
Author POV.
"Aku duluan!.".Ucap Anayra sambil membuka seat bealt lalu memegang handle pintu mobil setibanya dibasement.
"Tunggu honey!,apa kamu masih marah?.".Cegah Khaffa mencekal lengannya saat la akan menarik kunci mobilnya.
Sontak Anayra menoleh dan menatapnya lalu menggelengkan kepalanya setelah mendengarkan pertanyaan Khaffa.
"Ga,aku duluan karena aku ga mau orang lain liat kita berdua!.".Sanggah Anayra beralasan dengan tetap tersenyum.
Meskipun suasana hatinya sempat tidak nyaman sebab Khaffa telah menuduhnya yang tidak-tidak tadi.Tapi la tetap berusaha menyembunyikan rasa kesalnya dan mengesampingkan soal itu.
"Apa kamu malu jalan bersamaku?.".Tuduh Khaffa menerka-nerka dengan kening berkerut.
Dan Anayra berdecak kesal.
"Ckkk,bukan itu alasannya!.Aku cuma belum siap saja karena aku ga mau orang lain tau dulu tentang kita sebab aku ga mau mengecewakan pengagummu nanti!.".Anayra mencari alasan tapi sebenarnya la ingin menghindari hujatan dan cemoohan orang lain jika hubungan mereka diketahui.
Apalagi setelah mendapat teguran dari salah satu leader BA kosmetik yang ketebalan riasannya melebihi seorang MUA.Sebab la tahu setiap harinya banyak SPG-SPG yang membicarakan tentang Khaffa dan mengaguminya.Terkadang la sendiri merasa jengah mendengarnya.
"Ga usah pikirin mereka fokus saja padaku!.".Pinta Khaffa sambil menggenggam tangan Anayra.
"Ga bisa gitu!.Kasian nanti mereka patah hati dan patah semangat kerjanya.Mereka sampai rela berdiri lama didepan gerai demi menunggumu lewat diMall!.".Anayra berargumen untuk meyakinkan Khaffa.
"Ya sudah,terserah!.".Ucap Khaffa sambil menghela nafasnya lalu membuka seat beltnya.
Khaffa menyudahi karena malas berdebat lagi dengan Anayra dan nanti malah memancing pertengkaran antara mereka sehingga membuat keduanya tidak nyaman lagi.
Anayra membuka pintu mobil lalu melangkah keluar tanpa intruksi dari Khaffa tapi baru beberapa langkah la berjalan disaat yang sama Riccy datang menghampirinya.
"Kalian kok bisa barengan datangnya?.".Riccy terheran-heran ketika melihat Anayra keluar dari mobil Khaffa.
Dan Anayra tersentak lalu tertegun untuk mencari alasan yang tepat.
Saat itu Riccy melihat mobil Khaffa baru saja menepi tapi la terheran karena Khaffa tak kunjung keluar juga dari mobilnya lalu la pun menghampirinya dengan niat untuk mengajaknya masuk ke kantor bersama.
"A-aku...".Kalimat Anayra terputus ketika Khaffa keluar dari mobilnya.
"Honey,pergilah!.".Seru Khaffa sambil menghampirinya.
Anayra mengangguk lalu bergegas pergi menuju pintu khusus pegawai tanpa menoleh kebelakang lagi.Dan Riccy ternganga saat mendengar panggilan Khaffa pada Anayra.
"Tutup mulut lu!,ileur lu netes tuh!.".Ucap Khaffa acuh sambil berjalan menuju lift.
Riccy mengatupkan mulutnya kemudian menyusul Khaffa.
"Boss,lu benar-benar misterius!.Ternyata banyak yang gue ga tau dan banyak yang lu rahasiakan dari gue!.Akhhh,bener kata Alma,gue emang payah!.''.Ocehnya sambil menepuk keningnya saat mengekori Khaffa.
Khaffa acuh tak acuh mendengar ocehan Riccy.Sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya Khaffa berdiri didepan lift menunggu pintunya terbuka.
Setelah lift mendarat dibasement la segera masuk diikuti Riccy lalu menekan tombol 3.Sesampainya diatas mereka keluar dari dalam lift menuju ruangan CEO kemudian masuk.
Saat didepan meja kerja Khaffa Riccy membuka tas kerjanya.
"Oiya Boss,ini laporan keuangan perusahaan selama sebulan ini.".Ucap Riccy sambil mengambil berkas-berkas dari tas kerjanya lalu menyerahkannya pada Khaffa ketika dirinya duduk dikursinya.
Riccy rutin setiap akhir bulannya meminta laporan keuangan ke departemen keuangan.Semua tertulis disana mulai dari pemasukan dari para penyewa outlet dan gerai,Ppn dan belum dari event-event yang mengadakan berbagai acara lainnya.Dan termasuk pengeluaran untuk gaji seluruh pegawai,properti,teknis dan lainnya.
Khaffa memeriksa secara detail dan teliti berkas-berkas yang diletakkannya dimeja.
"Kenapa rinciannya ga sama dengan bulan kemarin?,harusnya lebih pemasukan bulan ini menurut perkiraan gue!.".Ucap Khaffa dengan kening berkerut seraya mencubit-cubit dagunya.
"Ri',apa lu udah kroscek semuanya?,sebab bulan kemarin banyak yang nyewa aula gedung untuk acara perlombaan,pesta ulang tahun dan event launching produk disini.".Tanya Khaffa memastikan pada Riccy jika dirinya tidak salah menulis laporannya.
Khaffa merasa aneh karena laporan yang diberikan Riccy tidak sesuai dengan prediksinya.
"Sudah Boss!.Dan semua udah gue cantumkan sesuai laporan dari departemen keuangan.Gue cuma mencetak ulang semuanya dari jurnal harian yang gue dapat dari Pak Robby.".Riccy menjelaskan secara gamblang dan apa adanya.
Pyarrr.
__ADS_1
Berkas-berkas laporan melayang lalu berhamburan dan berserakan dilantai ketika Khaffa menghempaskannya.
"Sepertinya ada yang ga beres disini!.Ri' lu harus selidiki siapa yang berani bermain-main dibelakang gue!.".Ucap Khaffa seraya menautkan jari jemarinya tanpa menoleh pada Riccy karena pikiran dan matanya tengah fokus memikirkan sesuatu.
Siapa yang berani memanipulasi data perusahaan?.Besar juga nyalinya!.Tapi siapapun orangnya dia bakalan menyesal dan harus terima akibatnya...Pikir Khaffa.
"Ok Boss!.".Sahut Riccy sambil mengangguk.
Dengan langkah panjang Riccy segera keluar dari ruangan Khaffa untuk melaksanakan tugasnya.Ini adalah tugas yang lumayan berat dan rumit untuk mencari tikus perusahaan.Dan la tidak bisa sembarangan asal tuduh begitu saja sebab akan berdampak negatif pada nama baik perusahaan termasuk nama baik sang pemimpinnya.
Khaffa melonggarkan ikatan dasinya karena merasa sesak dan pengap sambil menghela nafasnya saat bersandar dikursinya.
Disisi lain la mendapat kebahagiaan tapi disisi lainnya harus menerima berita buruk tentang perusahaan.
Dibutik...
Anayra dan ketiga juniornya tengah sibuk melakukan stock opname.Mereka menutup sementara pintu butik karena dituntut harus fokus pada pekerjaannya.Dia bekerja dengan teliti dan cermat memeriksa semuanya karena harus menyesuaikan antara catatan pembukuan dan catatan fisik (produk).
"Santi,Dea,Melly kalian udah selesai mencatat bagian kalian?.".Tanya Anayra sambil menghampiri mereka saat menghitung gaun-gaun yang ada dirak pajangan.
"Udah mbak!.".Ucap Dea sambil memegang kertas dan pena ditangannya.
"Belum mbak!.".Sahut Santi dan Melly.
"Dea,taruh catatannya dimejaku!.Kalian cepat selesaikan sebelum waktu istirahat tiba dan nanti taruh dimejaku ya!.".Titah Anayra pada mereka sambil berjalan menuju meja kerjanya lalu duduk dikursinya.
"Ya mbak!.".Ucap mereka serempak.
"Mereka pasti kerja sambil ngelobi.".Ucap Anayra sambil mengetik hasil catatannya ke laptop.
Anayra bisa menduga dua juniornya itu pasti belum selesai karena biasanya mereka bekerja sambil mengobrol disela-sela kesibukannya tapi la bisa memakluminya.Dan Dea lah yang bisa diandalkan disana selain cekatan dalam bekerja tapi juga cepat paham.
Setelah selesai dengan kegiatannya lalu Anayra mulai memeriksa dan mencocokkan semuanya.Tapi kemudian la menengok kearah pintu butik yang tembus pandang ketika pintu itu diketuk-ketuk oleh seseorang.
Anayra lalu bangkit dari duduknya untuk menghampiri seseorang diluar sana kemudian membuka pintunya.
"Bang Usep ada apa?.".Tanya Anayra pada orang yang dikenalnya.
"Mbak,ini ada kiriman bunga!,tadi diantar kurir ke meja informasi.Katanya ini ditujukan untuk pegawai butik dan dia menyebut nama mbak!.".Ungkap Usep menjelaskan sambil menyerahkan barang ditangannya.
Anayra tercengang melihat buket bunga mawar merah yang cantik merekah yang disodorkan padanya.
"Terima kasih bang!.".Ucap Anayra seraya mengambilnya lalu merogoh saku rok span nya untuk mengambil selembar uang kemudian diserahkan pada Usep sebagai tips jalan.
"Sama-sama mbak!.".Sahut Usep sambil mengangguk lalu pergi.
Setelah menutup pintu la kembali lalu duduk dikursinya sambil meletakkan buket bunga dimejanya.Dia terpana melihat keindahan warnanya dan wangi alaminya yang menyeruak menusuk indera penciumannya.
Pasti ini kerjaannya...Pikirnya sambil senyum-senyum sendiri.
Matanya teralihkan ketika melihat secarik kertas yang tersemat disela-sela tangkainya.Tangannya terulur untuk mengambilnya lalu membacanya.
*Bunga yang cantik untuk gadis yang cantik.
Selamat bekerja dan semangat**!!!.
Secret Admirer 💕
Untaian kata-kata manis tercetak dikertas itu.
"Ada-ada aja!.".Ucap Anayra sambil tersenyum setelah membacanya lalu memasukkannya kedalam laci mejanya.
"Cuittt,cuittt...Dapet karangan bunga ni yeee...".Teriak Dea menggodanya sambil memperhatikan tingkah laku Anayra yang berseri-seri.
Dan Anayra acuh saja tidak menanggapi mereka malah menyuruhnya mereka untuk diam dengan kode tangannya.
Anayra menatap bunga itu sambil mengulas senyumnya karena merasa senang.Dia baru pertama kalinya menerima buket bunga karena Lefrand tidak pernah memberikannya dulu sebab dirinya lebih suka menunjukkan ungkapan perasaannya dengan sebuah lagu.
Tapi Anayra tidak memusingkan soal itu sebab sisi romantis setiap orang berbeda-beda dan mereka punya cara masing-masing untuk menunjukkan rasa cintanya.
__ADS_1
Anayra merogoh saku blazernya untuk mengambil ponselnya lalu mengetik pesan.
Terima kasih calmiku!.
Aku suka bunganya!.
Kemudian mengirimkannya pada nomor kontak dengan nama Penolong Tampan karena la belum sempat mengganti namanya.Setelah meletakkan ponselnya dimeja la kembali melanjutkan pekerjaannya.
Ditempat lain...
"Huuuh...Akhirnya aku pulang juga!.".Ucapnya setelah menarik nafasnya dalam-dalam untuk menghirup udara segar yang berhembus kencang menerpa wajahnya lalu menghembuskannya sambil mengedarkan pandangannya melihat suasana bandara yang sudah lama tidak dilewatinya setiap pulang kenegeri asalnya.
Dengan wajah berseri-seri dia berjalan sambil menyeret kopernya dibelakang keluar bandara karena merasa senang dan lega bisa kembali ketanah air dan bisa bertemu dengan ayahnya.
Gadis itu baru saja keluar dari dalam pesawat yang baru mendarat dibandara ibu kota.Langkahnya terlihat anggun dan penampilannya elegan sehingga menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya.Wajah cantiknya tidak bisa disembunyikan meskipun memakai kacamata besar yang menutupi hampir sebagian wajahnya bahkan hidung mancungnya nyaris tidak terlihat.
Sambil celingukan la mengedarkan pandangannya dibalik kaca matanya mencari-cari seseorang.Tapi kemudian la mendengus kesal karena tak kunjung melihatnya.Setelah mengambil ponselnya dari dalam tas branditnya la melakukan panggilan.
"Dad,where are you?.Aku udah sampai!.".Katanya sambil meletakkan benda pipih ditelinganya pada seseorang diseberang sana.
Tunggu Na,sebentar lagi papa sampai!.
"Ok!.".Ucapnya sambil lalu menutup ponselnya.
Sambil menunggu kedatangan papanya la memainkan ponselnya sembari berdiri didepan bandara.Sesekali la mengipas-ngipas wajahnya karena merasa kepanasan oleh teriknya sinar matahari ditambah dengan mantel tebal yang dipakainya.
Beberapa menit kemudian...
"Sabrina,apa kabarmu nak?.".Ucap seorang pria paruh baya setelah keluar dari mobilnya yang berhenti didepan Sabrina.
"Baik dad!.".Jawabnya sambil berhambur memeluk pria yang dipanggilnya 'dad' itu.
"Papa,bukan dad!.".Protes pria itu sambil melepaskan pelukannya.
"Ckkk.Sama aja,apa bedanya?.".Sambil menangkup kedua pipi papanya la berkilah.
"Kita orang indo bukan bule.Papa ga suka dipanggil itu!.".Papanya menggelengkan kepalanya sambil melepaskan tangan Sabrina karena merasa risih dengan tatapan orang-orang disekitarnya yang memandangnya seperti seorang tua bangka.
Orang-orang beranggapan seperti itu karena hanya menyimak saja tapi tidak bisa mendengarkan percakapan mereka.
Sambil mengibaskan tangannya Sabrina berkata."Akhhh,udahlah ga usah dibahas!.Ayo,pa kita pulang!,aku sangat kepanasan pake baju tebal ini dan lelah pengen rebahan dikasurku!.".Gerutunya sambil memasukkan kopernya kedalam bagasi.
"Baiklah!.".Ucap papanya saat berdiri disampingnya sambil menutup bagasi mobilnya.
Mereka masuk kedalam mobil lalu pergi kearah tujuannya.
Sabrina Wuliandary model cantik yang sudah melanglang buana keluar negeri kini telah kembali setelah hampir setahun yang lalu dan terakhir kalinya menginjakkan kakinya ditanah air.
Ada alasan yang membuatnya pergi ke negeri asing dan karena ada alasan pula dia kembali kebumi Pertiwi.Masih terekam dimemorinya kejadian yang dibuatnya,kebodohonnya dan kecerobohannya tapi la tidak pernah menyesalinya dan bahkan sudah berusaha melupakannya meskipun bayangan itu masih menghantuinya.
Dani Wulianda.Usia 55 tahun ayah dari Sabrina yang bekerja sebagai manager disebuah hotel ternama di ibu kota.Sikapnya tegas hingga disegani oleh para bawahannya.Dia sudah mengabdikan dirinya bekerja dihotel sejak masih menempati posisi sebagai supervisor lalu dipilih menjadi manager oleh sang pemimpin hotel sebelumnya karena keuletannya dan ketegasan dalam mengerahkan bawahannya.
45 menit kemudian...
Mereka telah sampai dikediamannya dikawasan cluster elit yang dihuni oleh beberapa bangunan saja dengan pemilik dari kalangan atas.
Sabrina dan Dani keluar dari mobil lalu mengeluarkan barang bawaan dibagasi kemudian mereka masuk kedalam rumah langsung menuju ruang tengah.
"Haaah...Sampai juga.".Ucap Sabrina sambil menghempaskan tubuhnya disofa.
"Na...Makan lalu istirahatlah!.Nanti sore kita harus kerumah Om Andika.Ingat kan dengan ucapan papa tempo hari?.".Dani mengingatkannya ketika berdiri didekat Sabrina sembari membawa koper.
"Iya Pa,aku ingat!.Aku istirahat dulu Pa nanti aja makannya!.".Sabrina beranjak dari duduknya lalu mengambil kopernya kemudian berjalan menuju kamarnya untuk melaksanakan niatnya itu.
Sementara Dani duduk disofa sambil menatap sebuah figura foto seorang wanita.
"Seandainya kamu masih ada mam',kamu pasti senang melihat kesuksesan putrimu yang cita-citanya menjadi model saat ini.Tapi aku kesulitan menjaganya hingga dia pergi jauh.". Gumamnya lirih.
Matanya berkaca-kaca tapi berusaha tidak meneteskan air matanya karena la segera menyekanya dengan punggung tangannya.
__ADS_1