Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 30.Kepergok.


__ADS_3

"Apa benar kamu yang masak semuanya?.".Tanya Khaffa sambil mendudukkan dirinya dikursi.


Khaffa percaya jika makanan itu Anayra yang memasaknya tapi la hanya ingin menggodanya saja.Karena kesal mendengar ucapannya kepala Anayra kemudian celingukan mencari sesuatu diantara dinding dan langit-langit ruangan.


"Apa ada cctv disini?,Pak Khaffa bisa memeriksa sendiri dicctv kalo ga percaya.".Jawab Anayra saat berdiri disampingnya.


Khaffa tersenyum saja mendengar ocehannya karena berhasil memancing kekesalannya walaupun la bercanda.Tetapi ternyata ditanggapi serius oleh Anayra.


"Kenapa kamu sensitif sekali?,aku cuma bercanda.Tolong ambilkan makanannya!.".Pinta Khaffa sambil menunjuk makanan yang ada dimeja.


Mata Anayra langsung mendelik meliriknya.


"Memangnya ga bisa ngambil sendiri makanannya?,aku bukan pelayanmu dan bukan juga istrimu!.".Rutuk Anayra.


Seulas senyuman pun terukir dibibir Khaffa saat mendengar kata terakhir Anayra.Kata itu menyihir hatinya menjadi hangat dan darahnya berdesir halus.Walaupun Anayra merutuk tapi tangannya bergerak mengambil makanan kedalam piring lalu meletakkannya dimeja didepan Khaffa.Dengan cekatan la melayani Khaffa seperti layaknya seorang istri pada suaminya.


Dan Khaffa terus menyunggingkan senyumnya.Sangat tersentuh hatinya melihat aksi Anayra yang cekatan namun lembut seperti sudah terbiasa melakukannya.


"Memangnya cuma pelayan yang bisa melakukan itu?,dan apa harus menjadi istriku dulu untuk bisa melayaniku?.".Kilah Khaffa tidak mau kalah dengan nada santai.


Tetapi membuat dada dada Anayra terasa sesak saja sampai menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar karena jengah mendengarnya.


"Terserah dah!,silahkan cicipi saja masakanku!.".Ucap Anayra untuk mengakhiri pembicaraan.


Pusing juga kepalanya karena Khaffa selalu saja punya kata-kata untuk membalasnya.Sedangkan Khaffa mulai menyendok makanannya setelah bibirnya bergumam membaca do'a lalu menyantapnya.


Jari jemari Anayra saling bertaut menunggu respon Khaffa.Dia tampak serius mencermati reaksi wajahnya dan hatinya berharap jika masakannya sesuai dengan seleranya tapi cemas dan takut kalau Khaffa tidak menyukai makanannya.


Apa dia suka masakanku?,apa makanannya sesuai seleranya?...Bertanya-tanya dalam hatinya.


Enak...Puji Khaffa dalam hatinya.


Tanpa disadari Khaffa telah memakannya dengan lahap.Suapan pertama,kedua dan ketiga,makanan masuk kedalam mulutnya sampai tersisa sedikit.


"Kenapa rasanya aneh?.Apa kamu yakin memasak ini dengan benar dan ga salah masukin bumbu?.".Tanya Khaffa disela-sela makannya.


"Ga salah Pak,alias benar!.Semuanya aku masak pake bumbu yang sesuai dengan jenis masakannya!.Lagipula aku sering masak yang beginian jadi udah biasa.Tapi kenapa anda bilang kalo rasanya aneh?.".Jawab Anayra dengan yakin.


Ngarang aja nih orang.Ahhh,pasti minta ditabok ini mah mulutnya.Awas aja kalo ngada-ngada...Mengumpat dalam hatinya seraya mengambil sendok yang baru kemudian mencicipi masakannya.


"Apanya yang aneh?,ini enak kok dan pas rasa bumbunya.Apa lidah Pak Khaffa bermasalah,hemh?.Baiklah kalo gitu,ga usah dimakan saja,biar aku buang atau jadiin santapan tikus saja!.".Cetus Anayra sambil mengambil piring makan Khaffa.


Dan Khaffa menatap piringnya yang melayang ditangan Anayra.


"Heiii kembalikan itu makananku!.".Pinta Khaffa sambil menarik piringnya lalu meletakkannya kembali dimeja.


"Katanya aneh rasanya jadi sebaiknya ga usah dihabiskan!.Aneh tapi kok sisa sedikit,anda juga tadi lahap sekali makannya.".Oceh Anayra menghujani Khaffa dengan sindiran.


Tapi Khaffa tidak menghiraukannya malah khusyuk lagi memakannya sampai habis tidak tersisa sebutir nasi pun.Piringnya benar-benar kosong dan bersih.Tapi untungnya la tidak menjilati bumbu yang menempel dipiringnya itu.


"Dengar!.Kamu ga lulus uji jadi mulai besok selama sepekan harus memasak setiap hari disini.Untuk sarapan pagi,makan siang dan makan malam.Tapi ingat!,menunya harus beda dan ganti-ganti.".Titah Khaffa sambil bersidekap dengan perut kekenyangan dan hatinya tersenyum puas dengan cita rasa masakan Anayra.


Membuat Anayra terkesiap mendengarnya,karena hasil kerja kerasnya tidak lulus dan Khaffa malah menyuruhnya membuatkan makanan untuknya selama seharian penuh.Apalagi la harus melakukannya selama sepekan.Seketika Anayra naik pitam dan dadanya bergemuruh.


"Apaaa?,kenapa bisa ga lulus?.Jelas-jelas tadi aku liat sendiri kalo anda keliatan begitu menyukai masakanku sampai memakannya hingga habis.Liat itu piringnya sampai bersih gitu!.".Ucap Anayra sambil menunjuk piring yang sudah kosong bekas makan Khaffa.


"Aku terpaksa memakannya karena lapar.Masakanmu terlalu biasa jadi kamu harus lebih pintar dan kreatif lagi!.Kamu bisa kan searching di internet cara memasak menu ala-ala chef diRestoran terkenal!?.".Ucap Khaffa beralasan sambil melipat tangannya.


"Maaf,aku ga bisa pak!.".Ucap Anayra sambil menggelengkan kepalanya.


"Ckkk,kamu lupa kalau jaman sekarang ini tekhnologi sudah canggih dan ga perlu susah payah untuk mengikuti 'cooking class'.Tinggal klik diaplikasi ponselmu maka kamu bisa belajar disitu.Mudah kan dan ga usah repot harus keluar masuk tempat kursus!?.".Dalih Khaffa menimpali dengan santainya.


Tetapi membuat Anayra mengerutkan keningnya karena Khaffa gagal paham dan tidak mengerti maksudnya.Bukan kesana tujuan arah perkataannya.


"Itu benar Pak!,aku juga udah tau soal itu jadi ga harus diingetin lagi.Tapi yang jadi masalahnya sekarang ini,sebab aku kerja Pak.Gimana bisa aku melakukan itu semuanya?.".Protes Anayra dengan raut wajah kesal dan nada marah.


Tetapi bukan Khaffa namanya jika tidak bisa menjawab pertanyaannya.Selalu punya banyak kosakata bahasa untuk membalas kata-kata Anayra.


"Besok kamu pasti masuk siang kan?,jadi kamu bisa datang pagi-pagi kemari dan memasak disini!.Untuk makan siangku,kamu bisa membawanya dan mengantarkannya keruanganku!.Dan untuk makan malamku,kamu bisa memasukkannya kekotak makanan lalu menyimpannya di lemari pendingin,aku akan menghangatkannya sepulang kerja nanti!.".Khaffa berargumen untuk menyudutkan Anayra dengan raut wajah serius seperti seorang guru menjelaskan pelajaran pada anak didiknya didepan papan tulis.


Tanpa henti dan menyerah Khaffa terus mencari alasan supaya bisa mengerjai Anayra dan membuatnya kesal.Sedangkan Anayra sontak tercengang mendengar rentetan daftar permintaan Khaffa,matanya membulat sempurna dan bibirnya terbuka lebar.Kemudian memijat-mijat pelipisnya karena kepalanya terasa pusing dan berputar-putar.Anayra mengerti yang dimaksud Khaffa dan itu bisa diartikan jika la harus memasak dalam porsi lebih banyak.


Wahhh parah nih orang,ga punya hati kali ya!?.Tega banget nyuruh aku masak buat makannya selama sehari penuh dan selama seminggu pula.Ishhh hatinya kayaknya hilang digondol kucing...Rutuk Anayra dalam hatinya sambil mendengus kesal dan memandangi Khaffa dengan pandangan benci dan juga marah.


Seketika Anayra berpikir bahwa Khaffa benar-benar pria berhati dingin karena tega menyiksanya dengan permintaan konyolnya.Dia merasa diperbudak oleh Khaffa dan apalagi la harus melakukannya selama sepekan.Kemudian Anayra geleng-geleng kepala dan tidak habis pikir karena Khaffa tega melakukan itu padanya.


''Kenapa diam?,apa kamu menolak permintaanku?.".Tanya Khaffa sambil menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Namun Anayra malah bergeming seraya menatap Khaffa dengan sengitnya dan memasang raut wajah garang.Alih-alih membuat Khaffa takut,Khaffa malah tertawa senang dalam hatinya melihat ekspresi wajah Anayra.


Hahaha...Garang tapi cantik.Semakin dia marah malah semakin lucu wajahnya.Bikin gue gemas liatnya...Gumam Khaffa dalam hatinya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Ok,baiklah!.Kalau kamu ga mau melakukan itu maka kalau begitu,aku akan mengganti hukuma-...".


"Baiklah.".Jawab Anayra spontan dengan lemah seraya tertunduk pasrah.


Sudut bibir Khaffa terangkat keatas karena merasa berhasil membuat Anayra takluk dan tunduk padanya.Dan Anayra tidak mau berdebat lebih lama lagi dengan Khaffa karena percuma dan sia-sia saja sebab Khaffa tidak akan mau mengalah.Dan lagi energinya seperti terkuras habis setiap berdebat dengannya.


Sesaat kemudian Anayra meninggalkan ruang makan dengan langkah gontai menuju sofa diruang tamu karena merasa lelah dengan yang dialaminya saat ini.Bagaimana tidak,setelah pulang bekerja lalu la harus disibukkan mengurusi masakan untuk makan Khaffa.


Tanpa seijin tuan rumah la menghempaskan tubuhnya duduk disofa seraya bersandar.Kepalanya berdenyut terus dan matanya juga terasa berat,ditambah perutnya kosong karena terakhir la makan tadi siang saat jam istirahat saja.


Tidak kuasa lagi menahan rasa kantuknya dan tanpa disadarinya tiba-tiba tertidur lelap disofa.Sedangkan Khaffa masih bergeming ditempat duduknya,la tersenyum penuh kemenangan dan tertawa puas karena Anayra sudah bisa dikendalikan olehnya.Kemudian beranjak membereskan benda-benda dimeja makan dan mencuci piring kotor bekas makannya.


Sementara ditempat lain.


"Assalamu alaikum,ada apa Mi?".


''Waalaikum salam,Khai' apa abangmu bikin pesta dan ngundang teman-temannya untuk makan bersama diapartemennya?.".


Pesta?,setauku enggak kok Mi!.Abang dan kak Riccy ga cerita apa-apa tuh!.Tapi Abang tadi sore pulang ke apartemennya!.Memangnya kenapa Mi**?."


"Tadi pagi Abang telepon Mami dan minta mami membelikan bahan-bahan masakan yang lengkap.Tapi setau Mami,Abang kan ga punya ART dan biasanya ngajak teman-temannya makan diluar juga.".


"Sejak kapan Abang punya teman?,cuma kak Riccy yang kuat didekatnya.Kalo dulu sih iya Abang punya banyak teman waktu masih kuliah."


"Ya sudah,ga usah dipikirkan!.Itu urusan Mami dan kamu fokus kerja saja!.Assalamu alaikum?.".


"Waalaikum salam."


Tuttt.


Rena langsung menutup panggilan ponselnya.


"Kenapa ya kira-kira lalu buat apa beli itu semua?.Apa dia punya ART sekarang?,tapi ga mungkin,dia pasti memintaku mencarikan ART untuknya.".Ucap Rena menerka-nerka dengan alis saling bertaut tanda berpikir keras.


Dia duduk disofa ruang keluarga sambil terheran-heran memikirkan ulah putra kesayangannya yang tidak seperti biasanya dan merasakan ada yang janggal dengan sikapnya itu.


"Entahlah,aku ga bisa menebaknya.Ughhh,kepalaku jadi pusing mikirin dia.".Gumamnya sembari menggedikkan bahunya lalu memijat-mijat kepalanya yang terasa berkunang-kunang.


***


Khaffa POV.


Cantik...


Kata itu yang terbersit dibenakku saat menatap wajahnya ketika tidur ataupun ketika terjaga.Aku merasa tidak bosan menyusuri lekuk wajahnya yang nyaris sempurna.Bulu matanya yang lentik,hidungnya yang mancung dan bibirnya yang mungil dan tipis.


"Sungguh indah ciptaanMu!.Tapi sayang sikapnya brutal dan keras kepala.".Gumamku lirih sembari menghela nafasku.


Tapi aku yakin dibalik sikap brutalnya tersimpan kelembutan,kebaikan dan kehangatan.Aku bisa merasakannya meskipun sikap itu tidak diperlihatkan dengan jelas padaku.


Aku mulai berpikir...


Mungkin hanya padaku saja dia bersikap keras seperti itu dan mungkin itu salahku juga karena selalu membuatnya merasa kesal dan marah.Selalu membuatnya kesulitan juga ditempat kerja.


Tapi entah kenapa aku sangat menyukainya?,dan bahkan merasa senang saat bersamanya.Rasa lelahku,rasa jenuhku dan rasa kesepianku hilang seketika setiap didekatnya.


Dia mampu mengalihkan duniaku yang tanpa warna menjadi berwarna,duniaku yang gersang menjadi sejuk,duniaku yang tandus menjadi subur dan duniaku yang redup menjadi terang.


Cinta...


Apakah aku mulai merasakan itu?.Mungkin,meskipun masih gamang dan samar.


Jika benar...


Apakah aku mampu menggapai hatinya?.Apakah aku bisa memilikinya?.


"Entahlah!.".Gumamku pelan sembari menggedikkan bahu ku.


Tetapi kuharap bisa!.


*End.


Author POV.

__ADS_1


Sembari duduk termangu ditepian meja tamu,Khaffa menyilangkan kedua tangannya.Dia tidak berhenti menatap wajah Anayra yang terlelap tidur disofa tanpa berniat mengganggu dan mengusiknya atau membangunkannya.


Tangannya mulai usil bergerak ke wajah Anayra lalu menyibak helaian anak rambut yang menutupi wajahnya dengan pelan karena takut Anayra terbangun dan seketika pemandangan indah yang dilihat didepannya akan terusik.Dengan kata lain,la masih betah dan ingin berlama-lama memandangi wajah Anayra.Karena saat Anayra terjaga la tidak akan bisa melakukannya dengan leluasa.


Senyum merekah terbit dibibirnya.


"Kamu tidur nyenyak sekali,aku iri liat kamu tidur kayak gini.Apa cuma aku yang pernah liat kamu begini?,atau ada orang lain selain aku?.".Khaffa bergumam sendiri seolah berbicara pada Anayra yang sedang terpejam.


Dan tanpa terusik sedikit pun.Anayra malah asyik berpetualang di alam mimpinya.


"Haaahhh...Dasar gadis ceroboh!.Heiii,apa kamu ga takut tidur disembarang tempat?,ditempat asing dan bersama seorang pria juga!?.Apa kamu ga takut nanti aku melakukan hal yang ga senonoh sama kamu?.".Sambungnya memprotes sikap Anayra sambil menarik satu alisnya keatas dan berkacak pinggang.


"Ck,ck,ck.Galak tapi naif!.".Seraya geleng-geleng kepala dan kening berkerut.


Terheran melihat Anayra yang tertidur pulas begitu saja disembarang tempat.Khaffa khawatir jika Anayra melakukan itu ditempat lain.Karena la tidak munafik jika hasrat dan nalurinya sebagai seorang lelaki dewasa sangat tertarik pada Anayra.Tapi la bisa menahannya dan mengendalikan hawa nafsunya sebab Anayra sama seperti lbu dan adiknya.Sama-sama wanita yang harus dihormati,dihargai dan dilindunginya.


Khaffa sadar jika la terlahir dari rahim seorang wanita atau ibu maka dari itu la harus menjaga kehormatannya.Kemudian la beranjak lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil selimut.Berbalik kembali ketempat semula dan berinisiatif menyelimuti tubuh Anayra.


"Mmmh...".Anayra melenguh sambil menggerakkan tubuhnya.


Greppp.


Spontan dan dengan gerakan cepat Khaffa menahan kepala Anayra dengan kepalan tangannya yang besar dan kekar karena hampir mengenai lengan sofa.


Deg,deg,deg.


Jantung Khaffa tidak terkontrol saat wajahnya berdekatan dengan wajah Anayra.Bibir Anayra yang tampak terasa manis dengan polesan lipbalm seperti melambai-lambai menggodanya.


Glekkk.


Kemudian menelan salivanya dengan susah payah lalu mengerjapkan matanya untuk mengusir imajinasi liarnya dan buru-buru mengambil bantal sofa lalu merebahkan kepala Anayra dibantal itu.Dengan perlahan dan lembut meluruskan kakinya yang terjuntai kebawah.


"Lama-lama gue bisa gila kalo kayak gini terus.Gadis ini benar-benar nguji nyali gue!.Huuuh...".Umpat Khaffa sambil sambil menghela nafasnya lalu berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan Anayra makin terlelap tidurnya dan sibuk dialam mimpinya.Kehangatan selimut membuatnya semakin nyaman dan tidak mau mengakhiri mimpinya tanpa menghiraukan dimana la sekarang berada.


Hari semakin larut dan gelap.Jam pun sudah menunjukkan pukul 21:45 malam.Tetapi Anayra belum juga menunjukkan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya.Dan Khaffa sudah berganti pakaian sejak tadi.Bahkan sekarang ikut terlelap disofa seberangnya berbalut selimut.


Khaffa setia menemani Anayra disofa hingga tidak terasa sampai ketiduran.Mereka tertidur diperaduannya masing-masing dengan lelapnya.Suara nafas mereka saling bersahutan terdengar syahdu diruangan yang hening dan sepi itu.Niat Khaffa untuk menunggu Anayra hingga terbangun tidak berhasil dilakukannya dan malah ikut tertidur.


***


Suara kicauan burung-burung saling bersahutan saat fajar telah menyingsing.


"Huaaah...".Anayra menguap lalu menggeliat kemudian mengerjap dan memicingkan matanya saat merasakan silau oleh cahaya lampu.


"Kamarku kok jadi berubah bagus?.Apa aku mimpi atau lagi halu?.".Gumam Anayra sambil mengedarkan pandangannya.


Sesaat kemudian membuka matanya lebar-lebar saat tersadar seraya menatap langit-langit ruangan yang terasa berbeda dengan yang ada dikamarnya.


"Hyaaa...".Berteriak histeris sambil terduduk.


"Ada apa?.".Khaffa terperanjat kaget mendengar teriakkan Anayra sambil memandangnya dengan raut wajah panik.


"Ppak Khaffa,kenapa a-aku ada disini?.".Tanya Anayra keheranan.


Anayra tidak ingat karena baru bangun.


"Huuuhhh...Kukira ada maling!?.Kamu ketiduran disini!.".Jawab Khaffa santai lalu mengusap wajahnya.


"Apaaa?.Gimana bisa?.".Pekik Anayra bertanya ditengah kesadarannya.


Saat Anayra melihat jam ditangannya,waktu sudah berada diangka 07:35 dan terlonjak kaget karena hari sudah pagi.Dia mulai panik dan kebingungan seketika pikirannya kacau dan tidak tahu harus berbuat apa.


Gawat udah pagi nih!.Ishhh,dasar ceroboh kamu Nay'!.Malu-maluin aja,gimana bisa kamu ketiduran disini?... Rutuknya dalam hati.


Dan Khaffa terkekeh geli saja melihat ekspresi wajah Anayra yang lucu dan menggemaskan saat bangun tidur sambil duduk menopang kakinya dan melipat tangannya.Merasa senang melihat pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya.


Disaat yang sama.


Tittt,tittt,tittt.


Suara kode pintu ditekan.


Cklek.


Pintu dibuka oleh seseorang kemudian berjalan masuk kedalam dengan langkah panjang.

__ADS_1


"Abaaang siapa dia?.Apa yang kamu lakukan sama dia?.".Teriak seorang wanita cantik paruh baya tiba-tiba datang dan berdiri didekat ruang tamu melihat kearah mereka.


__ADS_2