
Dirumah kediaman Oma Euis.Rena dan Andika duduk berdua dibelakang rumah sambil menikmati pemandangan alam pedesaan.Sebuah gubuk bambu yang menghadap ke Empang ikan dan didepannya dibalik pagar berbambu berjejer persawahan yang hijau.
Sepiring singkong beledug dan teh manis hangat menemani percakapan mereka sambil merelaksasi mata dan pikiran memandangi sejuknya alam yang memanjakan mata dan menenangkan pikiran.
"Alhamdulillah,akhirnya kita bisa mengantarkan Abang kepelaminan.Selesai sudah tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang tua.Sekarang dia yang menjadi pemimpin dan kepala rumah tangga.Papi bahagia bisa liat abang bahagia.".Ujar Andika.
"Benar Pi,sama Mami juga bahagia.Untung Mami dengar ucapan Papi coba kalo enggak,mungkin Mami ga akan liat senyum bahagia abang kemarin yang manis kayak gulali itu.".
"Ya Miii.Kalo Papi ga berhenti liat senyum abang gula darah Papi pasti naik,haha...".Seloroh Andika.
Rena ikut tertawa menanggapi nya.Dulu Andika sangat serius dan tegas,jarang sekali bercanda dan tertawa.Tetapi sejak pensiun dari kedudukannya,waktunya banyak dihabiskan dirumah dan bersama Rena.Hal itu dilakukannya untuk menggoda istrinya yang cerewet dan suka mengomel.
"Tapi Papi merasa bersalah pada Dani dan putrinya.Kita sudah mengecewakan mereka membatalkan perjodohan Abang dan Sabrina.Padahal awalnya kita yang memintanya lebih dulu.".Sambungnya raut wajahnya berubah sedih.
Andika teringat permintaannya untuk menjodohkan Khaffa dan Sabrina.Namun karena Khaffa mencintai Anayra maka Andika membatalkannya setelah menimbang-nimbang lagi.Sebab la khawatir jika diteruskan dan dipaksakan malah akan membuat hubungan Sabrina dan Khaffa tak harmonis,tak bahagia dan tak langgeng.
Banyak yang menjadi bahan pertimbangan nya.Sebab pernikahan bukanlah sekedar menyatukan dua insan tapi juga menyatukan dua hati yang berbeda dan juga bukanlah suatu permainan atau sandiwara belaka yang dilakukan selama beberapa episode saja tapi untuk selamanya.
"Mami juga merasa begitu!.Dan kita bahkan ga melibatkan Abang dan Sabrina waktu pembatalan itu.Mami juga belum sempat nanyain gimana tanggapan Sabrina dan belum minta maaf sama dia.".
Sembari berbincang mereka menyantap makanan yang sederhana itu.Seketika Rena merenung teringat pada saat la berbicara dengan Dani.
Flashback on.
Rena dan Andika membuat janji dengan Dani disebuah Restoran yang tak jauh jaraknya dari rumah Andika maupun Dani.Ada ditengah-tengah untuk memudahkan mereka pulang.
Saat melihat Rena dan Andika sudah duduk dikursi salah satu meja diRestoran itu.Dani datang menghampiri mereka saat Andika melambaikan tangannya.
"Maaf aku telat,tadi macet dijalan!.Kalian pasti sudah lama menungguku!?.".Ucap Dani.
"Ga masalah!,silahkan duduklah!.Ada yang mau kami sampaikan padamu.".Ujar Andika saat berjabatan tangan dengan Dani.
Lalu menyalami Rena kemudian duduk disamping Andika.
"Oiya mas,katanya mau pergi keluar kota bersama Daniel?.Apa benar?.".
Rena mengetahui hal itu dari orang tua Daniel yang tak lain kakak iparnya.Dan la juga sudah tahu jika Dani bekerja diHotel yang dikendalikan oleh Daniel.
"Iya benar,esok kami berangkat!.Ngomong-ngomong,ada apa menyuruhku datang kemari?.".Tanya Dani walaupun la bisa menduga apa yang akan mereka bahas.
"Maaf kami menyita waktumu sebentar.Ada yang mau kami sampaikan padamu!.Ini tentang masalah perjodohan anak kita.".Ucap Andika.
Andika sebenarnya merasa bimbang dan ragu untuk mengatakannya.Namun ini harus dilakukannya sebelum terlambat.Sejenak la menghela nafasnya untuk menenangkan hatinya sebelum melanjutkan pembicaraan.
"Dani,aku dan istriku minta maaf sebelumnya sebab merasa mempermainkanmu.Tapi ini penting yang harus ku sampaikan sekarang.Dan,sepertinya perjodohan anak kita terpaksa harus kita batalkan karena kamu pasti tau penyebabnya dan bisa menduganya sendiri bukan?.".Ucap Andika serius tapi sangat hati-hati saat menyampaikannya.
"Anakku ternyata sudah mencintai gadis lain diluar sepengetahuan kami dan bahkan sudah melamarnya tanpa setahu dan seijin kami!.Sekarang kami cuma bisa mengalah dan menerima hubungan mereka.Apa kamu bersedia memaklumi keputusan ku ini?.".Sambung Andika mengungkapkan dan menjelaskan hal tersebut.
"Iya mas,ini diluar dugaan kami.Kuharap mas bisa mengerti posisi kami sekarang!.Walaupun awalnya aku menentang dan tahu hubungan mereka sebelumnya tapi akhirnya aku sadar sekarang.Ga semua kehendak kita harus dituruti oleh anak kita sebab mereka juga punya pemikiran dan keinginan sendiri.".Imbuh Rena berharap dan memohon pengertian Dani.
Semua kata-kata Andika dan Rena disimak dan dicerna Dani dengan baik.Dia merenung sejenak untuk mempertimbangkannya dan memikirkan apa yang harus dikatakannya.
__ADS_1
"Baiklah,aku bisa mengerti dan memahami kalian.Lagipula anak-anak kita belum saling mengenal satu sama lain.Sama dengan ku,ini lebih baik sebelum terlambat dan sebelum mereka menikah,sebab jika dipaksakan akan sulit nantinya.Takut hubungan mereka kedepannya tak bahagia dan tak berlangsung lama.".Ucap Dani dengan bijak.
Akhirnya Dani bisa memahami dan memakluminya.Sebab la juga tak mau mengorbankan putrinya nanti jika menikah secara paksa dan karena kehendaknya.Bukan atas dasar cinta melainkan perjodohan.Sebab cara itu bisa membuat kehilangan kebahagiaan putrinya walaupun ada yang berakhir bahagia tapi tak sedikit juga yang berakhir sedih.
"Syukur alhamdulilah,kamu mau memahami situasi dan kondisinya.Aku ucapkan banyak terima kasih untuk pengertian mu!.Kami merasa bersalah dan menyesal dan kami berhutang kebaikan padamu!.Jika kamu dan putrimu membutuhkan sesuatu,katakanlah pada kami!.Anggaplah aku saudaramu dan jangan sungkan lagi!.".Ujar Andika.
Senang sekali rasanya hati Andika dan la bisa bernafas lega karena masalah ini sudah terselesaikan dengan baik.Hati dan pikirannya terasa ringan dan tanpa beban sekarang.Dia tak perlu pusing lagi memikirkan soal itu padahal sebelumnya la sangat cemas dan khawatir jika Dani tak mau menerima dan tak bisa diajak kompromi walaupun sudah tahu sifat Dani yang bijaksana.
Dani dengan bijak menanggapinya sebab ini demi kebaikan bersama.Apalagi la juga sama sebagai seorang kepala keluarga yang menginginkan kebahagiaan anaknya.
"Iya mas,kita berteman sejak lama walaupun sempat terpisah dulu dan baru ketemu lagi setelah anak kita dewasa.".Sahut Rena menimpali.
"Baiklah,aku terima tawaran kalian kalo kalian memaksa,hahaha...Baiklah aku harus pergi sekarang mau menyiapkan barang yang harus kubawa esok pagi.Dan ada yang harus kuurus dulu dikantor!.".Ucap Dani.
"Lahhh,kenapa harus pergi secepat ini?.Kamu bahkan belum minum dulu,tunggulah aku pesankan makanan dan minuman dulu untukmu!.".Cegah Andika sambil memegang lengan Dani saat la beranjak.
Andika menawarkan dan la lupa karena terlalu fokus pada topik pembicaraan.
"Ga usah, lihatlah perutku ini sudah seperti perempuan yang sedang bunting,hahaha...".Kelakar Dani mencairkan suasana supaya lebih santai.
"Ya sudah kalau kamu keukeuh mau pergi.Hati-hati Dan',semoga besok selamat sampai tujuan.".
"Aamiin,terima kasih!.Aku pergi dulu, sampai jumpa lagi!.".Ucap Dani kemudian pergi meninggalkan restoran dengan mobilnya.
Sementara Rena dan Andika menyantap makanan yang sudah dipesan sejak tadi sebelum kedatangan Dani.Mereka menunggu Dani sejak tadi dan karena Dani belum muncul juga akhirnya mereka memesan dulu makanan namun saat sudah tersedia Dani datang.Mereka juga belum memesan makanan untuk Dani karena supaya Dani bisa memilihnya sendiri sesuai seleranya.
*Off.
Waktu beranjak siang saat Alma berpamitan pada kedua orang tuanya dan Anayra,khaffa juga keluarganya.Dia kembali ke Jakarta karena harus bekerja dan untuk apa la berlama-lama di rumahnya toh yang cuti menikah Anayra bukan dirinya.
Namun saat sudah ditengah perjalanan ke Jakarta,la lupa untuk meminta ponselnya kembali dari tangan Khaffa.Saking ingin segera hengkang dari sana.Dia jengah mendengar ocehan ibunya yang kata Anayra seperti kicauan burung yang merdu.
Sembari menatap pemandangan alam diluar jendela sana sambil menyandarkan kepalanya.Dia merenung ditengah perjalanannya.
Flashback on.
Baru saja Alma bangun dari tidur nya.Dia sudah disuguhi ceramah dari ibunya.
Sembari berjalan menuju dapur dengan langkah terseok-seok karena masih mengantuk saking lelahnya kemarin membantu kesibukan keluarga Anayra diacara pernikahan Anayra dan Khaffa.Alma mengambil segelas air minum di dispenser lalu meneguknya sampai habis sambil mendengarkan ocehan ibunya.
"Anak perawan jam 10 kok baru bangun.Pantesan jodohnya lama datangnya,bangunnya siang melulu.".Ucap ibunya saat sedang memasak di dapur.
"Mana tuh laki-laki yang kamu puji-puji baik dan ganteng itu?.Hilang kemana dia dan dimana sekarang?.".Sambungnya.
"Katanya mau dikenalin kemari,ehhh belum ketemu udah hilang aja kayak jin.Kalah sama si Nay' udah nikah duluan.Tau-tau dinikahin sama pria kaya dan tampan pula padahal ga lama dengar kabar pacaran mereka.".Omelnya tanpa menoleh pada Alma.
Walaupun awalnya ikut berasumsi buruk dengan pernikahan dadakan Anayra dan Khaffa.Namun saat menjadi tamu undangan setelah melihat sosok wajah Khaffa dan tampak dari keluarga kaya raya.Dia pun menepisnya dan malah merasa takjub dan iri ingin mempunyai menantu seperti Khaffa.
Alma cuek dan acuh saja sebab sudah mempersiapkan diri untuk ini walaupun saat ini terasa panas dan berdenging telinga nya.Berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah selesai bersiap dan berganti pakaian.Dia pamit pada kedua orang tuanya untuk kembali ke Jakarta karena harus bekerja setelah selesai makan dulu.
"Bu,pak aku pamit pergi dan maaf aku banyak ngecawain ibu sama bapak.".Ucap Alma sambil mencium punggung tangan mereka.
__ADS_1
"Oiya,nanti kalau sampai bulan depan ga ada kabar darinya.Terpaksa ibu jodohin kamu sama si Aji anak Bu lda.".Pesan ibunya ketus sebelum la pergi.
"Iya,terserah ibu aja!.Aku pasrah karena cape dan lelah.".Ucap Alma dengan lemah.
Tak kuat lagi membantah ucapan ibunya.Sebab la merasa malu juga pada ibu dan dirinya sendiri yang sudah memuja dan memuji Riccy pada ibunya.
"Tenangkan hati dan pikiran mu jangan diambil hati cicitan ibumu.Fokus saja bekerja disana dan jaga dirimu baik-baik ya!.".Ucap ayahnya sambil menepuk pundaknya.
Menenangkan Alma karena iba dan kasihan yang selalu menjadi bulan-bulanan ocehan istrinya.
"Iya pak!.Aku pergi dulu,assalamu alaikum.".
"Waalaikum salam.".Ucap ayah dan ibunya.
Alma pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun selain tas selempang nya.Berjalan menuju rumah Anayra yang jaraknya sekitar 100 meter darinya.Dia pamitan pada seluruh keluarga Anayra.Menuju stasiun yang dekat pemukiman komplek perumahan nya dengan berjalan kaki untuk menghibur hatinya sembari menikmati pemandangan kompek perumahan yang dirindukan dan sudah jarang dilihatnya sekarang ini.
*Off.
Sakit dan perih hatinya seperti luka yang ditaburi garam saat mendengar akan dijodohkan dengan laki-laki bernama Aji yang tak jelas pekerjaannya itu yang sudah dikenalnya.Hanya saja laki-laki itu dari keluarga kaya seorang anak dari juragan beras yang tokonya dimana-mana.
Ibu Alma berniat menjodohkan mereka atas permintaan orang tua Aji yang menyukai Alma dan berharap untuk bisa merubah anaknya supaya mau bekerja jika sudah menikah nanti.Ibu Alma mendengar hal itu saat dirinya sering membeli beras ke tokonya.
Aji pemuda berusia 26 tahun laki-laki yang malas untuk bergerak apalagi bekerja dan hanya mengerjakan sesuatu yang sesuai kehendaknya saja.Dia berpikir seperti itu karena sudah terbiasa oleh keinginan dan kebutuhan nya yang selalu tercukupi oleh kedua orang tuanya.
Dalam renungannya tak terasa sudah sampai distasiun pusat kota Jakarta.Alma turun dari KA dan mencari angkutan umum disana untuk menuju apartemen Lefrand karena tak bisa memesan ojol sebab ponselnya ditangan Khaffa.Dan la bingung juga oleh nasibnya sekarang sebab la tak mungkin terus menerus tinggal disana setelah Anayra menikah yang secara otomatis akan tinggal bersama Khaffa.
Saat menaiki angkutan umum Alma sedikit takut karena la sendirian didalam sana.Namun tiba-tiba mobilnya mendadak berhenti karena mesinnya mogok padahal perjalanan masih panjang.
"Lho bang,kok berhenti sih?.Saya kan belum bilang kiri bang,ga minta berhenti.".Tanya Alma risau dan panik.
"Wahhh,maaf mbak mesinnya kayaknya mogok.Maklum udah butut harus dimake over alias harus turun mesin,hahaha...Silahkan turun mbak,biarin ga usah bayar.Cari angkot yang lain aja didepan sana,tapi hati-hati jalannya nanti didepan situ ada perbaikan jalan.". Ucap sopir angkutan umum sambil menunjuk jalan yang ada didepannya.
"Okelah kalo begitu.Makasih bang!,dilem biru aja bang angkotnya diganti sama yang baru!.".Canda Alma sambil turun dari angkutan umum.
Sopir angkutan umum terkekeh-kekeh mendengar celotehan Alma.Akhirnya terpaksa Alma mencari yang lain tapi jalanan sepi.
"Yaaa,hujan.Siang bolong begini kok hujan sih?.".Ucap Alma saat rintik-rintik air jatuh kebumi dan menimpanya sambil menengadah ke langit.
Alma berlari tunggang langgang menuju tempat yang teduh.Sialnya karena angkutan umum tak kunjung lewat juga apalagi ditambah hujan yang turun tiba-tiba mengguyur dengan derasnya.Tanpa memperhatikan sekitarnya saat berjalan melewati pembatas jalan yang sedang diperbaiki.Sontak Alma berjalan ketengah jalan namun saat bersamaan sebuah sedan mewah melesat dari arah belakang lalu menubruknya.
"Aaaakhhh...
Brughhh.
Jatuh tersungkur dalam posisi tertelungkup dan kondisi tubuh basah kuyup juga kotor.Si pria pengemudi mobil langsung berhenti dan keluar menghampirinya.
"Maaf,aku ga sengaja.".Ucap pria itu sambil membantu Alma bangun.
"Ayo ikut aku.Kamu bisa jalan kan?.".Tanya pria itu tanpa bisa melihat dengan jelas wajahnya karena terhalang air hujan dan begitupun Alma.
Alma mengangguk walaupun sedikit sakit dan berjalan tertatih-tatih sambil meringis kesakitan.
__ADS_1
"Masuk saja ga masalah,badan kita sama-sama basah!.".Ucap pria itu saat mendapat tatapan dari Alma yang ragu-ragu untuk masuk dan hanya berdiri didepan pintu mobil.
Pria itu langsung menancap mobilnya dengan kecepatan sedang tanpa mau berbicara dengan sepatah kata pun pada Alma yang duduk disampingnya.Kondisi mereka tampak lusuh,basah,kotor dan berantakan tak menarik lagi dilihatnya.Namun wajah keduanya masih bisa terlihat jelas.