
***
Waktu sudah menunjukkan jam 11:00 siang saat Sang CEO tampan duduk dikursi kepemimpinannya.Dia tengah fokus memeriksa sebelum menandatangani berkas-berkas dimeja kerjanya.
Dan diluar ruangan,seorang gadis cantik siap-siap membuka pintu ruangannya.
Cklek.
Gadis itu langsung menerobos masuk kedalam sambil tersenyum sumringah saat melihat wajahnya.
"Abaaang,aku dataaang!.".Ucap gadis itu dengan suara melengking memekakkan telinganya.
Saat mengenali suaranya,Khaffa langsung mendongak dan menatapnya sambil mendengus kesal .Yaaa,siapa lagi kalau bukan adik semata wayangnya yang bersuara nyempreng itu.
"KHAIRAAA,kenapa kamu ga ngetuk pintu dulu?.".Dengan geram sambil geleng-geleng kepala karena dongkol oleh sikap adiknya yang sudah menjadi kebiasaan setiap datang kekantornya.
Khaira P Alyandra gadis cantik,langsing dan tinggi semampai berusia 23 tahun ini datang tiba-tiba keruangan CEO tanpa seijin dan tanpa mengetuk pintu sampai membuat Khaffa terkejut,geram dan kesal.Adik satu-satunya yang disayanginya meskipun suka usil dan jahil serta sederet sifat lainnya.
Sembari cengar-cengir Khaira menghampiri kakak tampan kesayangannya yang tengah duduk dikursi kebesarannya dan berdiri disampingnya.
"Emang napa kalo ga ketuk pintu dulu?.".Tanya Khaira acuh dengan wajah tanpa merasa bersalah.
"Apa abang takut kepergok karena suka ngajak gadis-gadis kemari?.Dia gadis atau janda?,janda muda atau janda tua?.".Canda Khaira menggodanya sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Karena jengkel mendengar celotehannya sontak Khaffa menghentikan aktivitasnya dan spontan menoleh sambil mengangkat tangan kanannya.
"Aauwww...Sakit abang!.".Ringis Khaira merajuk sambil mengusap-usap keningnya saat Khaffa menyentilnya.
Khaira tak bisa menghindar karena tak menduga jika kakaknya akan seperti itu.Dan Khaffa tentu saja la marah oleh ucapannya sebab la tidak seperti yang dituduhkan adiknya itu.Ketenangan Khaffa seketika merasa terusik oleh cicitannya padahal la sedang serius bekerja.Dan entah kenapa Khaira sangat senang menggoda dan mencandai kakaknya yang dingin dan kaku itu,dengan keusilan dan kejahilannya mulutnya.
"Jaga mulutmu itu Khai'!,jangan asal bicara!.Mau apa kamu kemari?,cepat katakan!.".Tanyanya langsung tanpa basa-basi sambil menyilangkan kedua tangannya.
Dia tidak mau membuang waktunya hanya untuk meladeni kekonyolan adiknya itu.
"Ishhh abang ini bukannya nanya kabarku,Papi dan Mami dulu!.Abang ga rindu kami gitu?,kayak bang Toyib aja ga pulang-pulang!.".Sewot Khaira sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal.
Khaffa terheran saat Khaira menyebutkan nama yang baru didengarnya.Merasa asing dan tidak kenal dengan pemilik nama itu.
"Pergilah Khai' kalo cuma mau meggangguku!.Aku transfer kalo kamu butuh uang!.".Ucap Khaffa kembali fokus pada pekerjaannya.
Khaira merengut kesal sambil berkata."Dihhh,dasar beruang kutub!.Abang ga peka!,malah cuekin aku dan ngusir aku.Huhhh!.".Rutuk Khaira sambil mendaratkan kepalan tangannya dilengan Khaffa.
Padahal la merasa rindu padanya sebab Khaffa satu-satunya saudaranya kandungnya.Apalagi mereka jarang bertemu jadi Khaira merasa rindu dan kesepian sejak Khaffa memutuskan tinggal di apartemen.Suasana rumah yang tadinya selalu ricuh oleh perseteruan antara mereka jadi sunyi dan sepi.
Ocehan Khaira benar-benar membuat kepalanya terasa pusing sampai la memijat pelipisnya oleh gadis yang berdiri disampingnya dan menggangu pekerjaannya.Jalan satu-satunya yang harus la lakukan adalah memenuhi permintaannya.
"Katakan,apa maumu?.".Tanya Khaffa.
Itu jawaban yang diharapkan Khaira sedari tadi.Itu artinya Khaffa memberi kode padanya dan bukan main senangnya Khaira sampai cengar-cengir.
"Abang,aku dengar ada butik baru disini?.Liat yuk bang?.".Rengek Khaira manja sambil mengguncang lengan Khaffa.
Khaira tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk meminta sesuatu dari kakaknya.
"Ckkk...Kamu mau beli gaun lagi?.Lemari pakaianmu udah penuh Khai'!.".
__ADS_1
Dia tahu karena Khaira sering meminta uang darinya untuk berbelanja.
"Abaaang,aku butuh gaun pesta!.Pernikahan temanku esok lusa dan aku ga mungkin memakai gaun yang pernah kupakai sebelumnya kan?.Ayolah Abang tampanku yang baik dan ga pelit!?.".Bujuk Khaira dengan manjanya.Mode merayunya on.
"Pergilah sendiri Khai'!.Aku akan berikan kartuku dan belilah sesuai keinginanmu!.".
Ucap Khaffa saat merogoh saku celananya.
"No abang!aku butuh penilaian abang pada gaun yang kupilih nanti,let's go!.".Ucap Khaira beralasan dan cepat-cepat menarik lengan Khaffa supaya berdiri lalu bergelayut manja dilengannya.
Khaffa menghela nafasnya menyerah dan pasrah saja mengikuti keinginan Khaira.Sebab jika tidak maka Khaira tidak akan berhenti mengganggunya.
Sembari menggandeng lengan kakaknya dengan wajah berseri-seri.Khaira dan Khaffa berjalan menuju butik setelah melewati lift.Sekilas mereka seperti pasangan kekasih berbeda usia karena jarak usia mereka terpaut 6 tahun.Mungkin untuk sebagian orang berpikir begitu tapi tidak dengan orang-orang yang sudah tahu status mereka.
Khaira rindu pada kakak satu-satunya ini.Rindu untuk menjahili dan mengganggunya.Mereka jarang bertemu dan jarang berkomunikasi karena Khaffa jarang pulang kekediaman kedua orang tuanya.Khaffa lebih sering menghabiskan waktunya dikantor,Mall dan apartemennya.
Sebenarnya Khaira bukan tidak mempunyai uang untuk membeli sebuah gaun.Itu hal kecil baginya yang merupakan putri satu-satunya dari Andika Alyandra seorang pemilik MARSgroup.Dia hanya mencari alasan saja menemui Khaffa hanya ingin menggoda dan mencandainya.
"Selamat siang Pak,mbak?.".Sapa Santi ramah saat mereka masuk kedalam butik.
Seulas senyum tipis terukir dibibir mereka saat disambut hangat oleh Santi.Khaira menyusuri butik melihat deretan gaun-gaun cantik yang tergantung dirak pajangan.Dan Khaffa mendudukkan dirinya disofa yang ada dibutik sambil mengedarkan pandangannya.Dia terkesan melihat interior ruangan butik sebab baru kali ini menginjakkan kakinya kedalam butik.
Deg.
Khaffa dikejutkan saat melihat seorang gadis dan seorang pria tampan duduk berdampingan dikursi sambil menatap layar laptop dimeja.Mereka terlihat intim dan mesra sampai membuatnya merasa kesal dan kepanasan.Entah la cemburu atau tidak suka melihat kedekatan mereka.
Kencan ditempat kerja,ga tau malu.Dia nyebut gue ga waras dan ga punya etika lalu dia apa?...Pikir Khaffa sambil memandangi keduanya.
Disudut ruangan butik itu ada Anayra tengah duduk dikursi kerjanya didampingi Lefrand disampingnya.Tapi Anayra merasa terganggu pekerjaannya oleh kehadiran Lefrand yang satu jam yang lalu sudah datang menemuinya dibutik.
Anayra jengah oleh sikap Lefrand yang tidak wajar dan bisa mengundang pikiran negatif dari orang lain padanya.
"Tenang Ana'!,ga akan ada yang berani protes termasuk mbak Lulla!.".Jawab Lefrand santai.
Anayra memutar matanya jengah karena sikap Lefrand semakin agresif dan posesif serta semaunya sendiri.
"Mas,tolong hargai aku!.Aku pegawai disini dan ini tempat umum!.Orang lain nanti akan menilaiku buruk disini!,dan kalo mas begini terus lebih baik aku keluar dari sini!.".Sentak Anayra sambil berdiri sampai Lefrand hampir terjungkal saat kepalanya masih betah bertengger dibahunya.
Lefrand tidak menghiraukan keadaan sekitarnya dan dimana kini berada.Dia seperti itu hanya ingin menunjukkan keseriusannya pada Anayra dan la merasa berhak melakukan apapun yang sesuai dengan keinginannya sebab tidak akan ada yang berani mengusiknya termasuk Lulla.
Dan spontan Lefrand beranjak dan segera menyusul Anayra yang sudah melangkahkan kakinya.Sontak langkah Anayra tertahan saat Lefrand mencekal lengannya.
"Ana' bisakah kamu tenang saat bersamaku?.Aku udah bilang jangan benci dan hindari aku.".Tegas Lefrand mengingatkannya.
Tetapi Anayra dan Lefrand tidak menyadari bila Khaffa tengah mengawasi dan mendengarkan perdebatan mereka karena suara mereka terdengar jelas sebab suasana butik yang hening dan sepi.
Anayra menarik paksa lengannya yang dicekal oleh Lefrand.
"Lepas mas!.Aku dan kamu ga ada hubungan apa-apa sekarang!,dan lagipula aku juga belum menjawabnya kemarin.".Anayra kesal dan marah karena sikap Lefrand melebihi batasannya.
Dengan tergesa-gesa Anayra berjalan menuju pintu setelah lolos dari cengkeraman tangannya.Namun langkahnya terhenti saat melihat wajah Khaffa dan tersentak kaget melihat Khaffa sedang duduk disofa.Dia tidak memperhatikan sekitarnya hingga tidak tahu kedatangan Khaffa dibutik.
Anayra dan dan Khaffa saling menatap sejenak lalu berjalan kembali namun lagi-lagi Lefrand mencegahnya.
"Ana',maafin aku!,jangan pergi dan tetap disini!.Kumohon tenanglah!.".Pinta Lefrand dengan wajah memelas.
__ADS_1
Tapi Anayra menggelengkan kepalanya karena karena sikap Lefrand tidak bisa ditolerir lagi.
"Mas udah melebihi batasan dan aku muak dengan sikapmu yang sesukamu,semaumu dan seenaknya aja!.".Sentak Anayra dengan hati dipenuhi amarah lalu pergi dari hadapan Lefrand.
Tidak mau menyerah dan mengindahkan ocehannya,Lefrand menyusulnya tapi la terhenti saat Anayra berbalik kearahnya.
"Jangan ikuti aku mas!.". Tegas Anayra lalu melanjutkan langkahnya kembali.
Raut wajah Lefrand seketika berubah sedih sambil menatap kepergian Anayra dengan perasaan menyesal.Tangannya mengepal menahan amarahnya karena sudah membuat Anayra kecewa kemudian pergi kearah yang berbeda.
Masih bergeming ditempatnya,Khaffa merenung berusaha mencerna adegan drama yang terjadi didepan matanya.Menerka-nerka dengan situasi yang terjadi antara Lefrand dan Anayra.
"Dea,mas Lefrand dan mbak Anayra berantem ya?.Apa mbak Anayra nolak mas Lefrand yang ngajak balikan ya?.".Tanya Melly penasaran.
"Kamu kepo banget sih Mell'?.Jangan ngegosip soal mas Lefrand!,nanti kalo Bu Lulla tau kamu bisa dipecat!.Secara mas Lefrand adik kesayangannya.".Cetus Dea mengingatkan Melly.
"Dihhh,aku nanya bukan ngegosip!.".Sewot Melly sambil berlalu pergi meninggalkan Dea dimeja Kassa.
Setelah Khaffa mendengarnya dengan jelas apa yang dikatakan oleh mereka,la mulai paham sekarang apa permasalahannya dan penyebabnya.
Hmmm...Jadi pria itu adik Bu Lulla dan mantan kekasih gadis butik itu...Pikir Khaffa sambil manggut-manggut.
Setelah selesai dengan aktivitas nya.Khaira yang sedari tadi sibuk didalam ruang ganti mencoba gaun-gaun yang menurutnya cocok melekat ditubuhnya akhirnya keluar dari sarangnya.
"Abang aku ambil yang ini!.Mana kartunya?.".Ucap Khaira sambil menengadahkan tangannya.
Dan spontan Khaffa merogoh saku celananya untuk mengambil dompet lalu memberikan kartu berwarna gold pada Khaira.Dengan hati senang Khaira menuju Kassa diikuti Santi dibelakangnya membawakan gaunnya kemudian melakukan transaksi.Setelah urusan mereka selesai,Khaffa dan Khaira berjalan pergi dari butik.
Dan Anayra saat ini berada ditoilet.Dia menyiram wajahnya dengan air kran diwastafel lalu melihat pantulan wajahnya dicermin.
"Tenang Nay'!.Kamu harus kuat dan ikhlas menerima apapun yang terjadi.Sang khalik ga akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya.Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya!.".Gumam Anayra menguatkan hatinya.
Tak lama setelah itu Anayra kembali menuju kebutik sambil celingukan mencari-cari Lefrand namun nihil tapi membuat la bisa bernafas lega saat ini.
"Mell',mas Lefrand udah pergi?.".Tanya Anayra memastikan dan Melly menangguk mengiyakan.
"Iya mbak!.Ga lama setelah mbak pergi.".Jawab Melly apa adanya saat Anayra datang menghampirinya.
"Mbak kok ga makan siang?,sekarang kan udah jam istirahat!.".Sambung Melly bertanya.
Dan dibalas gelengan kepala oleh Anayra sambil melenggang menuju meja kerjanya.Melly sempat terheran tapi karena la sudah mengingatkan Anayra,la pun acuh saja dan melanjutkan pekerjaannya.
Anayra menghela nafasnya sambil duduk menopang dagunya dan mengetuk-ngetuk meja kerjanya.Tidak bersemangat untuk keluar karena seharusnya saat ini la makan enak dengan lahapnya dijam makan siangnya.Tapi seketika selera makannya hilang meskipun perutnya terasa lapar minta diisi.Tetapi la malas untuk melakukan apapun saat ini malah memilih berdiam diri dan membenamkan pikirannya sambil menatap layar laptopnya.
Selang kemudian mengambil ponselnya untuk mengisi waktu senggangnya dengan membaca cerita novel favoritnya diaplikasi ponselnya untuk mengibur dirinya yang sedang galau.
"lho,Mbak Anayra ga istirahat?,dia kan lembur hari ini gantiin mbak Alma yang off!.".Seru Santi pada Melly yang tidak tahu jika ada drama yang terjadi diruangan butik karena tadi la sibuk melayani Khaira yang gonta-ganti mencoba gaun-gaun.
Melly menggelengkan lalu berkata."Mungkin dia lagi galau San'!.".Jawab Melly sekedarnya tapi membuat Santi terheran dan mengerutkan keningnya.
Mereka lalu merapikan gaun-gaun yang dicoba Khaira tadi tanpa melanjutkan pembicaraan karena takut Dea murka mengira bergosip.
Anayra lelah dengan semua kejadian yang dialaminya.Terkadang la ingin pergi sejauh mungkin tapi nyalinya tidak cukup mendukungnya.Apalagi pekerjaannya saat ini membuatnya nyaman dan sesuai dengan keahliannya.Sebenarnya bukan hal sulit untuknya mencari pekerjaan baru namun la malas bila harus beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru.Apalagi ada Alma yang tinggal seatap dan setempat kerja dengannya.
__ADS_1