Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Hari yang sial.


__ADS_3

Dirumah kediaman keluarga Andika.Anayra bosan berdiam diri di rumah.Menonton tv diruang tengah ditemani cemilan ringan,tetapi tak bisa menghibur hatinya.


"Sebaiknya aku mengajak Alma nonton film,sore ini.Setauku ada film baru dan bagus,aku pernah melihat Trailer nya.".Anayra mengambil ponselnya yang ada dimeja dan mengirim pesan singkat pada Alma."Terkirim.Dia pasti senang saat membaca pesan ku.".Usai itu menelpon seseorang."Assalamu alaikum,sayang aku bosan.Boleh menonton film bersama Alma ,nanti sore?.".Dengan meletakkan ponselnya ditelinga,Anayra merajuk dan merengek dengan manja.


Anayra harap-harap cemas menanti jawaban Khaffa.Pasalnya,sudah terlanjur mengirim pesan pada Alma.


"Wa alaikum salam.Tentu,lakukan sesukamu.Tapi,jaga mata dan hatimu.Jangan berani melirik pria lain selain aku.".


Anayra bukannya bersorak senang,malah memandangi ponselnya dan melongo saat mendengar kata-kata Khaffa dan menutupnya begitu saja."Aku tidak percaya,sudah menikah dan menjadi miliknya tapi masih posesif dan mengekang ku.".Meletakkan ponselnya di meja dengan kasarnya."Jika seperti ini lebih baik,aku hidup menyendiri saja.".Mengambil toples dimeja dan memakan cemilannya dengan wajah merengut kesal."Pencemburu sekali,aku menyesal sudah menerimanya.".Menatap acara televisi dengan malas dan tanpa mengerti alur ceritanya.


Dikediaman keluarga Al.Lenni dan Al telah tiba dirumah.


Lenni merebahkan tubuhnya ditempat tidur,dan Al menemani dengan duduk disampingnya."Mama mau makan sesuatu?.Ahhh,kurasa aku tau jawabannya.Mama pasti ingin menantu.".Al bertanya pada istrinya,tetapi dirinya sendiri yang menjawab pertanyaannya dan terkekeh setelahnya.


Lenni tertawa renyah mendengar perkataan suaminya."Selera humor Papa buruk.Tapi berhasil membuat ku tertawa.".Dengan pelan memukul lengan Al karena gemas.


"Kupikir juga begitu.".Al manggut-manggut mengakuinya."Apa rencana Mama selanjutnya,untuk menyatukan Alma dan Daniel?.".Sangat penasaran dengan ide cemerlang diotak Lenni.


"Hubungi Rena!,minta dia untuk menyiapkan acara makan malam bersama dirumahnya.".Lenni malah menyuruh Al melakukan itu,bukannya menjawab pertanyaannya.


"Baiklah.Tapi aku tidak mengerti,ini keinginan Mama sekarang?.".Al asal menebak.


"Papa akan tau saat waktu itu tiba.".Lenni membingungkan Al.


"Apa ini bagian dari rencana Mama?.".Al menduga-duga dan menatap istrinya yang wajahnya tak pucat lagi.


Lenni tampak segar seiring dengan kondisi tubuhnya membaik.Dengan minum obat yang teratur dan suasana hatinya yang baik membuat Lenni bersemangat untuk cepat sehat.Menjadi sumber penyemangat Lenni salah satunya Daniel dan Alma.


"Papa sangat penasaran sekali rupanya.Itu benar.".Lenni mengangguk mengiyakan.


"Baiklah,mari kita lakukan!.".Tanpa mengulur waktu lagi Al menghubungi Rena menggunakan ponsel androidnya.


Rena yang baru pulang dari pesta undangan Anniversary kerabatnya,mengganti gaun pestanya didalam kamar dengan pakaian biasa.Saat ponselnya berdering,Renna menjawabnya."Assalamu alaikum.".Menyapa seseorang diseberang sana."Baiklah,aku mengerti.".Menutup ponselnya saat panggilan berakhir."Aku harus bergegas menyiapkannya.".Usai berganti pakaian,Rena menuju dapur untuk melakukan permintaan Al dan Lenni.


Al yang masih penasaran dengan rencana Lenni,mempertanyakannya."Kenapa harus dirumah Andika?.".


"Jika mereka yang mengundang,Alma dan Daniel tidak mungkin menolak.Papa sangat tidak peka,seperti baru mengenal ku saja.".Lenni menghela nafasnya,heran akan suaminya yang tak bisa menebak isi hatinya dan tak bisa membaca pikirannya.


"Mama jenius,tidak salah aku memilih istri.".Al dengan gemas mencubit pipi Lenni yang mulai keriput,karena lama sekali Lenni tak merawatnya dengan baik.


Pikiran Lenni fokus pada Daniel dan Al.Hingga tak ada waktu untuk itu,belum lagi terkendala kesehatannya yang terganggu.Namun Lenni masih tampak cantik diusianya yang tak muda lagi itu.


Saat Daniel keluar dari ruangan kantor Khaffa,tak langsung pulang begitu saja.Daniel mendatangi food court yang ada di Mall.Untuk sekedar minum kopi dan membaca artikel berita di smartphone nya.Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12 siang.Saatnya istirahat dan makan siang pun tiba.Sekalian Daniel makan siang disana.


Alma makan siang bersama ketiga juniornya.Dikantin sederhana dan harganya terjangkau,yang ada disisi gedung Mall.


Saat merogoh saku,Alma mengambil ponselnya."Dengan senang hati.Tentu saja aku mau,kamu sahabat terbaik ku Anayra.".Tersenyum sumringah saat membaca pesan singkat dari Anayra.


Dimeja kantin,duduk satu meja bersama tiga gadis berbeda posisi,berparas manis dan ayu.


Alma memasukkan kembali ponselnya ke posisinya semula."Hari ini aku yang traktir,kalian pilih saja menu makanan sesuka hati.Tapi jangan lebih dari 50 ribu.".Perkataannya mengejutkan sekaligus menyenangkan hati Santi,Melly dan Dea.


Ketiganya satu shift sekarang,yang biasanya satu shift dengan Anayra.Indah,Ani dan lnes satu shift dengan rekan kerja Alma yang baru,pengganti Anayra,yakni Tita.


"Terima kasih.Aku menyambut baik ketulusan hati Mbak.".Dea menjawab dengan penuh semangat dan tersenyum girang.


"Sesuai perintah Mbak,akan kulakukan.".Santi dengan mata berbinar-binar.


"Rejeki anak sholehah,coba setiap hari seperti ini.Uang gaji ku pasti akan tetap utuh,hahaha...".Melly tertawa-tawa saking senangnya.


"Kau ini,dikasih hati minta jantung.".Dea gemas dan geregetan akan celotehannya.


Dea hendak menjitak kepala Melly,tetapi dengan cepatnya Melly berkelit dan menghindar,dengan kerasnya Melly malah tertawa.


"Kalian seperti kucing dan anj*ng.Membuat kepalaku pusing saja.".Alma geleng-geleng kepala melihat interaksi keduanya.


Memesan makanan saat pelayan datang.Setelah menunggu beberapa menit,makanan disajikan ditempatnya masing-masing.Dengan tenang dan damai Alma bersama juniornya menyantap makanan.

__ADS_1


Dikediaman keluarga Andika,Anayra menghampiri Rena didapur."Apa akan ada pesta disini?.".Terkejut melihat bahan masakan yang tertata rapi dimeja.


Rena menatap Anayra sesaat yang berdiri disampingnya dan tersenyum tipis."Makan malam bersama.Sepertinya kamu harus kerja keras membujuk Alma kemari!?.".Rena fokus kembali dengan kegiatannya,di bantu Bi Diah.


"Kurasa aku belum tau apa-apa.Mami akan memberikan bocoran?.".Anayra menatap wajah ibu mertuanya dengan penasaran dan berharap Rena mengatakan hal yang belum diketahuinya.


Rena pun menceritakan dengan detail.Anayra dengan serius menyimaknya dan mencernanya.


"Mami minta,jangan membocorkan sedikit pun dan pada siapa pun tentang ini,termasuk suami mu!.Dia tidak akan bisa menutup mulutnya,terutama Khaira.".Rena mengingatkan Anayra.


Anayra manggut-manggut."Begitu ya?.Baiklah,aku mengerti.Aku akan membantu Mami disini.Tapi maaf,sore nanti harus pergi bersama Alma.Aku membuat janji untuk mengajaknya nonton.".Anayra memelas dengan sedihnya.


Tiba-tiba Rena tersenyum lebar."Itu bagus.Lebih baik lagi jika langsung mengajaknya kemari bersama mu nanti malam.Rencana ini tidak membuat Alma curiga,nantinya.".Malah mendukung Anayra.


Menurutnya,itu malah akan melancarkan rencana yang dibuat Al dan Lenni.


"Tentu,jika Mami berpendapat itu.Pasti akan kulakukan.".Anayra bersemangat dan tersenyum lebar.


Anayra bergerak cepat dan dengan cekatan mulai membantu memotong sayuran serta bumbu-bumbu yang akan dihaluskan.


"Anayra,apa sudah terjadi sesuatu pada diri mu dan merasakan sesuatu yang aneh?.".Rena tiba-tiba bertanya itu dan meneliti bagian perut Anayra.


Anayra tertegun dan gagal paham."Maaf,aku tidak mengerti ucapan Mami.".Pertanyaan Rena yang tak jelas membuat Anayra bingung.


"Sudahlah,lupakan!.".Menepuk bahu Anayra supaya melupakan perkataannya."Anggap Mami tidak bertanya itu.".Rena menyibukkan dirinya kembali dengan pikiran berkelana.


Kenapa belum ada tanda-tanda kehamilan?.Apa dia sengaja menundanya?...


Dengan penuh konsentrasi Rena dan Anayra dibantu ART berjibaku didapur.


Di Mall,diarea food court.Daniel menyelesaikan kegiatan makannya.Usai membayar,Daniel turun melewati lift.Karena penasaran ingin melihat Alma,Daniel berhenti di lantai satu.


Alma yang baru pulang dari istirahatnya,kembali ke butik usai menghabiskan makan siangnya."Aku ke toilet,kalian duluan masuk saja!.".Menyuruh ketiga juniornya yang berjalan didepannya.


Saat dikoridor Alma merasa tak tahan ingin buang air kecil.


Daniel keluar dari lift.Saat tiba di depan butik,matanya mencari-cari keberadaan gadis yang menjadi topik pembicaraannya bersama Khaffa."Kurasa dia masih istirahat.Aku ingin sekali mengajaknya makan siang bersamaku tadi,tapi tentunya dia pasti akan menolak.".Menghela nafas kecewa karena gadis yang dicarinya tak tertangkap netra matanya.


Brukkk.


"Akh...".


Greppp.


Pria itu terkejut saat akan berbalik,tiba-tiba seseorang menubruknya.Dengan sigap dan spontan menangkap tubuh gadis itu yang limbung ke belakang dan akan jatuh.


"Kau?.".Alma terkejut saat melihat wajah pria yang dikenalnya.


"Hati-hatilah saat berjalan.".Daniel dengan lekat menatap gadis yang ada di pelukannya dalam posisi tubuhnya setengah membungkuk kedepan,menahan beban tubuh Alma.


"Lepaskan aku!.".Alma merasa tak nyaman dan risih ada dalam pelukan Daniel.


"Kamu akan jatuh,jika ku lepaskan tanganku.".Daniel mencari alasan yang masuk diakal saat Alma tak berpegangan padanya.


"Angkat aku!.".Refleks Daniel mengangkat tubuh Alma saat diminta mengangkatnya."Apa yang kamu lakukan?.".Alma terkejut saat tubuhnya melayang tetapi spontan tangannya merangkul leher Daniel,karena takut jatuh.


"Kamu minta aku mengangkat mu,bukan?.".Daniel kebingungan dan menatap wajah Alma yang berjarak dekat dengan wajahnya.


Sepersekian detik Daniel dan Alma saling bersitatap tanpa berkedip.Terpana saat melihat pesona wajahnya masing-masing.


Alma mengerjap saat tersadar."Maksudku bukan itu.Bantu aku berdiri tegak,bukan menggendong ku.Turunkan aku!.".Meronta-ronta dan memukuli dada Daniel.


Permintaan Alma tak digubris Daniel.Dengan sengaja Daniel berjalan masuk kedalam butik dengan menggendong Alma ala bridal style.


"Heiii,kamu tidak mendengar ku?.Turunkan aku!,aku bisa jalan sendiri.".Alma marah karena Daniel tak menuruti permintaannya.


Daniel acuh saja dan tak hirau,walaupun saat diluar butik banyak pasang mata yang melihatnya dan berbisik-bisik mengomentari kemesraannya.

__ADS_1


Didalam butik,semua mata tertuju pada pemandangan romantis Alma dan Daniel.


"Aku kehabisan kata-kata.Lihat disana,siapa yang menggendong Mbak Alma?.".Ines ternganga dan menyikut lengan Ani yang berdiri disampingnya.


Ani mengedip-ngedipkan matanya,tak percaya dengan yang dilihatnya."Ppria iitu,seingatku PresDir hotel yang kuceritakan waktu itu.".Mengungkapkan jati diri Daniel yang pernah dilihatnya saat dihotel tempat pesta perayaan hari jadi butik Lulla digelar.


"Yakin?,gak salah lihat?.".lnes terus menatap Daniel yang sedang menurunkan tubuh Alma.


"Yakin sekali.".Ani manggut-manggut meyakinkan Santi.


Keduanya bergeming saat melihat Alma marah-marah.


"Tidak waras.Mencuri kesempatan dalam kesempitan.Sengaja supaya bisa menyentuh tubuh ku,bukan?.".Dengan berapi-api Alma meneriaki Daniel.


Daniel menyondongkan tubuhnya kearah Alma."Aku sudah pernah melihatnya dan pernah menyentuhnya,untuk apa aku melakukan itu lagi disini?.".Berbisik pelan ditelinga Alma hingga membuatnya terkesiap.


Spontan Alma mendorong tubuh Daniel yang hampir bersentuhan dengannya dan...


Plakkk.


"Ini yang tidak sempat ku lakukan kemarin.".Alma tak percaya,beraninya Daniel membisikkan kata-kata yang membuat dadanya bergemuruh hebat dan nafasnya tersengal-sengal.


Marah dan benci saat Daniel mengatakan itu dan mengungkit kisah kelamnya,yang ingin dilupakan dan dikuburnya dalam-dalam.Susah payah Alma berusaha menerima kenyataan yang terjadi dan tragedi yang dialaminya.Namun tanpa disangka-sangka,bertemu Daniel dan mengingatkan pada peristiwa pahit itu.


Daniel terkejut saat Alma menampar pipinya dengan keras.Terdiam tanpa berniat membalasnya dan menatap Alma dengan penuh rasa iba,perasaan menyesal dan bersalah."Jika belum puas,lakukan lagi.Aku tidak akan melawan.".Dengan raut wajah pasrah.


"Enyahlah dari hadapan ku!.".Alma menatap tajam Daniel,merasa benci dan muak melihatnya.


Dengan wajah memanas dan pipi kanan bersemu merah,Daniel melangkah pergi.Namun saat Daniel akan berlalu pergi,seseorang menarik tangannya."Hai Dan?,kau ada disini?.".Seorang gadis berambut cokelat dan berpakaian seksi mencegah kepergian Daniel.


"Siapa kau?.".Daniel menepis tangan gadis itu.


"Aku?.".Gadis itu menunjuk wajahnya sendiri."Kau melupakan ku,atau pura-pura lupa?.Kita teman kencan dan pernah menghabiskan waktu bersama saat kau diBali.Kau tidak mengenal ku?.".Menatap Daniel dengan penuh selidik.


Tak mungkin Daniel melupakannya begitu saja.Dua bulan yang lalu mereka bertemu di Night Club' dan minum bersama,hingga keduanya tak sadarkan diri dan melakukan hubungan intim.


Daniel terkesiap dan mulai mengingatnya.Tak kuasa Daniel menahan malu didepan Alma dan menjadi salah tingkah.Dengan gerakan cepat merangkul pinggang Alma."Ini calon istri ku.".Mengenalkan Alma pada gadis yang dikenalnya."Sayang,maaf itu tidak benar.Dia mengarang cerita saja dan aku tidak mengenalnya sama sekali.".


Alma terkejut dibuatnya,dan melototi Daniel dengan wajah beringas.Membuka mulutnya untuk mencaci maki Daniel.


Sebelum berbicara,cepat-cepat Daniel berbisik ditelinga Alma."Selamatkan aku.Dia keras kepala dan takkan mau menyerah.Kumohon!.".Menghiba dan memohon dengan wajah memelas.


Alma menarik nafasnya dalam-dalam,jengah menghadapi pria yang pernah memporak-porandakan hatinya."Sayang,aku percaya padamu.Sebaiknya kita mempercepat hari pernikahan kita,aku tidak sabar hidup bersama mu.Sebelum perutku membesar dan membengkak.".Dengan nada manja dan bergelayut manja,demi melancarkan aktingnya supaya bisa dipercaya gadis yang mengaku teman kencan Daniel.


Daniel senang bukan kepalang."Tentu saja.Aku sudah membeli cincin pernikahan untuk kita.".


"Pastikan jika itu berlian,sesuai permintaan ku.".Alma membuat aktingnya semakin meyakinkan.


"As you wish.".Daniel mengangguk mengiyakan.


"Sayang,ayah menunggu mu dirumah.Datanglah nanti malam,dia ingin mengajakmu bermain catur.Kamu harus menemuinya,dia sangat sibuk.Tapi,karena mu dia bersedia meluangkan waktunya sebagai komandan pasukan khusus.Dia penembak jitu yang hebat dan terbaik.".


Gadis dengan riasan wajah mencolok itu terkejut-kejut dalam diamnya tatkala mendengar perkataan Alma."Maaf,Kurasa aku salah orang.".Berlalu pergi dari butik dengan membawa paper bag ditangannya.


Gadis itu takut dan tak mau terkena masalah jika mengganggu hubungan Daniel dan Alma.


"Awww...."Daniel meringis kesakitan saat kakinya di injak Alma menggunakan heels nya yang tinggi dan runcing.


"Cihhh,menjijikan.".Dengan tatapan jijik Alma menatap Daniel.".Sepertinya aku yang sudah tidak waras,bukannya dia.".Merutuki kebodohannya dan meninggalkan Daniel menuju meja kerjanya.


Entah apa yang merasuki pikiran dan perasaannya hingga harus mengabulkan permintaan Daniel.Rekan-rekan kerjanya terbahak-bahak menertawakan kekonyolan Daniel dan Alma.


Daniel pergi membawa rasa sakit dipipi dan di kakinya.Berjalan keluar dari butik dengan tertatih-tatih."Gadis itu kasar sekali,membuatku menderita saja.Bagaimana bisa,Mama ingin menjadikan dia menantunya?.Aku pasti dibuat susah jika menjadi suaminya.".Merutuki nasibnya nanti jika menikah dengan Alma dan menjadi suami istri.Baru saja Daniel berencana untuk memikat Alma,sampai mencari ilmunya pada Khaffa."Memalukan dan menyedihkan.".


Daniel merasakan penyesalan dan kecewa yang luar biasa karena niat baik nya tak diterima Alma.Padahal sudah berusaha keras untuk bersikap baik,bahkan berinisiatif meluluhkan hatinya.Malu juga karena ulah gadis yang tak diharapkannya tiba-tiba muncul dihadapannya.Apalagi gadis itu mengaku teman kencannya didepan Alma.


Saat tiba dibasement Daniel segera pergi menggunakan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


###


Terima kasih,semoga suka ceritanya.Jangan lupa di Like....💕


__ADS_2