
Author:Salam cinta untuk readers semua...Maaf ya kalo Thor jarang menyapa.Coz gak sabar pengen cepet-cepet up nya demi readers...😄.
Tolong dukung selalu Thor ya,tinggalkan jejak,kritik dan sarannya.Kalo punya ide atau usul,boleh lahhh buat bantu Thor...Haturnuhun 🤗😘🥰.
***
Hari terus berganti dan waktu terus berputar.Tak terasa ini hari ketiga Alma setelah siuman dari tidur panjangnya.Hari ini Alma akan pulang dari rumah sakit setelah kesehatannya benar-benar pulih total.Pagi ini Anayra berencana untuk menjemputnya kesana.
Dikamar,Khaffa akan bersiap-siap memakai setelan kerjanya,usai membersihkan diri dikamar mandi.
Namun saat akan memakai kemeja nya,Khaffa terkejut setengah mati melihat warnanya."Pink?.".Menggeleng tak percaya dan menatap kemeja yang tergeletak disofa."Haruskah ku pakai kemeja ini?.".Meraih kemeja itu dan mencermatinya dengan seksama.
Didepan cermin,dengan terpaksa Khaffa memakai kemeja pilihan Anayra yang disiapkannya tadi dan memakai celana panjang warna hitam."Jika tidak memakainya dia pasti Kecewa.".Mengingat Kemeja itu baru dibelikan Anayra beberapa hari yang lalu diMall saat Anayra mengunjungi nya dikantor.
Disaat menunggu Khaffa pulang,Anayra berjalan-jalan di Mall dan tertarik untuk membeli kemeja yang warnanya belum dimiliki Khaffa.
"Ckkk,warnanya membuat mataku perih,melihatnya.Tapi jika tidak ku turuti,dia pasti murka!.".Khaffa memandangi dirinya dicermin dan membayangkan Anayra yang marah-marah jika tak memakai barang pemberian nya.
Sekarang Khaffa tahu wataknya Anayra yang sama keras kepala seperti dirinya,harus dituruti keinginannya belakangan ini.Sebelumnya Anayra bersikap biasa saja tetapi akhir-akhir ini agak berbeda.Membuat Khaffa merasa aneh,heran dan bertanya-tanya.
Diruang keluarga,Anayra duduk disofa menunggu Khaffa sedari tadi.Ditemani Rena menonton TV dan melakukan menicure dan pedicure,yang dilakukan seorang pegawai salon kecantikan yang dipanggilnya kerumah.
"Bukankah akan ke rumah sakit untuk menjemput Alma?.lni sudah hampir siang?.".Rena menyadarkan Anayra dengan lembut."Lihatlah suami mu di kamar,bantu dia bersiap-siap!.".Menyuruh Anayra hanya untuk memeriksa yang dilakukan Khaffa.
Rena takut Khaffa ketiduran di kamar,mengingat sebelumnya sarapan bersama dimeja makan.Usai makan tadi,Khaffa pamit ke kamar untuk membersihkan diri dikamar mandi.Anayra sudah siap sejak tadi berbalut outfitnya ini.Khaira sudah berangkat kerja lebih dulu tanpa menyantap sarapan pagi nya.
"Baik,Mami.".Anayra menuruti titah Rena dengan penuh rasa hormat dan kesopanan.
Beranjak dan berjalan kearah tangga menuju kamar Khaffa,yang ditempati bersama.
Setibanya dikamar,Anayra langsung membuka pintu."Sayang,sudah siap?.Dimana dia?.".Tak ada sahutan dan tak menemukan Khaffa.".Anayra mencari Khaffa dan terpikirkan untuk mencarinya di 'Walk in closhet' yang terhubung dengan kamarnya.
Khaffa menatap istrinya dengan penuh tanda tanya saat Anayra datang menghampiri nya"Honey,kenapa harus pink?.".Menunjuk kemeja yang dipakainya dan mengernyit heran,tak suka dengan warna kemeja yang dipakainya.
Namun berbeda dengan Anayra,senyumnya terukir tatkala melihat penampilan suami nya,dan berhambur memeluk Khaffa,bukannya menjawab pertanyaan Khaffa."Tampannya suamiku,aku semakin mencintai mu..".Menghirup aroma wangi tubuh Khaffa dalam-dalam.
Anayra tak kehabisan akal untuk membujuk dan merayu Khaffa.Apalagi saat melihat kekecewaan di wajah Khaffa.
Mendengar kata-kata pujian Anayra,hati Khaffa meleleh dan melunak"Benarkah?.Bukankah setiap hari aku selalu tampan,hemh?.".Khaffa dengan bangga menyunggingkan senyumnya.
"Kurasa hari ini lebih tampan.Aku sampai pangling,mirip seperti oppa-oppa.".Demi mengambil hati dan menyenangkan hati Khaffa,Anayra mencari alasan.
Tangan Anayra bermain-main di dada bidang Khaffa yang belum mengenakan jas.
Khaffa menarik kesimpulan lain dari pujian istrinya dan salah paham."Opa?,aku tidak setua itu!?.Usiaku baru akan memasuki 30 tahun.".Menyangkal dugaan Anayra dan mengernyitkan keningnya.
Tak terima dengan pernyataan Anayra yang mengatakan dirinya seperti opa tua atau kakek-kakek,menurut pemikiran Khaffa.
Anayra malah dibuat kesal,tetapi gemas."Ishhh,bukan opa kakek tua,tapi oppa dari Korea!.Guyonan mu,lucu sekali.".Dengan bibir meruncing maju kedepan dan menepuk pelan dada Khaffa,mengira Khaffa berguyon.
Khaffa menjadi salah tingkah."Maaf!.Aku tidak tau soal itu.Otakku diprogram untuk belajar dan bekerja,hingga tidak ada waktu untuk menonton film drama Korea.".Merangkul pinggang istrinya erat-erat.
Anayra berjinjit kakinya dan membenamkan wajahnya diceruk leher Khaffa.Hidung mancungnya mengendus aroma wangi tubuh suaminya dan menciumi leher Khaffa,dengan tangan melingkar dileher Khaffa."Aku suka aroma wangi tubuhmu.".Menatap lekat wajah pria yang mengisi hatinya dengan penuh kebahagiaan.
"Stop it!.".Khaffa menahan tangan Anayra saat bermain-main diarea privatnya."Jangan menggodaku!,urusannya akan panjang dan berakhir di ranjang.".Menatap sendu Anayra dengan tatapan mata berkabut hasrat."Ini bukan waktu yang tepat,untuk itu.".
Kendati demikian,Khaffa membiarkannya saja melakukan itu dan menahan hasratnya yang bergelora saat dipancing istrinya.Menutup mata dan mengeratkan gigi-giginya saat Anayra terus menerus menggodanya.Tetapi akhirnya Khaffa menyerah dan mengalah.
Menghela nafas panjang dengan kasarnya,tak bisa bersabar lagi."Huuuhhh...Kamu benar-benar menguji kesabaranku,honey!.".Menarik tengkuk Anayra dan memiringkan kepalanya.
"Mmmphhh...".Saling melenguh saat bibir mereka saling merekat erat dan bertaut.
__ADS_1
Sekian detik kemudian Khaffa menarik kepalanya kebelakang.".Dengan hasrat yang masih tersisa,Khaffa memandangi wajah cantik istrinya."Ini belum cukup,sisanya kita lanjutkan nanti malam!.".Walaupun kini menegang dan masih bergelora hasratnya.
Perlahan Khaffa mengecup bibirnya sekilas untuk menenangkan hati Anayra yang tampak kecewa.Hati Anayra seketika seperti dihinggapi kupu-kupu dan ditaburi bunga-bunga.
"Entah kenapa,aku selalu merindukanmu,ingin didekatmu dan ingin memelukmu terus?.".Mengelus-elus dada Khaffa dan menyandarkan kepalanya di sana.
"Karena suamimu ini sangat baik dan tampan.Jangan pernah memikirkan pria lain!,selain aku.".Khaffa tersenyum narsis dan mengelus pipi Anayra.
Semakin lama Anayra semakin mengenal baik karakter suaminya,Posesif sekali.Kadang Anayra merasa terkekang dan tak bisa leluasa pergi dan mengobrol dengan pria lain.
Anayra paham pria yang dimaksud Khaffa,tak lain Lefrand."Kamu akan menghukum ku dan mengusirku dari sini,jika aku melakukan itu?.Anayra menerka-nerka dan penasaran yang akan dilakukan Khaffa jika dirinya benar-benar seperti yang dikatakan Khaffa.
"Aku tidak sekejam itu.Tidak mungkin berani menyakitimu se gores pun.Kamu separuh nafasku dan belahan jiwaku.".Jawaban Khaffa melegakan hati Anayra."Tapi pria itu yang akan ku sakiti.".Kata-kata berhasil membuat jantung Anayra berdetak keras dan terhenyak.
Apalagi saat nada bicara Khaffa terdengar tegas dengan mimik muka serius.
"Kurasa kita harus pergi sekarang,ayo!.".Anayra menggandeng lengan Khaffa keluar dari ruangan itu untuk mengalihkan perhatian Khaffa.
Saat melewati kamar,Khaffa menunjuk jas dan tas kerjanya yang tergeletak di sofa."Bawakan itu!.".
Bergerak cepat Anayra melakukan perintah suaminya dan bergegas keluar dari kamar menyusul Khaffa.Khaffa merangkul pinggang Anayra saat turun melewati tangga.
"Mami,Papi sudah berangkat kerumah Papa Al?.".Khaffa menanyakan Andika pada Rena saat tiba diruang keluarga.
Mendengar suara putranya,Rena langsung berbalik memandang Khaffa."5 menit yang lalu.".Melihat kearah jam dinding yang terpasang di atas TV.
"Kalian akan pergi sekarang?.".Rena bertanya tanpa beranjak dari duduknya,tengah menikmati pelayanan pegawai salon."Anayra,sampaikan permintaan maaf Mami pada Alma dan orang tuanya.Mami tidak datang lagi menjenguk Alma.".
Pegawai wanita yang masih muda dari salon kecantikan fokus dengan aktivitasnya.Duduk berjongkok dibangku kecil dan pendek,melayani Rena.
"Baik,kami pergi,Mami!.".Anayra mengecup pipi ibu mertuanya yang duduk disofa dengan kaki berselonjor.
"Hati-hati!.".Rena mengingatkan.
"Assalamu alaikum.".
"Waalaikum salam!.Bahagianya melihat mereka.Aku seperti baru hidup kembali!.".Rena memandangi punggung keduanya dengan wajah berseri-seri.
Setiap saat Rena selalu mengucap syukur karena melihat kebahagiaan Khaffa dan Anayra.Suasana rumah menjadi lebih hangat setelah kehadiran Anayra.Sebab karena Anayra Khaffa menjadi sering pulang kerumah dan bisa makan bersama sekeluarga walaupun tak setiap waktu dan tak tentu.Sebab disibukkan oleh kegiatannya masing-masing.
Selama beberapa hari terakhir ini,Khaffa dan Anayra menetap disana atas permintaan Rena dan Andika.Tanpa keberatan keduanya mengabulkan permintaannya dan menurutinya.
Bergandengan tangan Anayra dan Khaffa bergegas keluar menuju mobil Khaffa yang terparkir dihalaman rumah.
Dengan sigap Pak Asep membukakan pintu mobil untuk Anayra."Silahkan,selamat jalan.Semoga selamat sampai di tujuan!.".
"Terima kasih,Pak!.".Khaffa membuka pintu mobil kemudian masuk.
"Terima kasih,Pak Asep!.".Anayra masuk kedalam mobil.
Pak Asep menutup pintu mobil dan berlari membuka gerbangnya.Setelah siap Khaffa langsung menancap gas mobilnya meninggalkan halaman rumah.Selama diperjalanan Anayra tak henti-hentinya memandangi dan menggoda Khaffa sembari senyum-senyum.
"Tidak bosankah kamu memandangku?.Berhentilah!,jangan sampai ku putar balik ke rumah!.".Disela-sela Khaffa mengemudi.
"Salahkan mengagumi suami sendiri?.".Anayra mendelik tajam menatap Khaffa.
"Kamu semakin sensitif.Baiklah,pandangi aku sepuasmu!.".Khaffa mengalah demi kebaikan."Kurasa,sebaiknya kamu resign dari butik!.Diam dirumah dan tunggu aku pulang.".
"Aku akan bosan dan jenuh jika dirumah terus.".Anayra mencari alasan.
"Dirumah bisa membaca buku,novel,menonton tv,dan menyirami bunga-bunga ditaman.".Khaffa memberikan saran.
__ADS_1
"Aku tidak suka bermalas-malasan namanya.Apa anggapan Mami jika melihat ku seperti itu!.Aku menantu perempuan,harus memberikan kesan yang baik.".Anayra berpikir seperti itu.
"Jangan cemas!,Mami sudah jinak dan menyayangi mu.".
"Aku risih,seperti tuan putri saja.".
"Kamu putri untuk pangeran disampingmu.Kamu permaisuri ku".
"Aku tidak suka digombali.".Ketus Anayra.
Khaffa terkekeh."Kamu bisa menjadi asisten pribadiku dikantor?.".
"Ada Pak Nichole,dan OB untuk melayani mu.".
"Aku mau istriku yang melayaniku!.Buatlah surat pengunduran diri dan cepat berikan pada Bu Lulla!.".Titah Khaffa tegas.
Namun membuat Anayra keheranan sampai mengernyitkan keningnya.
"Sayang,dari cara bicaramu,sepertinya aneh!.Bukannya kita pernah membahas soal ini?,aku akan tetap bekerja walaupun sudah menikah.Aku akan mulai kerja setelah Alma sehat!.".Mengingatkan perihal tersebut.
Saat itu mereka membahasnya diperjalanan setelah mengantarkan kedua orang tua Anayra ke Stasiun untuk pulang ke Bandung.
"Aku tau,suamiku takut aku dekat dan sering bertemu mas Lefrand,bukan?.".Selidik Anayra.
"Jangan sebut namanya didepanku!.Diamlah,aku akan fokus menyetir!.".Kilah Khaffa geram tak bisa menyembunyikan perasaannya.
Entah kenapa sampai sekarang la masih tak bisa menghilangkan sosok Lefrand didekat Anayra.Seolah bayangan Lefrand selalu mengiringi langkah Anayra dimatanya.
"Benar dugaanku!.Masih saja cemburu,padahal aku sudah menjadi istrinya...Keluh Anayra dalam hatinya dan menghela nafasnya.
Anayra memainkan ponselnya dan Khaffa fokus pada kemudinya.
Ditempat lain.Disebuah mini Resto'.Lefrand dan Khaira diam-diam bertemu untuk sarapan pagi bersama disana.
"Kak,sudah mendengar kabar?,Kak Alma sudah bisa pulang sekarang dari rumah sakit?.".
Lefrand,mengangguk mengiyakan."Hemhhh,aku yang menjemputnya kesana.Kamu tidak keberatan soal itu?.".
"Ya ampun,apa maksud kakak bicara begitu?.Membuatku parno saja!.Kak Alma sudah kuanggap kakakku sendiri,sejak dekat dengan kak Riccy.".Khaira menjelaskan.
"Aku tidak pernah mengenal Riccy dan tidak pernah bertatap muka dengannya.".Lefrand mengungkapkan.
"Aku pergi duluan,sebelum Abang sampai kekantor.Dia pasti kelimpungan mencari ku disana.".Khaira mencari alasan."Aku bisa dihukum dan dijadikan santapan ikan piranha peliharaan nya.".
Namun ditanggapi serius oleh Lefrand."Sebegitu takutnya kah pada kakakmu?.Apa dia jahat dan kejam?.Sadis dan tanpa ampun?.".Dengan kening mengkerut.
"Jangan risau soal itu,aku cuma mengarang cerita saja!.Tapi,soal ikan piranha benar adanya.Ada di kolam ikan dihalaman rumahku.".Khaira meneguk air minumnya hingga habis.
Syukurlah,kukira dia begitu...Pikir Lefrand menduga Khaffa seperti yang di ucapkannya.
Bibir Lefrand mengembang sempurna seketika mendengar itu semua sembari menghela nafasnya.Hampir bergidik ngeri membayangkan Khaffa seperti itu.
"Hati-hati!.".Lefrand menggenggam tangannya sebelum pergi.
Dengan erat Khaira menautkan telapak tangannya ditelapak tangan Lefrand.Netra mereka saling beradu dengan lekatnya.
"Assalamu alaikum!.".Tersenyum manis dan melambaikan tangannya Khaira pamit.
Perlahan saling melepaskan tangannya.Hati Lefrand dan Khaira teras berat untuk berpisah.Hubungan 'Backstreet' seperti ini memang tak indah dan tak menyenangkan.Sangat melelahkan dan merepotkan.Bahkan tak leluasa untuk bertemu dan tak bisa berbincang-bincang dengan asyik.Selalu waspada melihat sekitarnya jika tiba-tiba terciduk oleh Khaffa dan Rena.
Namun kendati demikian,Lefrand sudah siap menghadapinya dan berusaha untuk memperjuangkan Khaira serta mempertahankan hubungan asmaranya.Dia sudah terlanjur mencintai dan menyayangi Khaira.
__ADS_1
Dengan tatapan sendu Lefrand terus memandangi Khaira yang berjalan keluar dari tempat itu.Matanya tak berhenti hingga Khaira masuk kedalam mobilnya kemudian menghilang dari pandangannya.
Khaira mulai memenuhi hati dan pikirannya.Dia berhasil merebut hatinya dan mengalihkan dunianya seperti didunia fantasi.Menyenangkan namun mendebarkan.Dan Lefrand menjadi tempat aman dan nyaman bagi Khaira saat ini untuk berkeluh kesah dan mencurahkan isi hatinya.Dia selalu bercerita tentang pekerjaannya,masalah dikantor dan hal-hal lainnya.