Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 11.Bodoh dan Ceroboh.


__ADS_3

Dengan pikiran sadar Lefrand menci*m Anayra untuk menyalurkan kerinduannya yang terbendung dan tertahan yang telah menghimpit dadanya selama ini.Namun tidak dengan Anayra la tidak sadar melakukan itu semua meskipun rasa rindu menghinggapi hatinya.


Lefrand tersenyum bahagia karena bisa menyalurkan rasa rindunya tidak hanya dengan kata-kata tapi juga dengan sebuah pelukan hangat dan ciuman yang lembut.Dan terkekeh geli ketika melihat ekspresi wajah Anayra yang tersipu dengan pipi merah merona.


Nay',sadarlah.Kendalikan dirimu.Jangan bodoh dan ceroboh.Ingat dia pernah khianati kamu!...Pikir Anayra.


"Mmas a-aku mau ambil minum dulu!.".Ucap Anayra gugup sambil berjalan kearah dapur kemudian menuangkan air kedalam gelas diatas meja lalu meneguknya.


Glekkk.


"Ana',kamu kok minum sendiri saja!.Apa kamu ga akan ngasih aku minum?.".Ucap Lefrand tiba-tiba berdiri dihadapannya dan mengagetkannya sampai membuatnya tersedak.


Uhukkk.


Dan Lefrand spontan menepuk-nepuk punggungnya."Pelan-pelan Ana',tenang dan santai saja!.".Ucap Lefrand sambil tersenyum tipis.


Tanpa ba-bi-bu lalu Lefrand meraih gelas yang ada ditangannya kemudian meneguk airnya yang tersisa setengahnya dengan sekali tegukan.


Glekkk.


Hingga membuat Anayra tercengang saat melihat dirinya minum digelas yang sama dengannya.Dan seketika Anayra terpaku dengan pikiran berfantasi liar membayangkan sesuatu.Disaat yang sama pula Lefrand lalu mendorong pelan tubuhnya kebelakang kemudian menyandarkannya didinding.


"Akhhh...Mmmas aapa yang mau kkamu lakukan?.".Ucap Anayra dengan gugup sambil mendongak menatap wajahnya.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Anayra.Lefrand malah mengunci kedua tangan Anayra didinding supaya dirinya tidak melarikan diri lalu menempelkan keningnya dikening Anayra.Dan Anayra meronta-ronta supaya bisa melepaskan diri dari cengkeraman tangan Lefrand namun nihil hasilnya karena tenaga Lefrand lebih kuat darinya.


Begitulah Lefrand sosok pria yang romantis dan lembut.Tapi itu dilakukannya hanya pada Anayra saja sebab la gadis yang dicintainya.Kepulangannya kembali pun dari negara tetangga karena hasratnya yang menggebu-gebu ingin segera bertemu dengan Anayra,setelah kepergiannya meninggalkan Anayra disebabkan oleh perpisahan mereka yang membuatnya merasa terpukul hingga la mengasingkan dirinya meskipun ada alasannya.


"Ana',apa kamu percaya aku dan percaya kata-kataku?...Apa tadi itu artinya kamu maafin aku dan nerima aku lagi?.".Bisik Lefrand dengan lirih sambil menatapnya dengan syahdu.


Dan Anayra bisa memahami ucapan Lefrand lalu la memejamkan matanya saat merasakan hembusan nafas Lefrand menyapu wajahnya dan saat mencium aroma wangi tubuhnya.Seketika itu pula dadanya terasa berat dan sesak lalu menggigit kecil bibirnya untuk menahan gejolak dihatinya.Entah kenapa setiap berdekatan dengan Lefrand selalu membuat otak dan pikirannya tidak bekerja.Hatinya menolak tapi tubuhnya tidak bisa menghindar.


Ketika Lefrand melihat ekspresi wajah Anayra.Dalam seketika hasrat dan nalurinya merasa terdorong untuk mengulang adegan romantisnya.


Deg,deg,deg.


Jantung Anayra berdetak cepat saat membuka matanya ketika Lefrand memiringkan kepalanya hendak menc*umnya kembali.Dan refleks la pun memalingkan wajahnya hingga kecupan Lefrand mendarat dipipinya bukan dibibirnya.Tapi wajah Lefrand tampak kecewa tapi cukup membuatnya senang.


Kruckkk.


Anayra tersipu malu ketika suara perutnya yang kosong meronta-ronta minta diisi.


"Hahaha...Kamu lapar ya Ana'?.Ayo kita keluar cari makanan!.".Ajak Lefrand karena la tidak mau melihat Anayra sakit karena tidak makan.


Sembari menggelengkan kepalanya,Anayra berkata."Ga usah mas!,aku mau masak dan makan disini aja!,aku lelah dan malas keluar.".Ucap Anayra beralasan sambil melepaskan diri dari cengkeraman Lefrand lalu melengos menuju ruang tamu kemudian duduk disofa.

__ADS_1


Dan Lefrand menyusulnya kemudian lalu duduk disebelahnya.


"Kita pesan didekat sini saja biar cepat nanti aku yang bayar,ok!?.".Sanggah Lefrand karena la tidak mau melihat Anayra kerepotan mengurus masakan.


"Yaaa!.".Ucap Anayra sambil mengangguk mengiyakan.


Anayra pasrah dan menuruti keinginan Lefrand karena la tidak mau berdebat dengannya.Dan Lefrand mengambil ponselnya dari dalam saku celananya kemudian menscrol layarnya mencari aplikasi yang menyediakan makanan online lalu memesannya.


"Ana' tempat ini masih sama kayak dulu.Apa kamu ga niat pindah?.".Tanya Lefrand setelah selesai dengan kegiatannya.


Dan dibalas gelengan kepala oleh Anayra.Tidak mungkin la pindah begitu saja karena tempat itu sudah cukup lama ditinggalinya dan lagipula jaraknya tidak terlalu jauh menuju tempat kerjanya.Apalagi tempat itu biaya sewanya cukup terjangkau olehnya dan Alma.


"Pindahlah keapartemenku!.".Pinta Lefrand penuh harap.


Tapi tak ada jawaban hanya gelengan kepala lagi hingga membuat Lefrand tampak kecewa karena permintaannya ditolak.Lefrand merasa iba dengan keadaan rumah kontrakan Anayra yang kecil menurutnya.Dua kamar yang sempit meskipun fasilitasnya cukup dengan dapur,kamar mandi dan ruang tamu.Tapi bagi Anayra lebih baik daripada tinggal dikos-kosan yang lebih kecil.Sudah terbayang olehnya jika la tinggal disana dengan keramaian yang ada.


"Ana',kamu belum menjawab pertanyaanku.Apa kita udah baikan sekarang?.".Tanya Lefrand karena penasaran.


"Mas,bisakah ga bahas itu sekarang!?.Aku ga tau harus jawab apa dan aku ga bisa mikir sekarang!.".Jawab Anayra dengan nada memohon sambil menatapnya dengan sendu.


"Ok,aku ga maksa!.Aku akan tunggu sampai kamu siap terima aku lagi!.".


"Makasih udah ngertiin aku.Aku udah maafin mas,tapi aku ga bisa lupain pengkhianatanmu.Ga semudah itu mas!.".Jelas Anayra.


Lefrand memohon dengan sangat padanya.Dan Anayra berusaha memaklumi sikap Lefrand.Sebab dia bisa merasakan cinta Lefrand masih sama padanya.Tapi entah untuk Anayra,masih misteri yang dirasakannya.Galau,bimbang dan ragu.


"Mmm...".Hanya itu jawab Anayra.


Beberapa menit kemudian...


Tok,tok,tok.


Lefrand beranjak dan berjalan menuju pintu lalu membukanya.


Ceklek.


Seorang pria muda berseragam dari jasa pengantar makanan membawa pesanannya.Mereka melakukan transaksi setelah selesai pria itu pergi.Tidak lupa Lefrand mengucapkan terima kasih.Lefrand duduk kembali disebelah Anayra.


"Makanlah Ana',jangan nyiksa diri!.".Ucap Lefrand sambil menyerahkan sekotak makanan tapi Anayra tidak berniat menyentuhnya.


"Kamu mau aku suapi?dengan senang hati akan ku lakukan.".Ancam Lefrand.


Ucapan Lefrand membuat Anayra tergerak mengambil kotak makanan itu lalu memakannya setelah membukanya.Senyuman tersungging dibibir Lefrand.


Ishhh,kenapa dia suka seenak jidat.Sama kayak CEO otak kurang se ons itu...Rutuk Anayra dalam hatinya.

__ADS_1


Maaf aku keras sama kamu Ana'.Kamu harus dikerasin baru nurut...Batin Lefrand.


Bukan maksud Lefrand keras padanya hanya dengan cara itu supaya Anayra menuruti permintaannya.Tapi sebenarnya dia berharap bisa melakukannya,menyuapi Anayra.


'Bucin'...Itu kata yang tepat untuk menilai sikap Lefrand pada Anayra.Aaah...Terserah Anayra atau orang lain berpikir begitu.Dia mengikuti nalurinya untuk melakukan yang terbaik agar bisa mendapatkan hati Anayra kembali.Mengikuti kata hatinya yang sudah tergila-gila pada mantan tercintanya.


Lefrand merasa bersyukur karena Anayra masih dengan status jomblonya pasca mereka putus dan sebaliknya.Ini adalah kesempatan dan peluang untuk bisa bersama kembali.Takdir seolah memihak pada Lefrand saat ini.


Anayra makan dengan pikiran melayang entah kemana.Dia terbayang saat-saat indah dulu bersama pria yang ada disampingnya.Begitupun dengan Lefrand merindukan kebersamaannya dengan Anayra dulu.Dia bertekad kali ini tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan hati Anayra kembali.


"Mas,udah selesai?.Pulanglah!.".Ucap Anayra saat melihat kotak makanan Lefrand sudah kosong.


Lefrand menatap tajam Anayra.


"Kamu ngusir aku Ana'?.".Tanya Lefrand.


"Udah malam mas,aku lelah mau istirahat.lngat!aku disini ngontrak.Aku ga mau orang lain berpikir buruk tentangku.".Tutur Anayra menjelaskan.


Lefrand paham dan mengerti maksudnya.


"Maaf!...Baiklah aku pergi!.".


Dengan wajah agak kecewa Lefrand beranjak berdiri.Padahal dia masih mau berlama-lama disana.Tapi setidaknya bisa tersenyum senang sebab sudah melepaskan rasa rindunya pada Anayra.Anayra mengantar Lefrand sampai keluar.


"Sampai jumpa Ana'!.".Ucap Lefrand sambil mengusap puncak kepala Anayra hingga membuat darahnya berdesir.


Lefrand pergi meninggalkan Anayra dengan menggunakan mobilnya yang terparkir didepan rumah.Anayra menatap kepergiannya dengan mata berkaca-kaca.Dia lalu masuk dan mengunci pintu.


"Aku bodoh dan ceroboh,kenapa pikiranku buntu setiap didekatnya.Seenak jidat dia c*um aku.Tapi kenapa aku ga bisa nolak dan ga bisa menghindar...Aaaargh.".Rutuk Anayra sambil mengacak-acak rambutnya saat berteriak.


Anayra merutuki kebodohan dan kecerobohannya.Menyesali sikapnya yang tidak terkendali.Kenapa dia membiarkan Lefrand memeluknya dan menc*umnya


Tidur...Ya hanya dengan cara itu dia bisa melupakan yang terjadi tadi.Dengan langkah gontai berjalan ke kamarnya.Matanya terpejam setelah menghempaskan tubuhnya ditempat tidur.


Pikiran dan tenaganya terkuras hari ini.Dia harus menghadapi pria-pria tampan dengan status berbeda.


Sang CEO yang selalu membuatnya marah dan kesal.Selalu menindasnya dan semena-mena dengan berbagai macam alasan.Sikap dan temperamennya yang berubah-ubah.


Sang mantan kekasih kesayangannya yang mulai hadir kembali dalam kehidupannya.Pria yang pernah mengisi hari-harinya dengan indah.Pria yang pernah mengisi ruang hatinya dengan cinta.Pria yang pernah memberinya kasih sayang dan perhatian.Tapi juga yang pernah mengkhianati dan memporak-porandakan hatinya.


Tali asmara mereka pernah terjalin hampir setahun lamanya.Kisah cinta mereka pernah menjadi topik pembicaraan seantero gedung butik.Kisah kasih yang dijalaninya dengan serius dan sudah berkomitmen untuk mengikatnya dengan tali pertunangan.Mereka merangkai impian dan harapan yang sudah terencana dengan baik dan matang.


Namun sebelum semua itu terlaksana.Sesuatu yang tidak terduga terjadi diantara mereka membuat impian dan harapan mereka itu kandas dan hancur seketika.Memutuskan tali cinta antara mereka berdua.Membuat Anayra menjaga jarak dari Lefrand dan membuat Lefrand pergi menjauh darinya.


Sepenggal kisah cinta itu kini hanya menyisakan kenangan manis dan meninggalkan kenangan pahit.Menyisakan rasa sakit dan kecewa diantara mereka berdua.Menggoreskan luka dihati yang teramat sakit dan sakit tak berdarah.

__ADS_1


__ADS_2