
Dikediaman keluarga Andika Alyandra.
Dorrr,dorrr.
Setelah suara ketukannya dipintu berulang kali tidak juga membuat pemilik pintu itu keluar.Rena lalu menggedor-gedornya ketika putrinya belum juga menampakkan batang hidungnya dimeja makan padahal la dan suaminya sudah menunggunya sejak tadi dan lagipula waktu juga sudah menunjukkan jam 8:15 pagi.Tapi karena menunggu Khaira kelamaan akhirnya mereka makan duluan.
"Khaira ayo bangun!,dan cepat buka pintunya!.".Pekik Rena dengan suara kerasnya hingga membuat bi Diah yang berdiri didekatnya menutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Euleuh-euleh...Ini anak tidur atau pingsan ya?,kenapa belum bangun juga sih?.".Gumamnya sambil melipat kedua tangannya dan geleng-geleng kepala karena dongkol dengan tingkah polah putrinya yang tidak bangun juga untuk membukakan pintu meskipun sudah diketuk dan digedor-gedor pintunya.
Sejak tadi bi Diah mengetuk-ngetuk pintu kamar Khaira tapi tidak terbuka juga karena ternyata tuan putri yang satu ini masih betah diperaduannya.Maka oleh sebab itu bi Diah melaporkannya pada Rena tentang hal tersebut karena biasanya Khaira sudah bersiap diri untuk bekerja diwaktu yang sama dan sudah standby dimeja makan.
Cklek.
Kepala Khaira menyembul keluar setelah la membuka pintunya dengan wajah terkantuk-kantuk.
"Ada apa Mi?.".Tanya Khaira sambil menggaruk kepalanya ditengah kesadarannya ketika baru bangun tidur dengan wajah tak berdosa lalu memperhatikan gerak-gerik ibunya yang menerobos masuk kedalam kamarnya.
Dan Khaira mengikuti langkah ibunya lalu duduk disofa.Dengan wajah berang karena hatinya terasa panas dan darahnya terasa mendidih,Rena membuka tirai jendela dikamarnya Khaira.
"Liat tuh diluar sana si mentari udah nongol tapi kamu malah ga nongol-nongol juga dimeja makan dari tadi Khai'!.Anak gadis kok tidurnya kebluk kayak kebo sih!,kamu kan harus kerja Khai'!.".Oceh Rena dengan nada marahnya sambil menunjuk keluar jendela untuk menunjukkan pada Khaira jika hari sudah terang.
Sementara Khaira hanya mengucek-ngucek matanya saja saat mendengarkan ocehan ibunya.
Sebenarnya Rena tidak mau marah karena semenjak Khaira bekerja dikantor bersama kakaknya sudah mulai banyak perubahan yang terjadi pada dirinya.Tapi semalam Rena memergoki Khaira pulang lebih dari jam 10 malam karena peraturan yang Rena terapkan untuk dirinya sampai jam 9 malam saja batas waktu kepulangannya dirumah.
Rena seperti itu bukan karena ingin mengekang Khaira tapi itu dilakukannya untuk kebaikan dirinya juga sebab la merasa cemas dan khawatir jika sesuatu yang tidak diinginkannya terjadi pada putri satu-satunya itu.Meskipun Rena selalu keras tapi hatinya sangat lemah dan sensitif bila melihat orang-orang yang dicintai dan disayanginya mengalami sesuatu yang buruk.Dan la juga bersikap keras terhadap kedua anaknya supaya mereka menuruti ucapannya saja.
Sembari mengerjap-ngerjapkan matanya karena tersadar Khaira berkata."Iiya maaf Mi,aku bangun kesiangan soalnya tidurku kemalaman Mi!,aku siap-siap sekarang Mi!.".Ucap Khaira sambil berdiri lalu berlari menuju kamar mandi.
Setelah menghela nafasnya sejenak lalu Rena merapikan tempat tidurnya.Dan bi Diah dengan sigap memunguti pakaian kotor Khaira yang berserakan disofa yang ada dikamarnya saat mengekori Rena masuk tadi.Setelah dirasa semua sudah beres dan rapi Rena keluar diikuti bi Diah dibelakangnya sambil membawa pakaian kotor ditangannya.
Rena menyusuri lantai rumahnya menyusul Andika diteras kemudian duduk disampingnya yang sudah standby duduk dikursi saat sedang menikmati pemandangan alam dan menghirup udara segar dipagi hari ditemani secangkir kopi.Tangan Rena lalu terulur meraih sebuah majalah yang tergeletak dimeja.
"Apa Khaira sudah bangun Mi?.".Tanya Andika setelah menyeruput kopi dicangkirnya lalu diletakkannya dimeja.
__ADS_1
"Sambil mengangguk Rena berkata."Udah Pi!,dia bangun kesiangan pasti karena semalam pulang kemalaman!.".Ucap Rena sembari membuka lembaran halaman majalah ditangannya.
"Jangan terlalu keras padanya dan jangan mengekangnya Mi!,karena dia masih dalam proses pembelajaran.Biarlah dia menjalani hidupnya dengan prinsipnya sendiri supaya pengalaman hidupnya lebih banyak lagi!,sehingga dia bisa mengambil hikmah dari setiap yang dialaminya selama itu baik dan benar.Tingkat kedewasaan seseorang itu akan terlihat ketika la mampu menyikapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri!,jadi biarkan Khaira belajar dari pengalamannya selama dia bisa memilih dan memilah mana yang terbaik untuknya!.Percayalah kalau dia bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik Mi!.".Tutur Andika dengan lembut memberi gambaran pada istrinya supaya dirinya tidak terlalu keras dan mengekang kebebasan putrinya yang sudah beranjak dewasa.
Sebab Andika percaya jika Khaira tidak akan melakukan hal-hal yang diluar batasannya dan bisa merugikan dirinya sendiri karena la sudah sering menasehatinya dengan cara yang lembut dan lebih dekat dengannya layaknya seorang teman.Andika selalu memancing Khaira supaya la mau bercerita atau mencurahkan isi hatinya sehingga la tidak segan dan bisa dekat dengan putrinya.Dengan begitu la pun bisa memberikan pendapat dan saran padanya.Dan menurut Andika jika la terlalu keras dalam mendidik anak-anaknya maka pemberontakan yang akan didapatnya sehingga secara otomatis anak-anak pun akan menjauh darinya.
Setelah menyimak dan mendengarkan kata-kata suaminya dengan kepala tertunduk ketika sedang mencerna kata-katanya.Kemudian Rena berkata sambil mendongakkan kepalanya.
"Iya Pi!,Mami mengerti dan paham ucapan Papi.Tapi Mami melakukan itu semua karena ada alasannya sebab Mami cemas dan khawatir padanya Pi'!.".Rena berargumen sambil menatap suaminya dengan lekat.
Ada segelintir orang mengatakan jika anak perempuan adalah milik ayahnya dan anak lelaki adalah milik ibunya.Tapi itulah yang sebenarnya terjadi dan la rasakan saat ini seperti hal tersebut dan sesuai dengan kenyataannya jika Rena dekatnya dengan Khaffa dan la dengan Khaira.
"Itu benar Mi!,tapi belajarlah untuk menerima dan melepaskan dengan ikhlas ya!.Tapi tetap do'akan yang terbaik untuk mereka sebab do'a seorang ibu itu yang menuntun mereka kejalan yang benar dan menuju keberhasilan!.".Ucap Andika dengan santai tanpa menekan dan memojokkan Rena.
Dan Rena menganggguk mengiyakan dengan wajah sumringah karena Andika sosok suami yang lembut ketika memberinya wejangan dan tidak banyak menuntut padanya harus melakukan ini dan itu,harus begini dan begitu atau harus melakukan sesuatu yang menurut kehendaknya saja.Bahagianya hati Rena karena mempunyai sosok suami seperti Andika.
Sejam berlalu...
Langit tampak cerah hari ini sehingga mampu menghipnotis siapa saja yang memandangnya menjadi lebih bersemangat untuk melakukan aktivitasnya.Tapi ternyata hal itu tidak berlaku untuk Khaira ketika dirinya sudah selesai bersiap untuk pergi bekerja karena wajahnya tampak murung sebab suasana hatinya sedang mendung.
Andika dan Rena sontak menoleh padanya ketika putri mereka berbicara sambil berdiri dihadapan mereka.
"Ga apa-apa tapi jangan diulangi Khai',kalo mau pulang telat kabari kami biar ga kuatir ok!.".Ucap Rena sambil beranjak berdiri lalu merangkulnya dan mengelus-elus punggungnya.
"Ok,makasih Mi,Pi!.Kalo gitu aku berangkat sekarang ya!.".Ucap Khaira dengan wajah sumringah karena hatinya merasa senang dan lega.Dan dibalas anggukan kepala oleh keduanya.
Setelah mengecup pipi kedua orang tuanya la langsung berjalan menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumah kemudian pergi meninggalkan tempat itu sambil mengemudikan mobilnya.
diMall...
Setibanya dibasement.Anayra berjalan dibasement sendirian tanpa Khaffa sebab Khaffa sudah pergi lebih dulu menaiki lift menuju kantornya.Meskipun mereka berangkat kerja bersama tapi Anayra keukeuh dengan pendiriannya untuk menutupi hubungan mereka supaya la bisa melakukan aktivitasnya dengan santai dan nyaman tanpa ada tatapan sinis dan gunjingan dari para pegawai wanita diMall.
Tapi ternyata terlambat ketika seseorang memergokinya keluar dari mobil Khaffa pada saat dirinya juga baru menepikan motornya diarea parkir kendaraan roda dua.Gadis itu menghadang Anayra dan mencekal lengannya lalu menyeretnya ketempat yang lebih sepi disudut basement dengan wajah diselimuti rasa iri dan cemburu dihatinya.
Kebetulan suasana ditempat itu memang masih sepi oleh pengunjung dan lagipula para pegawai yang lainnya sudah melewati pintu pegawai serta sudah standby dan sedang sibuk digerainya masing-masing sehingga tinggal mereka berdua saja yang datang belakangan.
__ADS_1
"Heh,kayaknya lu ga ngeuh sama omongan gue dan ga jera ya!.Udah gue ingetin jangan sok cantik dan suka tebar pesona disini tapi lu malah ngeyel deketin pak Khaffa!.Apa telinga lu budek atau otak lu yang loading sih?.".Sentak Seranovi dengan nada kasarnya.
Sembari mengatur nafasnya karena terkejut oleh sikap Seranovi padanya.Anayra meringis sambil mengusap lengannya setelah menghempaskan tangannya ketika dicekal oleh gadis yang ada dihadapannya itu.
"Maaf ya mbak!.Aku ga ngerti apa maksudmu?.".Dalih Anayra berkelit tidak paham dengan ucapannya.
"Hahaha...Ga usah berlaga pilon deh lu!,gue tau dan liat lu keluar tadi dari mobilnya pak Khaffa,jadi ga usah ngeles lagi lu!.".Ucap Seranovi dengan ketus sambil menyilangkan tangannya dan menatapnya sinis.
"Lalu apa urusan mbak memprotes sikapku?,apa mbak kekasihnya atau istrinya dia?.Ayo katakan apa hubungan kalian sekarang ini!?.".Tanya Anayra dengan penuh keberanian.
Tapi membuat pipi Seranovi memanas karena amarah menguasai hatinya saat ini.Dia tidak bisa menerima kata-kata Anayra yang sudah berani melawannya karena selama ini dia merasa paling berkuasa dan paling cantik diMall sehingga tidak ada yang berani padanya dan tidak ada yang berani menyalip setiap pria yang disukainya,terutama Khaffa.
"Wahhh,rupanya lu berani juga ya sama gue!.Gue pikir lu bodoh dan lugu tapi ternyata nyali lu besar juga ya!?,ck,ck,ck.".Ucapnya sambil berdecak kesal dan geleng-geleng kepala karena ternyata Anayra tidak selugu yang la kira.
"Maaf mbak!,kalo urusan mbak udah selesai,aku permisi mau kerja!.".Ucap Anayra sambil melangkah tapi Seranovi malah spontan mencegahnya dengan cara memiting tangannya kuat-kuat hingga dirinya tidak bisa bergerak dan pergi menghindarinya..
"Eiiits,urusan kita belum selesai non!.Dengerin gue ya!,lu harus jauhin dia dan jaga jarak darinya!.Kalo lu berani membantah omongan gue maka...".Tiba-tiba ucapannya terputus ketika suara seseorang menyelanya dan muncul dihadapan mereka tanpa diduga dari arah belakang.
"Maka apa?,apa yang akan kamu lakukan padanya?.".Ucap seorang pria tampan berperawakan tinggi dengan rambut difoam dan mengenakan jaket kulit berwarna hitam serta kacamata hitam bertengger dimatanya.
Suara baritonnya refleks membuat Seranovi melepaskan tangan Anayra saat menoleh padanya.Begitupun Anayra sangat terkejut dengan kedatangannya sepagi ini diMall.
"Kenapa kamu ga menjawab pertanyaanku hah?.Apa nyalimu sudah menciut sekarang?,ayo cepat katakan!,aku mau tau seberani apa kamu mengancamnya?.".Ucap pria itu mengintimidasinya sambil menatapnya dengan wajah garang.
Seranovi seketika terpana saat melihat wajah tampannya tapi kemudian tertunduk dan diam membisu saat melihat ekspresi wajahnya.Dan tanpa instruksi dari siapapun kemudian la berlalu setengah berlari menuju pintu pegawai dengan wajah ketakutan tanpa berani menoleh kebelakangnya.Dan pria itu tersenyum smirk menatap kepergiannya,sementara Anayra dengan wajah terheran-heran la mengamati pria yang berdiri dihadapannya saat ini tanpa berkedip.
"Kenapa kamu menatapku begitu?,kayak liat hantu aja!.Awas nanti naksir lho!,hehehe...".Ucapnya dengan nada narsis sambil terkekeh geli melihat ekspresi wajah Anayra.
Tapi ucapannya itu malah membuat Anayra geleng-geleng kepala dan tersenyum miring.
"Ishhh,kenapa pria gila ini muncul lagi disini?.".Gumam Anayra pelan hampir tidak terdengar sambil memutar matanya jengah.
"Tuan makasih ya udah mau menolongku tadi!,tapi karena udah ga ada urusan lagi disini maka dari itu aku pamit pergi!,permisi!.".Ucap Anayra sambil melengos pergi menuju pintu pegawai meninggalkan pria itu seorang diri.
Sembari menyilangkan tangannya pria itu menatap kepergian Anayra sambil tersenyum lebar karena merasa senang bisa bertemu dengannya.Selang kemudian la menuju lift lalu masuk saat pintunya terbuka dan menekan tombol 3 meluncur keatas.
__ADS_1