
Flashback on.
Author POV.
Daniel baru keluar dari dalam mobilnya setibanya dari bandara,sepulang dari perjalanan bisnisnya keluar negeri.Langkahnya terhenti saat melihat wajah gadis yang dikenalnya berjalan masuk kedalam lobby Hotel,dan terheran melihatnya ada diHotel dengan beberapa gadis lainnya tengah menyeret kopernya masing-masing.
Daniel memperhatikan gadis itu dari jarak 5 meter dibelakangnya,dan mengikuti langkahnya.Wajahnya penuh selidik dan penuh tanya dibenaknya.Tetapi kemudian tersenyum lebar bisa melihatnya ditempat yang sama dengannya
Beberapa pegawai Hotel membungkuk hormat ketika Daniel lewat.Tetapi memberi isyarat untuk diam dan meletakkan jari telunjuk dibibirnya saat mereka akan mengatakan sesuatu.Daniel tidak mau keberadaannya diketahui oleh gadis incarannya.Ada alasan tertentu dibalik sikapnya itu.
Saat gadis itu dan lainnya dimeja resepsionis la mencuri dengar untuk mencari tahu kedatangannya diHotel.Dan la pun tahu alasannya jika mereka dari D'Lulla Boutique.Diapun pun menjadi tahu gadis itu pegawai Lulla dan akan menghadiri pesta.Bahkan tahu gadis itu ada dikamar mana sekarang.
Daniel masuk kedalam ruangannya usai dari meja resepsionis.Duduk disofa untuk melepaskan rasa lelahnya.Merogoh saku jasnya,mengambil ponselnya dan menelpon."Datanglah keruangan ku sekarang!.".Menutup panggilan nya dan menunggu kedatangan orang yang dihubungi nya.
Tak berapa lama menunggu,terdengar suara ketukan pintu diruangannya.Tanpa jawaban dari sipemilik ruangan itu,seorang pria paruh baya masuk kedalam.
"Silahkan duduk Pak Dani!.".Daniel menyambut pria yang ditunggunya.
"Selamat datang Pak!.Bagaimana perjalanan anda ke Singapura?.".Manager Hotel bernama Dani yang berusia lebih dari setengah abad itu dan duduk disofa dihadapan Daniel.
"Seperti biasa dan tidak ada yang berkesan saat membicarakan bisnis.Aku hanya memantau cabang Hotel saja disana.Tidak ada yang menarik!.".Daniel mengendurkan ikatan dasinya yang terasa sesak.
Dani tergelak dan paham ucapannya."Hahaha...Sepertinya anda bosan karena diperjalanan tidak ada seorang gadis yang menemani disamping anda.".Ucap Dani
Daniel menyeringai saja dan menyilangkan kedua tangannya.Kata-kata Dani yang menohok tidak digubrisnya.
"Jadi, apa yang anda butuhkan saat ini Pak?.".Dani menanyakan maksud Daniel memanggil nya ke ruangan Presiden Direktur.
"Pak Dani,tolong suruh orang mengawasi tamu yang ada dikamar nomor 207 dan kabari aku kalau mereka keluar dari kamarnya!.".Daniel memintanya dengan serius.
Dani terheran dan aneh dengan permintaan atasannya yang tidak biasanya,tetapi Dani diam tidak berani berkomentar sedikitpun.Ini pertama kalinya Dani mendengar permintaan Daniel untuk mengawasi gerak-gerik seorang gadis.
Gadis itu pasti istimewa dan spesial bagi Pak Daniel.Siapa kira-kira gadis itu?,apa dia kekasihnya?. Tidak mungkin jika gadis itu teman kencan satu malamnya kan...
Dani menerka-nerka dalam hatinya.
Dani bisa menebak jika gadis itu sangat penting dan istimewa dihati Daniel.Sebab Daniel tidak akan pernah mengistimewakan gadis-gadis yang dikencani satu malamnya.
"Baik Pak,akan kulakukan!.Ada lagi yang harus saya lakukan?.".Dani menawarkan diri.
"Itu saja untuk sekarang!.Oya,bagaimana kabar putri anda?,apa dia masih diParis?.".Daniel menyelidik.
"Benar!.Selama hampir setahun ini hanya sekali dia pulang,itupun tidak sampai sepekan dan sepertinya belum niat untuk kembali lagi.".Dani tertunduk dan matanya berkaca-kaca.
"Mungkin masih sibuk.Aku yakin dia pasti kembali,meskipun kariernya sebagai model cukup populer diParis,tapi dia tidak mungkin melupakan kampung halamannya dan rumahnya,terutama papa nya.".Daniel menghibur Dani yang tampak sedih oleh kepergian putrinya ke luar negeri yang berkarir sebagai model dan belum juga kembali pulang.
Daniel beranjak dan mengambil softdrink dilemari pendingin mini yang ada diruangannya dan meneguknya.
"Semoga saja Pak,saya harap juga begitu!.Baiklah Pak,saya permisi keluar dulu!.".Dani berharap yang sama dengan Daniel.
Dani beranjak dari duduknya dan pergi setelah diangguki Daniel.Dani keluar dari ruangan Daniel dan segera menugaskan salah seorang anak buahnya untuk memenuhi permintaan Daniel.Menyuruh seorang 'bell boy' yang menyamar sebagai petugas kebersihan untuk bersiaga didekat kamar 207.
Pria muda berseragam pegawai Hotel berwarna merah membawa peralatan kebersihan melakukan tugasnya.Berdiri didepan kamar itu dan beraktivitas membersihkan lantai dikoridor.
Cklek.
Pria itu bergerak cepat mengabari seseorang melalui pesan diponselnya saat melihat 4 gadis keluar dari kamar itu,dan bergegas pergi.
Daniel berdiri kala melihat seorang gadis cantik yang diincarnya berjalan pelan dengan kepala tertunduk,tengah fokus melihat ponselnya.Gadis itu berjalan sendirian dan tertinggal jauh dibelakang teman yang lainnya.
Senyum Daniel terukir sempurna dibibirnya saat gadis itu semakin mendekat dan menubruknya.
Tubrukkan pun tak terelakkan dan tak bisa dihindari gadis itu,tetapi itu membuat hati Daniel senang.Tak membuang waktu lagi segera melancarkan aksinya untuk membuat gadis itu kesal dan marah seperti yang pernah dilihatnya saat dikantor CEO tempo hari.Matanya tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya dan indera pendengarannya tidak sabar mendengarkan suara ocehannya.
Setelah berinteraksi dan sudah membuat gadis itu marah.Daniel tertawa keras dan puas sepeninggal gadis itu.
"Hahaha...Wajahnya lucu sekali waktu terkejut lihat gue,apalagi waktu dia gugup dan takut.Berani juga dia sebut gue pria gila.Hahaha...".Daniel terbahak-bahak menatapi punggung gadis itu hingga menghilang.
"Dia sangat menarik dan memikat.Apa mungkin gue jatuh cinta padanya?.Shhhh...Tapi sayang,gue lupa menanyakan namanya.Gue harus cari tau jati dirinya!.".Daniel bergegas pergi setelah sudah berhasil mengerjai gadis itu dan setelah niatnya terlaksana.
Flashback off.
***
Anayra POV.
Pukul 19:45 Menjelang malam.Akhirnya waktu yang dinantikan telah tiba.
Pesta diadakan didalam sebuah ballroom disalah satu Hotel terkemuka dikota Jakarta dimulai.Dengan mengusung tema standing party tentunya sebab kulihat hanya ada meja-meja kecil melingkar dibeberapa area ruangan.
lbu Lulla berdiri didepan pintu masuk dengan penampilan memukaunya sebagai tuan rumah dipesta ini,didampingi sang suami blasterannya bernama Gellard Anderson.Tetapi mereka tidak mengikut sertakan putrinya sebab pesta ini digelar hanya untuk orang dewasa dan juga pasti akan merepotkan mengingat tingkah lakunnya yang lincah dan menggemaskan.
Aku berjalan dari arah koridor menuju pintu masuk ballroom berbalut gaun putih dan sepatu putih hak tinggi.Semua yang melekat ditubuhku sangat menunjang penampilanku dan menjadikan ku lebih percaya diri lagi.
"Kak Anayra,tunggu!.".Langkahku terhenti saat seseorang memanggilku dan aku berbalik kearahnya.
Khaira baru datang berbalutan gaun hitam.Membuatnya terlihat anggun dan cantik seraya membawa sekuntum bunga mawar merah yang diberikan oleh panitia pesta untuk menyambut tamu-tamu.
Kulihat Tuan CEO baru keluar dari mobilnya.Dia sangat tampan dan gagah seperti biasanya dan berjalan masuk kedalam lobby.Tetapi sayangnya tampak angkuh dan dingin.
Dari arah jam 3 dikoridor Alma datang,wajahnya berseri-seri menuju Riccy yang sudah menunggunya seraya menampilkan senyuman manis.Mereka tampak senang dan bahagia.
Aku bernafas lega ada seseorang yang bisa membuat Alma tersenyum bahagia.Terlihat jelas jika Riccy sangat mencintainya.Aku berharap ada seseorang yang kelak akan membuatku seperti itu.Pria yang dapat melindungiku,mencintaiku dan membahagiakanku.Tetapi yang paling utama adalah jujur dan setia.
"Haiii Khaira,kamu cantik sekali!.".Aku terpukau melihat penampilannya.
"Tapi kak Anayra lebih cantik,kurasa.".Khaira menyunggingkan senyum manisnya.
Kami saling memuji dan saling mengagumi penampilan masing-masing.
"Ekhm...".Kedatangan tuan CEO mengagetkan kami berdua.
"Selamat malam Pak!?,anda baru datang?.".Aku berbasa-basi dengan ramahnya.
Tuan CEO datang dan berdiri disamping Khaira,dihadapanku tepatnya.Dia menatapku tanpa berkedip dari ujung rambut sampai ujung kakiku, hingga membuatku merasa canggung dan risih.Senyuman terukir dibibirnya,entah apa yang dipikirkannya?.
"Benar!.".Jawabnya singkat.
"Oiya,mari kita masuk!.".Tanganku mengulur mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
Aku mengalihkan perhatiannya dan menyambutnya dengan baik.
"Ladies first!.".Baru kali ini kulihat tuan CEO bersikap sopan,dan berhasil membuat ku terkesan.
Dengan anggunnya ku melangkah masuk kedalam ballroom bersama Khaira,dan kakaknya mengikuti dibelakang kami.
"Selamat datang dipestaku.Anayra kamu cantik sekali malam ini.".Ibu Lulla menyapa kami.
"Terima kasih.Kurasa penampilan tuan rumah tidak kalah cantiknya.".Ku memberi pujian."Oiya,selamat hari jadi butik Bu,semoga sukses selalu!.".Kusematkan do'a saat cipika-cipiki dengan ibu Lulla dan bersalaman dengan suaminya.
Khaira dan tuan CEO menyusul berjabat tangan.
"Selamat Bu,semoga sukses selalu.".Tuan CEO mengutip kalimatku.
Sungguh tidak kreatif,bukan?.
"Terima kasih Pak Khaffa.Bersama siapa anda datang?.".Bu Lulla belum mengenal Khaira dan baru kali ini bertemu dengannya.
Bu Lulla akhir-akhir ini disibukkan dengan pekerjaannya sehingga jarang sekali mampir ke butik cabang di Mall.
"Bersama adikku dan dia.".Tuan CEO kikuknya menunjuk Khaira dan aku.
"Baiklah.Silahkan nikmati pestanya!.Jangan canggung dan sungkan ya!.Anayra,tolong temani mereka!.''.Bu Lulla memintanya dengan lembut,tanpa paksaan.
"Tentu.".Aku menganggguk mengiyakan.
Kami berjalan ketengah ballroom yang didekorasi mewah.Suasana pesta sangat intim dan romantis diriingi alunan suara piano.Pesta mulai ramai oleh tamu-tamu undangan berbalut Dress Code nya masing-masing berbagai model yang bertemakan Hitam-Putih.Mereka tampak cantik dan gagah menikmati suasana pesta dan mencicipi makanan yang tersaji dimeja hidangan.
lbu Lulla mengundang tamu penting jumlahnya sekitar 250 undangan mencakup rekan bisnis,kerabat dekat dan keluarga besarnya.
"Kak,aku kesana dulu,aku haus mau ambil minuman.".Khaira menunjuk area stan minuman dan aku mengangguk saja.
Khaira berlalu dari hadapan kami dan meninggalkan ku berdua dengannya.
"Cantik!.".Tuan CEO berbisik lirih hampir tidak terdengar,membuat tubuhku tersentak dan berdesir halus.
"Terima kasih!.Mmaaf!, aku kesana dulu.".Aku menunjuk kearah kerumunan teman kerjaku.
Aku ingin pergi saking gugup dan canggung setiap didekatnya dan saat berdua saja dengannya.
"Jangan pergi!.Temani aku disini!,bukankah tadi Bu Lulla memintamu untuk menemaniku disini?.".Tuan CEO mencekal lenganku.
"Ttapi aaku mau menyapa mereka dulu.".Kilahku menunjuk teman-teman ku.
"Jangan pergi kumohon!.Tetaplah disini,aku risih kalau sendirian berdiri disini!.Lihatlah!,banyak gadis-gadis memandangiku seperti seorang model.Itu sangat menggangguku!.".Dia menggelengkan kepalanya dan bersikukuh memintaku untuk menemaninya.
"Sebentar saja Pak!,nanti aku kembali lagi!.".Kilahku meronta-ronta dan menepiskan cekalannya tetapi dia tidak mau melepaskan lenganku.
Aku tertarik menemui teman-temanku yang tampak asyik tertawa-tawa.
"Kenapa kamu suka membantah ucapanku dan menolakku,bisakah kamu langsung jawab iya setiap aku meminta sesuatu?.".
"Kenapa anda suka sekali memaksaku dan harus selalu kuturuti kemauanmu?.Aku bukan pelayanmu,bukan juga pengasuhmu dan bukan pula bodyguard mu yang harus menemanimu setiap waktu.".Dalihku ketus dan meluap-luap.
Tak mampu menahan amarahku lagi dan membendung kekesalanku.Semua keinginannya harus kuturuti dan kulakukan,bukankah itu pemaksaan dan penjajahan namanya?.
"Bisakah kamu bicara santai padaku?.Kenapa kamu selalu bicara formal,dingin dan ketus?.Sangat kaku dan canggung!.".
"Kenapa harus meributkan soal itu?.Aku cuma memintamu supaya menemaniku disini dan jangan canggung saat didekatku!.Itu saja.".
"Tentu saja,sebab itu penting buatku!.Anda minta aku menemani disini tapi sikapmu selalu dingin,angkuh dan memaksa!.Suka menempatkan diri anda sebagai seorang atasan setiap bertemu,selalu menindasku dan suka memerintahku seenak jidatmu.".
"Kenapa kamu membahas soal itu disini sekarang?.Ini bukan waktu yang tepat dan bukan dikantor?.Ingat!,ini pesta majikanmu jadi jangan sampai kamu merusak suasana pesta disini.".
"Ini salahmu sebab anda yang memancing kemarahanku.Harusnya anda bisa menjaga sikap dan juga cara bicara anda!.".
"Lalu apa maumu sekarang?.".Dia menghela nafas dan menatapku jengah.
"Lepaskan tanganku!.''.Pintaku menunjuk tanganku.
"Jangan harap!.".
"Lepasss!.".
"Tidakkk!.".
"Kamu!.".Aku menunjuk wajahnya saking marahnya dan menatapnya tajam.
"Heiii,kenapa kalian ribut disini?.Apa kalian ga malu banyak yang pasang mata yang liatin kalian sekarang!.Lepas,jangan harap,tidak,apa itu?.Kalian canggung banget sih!.".Riccy tiba-tiba datang bersama Alma untuk menyelamatkanku.
Ini kesempatan ku dan cepat menarik lenganku saat tuan CEO lengah.
"Huuu..."Ku bernafas lega bisa terbebas dari cengkeraman tangannya.
"Bisakah kalian damai malam ini?.Kumohon!,demi menjaga perasaan tuan rumah pesta ini!.".Riccy memohon untuk melakukan gencatan senjata.
"Benar!,berdamailah sekarang untuk sekali ini saja!.".Alma menganggukan kepalanya menyetujui usul Riccy.
Banyak orang tengah fokus memandangi kami.Suara gaduh kami pasti menarik perhatian mereka dan kurasa pasti ada yang mencibirku sebab kulihat banyak yang berbisik-bisik.
"Boss,kumohon jaga sikapmu!.Kita ada dipesta Bu Lulla sekarang.".Riccy berargumen.
Bibirku tersenyum lebar sebab Riccy ada dipihakku.
"Ok,baiklah!.Gue sudah lepaskan dia!,lu puas!.".Ucapnya sembari memandangi wajah Riccy.
"Dia lepas sendiri bukan lu yang lepasin dia!.".Sanggah Riccy menyindirnya.
Sembari tersenyum miring lalu berkata."Sama saja!.Apa bedanya?,yang penting dia terlepas.Payahhh!.".Kilahnya dan memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
"Al',ayo pergi kesana!.".Cepat-cepat ku menarik tangan Alma dengan wajah kesal mendengar ocehannya lalu berjalan menuju kerumunan teman-teman kami.
"Haiii?.".Sapaku seolah tidak terjadi apa-apa.
"Haiii!.".Sapa teman-teman ku.
"Anayra,kamu ga bareng mas Lefrand?.".Risma bertanya dan menepuk lenganku.
Ku gedikkan bahuku."Ga tuh,malah aku belum ketemu dia dan belum juga liat dia disini!.".
__ADS_1
"Oyaaa?,tapi dia diatas panggung sekarang.Tuh disana!.".Sembari menunjuk kearah panggung.
Deggg.
Perlahan ku berbalik kebelakang ku.Mas Lefrand tampak menawan berbalut Tuxedonya.
"Apa yang dilakukannya disana?.".Gumamku memandanginya
"Selamat malam semuanya!.Terima kasih sudah datang kepesta ini.Silahkan nikmati hidangannya sambil mendengarkan sebuah lagu yang akan kunyanyikan untuk gadis cantik disana,gadis yang kucintai...Ini untukmu Ana'!.".
Dalam diamku,aku tersentak kaget saat mas Lefrand menunjukku dan cahaya lampu menyorotku.Seketika aku canggung dan salah tingkah.
Suasana menjadi riuh dan ramai.Ada yang bergunjing dan ada yang berpihak padaku.
"Lho,mereka kan udah lama putus!.".Gumam salah satu pegawai butik pusat.
"Bener,bukannya mereka juga batal tunangan?.".Sahut yang lainnya.
"Ekhm,cieee...Mbak Anayra pasti bahagia kan sekarang?.".Goda juniorku.
Mas Lefrand mengambil sebuah gitar dan duduk dikursi.
Jreeenggg.
Mulai memetik senar gitar nya dan bersenandung.
Oh,ini kisah sedihku
Ku meninggalkan dia
Betapa bodohnya aku
Dan kini aku menyesal
Melepas keindahan
Dan itu kamu
Tuhan,tolonglah aku
Kembalikan dia
Kedalam pelukku
Karena ku tak bisa
Mengganti dirinya
Kuakui,jujur aku tak sanggup
Sungguh aku tak bisa
Dan telah kujalani semua
Cinta selain kamu
Tapi tak ada cinta yang sama
Beribu cara kutempuh
Tuk melupakanmu
Tapi tak mampu
Tuhan,tolonglah aku
Kembalikan dia
Kedalam pelukku
Karena ku tak bisa
Mengganti dirinya
Kuakui,jujur aku tak sanggu
Sungguh aku tak bisa
Tuhan, tolonglah
Kembalikan dia
Kedalam pelukku
Karena ku tak bisa
Mengganti dirinya
Kuakui,jujur aku tak sanggup
Jujur aku tak bisa
Sungguh aku tak sanggup
Jujur aku tak bisa*
Sumber:Musixmatch.
Aku terharu sambil menyaksikan rekaman video dan foto-foto kebersamaan kami dulu diputar dilayar LED berukuran besar disamping panggung.Aku tak kuasa membendung air mataku lagi.
Jreeenggg.
Petikan terakhirnya di akhir lagunya dan sebelum turun dari pentas.
"Ana',aku mencintaimu dari awal kita bertemu sampai saat ini!.Perasaanku ga pernah berubah dan rasa rinduku masih sama seperti yang dulu...Ana',bernyanyilah untukku dan sambutlah cintaku ini!.".Lirihnya dan mengulurkan tangannya kearah ku.
Sekuat tenaga ku menahan jiwaku yang bergejolak dan ingin menangis tersedu-sedu ketika Mas Lefrand bergerak turun dan berjalan kearahku.
"Ayo,bernyanyilah untukku Ana'!.".Dia menarik tanganku dan membimbingku naik keatas panggung.
__ADS_1
"Terimalah bunga ini sebagai tanda cintaku untukmu!.".Ucapnya menyerahkan sebuket bunga putih dan ku kuterima.
Dia turun meninggalkanku sendiri.Dengan perasaan tak karuan dan jantung berdebar-debar,ku menarik nafasku sebelum bernyanyi.