Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 18.Peristiwa Kelam 2.


__ADS_3

Disebuah kaffe tempat favorit mereka untuk berkumpul.Lefrand,Sabrina,Reza,Shenna dan Zira duduk dikursi dalam satu meja yang sama.Menikmati kebersamaan mereka saat ini dihari menjelang petang.


"Yeayyy!...Akhirnya kita bisa kumpul lagi!.".Seru si pecicilan Zira bersemangat.


Zira sahabat Sabrina yang penurut seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.Selalu menuruti perintah Sabrina dan tidak bisa menolak saat disuruh-suruh olehnya.Itu dilakukannya karena Sabrina mencekokinya dengan uang.Secara Zira hanya pegawai PNS biasa sementara Sabrina model bertalenta dan kaya.


"Sa',lu makin seksi dan cantik.Pasti banyak cowok bule yang ngejar lu?.".Reza bertanya sembari mengaduk-aduk minumannya menggunakan sedotan.


Reza sahabat Lefrand yang agak nyablak dan dikenal sebagai playboy koplak.


Sabrina tersenyum narsis mendengar pujian Reza.Tetapi dugaan Reza dibantahnya."Gue cari duit bukan cari laki.Gue males jadi bucin bule,mending pria lokal.Lagian buat apa susah payah nyari laki diluar negeri kalo disini ada yang setia nungguin gue!.".Cetus Sabrina menepis ucapan Reza dan melirik Lefrand yang duduk disampingnya.


Lefrand tidak menyadari jika menjadi target pembicaraan Sabrina saking fokus menatap layar ponselnya.


"Lu bener!.Gue emang setia nungguin lu Sa',bahkan gue rela nungguin lu sampe jadi janda sekalipun!.Hahaha...".Reza tertawa terpingkal-pingkal


Reza berkata seperti itu bermaksud mengalihkan perhatian Sabrina pada Lefrand.


Ciiih,ga sudi gue...Batin Reza memalingkan wajahnya kesamping.


Reza mengerti arah pembicaraan Sabrina sebab mengetahui bahwa ada gadis lain yang memiliki hati Lefrand,bahkan sudah merencanakan pertunangan.


"Za,lu masih one night stand ya?.Lu ga jijik comot sana comot sini?.".Celetuk Shenna bertanya seraya menggerakkan jari telunjuknya kekiri dan kekanan.


Shenna sahabat Sabrina yang memiliki segudang ide dan agak licik.Selalu menghalalkan segala cara dan urat malunya sudah putus.


"Cihhh...Sok tau dan sok suci lu.Emang gue ga tau kelakuan bejat lu sama laki lu.Kumpul kebo!.".Reza menjawab dengan cibiran pedas dan menyakitkan.


Reza mengetahui hubungan asmara Shenna dengan kekasihnya yang tinggal satu atap diapartemen kekasihnya.Shenna berasal dari luar kota dan bekerja sebagai pramugari,sedangkan kekasihnya bekerja di kantor perpajakan.


"Ya mending Za'...Lebih baik satu raga daripada lu,semua cewek dicoba.Ga pandang bulu juga sampe barang bekas pun mau!.".Sanggah Shenna membela diri dan berkacak pinggang.


"He'em...Lu playboy koplak Za!.Ga pilih-pilih dan level lu rendahan.Kayanya tante-tante girang lu sabet juga!.".Imbuh Zira menimpali.


Tangan Reza mengepal dibawah meja untuk menahan amarahnya yang tersirat dimatanya.


Sementara Sabrina memutar matanya jengah mendengar perdebatan mereka."Oh God!.Kenapa kalian malah ribut sih?.Kita disini mau nostalgia dan have fun bukan mau debat!.Jangan ngerusak acara dan suasana hati gue,mendingan kalian makan dan minum tuh!.".Bentak Sabrina melerai ketiga sahabatnya dan menyuruh mereka menikmati menu yang dipesan tadi.


Melihat Sabrina yang tampak murka akhirnya mau tidak mau ketiganya manut.Tujuan Sabrina sebenarnya hanya terpacu pada Lefrand dan ingin berduaan saja dengannya.Namun karena Lefrand sempat menolak ajakannya tadi,maka dari itu mengajak serta yang lainnya.


Suasana menjadi hening seketika.Hanya alunan lagu dan musik yang menggema meramaikan suasana kaffe.


Shenna dan Zira tertawa cekikikan,entah apa yang dibisikkan mereka.Reza kini tengah asyik menyeruput minumannya,tetapi matanya tak berkedip menatap wajah gadis sang pengiring lagu dipodium.Sementara Lefrand masih melototi ponselnya.Entah apa yang dilihatnya disana.


Dan Sabrina,tentunya sudah pasti sibuk mengawasi Lefrand."Efan,kenapa kamu diam terus dari tadi?.Aku bisa lumutan dicuekin terus sama kamu.Apa Kamu juga cuma mau jadi obat nyamuk disini?.Makan atau minum kek!.".Protes Sabrina merengek dan meninju bahu Lefrand untuk menyadarkannya.


Sabrina dongkol dan jengkel melihat sikap Lefrand yang mendiamkannya.Tidak menghiraukan dan tidak menganggap keberadaannya.


"Apa Sa'?.Aku ga dengar?".Ucap Lefrand polos dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sabrina merengut kesal dan menatap tajam Lefrand."Isssh,kamu nyebelin.Aku ngajak kamu kesini karena aku mau kita dekat lagi.Aku sengaja pulang dan terima tawaran mbak Lulla.Alasanku cuma satu,aku rindu kamu Fan.".Jelas Sabrina berterus-terang.


Lefrand mencerna ucapan Sabrina,paham tetapi bingung."Maksud kamu apa Sa'?.".Tanya Lefrand penasaran dan keningnya berkerut.


Sabrina menatap sayu Lefrand."Efan...Aku nyesal dulu ninggalin kamu demi ngejar karirku,aku masih mencintaimu Fan.Ayo kita kembali seperti dulu lagi!?.".Sabrina memohon dengan sangat.


Gurat wajahnya menghiba dan kata-katanya serius.Walaupun ragu dan mustahil Lefrand akan menerima nya lagi,tetapi apa salahnya dicoba.


Lefrand tersentak kaget memandangi Sabrina dengan mata bulatnya.Sesuatu yang tidak diharapkan didengarnya meluncur dari mulut Sabrina.Padahal kesediaannya datang kemari hanya untuk menghargai permintaan Sabrina dan tidak lebih.


Kehadiran Sabrina tak membuat goyah hati Lefrand sedikit pun.Walaupun dulu pernah mengejarnya,tetapi rasa kecewanya lebih besar kala itu.Sekarang rasa itu tidak tersisa sedikit pun dan hambar,baik rasa cinta dan kecewa.


Kepala Lefrand menggeleng pelan."Maaf Sa',aku ga bisa!.".Jawab Lefrand tegas.


Lefrand tidak bisa menerima permintaan Sabrina.Tidak mungkin dan tidak sampai hati harus mengorbankan cintanya serta meninggalkan gadis yang dicintainya saat ini.


"Sorry aku ketoilet dulu!.".Lefrand berdiri dan melengos pergi.


Sabrina memandangi Lefrand hingga hilang berbalur rasa kecewa dan sakit dihatinya.Penolakkan Lefrand tak ayal membuat Sabrina menangis sedih.Mata Sabrina berkaca-kaca dan tertunduk diam menatap hampa.


Reza,Shenna dan Zira menatap iba Sabrina.Namun tidak ada yang bisa dilakukan mereka.


Didepan toilet Lefrand berinisiatif melakukan panggilan.Ponselnya diletakkan ditelinganya.

__ADS_1


Assalamu Alaikum...Sapa Anayra diseberang sana.


"Waalaikum salam,sayang kenapa pesanku dari tadi ga dibaca dan belum dibalas?.Kamu marah?.".


Maaf,aku tadi dikamar mandi mas.Mas kemana?.Aku menunggumu tadi dibutik?.


"Aku ada urusan mendadak jadi lupa mengabari...Sayang,tunggu dirumah jangan pergi kemana-mana!.Aku akan kesana setelah urusanku selesai.Assalamu Alaikum.".


lya mas,waalaikum salam.


Tuttt...Lefrand mengakhiri panggilan lalu masuk kedalam toilet dan melaksanakan niatnya.


Diruangan lain...


"Lu serius Za,dia udah mau tunangan?.".Tanya Shenna memastikan jika yang dikatakan Reza benar.


"Ckkk,mana berani gue main-main soal urusan sepenting ini.Kalo lu ga percaya tanya aja sama orangnya!.".


"Kok gue ga tau kalo dia udah move on dari lu Sa'?.Pantesan,sekarang dia banyak berubah dan ga ada kata lu gue lagi!.".Celetuk Zira menatap gadis dihadapannya.


Sabrina bergeming.lnformasi yang didengar dari Reza seketika menyesakkan dadanya.Antara percaya dan tidak percaya tetapi terdengar jelas oleh telinga nya sendiri.


Drttt,drttt.


Reza menatap ponselnya yang bergetar.Ada panggilan masuk kesana.


"Sorry,gue keluar dulu!.".Reza menampilkan layar ponselnya pada ketiga gadis didepannya untuk memperlihatkan jika ada panggilan masuk diponselnya lalu berjalan keluar dari kaffe.


"Sabar Sa'.Tenang aja!,baru mau tunangan kok bukan udah tunangan atau menikah.Masih ada kesempatan.".Zira mengelus-elus punggung Sabrina menenangkannya.


"Gue udah ninggalin karir gue disana dan balik kesini demi dia tapi semua sia-sia.Gue nyesal dan sadar kalo dia yang terbaik buat gue!.".Ucap Sabrina menyeka air matanya yang menetes.


Shenna dan Zira terenyuh dan merasa iba.Shenna kemudian menjentikkan jarinya setelah berpikir sejenak.


"Aaah...Gue ada ide gimana caranya lu bisa ngedapetin dia lagi Sa'.Tapi lu harus ngikutin omongan gue!.".


Sabrina menganggguk.Raut Sabrina tampak serius saat Shenna membisikkan sesuatu ditelinganya.


"Gimana mau ga Sa'?.".Sabrina tersenyum lebar dan mengangguk tanda setuju.


"Ahhh kepo lu!.".Ucap Shenna.


Shenna berdiri dan berjalan menuju meja bartender.Dia bernegosiasi dengan seorang pria disana lalu mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya kemudian memberikannya pada pria itu.


Awalnya pria itu menolak dan merasa cemas tapi karena diiming-imingi sejumlah uang yang lumayan banyak.Akhirnya menyetujui dan menerima uang itu.Mereka melakukan transaksi.Shenna tersenyum sumringah saat kembali ketempatnya sambil membawa sesuatu ditangannya.


Sabrina dan Zira memperhatikan gerak-gerik Shenna saat memasukkan sesuatu pada salah satu gelas dimeja setelah membuang isi gelas itu setengahnya.


Shenna menghentikan aksinya setelah dirasa beres dan disaat itupun bertepatan dengan kedatangan Lefrand.


"Kemana Reza?.".Tanya Lefrand sembari duduk.


"Dia pergi keluar terima telepon!.".Jawab Shenna cuek seolah tidak terjadi apa-apa.


"Sa'... Maaf!,aku mau mengatakan sesuatu.Aku-...".Ucap Lefrand serius dan menatap Sabrina penuh penyesalan.


"Udah Fan,ga usah dijelasin.Aku udah tau kok dari Reza soal rencana pertunangan kamu.Selamat ya Fan,aku ikut bahagia untukmu!.".Lirih Sabrina tulus menyela ucapan Lefrand karena bisa menebak yang akan dikatakannya.


Lefrand mengulum senyum tipis,akhirnya Sabrina paham dan mau mengerti."Thanks Sa!'.Aku harap kamu menemukan pria yang tepat dan lebih baik dariku.Aku harap kamu juga bisa bahagia nanti bersama pria itu!.".Lirih Lefrand memegang lengan Sabrina.


Sabrina mengulas senyum manis seolah tidak kecewa dan mau menerima penolakan Lefrand.


Tanpa menaruh rasa curiga,Lefrand mengambil gelas minumannya yang belum disentuhnya sama sekali dan meneguknya hingga habis.


Glekkk.


Kenapa rasanya aneh**?...Pikir Lefrand.


Lefrand terheran saat merasakan keanehan ditenggorokannya dan terasa panas pula.Sesaat ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah geram.


"Siapa yang mencampur minuman gue hah?.".Lefrand berubah beringas.


Matanya menyipit menatap tajam Sabrina,Shenna dan Zira satu-persatu.Shenna dan Zira tampak ketakutan dan tidak berani bersuara.

__ADS_1


"Fan,apa maksud kamu?.Aku ga ngerti!.Itu minuman yang kamu pesan tadi!.".Sabrina berdalih tetap tenang dan santai untuk menghindari kecurigaan Lefrand.


****!.Gimana ini**?...Pikir Lefrand.


"Bulshit!.Kalian harus tanggung jawab sebab sudah berani ngerjain gue.Kalian harus-...Ahhh.".Ucapan Lefrand terhenti saat efek minuman itu bereaksi ditubuhnya akibat.


Lefrand berdiri dan memegangi pelipisnya.Kepalanya mulai terasa pusing dan sekujur tubuhnya mulai terasa panas.


Sabrina menggigiti bibirnya saking takutnya,dan Shenna menelan salivanya susah payah,sementara Zira membenamkan kepalanya dipunggung Shenna.


"****!!!.Kalian benar-benar keterlaluan.Liat saja kalian harus te ri ma aki bat nya!.".Lefrand mulai meracau tidak jelas.


Gerakan badannya tidak seimbang dan mulai limbung.Lefrand menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan terseok-seok.


"Sa' cepat!.".Shenna memberi kode pada Sabrina.


Sabrina paham dan berdiri menghampiri Lefrand."Fan,kamu sakit?.Aku antar kamu pulang!.".


"Per gilah Sa'!,a-aku pulang sen di ri.".Lefrand mengibas tangan Sabrina saat hendak merangkul pinggangnya didepan pintu kaffe.


Namun Sabrina keukeuh dan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan."No Efan,kamu ga mungkin bisa pulang sendiri dalam keadaan kayak gini.Biar aku antar,pliiiz!.Ijinin aku nebus kesalahan mereka.".Sabrina beralasan mendesak dan memaksa Lefrand.


Bersikukuh ingin mengantar Lefrand pulang.Tidak mau hasil kerja keras Shenna untuk menyatukannya dengan Lefrand sia-sia dan nihil hasilnya.


Lefrand luluh dan tidak ada penolakan lagi darinya.Walaupun enggan tetapi terpaksa menerima tawaran Sabrina.Tidak mungkin Lefrand menyetir sendiri dan membawa mobilnya dalam keadaan m*buk.


Sabrina mendominasi gerakan Lefrand yang berjalan terseok-seok saat memapahnya ke mobil Lefrand.Menahan tubuhnya supaya tidak terjatuh dan mendudukkan Lefrand dikursi depan mobil Lefrand yang terparkir diarea parkir kaffe.


Sabrina duduk dikursi kemudinya dan pergi mengantar Lefrand pulang kekediamannya.


Didalam kaffe.Shenna dan Zira belum beranjak ditempatnya.


"Busyettt,otak lu jenius juga Shenn'... Sekarang gue tau ide lu apa?.".Zira bisa menerka ide gila Shenna tanpa dijelaskan Shenna.


Shenna menepuk dadanya bangga dan tersenyum senang."Sabrina harus bayar gue mahal buat ide gue ini!.Dia pasti bersenang-senang sama Lefrand nanti!.".Shenna merasa idenya sangatlah brilian.


Gadis berbusana seksi itu tertawa cekikikan membayangkan sesuatu yang akan dilakukan oleh Sabrina dan Lefrand.Sampai tidak sadar oleh kedatangan Reza.


"Heiii,ngapa kalian cekikikan gitu?.Kayak mak lampir!.Kemana Lefrand sama si Sabrina?.".Tanya Reza berdiri dihadapan keduanya.


Shenna dan Zira terperanjat melihat Reza tiba-tiba muncul saja."Zaa,lu masih disini?.Dikira balik!.".Tanya Shenna.


"Gue tadi ada urusan.Hehhh,jawab gue dulu kemana mereka pergi?.".Mengulang pertanyaan yang belum dijawabnya.


"Sabrina nganterin Lefrand pulang!kepalanya pusing,dia mabuk abis minum-...Ups!.".Ceplos Zira tertahan membungkam mulutnya.Shenna refleks menyenggol lengan Zira.


Reza terheran dan aneh melihat gelagat mereka.Mulai mencurigai sesuatu yang menurutnya tidak wajar dan mencium gelagat tidak baik.


Brakkk.


Sekerasnya Reza menggebrak meja dihadapannya."Apa maksud lu?JELASIN!.".Tanya Reza berintonasi nada tinggi dan menekan.


Memicingkan matanya menatap tajam dua gadis berambut lurus dan ikal itu.


Sontak Shenna dan Zira terlonjak dibuatnya kaget,termasuk seisi penghuni kaffe sampai menoleh dan menatapnya aneh.Amarah terlihat jelas dimata Reza oleh Shenna dan Zira.


"Di-dia mmabuk Za,ta-tadi minum air dicampur alkoh*l.".Shenna terbata menjelaskannya saking takutnya.


"F*CK!!!.Lu tau kan kalo Lefrand sensitif.Dia ga akan kuat meski minum setetespun.Dan lu harus tanggung jawab,kalo terjadi sesuatu padanya.Dasar B*TCH!!!.".Bentak Reza dan melengos pergi keluar kaffe sembari memasang wajah geram.


Shenna dan Zira bergidik ngeri melihat kilatan amarah dimata Reza.


"Abis deh gue nanti!.".Shenna menjipok keningnya."Pasti si Reza ga akan tinggal diam.".Menghela nafas berat dan sesak."Lahhh,mereka semua pergi.Terus,yang bayar ini siapa?.".Shenna teringat dan sadar menunjuk media yang tertata dimeja.


Zira refleks mengarahkan jari telunjuknya ke wajah Shenna.Tidak mungkin Zira membayar itu sendiri,pasalnya isi dompetnya menipis dan biasanya juga jika bukan Sabrina ya Shenna yang suka mentraktir.


Spontan Shenna menjambak rambutnya sendiri dan berteriak histeris."Aaaargh.Si*a*l!...Kalah banyak gue.".


Sudah harus keluar banyak untuk membeli minuman kramat itu,ditambah lagi membayar makanan dan minuman.Tentu Shenna rugi besar dan sial,menurutnya.


"Hahaha..."Zira tertawa terbahak-bahak saja tanpa berniat membantu.


Teriakan Shenna membuat suasana semakin ricuh dan membuat penghuni kaffe menatapnya heran.Namun ternyata hal itu tidak membuat Shenna risih dan canggung.

__ADS_1


Seharusnya yang membayar itu semua adalah Sabrina,sebab Shenna sudah tahu jika Sabrina yang akan mentraktir.Tetapi semua berubah saat keinginan Sabrina tidak terlaksana ketika menyatakan perasaannya pada Lefrand.Sabrina mengira Lefrand akan menerima cintanya kembali dan akan bersama lagi seperti dulu.


__ADS_2