
_________
Sepanjang malam Alma gelisah memikirkan Daniel.Sedikitpun tak ada kabar darinya.Daniel sulit dihubungi dan tak menghubunginya.Sungguh,hatinya tak tenang.Takut terjadi sesuatu pada Daniel.
"Dimana kamu sekarang?.Aku gelisah karena mu.".Dikamar,Alma terus mondar-mandir sambil memegangi ponsel dan sesekali memandangi bingkai besar bergambar dirinya bersanding dengan Daniel.
Foto pengantin yang diambil saat momen pernikahan nya,tergantung didinding kamar menjadi obat pelipur lara nya sekarang."Kapan kau pulang,suami ku?.".Waktu sudah lewat dini hari,tetapi belum ada tanda-tanda kepulangan Daniel ke rumah.Hal itu membuat Alma sulit tidur."Anayra sudah ditemukan,tapi sekarang dia yang menghilang.".Kabar Anayra ditemukan didengarnya dari Hani,melalui pesan singkat.
Begitu membaca pesan itu betapa senangnya hati Alma.Namun tak berlangsung lama.Daniel tak ikut bersama Khaffa ke rumah sakit,atau pun pulang.Pergi entah kemana.Khaffa tak memberi tau.
Dalam penantian,Alma berkutat dengan menelpon Daniel terus menerus.Tersambung namun tak dijawab.Semakin membuat Alma bingung dan cemas.
Foto Daniel diatas nakas diambil dan dipeluk erat.Duduk di tepi Spring bed,Alma menangis."Pulang lah.Aku khawatir disini.Kau ingin mendengarkan isi hati ku,bukan?.".Menyesali tak mencintai Daniel sejak awal pernikahan.
Cinta datang terlambat dan baru hadir sekarang.Disaat gundah seperti ini dan ketika Daniel melangkah pergi.Ini tidak adil.Takdir telah mempermainkan hati nya dan mengujinya.
Lelah menanti,Alma membaringkan tubuh di tempat tidur.Malam ini begitu panjang dan lama.Alma menyerah menunggu Daniel pulang dan memutuskan tidur.Mencoba menenangkan hati,Alma menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan.
Mungkin seperti inilah jalan hidup yang harus dilalui.Ujian datang silih berganti.Namun tak bisa menyalahkan siapa-siapa.
Teman hidup berjuang diluar Alma menengadahkan tangan,memanjatkan do'a pada yang Maha Esa."Ya Allah,lindungi suami ku dimana pun dia berada...Aamiin.".Selesai berdo'a mengusap wajah lalu memejamkan mata.
Hati berharap,Daniel pulang dengan selamat,tersenyum manis dan memeluknya.
_________
Menembus kegelapan malam,Daniel terus mencari Franstian dan Sera Novi tanpa lelah hingga ke hutan.Sebelum mendapatkan mereka,Daniel bertekad takkan pulang dengan tangan kosong.Bagaimana pun cara nya,harus membawa Franstian dan Sera Novi,hidup atau pun mati.
Lama menjelajahi hutan,sampailah Daniel di sebuah gubuk kecil yang berdiri diantara pohon-pohon besar."Mungkinkah mereka disana?.".Gubuk memancarkan seberkas cahaya meredup,tandanya ada penghuni didalam sana.Daniel yakin,dua sejoli mesum di mansion tadi ada di dalam gubuk."Kuharap laki-laki dan wanita itu ada disana.".Mengendap-endap Daniel mendekati gubuk.
Dibalik bilik gubuk terdengar dua orang bercakap-cakap.Diam-diam Daniel menempelkan daun telinganya di daun pintu,menguping pembicaraan.
"Ayo pejamkan matamu!.".
"Apa kita akan terus disini?.".
"Tidurlah sebentar!.Sebelum fajar kita akan pergi.Dini hari begini area hutan cukup berbahaya.Gelap dan dingin.Kau pun pasti lelah dan mengantuk.Tidurlah!.Sandarkan kepala mu di bahu ku!.".
"Bagaimana jika polisi menemukan kita?.".
"Polisi pasti mengira kita berlari menyusuri jalan,untuk mencari pertolongan.".
"Baiklah.Kau pun harus tidur.".
Pucuk di cinta ulam pun tiba.Sudut bibir Daniel tersungging keatas.Jelas sudah pemilik suara didalam gubuk itu adalah Franstian dan Sera Novi.Usaha nya tak sia-sia membelah hutan gelap gulita dan mencekam.
Brakkk.
Begitu terlelap Franstian dan Sera Novi dikejutkan oleh suara pintu didobrak hingga terbangun lagi.Perhatian nya teralihkan pada pintu berbahan bambu yang terlepas dari engselnya dan jatuh ke lantai beralas papan.
Tempat persembunyian sementara telah ditemukan.Kecemasan melanda hati Franstian dan Sera Novi.Saling pandang untuk beberapa saat dengan aura panik terpancar nyata.
Sesosok pria dalam keremangan muncul dari arah pintu,Franstian memandang pria itu dalam keheranan dan penasaran.Wajah asing yang tak pernah dilihatnya berjalan mendekat,Franstian memicingkan mata."Siapa kau?.Apa mau mu?.".Pria itu menyiratkan sesuatu yang tak baik,Franstian yakin dalam kondisi tidak aman.
Malam yang melelahkan membuahkan hasil memuaskan,Daniel tersenyum puas.Tiba saatnya membalaskan dendam atas penderitaan yang dialami Anayra dan kekhawatiran yang dirasakan Khaffa."Aku tersesat,dan tidak sengaja lewat kemari.Boleh aku ikut bergabung disini?.".Begitu Excited bisa bertatap langsung dengan sang eksekutor,Daniel melebarkan senyumnya.Teramat senang.
Tatapan Daniel tak bisa berbohong meski mulut bicara santai.Tidak mungkin Daniel hanya sekedar lewat dan tersesat.Franstian bisa merasakan sesuatu yang janggal.
Bak pahlawan,Franstian melindungi Sera Novi yang ketakutan dibalik punggung nya."Kau tersesat disini,benarkah?.Haruskah aku percaya?.".Pencahayaan yang minim meredupkan penglihatan Franstian.Wajah Daniel tak begitu terlihat jelas,Franstian menajamkan penglihatan,menelisik Daniel."Apa kau seorang interpol?.".Cara berpakaian Daniel tak ubahnya seperti seorang intel yang terbentuk dalam jaringan informasi di organisasi kepolisian.
Jaket kulit hitam dan celana senada melekat di tubuh Daniel yang tinggi dan berparas tampan.
Pujian tak langsung dilontarkan Franstian,Daniel begitu tersanjung dengan bibir tersungging.Tak mengindahkan pertanyaan Franstian,lebih tergugah untuk mengintimidasi Franstian.
"Aku malaikat maut mu.".Tetap fokus pada sosok pria yang dicarinya dan incaran polisi.Penuh kebencian dan emosional.
Beralih pada sosok dibalik punggung Franstian,si pencetus ide dan sang eksekutor utama.Sera Novi tak luput dari perhatian Daniel.Wanita yang disinyalir berperan besar dalam penculikan Anayra,tampak bergumul dalam ketakutan.Daniel serasa ingin tertawa melihat ekspresi Sera Novi saat ini.
lnilah dia sosok dua sejoli berhati kejam.Otak dibalik penculikan Anayra.
__ADS_1
Posisi sekarang terbalik.Sera Novi merasa terancam dengan kehadiran Daniel digubuk.Beginikah yang dirasakan Anayra saat menjadi sandera dan dalam sekapan nya?.Takut akan kematian dan takut tak bisa melihat Franstian lagi,Sera Novi mengeratkan genggamannya memegangi lengan Franstian.
Inikah akhir dari petualangan nya bersama Franstian?.
"Pria itu...".Sesaat Sera Novi terpaku melihat Daniel.Wajah Daniel cukup familiar dan merasa pernah bertemu Daniel sebelumnya.Namun entah dimana,ia lupa.
Hati Franstian masih bergelut dengan rasa penasaran akan sosok Daniel."Heiii.Cepat katakan siapa diri mu?!.".
Lagi-lagi Daniel tak hirau.Misi dan visinya bukan membahas jati dirinya saat ini."Sebaiknya kalian ikut aku ke kantor polisi.Menyerahlah!.Kalian tidak ada pilihan lain selain menyerahkan diri.".Berusaha membujuk Franstian dan Sera Novi agar menyerahkan diri pada polisi dan hukum yang berlaku dan ditetapkan negara.
Menyerahkan diri sama saja dengan bunuh diri.Berlari hingga sejauh ini menghindari kejaran polisi tak mungkin Franstian membiarkan Daniel melemparnya dan Sera Novi ke penjara."Tidak semudah itu.".Tanpa Tedeng aling-aling,Franstian mengambil pistol di balik jaketnya lalu menodongkan ke arah dada Daniel.
Timah panas siap menembus jantung Daniel hanya dengan sekali Franstian memicu pelatuk,dalam jarak dua meter."Baiklah.Siapa pun kau.Aku tidak punya urusan dengan mu?.Apa pun hubungan mu dengan CEO keparat itu,aku tidak perduli.".Yakin jika Daniel memiliki ikatan kuat dengan Khaffa,tak mungkin mencarinya sampai ketemu.
Kematian sudah didepan mata,Daniel tersentak mundur dengan tergugu.Bergeming dalam kewaspadaan tinggi dan bersiaga untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.Netra tertuju pada tangan Franstian yang memegang senjata.Daniel harus bersiap diri tatkala Franstian menarik pelatuknya dengan tiba-tiba dan tanpa aba-aba.
"Sudah cukup basa-basi mu.Lebih baik ikuti saran ku jika kalian ingin tetap hidup.".Berkompromi dengan penuh harap hati Franstian akan luluh.
Menohok dan menciutkan nyali nya mendengar ucapan Daniel.Antara Hidup atau Mati,terlintas di benak Franstian.Jika bisa bertahan hidup,maka Daniel yang harus mati.Dengan begitu ia dan Sera Novi bisa terbebas dan melarikan diri.Jika tidak,maka sebaliknya.
"Jangan harap keinginan mu bisa tercapai.Sebelum aku dipenjara,kau harus mati terlebih dahulu.".Perlahan tapi pasti,Franstian menarik pelatuk pistolnya sudah siap mengoyak dada Daniel yang bertangan kosong.
Sigap Daniel menyambar pistol,berusaha menggagalkan aksi Franstian.Pistol di genggaman Franstian direbutnya dan diarahkan ke atas sehingga selongsong peluru keluar dari sarangnya dan melesat jauh mengenai atap kayu.
Dorrr.
Sebuah suara tembakan menggema di udara.Pasukan khusus Sniper aparat kepolisian yang dipersenjatai laras panjang tak henti melakukan pencarian.Menyusuri jalan dan sungai mencari keberadaan Sera Novi dan Franstian,namun belum menemukan juga.
Misi pencarian terhenti tatkala dikejutkan suara tembakan.Memecah keheningan malam dan membuyarkan konsentrasi dalam mengemban tugas.
"Suaranya dari arah sana.Ayo periksa!.".Kapten tim regu penembak jitu mengintruksi.Berjalan didepan bertindak mengepalai anak buahnya yang berjumlah empat orang.
Berlari secepat mungkin ke titik lokasi selepas berpetualang di area sungai dengan mengalungkan senjata.Menelusuri hutan kelima pasukan khusus mencari lokasi sumber suara tembakan itu.
Digubuk dua pria hebat masih bertarung sengit.Satu sama lain memperebutkan kemenangan dan saling mempertahankan nyawa.
"Tidak akan ku biarkan aku mati secepat ini.Lebih baik kau menyerah sebelum ku habisi nyawa mu.".Pistol yang diperebutkannya dengan Franstian terlempar ke lantai,Daniel melebarkan senyum.Lawan yang setara tanpa senjata."Mari kita bertarung secara adil,seperti pria sejati.".Siap bertarung melawan Franstian,Daniel memasang kuda-kuda.
Tak gentar menghadapi tantangan Daniel,Franstian siap melawannya dan bersiaga ditempat."Baiklah.Siapa yang menang,akan tetap hidup.Dan yang kalah harus mati.Kau siap?.".Jemari nya digerakkan,menyuruh Daniel maju serentak untuk memulai pertarungan.
Tak kenal rasa takut,Franstian tampak seperti lawan yang setara dengannya.Namun Daniel yakin mampu mengalahkan Franstian."Sangat siap.Hyaaa...".Secepat mungkin menendang dada Franstian dengan gerakan memutar hingga terpental ke belakang.Namun Franstian lawan yang tangguh dan kuat.Masih sanggup bertahan.
Mampu mempertahankan diri,franstian berdiri dengan memegangi dadanya.Merasakan nyeri.Tendangan Daniel sangat kuat dan keras namun masih bisa ditahan."Tidak semudah itu kau mengalahkan ku.Hiaaa...".Bak petarung handal,Franstian balas menyerang balik.Bertubi-tubi meninju rahang dan perut Daniel,tatkala berhasil menangkis gerakan tangan Daniel.
Berjibaku tanpa henti,Daniel melawan Franstian tanpa lelah dan menyerah.Gerakan Franstian begitu cepat dan mampu mengelabuinya.
Punggung Daniel membentur bilik gubuk dengan keras."Shhhh...".Gagal menghindari kepalan tangan Franstian,Daniel mengusap tulang rahang dan perutnya yang terasa sakit dan linu.Mengatur nafasnya yang terengah-engah,sisa bertarung.
Pertarungan pertama dimenangkan nya,Franstian tersenyum lebar.Daniel berhasil ditaklukkan dalam sekejap."Kau sudah lihat kemampuan ku,kan?.Maka lebih baik menyerah saja.".Mengintimidasi Daniel dengan sengaja untuk menciutkan nyali nya.
Franstian tak mudah dikalahkan,Daniel mengakui kehebatan nya.Namun pertarungan belum berakhir.Berniat akan melawan Franstian hingga tetes darah penghabisan."Tidak.Anggap tadi pemanasan.Ini baru permulaan.Hhaaa...".Kembali menyerang Franstian dan bertarung lagi bak diarena tarung.
Selangkah pun Franstian tak mundur dan terus melawan Daniel.Jurus ilmu pencak silat yang pernah dipelajari saat remaja mampu mengimbangi jurus Taekwondo Daniel.Bertekad akan menumbangkan Daniel dengan telak.Demi kebebasan dan keselamatan nya dan Sera Novi.
Kewalahan menghadapi Franstian,Daniel mengeluarkan semua jurus nya dan membabi-buta menerjang Franstian tanpa jeda.Hatinya di rasuki rasa ingin membalaskan dendam Anayra dan Khaffa.Tiada ampun,Daniel terus menghadang Franstian sampai lawan benar-benar K.O.
Disudut gubuk Sera Novi terduduk dalam ketakutan.Perhatiannya tak lepas menyaksikan pertarungan antara Franstian dan Daniel.Sesaat kemudian,teralihkan pada pistol yang tergeletak di bawah bangku.Perlahan Sera Novi merangkak dan meraba-raba.Tangannya berhasil menggapai pistol.Diraih dan digenggam erat untuk berjaga-jaga.
Sesuatu tak terduga mungkin akan terjadi.Sesi selanjutnya tak ada yang tau.
Tak bisa mengimbangi permainan handal Daniel,akhirnya Franstian tumbang dan rubuh.Terkulai lemas di lantai dengan nafas tersengal-sengal dan luar biasa sakit di sekujur tubuh nya."Hah,hah,hah...Siapa sebenarnya kau?.".Ilmu bela diri Daniel sangat terlatih,Franstian yakin Daniel bukan petarung biasa.Daniel tak bisa dikalahkan nya.Lebih tangguh dan hebat.
Belum puas melampiaskan amarah,Daniel kembali memukuli Franstian."Kau sadar dengan yang telah kau lakukan?.Dimana hati nurani mu sebagai seorang pria?.Khaffa seperti orang gila saat mencari istri nya.Anayra kau culik dan kau sembunyikan.Bajingan.".Tiada henti terus menindas Franstian.
"Am puni a ku....".Tenaga Franstian terkuras habis dan melemah."Aku menyerah.".Tak sanggup melawan lagi,Franstian mengaku kalah sambil menahan rasa sakit dipukuli Daniel.
Sesi terburuk yang tak diinginkan Sera Novi terjadi.Dalam diam menyaksikan itu semua.Tangan Sera Novi bergetar memegang pistol dan mengacungkan senjatanya ke arah Daniel.Tak tega melihat Franstian sudah tak berdaya tetapi masih disakiti Daniel.
"Hentikan itu!.Jika tidak,aku akan menembak mu!.".Hawa nafsu merasuki hati Sera Novi,tajam dan sayu menatap Daniel dengan mata berembun.
__ADS_1
Kekasih hati tercinta hampir melepaskan nyawa,Sera Novi fokus menyingkirkan Daniel.Mengumpulkan keberanian dan bersiap melenyapkan Daniel.Bisa pergi sejauh mungkin bersama Franstian dan terbebas dari jerat hukum,menjadi pemicu nya.
Beralih pada pria terkasihnya terkapar tak berdaya,begitu sedihnya hati Sera Novi melihat keadaan Franstian.Darah segar mengalir dibibir Franstian dan merintih kesakitan."Bertahanlah!.".Lirihnya.
Dalam ketidak berdayaan,Franstian memandangi gadis yang dicintainya sepenuh hati,menanti Sera Novi bertindak.Tak ingin Sera Novi mengotori tangan nya,ternodai dan berlumur dosa jika sampai menembak mati Daniel,Franstian menggelengkan kepala."Jangan lakukan itu!.Pergilah!.Selamatkan diri mu!.".Memohon dengan wajah menghiba.
Hidup seorang diri lagi dan tak bersama Franstian lagi,air mata Sera Novi luruh seketika.Takut itu terjadi.Tanpa belaian kasih sayang,cinta dan perhatian Franstian adalah bab terburuknya saat ini.Sera Novi tak pernah mengharapkan itu.Selama dekat dan hidup bersama Franstian,Sera Novi selalu dilimpahi kebahagiaan.Namun dalam sekejap mata harus hancur...Tidak mungkin.
Sesaat kepala Sera Novi menggeleng,mewakili penolakannya atas permintaan Franstian.Waktu akan terus berjalan.Asanya menggapai mimpi hidup bahagia bersama Franstian,menantinya dimasa depan.
Kondisinya dalam bahaya,Daniel mengangkat kedua tangan nya.Jika sampai Sera Novi menarik pelatuk senjatanya,tamatlah riwayatnya detik ini juga."Baiklah.Aku menyerah.Kita berdamai.Letakkan senjata itu!.Lebih baik serahkan diri mu.".Mencoba membujuk Sera Novi agar luluh dan menyerahkan diri.
Langkah demi langkah Daniel mendekatinya,Sera Novi terlonjak."Berhenti.Jangan mendekat!.".Menuntut Daniel diam ditempat dan menjaga jarak dari nya sambil menakuti dengan senjatanya.
Sudah bertindak sejauh ini,tak mungkin Sera Novi menyerahkan diri.Dipenjara sama saja dengan mati dan berpisah selamanya dengan Franstian.Tidak.Sebelum itu terjadi harus menyingkirkan aral yang melintang ditengah jalan dan menghadang jalan nya menuju gerbang kebebasan dan kebahagiaan,yakni Daniel.
Ya,itu harus dilakukan jika ingin tetap bernafas,hidup bebas dan bahagia.Yakin,Sera Novi memejamkan mata.Yakin untuk melenyapkan Daniel.Sesaat menahan nafas dan menarik pelatuknya...Dorrr.
"Tidak...".Terkejutnya Franstian melihat Sera Novi menembak Daniel.Franstian pasrah,tak bisa menahan Sera Novi.Sudah terlambat.
"Akh...".Timah panas kini bersarang tepat didalam diperutnya,Daniel tersentak dengan mata membulat.Ada diambang kematian.
Darah mulai bercucuran membasahi jaket hitam nya.Luka tembak diraba dan dilihattnya.lni nyata bukan hanya mimpi.
Sakit,sangat sakit.Tak pernah Daniel sesakit ini."Shhh...".Denyut jantungnya berpacu cepat dan memburu.Berganti rasa sesak di dada dan susah bernafas.
"Alma...".Ketakutan akan meninggalkan istri tercinta menghantui Daniel.Antara sadar dan tidak,membayangkan wajah istri tercinta.
Akankah melihat Alma lagi?.Bisakah menyaksikan anaknya kelak?.Inikah babak akhir dari hidupnya?.
Pandangan Daniel memudar dan tubuh terasa lemas.Tak sanggup bertahan,Daniel menjatuhkan diri.
Senjata ditangannya dijatuhkan Sera Novi.Seorang pria terbujur di lantai dan bersimbah darah dibagian perutnya.Sera Novi panik,karena ulahnya satu nyawa melayang."Aaaku menembaknya.Aaaku melenyapkan nya.Bbagai mana ini?.Aaapa dia sudah mati?".Terduduk di lantai meratapi Daniel dan kebodohannya.
Merayap-merayap Franstian mendekati Sera Novi dan menariknya ke pelukan."Semua sudah berakhir.".Menenangkan Sera Novi dalam kesakitan dan kelemahannya."Ayo pergi dari sini!.".Situasi belum pasti aman,Franstian yakin masih dalam pengejaran dan pencarian polisi.
Malam yang mencekam dan mendebarkan.Sera Novi tak percaya bisa melenyapkan Daniel.Namun waktu terus berjalan dan tak ingin terpaku menyesali diri dan perbuatannya.
Perlahan Sera Novi bangkit sambil membantu Franstian berdiri.Tertatih-tatih memapah Franstian berjalan keluar dari gubuk.Meninggalkan saksi hidup yang sudah tergolek lemas,dan saksi bisu tempat pengalaman pertama nya melenyapkan nyawa seseorang.
Beberapa langkah keluar dari gubuk,Sera Novi dan Franstian dikejutkan dengan tamu tak diundang.
Kedua tembakan terdengar jelas,memudahkan pasukan khusus mencari titik lokasi.Tiba TKP kelima nya bersiaga di tempat,didepan gubuk.Target misi keluar dari persembunyian,langsung menodongkan senjata Laras panjang yang dilengkapi senter dan teropong.
"Kalian tak bisa melarikan diri lagi.Angkat tangan kalian!.".Sang kapten tim memimpin pasukan mengintruksi pasangan eksekutor dan tidak bisa dibantah keduanya.
Keberadaan polisi yang tak jauh dari hutan sehingga tak butuh waktu lama untuk sampai di lokasi.
"Bekuk mereka!.".Sang kapten mengerahkan anak buahnya memborgol tangan Sera Novi dan Franstian."Kalian periksa gubuk itu.".Memerintahkan dua anak buah lainnya memeriksa kedalam gubuk."Misi sukses.".Melapor pada sang atasan,atas keberhasilannya menangkap sasaran.
Perintah turun dari sang kapten,tak mengulur waktu ke empat perwira menengah itu turun tangan memborgol tangan Sera Novi dan Franstian tanpa perlawanan.
Dua perwira lain memeriksa isi gubuk dan mendapati Daniel tak sadarkan diri.Perlahan membalikkan tubuh Daniel.Luka berdarah tersorot senter."Cepat panggil ambulan!.".
Salah satu dari menelpon ambulan,satu lainnya memeriksa kondisi Daniel."Masih hidup.Tapi denyut nadinya lemah.".Pertolongan pertama dilakukan.Menekan luka Daniel dengan sapu tangan untuk menghentikan pendarahan.Membuka ikat pinggangnya lalu melilitkan di tubuh Daniel.
Asa dan mimpi Sera Novi menghirup udara bebas dan mereguk hidup bahagia bersama Franstian,sirna dimenit-menit terakhir.Sera Novi menangis,tak kuasa menahan sedih dan kecewa.Takdir tak membiarkan nya hidup bahagia bersama Franstian.Memaksanya menebus dosa akan perbuatannya terhadap Anayra dan Daniel.Dalam sel tahanan.
Inilah babak akhir sesungguhnya dari petualangan nya bersama Franstian hari ini.
*
*
*
Terima kasih kakak baik hati dan cantik...
Jika tidak ada yang dimengerti,mohon berikan saran dan komentar...Luv you full 💜
__ADS_1