
Sembari tersenyum miring Khaffa berkata."Hmhhh...Kenapa gue jadi penasaran sama gadis itu?.Biasanya gadis-gadis terpesona dan bertekuk lutut didepan gue,tapi dia malah melawan dan ketus.Baru tadi malam sikapnya manis.".Tutur Khaffa berbicara sendiri kemudian menyeruput kopi dicangkirnya.
Cklek.
Riccy masuk kedalam.
"Boss,waktunya makan siang!.".Ucap Riccy mengingatkan Khaffa.
"Ok!.".Jawab Khaffa pendek lalu beranjak dari duduknya.
Khaffa dan Riccy berjalan keluar dari ruangan CEO dan seperti biasa mereka melewati lift menuju gedung Mall untuk menuju ke area food court lalu keluar sesampainya diMall.
Kenapa gadis itu ga ada,kemana dia?.Apa dia sakit ?...Pikir Khaffa terheran saat melihat Alma berjalan keluar dari butik ketika la melewati butik itu.
"Hai Alma,kamu masuk pagi?,bukannya shift siang?.".Tanya Riccy saat la berpapasan dengannya.
"Hai juga pak!.".Ucap Alma ramah.
"Aku lembur hari ini pak!,sebab Anayra lagi off.".Jawab Alma apa adanya.
Pantesan dia ga ada dibutik...Pikir Khaffa.
"Ooo...Kamu mau istirahat ya?.".Tanya Riccy karena kebetulan memang waktunya jam istirahat makan siang.
"Benar pak!.".Jawab Alma sambil mengangguk mengiyakan.
"Kalo kamu mau gabung saja dengan kami!,kurasa pak CEO ga akan keberatan kok.".Ajak Riccy seraya melirik pada Khaffa.
Khaffa menganggukkan kepalanya tapi dengan raut wajah yang dingin dan datar sampai tampak angkuh dimata Alma.
Ciiih,dinginnya,pantesan si Nay' menjulukinya CEO Somplak dan otak kurang se ons...Bathin Alma sambil bergidik ngeri.
"Terima kasih buat ajakannya,tapi kayaknya aku makan sendiri aja sebab udah rencana mau makan ditempat langgananku!,heee...".Ucap Alma menolak dengan halus ajakannya sambil cengengesan.
"Permisi pak,aku duluan!.".Sambungnya sambil berlalu dari hadapan mereka.
Alma berjalan dengan langkah panjang meninggalkan kedua pria tampan itu.Riccy terheran kenapa Alma menolak ajakannya dan seperti menghindarinya.
Dukkk.
"Kenapa lu bengong?,jalan!.".Sentak Khaffa sambil menendang sepatu Riccy.
Riccy tersadar lalu menyusul Khaffa yang melangkah lebih dulu.
Ditempat lain.
Lefrand masih betah dan setia menemani Anayra dirumahnya.Menurutnya ini waktu yang tepat untuk bisa berlama-lama dengannya dan bisa berbicara dengan leluasa tidak seperti dibutik saat Anayra bekerja.
"Ana',dari tadi kamu sibuk terus?.Apa kamu ga lelah?.Aku saja lelah liat dan ikutin kamu dari tadi!.".Protes Lefrand saat Anayra merapikan peralatan bersih-bersihnya.
Dan Anayra hanya memutar matanya jengah menanggapinya.
"Siapa suruh mas ngekorin aku kemana-mana?,aku aja lelah liatnya,mas kayak kurang kerjaan aja!.Memangnya ga ada kesibukan lain selain datang kemari?.".sewot Anayra kesal sambil berkacak pinggang kemudian berjalan menuju dapur untuk merapikan peralatan makan yang tadi dicucinya.
Sedari tadi Lefrand tidak berhenti mengekori Anayra yang berputar-putar mengelilingi ruangannya saat melakukan aktivitas dirumahnya.Mulai dari membersihkan piring-piring kotor,menyapu,mengepel dan yang lainnya hingga membuat Anayra menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan sikapnya yang konyol dan seperti kurang kerjaan.
Sembari nyengir kuda Lefrand berkata."Heee..Aku cuma mau temani kamu biar ga kesepian Ana'!.Aku juga bantu kamu dari tadi kok,bantu do'a,hemh....".Dalih Lefrand sambil mengulum senyum tapi ucapannya membuat Anayra menepuk keningnya.
Tidak mau berdebat panjang dengannya lagi,Anayra lalu berjalan menuju kamarnya tapi terhenti saat Lefrand mencekal lengannya.
"Ana',ini waktunya makan siang!,kita tadi cuma makan mie sepiring berdua.Mana bisa aku kenyang,apalagi aku abis olahraga tadi pagi.Aku lapar masih jadi mau pesan makanan,kamu keliatan lelah jadi ga usah masak ya!?.Ingat,badanmu kurang sehat!.".Tutur Lefrand lalu memegang kening Anayra.
"Terserah.".Ucap Anayra pendek seraya melengos masuk kedalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya sejenak untuk beristirahat.
Lefrand duduk disofa kemudian membuka aplikasi diponselnya untuk memesan makanan online.Setelah selesai la menscrol layar ponselnya lalu membuka aplikasi berlogo hijau dan la terkejut saat tidak sengaja melihat profil kontak Anayra karena pesan yang tadi dikirimnya sudah terbaca.
Dengan kening berkerut karena terheran Lefrand berkata."Pesanku dibaca,siapa yang membacanya dan siapa yang memegang ponsel Anayra sekarang?.".la terheran melihat tanda ceklis biru dipesan yang tadi dikirim ke nomor kontak Anayra.
__ADS_1
Tak menunggu lama lagi la bergegas menghampiri Anayra dikamarnya lalu menerobos masuk kedalam karena pintu kamar Anayra sedikit terbuka.Dengan tatapan iba la melihat Anayra berbaring dengan mata terpejam.Seketika hatinya terenyuh melihat wajah pucat dan lelahnya.Ingin sekali la memeluknya dan mendekapnya untuk menyalurkan rasa nyaman dan belaian kasih sayang padanya.
Sekian detik kemudian la teringat peristiwa malam yang memisahkannya dengan Anayra.Dan la menyesali semua yang terjadi,jika saja hal itu tidak pernah terjadi pasti saat ini Anayra sudah bahagia dengannya,menjadi istrinya dan menjadi miliknya untuk selamanya.Tangan Lefrand mengepal mengingat semua itu dengan mata penuh amarah.
"Maafkan aku Ana'!.".Gumam Lefrand seraya membelai rambut Anayra dengan penuh cinta.
Deggg.
Sontak Anayra terhenyak lalu membuka matanya ketika sesuatu menyentuh rambutnya dan la terbelalak melihat Lefrand sudah duduk bersila kaki dilantai dekat tempat tidurnya.
"Mas,kamu kok bisa masuk?.".Tanyanya sambil beringsrut duduk.
"Pintu kamarnya terbuka tadi jadi udah pasti aku bisa masuk!,Ana'.".Jawab Lefrand apa adanya.
Dengan wajah merengut Anayra berdesis."Ishhh...Tapi aku kaget tau!,ada apa mas?.".Tanyanya penasaran.
"Ana',aku liat pesan yang dikirim kenomormu dibaca.Ponselmu pasti ada ditangannya sekarang.".Ungkap Lefrand menjelaskan maksudnya menemuinya dikamar.
Dan sontak membuat Anayra terkejut.
"Pinjam ponselmu mas!.".Ucap Anayra seraya merebut ponsel dari tangan Lefrand.
Sembari berdiri Anayra meletakkan ponsel ditelinganya untuk melakukan panggilan lalu berjalan menuju ruang tamu diikuti Lefrand dibelakangnya.
"Ga aktif.".Ucap Anayra ketika terlihat tulisan 'memanggil' dilayar ponselnya,bukan berdering.
"Kirim pesan saja,nanti kalo aktif pasti terkirim dan dibacanya.".Usul Lefrand saat berdiri disampingnya.
Tanpa pikir panjang Anayra mengikuti usul Lefrand tapi seketika la terkejut saat melihat nama kontaknya.'Bidadari Surgaku'.Dia baru ngeuh karena terlalu fokus pada niatnya dan kemudian la terkekeh geli.
"Kenapa kamu tertawa Ana'?.".Ucap Lefrand sambil menarik satu alisnya keatas karena heran tiba-tiba saja Anayra tertawa.
"Diiih kepo!.".Jawabnya pendek dan Lefrand hanya hanya mendengus saja.
Anayra lalu mengirim pesan kenomor ponselnya.
Maaf aku Anayra dan ini ponselku
Ponselku sepertinya terjatuh jadi bisakah anda mengembalikannya?
Aku sangat berterima kasih untuk kebaikan anda
Dengan menyematkan emoticon tersenyum.
"Gimana kalo ponselku ga kembali?.".Anayra menekuk wajahnya seraya menyerahkan ponsel pada Lefrand.
"Tenanglah Ana'!,aku akan menggantinya nanti.".Ucap Lefrand sambil meraih ponselnya lalu mengusap-usap punggungnya untuk menenangkan suasana hatinya.
Tapi dibalas gelengan kepala oleh Anayra sebab la tidak mau merepotkannya dan tidak mau menggantungkan hidupnya lagi karena la merasa mampu dan lagipula mereka tidak ada hubungan apa-apa saat ini.
"Big No,itu ponsel hasil kerja kerasku dan penuh dengan tetesan air keringatku.".Dalih Anayra sambil mendudukkan dirinya disofa.
"Kenapa kamu selalu nolak pemberianku Ana'?.Apa aku salah kalo peduli sama kamu,hah?.".Bentak Lefrand menyusulnya duduk disampingnya.
"Kenapa mas harus marah,apa aku juga salah kalo aku membeli sesuatu dengan hasil jerih payahku sendiri?.".Protes Anayra seraya menyilangkan tangannya.
"Baiklah aku yang salah dan kamu yang benar!.".Ucap Lefrand sambil menghela nafasnya dengan kasar.
Kalo saja dia tau motornya pemberianku pasti dia juga akan menolak.Untung mbak Lulla membantuku memberikannya atas namanya...Pikir Lefrand sambil melirik Anayra sekilas.
Lefrand seketika terperanjat.
"Kenapa aku baru sadar kalo aku ga liat motornya diteras rumah.".Gumamnya pelan.
Anayra beranjak lalu masuk ke dalam kamarnya karena malas berdebat dengan Lefrand.Tapi kali ini la mengunci pintunya untuk berjaga-jaga.Dan Lefrand membenamkan pikirannya melihat-lihat foto-foto kenangannya bersama Anayra dulu.Senyumnya terukir sempurna ketika melihatnya.
Beberapa belas menit kemudian.
__ADS_1
Tok,tok.
"Ana' keluarlah!kita makan,makanannya udah siap!.".Seru Lefrand sambil berdiri didepan pintu kamar Anayra.
Ketika terdengar suara ketukan dipintu kamarnya,Anayra segera bangun lalu membuka pintunya.
Cklek.
Saat melihat Anayra membuka pintu dengan cepat Lefrand menarik tangannya lalu menuntunnya untuk duduk disofa.
"Makanlah Ana'!.".Titah Lefrand sambil duduk disebelahnya.
Dengan nikmatnya mereka menyantap makanannya yang sudah tersedia dimeja dan lahapnya karena merasa lapar.
"Ana' kemana motormu?.".Tanya Lefrand penasaran disela-sela makannya.
"Diparkiran Mall!.Aku pingsan semalam jadi kutinggal disana!,ga mungkin kan orang pingsan mengendari motor!?.".Sewotnya sambil mendelik pada Lefrand karena pria inilah yang membuatnya kehilangan nafsu makannya kemarin hingga melupakan untuk mengisi perutnya yang kosong.
"Kenapa kamu bisa pingsan Ana'?.".
"Karena dirimu mas!.Aku ga makan seharian kemarin sampai maag ku kumat dan tenagaku lemas!.Puas kamu mas?.".Jelas Anayra dengan ketusnya jika la dirinya penyebabnya.
Dan Lefrand tertunduk lesu dengan wajah menyesal karena la mengerti apa yang dimaksudnya.
"Maaf,aku ga maksud begitu Ana'!.Tapi kamu pulang dengan siapa semalam?.".Tanya Lefrand menyelidik saat menoleh padanya.
"A-aku tentu saja diantar juniorku.".Jawab Anayra dengan terbata dan Lefrand mengangguk saja tanpa menaruh rasa curiga.
"Ana',apa kamu dapat undangan dari Reza?,dia akan menikah besok?.".Tanya Lefrand dengan mulut penuh makanan dan diangguki oleh Anayra.
"Tapi kurasa aku ga akan datang mas!,aku udah siapin hadiah untuk kado pernikahannya nanti.".Jelas Anayra.
"Datanglah,temani aku!.".Pinta Lefrand dengan nada memohon.
"Ga bisa mas karena aku harus kerja!.Ga mungkin aku pergi kesana kan?.".Dalihnya.
"Ok,aku ngerti Ana'!.Dan aku ga akan memaksamu untuk datang kesana!.Pisss!.".Sembari mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V dan menampilkan gigi putihnya.
"Kalo udah selesai pulanglah mas,aku lelah mau istirahat!.".Pinta Anayra sambil berdiri kemudian berjalan menuju dapur untuk mencuci tangan dan membuang-buang kotak bekas makanan.
"Ckkk,lagi-lagi dia ngusir aku,kalo saja aku ga mencintainya.Aku ga sudi lama-lama disini menemaninya.".Rutuk Lefrand karena kesal sambil beranjak menyusul Anayra dan melakukan hal yang sama.
"Baiklah,Ana' aku akan pulang.Selamat beristirahat ya!.Assalamu alaikum?.".Ucap Lefrand seraya tangannya mengusap puncak kepala Anayra saat mereka berjalan menuju ruang tamu.
Anayra kini mulai terbiasa dengan sentuhan tangan Lefrand selama itu tidak melewati batasannya.
"Waalaikum salam.".Ucap Anayra pelan.
Anayra mengantar Lefrand sampai pintu dan Lefrand pergi meninggalkannya dengan mobilnya.Anayra menatap kepergian Lefrand dengan wajah sedih dan merasakan sesak didadanya karena la tidak berniat bersikap ketus dan jutek pada Lefrand.Itu semua la lakukan untuk menjaga jarak darinya dan supaya hatinya tidak goyah dengan keberadaannya didekatnya.
"Maafkan aku mas.".Lirih Anayra lalu menutup pintu dan menguncinya.
Saat melihat jam didinding sudah waktunya untuk ibadah.Anayra berjalan masuk kedalam kamar mandi lalu bersuci setelah itu masuk kedalam kamarnya dan menunaikan ibadahnya.Setelah selesai la merebahkan tubuhnya ditempat tidur untuk melanjutkan istirahatnya yang tertahan-tahan sejak tadi.
***
Author:
Ini profil Sabrina yang menjadi duri dalam hubungan Anayra dengan Lefrand.
*Sabrina Wuliandary.
Usia 26 tahun.Tinggi 175 cm.
Seorang model cantik dan seksi yang cukup terkenal.
Anggap saja ini fotonya yang terbaru ya.Dulu rambutnya pendek sepundak.Ini bayangan Author haha...
__ADS_1