Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
121.Usaha yang tak sia-sia.


__ADS_3

Di kawasan elit.


Usai Alma diperiksa.Daniel membawa Alma ke rumah nya.Selama diperjalanan sunyi dan hening,Alma dan Daniel tak bersuara sedikit pun.Setibanya dirumah kediaman keluarga Daniel,Alma tak heran melihat rumah yang megah dan mewah Daniel.Setara dengan Khaffa,Daniel dari keluarga terpandang dan kaya.


Usai Daniel menepikan mobilnya dihalaman rumah.Daniel tetap didalam mobil,menunggu Alma yang terus bergeming ditempat duduknya.


Sekilas,Daniel mencuri pandang pada Alma."Kamu tau?.Aku tidak memiliki kekasih selama ini,bahkan tidak pernah membawa pulang gadis ke rumah untuk dikenalkan pada orang tua ku.".Mengungkapkan sedikit kesendirian nya saat ini.


Alma acuh tak acuh,dan melirik Daniel sekilas tanpa berkata-kata.


Sama sekali aku tidak tertarik kisah hidup mu...


Daniel tak perduli Alma tertarik atau tidak dengan kehidupan nya,tetapi yakin,Alma mendengarkan perkataan nya."Mama,Papa sangat berharap banyak pada ku dan kamu,Alma.Apalagi saat berpikir kamu mengandung benih ku,mereka sangat antusias dan bahagia.".Daniel tersenyum tipis,kala memikirkan kebahagiaan yang terpancar dari wajah orang tua nya.


Alma menghela nafas lega karena tak melakukan hal bodoh,dan bisa disesali seumur hidupnya."Jangan cemas,aku akan melahirkan anak ini.Itu keinginan mu saat ini,bukan?.".Pandangan mata yang semakin merendahkan diri Daniel.


Alma beranggapan,Daniel hanya tertarik dan memikirkan anaknya saja yang masih berupa segumpal daging itu.


Daniel menggelengkan kepala."Aku ingin kita berdamai dan menikah.".Tanpa nada paksaan atau menekan Alma untuk mau menerima nya.


Alma mempertimbangkan pernyataan Daniel,dan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengambil keputusan."Baiklah!.Mari kita menikah.Tapi,sampai bayi ini lahir.".Tanpa menoleh Daniel,dingin dan acuh.


Hati dan pikiran Alma hanya fokus untuk melahirkan anak dari Daniel,tidak pernah berharap lebih dari itu.


Keputusan Alma begitu mengejutkan Daniel,hingga matanya membulat dan menahan nafas sesaat.Daniel mengeratkan gigi-giginya,merasa stres dan frustasi saat niat baiknya disalah artikan Alma.Daniel pun menarik kesimpulan sendiri,jika Alma tak pernah mengharapkan kehadiran nya di hatinya,dan tak membiarkan nya masuk ke dalam kehidupannya.


"Alma,aku ingin kita membesarkan anak kita berdua,bersama-sama.".Daniel menghiba dan memohon untuk pertama kalinya pada seorang gadis,tanpa perduli akan tatapan Alma yang menilai dirinya rendah dan hina.


"Anak dari pria yang tidak pernah ku harapkan hadir dalam hidupku.Kamu pikir,aku akan merasa nyaman dan tenang hidup bersama mu,selamanya?.".Itu yang terbersit dalam benak Alma saat ini.


Alma membuat Daniel semakin rendah diri dan terlihat sangat payah dimata Alma,Daniel pun merasa dirinya tak berguna dan tak ada artinya bagi Alma."Apa aku tampak buruk dimata mu?.Kamu begitu sangat membenci ku?,hingga tidak ingin berlama-lama hidup bersama ku?.".Menatap lekat Alma yang terdiam.


Alma membalas dengan tatapan seakan melihat Daniel tampak menyedihkan dan menjijikkan di mata nya."Aku tidak pernah ingin hidup bersama pria yang tidak pernah ku cintai.".Aura yang dipancarkannya tampak tegas dan serius,dengan iris mata yang memicing tajam,mengintimidasi Daniel.


Daniel paham jika pria yang dimaksud Alma adalah dirinya.Daniel mengatur nafasnya agar tetap tenang dan bersabar.,Hati nya terasa sulit mengontrol diri saat menghadapi ujian yang diberikan Alma.


"Tapi kamu ibu dari anak ku,dan aku ayah dari anak yang kamu kandung.Darahku mengalir di dalam tubuh anak itu.".Daniel tak mau Alma melupakan itu.


"Benar!,dan hanya bayi ini yang kamu pikirkan dan yang orang tua mu inginkan,bukan aku!.".Alma tak bisa berpikir jernih,menganggap Daniel dan orang tuanya seperti itu.


Daniel tersenyum getir,Alma selalu berprasangka buruk pada nya dan orang tua nya."Pikiran mu picik dan dangkal.Aku dan orang tua ku tidak sejahat itu.Setelah mendapatkan anak itu,lalu menyingkirkan mu?.Seperti itu kah cara mu menilai kami?.".Tak terima dengan cara sudut pandang Alma yang menilai negatif dirinya dan orang tuanya juga.


"Kamu pikir,aku sanggup hidup bersama pria yang telah memperkosa ku?.".Alma tak kehabisan kata-kata untuk membuat Daniel tersudut dan menyerah.


Kata-kata Alma yang menohok,tak membuat Daniel menyerah,bahkan semakin tertantang untuk menaklukkan hati Alma."Alma,singkirkan pikiran buruk mu tentang aku!.Kamu tau?,sekalipun tidak pernah terlintas untuk menyakiti mu,dan tidak pernah berniat untuk melakukan itu,jika aku benar-benar sadar!.".Kejadian itu diluar kendalinya.


Alma pun menjadi flashback."Kamu masih mencintai Anayra?.".


Daniel bingung,harus menjawab iya atau tidak."Kamu tidak bisa membedakan antara cinta dan obsesi?.".Itu yang terlintas dipikirannya.


"Perbedaannya sangat tipis.".Menurut sudut pandang Alma.


"Benar!.".Daniel tak memungkiri itu.


"Jika bayang-bayang Anayra masih ada dalam pikiran mu,sebaiknya urungkan niat mu untuk menikahi ku.".Alma berpikir egois kali ini,tak mau menjadi yang kedua bagi Daniel,meskipun rasa cinta belum tersemat di hatinya untuk Daniel.


Daniel cukup senang dan tersenyum tipis.Alma menunjukkan rasa cemburu dan iri nya walaupun terlihat samar.Itu artinya,Alma ingin dinomor satukan oleh nya,dan Alma tak menyadarinya."Alma...Sekarang,kamu lah yang memenuhi ruang dihati ku,dan menguasai pikiran ku.".


"Kamu pikir aku percaya?.".Alma tersenyum miring,meragukan ucapan Daniel.


"Aku tidak meminta mu untuk mempercayai ku!.Aku hanya mengungkapkan perasaan ku pada mu.".Lidah Daniel terasa sulit untuk mengatakan cinta.


Daniel tak yakin jika dirinya telah jatuh cinta pada Alma atau tidak.Masih bingung,rasa itu bisa dikatakan cinta atau bukan?.Apakah hanya sebatas ingin memiliki Alma,atau hanya untuk menunjukkan rasa tanggung jawab dan rasa simpati nya pada gadis yang menjadi korban kebiadaban nya ini.Rasa cinta itu masih terasa mengambang dihati nya.Namun yang pasti,Alma telah merasuki seluruh ruang kosong di hati dan pikirannya.


Alma menatap sinis Daniel."Aku tidak akan pernah bisa menerima mu.".Tak pernah terbersit dibenak nya sedikit pun untuk mencintai Daniel,dan hidup bersama selamanya dengan pria perusak masa depannya.


"Aku tau.Hati mu tertutup rapat untuk ku.".Daniel menyadari itu,takkan bisa menjangkau hati Alma yang berselimut kabut kebencian pada nya."Alma,beri aku kesempatan untuk menebus dosa dan kesalahan ku!?.".Memelas agar Alma yakin dan percaya jika dirinya sungguh-sungguh menyesali perbuatannya.


Alma tertegun,memikirkan kata-kata yang tepat.Haruskah memaafkan dan mengiyakan lalu memberi Daniel kesempatan atau tidak?."Ayo temui orang tua mu!.Kurasa mereka sudah menunggu kabar baik dari kita.".Alma lebih memilih pergi dari pada menjawab pertanyaan Daniel.


Dingin nya sikap Alma,Daniel menjadi gemas dan bingung menghadapi nya.Entah harus bagaimana lagi meluluhkan hati gadis yang menjadi ibu dari darah dagingnya ini.


Namun menyimak dari perkataan Alma,Daniel senang karena Alma memberinya peluang.Daniel pun bernafas lega,usahanya meyakinkan Alma untuk tidak melakukan aborsi,tidak sia-sia.


Alma mengurungkan niatnya untuk menggugurkan janin dalam rahim nya saat dinyatakan benar-benar positif hamil,dan saat mendengarkan suara detak jantung janin yang memasuki usia 4 Minggu.Alma menjadi tak tega untuk membuang janin yang telah tumbuh,dan hidup didalam perutnya.Apalagi,Daniel sangat menginginkan dan menantikan kehadiran anak itu.


Ternyata dugaannya pun salah.Pikirnya,Daniel mendukungnya untuk melakukan aborsi dan tak mengharapkan anaknya dilahirkan ke dunia.

__ADS_1


Saat sore tiba.Khaffa pulang lebih awal dan lebih cepat.Sepulang dari kantor,Khaffa mengajak Anayra pergi ke suatu tempat.


Anayra tadi siang dihubungi Khaffa untuk datang ke kantor,dan untuk menyaksikan momen penting yang tak boleh dilewatkan Anayra.


Flashback on.


Diarea Teater di tengah kerumunan orang-orang.Khaffa meminta Nichole membawa Sera Novi ke sana.Disamping Khaffa berdiri ada Anayra,dan Nichole dibelakang nya.


Khaffa terlihat tampak berkuasa dan berwibawa saat berdiri dengan gagahnya dan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya."Kamu tau,kenapa aku menyuruh mu berdiri disana?.".


Sera Novi yang ketakutan saat berdiri dihadapan Khaffa,hanya menggeleng pelan tanpa berucap sepatah kata pun.Kaki dan tangannya bergetar,dan tubuhnya berkeringat saat melihat iris mata Khaffa yang mengerikan.Sera Novi pun bingung dan bertanya-tanya dibenaknya.Entah apa yang ingin Khaffa lakukan padanya.


Orang-orang disekitar teater,tertarik untuk menonton aksi yang jarang terjadi disana dan cukup menarik untuk disimak itu,ikut ricuh dan mengomentari.


"Honey,apa yang harus ku lakukan pada nya?.Kamu ingin aku menampar nya?,atau membuatnya jatuh tersungkur dilantai?,seperti yang dilakukan nya pada mu?.".Khaffa berbicara pada Anayra,namun matanya tertuju pada gadis dihadapannya.


Khaffa memberikan Anayra pilihan yang sulit,untuk memilih salah satu nya."Sayang,hentikan ini semua!,sikapmu berlebihan.Bisakah tidak dibesarkan dan tidak perpanjang masalah ini.Itu cuma salah paham.".Anayra tak mau mencari keributan yang melibatkan banyak orang untuk menyaksikan itu semua.


Honey,sayang.Apa mereka dekat dan berpacaran?...


Sera Novi kaget,tatkala mendengar panggilan Khaffa untuk Anayra,dan sebaliknya.


"Baiklah.Kamu tidak memberiku pilihan.".Khaffa membuang nafas panjang,Anayra tak bisa diajak kerja sama."Heiii,kamu.Sekarang berlutut dan minta maaf pada istri ku!.".Menunjuk Sera Novi yang bergeming,dan hanya menunjukkan ekspresi wajah terkejut-kejut saja.


Nafas Sera Novi seakan tercekat,dan jantungnya seakan berhenti berdetak kala mendengar satu kata yang terlontar dari bibir Khaffa.


Istri...Mereka sudah menikah?.Sejak kapan?...


Hatinya mempertanyakan hubungan Khaffa dan Anayra yang baru didengar dan diketahui nya sekarang.


"Kau tidak mendengar ucapan ku?.".Khaffa geram,Sera Novi malah terdiam bukannya melakukan perintahnya.


Sera Novi terhenyak oleh suara tenor Khaffa,saat tengah menatapi Anayra dan Khaffa.Spontan Sera Novi duduk bersimpuh dihadapan Anayra."Maaf!.Aku telah melakukan kesalahan.Tapi kumohon,maafkan aku!.Aku berjanji,tidak akan mengulanginya.".Rasa percaya diri nya hilang seketika,tergantikan rasa malu yang tak terelakkan lagi.


Obsesi Sera Novi pun lenyap dan sirna untuk mendapatkan hati dan cinta Khaffa,tatkala mengetahui bahwa Anayra istri Khaffa.Kini yang tersisa,hanya rasa sakit dihatinya karena patah hati.Harapannya untuk dapat memikat Khaffa pun,telah kandas.


Anayra bingung dan serba salah.Tak ingin hanya menjadi penonton saja,tetapi tak ingin membuat Khaffa semakin meradang amarahnya,jika melakukan sesuatu tanpa seijin Khaffa.


"Kamu pikir,aku akan memberimu kesempatan dan memiliki banyak waktu,disini?.".Khaffa mengungkapkan kata-kata yang terdengar ironis dan klise oleh telinga Sera Novi.


"Mmaaf!,aapa maksud anda,Pak?.".Sera Novi benar-benar tak mengerti maksudnya.


Sera Novi semakin terintimidasi oleh gertakan Khaffa dan mengalihkan pandangannya ke bawah."Maaf!.".Tak berani mengucapkan kata lain lagi selain itu.


"Jika istri ku tidak memaafkan mu?.Maka akan tamat riwayat mu!.".


Tak ayal,Sera Novi menjadi gusar dan putus asa.Suasana disekitar pun berubah menjadi senyap,seketika.


Anayra tak bisa berdiam diri lagi saat kemarahan Khaffa mencapai puncaknya,tangan Khaffa digenggamnya erat-erat."Sayang,jangan melakukan apapun pada nya!.Aku sudah memaafkan nya.Kurasa memecatnya lebih baik.".Anayra takut Khaffa kehilangan kendali dan tak mengontrol emosi nya hingga melakukan sesuatu yang buruk pada Sera Novi.


Khaffa berniat menindas dan melakukan kekerasan fisik pada Sera Novi.Jika saja Anayra tak menghalanginya,Sera Novi tentunya akan menjadi korban kemarahan Khaffa.


Mendengar istrinya membujuk nya,amarah Khaffa pun agak mereda."Kamu terlalu melunak,honey.".Menatap istrinya sekilas,dan fokus kembali pada gadis yang ditindasnya."Kamu beruntung kali ini,karena istriku memaafkan mu.".


Saat mendengar ucapan Khaffa,ketakutan Sera Novi perlahan mulai berkurang.Anayra menghela nafas panjang,hatinya merasa lega bisa meluluhkan hati Khaffa.


"Nichole,seret gadis ini keluar.Pastikan dia tidak menginjak gedung ini lagi.".Tatapan garang Khaffa tetap tertuju pada Sera Novi.


Sera Novi tertunduk lemah dan pasrah saat mendapat peringatan keras dari Khaffa.Nichole menarik paksa tangan Sera Novi dan secara kasar agar berdiri.Menyeretnya keluar dari tempat itu,tanpa perlawanan dari Sera Novi sedikit pun.


Itulah konsekuensi yang harus diterima Sera Novi jika berurusan dengan orang terdekat Khaffa.


Flashback off.


Anayra memandangi rumah yang dekorasi ruangan nya terbuat dari kayu jati."Dimana ini?.".


"Villa milik keluarga Papi.".Khaffa mendekap erat Anayra dari belakang yang berdiri didepannya.


"Kita akan bermalam disini?.".Pasalnya Anayra tak membawa persiapan apa pun.


"Hanya malam ini.Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu tanpa gangguan apapun.".Khaffa teringat akan kekonyolan Khaira yang dilakukan hampir setiap malam,sebelum Khaira tidur dan pagi hari,saat Khaira siap-siap berangkat kerja.


Anayra mengerti yang dimaksud Khaffa."Khaira anak baik.".Selama tinggal bersama dalam satu atap,Anayra semakin dekat dengan Khaira dan sangat mengenal karakter adik iparnya.


"Tapi dia selalu menganggu ketenangan ku dengan suara nyanyian nya yang terdengar seperti suara cicitan burung.".Khaffa jengah,Khaira selalu mengusik ketenangan nya dengan suara nyanyian Khaira yang melengking tinggi.


Kamar Khaffa dan Khaira berdampingan,secara otomatis bisa mendengar Khaira jika pintu kamar Khaira terbuka.Meskipun kamar Khaffa kedap suara,tetapi bisa mendengar suara-suara diluar.

__ADS_1


Anayra hanya tersenyum saja menanggapinya."Kurasa dia sedang jatuh cinta,dan selalu terlihat bahagia.Senyumnya terus mengembang saat aku melihat nya berbincang ditelepon,dan berkirim pesan.".Anayra sering memergoki Khaira di kamarnya yang pintunya selalu terbuka,tengah asyik dengan ponselnya sembari rebahan di tempat tidur.


"Mungkin.Tapi Khaira tidak pernah membahas tentang pria mana pun.".Setahu Khaffa.


"Sebaiknya cari tau!,tapi jaga privasi nya dan jangan mencampuri urusan pribadinya.Cukup tau saja dengan siapa dia dekat,pria itu baik atau tidak untuk Khaira?.".Anayra mengusulkan demi kebaikan Khaira.


"Kamu sangat pengertian,honey.Aku tidak pernah salah memilih mu.".Khaffa mengecup pipi Anayra sekilas.


"Sayang,kenapa harus melakukan itu,tadi?.".Anayra membahas kejadian di teater disaat Khaffa mengintimidasi Sabrina.


"Aku hanya ingin memberi nya pelajaran.".Khaffa terlalu mencintai Anayra hingga siapa pun yang menyakiti istrinya,akan berurusan dengan nya.


"Tapi bukan berarti harus memperlakukan nya kasar dan mempermalukan nya didepan orang banyak.".Anayra berbalik kearah Khaffa dan menatap nya.


"Aku tidak suka bersikap lembut dan baik,saat menangani siapa pun yang berani bersikap lancang dan kasar pada mu.".Sebagai suami,Khaffa mencoba bersikap protektif pada Anayra,sang istri.


Anayra sangat mengenal baik karakter suaminya,dibalik sikap dingin dan acuh Khaffa,tersimpan sisi kejam nya.


"Aku hanya tidak mau sesuatu yang buruk terjadi nantinya.Aku melihat kebencian dan amarah dimatanya.".Saat Sera Novi akan pergi,Anayra melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan Sera Novi pada nya dan Khaffa.


Rasa marah dan benci tampak menyelimuti aura wajah Sera Novi.


"Kamu pikir,aku akan diam saja tanpa melakukan apapun jika seseorang berniat menyakiti mu?.".Khaffa akan selalu siap siaga."Aku tidak segan,melawan binatang buas sekali pun.".


Anayra berdecak tak percaya."Kamu mengerikan.Aku tidak suka kekerasan yang dilakukan pria pada wanita,sebab pria selalu tidak mengontrol emosi nya.".


"Hatimu terlalu lembut dan lunak.Tapi,saat berhadapan dengan ku,kamu buas.".Tanpa beban,Khaffa tersenyum lebar usai menggoda istrinya.


Anayra mendesis,dongkol dengan tanggapan Khaffa terhadapnya."Sebaiknya aku menyiapkan makanan untuk kita.".Pergi ke dapur lebih baik daripada meneruskan percakapan yang nantinya akan berujung perdebatan.


"Aku lapar honey,buatkan makanan yang lezat untuk ku!.".Khaffa mengekori Anayra dan berdiri disampingnya.


"Kita lihat!,apa yang bisa kita makan?.".Dibuka Anayra lemari pendingin yang sudah disediakan oleh penjaga villa,dan mengambil bahan masakan.


Anayra memasak makanan untuk makan malam berdua bersama di villa yang tampak klasik itu.


Di Night Club'.


Sera Novi melampiaskan kesedihannya dengan menghabiskan waktu di Night Club' ternama di temani Lenna.


"Sera cukup!.".Lenna meraih gelas berisi minuman beralkohol dari tangan Sera Novi yang terus menerus menuangkan isi dari botol minuman nya tuk kesekian kalinya."Gue gak mau bawa orang gak sadarkan diri karena mabuk.".Lenna tak mau direpotkan Sera Novi yang harus susah payah membopongnya dan mengantarnya pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk,dan akan lebih repot lagi jika Sera Novi tak sadarkan diri.


Tak terhitung lagi berapa gelas yang Sera Novi habiskan saat menenggak minuman itu.Satu botol minuman itu,sekarang hanya tersisa setengahnya saja.


Kini Sera Novi dalam keadaan mabuk berat."Heiii...Biarkan gue menikmatinya!.Gue ingin melupakan kesedihan gue.".Sera Novi menatap nanar lenna,dan berusaha meraih gelas dan botol yang dipegang Lenna.


Lenna membuang nafas panjang,jengah melihat kekonyolan Sera Novi."Gadis payah!.Lu mau mati karena over dosis,hemh?.Hidup lu selama 27 tahun ini akan sia-sia jika mati konyol seperti itu.".Lenna tak habis pikir akan kelakuan sahabatnya yang melampiaskan segala sesuatu nya pada minuman.


Sera Novi pikir,dengan mabuk bisa melupakan masalah yang dihadapinya.Lenna sebagai sahabatnya,hanya bisa menemani Sera Novi tanpa berniat menelan minuman itu setetes pun.Jika dirinya ikut mabuk,akan fatal akibatnya nanti.Akan berakhir di tempat tidur dihotel dan menjadi budak pemuas ***** pria hidung belang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


"Lenna,lu sahabat gue yang baik.Plis,berikan minuman nya!.".Sera Novi membujuk rayu Lenna agar memberikan minuman nya kembali dan gelasnya.


Lenna menggelengkan kepalanya."Lu sudah mabuk berat.Ayo kita pulang!.".Sejak jam 9 malam tadi berada di tempat itu hingga dini hari membuat Lenna bosan.


Pasalnya,Lenna tak begitu baik suasana hatinya dan tak bersemangat untuk bersenang-senang.


Sera Novi menatap tajam sahabat berambut pendek dan berponi itu"Lu gak bisa merasakan yang gue rasakan.Biarkan gue senang-senang disini!.Pulanglah sendiri!,jangan pedulikan gue!.".Tak mau kesenangannya diganggu Lenna.


"Baiklah,gue balik sendiri jika memang itu mau lu.".Lenna tak bisa berbaik hati lagi pada Sera Novi.


Tanpa berkata-kata lagi,Lenna pergi meninggalkan Sera Novi,tanpa pengawalan nya dari tempat itu.


Sera Novi acuh,tak menghiraukan kata-kata Lenna dan berjalan limbung menuju kerumunan penghuni tempat itu."Heiii,jangan halangi jalan gue!.".Sekerasnya mendorong tubuh seorang pria yang menghalangi jalan nya saat akan menuju lantai dansa.


Pria itu terkejut kala tubuhnya tersentak kesamping,dan tersenyum smirk memandangi Sera Novi yang berpakaian seksi dan menggairahkan tengah menari dengan enerjik nya di lantai dansa."Irwan,aku ingin gadis itu yang menemani ku malam ini!.".Menunjuk Sera Novi yang menjadi target nya untuk menyalurkan hasratnya.


"Singkirkan tangan lu dari tubuh gue!.".Sera Novi menepis tangan pria yang bertengger dipinggangnya dan menggeram saat pria memeluknya dari belakang saat tengah menari.


Sera Novi tak terpikat pada pria mesum yang tak berkelas dan biasa saja.Dirinya memiliki kriteria sendiri dalam memilih teman kencan untuk bersenang-senang.


Pria itu duduk dikursi yang ada di meja bar.Tak berkedip menyaksikan tingkah laku Sera Novi yang menurutnya mempesona dan menggemaskan.Pria itu terpikat hatinya dan terpesona kala melihat kecantikan Sera Novi yang memakai riasan tebal.


"Tuan,sepertinya sangat sulit.Gadis itu tidak serta merta menerima begitu saja teman kencan pria nya.".Irwan sang asisten menerangkan tentang Sera Novi usai mencari tahu nama dan latar belakang nya dari bartender disana,yang kerap melihat Sera Novi ditempat itu.


Pria itu memanas hati nya."Untuk apa menjadi asisten ku jika mengurus hal mudah saja tidak becus?.".Menatap tajam sang asisten yang berdiri dihadapannya dengan kepala tertunduk.


"Maaf!.Baiklah,akan segera ku lakukan.".Irwan pergi dari hadapan pria itu.

__ADS_1


Jika tidak segera melakukan tugasnya dengan baik,dan tak menuruti keinginan majikannya ini,Irwan akan pergi dengan babak belur dan penuh luka di sekujur tubuh kurus nya ini.


Irwan yang menjadi asisten dari majikannya yang berdarah dingin dan seorang mafia kejam,bernama Franstian.Selalu tunduk dan patuh pada perintah majikannya ini.Sebab,Franstian tak segan-segan untuk melakukan kekerasan fisik pada orang yang mengusik ketenangan hati dan pikirannya.


__ADS_2