Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 49.Rumah Sakit.


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit.Tim medis segera melakukan tindakan menangani pasien kecelakaan.Anayra segera ditangani sebaik mungkin di IGD.Dan setelah selesai,Anayra dipindahkan keruang perawatan.


Sembari menjambaki rambutnya dan mengusap wajahnya yang gusar dengan telapak tangannya,Khaffa berjalan mondar-mandir didepan ruangan Anayra.Dia harap-harap cemas menunggu keterangan tim medis yang memberitahukan kondisi Anayra.


Selang kemudian,ketika dua orang berseragam putih yang berprofesi sebagai Dokter dan perawat keluar dari ruangan Anayra.Khaffa segera menghampiri dan menanyakan kondisi Anayra lalu menghela nafas lega.Anayra hanya mengalami luka ringan dan cedera dikening saja tetapi masih belum sadarkan diri.


Sepeninggal kedua orang itu,Khaffa masuk kedalam ruangan Anayra untuk melihat keadaannya dan untuk menemaninya.Khaffa duduk termenung dikursi disamping ranjang Anayra terbaring tak berdaya.


Dia menggeleng tidak percaya jika la bisa ada diruangan ini saat ini.Tetapi la sadar dan benar-benar nyata ketika bau khas ruangan rumah sakit terendus oleh indera penciumannya.


Khaffa tidak pernah menduga jika hal ini akan terjadi.Dia berharap akan bersenang-senang dan menikmati suasana pesta yang dihadirinya beberapa jam yang lalu.Pesta yang dibayangkan menjadi momen yang indah dan tidak akan terlupakan malah berakhir dirumah sakit seperti ini.


Hatinya miris saat ini melihat keadaan Anayra yang terpejam berbalut baju pasien berwarna merah muda dan belum sadarkan diri dari pingsannya.Apalagi melihat selang dan jarum infus dikulit punggung tangannya.


Khaffa tampak lusuh penampilannya dan rambutnya acak-acakan berbalut kemeja putih bernoda merah.Dengan sendunya Khaffa menatap wajah gadis yang terpejam diatas pembaringannya.


Khaffa POV.


Kutatap wajah cantiknya saat matanya terpejam dengan tubuh tertutup kain selimut tipis.Gadis ini tidur dengan lelapnya tanpa peduli padaku yang cemas dengan keadaannya.


Baru saja aku memberanikan diriku menyatakan perasaanku padanya dan bahkan lancang menciumnya dengan alasan ingin membantunya.Tetapi sebenarnya itu alasan ku saja karena aku tidak rela melihatnya berdekatan dengan pria lain.


Dan sekarang aku malah harus melihatnya terbaring diatas ranjang rumah sakit ini dan tidak sadarkan diri hingga sekarang.Entah berapa jam aku menungguinya sampai bangun sebab dia masih betah dengan dengan pingsannya dan tidak ada pergerakan atau tanda-tanda akan sadar.


Wajahnya terlihat pucat dengan perban membalut keningnya.Ada noda merah disana yang membuatku terenyuh.Selang infus menjuntai dengan jarum tertancap dipunggung tangannya.Membuat hatiku ikut merasakan sakitnya.


Kejadian yang tidak pernah kuharapkan terjadi padanya.Dan kejadian itu begitu cepat menghampirinya membuatku tidak bisa berbuat apa-apa.Jika saja aku tahu ini akan terjadi,pasti aku akan mencegahnya.Aku merasa bersalah dan menyesal.Seandainya aku bisa memutar waktu,aku ingin menggantikan posisinya.


Srkkk...(Suara pintu digeser dan Riccy masuk)


"Ri',lu selidiki penyebab kecelakaannya.Gue harus memastikan itu murni kecelakaan atau disengaja!.Cari bukti di cctv yang ada dilokasi kejadian!.".Titahku saat Riccy berdiri disamping ku.


"Ok,Boss!.Tadi malam Alma udah gue dikabari supaya dia ga kuatir.Tadinya dia ngotot mau kemari tapi gue cegah supaya besok pagi saja dia kemari!.".


"Hemh.Gue akan menjaganya disini.Lu balik saja dan kabari gue secepatnya kalo ada info!.".


"Baik Boss!.".


Srkkk.(Riccy keluar).


End.


Author POV.


Riccy ketika datang keruangan Anayra,la baru mengurus keterangan data diri Anayra dan untuk meminta pihak rumah sakit supaya Anayra dirawat dikamar VIP.


Khaffa fokus kembali pada Anayra.Dia tidak bosan memandang wajahnya yang pucat tetapi masih terlihat cantik.


"Kamu tau Anayra?,aku memang jarang memanggil namamu dibibirku,tapi aku selalu memanggil namamu dalam hatiku.Beberapa terakhir namamu lah yang tersemat dihatiku!.".Ucap Khaffa dengan mata berkaca-kaca sambil mengecup tangannya.


Meluapkan perasaannya dan berharap Anayra bisa mendengarnya.


"Maaf kalau aku terlambat mengakuinya!.Tapi kuharap aku tidak terlambat untuk memiliki mu!.Berilah aku kesempatan untuk menyempurnakan cintaku,waktu untuk tetap disisimu dan menjadi kekasihmu yang sebenarnya.".Lirih Khaffa sambil tersenyum tipis memandangi wajah Anayra.


Segenap hatinya la tulus mencintai Anayra.Sandiwara cintanya dengan Anayra ditepisnya sekarang.Khaffa ingin menjadikan Anayra sebagai kekasihnya yang sebenarnya tanpa embel-embel kekasih pura-pura atau kekasih palsunya.


Hari semakin larut malam.Selama beberapa jam lamanya Khaffa tak berniat hengkang dari ruangan itu.Dia masih setia menemani Anayra hingga kepalanya terangguk-angguk karena mengantuk dan akhirnya tergolek kepalanya disamping Anayra dengan posisi badan terduduk dikursi.la tidak bisa lagi menahan rasa kantuknya ditambah tubuhnya terasa lelah.


Beberapa jam kemudian.


Srkkk.


"Permisi Pak!?.Maaf mengganggu!.".Ucap seorang perawat sambil menepuk bahu Khaffa dengan pelan saat Khaffa menyandarkan kepalanya dipunggung tangan Anayra.


Sembari beringsrut duduk tegak,Khaffa sontak terhenyak dari tidurnya.


"Ada apa suster?.".Tanya Khaffa saat tersadar dari mimpinya sambil menoleh.


"Maaf Pak,saya mau memeriksa kondisi pasien!.Silahkan tunggu diluar.".Pinta perawat itu.


Perawat berseragam putih datang setiap beberapa jam sekali untuk memeriksa perkembangannya seraya membawa peralatan medis.


Bergegas Khaffa beranjak berdiri lalu keluar kemudian duduk dikursi luar ruangan.Duduk sambil mengusap wajah lelahnya sambil menahan kantuknya kemudian meremas-remas rambutnya.


Mata Khaffa terpejam membayangkan ketika melihat Anayra berjalan menggunakan gaun putih dan sepatu pemberiannya dan ketika itu pula terbersit dihatinya jika Anayra memakainya maka la akan membuka hatinya.Dan mengingat ketika mencium bibir Anayra yang merah merekah namun tipis.


Khaffa tersenyum tatkala terlintas dipikirannya bayangan setiap perdebatannya dengan Anayra.


"Sungguh lucu awal pertemuan kita Anayra.Apa kamu berpikir sama denganku?.Kuharap kamu bisa menerima perasaan ku dan belajar mencintai ku setelah kamu sadar dan pulih!.".Celotehnya bergumam sendirian.

__ADS_1


Diawali kesalah pahaman dan memendam kekesalan lalu mendendam dan kemudian membenci.Ketika la mengerjai Anayra dan ketika Anayra marah dan kesal padanya,ekspresi wajah Anayra masih terbayang dipikirkannya.Tapi rasa itu barubah haluan menjadi cinta saat ini.


Koridor rumah sakit masih tampak lengang dan sepi ketika jarum jam ada diangka 4 pagi menjelang fajar.


srkkk.


"Bagaimana keadaannya suster?.".Tanya Khaffa sambil berdiri ketika perawat keluar dari ruangan Anayra.


"Masih belum ada tanda-tanda akan sadar mas!.Sepertinya pasien kelelahan fisik dan psikisnya.Tapi tenang saja,kita akan mengetahuinya kalo pasien sudah siuman.".


"Baik,terima kasih!.".


"Sama-sama mas!.Oya nanti beritahu tahu perawat kalau pasien sudah sadar!.".


"Baik!.".Ucap Khaffa seraya mengangguk.


Setelah perawat pergi kemudian Khaffa masuk.


Khaffa duduk kembali disampingnya seraya mengulurkan tangannya membelai rambutnya.Kemudian meraih tangannya dan menggenggamnya.Memandangi wajah Anayra dengan raut wajah merasa bersalah dan perasaan menyesal.


Penyesalan datang dalam hatinya ketika mendengarkan penjelasan perawat tadi.Dia merasa ikut andil atas yang terjadi pada Anayra.


"Kenapa kamu masih betah dibalik selimutmu Anayra?.Kumohon bangunlah!.".Ucap Khaffa sambil menggoyang tangan Anayra.


"Maafkan aku Anayra!.Apa benar hatimu sangat terguncang saat ini karena aku?.Aku memang payah,aku baru tau kalau banyak bekas luka ditanganmu.".Ucap Khaffa ketika melihat ada luka goresan ditangan Anayra sambil tersenyum pahit lalu memberanikan diri mengecup tangannya.


Dan la juga melihat beberapa luka bakar kecil ditangannya yang hampir mengering dan ada juga luka baru yang dibalut plester.


"Shittt!,karena gue dia harus mengalami ini.Gue bodoh,tolol dan brengsek seperti yang dikatakannya.".Rutuk Khaffa dramatis dilebih-lebihkan sambil meninju pahanya.


Melampiaskan kekesalannya dan menyalahkan dirinya atas yang dialami Anayra.


"Kalo begini gimana gue bisa jaga dia?.".Ucapnya sambil menatap Anayra dengan sendunya.


"Anayra aku janji ga akan menganggu dan ga akan mengerjai kamu lagi.Aku juga ga akan membuat kamu repot lagi dengan benda-benda sialan yang melukai tanganmu ini.Tapi ku mohon bukalah matamu dan sadarlah!.".Ucap Khaffa sambil mengguncang pelan tubuh Anayra.


Seakan putus asa jika Anayra tidak akan bangun lagi.Khaffa berusaha terus membangunkan Anayra namun kemudian kalut karena Anayra belum juga terbangun.


"Kenapa dia belum sadar juga?,padahal sudah hampir 8 jam aku menunggunya!.".


Saat suara Adzan berkumandang.Khaffa beranjak dari duduknya dan keluar menuju mushola yang ada dirumah sakit.Dia menunaikan ibadahnya setelah bersuci.Sepenggal kalimat do'a la panjatkan untuk gadis yang terbaring disana.Dia juga berjanji dalam hatinya akan menjauhi Anayra jika itu adalah yang terbaik untuk Anayra tapi asalkan Anayra terbangun dari tidurnya.Pintanya kepada Sang Khaliq.


Bhuggg.


Pria itu melayangkan tinjunya memukul perut Khaffa dengan brutalnya dan membabi buta,la melampiaskan kemarahannya pada Khaffa.Dan Khaffa limbung sambil meringis dan merintih kesakitan,la tidak tahu jika pria itu akan melakukan itu padanya.Maka dari itu la tidak bisa menghindar.


Lefrand datang sejak tadi untuk menjenguk Anayra.Dia mendapat kabar dari Alma jika Anayra kecelakaan dan dibawa kerumah sakit.Sontak saja Lefrand geram pada Khaffa ketika melihat kondisi Anayra.


Belum puas meninju perut Khaffa lalu Lefrand meraih jasnya.


"F*CK!!!.Lu bilang lu kekasihnya tapi lu ga bisa menjaganya.Dasar bajingan,segitu aja ga becus!,pria macam apa lu?.Sekarang lu harus tanggung akibatnya sebab Anayra terbaring lemah disana.".Ucap Lefrand murka sambil mencengkram jasnya.


"Sebaiknya berkaca dulu sebelum menyalahkan orang lain.Aku tau aku salah tapi kamu juga ikut andil.Kalau saja kamu ga memaksanya,ga mungkin aku melakukan itu!.".Dalih Khaffa tak membalasnya dengan kata-kata kasar sambil menghempaskan tangan Lefrand yang bertengger di dadanya.


"Lu berani membela diri dan nyalahin gue hahhh?.Disini lu yang harus disalahkan,bukan gue!.".Sentak Lefrand lalu hendak memukulnya lagi mengarahkan tinjunya pada wajah Khaffa.


Tetapi dengan gerakan spontan Khaffa berkelit lalu menangkis tangannya kemudian berbalik menyerangnya.


Bukkk.


Khaffa meninju wajahnya sampai Lefrand oleng dan meringis kesakitan.Sembari berdiri tegak,Lefrand memegangi sudut bibirnya yang terasa sakit dan perih karena lukanya mengeluarkan darah.


"Lu pikir lu lebih baik dari gue dan ga salah hah?.Lu kira dia baik-baik saja selama lu didekatnya?.Dia pasti ga mungkin ninggalin lu kalo lu baik dan ga nyakiti perasaannya.Dan dia bakal nerima lu lagi kalo lu benar-benar penting untuknya!.Tapi lihat,dia menolak dan memilih pergi dari kehidupan lu!.".Ungkap Khaffa geram sambil menunjuk-nunjuk wajahnya.


Kesabaran nya sudah habis dan tak bisa berdamai lagi.Tadinya la tidak mau membalasnya dengan kata-kata kasar dan menjadi arogan.Namun Lefrand terus memancing kemarahannya dan menyulut emosinya.


"Dia pasti bakal nerima gue kalo lu ga pernah datang dan mengganggunya!.Jadi,sebaiknya lu tinggalin Anayra dan jangan dekati dia lagi!.Kalau lu -...".Ucapnya mengancam dan terputus kalimatnya ketika Khaffa meraih kemejanya.


"Apa?,apa lu ngancam gue?,apa yang bakal lu lakukan hahhh?.Lu pikir gue takut dan bakal ngalah dan nyerah,heuhhh?.".Ucap Khaffa beringas sambil mengeratkan cengkeraman tangannya dikerah kemeja Lefrand.


"Stoppp,aku mohon hentikan!.".Pekik Anayra.


Keduanya tersentak saat melihat Anayra berdiri sambil berpegangan pada daun pintu dan memegangi kepalanya.


Dari arah koridor,tiba-tiba seorang pria berseragam putih-biru datang.


"Heiii berhenti!.Ada apa ini?,kenapa kalian ribut disini?,ini rumah sakit bukan arena tinju!.Tidak tahu malu!,kalian sudah mengganggu ketenangan disini!.".Ucap Security.


Security datang bersama perawat menghentikan keduanya.Lefrand menghempaskan tangan Khaffa lalu pergi memanfaatkan situasi yang ada menghampiri Anayra.Dan kini Khaffa yang berhadapan dengan Security.

__ADS_1


"Maaf Pak!.Kami lupa diri!.".Ucap Khaffa dengan penuh rasa hormat dan merendah.


"Tolong jangan membuat keributan lagi disini!.".


"Baik Pak!.".


Petugas keamanan lalu pergi.Dan Khaffa celingukan mencari Anayra dan Lefrand karena sudah tidak ada ditempatnya.Kemudian masuk kedalam ruangan Anayra bersamaan dengan perawat keluar dari ruangan itu.Dan la terkesiap ketika Lefrand duduk diranjang Anayra.


"Aku baik-baik saja mas!,ga perlu cemas!.".


"Tapi bagaimana ini bisa terjadi Ana'?.".Sambil membelai rambut Anayra yang tergerai dengan penuh kasih sayang.


Tiba-tiba Anayra dikejutkan saat melihat Khaffa.Sembari mematung dan diam membisu Khaffa berdiri didekat pintu seraya memandangi Anayra.


"Eentahlah aaku ga ingat mas.Mas pergilah!,bibirmu terluka cepat obati dulu!.".Ucap Anayra gugup dan mengalihkan pembicaraan.


Anayra tak mau mengungkit soal kejadian yang menimpanya.Dia tak mau mengungkapkan jika Khaffa penyebabnya.Dengan kata lain Anayra ingin melindunginya dari amukan Lefrand.


"Ga perlu mencemaskanku,aku mau disini bersamamu!.".


"Ttapi...


"Ga ada penolakan lagi sekarang Ana'!!.ljinkan aku menjagamu dan merawatmu disini,aku mau didekatmu sekarang!.Kumohon".Ucap Lefrand memelas seraya menggenggam tangannya.


"Baiklah!.".


Khaffa menghela nafas lega dan senang karena Anayra sudah sadar dan bangun.Dia menatap wajah Anayra sambil tersenyum tipis kemudian pergi.Khaffa tidak sanggup melihat kedekatannya dengan Lefrand dan juga kecewa karena Anayra mengabaikannya.


Namun yang terpenting baginya saat ini adalah bangunnya Anayra dari tidur panjangnya.


"Syukurlah dia sudah sadar!.Itu saja cukup membuatku senang!.Terima kasih Tuhan,do'aku dikabulkan.".Sembari tersenyum tipis.


"Pukulannya kuat dan keras juga!.Aku nyesal,kenapa tadi aku ga membalasnya diperutnya juga?.Sial!,aku kalah telak!.".Oceh Khaffa sembari berjalan la memegangi perutnya yang terasa perih dan linu oleh bekas pukulan Lefrand.


Bergegas Khaffa pergi meninggalkan rumah sakit dengan membawa rasa sakit diperutnya dan dihatinya menggunakan mobilnya yang terparkir dihalaman rumah sakit.


Riccy sengaja meninggalkan mobilnya disana dan la pulang dengan taksi online.


Beberapa saat kemudian.Perawat memeriksa keadaan Anayra kembali setelah la siuman dan sadar.


"Syukurlah mbak sudah sadar!.Apa yang mbak rasakan sekarang?.".


"Badanku terasa sakit,lambungku perih dan kepalaku pusing.".Keluhnya.


"Itu karena kepala mbak membentur benda keras tapi tensi darahnya normal.Dan perut mbak sakit pasti karena belum terisi makanan!.".Perawat menjelaskan yang Anayra keluhkan.


"Mbak mau minum obat jadi harus makan dulu ya!.".Ucap perawat sambil menulis catatan kesehatan Anayra diberkas laporannya.


"Baik!.Terima kasih suster!.".Ucap Anayra.


"Sama-sama.Oya maaf,mas siapanya?,apa mas teman mbaknya?.".Tanya perawat pada Lefrand.


"Di-dia kakakku!.".Jawab Anayra dengan kikuknya.


Miris dan sakit hatinya.Lefrand terasa ditampar saat Anayra menyebutnya kakaknya.


Hemh,kakak!.Sekarang dia anggap aku kakaknya...Pikir Lefrand sambil tersenyum kecut.


"Oohhh,begitu ya!.Apa kekasih mbak sudah pulang?.".


Tanpa menjawabnya,Anayra terdiam tidak mengerti.


"Mas yang mirip oppa minho yang membawa mbak kemari dan menjaga mbak semalaman sampai subuh!.Masnya keliatan cemas dan kuatir,dia terus duduk disamping mbak sampai ketiduran tanpa makan dan minum!.".Ungkap perawat.


"Apaaa???.".Anayra terlonjak kaget dan melongo tak percaya.


Anayra mengira orang lain yang menolongnya dan membawanya kerumah sakit.


"Ekhm...Suster,kalo sudah selesai tolong keluar!,biar dia bisa istirahat!.".Pinta Lefrand karena jengah mendengarkan ocehan perawat yang membahas Khaffa.


"Baik,saya permisi dulu.Oiya,mas tolong suapi adiknya makan ya!,itu makanannya.".Ucap perawat sambil menunjuk makanan yang ada diatas meja lalu pergi keluar.


Setelah mendengarkan penjelasan perawat tadi,Anayra menjadi murung dan bingung sambil tertegun memikirkan sesuatu.


Benarkah yang dikatakan suster itu?.Apa benar dia cemas dan khawatir karena dia mencintaiku?...Pikir Anayra dalam hatinya.


***


Author:Readers yang baik itu mau meninggalkan jejak 'Like'...Semoga suka dan terhibur...Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2