Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
81.Kemarahan Sabrina.


__ADS_3

Khaffa POV.


Karena alasan cemburu aku melangsungkan pernikahan dan menikahinya.Tetapi hati ku senang dan bahagia tak terhingga.Aku bisa menepuk dadaku dengan bangga karena bisa memilikinya untuk selamanya.Dia milikku sekarang dan aku berhak atasnya untuk melakukan apapun padanya.


Walaupun rasa cemburu membutakanku tetapi rasa cinta dan sayangku padanya lebih besar lagi.Aku memutuskan ini dengan pikiran sadar selain embel-embel rasa cemburu.Malah aku merasa beruntung karena bisa menikahinya secepat ini.Padahal sebenarnya kami sudah membuat kesepakatan dan berencana untuk menikah setelah mendapat ijin dan restu ibuku.Namun karena aku tak sabar untuk memilikinya maka aku menikahinya sekarang supaya tak ada lagi penghalang diantara kami.


Sabrina urusan kecil bagiku walaupun ancamannya cukup berani untuk memerasku.Dan Lefrand tinggal menunggu harinya dan setelah hari ini,la akan meratapi kebahagiaanku bersama Anayra.Dengan begitu maka la akan tersingkir dengan sendirinya nanti.


Titik pusat pikiran dan perhatianku adalah menikahi Anayra secepatnya untuk membebaskan ruang gerakku saat ada didekatnya.Sebab kutak sanggup dan tak mampu untuk memendam hasratku lebih lama lagi.Walaupun pasti menjadi ajang pembicaraan dan akan banyak yang mempertanyakan tindakanku yang tiba-tiba dan mendadak ini.Tetapi itu tak menghambat jalanku untuk segera mensahkan dan menghalalkannya.Sebab mimpi dan harapan ku saat ini ada memilikinya seutuhnya.


Disinilah sekarang aku duduk.Dikursi pelaminan untuk melafazkan kalimat sakralku dan janji suciku dihadapan ayahku,juga calon ayah mertuaku.Jantungku terus berdetak saat mengucapkan kalimat ijab kabul ku.Tetapi aku bernafas lega sebab hanya dalam satu tarikan nafas,kuucapkan dengan lancar tanpa beban,paksaan dan penuh keyakinan.


Sorak bahagia dan gemuruh tepuk tangan mengiringiku.Kulihat tangis bahagia dari kedua orang tua kami dan segelintir orang yang mengasihi kami.Kupandang wajah pria itu yang tertunduk lesu.Inilah waktunya untuk pasrah dan menyerah.Menerima kenyataan bahwa aku jodoh gadis yang melabuhi hati kami.


Aku tersenyum bahagia saat melihat wajah gadis yang kini menjadi istriku datang menghampiriku,sampai setitik air mata menyembul keluar dipelupuk mataku.Ku ulurkan tanganku dan menyambutnya dengan senang hati.Ku terpesona saat aura kecantikannya semakin terpancar dan bersinar bak seorang Dewi.Mataku sampai tak berkedip karena tak puas memandangnya.Sungguh beruntungnya karena aku bisa meluluhkan hatinya dan bisa mendapatkannya.Perjuanganku ternyata tak sia-sia.


Kukecup keningnya dan diciumnya tanganku.Kusematkan cincin kawin dijari manisnya dan disematkannya juga dijariku.Kami tanda tangani buku nikah yang menjadi bukti bahwa kami sepasang suami istri.Setelah selesai dengan serangkaian acara yang singkat ini,kami berjalan melangkahkan kaki kami menuju singgasana pengantin didampingi orang tua tercinta kami.


Untaian kalimat do'a menyertai dari mereka saat kami melakukan sungkeman.Luar biasa betapa indah dan manisnya momen ini bagiku.Suasana riuh saat orang-orang berdatangan untuk mengucapkan selamat dan kalimat do'a.Dan kurangkul pinggangnya lalu kukecup pipinya saat terusik oleh ucapan pria itu saat menyalami kami.Sepertinya dia belum sadar posisi ku sekarang ini.Dia membuatku menatapnya tajam karena berani mengucapkan kata itu padaku..


Detik demi detik kami lalui bersama sambil aku mencandainya.Namun entah kenapa senyumnya terlukis kaku dan seperti dipaksakan.Apa mungkin kesal dan marah oleh tindakanku sekarang?,atau karena gugup melewati momen ini yang tak disangkanya.


Kuikuti langkahnya saat malam tiba.Kumasuk kedalam kamarnya yang mungil namun apik dan rapi.Kuedarkan pandanganku memandangi foto-foto yang dipajang didinding seraya melepaskan jasku.


"Huuuhhh...".Kuhela nafas panjang saat ku berbaring ditempat tidurnya yang empuk ini.


Aku melepaskan rasa penatku seraya memandangi dua buku nikah berwarna merah dan hijau.Ada rasa bangga dan bahagia saat memandangnya.Namun tiba-tiba terdengar suara teriakannya saat sedang melepaskan benda-benda dikepalanya.Rasa cemasku mungkin terlalu berlebihan sampai bergegas menghampirinya untuk membantunya.


Kukecup lehernya yang jenjang dan mulus itu.Sebab ku tergoda oleh bau harum ditubuhnya yang menggetarkan hatiku.Kubisikkan kata-kata manis seraya memeluknya dari belakang.Tubuhnya yang hangat berhasil membuatku kepanasan dan memancing libidoku naik.


Tetapi aku bingung dan heran kenapa sikapnya dingin dan kata-katanya ketus sekali.Memberanikan diri aku mulai menanyakan alasannya mendiamkan ku.Dan akhirnya aku tahu penyebabnya setelah dibuat kebingungan tadi.Namun aku hanya tertawa saja menanggapinya karena merasa lucu dan gemas oleh tingkah polah nya.


Aku terus berusaha dan berjuang untuk meluluhkan hatinya sampai la membuatku kewalahan mengejarnya dan menghadapi sikapnya.Bagaimana pun caranya,aku harus mendapatkan yang menjadi hakku sebagai suami.Sebab selama ini aku mencoba bersabar dan menahan hasratku yang terpendam setiap bersamanya.Entah mengapa malam ini ku merasa adalah batas kesabaran ku,dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk melewati malam pertama kami sebagai mana mestinya.Dan itu harus terjadi.


Akhirnya setelah melewati drama yang membuat ku lelah dan pusing kepalaku.Aku melakukan niatku yang tertahan sejak tadi.Perlahan ku mulai melucuti pakaian tebalnya yang membungkus tubuhnya walaupun membuat ku menyeringai melihat tampilannya.Dan ku terpesona melihat sosoknya yang membuatku tergoda dan bergairah.


Tak menunggu lama lagi langsung kulakukan pemanasan walaupun kulakukan seorang diri sebab lawan mainku tertidur pulas karena kelelahan.Seperti mengecap madu yang manis saat aku berkelana dan berpetualang ditubuhnya.Semua kunikmati dan kutelusuri tanpa ada yang terlewati.


"Ahhh...


Perlahan aku mendes*h nikmat saat berusaha menerobos masuk kedalam ruang yang sempit dan hangat ini.Benar- benar memabukkan dan membuatku betah berlama-lama disana.Walaupun terasa masih sangat sempit dan sulit tetapi aku terus berusaha meruntuhkan dinding penghalangnya.Sebab itulah yang menjadi sumber kebahagiaanku dan kebanggaanku sebagai seorang suami dan laki-laki.

__ADS_1


Semakin lama darahku semakin panas dan hasratku tak terkendali lagi.Kuterus mencoba sampai berhasil dan tuntas.Namun aksiku terhenti dan tertahan saat la terbangun dari tidurnya.Kubalas menyapa nya dan segera kubungkam bibirnya saat la bertanya.Sebab kalau dibiarkan maka la akan terus mengoceh dan dengan begitu pasti menghambat aksi ku.


Bahagianya hatiku saat la merespon dan membalas ku.Aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa meneruskan niatku.Kumanjakan la dengan sentuhan lembut yang membuatnya terlena dan akan terus diingatnya.Sungguh kenikmatan luar biasa yang pertama kali kurasakan.Aku bangga dan bahagia karena berhasil meruntuhkan dinding pemisah yang mulai menjadi tempat favoritku.Bersamaan saat kusemburkan buah cintaku kedalam rahimnya yang menjadi calon bakal anak kami nanti.


*End.


Author POV.


Matahari sudah terbit dan terang benderang menyinari bumi.Dani baru saja pulang kerumahnya belasan menit yang lalu.Dia meletakkan koper yang dibawanya tadi dari bagasi mobilnya kekamarnya dan saat melewati kamar putrinya ternyata masih tertutup rapat pintunya.


Sabrina menguap dan menggeliat baru bangun tidur,padahal la baru terlelap beberapa jam yang lalu.Dia pulang dini hari tadi setelah menghabiskan waktunya di night club ternama bersama Shenna dan Zira.Tetapi Dani,ayahnya tak tahu menahu soal itu sebab la baru pulang dari luar kota menemani Daniel.


Setiap ayahnya pergi,Sabrina selalu memanfaatkan kesempatan itu untuk clubbing.Biasanya la akan pulang dalam keadaan sempoyongan dan pulang ke hotel bersama pria kenalannya disana.Tetapi karena tahu ayahnya pulang pagi hari ini dari luar kota,la hanya hura-hura saja disana.Minum softdrink dan menghisap rokok saja walaupun Shenna dan Zira sudah menyodorkannya anggur merah yang sudah difermentasi tetapi ditolaknya demi menjaga perasaan ayahnya.


Sembari menggulung rambutnya la berjalan keluar dari kamarnya lalu menghampiri ayahnya duduk dikursi teras rumahnya.Dia tahu kebiasaan ayahnya setiap pagi jika ada dirumah pasti menghabiskan waktunya diteras sembari membaca koran ditemani secangkir kopi.Tetapi sebelumnya la kedapur mengambil secangkir wedang jahe merah yang sudah disiapkan mbok Asih dimeja makan untuknya atas permintaannya disetiap pagi.


"Morning Pa,baru pulang ya?.Maaf aku bangun kesiangan.".Sapa Sabrina sambil duduk disampingnya.


"Pagi juga,iya Na!.Tidurmu kayaknya nyenyak sekali sampai baru bangun jam 9?,hehehe...".Canda Dani seraya menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Haaa,iya Pa saking nyenyak nya sampe lupa waktu heee...".Ujar Sabrina pura-pura tenang lalu menyeruput wedang jahenya.


Cengar-cengir saja untuk menutupi kelakuan buruknya.Sabrina selalu bersikap manis dihadapan ayahnya padahal la cerdik dan pandai mengelabui ayahnya.Tetapi dibaliknya sikapnya yang seperti itu sebenarnya la mudah tertekan dan panik jika mendengar hal yang tak sesuai harapannya.


Bagai disambar petir disiang hari mendengarnya.Sabrina sampai menumpahkan isi cangkirnya yang akan diletakkannya dimeja dan spontan terperanjat berdiri karena terkejut oleh kabar berita yang disampaikan ayahnya.


"Apa?,menikah sama Anayra?.Ga mungkin,Papa pasti becanda kan buat ngerjain aku sebab besok hari ulang tahun ku?.".Ujar Sabrina tak terima dan tak percaya begitu saja.


Mendengar kata-kata Sabrina yang keras dan tinggi seakan menampik kabar itu.Dani sampai terkejut dibuatnya sebab la tak menyangka jika reaksi Sabrina akan seperti itu dan akan tenang-tenang saja menanggapinya.


"Papa serius Na,tapi kenapa kamu marah?,apa salahnya kalau dia menikah?.".


"Pa,bukannya Papa dan Tante Rena juga Om Andika udah sepakat mau jodohin aku!,tapi kenapa kalian batalin tanpa diskusi dan tanya aku dulu!.Apa aku menolak atau menerima?.".Kilahnya memprotes keputusan ayahnya.


"Itu bukan kemauan Papa tapi Tante Rena yang minta.Lalu kenapa kamu semarah ini mendengar dia menikah?.".


"Pa,,,aku jatuh cinta sama Khaffa.".Ungkap Sabrina lalu pergi meninggalkan ayahnya.


Sabrina berlari menuju nya.Hatinya seperti dipanggang diatas bara api.


Pranggg,brukkk,prakkk.

__ADS_1


Melampiaskan amarahnya dengan cara meluluhkan lantakkan barang-barang yang ada dimeja riasnya,cermin dan koleksi tasnya kelantai.


"Aaarghhh...Sialan kau Khaffa,berani lu nikahi Anayra diam-diam tanpa setau gue!. Rupanya ancaman gue lu anggap guyonan anak kecil,hah?...Aaaarghhh...".Teriak Sabrina histeris didalam kamarnya seraya mengacak-acak rambutnya.


"Awas lu Anayra,lu bakal nyesal udah gagalin rencana gue yang kedua kalinya.Gue udah gagal dapetin Lefrand dan sekarang Khaffa.Dasar cewek kampung ga tau diri hahhh,hahhh...".Pekiknya murka sampai dadanya naik turun dan nafasnya terengah-engah.


Setelah memporak porandakan seluruh isi kamarnya,Sabrina terengah-engah sambil merosot kebawah dan tergolek dilantai.Matanya beringas dan liar,temperamennya naik karena hatinya diliputi oleh amarah.


Kabar pernikahan Khaffa dan Anayra sontak membuat emosinya tersulut.Dani berlari dengan paniknya menuju kamar Sabrina saat mendengarkan suara gaduh dikamarnya.


"Astaghfirullah,Na apa yang kamu lakukan?.Kenapa kamu jadi begini lagi?.".Ucap Dani kaget saat melihat barang-barang berceceran dimana-mana.


Khawatir dan iba melihat keadaan Sabrina yang menyedihkan.Dani menghampirinya dan berjongkok dihadapannya.


"Ayo bangun Na,kenapa kamu ga bilang sama Papa kalau kamu ada rasa sama dia?.".Ucap Dani sambil membantunya berdiri dan mendudukkannya ditempat tidur lalu duduk disampingnya.


Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya bagi Dani melihatnya seperti ini.Dulu sewaktu kecil saat Sabrina bermain boneka bersama teman sepermainannya dengan anak-anak tetangga.Sabrina marah saat bonekanya dipinjam tanpa seijinnya.


"Pa,papa harus bilang sama Tante Rena buat ngebatalin pernikahan mereka!.Aku ga mau mengalah terus!.".


"Itu ga mungkin Na,kamu harus terima!.Tapi apa maksudmu mengalah terus?.".


"Papa ingat Lefrand kan?,dulu aku hampir kembali bersama dia tapi gadis itu datang dan gagalin hubungan kami.".Ucap Sabrina berdusta untuk membuat ayahnya percaya.


"Papa ingat dia,tapi siapa gadis yang kamu bicarakan itu?.".


"Anayra Pa,gadis yang dinikahi Khaffa sekarang.Dia gadis sama yang merebut Lefrand dari aku juga dulu.".Sabrina menjelaskan tentang Anayra yang sebenarnya.


Dani terkesiap ternyata Sabrina mengenal Anayra.Padahal saat mereka bertemu dirumah kediaman Andika saat itu tak memperlihatkan gelagat saling mengenal dan acuh saja.Dani juga tahu hubungan Sabrina dan Lefrand sangat dekat dulu.


"Kamu mengenalnya?,kenapa baru bilang sekarang sama Papa?.Tapi ini sudah terlambat Na,kamu harus melupakan dan merelakan nya.".Pinta Dani demi kebaikannya.


"Enggak Pa!,nanti Papa harus bicara sama sama Tante Rena dan Om Andika kalo Papa sayang dan peduli padaku!.".Ucap Sabrina dengan lantang dan tegas kemudian berlalu pergi keluar.


Sabrina bersikukuh ingin mendapatkan Khaffa dan tak mau menerima kenyataan yang ada.Dia meraih kunci dirak kecil khusus kunci yang tergantung didinding ruang tengah lalu meninggalkan rumah dengan mobilnya yang terparkir digarasi.Sementara Dani terpaku dan terdiam ditempatnya sembari menatapi barang-barang yang menjadi korban kemarahan putrinya.


Dia bingung harus berbuat apa.Disisi lain Sabrina putri satu-satunya yang la miliki setelah ditinggal pergi istrinya dan juga cemas Sabrina akan melakukan sesuatu yang ditakutinya.Dani ingin melihatnya bahagia dan ingin memanjakan putrinya disisa hidupnya yang semakin menua ini.Apalagi Sabrina kurang perhatian dan kasih sayang dari nya sebab disibukkan oleh pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan mereka walaupun Sabrina sudah mandiri dan mempunyai penghasilan sendiri sebagai model.Tetapi la tetap memberinya uang saku maka dari itu Sabrina bisa membeli barang-barang branded.


Dan disisi lainnya Rena dan Andika adalah sahabat dekatnya yang baru dijumpainya lagi dan sahabat semasa kuliahnya dulu.Dia tak mungkin menghancurkan rumah tangga anak mereka yang baru saja dilangsungkan kemarin demi menuruti keinginan putrinya itu walaupun kebahagiaan Sabrina diatas segalanya.Dia juga tak setega dan tak seberani itu untuk melakukannya.Apalagi sosok Andika sekarang bukanlah sosok yang dikenalnya dulu yaitu seorang pengusaha sukses,kaya raya dan ternama dikalangan pebisnis.


Sabrina agak keras kepala dan segala keinginannya harus tercapai.Itu karena la sangat dimanjakan oleh mendiang ibunya dulu.Walaupun sekarang mulai agak berubah tapi karena perasaannya pada Khaffa memancing sifat aslinya keluar lagi.Apalagi la terlibat lagi dengan Anayra yang menjadi penyebab gagalnya untuk mendapatkan Lefrand kembali setahun yang lalu.

__ADS_1


Awalnya la acuh saja dan tak hirau soal Khaffa dan Anayra.Namun setelah mengetahui jati diri Khaffa yang cukup terkenal karena ketampanan dan juga popularitasnya.Membuat la mengubah haluan untuk mendapatkan nya setelah dipikir-pikir lagi.Dia iri pada Anayra sebab merasa dikalahkan untuk yang kedua kalinya oleh gadis biasa yang berasal dari kampung.


__ADS_2