus tertuju pada Anayra saat melakukan Medical check up.


Status Anayra seakan tak menjadi penghalang untuk mengagumi kecantikan wajah nya.Dokter yang menjadi incaran para perawat rumah sakit itu,tak biasa nya bersikap seperti itu.


Tidak.Jangan sampai idolanya itu jatuh hati pada wanita yang berstatus istri orang.Disaat banyak gadis lajang di rumah sakit yang berlomba-lomba mengharapkan cintanya.Perawat gelisah memikirkan hal itu.


"Ekhm...".Perawat membuyarkan perhatian Dokter Fachri,sampai mengerjap."Dokter,tidak baik memandang wanita yang sudah menikah.Ingat sumpah anda.".


Nada tekanan dibumbui rasa iri dan cemburu terdengar jelas di telinga Anayra dari kata-kata yang meluncur di bibir Perawat.Mengerti perasaan perawat,Anayra hanya mengulum senyum.


Sadar akan hal itu,Dokter Fachri mengusap wajahnya.Malu akan tingkah lakunya yang abstrak.Belum lagi Perawat bisa membaca pikiran nya.Terutama ingat telah menodai sumpah nya sendiri sebagai Dokter.


Mengapa rasa itu hadir tidak pada tempatnya,dan pada orang yang salah?.Bagaimana bisa tertarik pada pasien nya sendiri yang diketahui lebih muda darinya?,berstatus istri orang dari biodata lengkap Anayra,dan tengah hamil pula.


Tidak,ini tidak benar.Tidak baik menjadi duri dalam daging.Tidak semestinya menjadi 'Pebinor'.Hukum karma masih berlaku dalam kehidupan.Akal sehat Dokter Fachri mulai bekerja.


Entah berapa lama lagi harus menunggu Dokter selesai dan keluar dari ruangan,lalu meminta nya segera masuk,Khaffa jengkel pada akhirnya.Tak tau kah jika sekarang sangat gelisah hatinya?.Bukankah lebih baik jika ada disamping istri nya untuk memberikan motivasi dan ketenangan hati Anayra?.


Khaffa ingin melampiaskan kejengkelannya pada Dokter pria berparas menawan,masih muda dan lebih muda dari nya.Pemandangan yang bisa menarik perhatian Anayra.Tetapi sayangnya tidak bisa.Tak ayal melampiaskan nya dengan menendangi dinding yang tidak bersalah.


Perilaku Absurd Khaffa mengundang perhatian Petugas kepolisian yang bersiaga penuh."Ada masalah,Pak?.".


"Mereka lama sekali.Kenapa Dokter itu tidak membiarkan ku menemani istri ku di dalam sana?.Aku suami nya.Haruskah aku menunggu disini?.".Tidak diperbolehkan ada di samping Anayra oleh Dokter dan Perawat,Khaffa bosan menunggu di luar,tak ubahnya seperti kedua aparat ini."Tidakkah mereka mengerti?.Aku begitu mencemaskan istri dan calon buah hati ku.".Sepuas hati Khaffa mencaci maki aparat yang dijadikan pelampiasan amarahnya,tanpa merasa bersalah.


Cemas dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada Anayra dan janin yang dikandungnya,begitu jelas terlukis diwajahnya.Kedua Briptu itu memahami perasaan Khaffa.Orang sadar tak mungkin berani memarahi aparat,bukan?.


"Pak,minumlah secangkir kopi.Itu cukup membantu ku disaat gelisah seperti ini.".Salah satu dari nya menyarankan.


Kata-kata serupa dengan sang istri.Tetapi tak cukup dengan hanya minum secangkir kopi.Khaffa akan merasa tenang jika ada disamping Anayra."Suasana hati ku akan memburuk jika aku pergi dari sini.".Alasan Khaffa tak bisa disalahkan aparat,menempatkan dirinya di posisi Khaffa.


"Baik,baik.Aku mengerti.Setidaknya anda duduk tenang.Jika anda tidak ingin di usir dari sini.Anda pasti paham kan,Pak?.".Saran aparat.Suara bising tendangan kaki Khaffa pada dinding,cukup berisik.Bisa mengganggu ketenangan pasien yang dirawat di rumah sakit itu.


"Maaf!.".Jika tidak diingatkan,mungkin amarah Khaffa takkan mereda,dan terus uring-uringan.Khaffa tertunduk malu.Menyadari dirinya salah.


Di lorong,Rena dan Andika serta Hani dan Ridwan datang tergesa-gesa menghampiri Khaffa.Aura kecemasan dan kebahagiaan berbaur menjadi satu di wajah keempat nya.Dua jam lalu,Khaffa mengabarkan keberhasilan misi nya menyelamatkan Anayra pada seluruh keluarga besar nya.Kabar bahagia dari Khaffa disambut suka cita mereka.


Tak sabar ingin melihat Anayra,bergegas Hani menghampiri Khaffa."Kak,dimana Anayra?.Bagaimana keadaannya?.".Antusiasme Hani,melupakan rasa cemas nya.


Tragedi penculikan Anayra begitu menyakiti batin nya,dan menjadi kejadian terburuk sepanjang hidupnya.Ibu mana yang tak menderita saat putri kesayangan dan satu-satunya di culik?.


"Anayra ada di dalam,bersama Dokter dan Perawat.Keadaannya tidak cukup baik,tapi tidak ada yang harus dikhawatirkan.".Jelas Khaffa,memastikan kondisi Anayra tidak mengkhawatirkan.


Mengerti,tetapi hati Hani tidak akan tenang jika belum melihat wajah putri sulungnya."Ibu akan masuk.".Hani berusaha menerobos masuk ke ruangan jika tak dihadang Khaffa.Mendahului aparat,sebelum aparat menghadang Hani.Hanya orang tertentu yang diperbolehkan masuk,itu pun harus atas seijin aparat dan Dokter.


"Tidak,Bu.Sebaiknya tunggu disini.Dokter tidak mengijinkan siapa pun masuk,sebelum selesai memeriksa.Dan,tidak sembarangan orang bisa masuk tanpa ijin.".Khaffa meyakinkan ibu mertua nya.


Meski demikian,Hani tetap tak terima.Alasan yang tidak masuk diakal."Apa?.Tapi aku ibunya.Tidak cukup kuatkah alasan ini?.".Darah lebih kental dari air,Hani menegaskan hubungan nya dengan Anayra.


Ya Tuhan.Menghadapi ibu mertua lebih sulit daripada berhadapan dengan Dokter dan Polisi.Khaffa risau,tak tau harus apalagi untuk meyakinkan ibu mertua nya?.


"Tenanglah.Tunggu sebentar lagi ya?!."Rena berperan aktif,menenangkan hati Hani dengan mengajaknya duduk dikursi yang tersedia di sana.


Ridwan dan Andika menemani Khaffa duduk di kursi lain,diseberang Hani dan Rena.Menunggu lebih baik daripada membuat ricuh.Seisi rumah sakit bisa gempar jika Hani terus meracau,bukan?.


***

__ADS_1


Terima kasih...💕


Mohon maaf baru update...☺️


__ADS_2