Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
90.Rasa Tak di Sadari.


__ADS_3

Khaira dan dua pria yang bersamanya ada dibagian meja makan paling depan.Sedangkan Lefrand dan Sabrina ada disudut kanan Restoran itu.Khaira belum tahu jika Sabrina gadis dari masa lalu Lefrand maka la berasumsi yang bukan-bukan tentang mereka.


Sejak kapan mereka dekat?.Dari mana mereka bisa saling mengenal?.Apa dia menolakku karena menyukai kak Sabrina*?.Atau sekarang kak Sabrina dijodohkan dengannya*?...Dalam hatinya sambil memandangi keduanya terus menerus tanpa berkedip.


Selang kemudian setelah memesan dan setelah menu pesanan mereka datang dihidangkan,segera disantapnya oleh ketiganya.Sesekali mata Khaira mencuri-curi pandang pada Lefrand dan Sabrina dengan hati dipenuhi tanda tanya.Sementara Lefrand belum sadar jika Khaira sedang mengawasinya disana karena fokus pada media didepannya.


Sejak cintanya ditolak oleh Lefrand,Khaira mulai mencoba melupakannya dan tak berhubungan atau berkomunikasi lagi dengannya.Dan saat ini ketika melihatnya duduk bersama Sabrina cukup membuat hatinya terkejut dan sakit.Dia berpikir jika menolaknya karena menyukai gadis lain yang tak bukan gadis yang pernah akan dijodohkan dengan kakaknya,yaitu Sabrina.


Disudut sana sedari tadi Sabrina terus mengganggu dan menggoda Lefrand.Dia membuatnya kesal dengan wajah tanpa merasa bersalah dan berdosa atas apa yang pernah dilakukannya.Sabrina seakan bermuka seribu dan berwajah tebal karena tak tahu malu.Niatnya mau 'shopping' diMall setelah gagal menemui Khaffa malah dilupakannya saat bertemu Lefrand.Dan Lefrand terpaksa mengajaknya makan bersama karena ingin mengetahui sesuatu darinya.


"Efan,apa makanan nya enak?,ini kan salah satu makanan favorit mu,iya kan?.".Tanya Sabrina sambil memandangnya dengan pandangan menggoda namun Lefrand tak menggubrisnya.


Ditanggapi sikap dingin dan acuh saja perlakuannya oleh Lefrand.Bahkan la merasa muak mendengarnya.Dulu sebelum mereka berpisah,Sabrina dan Lefrand kerap kali menghabiskan waktu bersama diRestoran sehingga bisa tahu makanan favorit masing-masing.


"Karena menu kita sama jadi aku berikan separuhnya buat kamu biar perutmu kenyang,nih!.".Sembari menyiduk makanannya lalu meletakkannya dipiring Lefrand.


Tetapi kemudian Lefrand memindahkannya kembali ke piringnya dan tak mengindahkan perhatiannya.


"Dihhh,ga baik tau nolak pemberian orang lain!.".Oceh Sabrina bersungut-sungut dengan raut wajah kecewa.


"Efan,makannya kok serius banget sih?.Santai dong!,kita kan bukan musuh cuma pernah salah paham aja!.".Ucap Sabrina sambil memegang tangan kiri Lefrand yang bertengger diatas meja.


Kemudian Lefrand mendengus kasar karena ketenangannya terasa terusik oleh Sabrina lalu dengan cepat mengibaskan tangannya sampai membuat Sabrina tersentak.


"Diamlah!,fokus saja pada makanan mu!.Ga usah pedulikan aku dan jangan ganggu aku terus.Kita bukan mau kencan disini tapi mau membahas sesuatu!.".Ucap Lefrand dengan nada menghardiknya.


Namun tak membuat Sabrina bergeming dan tak tersinggung sama sekali oleh kata-katanya.Dia kuat dan tahan banting oleh kata-kata pedas Lefrand.


"Ckkk,segitu aja marah,santai aja kali!.Dihhh,kamu jadi galak deh sekarang dan sensitif kayak cewek lagi PMS tau!?.".Ucap Sabrina berkomentar seraya berdecak kesal dan merutuki dengan wajah merengut.


Namun Lefrand tetap acuh dan menahan dirinya supaya tak meluapkan emosinya oleh tingkah polah gadis dari masa lalunya yang telah memancing kemarahannya itu.Sedangkan Khaira menyimak dan tetap fokus menatapnya disela-sela makannya dengan tangan tak berhenti bergerak melakukan tugasnya dengan hati meracau tak karuan.Staff Nichole yang duduk dihadapannya diam-diam memperhatikan gerak-geriknya dengan wajah terheran-heran.


"Bu Khaira,anda baik-baik saja?.Kenapa dari tadi melihat kearah belakang terus Bu?.Ada apa disana?.".Sapanya sambil menautkan kedua alisnya.


Karena tak ada jawaban dan penasaran maka la berinisiatif menoleh kebelakangnya.


Bukannya itu adiknya ibu Lulla?,kalo ga salah.Apa Bu Khaira mengenalnya sampai segitunya ngeliatin dia terus?...Pikirnya sambil mengamati Lefrand lalu berbalik kembali kedepan.


Nichole tak sengaja pernah melihatnya dan bahkan berpapasan dengan mereka.Saat itu Lefrand jalan bersama Daveena dan Lulla yang sekarang sudah dikenalnya tetapi tak begitu akrab ketika mereka jalan-jalan dan 'shopping' di Mall.Saat itu pula Lefrand baru beberapa hari datang ke tanah air dan baru bertemu lagi dengan Anayra.Lulla kemudian memperkenalkan Lefrand padanya dan mengatakan jika Lefrand adalah adiknya.


Staff Nichole kemudian mendengus kesal karena merasa diabaikan dan diacuhkan oleh Khaira.Bukannya menjawab pertanyaannya malah perhatiannya terus fokus pada pemandangan disudut sana.Namun la tak berani protes pada Khaira sebab sadar diri akan posisinya saat ini sebagai asisten Khaira.Kedekatan Sabrina dan Lefrand membuat Khaira penasaran sampai membuatnya tak mendengarkan ucapan Staff Nichole dan acuh saja.


"Hallo,Bu sekertaris yang cantik.Apa ada masalah Bu?.".Tanya Manager Taufanji ikut bersuara karena penasaran juga sambil melambaikan tangannya didepan wajah Khaira.


Refleks mata Khaira mengerjap dan sadar lalu menoleh padanya.


"Maaf,ada apa ya Pak?.".Ucap Khaira malah balik bertanya dengan wajah kebingungan.

__ADS_1


Saking fokusnya sampai tak mendengarkan ucapan Manager Taufanji dan membuatnya terheran-heran.


"Bahhh,ditanya kok malah balik bertanya sih ibu ini.Ternyata ibu ini lucu juga ya!?.Ibu dari sedari tadi melamun terus bikin kami jadi cemas lho!.".Ucap Manager Taufanji dengan logat Batak tapi tak begitu kental karena sudah lama menetap di Jakarta.


Setelah diangkat menjadi Manager,la berdomisili di Jakarta.Pria yang selalu mendikte dan banyak bicara ini selalu berlagak seperti seorang pemimpin berwibawa dan bijaksana.Tetapi suka mencari muka dan perhatian pegawai wanita.Namun sikapnya itu tak berlaku jika berhadapan dengan Khaffa.Dia seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.


Mendapat perhatian seperti itu dari kedua pria dihadapannya membuat pipi Khaira bersemu merah.


"Ahhh,Iiya maaf!.Oiya,saya ketoilet dulu sebentar,silahkan anda berdua lanjutkan saja makannya,permisi!?.".Ucap Khaira lalu beranjak untuk melaksanakan niatnya.


Saat Khaira berjalan menuju pintu keluar dari Restoran,Lefrand tak sengaja melihatnya.Dia keheranan melihat Khaira ada diruangan yang sama dengannya.Sedangkan Sabrina kini mulai khusyuk pada kegiatannya karena tak mau mendapat bentakan lagi dari Lefrand.


Khaira,dia makan disini juga?.Kenapa aku baru tau?.Sama siapa dia makan?...Berkata dalam hatinya sambil memandangi Khaira sampai luput dari pandangannya.


Namun la tak mengejarnya sebab masih ada urusan dengan Sabrina dan percakapan mereka belum selesai.Masih banyak yang ingin diketahuinya dari gadis yang pernah menjadi biang keladi perpisahannya dengan Anayra.


Setelah menghabiskan makanannya Lefrand kemudian minum lalu mulai membahas kembali topik pembicaraan mereka yang tertunda.


"Sa,sekarang katakan soal Khaffa dan Anayra!.Apa kami jujur dan benar yang kamu katakan tadi tentang hubungan mereka?.".Tanya Lefrand serius pada sesuatu yang membuatnya bingung.


Sabrina menghentikan aktivitasnya saat sedang menyantap puding buahnya.


"Ya iyalah,aku kan udah bilang tadi disana!.Tapi aku mau tau,apa kamu masih mencintainya sampai sekarang?.".Tanya Sabrina menyelidik dengan raut wajah penasaran.


Entahlah!?.Aku masih mencintainya atau hatiku sudah beralih pada gadis lain?.Rasa cintaku harus ku kubur dalam-dalam padanya setelah Khaffa menikahinya!.Kebahagiaan Anayra yang terpenting buatku sekarang.Tapi akan kubuat Sabrina menyesali perbuatannya dulu padaku...Pikir Lefrand sambil tertunduk diam seraya memikirkan wajah Anayra yang masih menghuni latar layar ponselnya lalu mendongak menatap Sabrina.


"Apa itu penting buat kamu?,kenapa tanya soal itu?.Bukankah kamu tau sendiri sejak kamu datang jadi trouble maker antara hubungan kami,sebelumnya kami sudah mau tunangan!.Itu berarti aku sangat mencintainya tapi tiba-tiba kamu datang dan mengacaukan rencana kami!.Kamu masih ingat soal itu?.".Ungkap Lefrand sarkastik sambil memandangnya jijik seakan Sabrina bangkai binatang yang sudah membusuk.


Tapi kayaknya gue bisa ngambil untung darinya dan bisa manfaatin dia!...Pikir Sabrina sambil tersenyum samar.


Sementara Lefrand kini teralihkan objek yang ada dipintu Restoran.Dia melihat wajah gadis yang dikenalnya sedang berjalan menyusuri lantai menuju meja makannya.Dan saat Khaira melangkahkan kakinya,la melakukan hal yang sama seperti Lefrand.Dengan lekat Khaira menatap pria yang sudah berhasil mencuri hatinya.Dalam hitungan menit mereka saling beradu netra.


Namun sebelum Khaira sampai di mejanya,tiba-tiba dari arah belakang seorang anak kecil berlarian dan tak sengaja menubruknya.Sontak tubuhnya condong kedepan mau terjatuh tetapi disaat bersamaan Staff Nichole dengan sigap berdiri lalu berlari kearahnya kemudian menangkap tubuhnya.


Bruggg.


Dalam posisi saling berhadapan mereka terjatuh dilantai.Khaira menindih tubuh Staff Nichole dibawahnya dan tangan Staff Nichole ada dipinggangnya.


"Ibu ga apa-apa kan?.".Tanya Staff Nichole menyelidiki sambil memandangi wajah Khaira yang 'good looking'.


"Iiiya,maaf dan makasih!.".Sahut Khaira sambil mengangguk tanpa beranjak dari tempatnya.


Merasa nyaman mendarat ditempat yang empuk tanpa perduli jika jantung Staff Nichole berdebar-debar saat ini.


"Apa ada yang sakit?,apa ibu terluka?.".Tanpa merubah posisinya dan Khaira masih betah diatasnya karena belum tersadar.


Sebab Khaira terhipnotis oleh wajah Staff Nichole yang mirip seperti aktor dari Taiwan versi lokal dan begitupun sebaliknya.

__ADS_1


*G*ue baru tau ternyata koko yang satu ini ganteng juga kalo diperhatiin.Haaa,kemana aja pikiran gue selama ini sampe kagak sadar kalo dikantor ada duplikatnya Caesar Wu**?...Pikir Khaira sambil mengitari lekuk wajah pria yang tercekat nafasnya karena keberatan menahan beban tubuhnya.


Khaira baru menyadarinya setelah dipikir-pikirnya jika Staff Nichole setampan ini.Sedangkan staff Nichole berseri-seri wajahnya walaupun tersengal-sengal nafasnya karena sesak ditindih tubuh Khaira.Selama ini diam-diam staff Nichole selalu memperhatikannya tanpa Khaira sadari.Dia menyukai dan mengaguminya namun karena perbedaan keyakinan dan latar belakang yang berbeda pula maka la memendam rasa itu didalam hatinya.


Sebelum sempat menjawab pertanyaan staff Nichole,tubuh Khaira tiba-tiba melayang ditarik oleh seseorang sampai kakinya berdiri tegak.


"Akhhh...


Memekik keras kemudian memandang pria tampan disampingnya dengan kening mengkerut.


"Kamu ga sadar kalo banyak orang liatin kalian,hah?.Kayaknya kamu asyik banget menikmati momen romantis kalian sampai ga peduli orang lain dan ga ingat dimana ini sekarang.".Ucap Lefrand dengan nada geram seraya memegang lengan Khaira dan memutar tubuhnya kearahnya.


Wajahnya merah padam karena marah.Dia tak suka melihat adegan yang keduanya pertontonkan padanya.Sedangkan Khaira terbengong sambil mendengarkan saja cicitannya.Sementara Staff Nichole menyimak keduanya tanpa berkata-kata sambil berdiri menghadap mereka yang berdiri saling berhadapan setelah terbangun dari posisinya tadi.


"Silahkan kalian lakukan hal itu tapi seenggaknya bukan ditempat umum dan jangan juga didepanku!,ngerti!?.".Sambungnya menyindir dan mengingatkan kemudian melepaskan pegangannya seraya melengos pergi setelah melirik Staff Nichole sekilas.


Sembari menggaruk kepalanya,Khaira kebingungan dan keheranan melihatnya semarah itu dengan hati bertanya-tanya.Kemudian menggeleng tak mengerti maksudnya bicara seperti itu karena setahunya Lefrand tak memiliki rasa cinta padanya.


"Ya ampun,aku sampai ga bisa berkata-kata.Kenapa dia semarah itu?,kenapa juga dia peduli sama gue?.Bukannya dia udah nolak gue?.".Gumamnya pelan seraya berpikir mengingat ketika pengakuan cintanya ditolak oleh Lefrand.


Benar-benar jadi bikin gue penasaran...Dalam hatinya sambil memandangi punggung Lefrand.


Karena penasaran oleh kata-kata Lefrand bergegas Khaira mengejarnya saat Lefrand berjalan diluar Restoran.Melihat hal itu membuat hati Staff Nichole perih karena merasa dianggap seperti patung saja.Sedangkan Manager Taufanji sejak tadi menopang dagunya dimeja sembari menyaksikan drama yang berlangsung terjadi didepannya dengan pikiran menerka-nerka sendiri.


"Tunggu!.".Cegahnya sambil menarik jasnya dan Lefrand langsung berbalik menghadapnya.


"Maaf bapak Lefrand yang terhormat!.Kenapa anda marah-marah begitu?.Apa salahku?.Apa aku mengganggumu?.".Ucap Khaira dengan ketus dan tatapan mata yang menuntut penjelasan darinya saat berdiri dihadapannya.


Dalam diamnya Lefrand mendengarkan saja tanpa berkomentar dengan mimik muka serius dengan jantung masih bergemuruh dan hati yang panas.


"Lagian kita kan ga ada hubungan jadi jangan sok-sok an peduli padaku!.".Tegas Khaira sambil menunjuk dadanya sendiri.


Karena baru kali ini la melihat Lefrand memarahinya saat dekat bersama seorang pria dan lagi Lefrand tak berhak memarahinya tanpa alasan yang jelas,pikirnya.Membuat Lefrand tersadar karena merasa diingatkan posisinya namun hal itu tak jua menyurutkan emosinya.


"Pikirkan saja sendiri kenapa aku bisa semarah ini!?.Dan jangan coba-coba berani melakukan itu lagi bersama pria lain.".Jawab Lefrand dengan nada menekan lalu pergi meninggalkan Khaira sendirian didepan pintu masuk Restoran.


"Euhhh,eh kok malah nyuruh gue mikir dan ngancam gue sih?,dasar pria aneh!.Memangnya siapa dia pake ngelarang gue dekat sama cowok lain?.Apa dia ga sadar kalo udah nolak cinta gue.Masih untung gue ga ngelakuin hal yang aneh.Cinta ditolak dukun bertindak.".Sembari memandangi kepergian Lefrand,Khaira terbengong karena masih tak paham maksud perkataannya.


Sabrina yang menyaksikan itu langsung berdiri lalu menghampiri Khaira.Ini kesempatan untuk menanyakan hal yang membuatnya uring-uringan pada pegawai resepsionis.


"Haiii Khaira apa kabar?,kebetulan kita ketemu disini?.Tadi aku datang ke kantor tapi ga dibolehin masuk keruangan CEO sama resepsionis.Kurasa mereka belum tau kalo aku salah satu model paling populer didalam dan diluar negeri dan juga mantan calon istri CEO tapi sayangnya ga jadi dan malah menikahi Anayra.".Tutur Sabrina kemudian menghela nafasnya dengan berat karena kecewa hatinya.


Sabrina acuh dan cuek saja mengatakannya tanpa perduli atau merasa penasaran dengan yang terjadi diantara Khaira dan Lefrand.Sebab yang menarik perhatiannya saat ini adalah Khaffa,kakaknya Khaira.


Sabrina gadis yang mudah jatuh cinta tetapi mudah juga untuk melupakan semua pria yang pernah berlabuh dihatinya.Namun jika belum berhasil mendapatkan hati pria yang diinginkannya maka la akan terus berjuang karena penasaran sampai dimana kemampuannya untuk mendapatkan hati pria itu dan salah satunya Khaffa.Penolakan Khaffa padanya membuat Sabrina tertantang untuk mengejarnya karena perasaannya yang tak terbalaskan oleh Khaffa.


Mendengar kata-kata yang diucapkan Sabrina membuat Khaira tersenyum masam saja menanggapinya namun hatinya senang.Khaira sudah mengetahui tentang perjodohan Khaffa dan Sabrina kala itu dari ibunya,Rena.

__ADS_1


Syukur Alhamdulillah,Abang batal dijodohin dan ga jadi nikah sama dia.Ternyata sombong dan narsis banget orangnya.Pamer soal kepopulerannya segala...Dalam hatinya sambil merenung dan bernafas lega.


Karena melihat Khaira bergeming lalu Sabrina memegang bahunya sampai Khaira terhenyak dan sontak menatapnya.


__ADS_2