
*Cinta bukan hanya sekedar mencari kesenangan dan kepuasan semata tapi juga untuk meraih cita-cita yaitu bahagia.
Kusentuh hatiku dan kupejamkan mataku.Apa yang aku rasakan dan aku inginkan saat ini?...
Semua terjawab dengan sendirinya...
Ada rasa marah rasa benci dan juga hasrat ingin memiliki.Memiliki yang sudah sepantasnya kumiliki,memiliki yang memang ingin kumiliki tanpa harus merugikan dan mengorbankan orang lain.
Dan ada rasa penyesalan yang mendalam dihati ketika seseorang melangkah pergi dari kehidupanku.
Jujur kuakui rasa itu baru kusadari saat seseorang melangkah pergi.Pergi meninggalkan sejuta kenangan manis dan secuil kenangan pahit.
Ternyata...
Sebaik dan sebesar apapun cinta yang kumiliki tidak cukup mampu membuatnya tidak pergi kelain hati*.
***
Setelah 5 hari,Lulla mempersiapkan segala sesuatunya,untuk butik cabang baru.Akhirnya hari yang dinantikan datang.Hari ini hari pertama pembukaan D'Lulla Boutique.
Didalam bangunan megah dan menjulang tinggi bertingkat 5 dan berlantai 6.Di outlet butik,Lulla dan para pegawainya tengah sibuk melayani beberapa pelanggan.Dibantu Anayra dan Alma,serta 2 orang SPG dan seorang Kasir yang menempati posisi Kassa.Respon pengunjung cukup baik dan tidak sedikit customer butik yang menghampiri tempat itu.
Ruangan outlet butik berukuran 9 kali 9 meter itu,dirancang dengan modern mengikuti perkembangan jaman.Rak-rak pajangan berderet rapi dengan gaun-gaun cantik berbagai model tergantung didalamnya.Dan beberapa patung-patung yang menyerupai manusia dihias sedemikian cantik dengan berbeda-beda model gaun menempel dipatung-patung itu,untuk menarik perhatian pengunjung.Sang pemilik butik menata ruangan itu dengan baik dan penuh perhitungan.
Sejak pagi hari Lulla dan para pegawainya sudah siaga ditempat itu.Mereka tampak kewalahan dan kelelahan terus berjibaku melayani pelanggan.Di saat menjelang waktu istirahat makan siang,akhirnya bisa bernafas lega dan bisa beristirahat melepaskan lelah.
Waktu menunjukkan pukul 11:30 siang.Lulla duduk disofa yang ada didalam butik dengan anggunnya.Didepannya sudah berdiri 5 gadis cantik yang berjejer rapi menghadap kearahnya.Alma dan Anayra sebagai staff,Melly dan Santi sebagai SPG serta Dea diposisi kasir.
Lulla memandangi wajah gadis-gadis itu."Terima kasih untuk hari ini!,kalian sudah bekerja keras.Aku puas dengan kinerja kalian.Kalian melakukan semuanya dengan baik.".Terus menyunggingkan senyum lebar."Alma,Anayra,kalian atur jadwal masuk kerja dan hari off-nya disini.Aturannya sama dengan butik pusat.".Tanpa bergerak dari duduknya.
"Baik,Bu.". Anayra dan Alma mengangguk mengerti.
"Mulai hari ini aku serahkan tanggung jawabku pada kalian.Aku mengandalkan dan mempercayakan urusan butik pada kalian,ok!?.".Lulla memilih Alma dan Anayra mengingat potensi yang dimiliki mereka.
"Baik Bu!,insha Allah kami akan berusaha bekerja dengan sebaik mungkin,dan menjaga kepercayaan ibu pada kami.".Anayra mewakili dengan penuh semangat.
Lulla tersenyum dan mengangguk.Senang dan lega bisa akhirnya semua beres dan kerja kerasnya tak sia-sia.
Lulla beranjak dari duduknya."Ok baiklah!,aku harus pergi kembali kepusat.Alma,Anayra istirahatlah!,sekarang sudah masuk jam makan siang!.Untuk yang lainnya menyusul jika rekan shift siang datang!?.".Titah Lulla dan bertutur lembut.
"Baik,Bu.".Kelima gadis itu kompak menjawab.
"Tetap semangat dan sampai jumpa lagi!?.".Lulla melenggang pergi keluar menenteng tas mahalnya.
D'Lulla Boutique dan rancangan gaun Lulla sudah terkenal disemua kalangan,termasuk kalangan atas.Lulla sebagai seorang CEO dan desainer tetapi tetap rendah hati dan ramah meskipun meraih kesuksesan.Sangat perhatian pada para pegawainya dan menempatkan mereka sebagai rekan kerja bukan anak buah,agar mereka merasa nyaman saat bekerja.
Sepeninggal Lulla.Mereka melanjutkan pekerjaannya kembali terkecuali Alma dan Anayra.
"Ayo Nay',kita istirahat!.".Alma mengajak Anayra yang dibalas anggukan kepala.
"Kami istirahat duluan,nanti kalian menyusul!.Jika terjadi sesuatu,hubungi kami.".Anayra pamit pada juniornya
"Iya mbak!.".Mereka menjawab serempak.
Anayra dan Alma melangkahkan kakinya keluar dari butik untuk beristirahat dan mencari makan siang.Namun baru beberapa langkah didepan butik,berpapasan dengan dua pria tampan berbalut setelan jas lengkap menempel ditubuh atletis mereka.Langkah mereka terhenti saat dua pria tampan itu berdiri dihadapan mereka.
Deggg.
Jantung Anayra berdetak keras,terkejut saat melihat wajah salah satu dari dua pria itu.Tetapi berbeda dengan Alma,malah terpana melihat wajah kedua pria tampan yang berdiri dihadapannya sekarang.Alma menatap keduanya bergantian tanpa berkedip.
"Titisan pangeran dari syurga.".Alma terkagum-kagum melihat Khaffa dan Riccy."Hatiku terasa meleleh.".Menatap keduanya tanpa berkedip.
Riccy yang berdiri tepat dihadapannya mengulas senyum mendengar kata-kata Alma,apalagi melihat ekspresi wajahnya yang menurutnya lucu dan menggemaskan.Namun Khaffa sangat risih dipandangi seperti itu.
__ADS_1
"Haiii mbak Anayra?,selamat datang diMall.Kuharap kita bisa berteman.".Riccy menyapa ramah.
"Terima kasih,Pak!.".Anayra tersenyum tipis dan melirik Khaffa sekilas.
Aku kehilangan kepercayaan diri dan tidak bersemangat...
Anayra mulai merasa tak enak hati dekat dengan Khaffa,dan tak nyaman jadinya,akan terus bertemu Khaffa.
"Jika ada kesulitan disini dan butuh bantuan,aku siap membantumu!.".Riccy menepuk dadanya sendiri menawarkan diri.
Mengajukan diri sebelum Anayra memintanya.Riccy sangat pengertian sebab Anayra masih baru disana dan pasti akan banyak menemukan kesulitan.Harus beradaptasi dengan orang-orang baru di lingkungan baru dan lainnya diMall nanti.
Jangan harap kamu bisa tenang dan bernafas lega disini.Pembalasanku baru saja akan dimulai hari ini...
Khaffa berniat dalam hatinya untuk membalas dendam.
Anayra acuh dan santai saja walaupun agak gugup dan tegang.
Aku dianggap apa?....
Alma merutuk dalam hatinya.Mulai kesal merasa tidak dianggap dan Anayra belum juga mengenalkannya pada kedua pria itu,berstelan jas warna Hitam dan Abu.
Alma memberi kode menyikut lengannya,tetapi Anayra tidak mengerti dan tak hirau.
"Siapa gadis cantik yang satu ini?.".Riccy tanpa diduga bertanya dan menatap Alma.
Alma menebar senyum manis dan mengulurkan tangannya.Mode genitnya mulai on.Ini kesempatannya untuk memperkenalkan diri."Haiii babang ganteng,aku Alma,rekan kerja Anayra.".Alma ramah dan cengar-cengir kuda.
Alma cepat merespon jika berhadapan dengan Cogan.Tidak jaim dan apa adanya.Tampak jelas berbeda dengan Anayra yang menjaga sikapnya,apalagi setelah mengetahui identitas Khaffa.
Riccy menyambut uluran tangan Alma dan tersenyum tipis."Aku Riccy, dan ini Pak Khaffa.".Riccy tak kalah ramah dan menunjuk Khaffa dengan menengadahkan telapak tangan kirinya.
Alma dan Khaffa berjabat tangan.Alma mengerutkan keningnya saat melihat wajah tampan Khaffa yang tanpa ekspresi.Dingin dan datar.
Pria ini terlihat tidak bahagia hidupnya...
"Kalian siapa?,apa kalian staff disini,seperti kami berdua?.".Alma bertanya menyelidik."Tapi ku pikir,kalian terlalu sempurna untuk menjadi staff,kurasa menjadi model lebih cocok.".Tukas Alma santai dan cengengesan.
Riccy mengulum senyum saja dan Khaffa masih sama,bergeming seperti patung.
Anayra langsung menyikut lengan Alma,menjadi rikuh mendengar perkataan Alma."lni Pak Khaffa, CEO disini dan Pak Riccy asistennya.".Mengenalkan mereka satu-persatu.
Alma ternganga dan terbelalak matanya,saat mendengar penjelasan Anayra.Ternyata dugaannya salah dan melebihi perkiraannya.
"Atasan mah memang beda,dari atas sampai bawah branded semua.".Alma meneliti penampilan keduanya dari atas ujung rambut hingga ujung kaki.
Anayra menginjak kaki Alma,sampai Alma terkejut dan meringis kesakitan."Apa yang salah dengan ucapan ku?.".Mendelik dan membuang muka ke samping.
"Seperti nya mulut mu minta ku sumpal?.".Anayra menghardik Alma dengan pelan."Pikirkan dulu sebelum berbicara!.".Anayra beralasan untuk membuat Alma bungkam.
Anayra mulai kesal dan jengah.Sikap konyol dan celotehan Alma yang asal keluar dari mulutnya tanpa diayak dulu.Tanpa melihat status lawan bicaranya sekarang.
Alma bukannya mengangguk mengerti malah mengerucutkan bibirnya dan memutar bola matanya.
lni tidak adil.Kenapa harus ada perbedaan kasta?...
Riccy terkekeh melihat bibir Alma yang meruncing itu.Khaffa masih bergeming,hanya berdiri mematung dan diam membisu seperti patung lilin berbentuk manusia.Memasukan telapak tangannya kedalam saku celananya dengan ekspresi wajah dingin dan datar.
"Tidak masalah dan santai saja!.Jangan canggung dan jangan sungkan!.".Riccy angkat bicara untuk melerai keduanya.
Riccy masih bisa mendengar ucapan Anayra walaupun terdengar pelan.
"Kalian mau kemana?.Sepertinya kalian akan pergi?".Riccy terheran melihat Anayra dan Alma ada diluar butik.
__ADS_1
"lstirahat makan siang.Kami sangat sibuk hari ini,hingga kelelahan dan kelaparan.".Alma penuh semangat meski lelah dan mengusap perutnya yang keroncongan.
"Kebetulan sekali,kami juga ma-...".Ucapan Riccy terhenti saat Khaffa membungkam mulutnya.
Riccy sontak terkejut dan mengerutkan keningnya terheran.Khaffa memberi isyarat menyuruh Riccy diam dan menurunkan tangannya.
"Ekhm...Kebetulan sekali!.Kami sangat sibuk,jadi tidak ada waktu untuk keluar.Kurasa anda pasti tidak akan keberatan jika membelikan kami makanan?.".Khaffa tiba-tiba bersuara dengan nada perintah.
Anayra tercengang usai mencerna ucapan Khaffa.Seketika emosinya terpancing keluar."Ini terlalu dini untuk memberikan perintah.Kita tidak seakrab dan sedekat itu,untuk saling meminta sesuatu dan menyuruh ku?.".Menunjuk wajahnya sendiri."Pak Khaffa pasti mengerti ucapanku.".
Khaffa terhenyak mendengar penolakan Anayra."Aku pimpinan disini.Bukankah sepantasnya kamu mengiyakan?.Itu hal mudah?,kenapa menolak permintaan ku?.".Menggeram dan menatap Anayra tajam.
"Aku tau.Tapi maaf!,tidak seharusnya merepotkan dan menyusahkan ku?.".Anayra mencari alasan membela diri dengan nada tinggi tanpa rasa takut sedikit pun.
Khaffa berdecak kesal dan geleng-geleng kepala,tak habis pikir Anayra melawannya."Aku tidak bisa melunak lagi.".Khaffa menyondongkan badannya kedepan Anayra dan berbisik di telinganya."Kamu tau apa yang bisa kulakukan?,dalam sekejap mata dan cukup dengan menjentikkan jari ku,aku bisa membuat mu dipecat dari pekerjaan mu.".Mencoba mengintimidasi Anayra.
Tubuh Anayra merinding dan bergidik ngeri tatkala mendengar ancaman Khaffa."Apa ini ancaman?.".Anayra menatap Khaffa penuh kebencian.
"Terserah.Pilihan ada ditangan mu.Tapi harus kamu ketahui,aku tidak pernah main-main.".Khaffa menegaskan.
"Baiklah!.".Anayra menghela nafas pasrah."Jangan protes jika tidak sesuai dengan selera anda!.".Terpaksa mengalah dan menuruti permintaan Khaffa.
Mengalah karena takut Khaffa akan melakukan sesuatu yang bisa merugikannya.
Senyum seringai serigala terukir dibibir Khaffa.
Rubah betina kecil pemberani dan pembangkang,takluk dengan sendirinya...
Khaffa tersenyum bangga bisa menaklukkan hati gadis keras kepala menurutnya.
"Selama makanan itu untuk manusia,dan kamu tidak menaruh racun dimakanan itu.".Khaffa menyilangkan kedua tangannya.
Ya ampun.Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu?.Dia pikir aku tidak waras?.Kata-katanya pedas sekali...
Anayra tercengang,Khaffa berprasangka buruk dan menyangka yang tidak-tidak.
Riccy dan Alma kebingungan melihat interaksi Khaffa dan Anayra.Terang saja,keduanya seperti saling membenci satu sama lain dan bermusuhan.Padahal mereka belum lama saling mengenal,menurut Riccy dan Alma.
Khaffa mengangkat satu alisnya keatas saat Anayra diam saja dan tak bergerak dari tempatnya."Heiii,mau sampai kapan kamu berdiri disini?.Mau sampai karatan dan waktu istirahat habis,hahhh?.".Menyentak dan membuyarkan lamunan Anayra.
Anayra mengerjapkan matanya dan membuang nafas kasar.Tangannya mengepal kuat disamping kiri dan kanannya menahan gejolak amarah dihatinya.lngin sekali membalas tetapi diurungkan saat ingat ancaman Khaffa.Apalagi mengingat posisi Khaffa bukan orang sembarangan.Maka,mau tak mau menuruti permintaannya meskipun terpaksa.
Huuuhhh...Sabarrr...
Anayra mengatur nafasnya yang memburu.
"Alma,kita pergi!.".Anayra menarik lengan Alma dan memasang raut wajah merengut kesal.
Tanpa instruksi lagi dari Khaffa,Anayra dan Alma bergegas pergi meninggalkan kedua pria itu.Melenggang pergi keluar dari Mall untuk melaksanakan niatnya mencari makanan.
Senyum kemenangan terukir dibibir Khaffa.Hari ini Khaffa merasa beruntung bisa bertemu Anayra dan bisa mengerjainya.Khaffa terpikirkan untuk membalas sikap lancang Anayra.
Riccy masih kebingungan dan keheranan melihat sikap Khaffa pada Anayra.Tetapi tidak berani berkomentar mengingat posisi mereka ada di Mall,bukan dikantor.Riccy harus menjaga privasi Khaffa dan dirinya meskipun penasaran.
Aneh.Kenapa sikap mereka sangat mencurigakan?.Seperti terjadi sesuatu antara mereka.Khaffa tidak mungkin bersikap seperti itu,kalau Anayra tidak membuatnya kesal.Tapi aku salut,baru kali ini ada gadis yang berani melawan CEO...
Riccy senyum-senyum sendiri mengingat sikap Anayra tadi.
Khaffa dan Riccy melanjutkan langkahnya setelah memantau situasi dan kondisi Mall.Naik lift khusus ke ruangan CEO.
Tak sembarang orang yang bisa menggunakan lift itu,terkecuali atas ijin dan perintah CEO.Akses khusus yang terhubung antara gedung Mall dan gedung kantor.
Akses itu hanya khusus untuk CEO dan sang asisten.Akses keluar masuk pun bisa melewati Mall atau melewati pintu masuk utama gedung kantor Mars Group.
__ADS_1