Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
134.Pengejaran sang eksekutor.


__ADS_3

Tengok juga yuk kak...👉'Gadis Penepat Janji.


Karya kedua ku dan masih on going...


Mohon dukungan nya.Terima kasih 😊.


***


Kepergian Khaffa dan Daniel dalam melakukan misi penting dan berbahaya untuk menyelamatkan Anayra,membuat Rena,Andika,Hani dan Ridwan terjaga semalaman.Mereka tidak bisa tidur nyenyak dan gelisah diruang tengah karena takut,khawatir dan cemas.


Lantunan ayat suci terus dibacakan Rena dan Hani,kalimat Dzikir terus terlontar dari mulut Ridwan dan Andika.Berdo'a bersama meminta keselamatan Anayra,Khaffa dan Daniel.


Selesai membaca ayat-ayat suci,Rena bangkit untuk mengambil selimut dan bantal dikamarnya.Siapa tahu Ridwan,Hani dan Andika akan menunggu kepulangan anak menantu nya dengan rebahan di sofa.Terus duduk dikursi tidak baik juga untuk kesehatan mereka yang sudah tidak muda lagi.


Saat melewati kamar Khaira,tak sengaja Rena mendengar Khaira seperti berbicara dengan seseorang.Langkah Rena menuju kamar pun terhenti.


"Kau masih terjaga?.".


"Aku mencemaskan Abang dan bang Daniel,sampai sulit tidur.".Didalam Khaira asyik berbincang lewat ponsel.


Rena menguping pembicaraan Khaira didaun pintu kamar Khaira,dengan orang yang misterius.


"Berbicara dengan siapa dia?.".Malam-malam begini Khaira masih belum tidur,dan masih sempat mengobrol,Rena jadi penasaran.


"Bagaimana orang tua mu,dan orang tua Anayra?.".


"Mereka sangat khawatir,dan terus berdo'a.".Khaira masih tetap fokus pada lawan bicaranya,tak tahu jika sekarang ibunya sedang mencuri dengar dibalik pintu kamar nya.


"Tidurlah!.Aku juga cemas pada mereka.Bagaimana pun,mereka calon kakak ipar ku,tapi aku lebih mencemaskan mu.".


Namun hanya suara Khaira saja yang tertangkap telinga Rena.Suara lawan bicara Khaira tidak terdengar.Itu artinya Khaira didalam kamar sendirian,dan sedang berbicara di telepon.Tetapi siapa?.Itu membuat Rena semakin penasaran.


"Iya baiklah.Sebentar lagi aku akan tidur,tapi...".


Brakkk.


Tanpa permisi Rena membuka pintu dan masuk.Dengan ekspresi wajah penasaran,Rena menghampiri Khaira di tempat tidur.


"Mami...".Khaira terkejut memandangi wajah ibunya yang menerobos masuk ke kamar nya.


Ponsel ditangannya jatuh begitu saja ke tempat tidur,dalam keadaan masih tersambung.


"Bicara dengan siapa selarut ini?.".Rena mengamati ponsel yang tergeletak di atas tempat tidur Khaira,dan secepatnya meraih ponsel nya secara paksa.


Ternyata Khaira sedang melakukan VC dengan seorang pria.Rena terbelalak tak percaya melihat seraut wajah pria dilayar ponsel yang mengobrol asyik dengan Khaira dan sangat dikenalnya.Tak lain dan tak bukan,pria itu adalah Lefrand,dan sama terkejutnya saat melihat Rena.


"Kau!!!.Apa ini?.".Saking terkejut dan marahnya Rena menutup panggilan video dari Lefrand,dan secepat kilat menoleh menatap Khaira yang duduk di tempat tidur.


Matilah aku...


Ini diluar dugaannya,dan inilah akhir dari kisah cinta rahasia nya.Khaira mendadak gelisah dan salah tingkah.


"Khaira,bisakah kamu memberi Mami penjelasan?.".Rena menatap Khaira tajam dan penuh selidik.


Mati kata,Khaira diam seribu bahasa.Duduk bergeming dengan kepala tertunduk.Takut kontak mata dengan ibunya saat dikuasai emosi.Khaira menyesal,mengapa bisa sebodoh dan seceroboh ini?.Bukankah sudah tahu jika orang tua nya masih terjaga,meski diruang yang berbeda?.Perasaan Khaira tak karuan.


"Janggal rasanya selarut ini pria itu menelpon mu.".Tak ada jawaban dari Khaira,Rena semakin geram."Kamu tau kan?,Mami tidak suka diabaikan.Jadi,cepat katakan!.".Rena tak bisa bersabar lagi.


Tanpa pikir panjang lagi,Khaira memeluk pinggang ibunya erat-erat,dan tetesan air mata menyertai nya.


"Mami,maaf!.Maafkan aku!.Aku mencintai nya.Dia kekasihku,jangan membenci nya!.Kumohon biarkan kami bersama!.".Menangis tersedu Khaira meminta pengampunan dan memohon restu Rena.


Melihat Khaira sekarang,perasaan Rena campur aduk.Marah karena dibohongi,kesal karena Khaira menyembunyikan hubungan asmara nya dengan Lefrand.Pemuda yang pernah dibencinya karena pernah dekat dengan Anayra.Namun semua sudah berlalu,dan sekarang Anayra telah menjadi menantunya,istri dari putranya.


Tetapi Rena masih bungkam.Bingung harus bagaimana?.Hal ini tak pernah disangka nya sama sekali,dan sedikit pun tak pernah terlintas dipikirannya.Khaira akan terlibat cinta dengan Lefrand,tak lain mantan kekasih menantunya.


"Haruskah dia?.Tidak adakah pria lain selain pria itu?.Dari sejuta pria,kenapa dia yang harus kau cintai?.Dan dia,kenapa harus kamu yang dijadikan kekasih nya?.".Rena tak pernah menyangka hal ini akan terjadi.


Apa kata dunia jika sampai mengetahui hal ini?.Putri nya mencintai pria masa lalu dari menantunya.


"Ini salah ku,Mami.Aku yang mencintai nya lebih dulu.Kak Lefrand pria baik,aku nyaman ada didekatnya.Dia selalu melindungi ku dan membuat ku tertawa bahagia.".Masih dengan berderai air mata,Khaira tak melepaskan pelukannya.


Rena semakin pusing melihat Khaira seperti ini.Cinta memang tidak salah,tetapi hal ini tak bisa dibenarkan Rena.


"Bisakah kau jamin jika dia bisa membuat mu terus bahagia selamanya?.".Rena ingin memastikan itu.


Jika Khaira bisa menjawabnya yakin,dengan begitu Rena akan merenungkan hubungan antara Khaira dan Lefrand.


"Iiituuu...".Lidah Khaira terasa kaku dan kelu,karena gugup dan ragu sampai tak mampu berkata-kata.


Tak seorang pun di dunia ini bisa menerawang masa depan nya.Akan bahagia atau menderita,termasuk Khaira.Meski hubungan nya dengan Lefrand baru terjalin.Cinta antara mereka tulus dan murni.Namun untuk hal ini,Khaira tidak bisa menjawabnya.Lefrand lah yang lebih berhak,karena Lefrand yang akan menjamin hidupnya nanti.


Rangkulan tangan Khaira yang melingkar di pinggang nya,dihempaskan Rena.


"Kau saja masih ragu,apalagi dia.".Rena duduk disofa dengan hati masih dikuasai amara,tanpa mengalihkan pandangannya dari Khaira.


Ditempat tidur,Khaira sibuk menyeka air matanya yang mengalir deras di pipinya.Suara isak tangisnya masih terdengar jelas oleh Rena.


"Sejak kapan kalian dekat?.".Setahu Rena,Khaira tidak pernah bercerita atau menyinggung soal cinta atau pria.


Sesaat Khaira mereda,menghentikan isak tangis nya.Hatinya mulai agak tenang,tidak seperti sebelumnya.


"Se-sejaaakkk,dia selalu menolong ku.Kemungkinan lebih tepatny,dua bulan yang lalu.".Memberanikan diri Khaira mengungkapkan hal itu,meski berat hati.


Namun bagaimana pun,harus memberitahu ibunya,karena Rena sudah terlanjur tahu kisah cintanya.Sepandai-pandainya menutupi bangkai,pasti akan tercium juga.Sepintar-pintarnya tupai melompat,pasti akan jatuh juga.

__ADS_1


"Pantas saja.Kamu banyak berubah.".Akhir-akhir ini Khaira lebih sering keluar rumah,pulang malam,pergi pagi dan menghabiskan waktu di luar,Rena merasa kecolongan dan dibodohi oleh Khaira.


Tak sedikit pun Khaira menunjukkan gelagat aneh dirumah.Hanya saja intensitas waktu berkumpul bersama keluarga berkurang.Sering melewatkan makan malam dan sarapan pagi di meja makan bersama keluarga.


"Apa karena sebuah pertolongan,kamu jatuh cinta?.Sepertinya pria itu tidak baik untuk mu,Khaira.".Rena merasa Lefrand membawa pengaruh buruk dalam kehidupan Khaira,tetapi tidak banyak.


Ada disisi positif nya juga.Khaira rajin ke kantor,tidak pernah mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang wakil CEO.Bahkan banyak memberikan manfaat untuk kemajuan perusahaan,dengan ide-ide cemerlangnya.


Bergegas Khaira turun dari tempat tidur,dan bersimpuh dihadapan Rena."Tidak!.Mami salah.Dia tidak salah,aku yang salah.Mami jangan menyalahkan dirinya.Dia tidak seperti yang Mami pikirkan.".Eratnya menggenggam tangan Rena,mencoba meyakinkan hati Rena.


Tentu itu tidak dibenarkan Khaira.Lefrand sangat baik dan selalu melindunginya.Sudah memberikan pengaruh besar dalam hidupnya.Mengisi hari nya dengan senyuman dan tawa bahagia.


"Menjauhkan mu dari keluarga,apa pria itu layak disebut baik?.".Pemikiran Rena berbeda dengan Khaira.


Seharusnya,sebagai pria sejati yang baik.Rena berharap Lefrand bisa memberikan energi positif pada Khaira.


Naas sekali.Khaira menelan ludah pahit,saat sang ibu berpikir sebaliknya.Namanya juga sedang dimabuk cinta,Khaira ingin terus bersama Lefrand,disetiap waktu dan kesempatan yang ada.Mana mungkin Khaira terpikirkan soal itu.Setiap waktu rasa rindu selalu terlintas di benak nya,sehingga ingin selalu bertemu Lefrand.


"Aku yang datang ke padanya.Bukan dia yang meminta ku.".Tak bosan meyakinkan hati ibunya ini,Khaira terus bersimpuh."Sungguh,Mami.Sejujurnya aku berkata benar.".


Rena dibuat heran melihat Khaira sekarang."Mami tidak pernah melihat mu menghiba seperti ini.Kamu pasti sangat mencintai nya?.".Terlihat dari tatapan mata Khaira yang begitu dalam.


"Benar!.".Khaira mengakuinya.


"Kalian membodohi semua orang,dan menyembunyikan hal ini.Terutama dari Mami dan Papi.".Rena menyayangkan sekali sikap Khaira.


"Aaaku takut,Mami tidak merestui.".Kebencian ibunya pada Lefrand salah satu penyebab Khaira merahasiakan hubungan mereka.


"Kau membuat Mami tampak kejam,Khaira.Lihatlah!.Sekarang,kamu memohon seperti ini.Pikir mu akan direstui?.Itu salah besar.Mami tidak akan membiarkan kalian hidup bersama.Mulai besok,kau tidak boleh keluar selangkah pun dari kamar ini.".Pergi begitu saja usai Rena melampiaskan kemarahannya.


Brakkk.


Tak hanya menutup pintu dan mengunci kamar Khaira,Rena pun membawa ponsel milik Khaira.Suasana rumah sedang tegang,Khaira malah membuat onar.Itu membuat Rena geram.Rena pergi menuju kamarnya untuk melaksanakan niatnya yang tertunda.


"Tidak!.Jangan seperti ini,Mi.".Khaira berlari menuju pintu,mencoba membuka pintu namun sial,terkunci dari luar.


Dorrr,dorrr,dorrr.


Menggedor-gedor pintu keras-keras hingga terdengar sampai ruang tengah,dan mengejutkan orang-orang yang khusu berdo'a.


"Mami...Jangan!.Kumohon?!.Mami,buka pintunya,Mi.".Pilunya Khaira menangisi nasibnya sekarang.


Khaira tak ingin terkurung di rumah dan didalam kamar nya sendiri.Seperti seekor burung peliharaan didalam sangkar.Khaira gadis yang tidak suka dikekang.Ingin terbang bebas melayang,seperti burung camar.Bagaimana bisa Khaira menemui Lefrand jika terkurung seperti ini?.


_________


Waktu terus berjalan,dan malam semakin larut.Dimalam yang larut dan dingin ini,semakin mencekam karena terjadinya suatu peristiwa mendebarkan semua orang yang terlibat didalamnya beberapa waktu lalu.


Disekitar rumah Franstian,tim polisi sibuk mengamankan para sindikat penculikan Anayra.Tim medis datang untuk memberikan pertolongan pertama pada korban yang terluka.


Khaffa,Daniel dan Anayra keluar dari tempat persembunyian.Khaffa senang,masih bisa melihat wajah anak buah nya lagi.Mereka selamat dan masih hidup,Khaffa merasa lega.Apalagi sekarang Anayra sudah ada dipeluknya,Khaffa sangat bahagia.Meski harus kehilangan Sera Novi dan Franstian.


Anak buah Khaffa senang bisa selamat,meski harus mendapatkan luka memar dan sakit di sekujur tubuh.Sekarang mereka dalam penanganan tim medis.


Anayra terus dalam pelukan Khaffa,seakan tak ingin jauh dan terpisah lagi dari Khaffa.Sepekan lebih dalam kurungan Sera Novi dan Franstian,cukup membuat batin Anayra terguncang dan terpuruk.


Daniel bernafas lega,semua berakhir dengan skor kemenangan di tangan pihak yang seharusnya.Namun,diantara orang-orang yang dilihatnya,ada dua orang yang lolos dari penglihatan Daniel.


"Sial.Mereka kabur.".Daniel merenung,memikirkan keberadaan Sera Novi dan Franstian sekarang.


Ketua tim polisi menghampiri Khaffa,dan memberi hormat."Selamat malam pak Khaffa.Kami sudah mencari Franstian dan gadisnya.Tetapi tidak ditemukan disekitar lokasi ini.Tim kami sedang melakukan pengejaran.".


Anggota timnya sudah menggeledah seluruh rumah Franstian dan sekitarnya.Melihat


"Apa?.".Ini benar-benar kabar buruk untuk Khaffa."Baiklah.Terima kasih Pak,atas pertolongan nya.".


Seharusnya tadi Khaffa menjalankan rencana A.Namun berubah demi istri tercinta.Tetapi Khaffa tidak menyesal.Anayra berhasil diselamatkan dan ada dalam pelukannya sekarang,kebahagiaan terbesar bagi Khaffa.


"Aka,aku akan ikut mencari mereka.Aka,bawa Anayra ke rumah sakit untuk diperiksa.Pak,maaf ku pinjam sebentar.".Daniel meraih senter dari tangan ketua tim polisi.


Karena tak ingin diam saja,Daniel meninggalkan lokasi yang riuh dan ricuh itu.Bagaimana mungkin Daniel membiarkan Franstian dan Sera Novi lolos begitu saja.Seharusnya keduanya berakhir dengan tangan diborgol dan dipenjara.Pasangan mesum itu harus mendapatkan balasan yang setimpal dari perbuatannya.Daniel berspekulasi sendiri.


Ketua tim polisi garuk-garuk kepala,berani nya Daniel mengambil benda milik seorang aparat polisi,kemudian pergi.


"Heiii...Abaaang.".Khaffa terkejut melihat Daniel pergi.


Ahhh,akan kacau jika terjadi sesuatu pada Daniel.Khaffa khawatir dan cemas dengan keselamatan Daniel.Namun Khaffa tidak bisa mencegah Daniel yang semakin pergi jauh dan hilang dari kegelapan.Anayra ada bersamanya,Khaffa tak mungkin meninggalkan nya lagi.Setelah susah payah mencari dan menemukannya.


"Kuharap dia baik-baik saja.".Anayra bergumam lirih mendoakan Daniel yang pergi berjuang mencari Franstian dan Sera Novi.


Bagaimana pun sekarang Daniel adalah saudara iparnya,dan juga suami dari sahabat nya.Anayra berharap Daniel tak mengalami hal buruk.Jika demikian,bagaimana nantinya nasib Alma yang sedang hamil.Pernah terpisah jauh dari suami sudah sangat menyiksa fisik dan mengguncang batinnya.Anayra tak ingin Alma merasakan hal yang sama seperti nya.


Disaat tim regu polisi sedang melakukan pengejaran dan pencarian kedua pelaku otak penculikan Anayra.Franstian dan Sera Novi terus berlari kencang menjauhi rumah bak surga nya,dan tempat berlindungnya selama ini,namun sekarang bagaikan seperti neraka.


Takut berakhir di meja hijau dan dibalik jeruji besi,Franstian dan Sera Novi tak berhenti berlari menyusuri jalan.Saat ada jalan setapak,Franstian dan Sera Novi berbelok ke kiri,menjelajahi area hutan yang gelap dan mencekam.


Untuk menerangi jalan,agar bisa memudahkan langkahnya,Franstian menyalakan senter di ponsel.Selain sinar bulan,tak ada penerangan lain.Pencahayaan bulan yang redup,tak bisa menjangkau celah yang sempit dan rimbun di area hutan,karena tertutup dedaunan pepohonan tinggi dan besar.


"Haruskah kita kita kemari?.Aku takut.".Suara hewan Noktural yang keluar di malam hari ydan liar terus berdenging di telinga Sera Novi,membuat Sera Novi merinding ketakutan.


Meski hutan itu tidak dihuni binatang buas.Namun hutan itu tempat terbaik untuk ekosistem hidup hewan lainnya.Seperti halnya sekarang ini,suara kicauan seram burung hantu,jangkrik,katak,serangga malam dan kepakan sayap kelelawar,menggema di udara.Suasana hutan semakin menakutkan dan mencekam.


Tak punya arah tujuan,Franstian bingung.Tidak tahu harus kemana lagi selain ke hutan.Malam yang gelap dan tidak ada kendaraan yang lewat untuk ditumpangi,terpaksa Franstian mengajak Sera Novi berlari ke hutan.


Lokasi rumah Franstian memang jauh dari pemukiman padat,dan tidak memiliki tetangga satu pun.Hanya satu rumah yang menempati area itu.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain jika ingin selamat.Jangan melihat ke belakang,teruslah berlari.Anggap kita berpetualang,di hutan.".Sulit sebenarnya Franstian menjalani ini,namun tetap harus dilakukan juga.


Ini bukti bukti cinta Franstian pada Sera Novi,sehingga tak menyalahkan diri Sera Novi atas peristiwa yang menimpa mereka sekarang ini.Bahkan Franstian tak melepaskan genggaman tangan nya di tangan Sera Novi.


Mungkin Franstian bodoh,tetapi rasa cinta dan sayang nya pada Sera Novi lebih dari apapun.Mengalahkan rasa benci,kecewa dan akal sehatnya.Sera Novi adalah segalanya bagi Franstian sekarang,melebihi apapun.


Tak pernah Sera Novi membayangkan akan mengalami hal ini.Baru juga mengecap rasa bahagia hidup bersama Franstian,sekarang harus menghindari kejaran polisi.Tak menyangka bisa melangkah sejauh ini dan berakhir seperti ini.


Dalam hati Sera Novi merasa bersyukur dan tenang,Franstian tetap ada disampingnya.Tak membencinya dan tak meninggalkan nya.Karena nya hal ini bisa terjadi.Bisa saja Franstian membiarkan nya ikut tertangkap oleh polisi bersama anak buah nya.Tetapi Franstian tidak melakukan itu.


"Hahhh,hahhh,hahhh....".


Berlari sejak tadi tanpa jeda waktu,membuat Sera Novi letih.Belum lagi usai melakukan ritual panas tadi,hampir meremukan tulang sendinya.Jaket tebal yang melindungi tubuhnya dari suhu dingin di hutan pun,tidak bisa menghangatkan dirinya.


Berhenti dengan nafas terengah-engah ditengah hutan,Sera Novi tak sanggup berjalan lagi.


"Aku lelah,bisakah istirahat sejenak?.".Sera Novi berhenti,Franstian pun ikut berhenti.


Franstian tidak tega melihat keadaan Sera Novi sekarang,lusuh dan berantakan.Pucat dan menyedihkan,tampak sangat kelelahan.


"Kita cari tempat berlindung.".Franstian mengajak Sera Novi berjalan pelan,menyusuri jalan hutan yang penuh ranting pohon dan rumput liar.


Sesuatu yang tidak bisa dilihat wujudnya karena gelap.Selintas mampir di kaki nya,Sera Novi sangat terkejut."Aaahhh...Apa itu?.Sesuatu melewati kaki ku.".


Takut dan cemas,Franstian menurunkan cahaya senter,kearah kaki Sera Novi.Ternyata hewan ampibi yang baru saja mampir di kaki Sera Novi itu.Seekor Katak melompat ke arah semak belukar sesaat setelah Franstian mengusirnya dengan ranting pohon.


"Itu hanya katak.Jangan takut!.".Mencoba menenangkan hati Sera Novi,Franstian mengeratkan genggaman tangan nya.


Sedih hati Franstian,harus terjebak di situasi dan kondisi yang bisa dikatakan mengenaskan saat ini,bersama Sera Novi.Gadis yang memenuhi cawan hidupnya.Apapun kekurangan dan kelebihan Sera Novi,Franstian menerima apa adanya Sera Novi.Meski Sera Novi membawa pengaruh buruk dalam hidupnya,namun rasa cinta dan sayang nya tak berkurang.


"Bagaimana jika ada ular di sini,srigala dan macan?.".Karena takut,Sera Novi memikirkan yang tidak-tidak,dan memeluk lengan Franstian.


"Sudahlah.Fokus pada keselamatan kita!.Ini hutan biasa.".Tak tahu harus bagaimana lagi menenangkan hati Sera Novi,Franstian merangkul pundak Sera Novi dan mengajak nya berjalan lagi.


Sekarang memang bukan saatnya untuk memikirkan soal itu,namun hati Sera Novi tetap tak bisa tenang.


"Tapi aku takut.".Dalam rangkulan Franstian,Sera Novi gemetar ketakutan.


Untuk seorang gadis,tempat itu memang tergolong tempat yang menyeramkan.Franstian bisa memaklumi ketakutan Sera Novi.


"Naiklah ke punggung ku!.".Duduk berjongkok,agar bisa menggendong Sera Novi.


Tak ada pergerakan,Sera Novi malah diam saja.Ragu-ragu untuk naik.


"Ayo cepat!.Tidak ada waktu untuk diam.".Franstian takut kejaran polisi sudah menjangkau tempat nya sekarang.


"Baiklah.".Akhirnya Sera Novi naik,tanpa berpikir lagi.


Franstian mempercepat langkahnya menyusuri hutan yang lebat dan luasnya berkilo-kilo meter persegi,di senteri Sera Novi.Setelah 15 menit berjalan,sampailah di area yang cukup aman,dan seperti pernah terjamah oleh orang-orang.Terlihat dari banyaknya bongkahan pohon-pohon yang sudah ditebang.Seperti kerjaan para penebang liar.


Disekitar area itu,sebuah bangunan kecil dan sederhana,menghuni hutan.Sera Novi tak sengaja melihat nya.


"Itu ada gubuk.".Menunjuk bangunan yang terbuat dari potongan bambu dan beratap tetimbunan daun kelapa.


Akhirnya,petualangan Franstian dan Sera Novi dihutan itu berbuah manis.Franstian menurunkan Sera Novi dari atas punggung nya,dan mengamati gubuk bambu itu.


Ke dalam gubuk,Franstian dan Sera Novi masuk.Pintu nya dibiarkan tak terkunci,seperti sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya.Didalam Franstian memperhatikan sekelilingnya,tak ada tempat tidur,hanya ada bangku panjang dari bambu dan meja kecil sederhana.Makanan apalagi,tak ada sama sekali.Penerangan pun hanya ada lampu petromax dan obor,dalam keadaan mati.


Sebuah pemantik rokok tergeletak di atas meja,Franstian menyalakan lampu petromax,sebagai penerang dan agar memudahkan penglihatan mereka.


"Kita bermalam disini untuk sementara.".Saat ini tak ada tempat persembunyian lain bagi Franstian sekarang.


Franstian menemani Serta Novi duduk diatas bangku,memeluk pinggang Sera Novi yang ramping."Kau baik-baik saja?.".Tubuh Sera Novi menggigil,Franstian khawatir Sera Novi sakit.


Perhatian Franstian,membuat hati Sera Novi pilu.Menyesali semua perbuatan yang dilakukan pada Anayra,dengan melibatkan Franstian.Sehingga menjerumuskan mereka kedalam situasi dan kondisi yang pelik dan sulit.


"Seharusnya aku tidak mempengaruhi mu untuk melakukan sesuatu yang tidak baik.Aku menyesal telah melibatkan mu.".Kornea yang sudah berkabut air mata,satu persatu menetes di pipinya.


Tidak mungkin Franstian tidak marah,atas peristiwa yang dialami nya ini.Namun apa mau dikata,semua sudah terlanjur terjadi.Dari awal,Franstian sudah siap dengan segala sesuatu nya,dan konsekuensi yang harus diterima nya.


"Tidak ada gunanya menyesali.".Lirih Franstian,tak ingin membuat Sera Novi semakin bersedih.


Disampingnya,Franstian ditatapnya lekat.Sera Novi terenyuh,Franstian masih bisa bersikap baik dan tenang terhadap nya.


"Kau tidak membenci ku?.".Aneh rasanya jika Franstian tidak membencinya.


Kehadirannya dalam hidup Franstian mengukir kisah sedih,bukan kisah yang penuh gelak tawa.Menorehkan kenangan yang pahit dan buruk,bukan kenangan manis dan indah.


"Aku mencintai mu.".Rasa cinta nya yang besai terhadap Sera Novi,menjadi landasan kuat bagi Franstian.


"Aku bukan gadis yang baik,untuk mu.".Karena pengaruh buruk nya,Sera Novi merasa rendah diri.


Benar,itu benar.Namun bagi Franstian,Sera Novi satu-satunya orang yang berharga dan terpenting dalam kehidupan nya.


"Hidupku sebatang kara.Tidak ada orang tua dan saudara.Sekarang,hanya kau yang ku miliki.".


Kenyataan bahwa Franstian yatim piatu,sudah diketahui Sera Novi.Nasib mereka hampir serupa,hidup sebatang kara.Sera Novi tak memiliki keluarga yang utuh dan mengasingkan diri dari keluarga barunya.Sedangkan Franstian orang tua nya sudah meninggal sejak lama.


"Maafkan aku!.".


Saling memberikan kehangatan,Franstian dan Sera Novi berpelukan dan berciuman,ditengah gelapnya gubuk,memecah kesunyian malam.


***


Sampai disini dulu ya...Jangan lupa tinggalkan jejak,kritik dan saran...Terima kasih...💕

__ADS_1


__ADS_2