
Setiap minggunya Anayra,Alma dan juniornya berganti shift.Dan pekan ini giliran Anayra masuk siang dan Alma paginya.
Sedangkan Khaffa dan Riccy tidak ada jadwal kerja yang pasti.Khaffa bisa masuk dan pulang sesuka hatinya karena la seorang pimpinan dikantornya.Namun la selalu menjaga 'image' nya sebagai seorang CEO dan memberikan contoh yang baik pada seluruh pegawainya untuk menghargai waktu.
Sedangkan Riccy dituntut untuk tetap ada disetiap waktu ketika Khaffa membutuhkannya.Namun jika memang tidak ada pekerjaan lagi atau sedang kosong jadwal kegiatan Khaffa,Riccy bisa bebas dari tugasnya.Setiap tugas yang diberikan oleh Khaffa padanya akan segera dilakukan dan diselesaikan secepatnya sebab Khaffa tidak suka menunda-nunda pekerjaannya.
Saat ini Riccy tinggal dirumah kecil yang minimalis yang ada dilokasi perumahan umum.sedangkan Khaffa tinggal diapartemen mewah yang dibelinya sekitar setahun yang lalu.
***
Keesokan harinya.
Triiing,triiing.
Sedari tadi ponsel Anayra berdering terus untuk yang kesekian kalinya sampai memekakkan gendang telinganya.Tangannya kemudian meraba-raba mencari ponselnya yang ada ditempat tidurnya dengan mata terpejam karena rasa kantuk masih menyerangnya.Matanya sedikit menyipit melihat layar ponselnya lalu menekan tanda hijau.
"Mmmh,siapa ini?.".Tanyanya dengan suara serak.
Dia sampai lupa mengucapkan kalimat salam saking masih mengantuknya.
"Cepat datang kemari keapartemenku,kalo kamu masih mau bekerja dengan tenang dan duduk dengan nyaman dikursi kerjamu.Sekarang!!!.".
Tuttt.
Panggilan berakhir ketika sipenelepon mematikan ponselnya.
Setelah otaknya sudah 'on',Anayra lalu terperanjat bangun dan beringsrut duduk karena terkejut saat mendengar kata-kata yang menelponnya barusan.Dilihatnya layar ponselnya untuk melihat nama kontak yang baru saja menghubunginya.
"Ya ampun,orang ini.Pagi buta udah buat nafasku sesak dan kesal aja.".Rutuknya sambil melihat tampilan jam yang ada dilayar ponselnya.
Dan jam sudah menunjukkan pukul 06:15 WIB.
Anayra mencak -mencak memukul-mukul tempat tidurnya karena merasa gemas oleh sipenelepon itu.Bagaimana tidak,ketika la sedang bermimpi indah menjadi seorang putri yang dijemput oleh pangeran tampan berkuda putih menjadi buyar seketika.Dia sengaja tidur lagi setelah menunaikan ibadah subuh nya tadi sebab semalam la pulang lebih dari jam 10 malam selepas bekerja.
Sembari menguap,Anayra mengucek matanya lalu menggeliat untuk melakukan peregangan pada ototnya.Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan keluar dari kamarnya dengan agak sedikit limbung.
Kemudian membuka tirai dan membuka sedikit jendela rumahnya yang ada didekat pintu untuk mengintip langit pagi yang masih berkabut.Sejenak la menghirup udara pagi yang segar seraya menyapa alam dan memandangi pemandangan dipagi hari.Kemudian bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya seraya melingkarkan handuk dilehernya.
Dengan waktu yang ringkas 20 menit saja la habiskan untuk bersiap.Sebelum pergi,Anayra memeriksa kembali penampilannya dicermin yang mengenakan sweater rajut warna navy dan rok lipit hitam selutut setelah memoles Wajahnya dengan sedikit riasan.Senyumnya tersungging keatas karena merasa percaya diri dengan penampilannya saat ini.
Tak mau membuang waktu lagi,Anayra segera keluar dari kamarnya lalu memakai flatshoes nya dan tak lupa la membawa tas selempangnya.
Disaat yang sama,Alma keluar dari kamarnya dengan handuk melilit dilehernya hendak kekamar mandi karena harus segera bersiap-siap untuk pergi bekerja karena masuk pagi.
"Nay',mau kemana?.".Seru Alma ketika melihat Anayra membuka pintu lalu keluar.
"Ckkk, dasar Oneng!.Nyelonong pergi aja,ga pamitan dulu.Mau kemana sih dia?,kok pagi-pagi udah pergi?.".Oceh Alma sambil masuk kedalam kamar mandi.
Alma terheran karena biasanya diwaktu yang sama Anayra masih enggan meninggalkan tempat tidurnya dan masih betah tidur meringkuk dibalik selimutnya.Sedangkan Alma harus bersiap untuk pergi bekerja di shif paginya.
Dengan langkah cepat Anayra bergegas pergi tanpa menjawab seruan Alma.Sebab jika menggubrisnya,Alma pasti akan mencecarnya dengan banyak pertanyaan hingga menahannya untuk pergi dan malah membuang waktunya.
Matahari sudah condong dan mulai terang.Tetapi bagi Anayra ini terlalu pagi untuk keluar rumah terkecuali saat akan pergi bekerja.Sekarang ini la mau menemui Khaffa diapartemennya setelah tadi mendapat ancamannya.
Pagi-pagi sekali Khaffa sengaja menelpon Anayra untuk datang keapartemennya karena la tahu jika Anayra masuk siang.Mulai hari ini la berencana menyuruh Anayra untuk melakukan tugas baru yang diberikannya.Untuk melaksanakan tugas dari kesepakatan yang sudah mereka buat sebagai hukuman untuk Anayra karena telah melanggar peraturan diMall dan juga karena berani melawan dan menentangnya.
Entah kenapa Khaffa selalu memancing kekesalan Anayra.Dia merasa senang setiap melihat ekspresi wajah Anayra saat sedang marah dan ocehannya.Bukannya merasa merasa risih atau jengah.
Sifat Anayra yang pemberani membuat dirinya menjadi gadis pembangkang,selain jutek dan ketus.Namun itu semua karena ada alasannya dan tergantung pada lawan bicaranya.Tetapi sebenarnya la gadis yang lembut,hangat,usil dan juga jahil.
Setelah membelah jalanan ibukota yang lumayan masih sepi dengan motor maticnya.Sampailah Anayra ditempat tujuannya.
Setengah berlari la berjalan masuk kedalam lobby gedung yang menjulang tinggi,besar dan megah setelah menepikan motornya diarea parkir.Matanya tak henti menatap seluruh interior yang ada dilobby dan bukan main merasa takjub oleh kemewahannya.
__ADS_1
Meskipun ini bukan pertama kalinya la menginjakkan kakinya ditempat itu.Tetapi tetap saja membuatnya berdecak kagum karena jauh berbeda dengan rumah kediamannya.Baik dikota asalnya maupun dirumah kontrakannya.
Penampakkan dari luarnya saja sudah membuat matanya terkesima apalagi melihat tampilan didalamnya.Tetapi la tetap mengucap syukur dalam hatinya untuk apa yang dimilikinya saat ini.Dia menyadari bahwa jodoh,maut dan rejeki sudah ada yang mengaturnya dan garis takdirnya maupun orang lain sudah tertulis di 'Lauh Mahfuz'.
Dengan perasaan kesal dan jengkel Anayra mengoceh sembari berjalan.
"Hisss,pria itu manusia atau siluman bunglon sih?,cepat banget berubahnya!.Baru kemarin minta maaf tapi sekarang malah ngibarin bendera perang.Katanya orang kaya tapi kenapa ga punya ART diapartemen mewahnya itu,aneh!?.".Ocehnya dengan nada marah seraya geleng-geleng kepalanya.
Sepanjang kakinya melangkah,la menggerutu dan merutuki orang yang sudah mengganggunya pagi-pagi dengan suara dering ponsel yang memekakkan telinganya ketika masih terlelap setelah menunaikan ibadah subuhnya.
"Kenapa sih dia,kok demen banget bikin aku kesal.Hei tuan CEO,kenapa kamu suka menindasku dan suka semena-mena?.Seenak jidat maen suruh ini itu!?.".Ocehnya dengan nada geram melampiaskan kekesalannya sambil berkacak pinggang mencaci-maki pantulan dirinya sendiri didalam lift seolah la berbicara pada pria itu.
Teeettt,teeettt.
Sebelum melihat si empunya tempat membuka pintunya,Anayra terus menerus menekan bel saat berdiri didepan pintu salah satu unit apartemen bernomor 123 itu.
Bibirnya menyeringai saat melihat nomor pintu itu karena bisa kebetulan nomor kediaman pria itu sama dengan nomor tempat tinggalnya saat ini.
Dorrr,dorrr,dorrr.
Mulai tidak sabar karena pintu itu belum juga terbuka dan sipemilik belum juga keluar menampakkan dirinya,tanpa ragu Anaya menggedor-gedor pintu itu sekuat tenaganya.Beberapa orang penghuni apartemen saat melewatinya terheran melihatnya.Tetapi la tidak menghiraukannya karena hati dan pikirannya terlalu fokus pada orang yang ada dibalik pintu itu.
Cklek.
Akhirnya pintu dibuka juga oleh seorang pria tampan dan menyambutnya dengan ekspresi wajah datar,seperti biasanya.Tetapi terlihat unyu-unyu karena penampilannya memakai setelan pakaian tidur bermotif batik berbahan katun.
Dalam posisi masih sama,Anayra terpaku memandangi pemandangan didepannya yang jarang dilihatnya.Senyum samar menghiasi wajahnya karena merasa geli melihat penampilan pria itu.Tetapi cukup menawan hatinya karena rambutnya agak basah dan acak-acakan serta wajahnya tampak segar seperti baru mencuci muka.
Saat melihat gadis yang ditunggunya datang,hati Khaffa bersorak senang namun tidak memperlihatkan dan tanpa ekspresi sedikitpun diwajahnya.Sebab la tidak mau membuat Anayra 'ge'er'.Tetapi sebenarnya hati kecilnya ingin sekali tersenyum dan menyapanya dengan wajah berseri-seri.
"Masuklah!.".Ucap Khaffa datar sambil membuka pintu lebar-lebar.
Khaffa tidak marah oleh suara bising yang Anayra lakukan ketika menggedor-gedor pintu karena la bisa memahami suasana hati Anayra saat ini.Anayra pasti kesal dan marah karena terlalu lama membuka pintunya.
Saat itu Khaffa ketiduran lagi didalam kamarnya setelah menelpon Anayra.Padahal sebelumnya la tidak sabar menunggu kedatangannya sembari berjalan mondar-mandir diruang tamu seraya memandangi jam dinding.Namun karena waktu berlalu sudah lewat dari 30 menit,akhirnya la menyerah dan tidur kembali.Sebab la menduga Anayra tidak akan menggubrisnya dan tidak akan datang keapartemennya.
"Ada apa menyuruhku kemari?.".Tanya Anayra langsung tanpa basa-basi dengan raut wajah seram sambil berdiri dihadapannya.
Tanpa merasa tersinggung ataupun marah Khaffa menanggapinya santai saja.Sembari berbalik kearahnya la tersenyum samar.
"Apa kamu sudah lupa tugasmu yang kuberikan pada kamu?.Bukannya kita masih punya kesepakatan selama sepekan?.Tempo hari kan sudah kukatakan mulai sekarang kamu harus memasak dan menyiapkan makanan untukku!.".Ucap Khaffa datar sambil berjalan menuju pantry untuk mengambil minuman segar dilemari pendingin lalu meneguknya sedikit demi sedikit.
Sembari merenung Anayra berpikir sejenak mencerna kalimat yang diucapkan Khaffa lalu mengingat-ingat dan memutar kejadian sebelumnya lalu menghela nafasnya ketika mengingatnya.
"Baiklah!.Tapi menunya aku tentukan sendiri dan makan saja apa yang kumasak,tanpa komplain!.".Ucap Anayra sambil menyilangkan kedua tangannya bernegosiasi dengan Khaffa saat menghampirinya dipantry.
"Terserah!.".Ucap Khaffa sambil menggedikkan bahunya.
Mulai hari ini Khaffa sudah bertekad dan berdamai dengan hatinya untuk memakan apa saja yang dimasakkan Anayra untuknya.
"Tapi dalam waktu 30 menit makananku harus sudah siap dimeja!.".Sambung Khaffa sambil berlalu pergi menuju kamarnya untuk bersiap dengan seulas senyum tipis terukir dibibirnya.
Kedua tangan Anayra terangkat keatas seolah ingin mencekik leher Khaffa saking marahnya karena selalu saja membuat la kesal,marah dan jengkel.
Dalam hatinya terbersit ingin sekali la mencekiknya dan membenturkan kepalanya ke dinding.Supaya Khaffa amnesia sehingga tidak mengingat dirinya sendiri dan Anayra.Dan supaya Khaffa melupakan kesepakatan yang dibuat sendiri olehnya.
Anayra memulai kegiatannya dipantry karena tidak mau kehabisan waktu dan tidak mau mendengar kicauan Khaffa yang protes karena terlambat menyajikan makanan dimeja.Anayra berpikir keras mencari menu pagi ini untuk sarapan Khaffa.
Nasi goreng dengan bumbu yang dihaluskan,serta telur dadar yang dibubuhi daun bawang dengan parutan keju dan wortel menjadi pilihannya.Sebab jika memasak yang lain pasti akan memakan waktu yang lama.
Suara gesekan wajan dan spatula terdengar nyaring dan menggema dipantry,aroma wangi masakan menyeruak diseluruh ruangan pantry.Peralatan memasak yang berkualitas tinggi dan perabotan modern menunjang Anayra menjadi lebih bersemangat untuk melakukan kegiatannya.
Sedangkan Khaffa saat ini sedang memakai setelan jas kerjanya dikamarnya.Bibirnya tidak berhenti tersungging dan mengukir senyuman dengan pikiran berpetualang membayangkan wajah seseorang.Tidak lupa la memakai jam tangan mahalnya dan menenteng tas kerjanya kemudian keluar setelah siap penampilannya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan kegiatannya,Anayra menyajikan makanan dimeja makan dengan tampilan semenarik mungkin untuk sang tuan rumah dan tidak lupa la menyiapkan air minum didalam gelas.Dalam waktu kurang dari 30 menit la memasak itu.
"Sudah siap?.".Tanya Khaffa tiba-tiba berdiri didekat meja makan lalu duduk dikursi.
Sontak Anayra menoleh kearahnya saat sedang berdiri membelakanginya kemudian menelisik penampilan Khaffa yang sudah rapi seperti biasanya.Selama beberapa detik Anayra terpesona dan terkesima melihat seluruh bagian wajah dan tubuh Khaffa yang memukau.
Ck,ck,ck.Ini orang apa titisan pangeran sih?.Husss,jangan sampai terpesona sama dia.Dia itu serigala berbulu domba Nay'...Gumam Anayra dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikirannya yang terhipnotis oleh Khaffa.
"Duduklah!,ayo kita makan bersama!.Kamu pasti belum sarapan kan?.".Ucap Khaffa sambil menunjuk kursi kosong dihadapannya.
Bukannya meresponnya,Anayra malah bergeming dan tidak menghiraukan ucapan Khaffa karena pikirannya berkelana entah kemana.
"Heiii kamu dengar aku kan?.Apa kamu jijik makan bersamaku?.".Tanya Khaffa membuyarkan lamunan Anayra.
Sembari tersentak Anayra mengerjap dan tersadar lalu memutar matanya jengah setelah mendengar ucapan Khaffa kemudian duduk dihadapannya tanpa berkata-kata.Seulas senyum tipis terpampang diwajah Khaffa karena senang bisa membuat Anayra seperti 'mati kutu'.
Tanpa ba-bi-bu lagi Khaffa dan Anayra menyiduk makanan secara bergantian lalu menyantap makanannya dengan khusu.Hening dan tenang bahkan tidak ada suara atau kata-kata yang keluar dari mulut mereka tetapi mata dan bahasa tubuh mereka yang berbicara,saling melirik dan menatap sesekali satu sama lain.
Khaffa tampak menikmati makanan yang dibuat oleh Anayra.Dia merasa candu dan ketagihan dengan masakan hasil olahan tangan Anayra.Menurutnya sesuai dengan seleranya karena la merasa bosan terus menerus masuk keluar Restoran dan tempat makan lainnya.Meskipun menu makanannya tergolong bukan makanan biasa dan tidak sederhana tetapi cita rasanya berbeda jika memakan masakan rumah.
Makan bareng sama dia tapi kok kayak makan dikuburan ya,seremmm...Gumam Anayra dalam hatinya sambil meliriknya tanpa menghentikan kegiatan makannya.
Kenapa dia diam terus dari tadi?.Apa dia gugup atau takut sama gue?.Tadi pas dia ngegedor-gedor pintu semangat banget kayak mukul bedug pas malam takbiran...Khaffa bertanya-tanya dalam hatinya sambil mendengus kasar.
"Aku sudah selesai makannya!.".Ucap Khaffa sambil meletakkan gelas dimeja setelah meminum air mineralnya.
"Aku pergi duluan!.Kamu bisa pergi setelah aku pergi.Tapi ingat!,nanti bawakan aku makanan untuk makan siangku dan antarkan kekantorku!.".Ucap Khaffa sambil merogoh tas kerjanya untuk mengambil secarik kertas dan ballpoint kemudian menulis sesuatu dikertas itu.
Dengan kening saling bertaut,Anayra menyimaknya saja.
"Ini nomor sandi pintu apartemenku,besok pagi kemari lagi tanpa harus aku menghubungi mu dan menunggu perintah dariku!.".Ucap Khaffa sambil menyodorkan kertas pada Anayra dimeja.
Ditempat duduknya Anayra mendengarkan ucapan Khaffa dengan seksama tanpa berkomentar.Perlahan Khaffa bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar dari apartemennya sembari membawa tas kerjanya seraya tersenyum puas dan senang.
"Huuuhhh...".Sembari memerosotkan bahunya,Anayra menghela nafas panjang karena lega setelah kepergian Khaffa.
"Tegang banget sih tadi kayak lagi UN.".Gumam Anayra pelan.
Kemudian beranjak untuk merapikan peralatan makan lalu membersihkannya.Tidak hanya itu lalu membereskan seluruh ruangan Khaffa yang menurutnya berantakan dan membersihkan lantainya meskipun tidak terlalu kotor.
30 menit Anayra melakukan kegiatannya.Setelah itu la bersantai sejenak disofa untuk beristirahat sambil mengedarkan pandangannya memandangi dinding yang kosong.Tanpa bingkai foto-foto dan hanya ada sebuah lukisan yang abstrak dan besar saja disana.
"Tempat ini mewah tapi kaku banget sih dan ga ada menariknya.Tempat ini kayaknya butuh sentuhan wanita deh!.".Lirih Anayra.
Setelah dirasa cukup melepaskan lelahnya.Kemudian Anayra bangkit menuju pantry karena teringat tugasnya yang belum selesai dikerjakan.Tugas membuat makanan untuk Khaffa makan siang dan makan malam.
Sementara Khaffa saat ini ada ditengah perjalanan menuju kekantornya.Sembari mengemudi senyuman manis tidak lepas dari bibirnya.
"Lagi apa dia sekarang ya?.Apa dia langsung pulang kerumahnya atau masih diapartemen?.".Gumam Khaffa sambil fokus mengemudi dan memandang lurus kedepan memandangi jalanan yang mulai lengang dengan raut wajah penasaran.
"Kenapa gue jadi penasaran?.Kayaknya gue harus cek nanti dimonitor kantor.".Sambungnya sambil manggut-manggut dan tangannya mengetuk-ngetuk setir mobil kemudian melajukan mobilnya dengan kencang.
Cklek.
Dengan pelan pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya sekitar berumur 45 tahun.Wanita itu tiba-tiba masuk kedalam apartemen tanpa bersuara.Tetapi saat tiba dipantry,la tidak terkejut sama sekali ketika melihat seorang gadis cantik sedang sibuk mengeluarkan bahan makanan dari dalam lemari pendingin dan diletakkannya dimeja.
Wanita itu memperhatikan gerak-geriknya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.Beberapa detik kemudian...
"Selamat pagi mbak?.".Sapanya ramah sambil senyum-senyum memandangi wajah Anayra yang cantik.
Sikapnya acuh dan santai saja tanpa merasa curiga atau takut melihat Anayra ada didalam apartemen Khaffa.
"Kyaaa...".
__ADS_1
Sedangkan Anayra berteriak histeris sambil menoleh kesampingnya karena terkejut saat melihat seorang wanita paruh baya yang tidak dikenalnya tiba-tiba muncul dan berdiri disampingnya sambil membawa tas berisi belanjaan.
Anayra tidak mengetahui kedatangannya karena terlalu fokus dengan obyek yang ada dimeja pantry.Sementara wanita itu memegang dadanya karena jantungnya terasa mau melompat keluar saat mendengar teriakannya.Dia ikut terkejut pula sama seperti Anayra.