Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
60.Persiapan bertemu Camer.


__ADS_3

Setibanya dikamar Sabrina melepas kacamatanya lalu diletakkannya diatas nakas kemudian membuka mantel tebalnya dan dihempaskannya disofa setelah itu melepaskan sepatu bootnya.Dengan posisi telungkup la membanting tubuhnya ketempat tidur tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu sebab la merasa lelah setelah melewati penerbangan didalam pesawat berjam-jam lamanya.


Sabrina putri semata wayang Dani dan istrinya yang sudah lama meninggal sejak Sabrina masih berada dibangku tingkat atas karena suatu penyakit yang lama diidapnya.


Dani merasa kesulitan untuk menjaga putrinya karena disibukkan oleh pekerjaannya hingga la harus berjauhan dengannya.Sabrina yang kehilangan sosok ibu menjadikan sifatnya berubah menjadi semaunya meskipun kini la mandiri dan sukses dalam meniti karirnya tapi malah membuatnya lupa diri dan tidak terkendali lagi.


Hidupnya bebas dan tidak mengikuti aturan sang ayah lagi karena merasa dirinya mampu untuk mengurus dirinya sendiri tanpa campur tangan sang ayah.Gaya hidup dan cara berpikirnya pun kini berbeda karena pengaruh lingkungan dunia barunya didunia modeling.


Apalagi dia sudah menjelajah ke beberapa negara untuk melakukan fashion show sehingga la banyak bertemu orang-orang yang berbeda ras dan budaya serta gaya hidupnya.


***


Alma menyilangkan kedua tangannya bersandar didinding fitting room sembari mengamati Anayra yang sedang merias dirinya didepan cermin besar dan berganti pakaian diruangan berukuran 2x2 meter itu.


"Nay',kita hidup satu atap udah tahunan tapi kenapa kok aku selalu telat dapat kabar!.".Alma merajuk dan protes pada Anayra karena la terlambat mengetahui kabar bahwa Khaffa telah melamarnya.


Alma berharap seharusnya la orang pertama yang diberitahu terlebih dahulu.Dan Anayra bukan sengaja berbuat itu tapi la belum sempat karena bingung dengan semua yang dialaminya itu.Semuanya begitu cepat terjadi diluar perkiraannya dan malah la seperti sedang bermimpi.


Anayra berbalik lalu meraih tangan Alma.


"Maaf Al' kalo kamu tersinggung sebab itu semua terjadi diluar dugaanku.Aku ga bisa memprediksi semua yang akan terjadi padaku termasuk kamu!.Ini semua udah diatur oleh Sang Pemilik ruh kita jadi aku cuma menjalani skenario-Nya aja!.Kamu paham sampai disini kan Al'!?.".Anayra menatap Alma dengan intens saat menjelaskan dan memberi pengertian padanya.


Alma mengangguk mengerti setelah mencerna kata-katanya.


"Sama halnya denganmu Al',siapa yang tau kamu bisa dekat sama Riccy padahal baru beberapa hari ketemu dan sekarang kalian menjadi sepasang kekasih.Tapi ingat ya Al'!,kita ga tau siapa yang akan menjadi jodoh kita kelak,kita akan menikah dengan siapa dan siapa yang akan menjadi suami kita?,itu semua rahasia-Nya!.Dan kita jangan pernah kecewa dengan siapa kita berpasangan nantinya dan kamu harus yakin bahwa Allah akan memberikan jodoh yang terbaik untuk kita karena seorang budak mukmin yang baik akan mendapatkan budak mukmin yang baik pula!.".Tutur Anayra membagi sedikit ilmu yang diketahuinya sambil menatap lekat sahabatnya yang jahil,usil dan nyablak ini.


Alma bukan tidak tahu hanya saja la tidak pernah memikirkan itu semua karena yang la tahu hanya menikmati hidup setiap detiknya,menitnya dan jamnya.Hingga berganti hari,bulan dan tahun.'Nikmatilah hidup apa adanya selama ada waktu dan tidak merugikan orang lain' itu yang menjadi prinsip dasar Alma.


Anayra seperti itu bukan bermaksud menggurui melainkan mengingatkan karena pengalamannya yang sudah jatuh bangun dalam menjalani berbagai macam kehidupan dan salah satunya urusan cinta.Dan itulah yang membuat la menjadi lebih berpikir logis dan rasional.


Meskipun sikapnya terkadang judes,acuh dan ketus tapi ada kelembutan didalamnya.Itu semua dilakukan hanya pada sebagian orang yang berusaha mengusik ketenangannya.


Alma menganggguk mengerti dengan ucapan Anayra seraya menyunggingkan senyumnya.


Setelah menghela nafasnya Alma berkata."Aku ngerti Nay'!.Ok,sekarang kamu siap-siap untuk ketemu camer!.Semoga dilancarkan ya,semangat!!!.".Sambil mengangkat kedua tangannya Alma menyemangati Anayra kemudian berhambur memeluknya untuk memberikan dukungan dan kekuatan.


"Gimana Al',penampilanku?.Apa pantas aku pakai dress hitam ini,ga kayak mau kepemakaman kan?.".Sembari melepaskan pelukannya Anayra menunjukkan penampilannya yang mengenakan gaun selutut berwarna hitam dan berlengan panjang sambil berputar-putar.


"Ya bisa jadi kalo kamu pake pasmina item dan kacamata item,sambil mewek juga sampe eyeliner kamu beleberan,hahaha...".Sambil mengetuk-ngetuk dagunya,Alma mengomentari lalu terbahak ketika la membayangkan wajah Anayra yang sesuai dengan ucapannya.


Tapi berhasil membuat Anayra melayangkan cubitan dilengannya hingga Alma meringis kesakitan.


"Kamu paling bisa bikin aku jadi badmood Al'!.Ishhh,apa sih yang diliat Riccy dari kamu?.''.Sambil berkacak pinggang Anayra merengut kesal.


"Karena aku cantik,lucu,baik hati dan doyan makan hahaha...".Kelakar Alma dengan gaya centilnya.


"Udaaah sana pergi jangan kelamaan dandan nanti kacanya pecah lho!.Yuk jangan sampai calon kekasih dunia akhiratmu bulukan gara-gara nungguin kamu Nay'!.Penampilanmu udah cantik paripurna kayak ratu sekelurahan.".Sambil menuntun tangan Anayra,Alma mengoceh dan mengajaknya keluar agar Anayra tidak berlama-lama didalam fitting room.


Anayra menyeret kakinya yang memakai heels putih mengekori Alma sambil menenteng tas tangan berwarna putih pula.


"Semangat ya mbak!.".Seru Ines,lndah dan Ani sambil berdiri didepan meja Kassa saat Anayra dan Alma berjalan melewatinya.

__ADS_1


Mereka memberikan dukungan pada Anayra sebab mereka sudah tahu hubungannya dengan Khaffa.Anayra sudah menceritakan semuanya pada kerabat kerjanya sebab mereka sudah dianggap seperti saudara dan tidak mau menutupi hubungannya dengan Khaffa.


Alma mengantar Anayra hingga ke pintu butik.


"Aku pergi ya!?.".Ucap Anayra sesampainya dipintu.


"Iya!,hati-hati Nay'!.".Ucap Alma sambil mengangguk dan tersenyum.


Sembari berjalan menuju keluar butik Anayra berbalik lalu melambaikan tangannya pada keempat gadis itu sebelum menghilang dari pandangan mereka kemudian melanjutkan langkahnya.


Sementara Santi,Melly dan Dea sudah pulang 10 menit yang lalu sehingga tidak bisa menyaksikan momen saat ini.


Dengan perlahan Anayra melangkah melewati tangga darurat menuju basement karena la mengenakan gaun yang melekat meskipun tidak terlalu ketat ditubuhnya tapi bagian bawahnya tidak mengembang sehingga la tidak bisa mempercepat langkahnya.Rambut panjang ikal dan bergelombang dibagian ujungnya tampak mendominasi gerakan langkahnya.


Anayra melewati tangga darurat karena akses itu sepi sebab la ingin menghindar dari keramaian para pegawai dan pengunjung Mall.


Dibasement...


Sembari berjalan mondar-mandir didepan mobilnya Khaffa tampak was-was dan tidak sabar menunggu kedatangan Anayra.Sesekali la melihat ponselnya untuk melakukan panggilan pada Anayra tapi la ragu karena sebelumnya Anayra mengiriminya pesan untuk menunggunya selama 15 menit untuk bersiap.


Tak,tak,tak.


Khaffa sontak menoleh saat mendengar suara hentakan heelsnya Anayra.Sembari membulatkan matanya Khaffa menatap Anayra tanpa berkedip karena terpesona kemudian tangannya refleks terulur menyambut Anayra sambil tersenyum manis.


"Honey,kamu cantik sekali!?.".Sambil menuntunnya berjalan menuju pintu mobil Khaffa memuji.


"Terima kasih!.".Jawab Anayra sambil duduk dikursi setelah Khaffa membukakan pintu mobilnya.


"Honey...Apa yang kamu maksud soal bunga?,aku ga paham?.".Tanya Khaffa sambil mengemudi karena penasaran dengan isi pesan singkat Anayra tadi pagi.


Khaffa baru sempat menanyakan hal itu karena la sibuk mengurus sesuatu dikantornya yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan.Dan saat membaca pesan Anayra saat itu la ada diruang rapat untuk membahas hal tersebut dengan seluruh staff-staff yang terkait sehingga la tidak bisa membalasnya karena terlalu fokus pada topik pembicaraannya.


Anayra mengerutkan keningnya karena terheran dengan pertanyaan Khaffa.


"Bunga mawar yang tadi pagi dikirim kebutik.Apa calmiku yang mengirimnya buatku?.".Sambil menoleh pada Khaffa Anayra menjelaskan.


Khaffa menggelengkan kepalanya karena tidak merasa mengirimi Anayra bunga.Anayra terlonjak lalu tertegun.


Lalu siapa yang mengirimiku bunga itu kalo bukan *dia***?...Tanya Anayra dalam hatinya.


Flashback on.


Beberapa jam sebelumnya diruang rapat.


Brakkk.


Khaffa berdiri sambil menggebrak meja panjang yang berbentuk oval.Dia tidak bisa menahan amarahnya yang memuncak pada ke 20 orang staff nya yang kini tengah duduk memutari meja dengan kepala tertunduk karena takut dan segan.Tidak ada yang berani bersuara sedikitpun hanya tubuh mereka yang bereaksi saat terlonjak kaget oleh suara gebrakan meja.


"Kalau tidak ada satupun dari kalian yang berani mengakui sudah menggelapkan dana perusahaan maka keluarga kalianlah yang akan menanggung dosa kalian!.".Sembari menunjuk mereka satu-persatu Khaffa menggertak.


"Cepat katakan siapa diantara kalian yang mempunyai nyali besar menjadi tikus perusahaan?.".Sambil meninju meja dengan kepalan tangannya Khaffa bertanya dengan murkanya.

__ADS_1


Dengan tatapan tajam Khaffa menatap wajah mereka satu-persatu yang masih bergeming dan tertunduk.Dia ingin menguji salah satu dari mereka yang berani untuk maju dan jujur jika dialah pelakunya.


Karena mulai jengah sebab tidak ada satupun yang mengakui.Khaffa menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendengus kesal sambil membanting tubuhnya duduk dikursi.


"Sshhh,benar-benar pengecut dan pecundang,berani berbuat tapi tidak berani mengakui!.".Desisnya seraya menarik satu sudut bibirnya keatas.


"Baiklah!,kalo tidak ada satupun dari kalian yang mau mengakui maka dengan terpaksa aku akan melaporkan pada pihak berwajib untuk menyelidiki kalian semua.Kalian tau kan kalau aku melibatkan mereka maka kalian tidak akan lolos dari jerat hukum,jadi sebelum aku melakukan itu,ayo bekerja samalah denganku!,maka aku akan mengampuni kalian!.".Sambil mengetuk-ngetuk meja Khaffa menggertak mereka dengan santainya.


Khaffa sebenarnya sudah mengetahui sosok yang sudah berani bermain dibelakangnya tapi la ingin menguji kejujuran orang itu dan dengan sukarela mengakui perbuatannya.


"Baiklah.Aku sudah berusaha bersabar!.Riccy,hubungi sekarang pihak kepolisian dan buat laporan jika diperusahaan ini ada seorang koruptor!.".Titah Khaffa pada Riccy yang sudah standby berdiri dibelakangnya.


Sambil menggangguk Riccy mengambil ponsel disaku jasnya lalu pura-pura menekan tombol karena ini bagian dari rencana Khaffa untuk menggertak dan mengancam mereka agar ada yang mengaku.Tapi jika masih tidak ada yang bereaksi dari mereka maka hal itu pasti akan dilakukannya.


Dan disaat yang sama pula ponsel Khaffa yang ada dimeja berkedip karena adanya pesan masuk.Khaffa meraih ponselnya lalu membaca pesannya.


💖My love...


Terima kasih calmiku!.


Aku suka bunganya!.


Kening Khaffa berkerut karena terheran dengan kalimat yang ditulis Anayra.Setelah membacanya la pun hendak membalas tapi disaat yang bersamaan.


Brukkk.


Tiba-tiba salah satu dari mereka menghampiri Khaffa lalu duduk bersimpuh dikakinya hingga kegiatannya pun terhenti.


"Tolong maafkan saya,ampuni saya Pak!.Saya terpaksa melakukan itu karena terlilit hutang yang besar.Saya berjanji tidak akan pernah mengulanginya dan tidak akan melakukan itu lagi.Tapi mohon,maafkan saya Pak!.".Ucap seorang staff bernama Robby seraya tertunduk karena tidak berani menatap Khaffa.


Robby Oktaviano berusia 33 tahun yang berasal dari minang.Dia seorang staff yang hobinya sering keluar masuk klab malam dan mabuk-mabukan serta main perempuan.Dia kadang menghabiskan waktu senggangnya dimeja bilyard dan meja judi.Dia sudah menikah dan mempunyai seorang anak berusia 5 thn namun ternyata masih melakukan kebiasaan buruknya yang dilakukan selama masa lajangnya itu.


Bahkan la sempat terjerumus menggunakan dan menghisap barang haram sehingga pernah mendekam dibalik jeruji besi serta hampir bercerai dengan istrinya.Ditambah lagi bisnis pakaian clothingnya yang dikirim kesejumlah distro dan FO di ibukota telah hancur tapi ternyata itu semua tidak membuatnya jera.


Khaffa menyeringai dan menatapnya dengan bengis sambil menopang kakinya serta menyilang tangannya.


"Kenapa kamu membuang-buang waktuku yang berharga ini?.Aku menunggu pengakuanmu dari tadi tapi kamu malah mengerjai ku!...Baiklah,karena kamu sudah jujur dan berani mengakuinya maka aku akan mengampunimu!.Tapi mulai detik ini kamu harus angkat kaki dari perusahanku.Paham!.".Dengan nada menekan Khaffa menyuruhnya hengkang dari perusahaan.


"Tolong beri saya kesempatan Pak supaya saya masih bisa tetap bekerja disini agar saya bisa melunasi hutang yang saya ambil dari perusahaan!.".Ucap Robby memelas masih tetap diposisinya sambil mendongakkan kepalanya menatap Khaffa dengan wajah gusar dan putus asa.


"Tidak tahu diri!,apa kamu mau orang-orang disini memandangmu seperti monster hah?.Padahal aku sudah berbaik hati mengampunimu dan tenang saja aku tidak akan memintamu mengembalikan uang perusahaan yang kamu curi dariku yang bernilai ratusan juta itu asalkan kamu harus pergi dari sini!.".Sengor Khaffa sambil


"Kasihani saya Pak!,tolong jangan pecat saya!.".Sambil menangkupkan kedua tangannya Robby meminta belas kasihan dari Khaffa.


"Apa urat malu mu sudah putus sampai masih ingin tetap bekerja disini hah?,bahkan aku saja muak melihat wajahmu sekarang ini!.".Karena kesal Khaffa melonggarkan ikatan dasinya dan membuang nafasnya kasar.


"Baik Pak,maafkan saya!.Sekarang juga saya akan resign dari perusahaan dan terima kasih karena bapak sudah mau mengampuni kesalahan saya!.".Sambil berdiri lalu membungkuk Robby mengucapkan kalimat permohonan maaf dan terima kasihnya.


"Pergilah!.".Sambil memberi kode dengan tangannya Khaffa menyuruh Robby pergi dari hadapannya.


Sambil mengangguk Robby undur diri meninggalkan ruang rapat.Dia berjalan dengan pikiran semrawut dan bermuram durja.

__ADS_1


*End.


__ADS_2