Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
65.Ratapan hati Anayra dan Alma.


__ADS_3

***


Senang bercampur sedih menjadi satu ketika tangan satu menerimanya tapi tangan yang lain menolaknya.


Hampir semalam suntuk Anayra susah sekali memejamkan matanya karena terngiang-ngiang terus ditelinganya ketika ibu dari calon suaminya menolak kehadirannya untuk menjadi bagian dari keluarganya.Padahal la sudah berusaha bersikap sebaik mungkin untuk mencari simpati calon mertuanya itu meskipun tidak dibuat-buat.


Setelah suara adzan berkumandang sebelum fajar menyingsing.Anayra segera mematikan alarm diponselnya yang disimpannya diatas nakas karena terus menerus berdering.Sambil duduk bersila ditempat tidurnya,la menghimpun tenaganya sesaat setelah bangun tidur lalu memijat-mijat pelipisnya karena merasakan pusing dikepalanya.


Bagaimana tidak sebab la baru bisa terlelap setelah dini hari dan itu berarti hanya 4 jam saja la mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.Beranjak dari tempat tidurnya dengan langkah gontai menuju kekamar mandi untuk bersuci sebelum menunaikan ibadah subuhnya.Setelah menggelar sejadahnya dan memakai mukenanya kemudian dengan khusyuknya la melaksanakan kewajibannya.


Setelah mengucapkan salam dirakaat terakhirnya lalu duduk bersimpuh sambil menengadahkan tangannya ketika la berinteraksi dengan sang illahi Rabbi.Segala keluh kesahnya la lontarkan pada-Nya karena dengan cara inilah la bisa meringankan beban dihatinya.Sebenarnya la ingin menangis meraung-raung tapi tidak dilakukan karena takut suaranya rintihannya akan terdengar oleh kedua orang tuanya yang ada dikamar sebelah dan oleh sahabatnya yang kini sedang meringkuk ditempat tidur dibawah selimutnya yang kebetulan sedang mendapatkan jatah kodratnya sebagai seorang wanita.


Disela-sela la memanjatkan doa dan harapannya dengan suara lirih tetesan butiran bening terus mengalir dipipinya hingga matanya terlihat sembab.Dia meratap pasrah dan berserah diri dihadapan yang Maha Kuasa dengan tubuh bergetar saat terisak-isak.


Setelah puas menumpahkan isi hatinya kemudian la melepaskan kain ibadah yang menutupi seluruh tubuhnya lalu merapikannya dan juga sejadahnya.


***


Sang Surya terbit diufuk sana menyapa alam semesta diiringi suara merdu ayam berkokok saling bersahutan.Hani menghampiri Anayra ketika dirinya sedang duduk dikursi meja makan sambil menyeruput teh manis hangatnya ditemani setangkup roti dengan selai mentega dan butiran coklat untuk mengganjal perutnya karena energinya terasa terkuras habis setelah melakukan ritual ibadahnya saat berkeluh kesah tadi.


"Kak,gimana kemarin acara silaturahminya dirumah camer,apa berjalan lancar?.".Tanya Hani sambil duduk di sebelahnya hingga membuat Anayra terhenyak dengan pertanyaanya.


Bingung harus menjawab apa Anayra hanya terdiam sambil menatap cangkirnya karena itu adalah pertanyaan yang takut la dengar.Tapi tampaknya Hani sangat penasaran sekali rupanya hingga la menepuk lengan anak gadisnya itu untuk membuyarkan lamunannya sampai Anayra pun refleks menoleh padanya.


"lliya lancar Bu!dan mereka menyambutku dengan baik banget!,tapi biasa aja ga ada yang istimewa sebab bukan pertama kalinya kami ketemu dan ibunya juga udah tau kok soal kedeketan kami!.".Jawab Anayra sekenanya tanpa sadar la mengucapkan kalimat itu dengan bibir tetap tersenyum meskipun hatinya saat ini terasa sesak dan pikirannya seperti benang kusut.


Dia tidak ingin menjelaskan secara detail dengan apa yang terjadi kemarin padanya karena la tidak mau membuat kedua orang tuanya bersedih hati dan memikul beban pikiran yang sama dengannya.Biarlah la tanggung sendiri kesedihannya itu hingga nasib baik berpihak padanya.


"Kenapa kamu ga pernah cerita soal dia sama ayah dan ibu?,padahal baru kita bahas kemarin waktu makbar diMall!?.Ucap Hani dengan wajah merengut sambil menopang dagunya dimeja makan.


Hani berharap Anayra terbuka soal kedekatannya dengan Khaffa sehingga la tidak perlu berkata-kata soal itu.Tapi rupanya ucapan Hani membuat Anayra tersentak dan tersedak ketika la sedang melahap rotinya.


Uhukkk.


Aku bilang apa ya barusan?,kok ga ngeuh sih**!...Pikirnya sambil meneguk teh manisnya.


Sembari meletakkan cangkir dimeja Anayra berkata."Iiya maaf Bu!,kami cuma dekat aja tapi ga ada hubungan kok!.Makanya dia melamarku langsung pada ayah dan ibu!.".Kemudian memalingkan wajahnya mengindari tatapan ibunya ketika sedang mengamati matanya yang sembab layaknya orang sehabis menangis.

__ADS_1


"Ouhhh,gitu ya!.Bilang dong dari tadi biar ibu ga bingung dan heran!.Tapi kenapa mata kakak sembab gitu?.".Tanya Hani santai sambil meraih selembar roti tawar lalu memolesinya dengan mentega kemudian menaburkan butiran coklat yang ada di kemasan plastik.


"Iitu karena aaku kurang tidur semalam Bu!,heee....".Ucap Anayra sambil cengar-cengir untuk menutupi kecurigaan ibunya.


Dan Hani hanya manggut-manggut saja menanggapinya meskipun la bisa menduga jika Anayra habis menangis tapi la tidak mau mendesaknya untuk mengatakan sesuatu yang tidak mau diutarakannya.Biarlah Anayra menyelesaikan masalahnya sendiri sebab dirinya sudah dewasa dan lagipula la juga sudah mengetahui wataknya yang agak tertutup soal masalah pribadinya.


"Oiya,kalian jadi pulang nanti sore?.".Anayra mengalihkan pembicaraan sambil beranjak mengambil air minum di dispenser yang ada di kitchen set lalu menuangkannya kedalam gelas setelah itu kembali ketempatnya semula seraya meletakkan gelas itu dimeja untuk ibunya.


"Jadi dong!,adekmu kan harus kursus kak!.Tapi kayaknya kami pergi sebelum kakak pulang kerja ya!,sebab takut kemalaman nanti sampe rumahnya.".Disela-sela mengunyah makanannya.


Anayra mengangguk mengerti.Sebenarnya la masih ingin berlama-lama bersama keluarganya tapi itu tidak memungkinkan karena bagaimanapun tempat yang dihuni dirinya saat ini bukanlah miliknya dan apalagi adiknya juga harus melakukan tugasnya sebagai seorang pelajar ditempat kursusnya.


"Hemmm!.".Gumam Anayra sambil mengangguk mengiyakan.


Hani dan Anayra melanjutkan aktivitasnya berdua saja karena ayahnya masih didalam kamar sedang duduk berdzikir diatas sejadahnya.Dan si bengal Andya meneruskan tidurnya disofa setelah selesai sholat subuh tadi sebab hingga tengah malam la masih asyik dengan game FF nya.


Sembari menguap dengan lebar,Alma keluar dari kamar dengan langkah gontai ketika la baru bangun tidur menuju wastafel untuk membasuh wajahnya lalu menyekanya dengan handuk.Sambil cengengesan kemudian la menghampiri Anayra dan ibunya dimeja makan.


"Nay' kamu kok belum siap-siap sih?,liat tuh udah jam 7 pagi!.".Ucap Alma ketika melihat jam didinding sambil menyerobot cangkir yang ada ditangan Anayra lalu meneguk isinya yang tersisa setengah hingga habis.


"Awas tuh nanti matamu copot dari sarangnya,hihihi...".Goda Alma sambil cekikikan ketika Anayra melototinya karena kesal sebab minumannya malah di embatnya.


Disaat Hani ikut terkekeh menanggapi ucapan Alma.Anayra malah berdesis karena merasa sebal dengan kebiasaannya.


"Ishhh,kenapa kamu mager banget si Al'!?,kok malah main embat aja!.".Oceh Anayra sambil mengerucutkan bibirnya lalu beranjak berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Anayra kesal karena biasanya makanan dan minuman yang tersisa sedikit adalah yang paling nikmat-nikmatnya.Dia juga tidak suka menyisakan makanan dan minuman karena menurutnya mubajir.Jika la menyia-nyiakan nya itu sama artinya dengan tidak mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan padanya.


Setelah puas mengerjainya,Alma malah cekikikan saja menanggapinya.


"Oya Alma,kapan kamu mau pulang?.Kata ibumu sudah 2 bulan kamu ga pulang kerumah?,apa ada masalah?.".Tanya Hani pada Alma yang sudah dianggap seperti putrinya sendiri.


Sebab persahabatan Anayra dan Alma sudah terjalin sejak lama dan mereka juga selalu menghabiskan waktu semalam suntuk bersama Anayra ketika Alma menginap dirumahnya hanya untuk sekedar saling bercurhat ria membahas soal kisah kasihnya sewaktu disekolah.


"Enggak ada kok Bu!.Aku ga pulang cuma mau menghindar dari ocehan ibuku yang bikin kupingku panas karena minta aku cepat nikah melulu!.Dikira cari jodoh itu mudah gitu!.".Rutuk Alma sambil tangannya memutar-mutar cangkir dimeja dan pikirannya berkelana ketika la mengingat hal itu karena tatapannya tampak hampa.


Sembari mengelus punggung Alma Hani berkata."Dengar ya Al'!.Pada dasarnya harapan semua ibu itu sama kalo memiliki seorang putri yang sudah beranjak dewasa.Mereka bukan ingin memaksakan kehendaknya saja tapi karena mau menyaksikan momen putrinya ketika menikah dan berumah tangga.Dan harapan terbesarnya adalah bisa menggendong cucu diusianya yang semakin menua itu!.Begitupun ibu berharap yang sama pada Anayra sebab ibu merasa takut kalo terjadi hal-hal yang ga diinginkan pada kalian.Apalagi kalo putrinya jauh dari pengawasan orang tua,kamu paham nak!.".Tutur Hani menjelaskan sebagai wanita yang perannya sama sebagai seorang ibu.

__ADS_1


Sembari terdiam dengan wajah ditekuk,Alma mencerna kata-kata Hani kemudian mengangguk.Dia mengakui jika yang dikatakan oleh ibunya Anayra ada benarnya tapi tidak dipungkirinya jika la merasa kesal dan bosan dengan ucapan ibunya yang membahas soal itu melulu setiap la menginjakkan kaki dirumah kediaman kedua orang tuanya berada.


Pernah juga ibunya mengenalkannya pada seorang pria yang lebih tua 15 tahun darinya hanya karena pria itu seorang juragan yang mempunyai usaha perkebunan.Duda kaya yang sudah memiliki seorang anak laki-laki remaja dan 10 tahun usianya lebih muda darinya.Terang saja Alma menolak mentah-mentah permintaan ibunya dengan alasan karena la merasa mampu untuk mendapatkan laki-laki yang masih lajang statusnya.Tapi la baru mau menikah dengan pria itu jika stock laki-laki perjaka didunia ini sudah habis.Menurut pemikirannya.


Ketika mengingat hal itu Alma mengelus-elus dadanya karena nafasnya terasa sesak dan berat.


"Ngomong-ngomong,gimana hubungan kamu sama Riccy Al'?.".Tanya Hani menyelidik setelah la tahu jika Alma tengah dekat dengan Riccy.


Disaat tersadar dengan pertanyaan Hani,Alma hanya menghela nafasnya karena la pun bingung mau dibawa kemana hubungan mereka sekarang ini.Meskipun Riccy pria yang baik dan perhatian tapi dirinya belum menunjukkan tanda-tanda akan segera melamarnya karena hubungan merekapun barulah seumur jagung.


Kemudian pikirannya teralihkan pada Anayra dan Khaffa.


Seandainya sifat Riccy kayak Pak Khaffa udah berani melamar Anayra langsung sama orang tuanya.Aku pasti bahagia!...Dalam hatinya Alma berandai-andai sambil menghela nafasnya.


"Belum ada sinyal Bu!,masih biasa aja sebab hubungan kami juga belum sebulan dan masih dalam proses pengenalan hehehe...".Jawab Alma sekedarnya sambil terkekeh untuk menutupi rasa galau dihatinya.


"Aku kekamar dulu ya Bu!,mau beres-beres!.".Sambungnya beralasan sambil berdiri menuju kamarnya untuk melaksanakan niatnya.


Dia pergi untuk mengalihkan pikirannya karena tidak mau terlalu fokus pada topik pembicaraan mereka.Alma tidak mau berlarut-larut memikirkan soal itu karena hanya membuat kepalanya pusing saja.


Sembari menelungkupkan tubuhnya ditempat tidur Alma bersenandung."Begini nasib jadi perawan,makan tak enak tidur pun rasanya tak nyenyak kalo ditanya soal kapan kawin melulu.Hatiku senang walaupun masih perawan.".Kicaunya lalu membenamkan wajahnya dibawah bantal meneruskan mimpinya tadi yang terputus.


Itu lebih baik daripada harus uring-uringan dan mencak-mencak.Obat galau paling mujarab adalah tidur yang nyenyak dan makan yang enak,menurutnya.


Setelah selesai dengan kegiatannya di kamar mandi Anayra bergegas bersiap memakai seragam kerjanya seperti biasa karena waktu terus berjalan disetiap detiknya dan bergulir dengan cepatnya tanpa terasa.Sambil merias wajahnya didepan cermin la menggelengkan kepalanya saat melihat tubuh Alma dipantulan cermin sedang tertelungkup.


Tak mau ambil pusing soal itu la segera keluar dari kamarnya sambil menenteng tasnya berwarna hitam lalu mengambil sepatu heelsnya dirak sepatu yang warnanya senada dengan tasnya.Setelah selesai la berpamitan pada kedua orang tuanya dengan mencium punggung tangan mereka.


"Ayah,ibu maaf ya aku ga bisa nganterin kstasiun!.".Pada Ridwan dan Hani dan diangguki oleh mereka sambil tersenyum.


"Dek jaga ibu dan ayah ya!,jadilah anak yang baik,ok!.".Ucap Anayra pada Andya sambil menepuk-nepuk pundaknya.


"Wokeeeh kak!.".Jawab Andya sambil melingkarkan kedua jarinya membentuk huruf O.


"Aku pergi ya!,assalamu alaikum.".Ucapnya sambil berlalu menuju pintu.


"Waalaikum salam.".Ucap ketiganya serempak seraya menatap kepergian Anayra hingga dirinya melangkah pergi keluar.

__ADS_1


__ADS_2