Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 25.Makan Siang Bersama CEO.


__ADS_3

Anayra POV.


Tidak terasa sepekan sudah aku berada digedung ini.Suatu kebanggaan tersendiri karena aku bisa berada disini.Suasana baru dan pemandangan baru,tapi tidak menyulitkanku untuk beradaptasi ditempat ini meskipun terasa ramai dan berisik.Suasananya bisa menjadi penghibur hatiku dan hariku yang kuhabiskan sebagian disini.Hari yang kulalui dengan berbeda kisah dan pengalaman disetiap waktunya.


Kulihat waktu diponselku ternyata sudah memasuki jam istirahat,waktunya untukku makan siang.Aku bergegas berdiri dan berjalan melewati Kassa.


"Dea,mbak istirahat ya!.".Ucapku berpamitan.


"Ok mbak!.".Jawabnya pendek.


Kulangkahkan kakiku keluar ruangan butik.Tapi langkahku terhenti saat melihat wajah yang kukenal menghampiriku.


"Hai Nay',udah mau istirahat?.".Tanya Alma tiba-tibabberdiri didepanku dengan wajah berseri-seri.


"Al',kamu udah datang?,ini kan baru jam 12,masih sejam lagi waktunya shift siang?.".Tanyaku penasaran.


"Apa ada larangan buat aku datang lebih awal?.Aku cuma kangen mau lunch bareng kamu!.Yuk makan Nay'!?.".Jawab Alma sambil memelas.


Alma datang lebih awal dengan alasan ingin makan siang bersamaku.Benarkah itu?,mungkin saja karena memang kami jarang sekali makan bersama meskipun satu atap karena jam kerja kami berbeda.


"Mmm...Segitu kangennya ya?!.".Kataku lalu menggamit lengannya.


Aku dan Alma berjalan kearah pintu khusus pegawai.Namun sial aku bertemu pria yang tidak mau kulihat wajahnya.


"Hai?!.".Alma menyapa pada Riccy.


"Hai!.Rajin banget!.".Jawab Riccy.


Kulihat senyumnya dan tatapan matanya penuh makna melihat mereka berinteraksi.Aku mulai berspekulasi'ada apa diantara mereka?'.


Kualihkan mataku pada pria disebelah Riccy yang enggan aku sebutkan namanya.Seperti biasanya tampak kaku dan dingin.Dia bahkan menatapku tajam sambil menyeringai.


Ish...Dasar serigala berbulu domba!.


Aku terheran saat melihat wajah seorang gadis cantik dan modis yang lebih muda usianya dariku berdiri disampingnya.Apa dia pegawai baru dikantornya?,tapi kenapa penampilannya tidak seperti pegawai kantor pada umumnya.Menggunakan hotpants berwarna putih dan kaos ketat motif bunga-bunga dan blazer warna putih.Sangat mempesona.


"Hai kak,aku Khaira!?.".Ucap gadis itu mengenalkan dirinya.


"Hai,aku Anayra.".Kataku sambil mengulurkan tanganku menjabat tangannya.


"Dan aku Alma.".Ucap Alma dengan gaya centilnya sambil menjabat tangan Khaira.


"Khaira ini adiknya pak Khaffa!.".Jelas Riccy.


Mataku terbelalak.Kenapa bisa gadis seramah ini adalah adiknya?.Tapi tidak heran dengan kecantikannya sebab kakaknya pun kuakui memang 'tampan'.


"Kalian mau kemana?.".Tanya Khaira padaku.


"Makan siang.".Jawabku singkat.


"Abang,kita makan siang bareng mereka ya!?,biar seru!?.".Ucap Khaira seraya menggoyangkan lengan kakaknya.


"Why not!.".Jawabnya pendek tapi matanya sengit menatapku.


"Good idea,kalian ga keberatan kan?.".Tanya Riccy memastikan.Kulihat diwajahnya sangat mengharapkan tidak ada penolakkan dari kami.


"Tentu,ga mungkin kami menolak.Apa lagi kalo ditraktir heee...".Jawab Alma seperti biasa sekenanya.


Ingin sekali aku menjipok kepalanya.Kurasa urat malunya sudah terputus.

__ADS_1


"Tentu saja...Baiklah,ayo pergi!.".Ajak Riccy.


Kamipun pergi mengikuti mereka dibelakang.Dengan rasa cemas dan was-was,aku tak berhenti menatap punggung pria didepanku yang sudah mengusik pikiranku sejak tadi.


Kutersadar saat sudah berada didalam sebuah Restoran yang baru pertama kalinya kuinjakkkan kakiku disini,meskipun setiap hari aku melewatinya.Restoran yang baru dibuka beberapa hari yang lalu.


Aku terpana melihat seisi ruangan ini.Memang sangat terlihat kentara perbedaannya antara level bawah dan level atas.Kami duduk dikursi dan disatu meja yang sama,tapi sialnya aku duduk tepat dihadapan CEO dingin ini.


Kulihat seorang pelayan Restoran menghampiri kami lalu menanyakan menu pesanan kami.


"Selamat siang mau pesan apa?.Silahkan dilihat dulu daftar menunya!.".Ucapnya.


Akupun membuka katalog gambar makanan dan namanya.Seketika kepalaku berdenyut melihat harganya,namanya yang asing,aku bahkan tidak becus mengejanya.Ini sepertinya makanan Italy.


"Osso buco Alla milanese dan aperetivo.".Ucap Khaffa dengan fasih.


"Lasagna dan aperetivo.".Riccy menjatuhkan pilihannya pada menu itu.


"Aku Panzanella dan aperetivo.".


"Aku juga sama ya!.".


Khaira dan Alma memilih menu yang sama.


"Spaghetti dan aperetivo.".Ucapku pelan.


Kulihat senyum samar CEO itu.Entah apa dia meledekku karena aku memilih menu makanan yang biasa?.


Aku memilih menu yang sering kumakan dan kudengar namanya karena aku takut indera pengecapku tidak bisa menerima menu yang lain.Menurutku,sebenarnya makanan dari negeri sendiri tak kalah enaknya meskipun selalu penasaran dengan makanan dari negara lain.


Tetapi aku pernah mencoba salah satu menu dari negeri yang terkenal dengan boyband dan girlbandnya karena sesuai seleranya dengan indera pengecapku.


"Maaf!,kak Anayra dan kak Alma,kalian kerja digerai mana?.".Tanya Khaira ramah.


"D'Lulla Boutique.".Aku menjawab apa adanya.


"Benarkah?,pantesan keliatan beda!...Dan aku sekretaris abangku ini,aku baru kerja hari ini!.".Khaira menjelaskan posisinya.


"Apa?...Kenapa cuma jadi sekertaris?,bukannya adik CEO itu harusnya ada dibarisan kursi pimpinan?.".Celetuk Alma membuatku mencubit lengannya.


"Ish,apaan sih Nay'?.Memang harusnya gitu kan!?.Masa cuma jadi sekertaris,Manager kek minimal.".Alma tidak mau disalahkan.


"Mmm,aku belum terbiasa kerja kak,aku belajar dari bawah dulu!.".Jawab Khaira tanpa memojokkan Alma.


"Ya benar!,Khaira memang baru sekarang belajar untuk mengelola perusahaan,tapi dimulai sebagai sekertaris CEO dulu.".Riccy menimpali untuk membela majikannya.


"Haha...Iya juga,kita memang masih muda dan harus banyak belajar dulu ya!.".Ucap Alma untuk menutupi rasa malunya.


Tak berselang lama beberapa pelayan restoran membawakan menu pesanan kami lalu pergi setelah menyajikannya dimeja.


Perlahan kumenyantap makananku,karena aku merasa seseorang diseberang sana memperhatikanku.Tapi aku tidak berani melihatnya.


"Habiskan makanannya ya Almaku!.Aku ga mau kamu sakit nanti!.".Ucap Riccy mengagetkan semua termasuk aku.


Kulihat Riccy mengambil alih garpu Alma lalu menyuapinya.Alma tidak menolak tapi wajahnya terlihat merah merona seperti Cherry.


"Ekhm..Aku cium bau-bau asmara nih,benar kan kak?.".Tanya Khaira penasaran karena curiga melihat gelagat Riccy dan Alma yang tidak wajar.


Huuuh...Syukurlah!.Khaira mewakiliku untuk menanyakan soal itu.

__ADS_1


"Huuuft...Kayaknya aku ga pandai nyembuiin rahasia.".Keluh Riccy.Tapi Alma malah tersenyum sumringah.


Whattt?...Aku terkejut mendengar pernyataan Riccy.Apa mereka terlibat cinta?...'Alma kamu harus menjelaskan semuanya!'.


"Kami dalam proses saling mengenal!.".Tutur Alma sambil cengengesan.


Saling mengenal atau pacaran?.".Tanyaku kesal.


"Omo,benar kan dugaanku?!...Congrat' ya kak,aku senang kakak ga jomblo lagi.".Khaira merangkul lengan Riccy karena senang.Aku bisa melihat kedekatan diantara mereka berdua.


"Thanks,Khai'!.".Jawab Riccy pendek.


"Ck,ck,ck...Aku salut Kak Riccy selangkah lebih maju didepan abang.".Ucap Khaira seraya menepuk-nepuk lengan Riccy.


Hahaha...Ingin rasanya aku tertawa keras saat Khaira menyindir kakaknya.


"Kak Anayra,apa kakak udah punya kekasih?.''.Tanya Khaira tiba-tiba.


Jlebbb...Aku seperti ditusuk pedang mendengar pertanyaan Khaira.Kenapa dia bertanya soal itu sekarang,disini didepan kakaknya?.


"A-aaku-....".


"Kalo kakak masih jomblo,apa kakak mau jadi sama bangku dan jadi kakak iparku?.Kurasa selain kak Anayra cantik tapi keliatannya baik juga...Abang pasti cocok sama kak Anayra.".Timpal Khaira menyela ucapanku yang belum selesai.


Aku sontak terlonjak kaget.Ingin rasanya aku menghilang atau masuk kedalam lubang semut saat ini untuk bersembunyi.


"Kamu terlalu banyak bicara Khai',makanlah!.".Ucap CEO itu seraya menyumpal mulut Khaira dengan makanannya.


Huuuh...Kurasa dia kesal dan marah karena secara terang-terangan Khaira mencomblangi kami.Memangnya dia kira aku mau dicomblangi dengannya?!.


Hei tuan CEO!...Dikira tidak ada makhluk tampan didunia ini selain dirimu?.Apa hanya dirimu pria hebat dinegeri ini?.Aku harus berpikir seribu kali untuk bisa menerimamu.CEO tapi otaknya kurang se ons!.


*End.


Khaffa POV.


Tak kusangka aku bertemu dia disini,bertemu gadis yang telah berhasil membuatku penasaran.Gadis yang mulai mencuri perhatianku dengan sikap ketus dan brutalnya.


Suatu kebetulan yang telah ditetapkan.Aku berdiri dihadapannya.Kenapa aku jadi tertarik padanya dan ingin selalu menatapnya.Aku gemas setiap kali melihat wajah gugupnya saat bertatap muka denganku dan aku merindukan saat-saat berdebat dengannya.Dia menjadi penawar hatiku yang kesepian dan membosankan.


Karena itu aku selalu mengerjainya dan mencari cara untuk membuatnya selalu kesal dan marah.Mencari alasan hanya untuk melihat wajah ketakutannya dan terkejutnya.


Aku tersenyum senang dalam hatiku saat adikku mengajaknya untuk makan siang bersama.Ini kesempatan ku supaya bisa lebih lama dengannya dan menatap wajahnya dari jarak yang lebih dekat.


Didalam Restoran aku duduk tepat dihadapan nya,aku memang sengaja.Hmmm...Sekilas aku tersenyum saat melihat dia menyimak daftar menu,sepertinya dia kebingungan.


Hahaha...Aku tidak habis pikir kenapa dia memilih menu yang biasa dan paling murah disini.


Shit...Diluar dugaanku,ternyata nyali Riccy lebih besar dariku dan selangkah lebih maju didepanku.Aku salut padamu kawan!.


Huuuh...


Khairaaa,kenapa kamu menanyakan hal konyol itu padanya?.Dan secara tidak langsung mengatakan jika aku pria kesepian dan tanpa kekasih,alias jomblo.Bagaimana jika dia menertawaiku?.


Aku akui dia memang cantik dan menarik tapi bukan berarti kamu harus menjatuhkan harga diriku sebagai seorang CEO yang penuh pesona ini.Popularitasku dipertaruhkan disini didepan gadis butik ini!.


Hmmm...Tapi aku penasaran.Apa dia tertarik padaku dan mulai menyukaiku?.Pasti!,siapa yang bisa menolak pesonaku ini?.Banyak gadis-gadis yang memujaku dan mengharapkan cintaku ini.


*End.

__ADS_1


__ADS_2