Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
108.Situasi dan kondisi yang sama.


__ADS_3

Jangan lupa like dan komen nya Readers ku...


* * *


Sabrina pergi meninggalkan kantor Khaffa dengan membawa koper ditangannya dan menyampirkan tas dipundaknya.


"Mudahnya dia bilang nyawaku taruhannya.Dia pikir nyawaku bisa di isi ulang dan banyak dijual di pinggir jalan?.Monyol sekali ancaman nya.Mengada-ngada saja.".Menggerutu meluapkan kekesalannya pada Khaffa.


Sabrina mengusap pipinya yang kesakitan akibat serangan mendadak dan spontan Khaira."Pipiku perih sekali dan panas.Kepalaku pusing akibat jambakan tikus kecil itu.Lebih muda dariku tapi tenaganya cukup kuat.Untungnya terobati oleh uang ini!.".Setibanya dibasement Sabrina masuk ke dalam mobilnya.


Sabrina melajukan mobilnya kencang menuju rumahnya.Bibir Sabrina terus tersenyum bahagia dan sesekali menatapi koper hitam yang diletakkan dikursi sampingnya.Ternyata kesialannya membawa keberuntungan juga meski harus berduel dengan Khaira,Anayra dan Nichole serta Security.


"5 M,5 M...Dapat 5 milyar dalam satu jam.Aku seperti sedang mimpi di siang bolong.Kupikir 5 M itu peraturan pemerintah.Aku bingung,harus ku apakan uang ini?.".Sabrina fokus menyetir sembari mengoceh sendiri dan berpikir.


Entah akan diapakan uang sebanyak itu,Sabrina masih bingung.Akan digunakan untuk bersenang-senang dan berfoya-foya memanjakan dirinya seperti saran Khaffa atau digunakan untuk modal usaha dan mulai berbisnis.


Matahari perlahan menggelincir turun kebawah.Awan tebal hitam menyelimuti langit sore ini yang cerah menjadi mendung dan gelap gulita tanda akan hujan.Akhirnya,perlahan awan itu meluncurkan tetesan air rintik-rintik.Sekian detik kemudian menjadi deras mengguyur bumi,seakan awan tak mampu menahan beban lagi.


Baru setengah jalan pulang kerumah mengendarai motor,Alma berhenti dan menepi dipinggir jalan untuk berteduh saat tubuhnya kehujanan.Alma ingin cepat sampai dirumah saking lelahnya pulang bekerja.Tetapi tanpa diduga malah tertahan hujan.


Saat membuka jok motor,Alma kebingungan."Huhhh...Kenapa aku gak prepare membawa jas hujan?.Biasanya kusimpan dibawah jok,tapi sepertinya lupa ku masukkan.Basah kuyup kan jadinya.".Mengamati penampilannya yang sudah basah kuyup dan kedinginan."Sepi sekali.Semoga disini aman dan gak ada orang iseng mengganggu ku.".Suasana yang sepi membuat Alma merinding ketakutan dan celingukan memperhatikan sekitarnya."Hari belum malam tapi sepi dan kosong.Mungkin gara-gara hujan,orang jadi malas keluar.".Alma bicara sendiri mengusap wajahnya yang basah dan memeluk dirinya sendiri.


Kedinginan dan ketakutan melihat situasi dan kondisi disekitar sangat sepi.Alma berteduh dibawah atap tempat pangkalan ojeg yang kosong dan sudah lama tak digunakan.Suasana disana sangat mencekam ditambah hari menjelang petang sehingga penglihatan Alma semakin waspada.Takut tiba-tiba ada orang menghampirinya dan berniat jahat.


Dari arah yang sama.Daniel baru pulang dari hotel mengambil barang-barang miliknya yang ada dikantor saat masih bekerja disana.Betapa sakitnya hati Daniel tadi,saat mendapat tatapan tak mengenakkan dan cemoohan pegawai hotel yang dibawah pimpinannya dulu.Terutama dari rivalnya.


Flashback on.


Daniel menginjak lantai menyusuri lobby hotel.Daniel masuk,semua mata langsung tertuju padanya.Mata orang-orang yang sangat mengenal Daniel menatapnya dengan tatapan melecehkan dan merendahkan.


Daniel acuh berjalan terus ketempat tujuannya dan masuk ke ruang Presiden Direktur bekas kantornya dulu tanpa mengetuk pintu.


Pria yang duduk dikursi pimpinan sekarang yang menggantikan posisi Daniel,langsung terkejut dan berdiri saat Daniel datang.


"Wah,wah,wahhh...Lihat,siapa yang datang kemari?.Aku kedatangan tamu penting rupanya.Hahhh,aku terkejut!.".Reyhan Prasetyo memberi sambutan tak tulus dan tersenyum masam melecehkan Daniel.


Reyhan mendekati Daniel,bersihadap dan bersitatap dengannya."Maaf!,aku tidak membuat pesta perayaan untuk menyambut kebebasan mu dari penjara,dan kedatangan mu disini!.Kau seharusnya menghubungi ku dulu sebelum kemari!?.".Meninju bahu Daniel pelan dan dibalas seringai tipis oleh Daniel.


Daniel dan Reyhan satu tempat kerja.Menempati jabatan sebagai Presiden Direktur dan wakil tetapi tak akur.Jangankan bersahabat dekat,akrab saja tidak.Hanya dalam urusan pekerjaan saja baru mau bekerja sama.


Daniel menatap Reyhan seperti musuh dan sebaliknya."Tidak perlu repot melakukan itu.Aku kemari untuk mengambil barang-barang milik ku yang tertinggal disini.".Tanpa beranjak dari tempatnya berdiri.


"Oooh,kebetulan sekali.Barang-barang mu sudah ku siapkan di kantong plastik hitam itu!.".Reyhan menunjuk kantong plastik hitam besar disudut ruangan nya.


Kantong plastik yang biasa digunakan untuk membuang sampah,tetapi berisi barang-barang milik Daniel.


Daniel tersenyum masam,merasa kecewa karena dilecehkan dan direndahkan Reyhan.


"Aku baik bukan?,kau tidak harus membuang waktu dan tenaga mu,jadi kau tidak akan kelelahan.".Dengan nada mengejek Reyhan melanjutkan kata-katanya.


Sangat menyakitkan hati Daniel.Barang-barangnya seakan-akan dianggap sampah oleh Reyhan."Terima kasih,sudah berbaik hati mengumpulkan barang-barang ku.Ku harap tidak ada yang rusak dan hilang disana.".Berbalik menyindir Reyhan.


"Hahaha...Untuk apa aku harus merusak dan tertarik pada barang milik orang lain?.Lagi pula,milik ku lebih berharga dari milik mu itu!.".Kata-kata sarkasme Reyhan ditanggapi senyuman miring Daniel.


"Sudahlah,hentikan basa basi murahan mu itu!.Aku malas berdebat dengan pria serakah dan licik seperti mu yang suka menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan ku!.".Daniel membalas dengan sarkastiknya.


Reyhan mencerna kata-kata Daniel dan paham maksudnya."Kurasa kau salah paham.Aku tidak pernah berusaha untuk menyingkirkan mu,tapi kau sendiri yang suka rela memberikan jabatan ini padaku!.Sepertinya otakmu menjadi rusak usai dipenjara kemarin!?.".


Daniel tetap tenang walaupun kata-kata Reyhan tak enak didengar."Sampah tetaplah sampah,walaupun ditutupi akan tercium juga busuknya.".Menatap tajam Reyhan.


Reyhan menjadi geram mendengar kata-kata pria yang dianggap saingannya ini."Apa maksud perkataan mu itu?.Kau menilai ku buruk lalu bagaimana dengan mu?.Bukankah kau yang lebih busuk dariku,karena...".Reyhan menjeda ucapannya."Telah memperkosa gadis lugu!?.".Menekan kalimat terakhirnya dan memutar balikkan keadaan,tak mau kalah menghadapi Daniel

__ADS_1


Daniel tak terkejut mendengar itu dari mulut Reyhan.Pria yang satu ini memang selalu mencari titik kelemahannya supaya bisa menjatuhkan image dan harga dirinya.


Daniel pun tak menyalahkan Reyhan soal itu.Berita tentang dirinya dan Alma memang sudah menjadi konsumsi publik.Terutama orang-orang dihotel yang sangat mengetahui latar belakang dan jati dirinya.


"Benar!,itu tidak ku pungkiri.Tapi jangan membawa urusan pribadi ku ke masalah kita,terutama pekerjaan!.".Tandas Daniel.


"Kau sendiri yang memulainya!.Aku hanya membela diri saja!.Apa hebatnya dirimu dibandingkan dengan ku?,nama mu disini sudah tercemar dan masuk buku hitam.Kau pasti sudah tau itu bukan?.Akan ku pastikan,kau tidak akan pernah mendapatkan posisi yang tinggi lagi disini selain menjadi office boy,hahaha...".Reyhan mengintimidasi Daniel dengan sarkastiknya dan tertawa puas menjatuhkan harga diri Daniel.


Daniel mulai jengah dan kesal terus meladeninya.Tetapi tak membalas dan hanya membuang nafas kasar.Tanpa instruksi dari siapapun,Daniel berlalu dari hadapan Reyhan mengambil bundelan kantong plastik hitam itu.Malas berdebat panjang dengan Reyhan,Daniel memilih pergi dari sana.


Dua pegawai wanita berbincang sembari menutup pintu kamar salah satu kamar hotel.Daniel berjalan dikoridor berjalan mendekati mereka."Tadi gak sengaja ku lihat Pak Daniel ada dilobby,bukannya dia dipenjara?.".Gadis kesatu berbicara dengan rekan kerjanya.


Daniel urung meneruskan langkahnya dan berdiri dibalik dinding,tertahan oleh perkataan gadis itu.


"Kurasa dia sudah dibebaskan?.Sepertinya dia kemari mau menemui Presdir kita yang baru.".Sahut gadis kedua.


"Apa dia gak malu kembali kemari?.Wahhh,aku salut!.Pak Daniel bernyali besar,sangat berani datang kemari.Bahkan keliatan percaya diri sekali masuk kesini,padahal namanya sudah tercoreng disini.Kupikir dia gak akan pernah menginjakkan kakinya lagi dihotel,setelah dicopot dari jabatannya.".


"Benar!.Kurasa urat malunya sudah putus.Bukankah dia seorang mantan kriminal sekarang?.Sayang sekali,wajah tampannya itu disia-siakan.Apa dia gak sadar?,posisinya sebagai Presdir tergeser gara-gara akhlaknya yang buruk dan bejat.Sudah menodai kesucian gadis tak berdosa dan baru dikenalnya.".


"Aku sangat kecewa,selama ini selalu mengaguminya dan memujanya.Kupikir dia pria baik,Tapi nyatanya dugaan ku salah.".


"Apa matamu buta dan telinga mu tuli,hahhh?.Kamu gak tau kalau dia dijuluki Don Juan disini,walaupun sikapnya tampak kalem dan tenang?.".


"Tentu saja aku tau.Tapi mata dan telinga ku,ku tutup rapat selama ini saking mengaguminya.Termasuk kamu juga,bukan?.Gadis mana yang gak tergila-gila pada nya?.".


"Itulah kelebihannya.Semua orang gak memungkiri kalau dia tampan dan kaya.Tetapi,ku pikir percuma saja baik rupa nya tapi buruk perangainya.Jangan menilai orang dari luarnya saja,tapi lihat juga dalamnya.".


"Ahhh,sudahlah!.Kenapa kita harus berdebat tentang dia?.Seperti gak ada kerjaan saja!.Cepat,dorong trolinya!.".


"Bukan berdebat,tapi berbincang!.Ya sudah,jalan!.Kalau ketahuan Manager,kita lalai dan bergosip,bisa-bisa kena SP.Ingat!,disini banyak cctv.Gerak-gerik kita dipantau terus.".Dua gadis itu pergi dan mendorong troli bekas makanan yang dipesan tamu hotel tadi siang.


Daniel perlahan menarik nafasnya.Sakit mendengar ucapan kedua gadis itu yang ternyata diam-diam mengaguminya,dan kecewa kini kedua gadis itu mencemoohnya.


Setelah dua gadis itu menghilang dari pandangan,buru-buru Daniel pergi meninggalkan hotel.


Flashback off.


"Aaakhhh...".Alma terkaget,menutup mata dan telinga saat mendengar suara petir menggelar."Ya ampun,suara petirnya keras sekali,hujannya juga semakin deras?.Dari tadi belum berhenti juga,mana hari semakin gelap lagi.Apa ku paksakan pergi saja?.".Alma menengadahkan tangan memainkan gemericik air hujan yang turun dari atas atap dan menimbang-nimbang untuk pergi atau tetap disana.


Sendirian dalam kesunyian dan kegelapan membuat Alma merinding ketakutan.Tak seorang pun dan tak satupun kendaraan yang lewat didepannya.Entah sampai kapan Alma menunggu disana ditemani motornya hingga hujan reda.


Tak berapa lama,mobil menyoroti wajah Alma dan berhenti didepannya.Alma memperhatikan pria berperawakan tinggi dan bertubuh kekar keluar dari mobil sembari memayungi dirinya.


Pria itu sengaja menepikan mobilnya saat melihat Alma berdiri sendirian dipinggir jalan.Pria itu sangat mengenal Alma sehingga berinisiatif menghentikan perjalanannya.


Alma terkaget setengah mati saat pria itu datang mendekat dan melihat wajah yang sudah dikenalnya."Kamu?,apa yang kamu lakukan disini?.Mau apa kemari?,tau dari mana aku disini?.".Memberondong Daniel dengan banyak pertanyaan.


Daniel menyodorkan jas hujan pada Alma tanpa hirau tatapan matanya yang tajam."Ambillah ini!.Aku tidak sengaja melihat mu.Sepertinya kamu sangat kedinginan dan lama berdiri disini.Pulanglah!,akan lama sampai dirumah jika menunggu hujan reda.".


Alma diam tak bergerak,tak mau mengambil barang yang dipegang Daniel."Untuk apa baik padaku?,setelah apa yang kamu lakukan padaku?.Gak usah pura-pura peduli dan perhatian padaku!,aku gak sudi menerima bantuan mu atau pertolongan dari mu!.".


Aku tau aku salah dan kamu tidak salah.Tapi,bisakah kamu tidak memandang ku sebelah mata?.Aku melakukan itu karena khilaf dan tidak sadar.


"Kalaupun pun yang disini bukan kamu,aku akan tetap menolongnya.Jadi,terima saja bantuan ku!.Apa salahnya menghargai sedikit niat baikku?.Setidaknya untuk hari ini.Aku tidak mau kamu sakit karena kehujanan dan kedinginan.".Tandas Daniel.


"Niat baik katamu?.Aku gak salah dengar?.Lagi pula terlambat,tubuhku sudah basah kuyup.Kamu ingat?,waktu pertama kita bertemu niatmu baik mau menolongku.Sampai membawaku ke istana mu yang megah diatap hotel itu.Lihat saja,situasi dan kondisinya sama seperti waktu itu.Hujan,basah kuyup dan dijalan.Jangan katakan kamu lupa hari itu?.".Alma berapi-api mengatakan itu untuk menyadarkan Daniel.


Aku takkan pernah bisa melupakan hari itu,dirimu,dan perbuatan ku padamu.Kamu gadis suci pertama yang ku temui dan ku tiduri.Aku bodoh dan menyesal telah berbuat itu...


Daniel diam mencerna kata-kata Alma.Dalam hati Daniel mengakui dan tak mengelak,malah menyesalinya.

__ADS_1


Daniel mengamati penampilan Alma dan menjadi 'mupeng' saat melihat lekukan tubuhnya terlihat seksi dan sintal.Pakaian Alma melekat sempurna akibat kebasahan,apalagi dibagian dada Alma yang padat dan berisi.Daniel langsung tertunduk menghindari pemandangan yang bisa mengundang syahwatnya dan untuk mengusir imajinasi liarnya.


Apalagi,Daniel pernah merasakan kemolekan tubuh Alma dan bahkan masih membekas dalam ingatannya.Hangat,sempit dan menggetarkan hati.Daniel menjadi ketagihan akan Alma,padahal sebelumnya tak pernah begitu pada gadis lain yang pernah dikencaninya.


"Maaf!.Mungkin aku terlambat untuk meminta maaf,tapi beri aku kesempatan untuk menebus dosa dan kesalahanku.Lakukan apa saja yang ingin kamu lakukan padaku?.Jika ingin menampar dan memukuli ku,silahkan!.".Daniel menawarkan dirinya ditampar dan dipukul Alma.


Alma tak mungkin menolak.Rasa untuk melampiaskan amarahnya dan bencinya pada Daniel yang bergejolak dihatinya sejak hari naas itu memang sudah membuncah."Aku memang ingin sekali melakukan itu!.Baiklah,sesuai permintaan mu!.".Alma mengangkat tangan kanannya mau menampar Daniel untuk meluapkan emosinya yang tertahan dulu.


Kapan lagi bisa melakukan itu dan membalas dendam atas perbuatan Daniel padanya.Apalagi Daniel suka rela menawarinya dan bukan atas dasar kemauannya.


Daniel yang berdiri dihadapan Alma,siap ditamparnya,sampai menutup mata dan menahan nafasnya.


"Aaaakh....".Bukannya menampar,Alma malah berhambur memeluk Daniel saat mendengar suara petir menggelar hingga mengagetkannya.


Daniel terkesiap dan refleks tangannya memeluk Alma erat.Payung dan jas hujan dikedua tangannya dijatuhkan kebawah begitu saja.Alma tak sadar memeluk Daniel saking terkejutnya dan dalam keadaan basah kuyup juga.


Merasakan kehangatan tubuh Daniel,Alma semakin mengeratkan pelukannya disaat merasakan kedinginan.


Daniel acuh dan tak keberatan kemeja warna putihnya menjadi basah dan malah tersenyum tipis.


"Kamu takut?.".Pertanyaan Daniel menyadarkan Alma.


Alma langsung melepaskan tangannya yang melingkar dipunggung Daniel.Alma mendadak malu,kikuk dan salah tingkah."Maaf,aku terkejut!.".Mencelos duduk di bangku kayu yang panjang dengan pipi terasa menghangat karena malu.


Jika dalam kondisi tak kedinginan mungkin pipi Alma saat ini tampak bersemu merah.


Daniel menyusul dan duduk disampingnya.Tetapi tetap menjaga jarak takut Alma marah dan menghindar."Terima kasih!.Kamu menarik laporan dan membatalkan kasusnya.Aku bisa bebas dan bisa menemani ibuku dirumah sakit.".


Alma menarik kesimpulan jika Daniel salah paham."Aku melakukan itu bukan demi dirimu,tetapi demi ibu dan ayahmu!.Kamu jangan salah paham dan besar kepala.".Mengkoreksi asumsi Daniel.


Daniel tersenyum samar,isi pikiran Alma tak sesuai dengan pikirannya.Daniel menoleh menatap Alma yang tersorot cahaya lampu kecil dan samar-samar terlihat.


Penerangan tempat itu yang remang-remang,maka Daniel membiarkan lampu mobilnya menyala.


"Aku tau!.Apapun itu alasannya,aku tetap berterima kasih.Lagi pula siapa aku yang harus kamu bela mati-matian dan kamu selamatkan?.".


Pria yang telah merusak dan menghancurkan hidupku.Haruskah ku jawab itu?.Kalau kamu mendengar kata itu dariku,kamu akan marah atau diam?...


Alma tak menggubris dan tak menjawab.Bingung mencari jawaban yang tepat dan memilih memandangi mobil Daniel yang mewah dan mengamati motornya.Seakan membandingkan perbedaan antara mereka.


"Bagaimana ibumu sekarang?.Beliau sudah sehat?.Maaf!,aku gak sempat menjenguknya dirumah sakit.".Mengalihkan pembicaraan untuk menghindari pertanyaan Daniel.


"Sekarang lebih baik dari sebelumnya.Mama sehat dan sudah pulang kerumah tadi pagi.".


Seperti yang kamu lihat tadi pagi dijalan.Bahkan Mama langsung jatuh cinta melihat mu,dan berpikir menjadikan mu menantu.Apakah kamu bersedia menikah dengan pria brengsek seperti ku dan menjadi menantunya?.Baru kali ini kulihat Mama senang dan terobsesi memiliki menantu seperti mu...


"Aku tau!.Aku bisa melihat itu diwajahnya,saat berpapasan dilampu merah,tadi pagi.Meski belum mengenalnya dan gak pernah bertemu,tapi aku bisa menebak jika itu ibumu!.".


"Kalau tau kenapa bertanya?.Dia memang ibuku,wanita tua yang sering sakit-sakitan dan ku acuhkan.".Daniel tertunduk lemah mengingat kondisi ibunya.


Alma tak terkejut mendengarnya karena Al pernah mengungkapkannya."Apa penyakit ibumu?.".


"Alma,mari kita menikah!?.".Daniel malah mengalihkan pembicaraan sampai Alma terkaget dibuatnya.


"Apaaa?."Alma terperanjat berdiri dan menatap tajam Daniel."Jangan pernah bermimpi,apalagi berharap!.Cari saja gadis lain yang lebih sepadan dengan mu!.Sama kasar dan biadab.".Dengan nada melecehkan dan merendahkan Daniel.


Alma bergegas pergi meninggalkan Daniel mengendarai motornya tanpa memakai jas hujan yang ditawarkan Daniel dan hanya pelindung kepala saja.


Enak saja mengajak ku menikah.Dia pikir aku menyukai nya?,dikiranya dia tipikal pria idamanku?.Kurasa dia mabuk lagi dan bicara melantur,seperti waktu itu saat....


Alma geleng-geleng kepala enggan meneruskan isi hatinya,saat teringat peristiwa tragis yang menimpanya.

__ADS_1


Daniel terperangah melihat Alma pergi begitu saja usai menolaknya secara langsung.Daniel mengambil payung dan jas hujan yang tergeletak dibawah.Masuk kedalam mobil dan pergi dengan hati bagai diiris-iris.


Penolakan Alma membuat Daniel patah hati dan kecewa.


__ADS_2