
Mobil sedan hitam yang ditumpangi dua orang pria lainnya,terus mengikuti mobil yang ditumpangi Arya dan Budi.Kedua orang itu terheran dengan situasi yang mendadak berubah menjadi genting.
"Red sky,red sky,Blue star memanggil.Apa yang terjadi?.Over?.".Sopir mobil hitam melakukan komunikasi dengan talky radio.
"Red sky menerima Blue star.Nona diculik.Saat ini kami sedang melakukan pengejaran.Over.".Arya menjelaskan situasi dan kondisi yang di hadapinya saat ini.
"Misi segera laksanakan.".Sopir yang mengendarai mobil untuk mengawal kepulangan Anayra itu mengerti dan paham harus melakukan apa.
Arya dan Budi terus melakukan pengejaran hingga menemukan mobil berlogo kalajengking itu,diikuti satu mobil sedan hitam dibelakangnya.Setelah tanpa henti mengejar,akhirnya melihat mobil yang diincarnya.Arya dan Budi bernafas lega karena bisa menemukan target mereka,meskipun sempat kehilangan jejaknya.
"Itu dia.".Budi menunjuk mobil disisi kirinya yang menjadi target misi nya.
Arya tak membuang waktu lagi dan mencoba menghentikan mobil itu dengan cara menyerempetnya ke pinggir.
Usai membius Anayra,si mata sipit terus memandangi Anayra, mengagumi kecantikan wajah Anayra yang tertidur pulas disampingnya."Sayang sekali,gadis secantik dirimu harus menjadi target operasi kami.".Tangan kasar dan berkulit gelap nya mengelus pipi mulus Anayra.
Pengemudi mobil sport hitam itu terkejut hingga membanting setir ke kiri dan mempercepat lajunya.
"Boy,apa yang terjadi?.Kenapa kau mengganggu kesenangan ku?.".
"Black.Lihat mobil itu!.Ada yang berani menghalangi jalan kita.Sepertinya aksi kita ketahuan.".
Black terhenyak oleh ucapan Boy saat tengah sibuk mengelusi pipi Anayra,dan menoleh ke arah kanan.
"Yang benar saja.".Melihat itu,Black menepuk keningnya sendiri,kesenangan nya merasa terganggu."Jangan melakukan perlawanan!,itu akan mencurigakan.".Jika menyerang balik,situasinya akan semakin rumit,pikirnya.
Misi terselubung nya maka akan terbongkar,dan identitas mereka yang dirahasiakan akan terungkap jika memperlihatkan wajah mereka.Sekaligus identitas sang majikan,yang menjadi otak dan dalang dibalik penculikan itu bisa diketahui.
"Lantas bagaimana?.".Boy bingung harus berbuat apa,harus menyerang balik atau tidak.
"Tetap fokus mengemudi.Itu lebih baik,jika kau masih ingin hidup.".Black menyarankan dan mengawasi gerak-gerik mobil sedan putih disisi kanannya.
"Baiklah.".Boy mengikuti sarannya dan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi,hingga menjauhi mobil putih dibelakangnya."Percayakan padaku!.Ku pastikan,kita tidak akan mati secepat Itu.".
Tamatlah riwayat Boy dan Black jika sampai tertangkap basah,dan menyebabkan misinya gagal.Mereka akan dihadapkan pada situasi dan kondisi yang mengerikan,yakni berhadapan dengan maut.Sang majikannya tidak akan segan untuk menghukum mati mereka jika misinya gagal.
Pantang menyerah,Arya terus mengejar mobil sport hitam didepan nya.Ketakutan menghantui Arya akan kondisi istri sang majikannya.
"Apakah kita akan berhasil?.".Budi terus mengawasi mobil sport hitam yang ada di kejauhan dan semakin menjauh.
"Entahlah.Mobil sport itu diluar jangkauan ku.Jaguar super warrior tidak bisa mengalahkan kecepatan mobil itu.".Arya tak percaya diri dan ragu,tak mampu menandingi mobil sport hitam itu yang bisa melesat dengan cepat.
Dibelakang Arya,Budi terbengong untuk pertama kalinya mendengar nama yang diucapkan Arya."Siapa yang kau maksud?.".Budi tak mengerti maksud Arya,hingga mengernyitkan dahinya.
"Mobil putih ku ini.".Arya memperjelas dengan penuh rasa bangga dan rasa percaya diri yang tinggi.
Ingin rasanya Budi tertawa,tetapi situasinya tidak memungkinkan.Sangat menegangkan dan mendebarkan sekarang ini.Karena itu Budi menepuk keningnya dan memutar bola matanya,untuk mengekspresikan suasana hati nya saat ini."Ya ampun,kau masih bisa membuat lelucon?.".
Baru kali ini Budi mendengar rekan kerjanya mengatakan lelucon konyol.Arya yang biasanya selalu serius dan tegas,dan selalu menjadi panutan bagi rekan-rekan kerjanya,bisa bercanda juga.Namun sayang,waktunya tidak tepat untuk membuat lelucon,dan Budi tak bisa menanggapi leluconnya dengan santai.
Arya tak patah semangat,terus meningkatkan kecepatan mobilnya.Tiba dipersimpangan Arya hilang kendali dan hampir menabrak sebuah mobil truk yang mengangkut bahan bakar minyak.Terlalu fokus untuk mengejar mobil sport hitam yang membawa Anayra pergi,Arya pun tak melihat jika lampu merah menyala,dan luput dari perhatian nya.
"Arya awaaasss!,lampu merah.".Budi berteriak sekencangnya.
"Ada apa dilampu merah?.".Arya gagal paham.
"F*ckkk.Injak rem nyaaa!.".
Ciiiitttt.
Suara decitan terdengar jelas saat Arya menginjak kuat-kuat pedal rem mobilnya.
"Sial.Aku kehilangan mereka.".Arya terengah-engah dan mengatur nafasnya yang terkejut-kejut.
Targetnya yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya terus ditatap Arya tiada henti,dan tanpa berkedip.Misi penyelamatan nya untuk menyelamatkan Anayra telah gagal,dan usaha kerasnya pun sia-sia.
Nafas Budi tersengal-sengal,dan jantungnya berdebar-debar oleh ulah rekannya,hingga berpegangan pada dasboard."Kau cari mati ya?,tidak lihat mobil sebesar itu dan lampu merah?.Kau hampir saja mengirim ku ke gerbang kematian.".
Budi tak bisa bisa menahan amarahnya lagi,dan ketakutan saat membayangkan hidupnya akan berakhir detik itu juga.Saat Arya nyaris menghantam mobil yang berlipat-lipat besarnya.
"Kemungkinan kita akan meledak.Tubuh kita pasti hancur lebur dan menjadi abu.".Ditengah terkejutnya,Arya melongo tak percaya dengan yang dilakukannya baru saja.
Hampir saja Arya menabrakkan mobilnya ke mobil bermuatan bahan bakar minyak itu,dan tentunya hal itu melegakan hati Arya.Jika itu sampai terjadi,maka akan pulang ke rumah dalam keadaan tak bernyawa.
__ADS_1
Tetapi bukan itu yang dipikirkan Arya saat ini,keselamatan Anayra adalah yang terpenting.Jika misinya gagal,maka hasil kerja nya pasti dipertanyakan sang majikan.Kepercayaan yang diberikan Khaffa pun untuk menjemput Anayra,akan dipertaruhkan.
Budi menggeleng tak percaya akan kata-kata Arya."Kau masih bisa bercanda?,aku hampir terkena serangan jantung.Kau pikir itu lucu?,kau saja sendirian yang mati.Aku masih memiliki cicilan hutang.Kau tau?,kau nyaris membunuh diri kita sendiri.".Gemasnya Budi menjitak kepala Arya yang ada disampingnya,hingga Arya meringis dan mengusap kepalanya.
Lampu hijau menyala,Arya segera melajukan mobilnya kembali.Mobil dibelakangnya,tetap setia mengikutinya.Tiba di jalanan yang sepi,Arya menepikan mobilnya dan keluar bersamaan dengan Budi.
Dua rekan lainnya menghampiri Arya dan Budi,setelah memarkirkan mobilnya dibelakang mobil Arya.
"Kita kehilangan mereka?.Bagaimana selanjutnya?.".Verry salah satu dari Tim dari Blue star menanyai Arya.
Arya berpikir dan memutar otaknya,tetapi tak ada jalan keluar.Pikiran Arya terasa buntu hingga tak ada lagi yang bisa dilakukan Arya saat ini selain pulang,untuk merencanakan misi mereka kedepannya.
"Kita kembali ke markas.Budi,hubungi Big Boss!.".Arya mengintruksi dan menggiring mereka untuk masuk ke mobil masing-masing,seperti semula.
Beriringan menuju rumah yang jauh dari keramaian kota yang menjadi markas besar,tempat mereka bernaung.Tempat itu disediakan dan dirancang khusus oleh Khaffa,untuk melakukan visi dan misi penting.Serta untuk situasi dan kondisi yang darurat.
Black dan Boy tertawa terbahak-bahak atas kekalahan Arya dan Budi.
"Tidak ada yang mampu mengalahkan kecepatan Black Rider,dan aku.".Boy membanggakan dirinya sendiri yang bisa beraksi dijalanan hingga tak terkalahkan,dengan mobil yang dikendarai nya.
Black yang merasa namanya ikut disebutkan,menjadi tersinggung."Apa tidak ada julukan lain untuk mobil ini?.".Tetapi Black mengakui juga jika Boy bisa diandalkan."Tidak salah Tuan Frans menyarankan untuk menggunakan mobilnya,dan kau sang sopir legendaris.".Bahu Boy yang berotot ditepuknya dengan perasaan bangga.
Bangga atas kinerja dan kerja keras Boy saat menghindari kejaran dari mobil yang bisa menjadi sumber masalah mereka.
Boy tersenyum lebar mendengar Black memujinya.Merasa senang dan bangga juga karena berhasil menyingkirkan kerikil yang bisa menghambat perjalanan mereka,dan bisa menjadi penyebab utama gagalnya tugas dalam melakukan misi penting.
_________
Daniel sangat bahagia dan bibirnya tak henti tersenyum,usai melakukan hubungan intim nya dengan sang istri,Alma.Hubungan dalam ikatan yang sah dan suci pernikahan,lebih berkesan dan menjadi lebih leluasa untuk dilakukan Daniel.
Terbayar lunas sudah hutang malam pertama pengantin dihari ketiga pernikahannya dengan Alma.Akhirnya Daniel bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang suami,dan merasakan hubungan layaknya suami istri dengan Alma.Ini pengalaman pertama bagi Daniel dan juga Alma,bisa mengecap manisnya hidup berumah tangga.
Tanpa perlawanan sedikitpun,Alma menuntaskan tugasnya sebagai istri.Bahkan bisa memberikan suaminya kepuasan.Namun sayang,sesuatu yang seharusnya dirasakan indah dan romantis terasa hambar dan tawar bagi Alma.Tetapi demi kewajiban nya sebagai istri,Alma pasrah dibawah kendali Daniel,saat Daniel ingin menyalurkan hasratnya.
Menikah dengan Daniel,pria yang tak dicintainya,tidak pernah diharapkan Alma.Hidup berumah tangga dengan Daniel tak pernah dibayangkan Alma sebelumnya.Alma memimpikan pernikahan itu terjadi dengan Riccy,pria yang dicintainya.Namun takdir berkata lain,telah memisahkan nya dengan Riccy,dan telah mempertemukan dan menyatukan nya dengan Daniel.
Bukan tanpa alasan Alma tak bisa menikmati momen manisnya dengan hati yang tulus dan ikhlas.Terang saja,Alma tak percaya begitu saja ucapan Daniel saat menyatakan cintanya.Bagaimana bisa dengan mudahnya hati Alma menerima pria yang pernah merengut kesuciannya hingga hamil.Bagaimana mungkin Alma bisa menikmati momen indah mereka jika tak didasari rasa cinta dihatinya.
Wajah dingin Alma menatapi Daniel.Gurat kebencian masih tersirat nyata dimata Alma pada Daniel.Namun benteng ego Alma diruntuhkan kali ini,kala teringat akan dosa jika menolak keinginan suami yang tertahan sejak hari pertama pernikahan.
Rasa cinta kini memenuhi relung hati Daniel pada gadis yang tak sengaja dinodai nya hingga mengandung benihnya.
Alma hanya tersenyum getir mendengar kata-kata manis suaminya yang terdengar pahit ditelinganya."Terima kasih.Kamu melakukannya pelan-pelan.Tidak kasar seperti waktu itu.".
Tiba-tiba Alma mengingatkan Daniel kembali pada kenangan pahit lamanya yang berakhir tragis dan memilukan.
Kata-kata manis Alma tak disukai Daniel,karena nadanya lebih terdengar seperti sebuah ejekan.
"Ucapan mu sangat menohok,Alma.Dulu aku melakukan itu karena diluar kendali ku,dan sekarang berbeda.Disini ada makhluk bernyawa yang harus ku lindungi.".Pelan-pelan Daniel meraba dan mengelus perut Alma yang tanpa sehelai benang."Dan kamu,istriku yang ku cintai dan harus ku jaga baik-baik.".Tangan kokohnya membelai puncak kepala Alma.
Daniel tak merasakan hal yang sama seperti Alma.Kenangan pahit itu membawa keberuntungan sendiri,bagi Daniel.Bisa menikahi Alma,bahkan bisa membuatnya jatuh cinta.
Alma tak perduli ucapan Daniel dan samar-samar menyunggingkan senyuman yang meremehkan Daniel.Bisa melakukan kewajibannya saja sebagai istri,itu suatu kebaikan untuk Daniel,pikirnya.
"Apa kau akan seperti ini terus?.".Seraut wajah pria yang tuk kedua kalinya mencicipi kemolekan tubuhnya,ditatap lekat Alma.
Melihat Daniel yang berdiam diri diatasnya,lama-lama menyebalkan juga.Belum lagi bobot tubuh Daniel yang tinggi dan atletis,terasa membakar hati Alma.
"Maaf?.".Daniel yang betah berlama-lama saat tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Alma mengernyit tak mengerti.
"Bisakah menyingkir?.Tubuhku berkeringat dan lengket.Aku harus mandi lalu makan.".Tanpa malu-malu Alma menunjuk area dadanya yang tanpa busana pada Daniel.
Cara bicara Alma yang ketus dan sikapnya yang masih dingin,tak menggoyahkan hati Daniel untuk bersikap baik,dan tak berniat membalas dengan sikap serupa.
"Baiklah,tuan putri.".Daniel membalasnya dengan tutur kata yang lembut,halus dan tersenyum manis saat beranjak dari atas tubuh mulus Alma yang mulai menjadi candunya."ljinkan suami mu merawat mu.".Membopong tubuh Alma ke kamar mandi yang berselimut handuk putih,dan mendudukkannya di bath tub yang dipenuhi air hangat dan busa sabun aroma terapi.
Daniel duduk dibelakang Alma dan menggosok punggung Alma dengan tangan nya.Pelan-pelan,lembut,penuh rasa cinta dan sayang."Terima kasih mau menerima ku,Alma.Aku tidak akan bisa melupakan momen indah pertama kita ini.".
Daniel tak pernah menyangka,akhirnya Alma membuka hatinya dan membuka diri,sedikit demi sedikit.Ini buah dari kesabaran nya selama ini,dan hasil dari perjuangannya.
Itu bagi mu,tapi tidak bagi ku.Semua ini tidak pernah kuharap kan terjadi.lni semua bertentangan dengan keinginan ku...
Perasaan Alma masih tetap sama,hambar dan tawar meskipun mendapat perhatian tulus Daniel.Jika saja Alma berani,ingin sekali meninggalkan Daniel seorang diri di villa.Jika saja Alma tega,ingin sekali mengabaikan Daniel.Tetapi entah kenapa,sekarang Alma diam dan pasrah saja.Hatinya ingin menolak,tetapi raganya tak sanggup menolak keinginan Daniel.
__ADS_1
Namun lama-kelamaan,Alma merasa tak nyaman dan bosan ada didekat Daniel."Maaf!.Bisakah membiarkan ku?.Aku bisa melakukannya sendiri.".Tanpa merasa malu,canggung dan risih,Alma berdiri dihadapan Daniel,hingga memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya yang sedikit tertutupi busa sabun.
Alma merasa tak perlu lagi menutupi bagian tubuh nya pada Daniel.Rasa malu itu hilang seiring terjadinya pergumulan nya tadi dengan Daniel.Alma pun seolah seperti mayat hidup yang tak merasakan apapun saat di dekat Daniel.
Alma aku suami mu,bukan pajangan...
Daniel cukup tersinggung.Tetapi bisa memahami isi hati Alma,dan memilih mandi dibawah kucuran air shower,membiarkan Alma berjibaku sendiri di bathtub.Usai itu,meninggalkan Alma sendirian di kamar mandi.
_________
Didalam markas besar dan tersembunyi yang jauh dari hiruk pikuk keramaian.Kilatan amarah Khaffa,tak surut dari matanya saat menatapi wajah-wajah keempat anak buahnya.
Hati Khaffa teramat sangat sakit,seperti ditusuk tombak hingga berdarah dan terkoyak saat harus mendengar kabar buruk dari Arya dan Budi serta anak buah yang lainnya.
Penculikan Anayra tak pelak menjadi pukulan telak bagi Khaffa.Hatinya terasa hancur berkeping-keping hingga tak berbentuk lagi.Namun kabar buruk itu disembunyikan Khaffa dulu dari orang-orang terdekatnya,untuk jangka waktu yang tak bisa ditentukan,demi menjaga perasaan mereka.Tetapi entah sampai kapan bisa menyembunyikan hal itu,Khaffa tak tahu.
Khaffa berdiri dihadapan anak buahnya yang mematung dan diam membisu dengan wajah ketakutan."Bagaimana bisa kalian kehilangan kalian pulang dengan tangan kosong,tanpa istriku?.Kenapa bisa kehilangan jejak nya?.Apa kalian ku bayar untuk gagal?.".Mata merahnya yang dikuasai amarah menatapi wajah mereka satu-persatu."Pantaskah kalian ku maafkan dan ampuni?.Menjalankan satu tugas saja kalian tidak becus.".
Hawa panas sangat terasa di salah satu ruangan yang dijadikan markas mereka.Orang kepercayaan Khaffa tak berani mendongakkan kepalanya saat sang Big Boss menginterogasi dan menginterupsi.
"Mmmaaf,Boss.Tttolong ampuni kami,Boss!.".Budi memberanikan diri berbicara dengan tubuh bergetar.
Tak pelak mengundang emosi Khaffa dan menodongkan senjata api dikepala Budi."Kau berani berbicara?.".Menarik pelatuk senjatanya untuk menakuti Budi dan itu berhasil,Budi tampak ketakutan sekali."Aku tidak ingin mendengar permintaan maaf dari kalian,tapi ingin kepastian dan kejelasan.Apa kalian bisa menemukan orang yang telah berani menculik istri ku?.".Sedikit memberikan anak buahnya gertakan.
Budi tertunduk lemah.Tubuhnya gemetaran dan berkeringat.Tetapi tiba-tiba tercium aroma aneh yang menyengat dan tidak sedap.Semua mata mencari sumber aroma aneh itu.
"Bau apa ini?.".Penciuman Khaffa yang tajam mengendus sesuatu dan mencari penyebabnya.
"Heiii,lihat!.Celana mu basah.".Salah satu tim Blue Star berbisik memberi tahu Budi,dan melihat kearea inti Budi.
Semua mata tak ayal tertuju pada Budi,dan menatapinya.Budi sadar jika telah buang air kecil dicelana nya,tetapi hanya bisa terdiam kaku.
"Kau tidak bisa melihat ku sedang serius?.".Khaffa menyadari itu,dan menutup hidung nya."Bagaimana bisa aku mempekerjakan orang seperti mu?.".Karena ulah konyol Budi temperamen Khaffa semakin naik,dan memandangi Budi dengan tatapan mengejek.
"Mmmaaf,aku segera kembali.".Budi lari terbirit-birit menuju kamar mandi dengan rasa malu yang tak bisa disembunyikan diwajahnya.
Rekan Budi lainnya hanya mengulum senyum melihat tingkah konyol Budi.Takut terkena amukan Khaffa,dan meledakkan kepala mereka dengan senjata api yang dipegang Khaffa.
Sepeninggal Budi,Arya mengangkat tangan kanannya dan mendongak menatap Khaffa,membuka mulut dan bersuara."Ijinkan aku bicara Boss.Mohon beri kami kesempatan dan waktu untuk mencari keberadaan istri Boss.".Seyakin-yakinnya,Arya memberikan harapan besar pada Khaffa yang belum pasti bisa diraihnya.
Khaffa memikirkan perkataan Arya yang sangat optimis."Jangan sampai polisi tau hal ini.Itu akan membuat ricuh dan mempersempit ruang gerak kita.".Khaffa memberikan peringatan keras."Aku beri waktu dua kali dua puluh empat jam.Jika tidak berhasil menemukan jejaknya,kalian akan membusuk di gudang bawah tanah tempat ini.".Memberikan tatapan mengintimidasi,yang sangat ditakuti anak buah nya.
Khaffa berlalu meninggalkan anak buahnya dengan perasaan kecewa dan membawa rasa marahnya.Bercampur rasa cemas akan keselamatan Anayra,dan takut sesuatu yang buruk terjadi pada Anayra.
Kepergian Khaffa sangat melegakan nafas Arya dan rekannya,hingga menghela nafas panjang.
"Aku hampir saja mati karena menahan nafas.".Ardi tim Blue star mengelusi dadanya.
"Rencana apa yang akan kita susun untuk mencari istri Big Boss?.".Verry menanyakan itu pada Arya sebagai ketua tim.
.
"Kita cari mobil itu,terlebih dahulu.".Itu yang terlintas oleh Arya saat ini.
"Caranya?.".Verry sangat penasaran dengan ide yang Arya cetuskan.
"Cari nama pemilik mobil itu.Kita cari tau nomor kendaraan itu di cctv dari area yang kita lewati.".Setelah melewati perjalanan panjang dan mendebarkan beberapa jam yang lalu,tak ada salahnya bagi Arya mencari petunjuk dari masalah yang terjadi saat ini.
"Apa kita akan berhasil menemukan istri Big Boss?.".Ardi merasa pesimis dan menautkan kedua alisnya.
"Lebih baik jika kita optimis.Jika tidak mencobanya,tidak akan pernah tau hasilnya.Lagi pula,tidak ada petunjuk lain.".Arya tak bisa berbuat apa-apa selain itu.
Saat mendengar perbincangan yang dilakukan rekannya,seorang pria menghampiri rekannya."Bagaimana jika bertaruh?.".Budi muncul dengan penampilan barunya,dan memberikan pendapat."Jika aku berhasil mencari informasi tentang mobil itu,kau harus membayar lunas semua hutang ku pada Verry.Dan jika aku gagal,aku tidak harus membayar hutangku pada mu.".Budi merangkul pundak Arya dengan rasa percaya diri yang tinggi dan senyum-senyum bak seorang cendekiawan hebat.
Pernyataan Budi memantik amarah Arya.Dari balik jasnya Arya meraih senjata api milik nya."Kebetulan sekali,revolver baru ku belum ku coba.Pasti menyenangkan jika peluru ku bisa menembus otak kecil mu itu.".Dengan wajah sarkastiknya,Arya mengecup senjata milik nya dan menunjukkannya pada Budi.
Leluconnya ditanggapi serius Arya,Budi terhenyak dan mengedip-ngedipkan matanya."Heiii...Aku hanya bercanda.Tidak harus seserius ini,ha,ha,ha...".Sengaja tertawa terbahak-bahak untuk mencairkan suasana hati nya yang tegang,dan menenangkan hati Arya.
Melihat tingkahnya itu,Arya melengos pergi diikuti Verry dan membiarkan Budi yang tertawa-tawa sendirian.
"Huuuhhh...Kau cari mati saja.".Ardy memberikan tatapan mengejek saat berjalan melewati Budi,sebelum pergi dari ruangan yang menegangkan itu.
Merasa diacuhkan dan diabaikan rekan-rekannya,Budi hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal."Untuk apa aku tetap disini sendirian?.".Secepatnya menyusul ketiga rekannya yang pergi meninggalkan markas.
__ADS_1
***
Author: Kita ketemu lagi kak,aku kembali untuk menghibur kalian...😁