
Dikediaman keluarga Andika Alyandra.Anayra membantu Bi Diah memasak didapur untuk makan malam bersama.Ini pertama kalinya memasak dan terjun langsung kedapur dirumah itu sebagai seorang menantu.
"Honeyyy jangan sentuh pisau itu!.Cepat letakkan dimeja!".Seru Khaffa saat Anayra sedang mengiris bawang-bawang.
Khaffa datang dari arah samping kanannya tiba-tiba mengagetkannya.
"Kenapa?,apa aku salah ambil pisaunya?.Harusnya yang mana?.".Anayra balik bertanya sambil mengacungkan pisau kearahnya saat Khaffa menghampirinya.
"Bukan begitu!.Letakkan saja pisaunya hon',kamu mau menusukku dengan pisau itu ya?.".Khaffa memberi kode dengan tangannya menyuruh Anayra meletakkan pisaunya.
Segera dituruti Anayra dan diletakkannya dimeja sembari mengerutkan keningnya.Bingung dengan permintaan Khaffa.
"Apa tanganmu baik-baik saja sayang?,ga ada yang luka kan?.Kenapa malah kedapur bukannya duduk santai saja disofa.".Sembari mengamati jari-jari tangan Anayra.
Tampak cemas dan khawatir.Namun sikapnya membuat Anayra kebingungan.Sedangkan Bi Diah didepan kompor gas sedang memasak menu yang lain terkekeh geli melihat reaksi Khaffa yang berlebihan.
"Baru kutinggal sebentar sudah pergi saja.Tadi aku mencarimu ke kamar nyatanya ada disini.".
Setelah berjamaah melaksanakan ibadah magribnya tadi dimushola kecil dikediaman keluarganya.Khaffa keluar mengambil laptopnya dimobil yang terpakrir dihalaman rumah dan meninggalkan Anayra sendirian diruang keluarga.
"Tanganku ga papa!.Aku bosan kalo cuma duduk-duduk santai saja!.".Sembari memandangi wajah tampan Khaffa dihadapannya yang terlihat khawatir.
"Tapi aku takut nanti tanganmu terluka Honey.Biar Bi Diah yang nerusin itu!.Tinggal ngiris bumbunya kan?.Honey,dengarkan aku!,kamu ga boleh memasak apalagi pegang pisau.".
"Memangnya kenapa?,aku kan udah biasa.Lagian udah biasa kok tergores pisau juga.".Kilah Anayra sambil merengut karena Khaffa mengganggunya.
"Itu dia hon',aku ga mau kamu tanganmu kena goresan pisau dan berdarah.Ayo ikut aku,kita nonton film saja!.".Ajak Khaffa sambil menggamit lengan Anayra.
Sembari mendesis Anayra berkata.."Hisss kamu lebay sayang.Tanggung tinggal sedikit lagi,kasian Bi Diah masak sendirian.".Dengan nada kesal namun tak digubris Khaffa.
Khaffa trauma melihat jari-jari tangan Anayra terdapat banyak luka gores dan luka bakar.Dia melihat itu semua saat Anayra terbaring di ranjang rumah sakit dulu.Setelah Anayra menjadi istrinya,la lebih perduli dan perhatian lagi padanya.
"Ikuti saja perintah CEO!.".Tegas Khaffa saat Anayra enggan pergi sambil menggandengnya.
"Ini dirumah bukan diMall,jadi ga berlaku perintah CEO disini!.".Dengan wajah merengut.
"Dan lagi ibu pernah bilang kalo kerjaan itu jangan digantung nanti rejekinya setengah-setengah.".Sanggah Anayra sambil berjalan malas mengikuti Khaffa dengan langkah gontai menuju ruang keluarga.
"Tapi aku suamimu!.".Tegas Khaffa tak mau kalah membuat Anayra 'speechless'.
Sedangkan Bi Diah senyam-senyum sendirian sampai mengeluarkan setetes air dipelupuk matanya didapur melihat sikap Khaffa yang 'over protective'.
"Alhamdulillah,akhirnya Den Khaffa bisa menikah juga dan hidup bahagia bersama soul,soul,soul mate nya.walahhh,bilang itu aja kok susah banget sih!.".Keluh Bi Diah disela-sela masaknya sambil menyeka air matanya.
Bi Diah ikut merasakan yang mereka rasakan saat ini.Dia yang ikut andil mengurus kebutuhan Khaffa sedari remaja dan tahu wataknya.Sedari dulu la tahu perkembangan Khaffa dan yang terjadi padanya termasuk sepak terjangnya didalam dunia percintaan.
Diruang keluarga.
"Honey,relaks dan santai ok!?.Ga usah cemas soal itu!,uangku banyak.lngat!,suami mu ini CEO tampan dan kaya raya!.Harusnya kamu bersyukur bisa menjadi istriku dan nikmati saja posisi mu sebagai permaisuri dirumah ini,ok!.".Ucap Khaffa dengan percaya diri sambil mendorong tubuh Anayra kesofa diruang keluarga.
Harta kekayaan Khaffa sudah tak bisa dihitung lagi dengan jari.Kekayaannya berupa properti yang dihasilkan oleh jerih payahnya sendiri bukan hanya apartemen dan mobil saja,tetapi juga berupa emas batangan dan saldo rekening di bank yang nominal angkanya lebih dari 9 digit.Namun itu semua tak ada artinya jika tanpa adanya Anayra disampingnya.
Khaffa tak mau Anayra terluka atau lecet sedikitpun sehingga la menjadi lebih protektif lagi dan possesif terhadap Anayra.Rasa cinta dan sayangnya sudah mendarah daging dalam tubuhnya.Dia siap pasang badan jika hal buruk terjadi padanya dan bahkan rela menukar nyawanya demi keselamatan Anayra.
"Dihhh sombongnya,mau pamer ya!?.".Sembari mendelik dan membuang mukanya kesamping.
"Sombong sama istri sendiri boleh kan?.".Ucap Khaffa dengan mata genitnya sambil duduk bersimpuh dihadapan Anayra.
"Honey dengar ya sayang!,semua yang kumiliki adalah milikmu sekarang.Bagiku kamu lebih penting dan berharga dari semua yang kumiliki saat ini.Kehilangan harta masih bisa dicari,tapi jika harus kehilanganmu,aku ga sanggup hon'!.Tanpamu disisiku membuat hidupku akan menjadi hampa dan sama saja bagaikan manusia tak bernyawa,jadi lebih baik aku mati daripada harus hidup tanpamu.".Tangan Khaffa membelai pipi Anayra dengan lembut sambil menatapnya lekat penuh cinta dan kasih sayang.
Hati Khaffa sudah lama kosong dan tak bertuan selama beberapa tahun terakhir ini.Tentunya menjadikan Anayra seseorang yang istimewa dihatinya dan gadis pertama yang dicintainya setelah masa kesendiriannya tanpa kehadiran seorang kekasih.walaupun Anayra gadis kedua setelah kekasih terdahulunya namun Anayra cinta sejatinya.
"Sedalam itukah cintamu padaku sayang?.Apa kata-kata mu Itu jujur dari lubuk hatimu yang terdalam?.".Sembari melingkarkan tangannya dileher Khaffa yang sejajar dengannya.
Dengan cepat diangguki kepala oleh Khaffa.
"Benar,apa kamu ga percaya honey?.".Sembari memandangi wajah istrinya dengan intens.
"Kalau aku percaya suamiku,itu namanya musyrik!.Ppft...".Kelakar Anayra sambil menutup mulutnya saat menahan tawanya.
"Ckkk,kamu selalu saja becanda kalau aku lagi serius!.".Ucap Khaffa sambil menurunkan tangan Anayra lalu dicondongkan kepalanya.
"Oh my Gosh!.Mataku yang suci ini jadi ternodai tau!.".Pekik Khaira sambil membuang mukanya kesamping saat Khaffa nyaris menci*m bibir Anayra.
Tiba-tiba Khaira datang dari arah pintu masuk sepulangnya menemui Lefrand tadi taman.Mendengar suara Khaira yang melengking membuat Khaffa dan Anayra tersentak kaget.Buyarlah kemesraan mereka berdua padahal Anayra sudah memejamkan matanya saat bibir Khaffa tinggal satu senti saja.
"Ckkk,mengganggu saja!.Ucapkan salam kalau masuk rumah tuh!.".Ucap Khaffa dengan kesalnya.
Sedangkan Anayra tertunduk malu kepergok hampir berci*man oleh adik iparnya diruangan terbuka.
"Maaf,heee...Assalamu alaikum?.".Seraya berjalan menghampiri mereka.
"Waalaikum salam.".Jawab Khaffa dan Anayra.
__ADS_1
"Kakak-kakak ku,apa kalian suka dengan hasil karyaku dan Mami?.Abang ayo bilang makasih padaku!,hati Abang pasti senang kan kamarnya dihias kayak kamar pengantin baru ala-ala dihotel.".Ucap Khaira sambil menaik turunkan alisnya menggoda mereka.
"Makasih ya Khaira,cantik sekali hiasannya.Kami suka banget!.".Jawab Anayra sambil tersenyum manis.
Sedangkan Khaffa memberinya acungan jempol tanpa berkata-kata.
"Sama-sama.Aku keatas dulu ya mau bersih-bersih.".Ucap Khaira sambil mengedipkan matanya kanannya lalu pamit kekamarnya dilantai atas.
Setibanya dikamarnya,la langsung menghempaskan tubuhnya ditempat tidur.
"Benarkah aku kekasih kak Lefrand sekarang?.Ya ampun,kami udah jadian,ini kayak mimpi.Huuuu...Senangnya!.".Pekik Khaira sambil mengguling-gulingkan tubuhnya.
Senang dan berbunga-bunga hatinya.Akhirnya cintanya dibalas Lefrand dan la juga tahu ternyata tak bertepuk sebelah tangan cintanya.
Beberapa waktu sebelumnya.
Ditaman,Khaira langsung menepikan mobilnya dibelakang mobil Lefrand setibanya disana.Dan dengan cepat Lefrand keluar dari mobilnya setelah menunggu kedatangannya sedari tadi.Dia lebih dulu tiba disana dan menunggunya didalam mobil dengan hati tak tenang.
"Maaf!.".Ucap Lefrand tanpa basa-basi lagi saat Khaira baru keluar dari mobilnya.
"Untuk?.".Tanya Khaira pada Lefrand yang berdiri dihadapannya.
"Tadi aku mempermalukanmu dan memaki mu seperti orang gila!.Kamu pasti terkejut dengan sikapku dan tersinggung oleh ucapanku kan?.".Dengan tatapan sendu menatap Khaira mengakui kesalahannya.
Perasaannya menyesal atas perlakuannya tadi diRestoran.Rasa cemburu yang membakar hatinya ternyata membuat isi kepalanya tak bisa berpikir secara jernih.
"Iiya,ehhh enggak juga deng,heee...".Sembari cengengesan.
Kenapa gue jadi kikuk gini sih?...Batin Khaira sambil memeluk tubuhnya sendiri dengan erat merasa kedinginan.
Bibir Lefrand tersenyum tipis melihat ekspresi wajahnya dan bernafas lega karena Khaira tak marah padanya.Namun khawatir saat melihat kondisi Khaira yang menggigil.
"Udaranya dingin,ayo kita bicara didalam.".Sembari menunjuk pintu belakang mobil Khaira paham yang dirasakannya.
Khaira mengangguk mengiyakan dan menuruti permintaannya.Dengan sigapnya Lefrand membuka pintu mobil untuknya.Tubuh Khaira menegang dan gugup sampai ditekuk kepalanya saat Lefrand menatapnya lekat-lekat ketika duduk disampingnya.
"Apa kabar Khaira?.Maaf aku sampai lupa basa-basi!.".Seloroh Lefrand dengan lembut.
Terakhir kali bertemu dengannya saat pernikahan Khaffa dan Anayra.
"Bbaik kak!.".Sambil meliriknya sekilas.
"Apa kamu sudah menjenguk Alma dirumah sakit?.".
"Kemarin aku kerumah sakit tapi cuma ada orang tua Alma saja.".Ucap Lefrand.
Sembari menghela nafasnya."Hemhhhh...Aku ga nyangka nasib kak Alma akan jadi begini.Saat masih terpuruk ditinggal pergi kak Riccy yang pergi tanpa kabar,ga diduga malah berakhir tragis seperti itu.Untungnya masih bisa diselamatkan nyawanya!.".
Khaira dan Lefrand memang sudah tahu kejadian yang menimpa Alma.Namun Lefrand tak tahu pria yang merenggut kesuciannya.Walaupun la penasaran tetapi tak berani bertanya soal itu pada kedua orang tua Alma ataupun orang tua Anayra.
"Iyaaa benar.Pria itu benar-benar brengsek terutama yang sudah berani menodai Alma.".
Sembari tersentak,Khaira langsung menoleh padanya saat mendengar kata-katanya.Dia paham pria yang dimaksud Lefrand yang tak lain adalah kakak sepupunya.
"Iiya,memang begitu kurasa!.".Menanggapi sekedarnya tanpa mengungkap jati diri Daniel.
"Aku takut hal itu terjadi juga sama kamu.Tolong jangan asal percaya pada pria begitu saja!.Kamu jangan terlalu lugu dan polos,ok!.".
"Kkenapa?.".Khaira langsung memandangnya dengan wajah penasaran.
"Karena kamu penting dan berarti untukku!.".Ungkap Lefrand sambil menatapnya dengan sendu.
"Apaaa?.Ma mak sud kakak?.".
"Khaira,apa rasa itu masih ada untukku didalam hatimu?.Apa kata-kata itu masih berlaku sampai sekarang?.".
"Kenapa kakak tiba-tiba bertanya soal itu?.".Balik bertanya mengelak.
Pura-pura acuh dan cuek padahal hatinya terasa disengat aliran listrik.
"Sebenarnya...Aku juga menyukaimu!.Sejak awal kita ketemu ditaman ini pagi itu.Kamu menarik perhatianku tapi saat itu belum tumbuh rasa suka dihatiku sebab aku terlalu sibuk untuk mengejar Anayra.Tapi seiring berjalannya waktu setelah kita dipertemukan terus menerus waktu dipesta pernikahan Reza dan Kania rasa itu mulai ada.".
"Tapi cuma sebatas suka saja kan ga lebih sebab hati kakak masih untuk kak Anayra.".Cetus Khaira dengan nada iri dan ketus.
"Iya benar!.Aku akui awalnya memang begitu tapi setelah Anayra menikah dengan kakakmu bukankah secara otomatis harus mengikhlaskannya kan?.Aku pasrah dan menyerah karena kami ga berjodoh dan ga ditakdirkan untuk bersama.".Dalih Lefrand.
"Jadi kakak menganggapku pelarian saja karena ditinggal menikah.Hahhh,lucu sekali!.Nasibku sial banget jadi cadangan.".Menyindirnya dengan ketus.
"Apa kamu berpikir seperti itu tentangku dan menganggapku picik karena menjadikan mu pelarian cintaku?.".Sembari menarik satu alisnya keatas.
Dengan pelan Khaira menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.
"Kalau aku jatuh cinta padamu sekarang,apa kamu masih ga percaya dan menganggap kata-kata ku cuma gurauan?.".
__ADS_1
Jantung Khaira terasa berlarian kesana kemari saking bahagianya.Akhirnya la mendengar kata-kata itu juga dari mulut Lefrand.
Lefrand sudah bertekad dan mengikuti kata hatinya untuk melabuhkan hatinya pada Khaira.Dia tak mau mengulur waktu lagi dan tak memikirkan ancaman Rena saat ini.Hanya ingin memanfaatkan kesempatan yang ada sebelum pria lain hadir dihati Khaira.Dia takut kehilangan gadis yang dicintainya untuk yang kedua kalinya.
Sembari tercengang."Haaahhh...Aapa kakak yakin dan serius?.".
Memastikan jika yang didengarnya itu benar.
Sembari mengangguk mengiyakan."Hemh,aku serius dan yakin sepenuh hatiku.".Gumam Lefrand dengan jujur mengakuinya.
"Apa alasannya yang bisa membuatmu merasa yakin padaku?.Dan lakukan sesuatu yang bisa meyakinkanku!.".Sembari menatap Lefrand dengan tatapan menuntut.
Khaira percaya kata-katanya namun ingin mengujinya.Layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai,Retina mata keduanya saling beradu.
"Saat kita ga ketemu,aku merindukanmu.Rindu senyummu,suara tawamu,sikap pecicilan mu dan-...".
"Apa?,pecicilan?.Jadi selama ini kakak anggap aku pecici-...".Menyelanya dengan nada marah.
Ditanggapi serius oleh Khaira padahal Lefrand mengatakan itu hanya untuk menggodanya saja.
Cuppp.
Kalimatnya terhenti saat Lefrand mengecup pipinya.Sembari mulutnya menganga dan mata terbelalak,jantungnya kian berdebar kencang.
"Ke-kenapa kakak tiba-tiba mencium pipiku?.".Dengan pipi bersemu merah sambil menyentuh pipi kanannya yang basah dikecup Lefrand.
Gugup,kaget dan salah tingkah saat Lefrand mencuri ciuman pertamanya.
"Bukannya kamu memintaku untuk meyakinkanmu?.Apa itu ga cukup?,baiklah aku ulang disini ya!.".Sembari menyentuh bibir Khaira dengan jari telunjuknya.
"Dihhh,dasar mesum!.Gga usah,aaku percaya kok!.".Sembari mengibaskan tangan Lefrand.
Gugup bercampur takut perasaannya jika Lefrand akan melakukan itu.
"Kenapa?,kamu malu atau belum pernah melakukannya?.".Goda Lefrand sambil menyenggol lengan Khaira
Tertunduk diam saja Khaira menanggapinya.
"Wahhh,kalo gitu ini kecupan pertamamu ya?.Beruntungnya aku karena jadi pria pertama yang mencium mu,tapi sayang bukan di bi-...".
"Heee...Ga jadi,maaf!.".Sembari menggaruk tengkuknya saat dipelototi oleh Khaira.
"Khaira...Maukah kamu menerima cintaku?.Perasaanku ini tulus,murni dan nyata bukan pelarian karena patah hati oleh Anayra atau apapun alasa-...".
Khaira bergeming sembari berpikir.Memikirkan pernyataan cintanya namun sebelum Lefrand menyelesaikan kalimatnya,tiba-tiba mengejutkannya.
Cuppp.
"Itu jawabanku!.".Sembari mengecup pipi Lefrand untuk membalas cintanya.
Senyum lebar terukir dibibir Lefrand sembari menghela nafas lega.Sedangkan Khaira langsung bersembunyi dibalik punggung Lefrand karena malu.
"Thanks Khaira!.Kenapa harus sembunyi?,ayo tunjukkan wajah cantikmu!.".Goda Lefrand sambil terkekeh geli dan menarik pinggang Khaira yang ramping.
"Khaira,tapi kamu harus bisa bersabar!.Mungkin hubungan kita ga akan mulus dan lancar.".
Lefrand sudah yakin hatinya namun pesimis akan kelangsungan hubungan mereka saat teringat pada ancaman Rena,terutama Khaffa.
"Kenapa?.Apa karena Mami dan Abang?.".Dengan dahi mengkerut karena tahu yang dimaksud Lefrand.
"Hemh...Sampai tiba waktunya yang tepat,tolong rahasiakan dulu hubungan kita.Situasi dan kondisinya ga memungkinkan saat ini.Banyak hal yang terjadi tanpa kita duga.
"Tentu kak,aku mengerti soal itu!.Tenang saja,aku akan melakukan yang kakak minta!.".
Sebab la pun merasakan hal yang sama.Dia paham hubungannya takkan semulus jalan tol dan selancar air terjun di Niagara.Tetapi walaupun demikian hatinya sudah siap untuk menghadapi segala rintangannya.Baginya yang terpenting saat ini cintanya terbalaskan.
Menjadi kekasihnya saja sudah membuat hatinya bahagia saat ini apalagi menjadi istrinya.Tetapi Khaira belum berani berharap lebih.
"Baiklah,sebaiknya kamu pulang!.Keluargamu pasti cemas menunggumu pulang kerja!.".Saat melihat jam ditangannya.
Lefrand tahu jadwal masuk kerja Khaira dan kepulangannya.Diam-diam selama ini selalu mengawasinya dibasement dibalik kaca jendela mobilnya saat Khaira masuk dan pulang kerja hanya untuk melihat wajahnya.Tetapi la tak berani menghampiri Khaira walaupun saat mampir kebutik dan ketika melihat Khaira ada diMall.Memandanginya dari jauh saja tanpa berani mendekatinya.
"Haaa,iya benar!.Biasanya aku pulang sebelum jam makan malam!.Baiklah aku pulang dulu!,semua pasti menungguku dirumah.".
"Ayo!.".Sembari mengandeng tangan Khaira.
Khaira segera keluar setelah Lefrand keluar lebih dulu untuk pindah kedepan.Dengan manis dan lembutnya memperlakukan Khaira layaknya seorang permaisuri saat membukakan pintu mobilnya sampai Khaira duduk.
"Kak,aku pergi duluan!.Sampai jumpa lagi nanti ya!.".Ucap Khaira setelah menurunkan kaca jendela mobil saat duduk dikursi kemudinya.
Sembari mengangguk dan tersenyum."Hemh,hati-hati!.".Jawab Lefrand.
Tangannya terulur mengusap puncak kepala Khaira sekilas.Ditanggapi senyuman yang merekah oleh Khaira.Lefrand memandangi mobil Khaira hingga menjauh kemudian masuk kedalam mobilnya melanjutkan perjalanannya dengan wajah berseri-seri dan hati yang berbunga-bunga begitupun dengan Khaira.
__ADS_1