Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
76.Ingat Pesan Ayah dan Ibu!.


__ADS_3

Sesampainya diBandung dikediaman keluarganya.Anayra kaget setengah mati saat melihat rumahnya sudah dihias sedemikian rupa layaknya pesta pernikahan.Namun tidak terlalu mewah dan ala kadarnya saja.Dan ramai pula oleh lalu lalang sanak saudaranya yang ikut sibuk membantu sedikit,menyiapkan yang diperlukan untuk besok.


Dia langsung menuju kamarnya setelah menyapa kedua orang tuanya dan orang disekitarnya karena merasa lelah hayati nya.Ditambah perjalanan yang cukup panjang dan setelah bekerja juga.


Sementara orang suruhan Khaffa sudah pergi lagi setelah mengantarnya dengan selamat sampai tujuan.Mereka kembali ke Jakarta tanpa mengatakan apapun,sepatah katapun dan membawa ponselnya juga milik Alma sebagai jaminan.Anayra bahkan percaya jika mereka orang suruhan Khaffa sebab mereka memperlihatkan pesan yang disampaikan Khaffa melalui ponsel milik mereka padanya.Mau tak mau la pun menurut saja karena tidak mau membuat suasana Mall saat itu menjadi semakin ricuh oleh ulahnya.


Hari semakin gelap saat Anayra termenung didekat jendela kamarnya sembari menatap langit,bulan dan bintang yang berkelap-kelip dengan indahnya.Terasa menghibur hatinya yang sedang lara.


Anayra POV.


Benar-benar membuat kepalaku pusing dan bingung.Hatiku mati rasa dan lidahku kelu.Aku tak habis pikir,entah apa yang dipikirkannya sampai berbuat semaunya sendiri tanpa kompromi.Dan sekarang aku hanya bisa menatap bulan dan bintang malam ini sendirian.Haruskah aku tertawa bahagia atau tersenyum senang?,atau harus menangis pilu?.


Kutahan air mata ku supaya tidak mengalir tapi akhirnya lolos dan keluar juga.Entah air mata apa ini?,menangis karena terharu atau menangis sedih?.Kubiarkan air mataku menetes sampai membasahi bajuku tanpa berniat menyeka nya.


Ku menyeringai saat memandang Bulan yang bersinar terang dan Bintang berkelap-kelip seperti menertawakan ku,tapi ku merasa terhibur saat melihatnya.Kutatap gaun kebaya pengantin berwarna putih cantik yang tergantung didekat lemari pakaianku.Itu akhir dari perjalanan hidupku sebagai gadis 'single',sebab esok awal kisah lembaran hidup baruku dan status baru sebagai seorang istri dan wanita bersuami.


Harusnya aku senang dan bahagia sebab bisa bersanding dengannya,tapi tidak secepat ini juga.Aku tak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun selain menerima semua keputusannya dan juga keluargaku.Mereka seolah berkomplot untuk menyeretku kepelaminan esok hari.Tanpa ada yang mau membelaku dan memberikan alasan yang jelas tentang ini semua.


*End.


Tok,tok.


"Nay',aku masuk!.".Alma dibalik pintu kamar Anayra membukanya.


Cklek.


Alma menghela nafasnya saat mendapati Anayra duduk dikursi dengan memeluk kedua lututnya didekat jendela.Hatinya ikut sedih melihatnya menangis dan terisak-isak seperti itu.


"Jangan ditangisi!.Seharusnya calon pengantin itu luluran,biar besok kulitmu kinclong!.".Alma menghampiri Anayra dan berdiri di sampingnya."Bukannya seharusnya kamu senang,akan jadi istri CEO tampan dan juga kaya?.Tapi malah keliatan seperti dikawin paksa!.".Menyandarkan dirinya dijendela yang terbuka sampai angin malam yang dingin dan kencang membuatnya merinding.


Tetapi berbeda dengan Anayra,malah asyik menikmati tanpa merasa kedinginan seolah tubuhnya sudah membeku dan mati rasa.Anayra mengusap wajahnya,menyeka air matanya dan mendongak menatap Alma.Sahabat yang selalu setia menemani disaat susah dan senang.Selalu ada disetiap membutuhkannya,sebagai penghibur tentunya dengan ocehan 'nyeleneh' nya.


"Kalau posisi mu diposisi ku!.Apa yang akan kamu lakukan?.Bukankah kita mempunyai impian,seperti apa tema saat kita menikah bersama pria yang kita cintai nanti!?.".


Saat kuliah disalah satu universitas ternama diBandung,mereka sering curhat tentang apa yang mereka impikan dan seperti apa pesta pernikahan mereka kelak.Alma mengangguk-angguk dan ingat saat-saat itu.Tidak memungkiri jika apa yang dikatakan Anayra benar adanya seperti yang pernah mereka katakan dulu.


"Benar!,gak salah ucapanmu Nay'!.Tapi mungkin memang jalannya harus begini.Berbahagialah karena kamu masih bisa menggenggam tangannya dan menatapnya.Bisa menyambutnya dengan senyuman dan dengan hati gembira!.".Alma memberi pengertian dan memegang pundak Anayra."Sementara aku,apalah daya ku sekarang ini tanpa dia disisiku!.Dia pergi secara misterius tanpa kabar berita dan kata perpisahan padaku!.Apa menurutmu ini benar?,kamu kira nasibku lebih baik dari pada kamu?.Apa menurutmu aku baik-baik saja saat ini?.".Dengan nada galau dan terdengar sangat tertekan mengungkapkan perasaannya dan isi hatinya yang terdalam dan terpendam.


Hatinya saat ini sangat merasa kehilangan dan merindukan sosok pria yang baru melabuhkan cintanya.Tetapi apalah daya jika tangannya tak sampai untuk bisa memeluknya erat,menggenggam tangannya atau sekedar menatapnya saja kini tak mampu.Hanya fotonya saja yang menjadi pelipur laranya.


"Maaf!,bukan maksudku membuat mu sedih,maafkan aku!.Ternyata kamu memang lebih baik dariku dan lebih kuat!.Kamu benar!,seharusnya aku tertawa bahagia saat ini!.Tapi gak begini juga caranya,Al'!.Ini namanya memaksakan kehendaknya dan memaksa ku mengikuti kemauannya!,egois bukan?.".Menganggap sikap Khaffa mementingkan dirinya sendiri.


Alma mengangguk mengerti."Aku mengerti perasaan mu!.Lantas,bagaimana sekarang?.".


"Keluargaku sangat mendukungnya.Mereka tampak senang dan bahagia dengan rencana sepihaknya!.Jika ku merusak suasana hati mereka demi egoku ini,aku gak tega!.". Anayra menatap Alma dengan tatapan sendu mewakili hatinya yang sedih.


Anayra tidak mau munafik jika separuh hatinya berbunga-bunga dan berseri-seri.Tetapi,hati kecilnya menilai sikap Khaffa salah dan tidak sesuai harapannya.Namun saat melihat rona bahagia orang tua nya,Anayra berpikir ulang lagi.Mencoba menerima sepihak keputusan Khaffa.

__ADS_1


Ridwan dan Hani sangat bahagia saat Anayra akan menikah.Ini momen yang dinantikan semua orang tua,termasuk mereka.


Alma terenyuh mendengar ungkapan perasaan Anayra,tetapi tak bisa berbuat banyak."Sabarlah!.Dibalik ini semua pasti ada hikmahnya,mungkin ini yang terbaik untuk mu dan dia!.Bukannya kamu pernah bilang kalau kita cuma mengikuti skenario-Nya saja!?.Kamu melupakan kata-kata mu sendiri?.".Berusaha memberi pengertian walaupun hatinya sendiri saat ini porak-poranda,butuh semangat dan kekuatan.


"Hmhhh,tapi ini bertolak belakang dengan keinginanku!.Aku gak mau melakukan ini atas dasar paksaan,bukan atas keikhlasan dan ketulusanku!".Anayra mengakui jika yang dikatakan Alma benar.


Tetapi pikirannya tidak sejalan dengan Alma.Bukan ini yang diharapkan dan diinginkan Anayra.


"Apa keinginan mu?.".Alma mengerutkan keningnya.


Alma belum tahu,Anayra belum pernah mengatakannya tentang yang diinginkan saat ini.


"Dia datang bersama keluarganya menemui kedua orang tuaku.Meminta restu mereka untuk menyuntingku sebelum menggandeng tanganku menuju ke pelaminan!.".Ungkap Anayra tanpa merubah posisinya.


Semakin mengeratkan pelukannya dilututnya saat merasakan angin berhembus kencang menerpa tubuhnya yang mengenakan baju tidur.


"Bukannya dia sudah melakukan itu?.Hanya acara silaturahmi antara keluarga kalian yang terlewati!.".Terang Alma setahunya.


Menurut Alma,setidaknya Khaffa sudah melamar Anayra langsung pada orang tuanya,walaupun versi Khaffa berbeda dengan keinginannya.


"Ayolah Nay',keep smile!.Matamu sembab nanti kalau menangis terus!.Gak lucu kan pengantin matanya bengkak seperti ikan buntal!.".Alma menepuk-nepuk punggung Anayra memberikan motivasi.


"Bisa saja!.".Anayra memukul pelan bahu Alma.".Sebaiknya pulang ke rumah!,temui orang tua mu!.Besok pagi datang lah bersama mereka!.!.".Anayra beranjak dan mendorong tubuh Alma pelan supaya keluar.


"Ahhh,telingaku pasti panas dan kepalaku pusing kalau pulang kerumah!.".Alma enggan mendengar celotehan ibunya yang kerap membahas soal pria dan pernikahan.


Alma berjalan menuju pintu keluar diikuti Anayra."Bukannya sudah biasa mendengar nyanyian merdu ibumu itu!.Memberiku semangat tetapi kamu sendiri insecure!.".Anayra berjalan mengantar Alma menyusuri lantai rumahnya menuju teras depan.


"Baiklah!,aku pulang.Andya antar aku pulang!.".Alma meminta Andya mengantarnya saat melihatnya duduk dikursi teras.


Andya tengah memetik gitar dan bersenandung ria."Gak bisakah pulang sendiri?.Mengganggu kesenangan ku saja!.".Andya setengah terpaksa menuruti permintaan Alma.


"Apa ini cukup untuk mu?.".Alma memamerkan uang kertas berwarna biru pada Andya.


"Dengan senang hati.Silahkan naik!.".Andya tersenyum lebar.


Mengambil uangnya dari tangan Alma dan mempersilahkan Alma duduk dimotornya.


"Ya ampun,aku gak percaya!.Lihatlah!,adikmu ini.Perhitungan sekali dan mata duitan!.".Alma geleng-geleng kepala.


Andya langsung sigap membonceng Alma dijok belakang motornya."Gak ada yang gratis di dunia ini!.Aku masih kuliah,sudah sepantasnya mencari penghasilan tambahan!.".


"Kamu seperti kakakmu!.Pintar bicara membuat alasan.".Alma mencubit pelan lengan Andya yang mengenakan Hoodie warna hitam.


"Kakak yang memulainya!.".Andya merengut.


"Bocah tengil!.Ini salahmu!.".Pelan-pelan Alma menoyor kepala Andya.

__ADS_1


Anayra jengah melihat pertengkaran keduanya."Kalian akan seperti itu terus?.".


Andya menjalankan motornya.


"Aku pulang!.".Alma pamit pergi.


"Pergilah,hati-hati!.".Anayra melambaikan tangannya saat Alma semakin menjauh pergi dengan Andya.


Anayra kembali masuk kedalam rumah yang tampak lengang karena sanak saudaranya sudah pulang.Dan rumah agak berantakan oleh persiapan untuk besok.Walaupun tidak banyak yang dikerjakan dan disiapkan sebab untuk acara prasmanan menggunakan jasa catering yang sudah sepaket di WO.Tetapi mereka tetap menyiapkan beberapa cake untuk sekedar menjamu tamu yang hadir.Dan untuk esok mereka hanya mengundang sanak saudara dan kerabat dekat saja dari kedua belah pihak.


Ridwan tersenyum melihat putrinya saat menghampirinya duduk disofa ruang tamu dan duduk disampingnya."Alhamdulillah,anak gadis ayah sudah mau menikah dan akan berumah tangga!.Siap lahir dan batin kak?.".


"Alhamdulillah,berkat do'a ayah dan ibu!.Insya Allah yah!.".Elak Anayra menutupi rasa gundah gulana dihatinya.


"Kenapa murung dan sedih?.Kalah senyumnya dengan ibumu,seperti model iklan pasta gigi!.".Kelakar Ridwan untuk menghibur Anayra dan menunjuk istrinya tersenyum lebar.


Anayra menyenderkan kepalanya dibahu ayahnya.Sedih dan suram ditambah matanya yang agak sembab.


Hani datang dari dapur membawakan nampan berisi 3 cangkir minuman air jahe dan madu yang masih mengepul asapnya.Sebagian kecil bukti rasa sayang dan perhatiannya.Angin malam terasa menusuk ke dalam pori-pori kulitnya hingga berinisiatif membuat minuman hangat untuk menghangatkan tubuh mereka.


"Jelas ibu senang dan bahagia.Hal yang membahagiakan seorang ibu adalah melihat putrinya memakai kebaya pengantin.Ini hari yang paling dinantikan semua ibu,saat anak gadisnya beranjak dewasa dan menikah!.".Hani penuh semangat dan berseri-seri meletakkan nampan dimeja dan duduk dihadapan mereka.


"Lihat lah kak!,ibu sangat optimis dan antusias sekali!.Seperti ibumu saja yang mau dikhitbah!.".Ridwan menggoda istrinya,mengambil cangkir dan menyeruput minumannya.


Hani mengangkat tangannya dan mulutnya terbuka mau memberitahu kalau minumannya masih panas.Tetapi terlambat,suaminya terlanjur meminumnya dengan cepat.


Byurrr.


Rasa panas tak terelakkan terasa membakar lidah dan tenggorokannya."Fyuhhh,kenapa ibu tidak bilang kalau masih panas!.Lidah ayah rasanya terbakar!.".Ridwan mengipasi lidahnya yang kepanasan.


Anayra menertawakan kelucuan ayahnya,dan Hani merengut karena kekonyolan suaminya."Issshhh....Seperti anak kecil saja.Pegang dulu!,jangan asal teguk saja!.".Memberi saran pada suaminya."Bismillah,sebelum minum dan jangan tergesa-gesa!.".Hani merutuk dan mengerucutkan bibirnya karena dongkol.


Hani merasa selalu disalahkan setiap yang dilakukannya dan yang dialami suaminya.Ridwan sosok suami yang baik,perhatian,penyayang dan bijaksana.Tetapi terkadang ceroboh dan gegabah sampai membuat Hani merasa serba salah.


"Oiya kak,ingat pesan ayah!.Setelah menikah,jadilah istri yang berbakti dan patuh pada suami!.Jangan pergi keluar rumah tanpa seijin suamimu!,akan menjadi mudarat.Kalau menolak keinginannya akan menjadi dosa.Kebaikan kecil yang kamu lakukan menjadi ladang pahala yang besar.Kalau kamu berbuat dosa maka suamimu yang menanggung dosamu!.Turutilah setiap ucapan suamimu selama itu baik dan benar!.Jika suami meridhoi maka akan melancarkan niat baikmu!.".Ridwan memberi petuah dan bekal ilmu pada putrinya supaya menyiapkan diri sebagai seorang istri.


Anayra menghayati dan meresapi setiap untaian kata-kata mutiara yang terucap dari mulut ayahnya seraya menatap wajah ayahnya dengan lekat yang baru dijumpainya lagi setelah kunjungan mereka ke Jakarta saat la kecelakaan.


Anayra mengangguk mengerti."Akan ku ingat itu!.".


"Pesan ibu,bangunlah lebih dulu sebelum suamimu supaya berkah!.Berhiaslah untuk suamimu bukan untuk orang lain!.Jagalah perasaannya dan jangan membuat suamimu marah!.Jaga hatimu,pandanganmu dan jaga jarak dari pria lain!.Paham kak?.".Hani menimpali dengan lembut tanpa menekan.


Anayra mengangguk mengiyakan.Benar adanya,ilmu adalah bekal yang terpenting supaya kokoh dan kuat pondasinya dalam hidup berumah tangga.


"Walaupun begini jalannya dan mendadak,tapi ayah yakin kamu menikah bukan atas dasar paksaan dan bukan karena unsur 'kebobolan' bukan!?.".Ridwan memastikan dan diangguki Anayra.


"Ayah percaya pada nak Khaffa,dia bisa menjaga syahwatnya meski berasal dari keluarga terpandang.Bukan bukan pria biasa saja seperti kita!.Ayah bisa melihat dengan mata hati ayah,dia pria yang baik dan bertanggung jawab!.".Tutur Ridwan setelah tahu jati Khaffa dan latar belakangnya.

__ADS_1


Meskipun awalnya minder karena calon besannya dari kalangan atas tapi karena sikap Khaffa yang kalem dan sopan membuatnya tidak merasa rendah diri.Dan bahkan Khaffa pernah memberikan kartu nama ayahnya pada ayah Anayra sebagai bukti.Dan Khaffa juga memberikan nomor kontak calon ayah mertuanya pada ayahnya yang didapat dari Anayra.


Anayra menyimak dan mendengarkan ucapan keduanya tanpa berkata-kata.Selang kemudian,Anayra beranjak dan ijin menuju kamarnya untuk tidur demi menjaga penampilannya esok hari setelah meneguk minumannya yang sudah hangat kuku.Andya pulang dan langsung masuk kedalam kamarnya juga karena hari semakin larut juga.Begitu pula kedua orang tuanya beristirahat untuk agar esok harinya kelihatan segar dan bugar demi menyaksikan dan melepas putri sulungnya dikhitbah.


__ADS_2