
Sepulangnya mengantar Anayra kerumahnya,Khaffa langsung ke kantor dan sudah tiba beberapa jam yang lalu.Dia melakukan aktivitas pekerjaan seperti biasanya.Namun hari ini la datang terlambat karena harus melewati drama dulu diapartemennya.Saat tiba dikantornya waktu hampir jam 11 siang tetapi Khaffa cukup senang karena akhirnya tahu identitas Anayra dan juga tempat tinggalnya.
Riccy sempat bertanya soal keterlambatannya tetapi seperti biasa Khaffa tidak menggubrisnya sebab itu urusan pribadinya.Dan seperti biasa pula Riccy berakhir kecewa dengan raut wajah penasaran.
Pekerjaan Khaffa waktunya sangat pendek dan tertunda karena jam sudah menunjukkan saatnya istirahat.Riccy mengajaknya makan siang bersama seperti biasanya dan la sendiri yang mencari dan memilih tempat makan mereka.
Saat mereka menginjakkan kakinya ditujuannya,langkah Khaffa terhenti.
Kenapa pria itu ada disekitarnya terus?.Apa segitu cintanya sampai terus ngekorin dia?...Pikir Khaffa saat melihat Anayra duduk dihadapan Lefrand didalam Restoran yang ada diseberang gedung Mall.
Banyak gedung berjejer rapi didepan Mall itu dengan berbagai macam gerai.Ada toko bunga,Restoran,coffe shop,toko sepatu dan toko-toko lainnya.Walaupun tempat saingan bisnis disana sangat banyak tetapi MarsMall menyediakan fasilitas lengkap dan barang-barangnya berkualitas dan bermutu tinggi dari brand-brand terkenal dan ternama.
"Ri' kenapa lu ngajak gue makan disini?.".Protes Khaffa pada Riccy karena mengajak makan siang ditempat itu.
Sebenarnya tidak mengapa namun karena la melihat Anayra bersama pria yang dianggap menjadi saingannya ada ditempat yang sama dengannya.
"Maaf Boss,aku cuma mengikuti Alma saja.Heee...".Riccy beralasan sambil cengengesan dan garuk-garuk kepala saja.
Tadi Riccy mengirim pesan pada Alma untuk menanyakan dimana keberadaannya,dan Alma tentu saja memberitahu sang kekasih.Riccy mulai bucin pada Alma sejak mereka resmi menjadi sepasang kekasih.Dia selalu merindukan Alma dan ingin selalu ada didekatnya disetiap kesempatan yang ada.Baginya dimanapun Alma berada disitulah la harus ada pula.Sebab la ingin memanfaatkan waktu yang ringkas ini untuk bersama dengannya.
Begitulah jika cinta sudah merekah sehari tidak bertemu terasa seabad.Dan mereka juga baru saja menjalin hubungan sehingga masih dalam hangat-hangatnya dan masih dalam proses pengenalan lebih dalam lagi untuk saling memahami sifat dan karakter masing-masing.
"Boss,itu Alma dan Anayra.Ayo kita gabung sama mereka!?.".Tunjuk Riccy ke meja Alma dan Anayra berada ketika melihat mereka sambil melangkahkan kakinya.
Namun spontan Khaffa langsung menarik tangan Riccy mencegahnya pergi.
"Jangan sampai lu berani nyamperin mereka!.".Khaffa mengancam Riccy dengan nada menggertak sambil melengos pergi meninggalkan Riccy kemudian duduk dikursi meja makan lain yang ada disudut Restoran menjauhi jaraknya dari posisi meja Anayra.
Dan mau tidak mau Riccy mengikuti Khaffa dengan raut wajah kecewa lalu duduk bersamanya.Rencana untuk menghabiskan waktu istirahatnya dan makan siang bersama Alma pun buyar seketika.Saat pelayan datang mereka memesan makanan.
Sembari menunggu pesanan makanan mereka datang,mata Khaffa tidak berhenti memperhatikan gerak-gerik Anayra dan Lefrand dengan tatapan mata setajam silet meskipun la tidak menyukai pemandangan itu.Tetapi karena penasaran,alhasil mau tidak mau dan suka tidak suka Khaffa melakukan itu.
Dimeja makan Anayra sudah ada Lefrand dan Alma duduk bersama menemaninya untuk makan siang bersama.Mereka fokus saja dengan aktivitasnya tanpa teralihkan melihat ke sekelilingnya.
"Ana',kamu makan lahap banget sampai pipimu belepotan!.Pelan-pelan makannya Ana' nanti kamu tersedak!.".Ucap Lefrand dengan lembut dan penuh perhatian lalu dengan cekatan la mengambil tissue dimeja untuk menyeka pipi Anayra yang ternodai bekas makannya.
Lefrand memperhatikan cara makan Anayra yang tergesa-gesa sampai noda makanan menempel dipipinya.Dan pada saat Lefrand menyeka pipinya,Anayra tidak menghindar karena Lefrand sering melakukan itu dulu dan la pikir mungkin Lefrand hanya ingin membantunya saja tanpa merasa keberatan dan risih atau canggung.
"Iya Nay',kamu makan kayak anak balita aja.celemongan kemana-mana,wkkk.".Ujar Alma menimpali sambil menahan tawanya.
Sedangkan disudut lainnya,Khaffa tersenyum getir saat melihat perhatian Lefrand pada Anayra dengan tatapan tidak suka.
"Aku butuh banyak tenaga mas untuk antisipasi!.".Ceplos Anayra beralasan dan asal bicara saja.
Entah kenapa perasaan Anayra tidak enak dan tidak nyaman sejak tadi.Untuk menghilangkan pikirannya saat menduga-duga hal yang akan terjadi dan untuk mengalihkan perhatiannya supaya tidak fokus pada degup jantungnya yang terasa aneh sekarang ini,maka la mengalihkan perasaan itu dengan makan yang banyak.
Anayra mengikuti saran Alma hari ini,jika sedang galau atau tidak baik suasana hatinya,obat terbaik adalah makan yang enak dan banyak,menurut Alma.
Alis Lefrand terangkat satu tanda tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Anayra.
"Maksud kamu apa?.".Lefrand sambil mengerutkan keningnya tanda penasaran.
"Never mind!.Lupakan itu ga penting,ayo makan lagi mas!.".Ucap Anayra segera mengalihkan perhatian Lefrand.
"Kayaknya lagi halu ni anak mas.Udah ga usah dianggap,ayo mendingan kita sikat lagi makanan tiada tara enaknya ini!.".Kelakar Alma sambil mencomot makanannya sendiri.
Tanpa berkata-kata lagi Lefrand,Anayra dan Alma melanjutkan aktivitasnya dengan khidmat.
Tak,tak,tak.
Dari pintu masuk terdengar suara dua pasang hentakan sepatu hak tinggi memasuki tempat yang sama sambil menenteng paperbag berisi belanjaan mereka masing-masing.
"Khai',kamu yakin Abang dan Riccy makan disini?.".Tanya Rena sambil mengedarkan pandangannya mencari-cari Khaffa dan Riccy.
"Yup Mi,tadi Abang yang kasih tau!.".Seraya celingukan mencari kakaknya.
Rena dan Khaira berencana menyusul Khaffa dan Riccy untuk makan siang bersama setelah menghabiskan waktunya menonton film dibioskop tadi yang berada didalam gedung Mall dilantai teratas kemudian 'shopping' berburu barang 'branded'.
"Mi,ayo itu Abang dan kak Riccy disana!.".Pekik Khaira sambil menunjuk Khaffa dan Riccy.
Sembari tersenyum sumringah la berjalan menghampiri kakaknya dan Riccy yang sedang menikmati santapan makan siangnya.
Tetapi Rena tidak menghiraukan ucapan Khaira dan tidak mengikutinya.Perhatiannya malah teralihkan dan tertarik pada obyek dideretan meja sebelah kirinya.Matanya pun malah fokus menatap wajah seorang gadis yang dikenalnya.
Itu kan kan Anayra,dia juga ada disini*?.Tapi kenapa mereka ga makan bareng* ..Dalam hati Rena sambil berpikir dan menerka-nerka sampai membuat alisnya saling bertaut tanda heran dan aneh.
Tanpa instruksi dari siapapun,kaki Rena refleks melangkah begitu saja menghampiri Anayra dimeja makannya.
__ADS_1
"Hallo Anayra,kamu makan disini juga?.".Sapa Rena sambil berdiri didekatnya.
Ketika Anayra sedang khusu menyantap makanannya,sontak la mendongakkan kepalanya kearah sumber suara orang yang memanggilnya dan terperanjat kaget saat melihat wajahnya.
"libu aada disini juga?.".Ucap Anayra seraya berdiri dan gelagapan karena terkejut tiba-tiba saja Rena ada didekatnya.
Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu diapartemen Khaffa.
"Benar,ibu dan Khaira menyusul Khaffa kemari!.".Jawab Rena apa adanya.
Namun kata-katanya membuat tubuh Anayra tersentak.
Deggg.
Jantung Anayra berdetak keras karena terkejut mendengar nama yang disebutkan oleh Rena.
Dia ada disini juga,disebelah mana,sejak kapan?...Pikir Anayra sambil celingukan mencari sosoknya.
Dan disaat yang sama Khaffa berjalan kearahnya,mata mereka pun saling bertemu seketika itu juga.Sedangkan Lefrand dan Alma termangu dengan ekspresi wajah terheran-heran melihat Anayra berbincang dengan Rena yang tidak mereka kenal tetapi Anayra bisa mengenalnya.Sementara dimeja lainnya,Riccy mengawasi gerak-gerik mereka tetapi tidak berani menghampirinya.Dan Khaira malah asyik berbincang-bincang dengan Mia melalui sambungan 'video call'.
"Mam',kenapa disini?,mejaku disana!.".Ucap Khaffa sambil menunjuk meja tempat la dan Riccy makan saat berdiri disamping ibunya.
Kemudian menoleh menatap Anayra dengan tatapan yang sulit diartikan lalu memandangi Lefrand dengan pandangan tidak suka.
"Sebentar Abang!,apa salahnya kalo Mami menyapa calon menantu Mami dulu?.Anayra kan makan disini juga tapi kok kalian ga makan bersama sih?.Aneh!.".Cetus Rena dengan kening mengkerut karena Khaffa dan Anayra duduk dan makan dimeja yang terpisah.
Seharusnya mereka makan bersama sebagai pasangan kekasih,pikirnya.Setelah mengetahui hubungan asmara yang terjalin antara keduanya.Dengan mimik muka kebingungan Lefrand dan Alma tercengang dan terpaku ditempat duduknya.
"Ana',apa maksudnya calon menantu?,siapa ibu ini dan darimana kalian saling mengenal?.".Tanya Lefrand sambil beranjak berdiri karena penasaran oleh penjelasan yang diungkapkan Rena.
Namun kemudian Lefrand kaget setengah mati setelah mencerna penuturan Rena yang mengatakan jika Anayra calon menantunya.Anayra sontak gelagapan dan salah tingkah karena ini diluar dugaannya,la kebingungan dan tidak tahu harus menjawab apa dan berbuat apa.Sementara Alma masih bergeming menjadi penonton saja ditempat duduknya menyaksikan drama yang terjadi didepannya dengan wajah kebingungan dan pikirannya berkecamuk dan hatinya bertanya-tanya.
"A-aaku...".
"Maaf,biar kujelaskan!.Anayra kekasih anakku dan juga calon istrinya.Kalian pasti mengenal anakku Khaffa kan?.".Ucap Rena menyela ucapan Anayra seraya memegang lengan Khaffa.
Dalam kebisuan Khaffa bergeming ditempatnya berdiri karena bingung.Entah apa yang harus dilakukannya secara tiba-tiba pikirannya terasa kosong dan otaknya tidak bekerja.Jika la mengatakan yang sejujurnya pada ibunya maka selesai sudah kesempatannya untuk bisa berdekatan dengan Anayra,dan begitu pula dengan sandiwaranya maka akan terbongkar.
Ada udang dibalik batu.Ada maksud terselubung dibalik sikap keras,dingin dan acuh Khaffa.Walaupun sikapnya begitu tetapi tidak dipungkiri jika Anayra mulai menarik perhatiannya.Apalagi saat melihat Anayra bersama pria lain,baik itu Lefrand ataupun bukan.Namun karena gengsinya yang tinggi maka la menyamarkan perasaannya itu saat berhadapan dengan Anayra.Dan lagipula Khaffa belum yakin sepenuhnya jika la merasakan sesuatu dihatinya dan menyimpan rasa pada Anayra.Mungkin suatu saat jika hatinya sudah merasa yakin,lambat laun pasti akan diutarakannya tanpa diduga-duga kapan dan dimana waktunya.
Siapa dia*?.Sejak kapan Anayra menjalin hubungan dengan pria ini?.Apa yang dikatakan ibu ini benar*?...Lefrand bertanya-tanya dalam hatinya sambil memandangi Khaffa dengan kening berkerut.
Sebelum berbicara,Lefrand menarik nafasnya dalam-dalam menghimpun keberaniannya untuk bertanya hal yang ditakutinya.
"Kekasih,calon istri,benarkah yang dikatakan ibu ini,Ana'?.Ana' katakan siapa pria ini?,kenapa kamu ga pernah menceritakan soal dia padaku?.".Cecar Lefrand menunjuk Khaffa sambil menatap tajam Anayra seolah meminta penjelasan darinya.
Melihat sorot kemarahan Lefrand dimatanya,Anayra sampai merinding dan bergidik ngeri.
"Mmas,iiini ga seperti yang kkmu kira!.Nanti aku jelaskan ya!.''.Ucap Anayra sambil memegang tangan Lefrand mencoba menenangkan hatinya karena Lefrand mulai emosi dan naik pitam.
Kenapa anak muda ini marah?,apa mereka punya hubungan?.Pasti ada yang ga beres disini...Pikir Rena sambil menelisik Lefrand dan memperhatikan gerak-geriknya Anayra juga Khaffa tidak luput dari pandangannya.
Pikiran Rena mulai berspekulasi dan menduga-duga karena sikap mereka bertiga kelihatan tidak wajar.
"Mami ayo pergi!,nanti Abang jelaskan!.Jangan membuat keributan disini!?.".Sembari menarik lengan ibunya,khaffa mengajaknya pergi.
Namun karena masih penasaran dengan hal yang terjadi diantara mereka,Rena enggan pergi dari sana.
"Tunggu Bang!,urusan Mami belum selesai disini!.Mami mau tanya sesuatu dulu sama Anayra.".Cegah Rena sambil menarik lengannya.
Tak ayal membuat Khaffa gusar dan kebingungan sampai mencubiti dagunya sendiri sambil mengernyitkan dahinya tanda berpikir keras mencari cara untuk menghentikan ibunya.Sebab la tahu jika ibunya itu tidak akan mengalah dan menyerah untuk mendapatkan jawaban yang pasti dan tepat dari hal yang membuatnya penasaran.
"Anayra,apa kamu ada hubungan sama dia?.".Tanya Rena pada Anayra seraya menunjuk Lefrand dengan wajah serius dan nada tegas.
Sembari menggigiti bibirnya,Anayra merenung seraya berpikir untuk mencari alasan dan jawaban yang tepat dari pertanyaan yang dilontarkan Rena.Sesaat kemudian menghela nafasnya sejenak.
"Kkami dulu pernah bersama Bu!.Dan seka-...".Ucap Anayra gugup namun terhenti kalimatnya ketika Rena menyela ucapannya.
"Ooo,kalian mantan kekasih rupanya!.Tapi kenapa kamu malah makan bersamanya dan bukannya bersama anakku?.Kamu semalam tidur dirumah anakku dan sekarang kamu makan bersama dia?.Gadis macam apa kamu?.Harusnya kamu menjaga sikapmu sebagai kekasih anakku dan bukan malah asyik bersama mantanmu ini!.".Ucap Rena bersungut-sungut menjabarkan apa yang ada diuneg-unegnya.
Dengan tegas Rena menjelaskan posisi antara dirinya dan Lefrand.Serta mengingatkan Anayra jika Khaffa adalah kekasihnya yang harus dihargai perasaannya.Maka dari itu Anayra harus menjaga hubungan mereka yang sudah terjalin.
Dengan kencang Khaffa menjambak rambutnya sendiri karena ucapan ibunya tidak terkendali lagi.Dia marah dan kesal tetapi tidak berani bertindak.Sedangkan Anayra semakin merasakan sakit dikepalanya,berkunang-kunang dan berdenyut-denyut sambil bergeming ditempatnya.Sementara Lefrand hatinya terasa sakit dan perih seperti dihunus pedang.Dan reaksi Alma masih tetap sama tanpa berkutik ditempat duduknya.
"Aana',apa benar kamu semalam bersama dia?.Jadi itu alasannya sampai kamu ga pulang kerumah?.".Tanya Lefrand menyelidik sambil menatap Anayra dengan tatapan sendu yang sangat mengiris hati Anayra.
"Ana',ayo cepat jawab pertanyaanku!.".Sentak Lefrand saat Anayra tertunduk diam bukannya menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Be-benar mas!.Tapi itu ga disengaja dan-....".
"Kamu benar-benar mengecewakanku Ana'!.Aku cemas dan khawatir memikirkanmu semalaman,tapi ternyata kamu malah asyik bersama dia dan tidur bersamanya.".Ucap Lefrand berapi-api menyelanya lalu melangkah pergi dengan hati diliputi amarah.
Anayra tersentak kaget dan terhenyak saat mendengar suara menggelegar Lefrand dan begitu pula mendengar ucapannya.Hatinya merasa dilecehkan olehnya tetapi la berusaha memahaminya dan bisa menebak jika Lefrand dikuasai rasa cemburu.Namun ketika Lefrand melangkah pergi,Anayra segera mencegahnya.
"Mas tunggu jangan pergi!.".Cegah Anayra menyusul Lefrand sambil mengulurkan tangannya ingin menggapai lengan Lefrand.
Greppp.
Dari arah belakangnya dengan sigap Khaffa mencekal lengannya karena hatinya tidak rela jika Anayra pergi menyusulnya.Khaffa juga merasa iri melihat kepedulian Anayra pada Lefrand dan perhatian Lefrand pada Anayra yang dilihatnya sedari tadi.
"Jangan pergi,kumohon!.".Khaffa memohon dengan wajah memelas.
Sampai membuat Anayra serba salah melihatnya.Disisi lain Lefrand pernah hadir dalam hidupnya dan pernah menjadi bagian dari belahan jiwanya.Sedangkan Khaffa hanya pria yang harus diselamatkan nama baiknya dihadapan ibunya.
"Maaf tapi ak-...".
"Tunggu Anayra,kamu mau kemana?.Jangan pergi dulu!,mari kita duduk bersama!.".Titah Rena untuk menahan Anayra supaya tidak pergi.
Khaffa menatap Anayra dengan tatapan memohon agar la tidak pergi dan mau duduk bersamanya serta ibunya.Kemudian Anayra mengangguk mengiyakan,la manut karena menghargai Khaffa sebagai pria yang dianggap terikat tali asmara dengannya didepan Rena dan untuk menghormati Rena sebagai ibunya Khaffa.Apalagi setelah mendengarkan omelannya tadi maka terpaksa menurut saja.
Saat Khaira akan menyusul kakak dan ibunya,la berpapasan dengan Lefrand yang berjalan lurus saja kedepan.Acuh dan tidak menghiraukan sekitarnya.
Kak Lefrand,kenapa dia ada disini* juga*?...Tanya Khaira dalam hatinya sambil memandangi Lefrand dengan wajah terheran-heran.
Lefrand pergi dengan amarah dan rasa panas menjalar dihatinya.Dia meninggalkan Restoran itu dengan pikiran kacau balau dan semrawut.Perasannya pun dikuasai rasa cemburu dan dibutakan oleh cintanya pada Anayra.Dia seperti itu karena terlalu mencintai Anayra dan tidak rela jika Anayra direbut oleh pria pria lain.Sebab la sedang berjuang untuk mendapatkan cintanya kembali dan ingin mempertahankan Anayra disisinya.
Selama semalam Lefrand hampir tidak bisa tidur karena mencemaskannya.Tetapi Anayra malah bersama pria yang tidak dikenalnya dan bahkan tanpa diduganya sekarang menjadi kekasih dan calon suaminya.Prasangka buruk pun muncul dibenaknya dan dipikirannya.
Apa benar kalau mereka semalam tidur bersama dan menghabiskan waktu bersama?...Pikir Lefrand sambil berjalan pergi dengan membawa kesalah pahamannya pada Anayra.
"Abang,Mami ada apa?,kenapa kalian lama banget sih?.".Tanya Khaira setibanya didepan mereka.
"Khai',kamu makan bersama Riccy dulu ya!.Mami dan Abang duduk ditempat lain!?.''.Pinta Rena sambil memegang pundak Khaira.
Dibalas Khaira dengan menganggguk mengiyakan.
"Al',aku tinggal dulu ya!.".Ucap Anayra pada Alma dan dijawab anggukan kepala saja oleh Alma.
Sembari berjalan beriringan,Anayra,Khaffa dan Rena melangkahkan kakinya kekursi lain untuk membahas soal yang terjadi.Dan Alma ternganga ditempat duduknya masih dengan kebingungannya.Hati dan pikirannya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi diantara Anayra dan Khaffa yang tidak diketahuinya.
"kak Alma,kita makan bersama kak Riccy yuk!?.".Khaira membuyarkan lamunan Alma.
"Haaa...liya!.".Jawab Alma ditengah kesadarannya lalu berdiri dan mengikuti Khaira menuju meja Riccy.
Sesampainya dimeja Riccy.
"Babang makan disini juga,kenapa ga datang menghampiriku tadi?.Kalo aku tau Babang disini,mungkin dari tadi aku samperin daripada harus menonton drama live streaming yang bikin kepalaku pusing dan telingaku panas disana tadi.".Protes Alma sambil duduk dikursi disamping Riccy dengan wajah merengut kesal.
Alma baru tahu jika Riccy ternyata ada ditempat yang sama juga dengannya.
"Haaa...Aku kayak obat nyamuk bakar dan kayak orang bego sejak tadi disana sambil duduk dipojokkan.".Oceh Alma seraya menghela nafasnya yang beratnya.
"Aku mau kesana Al' tapi Khaffa mencegahku!.".Dalih Riccy sambil menyibak anak rambut yang menghalangi wajah Alma.
"lya aku ngerti!.Oiya Babang,apa kamu tau sesuatu yang terjadi antara mereka?.".
"Siapa?.".
"CEO itu dan Anayra?.".
Riccy menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.Sontak Alma memutar matanya jengah karena selalu sia-sia setiap bertanya padanya.Riccy asisten CEO tapi tidak tahu menahu soal apapun.
"Mmm.Kak aku-....Ahhh aku lupa!.".Ucap Khaira sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Khaira hendak mengatakan sesuatu tetapi ditahannya.Dia mengetahui sesuatu namun diurungkan niatnya untuk memberi tahu Alma dan Riccy karena itu bukan haknya untuk mengatakannya.
Riccy dan Alma yang sudah termangu dan siap untuk mendengarkan Khaira berbicara.Namun kemudian memutar matanya jengah saat Khaira tidak jadi mengatakannya dan bahkan malah lupa yang akan diucapkannya.
"My Babang,tolong nanti bayarkan bill dimejaku yang tadi sekalian ya!.Pliiiz!.".Ucap Alma merajuk seraya mengedip-kedipkan matanya supaya Riccy mengabulkan permintaannya.
"Iiiya tentu saja,ga usah kuatir heee...".Jawab Riccy seraya menyengir kuda dan ditanggapi Alma dengan tersenyum sumringah.
Walaupun hatinya terasa berat karena selalu kena imbasnya.Tetapi demi wanita terkasih dan tersayangnya,la harus melakukannya.
Dengan santai Khaira dan Riccy menyantap makanannya.Sedangkan Alma hanya menemani mereka sambil memainkan ponselnya karena sejak tadi sudah selesai dengan kegiatan makannya dan sudah kenyang pula.
__ADS_1