
Daniel mengeluarkan dompetnya dari saku celananya untuk mengambil kartu berwarna gold.Diberikannya pada Dea dan ber transaksi membayar gaun yang dipilihnya.
Setelah selesai,Dea menyerahkan sebuah paper bag pada Daniel."Terima kasih,tuan.Semoga hari anda menyenangkan.".Penuh kesopanan dan keramahan Dea membungkuk hormat pada Daniel.
Anehnya,kemudian Daniel memberikan paper bag itu pada Anayra."Ambillah!.".
"Maaf?.".Sontak Anayra terperangah menatap Daniel.
"Itu untuk mu.".Daniel memperjelas dengan tegas.
"Untuk ku?.".Anayra menunjuk wajahnya sendiri."Kenapa?,apa alasannya?.".Benar-benar tak mengerti maksud Daniel.
Pria yang berdiri dihadapannya ini benar-benar mengejutkan dan membingungkan.Tiada angin dan tiada hujan tiba-tiba Daniel menyerahkan gaun yang dicoba dan dipilih tadi.Anayra sempat mengira jika gaun itu untuk wanita spesial di hati Daniel.Namun ternyata,perkiraannya meleset.
Mendengar Anayra bertubi-tubi menanyakan alasannya,Daniel mengerutkan dahi."Tidak perlu alasan khusus untuk memberi mu hadiah.Jika aku mau,aku bisa memberikan gaun itu pada gadis lain.Tapi,aku ingin kau yang memakainya.".Garis wajah serius nya menegaskan itu.
"Maaf!.Aku tidak bisa menerima benda yang bukan milikku!.".Anayra berargumentasi."Kita tidak cukup dekat untuk saling memberi dan menerima.".Itu hanya kiasan saja untuk menyamarkan penolakan nya secara halus,agar Daniel tak tersinggung.
Daniel tak percaya,Anayra menolak pemberian nya.Jika begitu,maka Anayra pun pasti akan menolak permintaan.Namun Daniel tak ingin berasumsi sendiri jika belum mencoba mengutarakan niatnya,dan tak mengabaikan penolakan Anayra.
"Jika kau ada waktu.Datanglah ke restoran di D'n'D Grand city hotel,jam 8 malam.Ku tunggu kau disana.".Daniel menatap Anayra penuh harap,agar mau menerima ajakannya.
Antusias dan optimis juga jika Anayra akan datang.Selama ini,tak satupun wanita yang berani menolak permintaan nya.
Anayra semakin bingung,bahkan jengah.Daniel tak menyerah meskipun sudah ditolak nya dengan kata-kata yang halus.Jika itu tak mempan,maka harus mencoba dengan kata-kata tegas.Jika Daniel masih kebal dan tidak peka,maka harus menggunakan cara kasar.
"Maaf tuan.Permintaan anda tidak bisa ku turuti.".Anayra menolak dengan tegas dan tetap tersenyum saat mengembalikan paper bag itu pada Daniel.
Daniel terhenyak,sangat tidak suka dan tak nyaman melihat sikap Anayra yang begitu formal dan canggung padanya.Sedangkan bersama Khaffa,tampak berbeda.Bahkan berani bersikap lancang dan berbicara lantang.
"Kamu menolak pemberianku?,setelah menerima bunga dariku?.".Daniel tak habis pikir dengan yang baru saja dikatakan Anayra.
Pengakuan Daniel membuat Anayra terkejut dan tertegun seketika.
Bunga itu darinya?.Tidak pernah ku duga...
Barulah Anayra tahu sekarang,jika Daniel yang mengiriminya bunga itu.Saat itu tidak tertulis nama Daniel dikartunya,sehingga pernah menyangka jika bunga itu dari Khaffa.
Hal itu seketika membuat Anayra emosi.Tak bisa menahan kesabaran lagi,dan tak bisa beramah-tamah lagi pada Daniel."Apa maksud mu dibalik sikap tidak wajar mu?.".
"Jika seorang pria menyukai seorang wanita,apa itu disebut tidak wajar?.".Daniel berargumen dan menatap Anayra aneh.
Alangkah terkejutnya Anayra mendengar pernyataan serius Daniel,tuk kedua kalinya.
"Maaf!.Itu tidak patut dikatakan disini,dan waktunya tidak tepat.Ini tempat kerja ku,dan silahkan bawa pulang barang anda!.".
Bagaimana pun Daniel lebih tua darinya dan seorang klien pula,maka Anayra harus menunjukkan sikap baiknya.
"Apa itu artinya kamu memberi ku kesempatan?,untuk menyatakan perasaan ku ditempat lain?.".Daniel berspekulasi sendiri dari perkataan Anayra dan menarik satu alisnya keatas,menunggu jawaban Anayra.
Anayra menjadi bingung menghadapi Daniel.Tangannya mengepal,menahan hatinya yang menggeram.
"Aku tidak pernah mengatakan itu.Jika urusan anda selesai,silahkan pergi!.Tidak baik mengganggu jam kerja pegawai rendahan seperti ku.Itu akan membuat ku terlibat masalah.".Menunjuk pintu keluar dengan sopan pada Daniel.
Pipi Daniel terasa panas seperti ditampar Anayra."Kamu mengusir ku?.Kamu tau sedang berhadapan dengan siapa?.".Netra nya yang angkuh, bersirobok dengan netra dingin Anayra.
"Tanpa mengurangi rasa hormat ku,aku meminta anda pergi sekarang juga!.". Alih-alih menjawab pertanyaan Daniel,Anayra menekan kalimat permintaannya.
Dea dan Melly yang bergeming ditempatnya masing-masing,berdiri terpaku menyaksikan drama menarik didalam butik,dengan terheran-heran.
Daniel tak bergeming.Sikap dingin Anayra tak mampu membuatnya menyerah begitu saja."Bisakah kamu melunak dan bersikap baik pada ku?.Aku tidak perduli urusan pekerjaan mu,dan majikan mu.Aku hanya ingin kamu mengerti akan perasaan ku pada mu.".Ditatapnya iris mata Anayra dengan iris mata yang menghiba.
Terkejut,bingung dan merasa aneh.Tetapi Anayra berusaha tetap tenang menghadapinya."Tidak ada alasan untuk ku melakukan itu.Kumohon jangan buat aku marah dan membenci anda!.".Aura tegasnya menatap tajam Daniel.
"Kamu memiliki kekasih?.".Hal itu mengundang rasa penasaran Daniel akan status Anayra.
Aku kekasih adik sepupu mu...
Anayra ingin jujur mengungkapkan itu pada Daniel.Tetapi tak bisa,dan hanya bisa berkata jujur dalam hati saja.
__ADS_1
Selain itu,ketenangan Anayra merasa terusik dan tak nyaman dengan keingintahuan Daniel."Itu bukan urusan anda.Kurasa anda tidak harus mengetahui hal itu,dan aku juga tidak harus mengatakannya.".
Perkataan Anayra ditanggapi serius Daniel dan membuatnya sadar diri,walaupun merasa diremehkan harga dirinya.
"Baiklah.Kali ini aku mengalah,tapi bukan berarti aku menyerah.Aku akan kembali lagi lain waktu,maka siapkan diri mu!.".Berlalu pergi dengan membawa paper bag ditangannya dan hati yang teramat sangat kecewa.
Sial.Apa yang kulakukan?.Aku menjatuhkan harga diri ku sendiri.Bukan kata terima yang ku dapatkan,tetapi penolakan.Memalukan.Aku tidak suka akhir ceritanya...
Rasa kecewa,sakit dan perih seperti dirajam silet yang tajam dirasakan hati Daniel saat ini.
Usai Daniel pergi,Anayra menarik nafas dalam-dalam dan menghela nafas panjang saat berpegangan pada meja Kasir."Ini diluar dugaan ku.Aku tidak siap mendengarkan pengakuan cintanya.".bisa menduga jika ada udang dibalik batu dengan sikap Daniel padanya.
"Mbak baik-baik saja?.".Dea memegang lengan Anayra,dibalik meja Kassa nya.
"Iyaaa.".Anayra mengangguk meyakinkan hati Dea."Tolong rahasiakan ini dari semua orang,termasuk Alma.".Terseok-seok Anayra melangkah menuju meja kerjanya,dan duduk dikursi.
Sepeninggal dari butik,Daniel menyusuri lantai Mall dengan hati yang terluka menuju basement menggunakan lift.Baru kali ini mendapat penolakan dari seorang gadis yang disukainya.Bahkan biasanya tidak harus susah payah mendekati wanita .
Biasanya gadis-gadis dengan sukarela datang dengan sendirinya padanya.Tetapi Daniel tidak mau memaksa Anayra, memaksakan kehendak nya dan tak ingin bersikap egois.Tak mau membuat Anayra menjadi semakin membencinya nanti.
"Jika mau mengambil madu,jangan tendang sarangnya lebahnya.".Konotasi kata itu terlintas Daniel sebagai kata penyemangat nya,dan kala sebuah ide muncul di pikiran nya."Tunggu saja Anayra,kamu akan menyesal sudah berani menolakku.Tapi,aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati mu.Suatu saat,kamu pasti akan menerima cinta ku dan bertekuk lutut mengemis cinta pada ku.".Bergumam sendiri saat berjalan dibasement.
Sesampainya diarea parkir motor,Daniel menaiki motornya dan mengenakan pelindung kepalanya.Melaju kencang meninggalkan tempat itu menggunakan motor besarnya.
Tubuh Anayra terasa lemas saat menghadapi Daniel dan jantungnya berdegup kencang,terkejut oleh pengakuan Daniel tadi.
"Bagaimana bisa aku terjebak dalam situasi dan kondisi yang rumit ini.Aku tidak mungkin menerima Daniel.Khaffa pasti akan kecewa dan marah jika mengetahui hal ini.".Hubungan persaudaraan Khaffa dan Daniel membuat Anayra merasa tertekan.
Anehnya,rasa ingin menutupi hubungan nya dengan Khaffa dari Daniel terbersit dibenak Anayra.Bukan tanpa alasan,karena tak ingin Khaffa dan Daniel terlibat perdebatan dan pertikaian.
Ditempat lain.
Ditengah perjalanannya,Khaira merutuk dan menggerutu saat mobil yang dikendarainya tiba-tiba mogok.Untungnya saja posisinya dipinggir jalan saat menepikan mobilnya.
Berulang kali Khaira mencoba menstarternya,tetapi tetap saja mesinnya tidak berhasil menyala,padahal bensinnya masih banyak."Ada apa ini?.Kenapa mesinnya tidak mau hidup?.".Seketika Khaira bingung karena jarak untuk sampai ke Mall masih cukup jauh sebab terjebak kemacetan tadi dijalan raya."Perjalanan masih jauh.Gue tidak mungkin jalan kaki atau naik taksi.Ini jam sibuk.".Khaira mengambil tasnya dikursi samping,meraih ponsel dan menelpon.
Khaira menepuk keningnya karena merasa sial."Ahhh,kenapa gue harus memakai mobil jadul Papi?.Harusnya mobil ini dimuseumkan.".Saat menunggu panggilannya dijawab.
"Assalamu alaikum.".Sapanya.
Waalaikum salam,ada apa Khaira?,apa kamu baik-baik saja?,apa ada masalah?...Jawab seseorang diseberang sana.
"Maaf kak!,mobilku mogok dijalan,apa kakak punya kenalan seorang montir?.".
Share lokasimu!,aku akan kesana sekarang!.
"Baik kak!.".Khaira mematikan ponselnya kemudian mengirimkan lokasi dimana berada saat ini.
Setelah selesai,Khaira bersandar dikursinya dan memejamkan matanya,selama menunggu kedatangan seseorang.
"Tenanglah dan rileks.Ini tidak seberapa jika dibandingkan sakit hati karena dikhianati,dan patah hati karena putus cinta.".Hatinya yang sedang galau karena baru patah hati dan pikirannya yang kusut.
Khaira merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi malam.Pria yang baru menempati hatinya ternyata telah tega mendustainya dan mengkhianatinya padahal sudah mau menerima cintanya setelah beberapa kali menolaknya dan mulai mau membuka hatinya saat ini.
Selang kemudian...
Tetapi tiba-tiba Khaira terhenyak dan membuka matanya karena dikejutkan oleh suara ketukan dikaca pintu mobilnya.Jantungnya terasa mau loncat saat la menoleh kekanannya dan melihat sosok wajah yang dikenalnya.Khaira tidak segera membuka kacanya karena takut tapi orang itu malah semakin keras mengetuk-ngetuknya dan kelihatan tidak sabaran.
"Khaira cepat buka pintunya!,aku mau ngomong sama kamu!.Kalo ga aku akan pecahkan kacanya!.".Dengan nada menggertak dan mengancamnya.
Karena tidak mau pria itu melakukan hal tersebut,terpaksa membuka pintu mobil lalu perlahan keluar dengan wajah ketakutan lalu celingukan saat melihat situasi yang sepi karena melewati jalan pintas setelah keluar dari kemacetan dijalan raya tadi.Hanya ada sebuah kios atau kedai kopi saja yang jaraknya 10 meter darinya.
"Aada apa Satrya?,darimana lu tau jika gue ada disini?.".Khaira berdiri dihadapan Satrya,dengan rasa takut menghampiri hatinya.
"Khaira, maafkan aku!.Semalam aku khilaf dan salah,kondisiku setengah sadar.".Satrya menjelaskan dengan wajah memelas mencari simpati dan perhatian Khaira.
Khaira paham apa yang dimaksudnya.Pantas saja waktu itu nafas Satrya tercium bau alkohol saat berbicara dengannya.Sekarang Satrya tidak kasar lagi kata-katanya karena sedang dalam kondisi sadar saat ini.
"Nasi sudah menjadi bubur.Apa yang gue katakan gak bisa ditarik lagi.".Khaira menggelengkan kepala dan menyilangkan tangannya.
__ADS_1
Tetapi Satrya tidak menghiraukannya dan malah menarik tubuh Khaira lalu mendekapnya."Maafkan aku Ra!.Beri aku kesempatan sekali lagi!,plisss!.".Satrya memohon dengan sangat disaat menahan rasa sakit,saat tangan Khaira memukuli punggungnya.
Saat memukuli punggung Satrya,Khaira meronta-ronta."Lepaskan gue!.Kemarin lu bilang gue sok suci dan sok jual mahal.Tapi lu sendiri cowok mesum dan gak ada akhlak!.".Dengan hati dipenuhi amarah.
"Kamu gadis baik Ra!,dan aku salah sudah menilai mu buruk.Tapi cintaku benar-benar tulus,Ra.Plisss,jangan putuskan hubungan kita,ok!?.".Satrya mengeratkan pelukannya hingga membuat nafas Khaira terasa sesak dan matanya berkaca-kaca.
"Le pas kan aku Satrya!.".Khaira melemah dan suaranya terdengar serak,dadanya tersengal-sengal saat nafasnya terasa sesak.
"Jawab dulu pertanyaanku Ra!?.".Satrya tak menghiraukan keadaan Khaira,dan tak melepaskan Khaira.
Tanpa diduga dari arah samping datang seorang pria tampan dan menguraikan pelukan keduanya.
Pria itu menarik tangan Khaira kearahnya."Lepaskan dia!.Telinga mu tuli hah?.Bocah ingusan,kamu ingin membuat Khaira kehabisan nafas lalu mati?.Pergilah jangan ganggu dia lagi!.".Usirnya dengan wajah berang dan geram.
Satrya membulatkan matanya,terkejut dengan panggilan pria itu padanya."Bocah ingusan?.".Tajamnya menatap pria dihadapannya.
Khaira terengah-engah,dengan wajah ketakutan bersembunyi dibalik punggung pria itu dan memegangi lengannya.
"Gue bukan bocah ingusan.Umur gue 23 tahun,dan gue sudah dewasa.".Satrya membela dirinya karena tidak terima dengan ucapan pria itu.
"Aku lebih dewasa darimu,jadi jangan berani melawan ku!.Jika lu bukan bocah ingusan,lalu apa?.".Pria itu semakin menggeram dan menatap dingin Satrya."Cepat pergi sebelum kesabaranku habis!.".Menyentak dan menatap Satrya seperti iblis.
Satrya menatap Khaira sekilas yang berdiri disampingnya,dan segera pergi menghampiri motor bis*n warna putihnya yang terparkir dibelakang mobil Khaira.
Khaira dan pria itu menatap kepergian Satrya hingga luput dari pandangannya.
"Kamu baik-baik saja Khaira?.".Pria itu berbalik kebelakang dan menghadap Khaira,memegang kedua bahunya dan menatap Khaira penuh rasa cemas.
Diangguki kepala oleh Khaira."Aku baik-baik saja,kak.Terima kasih sudah menolong ku!.Jika kakak tidak datang di tepat waktu,aku pasti sudah mati.".Dengan mata berkaca-kaca."Aku masih ingin hidup.Ingin menikah,dan hidup bahagia bersama suamiku nanti.".Khaira mengusap air matanya yang jatuh dan menetes dipipinya.
Perkataan Khaira membuat bibir Lefrand tersenyum samar,merasa geli oleh ucapannya.Gadis ini selalu saja menggelitik hatinya,oleh tingkah laku dan ucapannya.Tetapi Lefrand bernafas lega karena datang diwaktu yang tepat,sebelum sesuatu yang buruk terjadi,menimpa Khaira.
"Mana ada pria yang mau pada gadis cengeng seperti mu?.".Lefrand berkelakar untuk menghibur hati Khaira.
Khaira menatap pria tampan yang semalam telah menolongnya.Mengantarnya pulang tanpa cacat dan selamat,sampai kerumahnya."Jika tidak ada pria lain yang mau pada ku.Ada pria baik hati yang selalu menolong ku.".Balas menggoda Lefrand dan tersenyum manis.
Lefrand tersenyum tipis,mengerti jika pria yang dimaksud Khaira adalah dirinya.
"Heiii,aku bukan bodyguard mu yang harus siaga setiap saat.".Setengah bercanda dan tertawa-tawa,Lefrand merengut marah.
"Apa aku baru saja ditolak?.".Khaira pura-pura sedih,mencari perhatian Lefrand.
Tetapi berhasil menarik simpati Lefrand."Aku akan berusaha melindungi dan menjaga mu,semampu ku.".Dengan perasaan iba dan kasihan,Lefrand menyandarkan kepala Khaira didada bidangnya.
Penuh kelembutan Lefrand mengelus-elus kepala Khaira,memberinya ketenangan dan ketentraman dihati Khaira.
Khaira membenamkan wajahnya didada Lefrand,dan menyeka air mata yang mengalir dipipinya.Perasaan Khaira merasa aman dan damai setiap ada didekat Lefrand."Aku akan sangat berterima kasih untuk itu,kak.".
"Dia kekasih mu yang membuat kamu masuk ketempat remang-remang itu,dan menangis semalam?.".Lefrand mencari tahu sosok pria yang menjadi alasan utama Khaira ke night club dan menangis.
"Mantan kekasih.".Khaira menegaskan itu."Aku baru saja ingin membuka hati ku untuk nya.Tapi dia malah mengkhianati ku.Aku tidak menyesal memutuskannya.Tapi sial,tetap saja sakit hati.".Anehnya,perasaan kecewa dan sakit hati dirasakan Khaira saat putus cinta dan melihat sikap bejat Satrya.
Perkataan Khaira terdengar miris dan sangat mengiris hati nya,Lefrand terhenyak.Teringat akan masa lalunya yang pernah mengkhianati cinta Anayra.
"Pria memang misterius dan cerdik.".Tapi,kamu gadis naif yang cantik dan pintar mengambil keputusan.".Lefrand mencoba menyemangati Khaira,disaat hatinya sendiri merasa butuh kekuatan.
"Benarkah?.".Khaira melongo tak percaya saat mendengar pujian Lefrand dan menatap Lefrand penuh rasa penasaran.
Lefrand menatap sendu manik mata gadis yang tiba-tiba saja ingin dijaga dan lindunginya,dan mengangguk."Benar.".
Jawaban itu membuat hati Khaira senang bukan kepalang.Senyum manis terukir di wajah Khaira yang cantik dan sedikit sembab.
Garis senyum dipipi Lefrand melengkung ke atas.Senang bisa memberikan motivasi pada Khaira disaat hatinya sendiri merasa gundah gulana dan pikirannya tak karuan.
Lefrand merasakan hal yang sama seperti yang Khaira rasakan saat ini,patah hati.Hubungannya dengan Anayra tak berjalan mulus dan jauh dari ekspektasinya.Niat hati ingin merajut kembali cinta dengan Anayra,namun rasa kecewa yang didapatkan.
Kini Khaffa yang berhasil meluluhkan hati Anayra,pria yang baru masuk kedalam kehidupan Anayra,yang baru dikenal Anayra dan menjadi saingan nya selama masa perjuangan nya mendapatkan cinta Anayra kembali.
Namun,Lefrand merasa aneh.Kini harus terlibat dalam lingkaran hidup Khaira,yang merupakan adik dari Khaffa.Tanpa merasa keberatan menjadi penyelamat,dan tanpa merasa terbebani menjadi pelindung Khaira.Selalu ada disaat Khaira membutuhkan kehadiran nya,dan datang disaat Khaira membutuhkan pertolongan nya.
__ADS_1
Saat itu Khaira meminta menghubungi Lefrand untuk meminta bantuan karena jika menghubungi kakaknya maka Khaffa akan mencecarnya dengan banyak pertanyaan dan menginterogasinya,dan Khaira tak mau pusing soal itu.
Lefrand saat itu kebetulan ada disebuah toko meubel dan furniture,yang waktu tempuhnya sekitar 15 menit dari Khaira saat ini.Setelah sampai,Lefrand menepikan mobilnya dibelakang motornya Satrya.Dengan cepat keluar dari mobil dan segera menghampiri sosok gadis yang dikenalnya dan tengah dalam pelukan Satrya.